• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PERFORMA MENARA PENDINGIN PADA PT. GEO DIPA ENERGI UNIT DIENG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA PERFORMA MENARA PENDINGIN PADA PT. GEO DIPA ENERGI UNIT DIENG"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

25

ANALISA PERFORMA MENARA PENDINGIN PADA PT. GEO DIPA

ENERGI UNIT DIENG

Danial Ahmad Fauzi1), Bayu Rudiyanto2)

1)2) Teknik Energi Terbarukan, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Jember

Email : [email protected]

Abstrak

Menara pendingin dewasa ini sangat diperlukan dalam rangka efisiensi dan konversi energi dimana digunakan suatu alat atau unit untuk sirkulasi air pendingin. Fungsi menara pendingin adalah memproses air panas menjadi air dingin, sehingga dapat digunakan kembali sebagai sprint pada maen condensor dan bisa diinjeksikan kembali. Selain itu menara pendingin juga berfungsi untuk unit pembuangan akhir yang berupa uap atau gas ke atmosfer. Menara pendingin memanfaatkan air dan udara pada proses perpindahan panas yang dibuang keatmosfer. Kinerja menara pendingin dievaluasi untuk mengkaji tingkat approach dan cooling

range saat ini, identifikasi area terjadinya pemborosan energi dan memberikan saran perbaikan. Pada

Penelitian ini, akan diteliti hasil nilai range, approach, efektifitas, kapasitas pendingin, laju penguapan air ke udara, perbandingan cair/gas (L/G), perpindahan panas menara pendingin dan integrasi stepwish. Hasil penelitian analisa performa menara pendingin didapatkan nilai range16,4830C – 18,4240C, nilai approach

5,017 0C – 5,728 0C dan nilai Efektifitas 76,688 %. Kapasitas pendingin 152,1507 m3.0C/jam – 170,0676

m3.0C/jam, Kehilangan penguapan sebesar 273,8712 m3/jam – 306,1216 m3/jam, nilai L/G saat ini 0,8139 –

1,0492. Harga ℎ𝑐𝐴

𝐶𝑝𝑚 adalah 4513,5344 kW/ (kJ/kg beda entalphi) dan mampu melepas kalor pada menara pendingin (Cooling Tower) sebesar 26,853 MW.

Kata Kunci : Menara Pendingin, Range, Approach, Efektifitas.

1. PENDAHULUAN

Indonesian merupakan negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat besar dan melimpah, salah satunya adalah panas bumi yang diolah dan digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi seperti yang dilakukan di Dieng, PT. Geo Dipa Energi merupakan salah satu perusahaan penghasil listrik dengan memanfaatkan panas bumi. Secara umum proses produksi uap

(Steam) digunakan sebagai penggerak turbin dengan

memanfaatkan panas yang ada didalam inti lapisan bumi. Menara pendingin dewasa ini sangat diperlukan dalam rangka efisiensi dan konversi energi dimana digunakan suatu alat atau unit untuk sirkulasi air pendingin. Fungsi menara pendingin adalah memproses air panas menjadi air dingin, sehingga dapat digunakan kembali sebagai sprint pada maen condensor, after coler, intercondensor dan bisa diinjeksikan kembali. Selain itu cooling

tower juga berfungsi untuk unit pembuangan akhir

yang berupa uap atau gas ke atmosfer. Cooling

tower memanfaatkan air dan udara pada proses

perpindahan panas yang dibuang keatmosfer. Dengan adanya pendinginan air dari proses pendinginan tersebut maka akan diketahui berapa beban kalor yang terjadi di menara pendingin, sehingga diketahui apakah pendinginan air yang

berasal dari pendinginan mesin dapat berjalan dengan baik. Performansi dan Karakteristik menara pendingin dari data manual berupa kisaran (Range), pendekatan (Approach), dan efektifitas menara pendingin tentu tidak relevan dengan kondisi operasional pada saat ini, hal ini dibutuhkan analisa performa menara pendingin dan pengujian karakteristik untuk mengetahui kondisi operasional menara pendingin saat ini.

