• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Kerja Teknis APEKSI 2017 ICE BSD City, 14 September 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rapat Kerja Teknis APEKSI 2017 ICE BSD City, 14 September 2017"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI

DAN

PERLINDUNGAN

HUKUM

KERJASAMA

PEMERINTAH

DAN

BADAN

USAHA

UNTUK

PENYELENGGARAAN

PEMBANGUNAN

DI

DAERAH

Menteri Perencanaan Pembangunan

Nasional/

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan

Nasional

DisampaikandalamRakerTeknisAPEKSI TangerangSelatan,14September 2017

REPUBLIK  INDONESIA

2

Ringkasan

1. Desentralisasi fiskal meningkatkan dana pembangunan daerah.

2. Namun terdapat 2 (dua) permasalahan: a. Penyerapan yang terkendala (SILPA tinggi).

b. MasalahGovernance(banyak kasus dalam pengadaan). 3. KPBU dapat mengatasi permasalahan dengan cara:

a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas proyek dengan pelibatan badan usaha yang memungkinkan: • Pembagian risiko

• Menjamin ketepatan waktu dan anggaran (on schedule‐on budget). b. Menjamin kualitas pelayanan karenaperformacediperjanjikan dalam kontrak. 4. KPBU memiliki perlindungan hukum yang baik karena:

• Regulasinya jelas

• Governance terjaga melalui mekanisme KPBU yang melibatkan pemangku kepentingan (Bappenas dalam pemilihan proyek, Kemenkeu dalam pemberian fasilitas fiskal, LKPP dalam proses pengadaan, BKPM dalam menjajaki minat dan nilai pasar, Kemendagri dalam pemberian rekomendasi AP Daerah, Kemenko Perekonomian dalam debottlenecking, dan PT.PII dalam pemberian penjaminan Pemerintah)

5. Best practiceKPBU sudah ada di berbagai negara dan berbagai sektor.

6. KPBU di Indonesia sudah dibuka untuk 19 sektor baik KPBU Ekonomi maupun Sosial: • Untuk daerah yang sudah mengajukan diharapkan komitmen pelaksanaan

• Untuk daerah yang sudah memulai pembicaraan (under discussion) diharapkan melengkapi dengan studi pendahuluan

• Mengundang daerah lain untuk memanfaatkan KPBU dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas pembangunan infrastruktur.

(2)

REPUBLIK  INDONESIA 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

2013

2014

2015

2016

Belanja K/L

Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)

SILPA

3

Desentralisasi Fiskal

Meningkatkan Dana Pembangunan di Daerah

Sumber: hasil olahan data BPS dan AIPEG, Kementerian Keuangan, LKPP

Jum la h Pe ng elua ra n (ID R Tr iliun ) • Desentralisasi fiskal dengan peningkatan TKDD yang disertai penurunan Belanja K/L = Peningkatan peran daerah dalam pembangunan infrastruktur.

• Peningkatan anggaran perlu diimbangi dengan kemampuan implementasi yang lebih baik.

Investasi Infrastruktur Pemerintah Daerah

513,3 573,7 623,1 710,9 TKDD 582,9 577,2 732,1 677,6 Belanja K/L REPUBLIK  INDONESIA 4

Permasalahan

MODUS PERKARA KPK TAHUN 2005‐2016

Pengadaan

Barang/Jasa

Pungutan

Perizinan

Pencucian

Uang

148   PERKARA 17  PERKARA 20  PERKARA 21  PERKARA 45.5 125.3 101.6 55.5 94.6 128.8 142.9 0 0 20 40 60 80 100 120 140 160 2013 2014 2015 2016

SILPA TAHUN APBD TAHUN 2013‐2016

SILPA TAHUN 2013‐2016 INVESTASI INFRASTRUKTUR PEMDA

Nilai SILPA APBD cukup signifikan dibandingkan dengan 

alokasi investasi infrastruktur Pemda

Pengadaan barang/jasa banyak diwarnai kasus

(3)

REPUBLIK  INDONESIA

5

Solusi

Melalui

KPBU

K

apasit

as

Fisk

al

Kemampuan Implementasi

KF Rendah + KI Tinggi = Proyek 

Infrastruktur terlaksana namun 

dengan kuantitas terbatas

KPBU membantu meningkatkan 

jumlah proyek infrastruktur.

