• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Maret 2015, Provinsi Sulawesi Selatan terjadi inflasi sebesar 0,50 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,95. Dari 82 kota IHK, tercatat 54 kota mengalami inflasi, sedangkan 28 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 0,84 persen dengan IHK 113,44 dan terendah terjadi di Padang dan Cilacap sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing 120,99 dan 120,74. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung

Pandan-1,97 persen dengan IHK 123,59 dan terendah terjadi di Tarakan, Padang Sidempuan dan Medan sebesar -0,01 persen dengan IHK masing-masing 126,43; 116,24 dan 118,63.

 Inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,74 persen; kelompok perumahan, air,

listrik, gas dan bahan bakar 0,79 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor,

komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen, meskipun satu kelompok lainnya deflasi yaitu : kelompok bahan makanan -0,19 persen.

 Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2015 sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) sebesar 7,13 persen.

 Komponen inti di Sulawesi Selatan pada Maret 2015 mengalami inflasi sebesar 0,61 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Maret 2015 sebesar 1,55 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Maret 2015 terhadap Maret 2014) sebesar 4,74 persen.

 Perubahan IHK untuk kota Makassar terjadi inflasi sebesar 2,69 persen dengan IHK sebesar 116,50.

No. 22/04/73/Th. XIX, 1 April 2015

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/

I

NFLASI

MARET 2015 PROVINSI SULAWESI SELATAN INFLASI 0,50 PERSEN

Setelah pemerintah menaikkan harga BBM sebanyak dua kali di Bulan Maret 2015, maka berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen BPS Provinsi Sulawesi Selatan terjadi inflasi sebesar 0,50 persen, atau terjadi kenaikan Indeks

(2)

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan

indeks pada kelompok

makanan jadi, minuman, rokok

dan tembakau 0,74 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,79 persen; kelompok sandang sebesar 0,23 persen; kelompok kesehatan 0,74 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,99 persen, meskipun satu kelompok lainnya deflasi yaitu : kelompok bahan makanan -0,19 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2015 antara lain: beras, bensin, bahan bakar rumah tangga, mobil, tukang bukan mandor, ikan bandeng, bawang merah, kayu balokan, sop, minyak goreng, donat, cumi-cumi, daging sapi, pemeliharaan/service dan baju kaos berkerah.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: daging ayam ras, cabe rawit, angkutan dalam kota, telur ayam ras, tomat sayur, emas perhiasan, tomat buah, kacang panjang dan udang basah.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada Maret 2015, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,1219 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1846 persen; kelompok sandang 0,0178 persen; kelompok kesehatan 0,0313 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0054 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,1825 persen, sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar -0,0434 persen;

Tabel 1

IHK dan Tingkat Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan Maret 2015, Tahun Kalender 2015, dan Tahun Ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012 = 100)

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2014 IHK Februari 2015 IHK Maret 2015 Inflasi Maret 20151) Laju Inflasi Tahun Kalender 20152) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 116,89 116,37 116,95 0,50 0,05 7,13 1. Bahan Makanan 125,03 125,81 125,57 -0,19 0,43 12,87 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 114,11 114,84 115,70 0,74 1,39 6,34 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar 114,88 116,18 117,10 0,79 1,93 7,33

4. Sandang 110,82 112,61 112,87 0,23 1,85 4,51

5. Kesehatan 109,25 110,74 111,56 0,74 2,11 5,75

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 105,45 105,84 105,92 0,08 0,44 2,18 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 121,49 114,34 115,47 0,99 -4,96 4,35

1) Persentase Perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase Perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Desember 2014 3) Persentase Perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Maret 2014

(3)

No. Kelompok/Sub Kelompok

BAHAN MAKANAN -0,19 -0,0434

1 Padi-2an, umbi-2an & hsl-nya 3,00 0,1703 2 Daging & hasilnya -5,77 -0,1054 3 Ikan Segar 0,16 0,0054 4 Ikan Diawetkan 4,13 0,0100 5 Telur, Susu dan hsl-nya -1,44 -0,0304 6 Sayur-2an -2,96 -0,0684 7 Kacang-2an 0,92 0,0047

8 Buah-2an 0,44 0,0101

9 Bumbu-2an -3,05 -0,0575 10 Lemak dan Minyak 1,52 0,0165

Tabel 3

Maret 2015 (%)

Inflasi Sumbangan

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Bahan Makanan Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Provinsi Sulawesi Selatan (2012=100) Maret 2015 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,5001

1. Bahan Makanan -0,0434

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok,dan Tembakau 0,1219

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar 0,1846

4. Sandang 0,0178

5. Kesehatan 0,0313

6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olahraga 0,0054

7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan 0,1825

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Maret

2015 mengalami perubahan indeks sebesar -0,19 persen, atau terjadi penurunan indeks dari bulan

sebelumnya yaitu 125,81 menjadi 125,57 pada bulan ini.