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Menara Pendingin

Menara pendingin didefinisikan sebagai alat penukar kalor yang fluida kerjanya adalah udara dan air yangberfungsi mendinginkan air dengan mengontakannya keudara sehingga menguapkan sebagian kecil dari airtersebut. Dalam kebanyakan menara pendingin yang melayani sistem refrigerasi dan penyamanan-udara, menggunakan satu atau lebih kipas propeler untuk menggerakan udara secara vertikal keatas atau horisontalmelintasi menara. (Handoyo, 2015).

Fungsi menara pendinginadalah memproses air panasmenjadi air dingin, sehingga dapat digunakan kembali sebagai sprint pada maen condensor dan bisa diinjeksikan kembali.selain itu cooling tower juga berfungsi untuk unit pembuangan akhir yang

(2)

26

berupa uap atau gas ke atmosfer.Cooling tower memanfaatkan air dan udara pada proses perpindahan panas yang dibuang keatmosfer. Didalam sistem menara pendingin terdapat beberapa kontruksi peralatan diantaranya adalah fan, spray nozzle (Springkel), fill (Packing), basin dan pump.

Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari peralatan-peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas, sepertiradiator dalam mobil, dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya.

Gambar 1. Diagram Skematik Menara Pendingin

Kinerja menara pendingin dievaluasi untuk mengkaji tingkat approach dan cooling range saat ini, identifikasi area terjadinya pemborosan energi dan memberikan saran perbaikan. Walaupun, range dan approach harus dipantau, approach' merupakan indikator yang lebih baik untuk kinerja menara pendingin. Semakin rendah temperature bola basah udara yang masuk maka akan menjadi semakin efektfi menara pendingin tersebut, karena temperature air yang keluar juga akan semakin rendah apabila temperature bola basah udara yang masuk semakin rendah. Menurut Ilvana, (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi performasi dari

cooling tower adalah sebagai berikut:

1. Jumlah permukaan air yang mengalami kontak dengan udara, dan lama waktu saat pengontakan air dengan udara.

2. Kecepatan udara yang melalui menara. 3. Arah aliran udara yang berhubungan

dengan permukaan kontak air (Paralel, tegak lurus atau berlawanan).

Gambar 2. Range dan Approach Cooling Tower Menara pendingin pada PT. Geo Dipa Energi menggunakan menara pendingin tipe aliran melintang induced draft. Menarapendingin tipe aliran melintang induced draftadalah menara pendingin dengan kerja air masuk pada puncak dan melewati bahan pengisi, udara masuk dari salah satu sisi (menara aliran tunggal) atau pada sisi yang berlawanan (menara aliran ganda), fan mengalirkan udara melintasi bahan pengisi menuju saluran keluar pada puncak menara. Keuntungan aliran melintang adalah lebih sedikit resirkulasi dari pada menara

forced draft sebab kecepatan keluarnya 3 hingga 4

kali lebih tinggi dari pada udara masuk.

Gambar 3. Cooling Tower aliran melintang induced draft

2.2 Pengukuran Temperatur

Temperatur yang akan diukur pada menara pendingin adalah temperature wet bulb, temperature

dry bulb, temperature air masuk menara pendingin,

temperature air keluar menara pendingin, laju aliran air masuk menara pendingin, laju aliran udara masuk menara pendingin, entalpi udara masuk, entalpi udara keluar dan faktor pendinginan. Pengukuran ini didapat dari control room/DCS (Distributed Control

(3)

25 2.3 Performa Menara Pendingin

Performa cooling tower dievaluasi untuk membahas nilai rancangan, identifikasi pemborosan energi, dan untuk sarana perbaikan pada mesin

cooling tower. sehingga harapannya setelah

dianalisa oleh penulis akan memberikan dampak yang lebih baik pada cooling tower tersebut. Parameter untuk mengukur performa cooling tower adalah sebagai berikut :

a. Range

Range adalah perbedaan atau jarak antara

temperatur air masuk dan keluar menara pendingin. Nilai range yang tinggi menunjukkan bahwa menara pendingin mampu menurunkan suhu air secara efektif dan cara kinerjanya baik. Akan tetapi range bukan ditentukan oleh menara pendingin, tetapi oleh proses yang dilayaninya. Range pada alat penukar kalor ditentukan seluruh beban panas dan laju sirkulasi air melalui penukar panas dan menuju ke air pendingin.