KF Tinggi + KI Tinggi = 

Penyediaan infrastruktur 

terlaksana dengan baik.

KPBU meningkatkan kualitas dan 

kuantitas proyek infrastruktur

KF tinggi + KI rendah =  SILPA 

tinggi.

KPBU memindahkan risiko 

konstruksi dan operasi kepada 

Badan Usaha sehingga 

on 

schedule‐on budget

.  

KF Rendah + KI Rendah = 

Proyek tidak berjalan.

KPBU membantu 

merealisasikan proyek yang 

dibutuhkan.

148   PERKARA 17  PERKARA Tinggi Tinggi  Rendah  Rendah  REPUBLIK  INDONESIA 6

KPBU

Mengatasi

Permasalahan

Pengadaan

Tiap

Tahunnya

PENGADAAN 

KONVENSIONAL

PENGADAAN

SKEMA KPBU

Acapkali terjadi ketidaksinambungan karena, perencanaaan, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan  dilakukan secara terpisah serta dilakukan tender tahun untuk pengoperasian/pemeliharaan  Sering terjadi keterlambat pelaksanaan pekerjaan dan hal tersebut menjadi beban pemerintah  (cost overrun) Perencanaan pengadaan tidak mengkaji aspek hukum, komersial, risiko, dan lingkungan Investasi 100% oleh pemerintah sehingga risiko 100% ditanggung pemerintah

Alokasi proyek sesuai dengan nilai proyek yang dilaksanakan

Terjadi kesinambungan (perencanaan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan  dilakukan satu kesatuan  dalam kontrak jangka panjang)

Badan usaha melakukan upaya terbaik agar tidak terjadi keterlambatan konstruksi dan operasi Outline Bussiness  mengkaji aspek hukum, komersil, risiko, dan lingkungan

Berbagi risiko antara pemerintah dan swasta

Dengan alokasi yang relatif sama, pemerintah dapat menyediakan infrastruktur dengan jumlah yang  relatif lebih banyak

(4)

REPUBLIK  INDONESIA

7

Skema

Tarif

dan

VGF

Me‐

leverage

Dana Pemda

CONTOH KPBU DENGAN PENGEMBALIAN TARIF + VGF

Proyek KPBU SPAM Umbulan

Leverage 

dana Pemda berupa:

1. Dukungan sebagian 

konstruksi dari 

Kementerian PUPR, dan 

2. Dukungan VGF dari 

Kementerian Keuangan

Dukungan Pembanguan fisik Perjanjian Regres Perjanjian Penjaminan Dukungan Kelayakan (VGF) Penyiapan Proyek PKS

Perjanjian Konsesi antara PJPK dengan Bandan Usaha Penugasan

PDAB Kapitalisasi

Perjanjian II Jual Beli Air Antara PDAB  dengan Bandan Usaha

Pembayaran Air Curah

Perjanjian Jual Beli Air Curah antara PDAB dengan PDAM Pembayaran Air Curah Dukungan Pemkab/Pemkot Kab. Pasuruan Kota Pasuruan Kab. Sidoarjo Kota Surabaya Kab. Gresik PEMERINTAH PUSAT Men. PUPR Menkeu PT. SMI PT. PII GUBERNUR JAWA TIMUR BADAN USAHA PDAB 5 PDAM KETERANGAN: Dalam Struktur Proyek ini:

• Perjanjian Konsesi Mengatur Hak &  Kewajiban PJPK dan Badan Usaha untuk BOT SPAM Umbulan tidak Termasuk Jual Beli.

• Kewajiban Pembayaran Tarif Diatur Dalam Perjanjian Jual Beli Air Minum antara PDAB dan Badan Usaha. • Dalam Perjanjian KPS juga diatur Jaminan PJPK  Kepada Badan Usaha Atas Gagal Bayar PDAB REPUBLIK  INDONESIA 8

KPBU

Menambah

Ruang

Kapasitas

Fiskal

Daerah,

Mengurangi

Risiko

dan

Meningkatkan

Kualitas

Pelayanan

Masa operasi Masa konstruksi  Profil Belanja Pemerintah jika Proyek  dibangun dengan skema AP Pengadaan Infrastruktur dengan  Belanja Modal s/d 32 tahun s/d 32 tahun CAPEX Cost  Overrun OPEX Cost  Overrun

RETAINED RISK = CAPEX Cost Overrun + OPEX Cost Overrun

Untuk Ancillary cost, yang sebagian besar dari biaya penyiapan proyek. Untuk PPP perkirakan 1.5 kali lebih besar dari PSC

Competitive Neutrality, pada PPP terdapat potensi pembayaran PPh 25

dari Earning Before Tax (EBT) berdasarkan proyeksi keuangan untuk masing-masing Paket.

• Masa konstruksi tepat waktu • Kinerja pelayanan terjamin

Suku bunga obligasi 2017 7.5% Inflasi 2010-2017 5.4% PSC = Public Sector Comparator

PPP = KPBU - AP

Analisis PotensiGovernment Saving pada ProyekPalapa Ring

PSC PPP Government Expenditure ‐CAPEX 4,743,922,993,248  0 ‐OPEX 3,369,789,444,263  0 ‐Availability Payment 0 8,823,556,862,337  ‐Financing 332,074,609,527  0 ‐Ancillary 474,392,299,325  711,588,448,987  Risk Value ‐Competitive Neutrality 0 ‐ 7,923,988,703,159  ‐Retained Risk 2,049,442,259,087  Total Government Expenditure  Including Risk 10,969,621,605,450  8,742,746,608,165  Government Saving 20.30%

(5)

REPUBLIK  INDONESIA Aspek Pengaturan Subyek Kerjasama Pemerintah 1. Menteri 2. Kepala Lembaga 3. Kepala Daerah 4. BUMN/BUMD Badan Usaha 1. BUMN/BUMD 2. Badan Usaha Asing 3. Perseroan Terbatas 4. Koperasi

Obyek Kerjasama Infrastruktur Ekonomi dan Infrastruktur Sosial (19 Jenis Infrastruktur)

Kontribusi Pemerintah

1. Pembiayaan Sebagian KPBU 2. Dukungan pemerintah 3. Jaminan pemerintah

Pengembalian investasi Badan Usaha

1. Pembayaran oleh pengguna dalam bentuk tarif (User  Charge).

2. Pembayaran ketersediaan layanan (Availability  Payment).

3. Bentuk lain sepanjang tidak bertentangan dengan Perundang‐undangan. Tahapan 1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Penyiapan 3. Tahap Transaksi PENJAMINAN PEMERINTAH

• Peraturan Presiden No. 78/2010

• PMK 260/PMK.011/2010 Jo. PMK 8/PMK.08/2016 DUKUNGAN PEMERINTAH PMK No. 223/PMK.11/2012 (VGF)

PERPRES 38/2015

PERMEN PPN NO. 4/2015 TENTANG PANDUAN UMUM PERATURAN KEPALA LKPP NO 19 TAHUN 2015  TENTANG PENGADAAN BADAN USAHA PEMBAYARAN KETERSEDIAAN LAYANAN PMK NO. 260/2016 PERMENDAGRI No. 96/2016

Perlindungan

Hukum

Berupa

Regulasi

yang

Lengkap

dan

Jelas

9

REPUBLIK  INDONESIA

10

Perlindungan

Hukum

Berupa

Skema

Lengkap

Prakarsa

KPBU:

Solicited

dan

Unsolicited

Identifikasi

Proyek PendahuluanStudi Outline Business Case (OBC) Final Business Case (FBC) Pra-kualifikasi Request forProposal Bid Award

Tandatangan

Perjanjian Financial Close

Konstruksi dan Operasi

PERENCANAAN PENYIAPAN TRANSAKSI

Pemrakarsa proyek mengajukan proposal dan dokumen pra-studi

kelayakan (FS) ke PJPK

Evaluasi dokumen Pra-FS untuk mendapat persetujuan.