Range =

Suhu air masuk CT – Suhu air keluar CT

b. Approach

Approach adalah perbedaan antara suhu air

dingin keluar cooling tower dan temperature wet bulb. Semakin rendah nilai approach maka semakin baik kinerja cooling tower. Semakin dekat approach terhadap wet bulb maka semakin mahal cooling

tower karena akan meningkatkan ukuran cooling

tower tersebut. Approach merupakan indikator yang

lebih baik untuk kinerja menara pendingin.

Approach =

Suhu air keluar CT – Suhu wet bulb CT c. Efektifitas pendingin

Efektifitas pendingin adalah perbandingan antara range dan range ideal. Semakin tinggi nilai perbandingan maka semakin tinggi efektifitas perbandingan pada cooling tower.

Efektifitas pendingin =

100% x( temperatur air masuk− temperatur air keluar Temperature air masuk − Temperature wet bulb) d. Kapasitas pendingin (cooling tower)

Kapasitas pendingin (cooling tower) adalah kemampuan menara pendingin (cooling tower) dalam membuang panas ke lingkungan. Kapasitas pendingin dapat dihitung sebagai berikut :

Kapasitas Pendingin (m3/jam) =

0,00085 x Laju sirkulasi x (T1-T2) e. Laju penguapan air ke udara

Laju penguapan air ke udara adalah proses penguapan pada cooling tower dalam mendinginkan air kondensor. Rumus perhitungan laju penguapan air ke udara adalah sebagai berikut :

Kapasitas penguapan (m3/jam) =

0,00085 x 1,8 laju sirkulasi x (T1-T2) f. Perbandingan Cair/Gas (L/G)

Perbandingan L/G menara pendingin merupakan perbandingan antara laju alir massa air dan udara. Menara pendingin memiliki nilai desain tertentu, pengaturan dapat dilakukan dengan perubahan beban kotak air atau pengaturan sudut siripnya. Aturan pada termodinamika mengatakan bahwa panas yang dibuang dari air harus sama dengan panas yang diserap oleh udara sekitarnya. Dalam perencanaan biasanya jumlah massa udara rata-rata per jam satuan luas penampang G atau rasio L/G tidak diketahui. Oleh karena itu dapat dirumuskan sebagai berikut:

L (T1 – T2) = G (h2 – h2) L/G = (h2 – h1) / (T1 –T2)

g. Perhitungan perpindahan kalor Menara Pendingin

Dalam menara pendingin, perpindahan kalor berlangsung dari air keudara bak jenuh. Ada dua terjadinya perpindahan kalor yaitu dengan perbedaan suhu bola kering dan suhu bola basah udara dan perbedaan tekanan antar air dan udara. Sehingga terbentuk entalpi yaitu perbedaan antara udara jenuh yang bertemperatur sama dengan permukaan basah hi dan entalpi udara didalam aliran bebas ha.

Gambar 4. Pertukaran Energi dalam suatu Volume Diferensiasi

Pada gambar 4 menunjukkan volume diferensial menara pendingin aliran berlawanan dengan laju alir yang masuk dari bagaian puncak sebesar L kg/detik dan laju udara yang masuk dari bagaian dasar sebesar G kg/detik.

Air masuk pada bagian suhu t 0C dan

meninggalkan bagian tersebut pada suhu yang sedikit lebih rendah yaitu t-dt. Udara masuk bagaian itu dengan entalpi ha kJ/kg udara kering dan

meninggalkan dengan entalpi ha + dha. Total area

permukaan basah mencakup luas permukaan tetes-tetes air termasuk kepingan-kepingan logam basah atau bahan pengisi lainnya.

Laju kalor yang dilepaskan dari air, dq, sama dengan laju kalor yang diterima udara :

(4)

26

Dq = G dha = L (4,19 kJ/kg .K) det kW

Dari prinsip-prinsip tentang entalphi, persamaan lain untuk dq yaitu :

Dq = hc dA

Cpm (hi – ha)

h. Integrasi Stepwise

Berfungsi untuk mencari besarnya laju kalor yang dipindahkan oleh seluruh bagaian menara pendingin, Persamaan Dq = hc dA

Cpm (hi – ha) harus

diintegrasikan, sehingga didapat hasil sebagai berikut :