Badan Usaha Pemrakarsa menyerahkan FS

Evaluasi FS Pengadaan

Pilihan Pemberian Kompensasi

kepada Badan Usaha Pemrakarsa

Pemberian tambahan nilai 10% pada

dokumen pengadaan Right to match

Pembelian prakarsa KPBU oleh PJPK Tandatangan Perjanjian KPBU

.

Penerbitan Surat Persetujuan Financial Close Konstruksi dan Operasi P R AKAR SA  P EMERI N TA H (SO LICITED) P R AKAR SA  B AD AN  U SA HA (UNSO LICITED)

(6)

REPUBLIK  INDONESIA

11

Perlindungan Hukum Berupa Fasilitas

dan

Capacity

Building

DIKOORDINASIKAN DAN  DIFASILITASI KANTOR  BERSAMA SESUAI  KEWENANGAN MASING: Bappenas dalam pemilihan proyek Kemenkeu dalam pemberian fasilitas fiskal LKPP dalam proses pengadaan BKPM dalam menjajaki minat dan nilai pasar Kemendagri dalam pemberian rekomendasi AP Daerah Kemenko Perekonomian dalam debottlenecking PT.PII dalam pemberian Penjaminan Pemerintah REPUBLIK  INDONESIA 12

Best

Practices

Pelaksanaan KPBU di Berbagai Negara

PELABUHAN

ExpansionandOperationColombo Port ‐ US$ 240.0 million

RUMAHSAKIT

SANRAL N4 EastTollRoad, SouthAfrica

JALANTOL

AIRMINUM

DolphinCoastWaterSouthAfrica–

US$ 10.0 million

PENJARA

CorrectionalServices,SouthAfrica

‐ US$ 277.1 million

WesternCapeRehabilitationCentre andLentegeur Hospital,South Africa‐ US$ 25.7 million

SocialGrantPaymentSystem, SouthAfrica‐ US$ 20.0 million

TEKNOLOGI INFORMASI

(7)

REPUBLIK  INDONESIA

13

Indonesia

Memiliki

19

Jenis

Sektor

Infrastruktur

KPBU

Peluang bagi Pemda

Kebandarudaraan Kepelabuhanan Perkeretaapian Darat dan  penyeberangan Jalan Jalan Tol Jembatan Tol Pasar  Tradisional Transportasi Jalan Fasilitas Perkotaan Pengelolaan Limbah Setempat Air Minum Perumahan Rakyat Pengelolaan Sampah Pengelolaan Limbah Terpusat

SDA & Irigasi Kawasan

Fasilitas Pendidikan PemasyarakatanLembaga

Kesehatan Sarana Olah Raga,

Kesenian dan Budaya Pariwisata Pembangkit  Listrik Transmisi Penerangan  Jalan Umum

Ketenagalistrikan Migas dan EBT Konservasi Energi Telekomunikasi &Informatika

Fiber Optic e‐Gov

KONEKTIVITAS

FASILITAS PERKOTAAN

FASILITAS SOSIAL

REPUBLIK  INDONESIA 14

Perkembangan

KPBU

Daerah

Memerlukan Komitmen Penuntasan KPBU

SPAM  Bandar  Lampung TPPAS Nambo 1. PirngadiHospital 2. Education Facility  Development of  PolitechnicBatam 3. Sports Arena Papua 4. Street Lighting  Surakarta 1. Medan Municipal  Transport(LRT‐BRT) 2. LRT of Batam 3. PekanbaruRegional  Water Supply 4. Pondok Gedewater 

Supply

5. WestSemarang Water  Supply

6. Legok NangkaWaste  Treatment 7. Street Lighting  Bandung 8. SidoarjoGeneral  Hospital 1. Makassar LRT 2. Surabaya RMT 3. Jembatan Layang Pondok Ranji ‐ Tangsel 4. Pasar Tradisional Tangsel 5. SPAM Tangsel 6. TPPAS Tangsel Umbulan Water  Supply Proposal  Proyek Studi 

Pendahuluan Outline BusinessCase(OBC) Final Business Case(FBC) PQ

Request for Proposal Bid Award

Penandatangan  Perjanjian KPBU

Financial Close

PERENCANAAN PENYIAPAN TRANSAKSI

Persiapan  Lelang

KONSTRUKSI DAN  OPERASI

(8)

REPUBLIK  INDONESIA

15

KPBU

Daerah

Under

Discussion

(1/3)

Memerlukan Tindak Lanjut Studi Pendahuluan

NO NAMA PROYEK LOKASI PJPK / PENGUSUL STATUS

1 Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Lombok Prov. NTB Kab. Lombok Tengah dan

Kab. Lombok Barat Usulan 2 Pembangunan Jalan Lingkar Luar Kota Palu Kota Palu Prov. Sulawesi Tengah Usulan 3 Pemeliharaan Jalan Provinsi Prov. Kalimantan Barat Prov. Kalimantan Barat Usulan 4 Pembangunan Fly Over Perkotaan Prov. Sulawesi Tengah Prov. Sulawesi Tengah Usulan 5 Pembangunan Bandara Baru di Citarato Ujung Genteng Kab. Sukabumi Prov. Jawa Barat Usulan 6 Pembangunan Bandar Udara Baru di Pameungpeuk

Kabupaten Garut Kab. Garut Prov. Jawa Barat Usulan

7 Perpanjangan Runway Bandara Nusawiru Kab. Pangandaran Prov. Jawa Barat Usulan

8 Pembangunan Bandara Tulungagung Kab. Tulungagung Prov. Jawa Timur Usulan

9 Pembangunan Terminal Barang dan Gedung Parkir Off Street Kab. Bandung Kab. Bandung dan Prov. Jawa Barat Usulan 10 Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo Kab. Probolinggo Prov. Jawa Timur Usulan 11 Pengembangan 15 PDAM Beberapa Kab‐Kota di Sumatera Selatan Prov. Sumatera Selatan Usulan

12 SPAM Regional Pulau Lombok Prov. NTB Prov. NTB Usulan

13 Pengelolaan Air Minum Kab. Manokwari dan Kota Sorong Prov. Papua Barat Usulan 14 Kerjasama Pembangunan Peningkatan Air Bersih menjadi Air Minum Pangkalpinang Kota Pangkal Pinang Prov. Bangka Belitung Usulan 15 Pembangunan Kawasan Industri Perikanan (250 ha) Kab. Banggai Kepulauan Kab. Banggai Kepulauan Usulan

REPUBLIK  INDONESIA

16

NO NAMA PROYEK LOKASI PJPK / PENGUSUL STATUS

16 Pembangunan Mess Pemda Sulawesi Tengah di Jakarta DKI Jakarta Prov. Sulawesi Tengah Usulan 17 Pembangunan Blok Plan Komplek Perkantoran Provinsi

Gorontalo Prov. Gorontalo Prov. Gorontalo Usulan

18 Pembangunan Rumah Sakit Daerah Provinsi Gorontalo Prov. Gorontalo Prov. Gorontalo Usulan 19 Jembatan Penghubung Pulau Taut‐Pulau Kalimantan Prov. Kalimantan Selatan Prov. Kalimantan Selatan Usulan 20 Pembangunan Kawasan Pariwisata di Pulau Bombo Kab. Maluku Tenga Prov. Maluku Usulan 21 Pembangunan dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Prov. Kalimantan Barat Prov. Kalimantan Barat Usulan 22 Pengelolaan Persampahan Kab. Manokwari danKota Sorong Prov. Papua Barat Usulan