4,19 L ∫𝑡 𝑜𝑢𝑡𝑡 𝑖𝑛 ℎ𝑖−ℎ𝑎𝑑𝑡 = ∫0𝐴ℎ𝑐 𝑑𝐴𝐶 𝑝𝑚 = ℎ𝑐 𝐴 𝐶 𝑝𝑚

Kemiringan garis kerja udara yaitu 4,19 L/G, sehingga didapatkan persamaan sebagai berikut : hc A

Cpm = 4,19 L ∆t ∑ 1 (ℎ1−ℎ𝑎)𝑚

Dimana h1-ha : Perbedaan harga tengah entalphi

untuk suatu bagaian kecil dari volume.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengukuran Performa Menara Pendingin

Tabel 1. Suhu rata-rata menara pendingin PT. Geo Dipa Energi Dieng

Tanggal Twin Twout Twb Tdb Range Aproach Effektifitas

18/02/2016 38,226 21,003 15,986 17,503 17,223 5,017 77,442 19/02/2016 38,186 21,703 16,481 18,09 16,483 5,222 75,941 20/02/2016 38,815 21,252 15,524 17,427 17,563 5,728 75,407 21/02/2016 38,574 20,15 15,017 17,246 18,424 5,133 78,210 22/02/2016 37,65 20,727 15,074 17,239 16,923 5,653 74,960 24/02/2016 39,342 22,688 17,186 19,212 16,653 5,503 75,165 25/02/2016 39,156 21,243 16,011 17,849 17,913 5,232 77,396 26/02/2016 39,023 21,053 15,893 17,794 17,969 5,161 77,688 27/02/2016 38,814 20,915 15,893 17,794 17,899 5,023 78,088 28/02/2016 39,183 21,191 15,688 17,383 17,992 5,503 76,579

Pada Tabel 1. Menunjukkan bahwa nilai range pada menara pendingin PT Geo Dipa Energi adalah tinggi hal ini dikarenakan menara pendingin telah mampu menurunkan suhu air secara efektif dan kinerjanya bagus. Grafik 1 menunjukkan nilai range pada kinerja menara pendingin.

Grafik 1. Nilai Range

Pada Tabel 1 menunjukkan nilai approachrendah hal ini dipengaruhi oleh kinerja menara pendingindan suhu lingkungan yang sangat baik. Semakin rendah approachmaka semakin baik kinerja menara pendingin. nilai

range dan approach harus selalu dipantau terus dikarenakan approach merupakan indikator lebih baik untuk

16,0 16,5 17,0 17,5 18,0 18,5 19,0 18 20 22 24 26 28 R an ge Tanggal

(5)

25 menentukan kinerja menara pendingin. Suhu masuk menara pendingin yang tidak beraturan menyebabkan grafik pada apprach juga mengalami nilai naik turun yang

tidak beratur

an. Grafik 2. Nilai Approach

Efektifitas menara pendingin dapat diketahui setelah mengetahui perbandingan range dan range ideal, Semakin tinggi perbandingan ini maka semakin tinggi efektifitasnya. Seperti terlihat pada grafik 3 menunjukkan bahwa efektifitas pada menara pendingin sangat baik berkisar antara 75,96 – 78,21. Naik dan turunnya nilai efektifitas dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan kinerja menara pendingin.

Grafik 3. Efektifitas Menara Pendingin

Kapasitas pendingin adalah panas yang dibuang dalam kKal/Jam, hasil dari kecepatan aliran massa air, panas spesifik dan perbedaan suhu. Diketahui konstanta penguapan adalah 0,00085 (85/10000), rumus yang digunakan adalah :

Kapasitas Pendingin (m3/jam)

= 0,00085 x Laju sirkulasi x (T1-T2)

= 0,00085 x 10859,72 m3/jam x (38,226 – 21,003) = 158,9814 m3.0C/jam

Pada tanggal 18,19,24 laju sirkulasi pendinginan turun hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut mengalami trip dan untuk menghidupkan kembali memerlukan waktu yang lama dan tidak bisa langsung dioperasikan secara maksimal akan tetapi bertahap dari 1000 rpm, 2000 rpm dan 3000 rpm. Setiap kenaikan rpm memerlukan waktu 2 jam untuk menstabilkan putaran generator dan voltase yang dihasilkan sehingga menyebabkan proses pendinginan pada menara pendingin mengalami penurunan. Kapsitas pendinginan dan kapasitas penguapan grafiknya sama hal ini karena berpengaruhnya jumlah air panas yang didinginkan dan kehilangan penguapan akibat proses pendinginan.Berikut nilai grafik 4 kapasitas pendinginan.