23 Waste to Energy Malang City Malang Kota Malang Usulan

24 Waste to Energy Medan City Medan Kota Medan Usulan

25 Pembangunan Pasar Rakyat Kota Sorong Prov. Papua Barat Usulan

26 Pembangunan Kabel Laut Tahap III DKI Jakarta Prov. DKI Jakarta Usulan

27 GOR Ngurah Rai Kota Denpasar Prov. Bali Usulan

28 GOR Cabang Olah Raga di Pusat Kawasan Olah Raga Jl

William Iskandar Medan Kota Medan Prov. Sumatera Utara Usulan

29 GOR Dompak di Tanjung Pinang untuk penyiapan PON 2024 Kota Tanjung Pinang Prov. Kepulauan Riau Usulan

30 SARPRAS /GOR / JALAN /PDAM Wakatobi Prov. Sulawesi Tenggara Usulan

31 GOR, PDAM, SARPRAS Kab. Kolaka Prov. Sulawesi Tenggara Usulan

32 Pembangunan Sport Center Kab. Manokwari danKota Sorong Prov. Papua Barat Usulan 33 Kawasan Sport Center Prov. Kalimantan Selatan Prov. Kalimantan Selatan Usulan

KPBU

Daerah

Under

Discussion

(2/3)

(9)

REPUBLIK  INDONESIA

17

NO NAMA PROYEK LOKASI PJPK / PENGUSUL STATUS

34 Pembangunan Bandara Bali Utara Kab. Buleleng Prov. Bali Identifikasi olehKemenhub

35 Pembangunan Jalur KA menuju Bandara Juanda Kab. Sidoarjo Prov. Jawa Timur Identifikasi olehKemenhub 36 Development of Makassar New Port Prov. Sulawesi Selatan Kementerian Perhubungan Identifikasi

37 Sindang Heula Water Treatment Plant, Banten Banten PDAM Prov Banten Identifikasi

38 SPAM Regional Jatiluhur Jawa Barat Kementerian PUPR Identifikasi

39 Padang Regional Water Supply Prov. Sumatera 

Barat PDAB Prov. Sumatera Barat Identifikasi 40 Pembangunan Jalan Ruas Palu‐Parigi By Pass Prov. Sulawesi Tengah Prov. Sulawesi Tengah Identifikasi (PSN)

41 Waste to Energy Batam Batam Kota Batam Identifikasi

42 Waste to Energy Tangerang City (Rawa Kucing) Tangerang Kota Tangerang OBC

KPBU

Daerah

Under

Discussion

(3/3)

Memerlukan Tindak Lanjut Studi Pendahuluan

17

REPUBLIK  INDONESIA

TERIMA

KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Segala Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala kasih dan berkatNya yang melimpah sehingga penulis dapat menyelasiakan skripsi yang berjudul “

Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Dan Kelincahan Dengan Kemampuan Mendribbling Bola Pada Permainan Sepakbola.. Universitas Pendidikan Indonesia |

[r]

Namun ‘tsunami politik bandar’ menyebabkan BN telah tewas dengan majoriti yang lebih besar di kawasan majoriti kaum Cina namun demikian berjaya menawan kembali kerusi Parlimen

ANALISIS PENGARUH BANGKITAN PERGERAKAN PERMUKIMAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN CIWASTRA KOTA BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran hukum masyarakat, dalam perkembangan selanjutnya timbul permasalahan tanggung jawab pidana seorang dokter, khususnya

Golongan ini berpendapat bahwa uang terbuat dari barang, namun tidak berdasarkan pada logam untuk membuat uang tersebut atau nilai intrinsiknya. Nilai uang

Di Thailand, pada tegakan jati yang berumur 33 tahun mengalami serangan berat dengan jumlah populasi yang mampu menggunduli daun sebanyak 75 – 100% dari jumlah tanaman yang