4,9 5,0 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 5,7 5,8 18 23 28 A p p ro ac h Tanggal 74,5 75,0 75,5 76,0 76,5 77,0 77,5 78,0 78,5 18 20 22 24 26 28 Ef fe kti fi tas Tanggal

(6)

26

Grafik 4. Kapasitas pendingin

Kehilangan penguapan adalah jumlah air yang diuapkan keatmosfir untuk proses pendinginan. Selain penguapan juga mengeluarkan zat-zat kimia seperti NCG yang dialirkan pada menara pendingin. Secara teoritis jumlah penguapan mencapai 1,8 m3 setiap 10.000.000 kKal yang telah dibuang ke atmosfirt. Kapasitas

penguapan (m3/jam) = 0,00085 x 1,8 laju sirkulasi x (T1-T2)

= 0,00085 x 1,8 x 10859,72 m3/jam x (38,226 – 21,003) = 286,167 m3/jam.

Grafik 5. Kapasitas Penguapan Perbandingan Cair/Gas (L/G)

Debit air masuk menara pendingin (L)

Nilai debit yang masuk pada menara pendingin (cold water return) sebesar 39813,41 gpm. Jika massa jenis (ρair) untuk temperatur rata-rata air yang masuk menara pendingin adalah 40 0C = 0,993 kg/l maka didapat :

L = 39813,41 gpm = 150710,15 L/menit

= 150710,15 L/menit x 0,993 kg/L x (1/60 det)= 2494,26 kg/det Debit udara masuk menara pendingin (G)

Dari tabel 4.1 udara basah diperoleh untuk mencari nilai entalphi udara masuk dan keluar. Temperatur wet bulb dari menara pendingin yaitu 15,986 0C sehingga entalphy udara masuk adalah h

a,in = 44,9151 kJ/kg.

Temperatur udara keluar yaitu 21,003 0C sehingga entalphy udara keluar adalah : h

a,out = 61,0319 kJ/kg.

Sehingga diperoleh nilai rasio : L/G = ha,in − ha,out 𝐶𝑝 (𝑇𝑖𝑛−𝑇 𝑜𝑢𝑡) L/G =61,0319− 44,9151 1(38,226−21,003) = 0,9358 G = 𝐿 0,9358= 39813,41 0,9358 = 42546,127 gpm Maka harga G sebesar 42546,127 gpm.

150,00 155,00 160,00 165,00 170,00 175,00 18 20 22 24 26 28 kap asi tas p e n d in gi n Tanggal 270,00 275,00 280,00 285,00 290,00 295,00 300,00 305,00 310,00 18 23 28 kap asi tas Pe n gu ap an Tanggal

(7)

25 Dan besarnya harga cooling factor : L/G = 0,9358

Perhitungan perpindahan kalor menara pendingin

Gambar 5. Sketsa menara pendingin dengan membagi ruas-ruas volume keseimbangan energi pada bagaian paling bawah memberikan hasil : dq = G dha L (4,19 kJ/kg .K) det kW

ha,1 – ha,0 =

𝐿

𝐺 4,19 (1,789 K) = 0,9358 = 0,9358 x 4,19 x 1,789 = 7,0145 kJ/kg

Enthalphi udara yang meninggalkan bagaian bawah ha,1 adalah :

Ha,1 = 44,9151 + 7,0145 = 51,9296 kJ/kg

Dan entalphi rata-ratanya adalah :

ha = (ha,0 + ha,1)/2 = (44,9151 + 51,9296)/2 = 48,4223

kJ/kg

Pada gambar 5. Suhu air mempunyai rata-rata dalam bagaian paling atas adalah (38,814 + 37,025)/2 = 37,9195 0C dan entalphi udara pada suhu ini adalah

150,0626 kJ/kg

Harga (h1 – ha)m dalam bagaian paling atas ini adalah

150,0626 – 48,4223 = 101,6403 kJ/kg. Tabel 4.4 Integrasi Stepwish

bagai an Suhu 0C harga tenga h suhu0 C h1 rata-rata kJ/kg ha rata-rata kJ/kg (h1-ha)m 1/(h 1-ha)m 1 38,8 14 37,91 95 150,0 626 48,42 23 101,6 403 0,00 98 2 37,0 25 36,13 05 137,0 847 50,24 67 86,83 80 0,01 15 3 35,2 36 34,34 15 125,1 785 47,51 13 77,66 72 0,01 29 4 33,4 47 32,55 25 114,0 678 45,39 04 68,67 74 0,01 46 5 31,6 58 30,76 35 102,8 585 46,24 83 56,61 02 0,01 77 6 29,8 69 28,97 45 99,72 14 51,54 09 48,18 05 0,02 08 7 28,0 8 27,18 55 86,11 08 48,52 57 37,58 51 0,02 66 8 26,2 91 25,39 65 78,18 44 47,99 79 30,18 65 0,03 31 9 24,5 02 23,60 75 70,81 92 47,90 91 22,91 01 0,04 36 10 22,7 13 22,71 30 67,34 04 47,66 09 19,67 95 0,05 08 ∑(h1 − ha)m1 0,241 407

Sehingga dapat dihitung : ℎ𝑐 𝐴 𝐶 𝑝𝑚 = 4,19 L ∆t ∑ 1 (h1−ha)m ℎ𝑐𝐴 𝐶𝑝𝑚= 4,19 𝑥2494,26 kg/det x 1,789 x 0,2414 = 4513,5344 kW / (kJ/kg beda entalphi). Harga ℎ𝑐 𝐴

𝐶 𝑝𝑚 merupakan fungsi dari dinamika pola aliran udara dan dinamika tetesan air didalam menara pendingin. akan tetapi untuk harga tersebut pada dasarnya tetap konstan untuk sebuah menara pendingin tertentu. Asalkan laju aliran udara dan laju aliran lainnya tetap konstan. harga ℎ𝑐 𝐴

𝐶 𝑝𝑚 menentukan karakteristik menara pendingin dan merupakan dasar untuk menganalisa unjuk kerja performa menara pendingin pada suhu air masuk dan suhu bola basah udara masuk.Pada kondisi keadaan udara maksimum digunakan rumus :

Q1 = 13031,58 m3/jam dengan faktor koreksi 20%

sehingga didapat Q1 = 1,2 x 0,172 m3/jam = 3,62

m3/detik. Laju kalor yang diserap air pendingin

dihitung dengan persamaan : Q = ṁ x Cp air x ∆T Dimana diasumsikan ρ air 400C = 992,24 kg/m3 ṁ = Q x ρ = 3,62 m3/detik x 992,24 kg/m3 = 3591,9088 kg/detik Cp air = 4,179 kJ/kg .K

Sehingga didapat laju kalor pada menara pendingin adalah :

Q = ṁ x Cp air x ∆T

= 3591,9088 kg/detik x 4,179 kJ/kg .K x 1,789 = 26853,94 kW = 26,85394 MW

Dengan mengetahui kalor yang harus diserap oleh menara pendingin dapat disimpulkan bahwa kemampuan menara pendingin untuk menerima dan melepas kalor adalah sebesar 26,853 MW kelingkungan.

4. KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah melakukan pengamatan menara pendingin tipe induced draft aliran berlawanan arah selama 10 hari di Departement Power Plant PT. Geo Dipa Energi Dieng dapat ditarik kesimpulan berdasarkan perhitungan analisa performa menara pendingin dari Hamon Cooling Towers adalah sebagai berikut :Nilai range16,4830C – 18,4240C,

nilai Approach 5,017 0C – 5,728 0C dan nilai

Efektifitas 76,688 %. Kapasitas pendingin 152,1507 m3.0C/jam – 170,0676 m3.0C/jam, Kehilangan

penguapan sebesar 273,8712 m3/jam – 306,1216

m3/jam, Nilai L/G saat ini 0,8139 – 1,0492. Harga

ℎ𝑐 𝐴

𝐶𝑝𝑚 adalah 4513,5344 kW/ (kJ/kg beda entalphi), dan kalor yang diserap oleh menara pendingin di PT. Geo Dipa Energi Dieng adalah 26,853 MW.

(8)

26

DAFTAR PUSTAKA

Budihardjo. Nasruddin. Nugraha, H, M. 2015. Experimental And Simulation Study On The Performance Of Counter Flow

Closed Cooling Towers Systems.Journal

Of Technology, 3. Hlm 365-379.

Firyanto, R.. 2005. Distribusi Udara Dalam Water

Cooling Tower. Jurnal Teknik Kimia, 2.

Hlm. 1-4.

Fisenko, S., Petruchik, A., Solodukhin, A. 2002. Evaporative Cooling Of Water In A

Natural Draft Cooling Tower. Journal Of

Heat And Mass Transfer, 45. Hlm. 4683-4694.

Handoyo, Y. 2015. Analisa Performa Cooling Tower LCT 400 Pada PT. XYZ, Tambun

Bekasi. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 3.

Hlm. 38-52.

Ilvana M, S. 2009. Analisa Perhitungan Karakteristik dan Efektifitas Homon

Cooling Towers. Universitas Diponegoro.

Semarang.

Kiewit/Holt Indonesia L.L.C. 1996. Dieng Geothermal Project Uni 1 Fo Himpunan

California Energy Ltd. Data Book

Volume IV. Java. Indonesia.

Kiewit/Holt Indonesia L.L.C. 1996. Dieng Geothermal Project Uni 1 Fo Himpunan

California Energy LtdData Book Volume

V. Java. Indonesia.

Mulyono. 2012. Analisa Beban Kalor Menara Pendingin Basah Induced-Draft Aliran

Lawan Arah. Jurnal Teknik, 5. Hlm.

145-151.

Pratiwi, P, N., Nugroho, G., Hamidah. 2014. Analisa Kinerja Cooling Tower Induced Draft Tipe LBW W-300 Terhadap Pengaruh

Temperatur Lingkungan. Jurnal Teknik

Pomits, 7. Hlm. 1-6.

Santosa, P., Awwaluddin, M., Suwardiyono. 2012. Perhitungan Kebutuhan Coling Tower Pada Rancang Bangun Untai Uji Sistem

Kendali Reaktor Riset. Jurnal Rekayasa

Perangkat Nuklir, 1. Hlm 34-41.

Shah, P., Tailor, N. 2015. Merkel’s Method For Design Induced Draft Cooling Tower. Journal Impact Factor, 6. Hlm. 63-70. Sumedi, N., Simon, H., Djuwantoko. 2012. Strategi

Pengelolaan Pegunungan Jawa : Studi Kasus Pegunungan Dieng Jawa Tengah,

Indonesia. Jurnal Penelitian Kehutanan

Gambar

Gambar 3.  Cooling Tower aliran  melintang  induced  draft
Gambar  4.  Pertukaran  Energi  dalam  suatu  Volume  Diferensiasi
Tabel 1. Suhu rata-rata menara pendingin PT. Geo Dipa Energi Dieng
Grafik 4. Kapasitas pendingin
+2

Referensi

Dokumen terkait

Proses ini terjadi pada udara yang didinginkan oleh koil yang temperaturnya lebih rendah dibanding temperatur tabung keringnya tetapi sama atau lebih

Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-0 dimaksudkan untuk mengetahui kadar glukosa awal darah tikus, kemudian dilakukan pemberian diet kaya lemak- fruktosa

Menu Update My Profile pada member berfungsi untuk meng- edit data- data yang ada di dalam akun dan nantinya data-data yang di- update tersebut disimpan ke dalam database

1) Nasabah yang pernah melakukan pembiayaan Arrum Haji di Pegadaian Syariah cabang Blauran Surabaya. Nasabah pembiayaan Arrum Haji menjadi salah satu responden yang

Penerapan kriteria industri minyak sawit berkelanjutan di Indonesia tercermin dengan dibentuknya Indonesian Sustainable Palm Oil System ISPO yang merupakan suatu kebijakan yang

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM ARKEOLOGI AIRLANGGA KOTA KEDIRI, JAWA TIMUR diajukan oleh Fudla Nurul Fahmi, NIM 111 1826 023, Program Studi Desain Interior, Jurusan Desain,

Nalika Kristanti arep omong marang Dokter Boing ngenani rencanane, dheweke nyaluk njanji supaya ora oleh nesu marang apa sing arep diomongake.Babagan iku bisa dideleng

Hipotesis yang diujikan pada penelitian ini adalah penggunaan jenis gelatin kulit ikan yang berbeda, yaitu gelatin kulit ikan lele, gelatin kulit ikan kakap