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 sub kelompok mengalami inflasi sedangkan 4 sub kelompok lainnya deflasi.

Kelompok pengeluaran bahan makanan secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar -0,0434 persen.

(4)

No. Kelompok/Sub Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Tembakau 0,74 0,1219

1 Makanan Jadi 0,90 0,0858

2 Minuman yang tdk beralkohol 1,03 0,0319

3 Tembakau dan Min. beralkohol 0,09 0,0042

Tabel 4.

Inflasi Sumbangan

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau Maret 2015 (%)

No. Kelompok/Sub Kelompok

Sandang 0,23 0,0178

1 Sandang laki-laki 0,67 0,0144

2 Sandang wanita 0,58 0,0118

3 Sandang anak-anak 0,73 0,0096

4 Barang pribadi dan sandang lainnya -0,84 -0,0180

Tabel 6.

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Sandang Maret 2015 (%)

Inflasi Sumbangan

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Maret 2015 mengalami perubahan indeks dari 114,84 pada bulan Februari 2015 menjadi 115,70 pada Maret 2015 atau terjadi kenaikan sebesar 0,74 persen.

Dari tiga sub kelompok dalam kelompok pengeluaran ini, semuanya mengalami inflasi.

Kelompok pengeluaran ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1219 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar

pada bulan Maret 2015 mengalami inflasi sebesar 0,79 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 116,18

pada bulan Februari 2015 menjadi 117,10 pada bulan Maret 2015.

Inflasi sub kelompok biaya tempat tinggal 0,74 persen; bahan bakar, penerangan dan air 1,49 persen; perlengkapan rumah tangga 0,05 persen;

dan penyelenggaraan rumahtangga 0,64 persen.

Kelompok Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi kontribusi inflasi sebesar 0,1846 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang bulan Maret 2015 inflasi sebesar 0,23 persen atau terjadi perubahan indeks dari 112,61 pada bulan lalu naik menjadi 112,87.

Kelompok ini mencakup 4 sub kelompok, 3 sub kelompok mengalami inflasi sedangkan 1 sub kelompok lainnya deflasi.

Kelompok sandang berkontribusi inflasi sebesar

0,0178 persen.

No. Kelompok/Sub Kelompok

Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,79 0,1846

1 Biaya tempat tinggal 0,74 0,0898 2 Bahan bakar, penerangan dan air 1,49 0,0800 3 Perlengkapan rumahtangga 0,05 0,0022 4 Penyelenggaraan rumahtangga 0,64 0,0126

Tabel 5.

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Perumahan, Air,

Inflasi Sumbangan Listrik, Gas, dan Bahan Bakar Maret 2015 (%)

(5)

5. Kelompok Kesehatan

Kelompok kesehatan bulan ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,74 persen, dengan kontribusi inflasi sebesar 0,0313 persen, angka indeks dari110,74 bulan lalu menjadi 111,56 pada Maret ini.

Sub kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : sub kelompok jasa kesehatan, sub kelompok obat-obatan, sub kelompok jasa perawatan jasmani, dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika.

6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga mengalami perubahan indeks sebesar 0,08 persen.

Terdapat 5 sub kelompok dalam kelompok ini, 3 sub kelompok mengalami inflasi, 1 sub kelompok deflasi, sedangkan 1 sub kelompok lainnya stabil. Secara keseluruhan kelompok ini berkontribusi inflasi sebesar 0,0054 persen.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami perubahan indeks dari 114,34 bulan lalu naik menjadi 115,47 dibulan ini, atau inflasi sebesar 0,99 persen.

Dari 4 sub kelompok, terdapat 2 sub kelompok mengalami inflasi, sementara 2 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Secara keseluruhan

kelompok ini berkontribusi inflasi sebesar

0,1825 persen.

No. Kelompok/ Sub Kelompok

Kesehatan 0,74 0,0313

1 Jasa Kesehatan 0,62 0,0086

2 Obat-obatan 0,02 0,0001

3 Jasa Perawatan jasmani 1,75 0,0083

4 Perawatan jasmani dan kosmetika 0,79 0,0143

Tabel 7.

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Kesehatan Maret 2015 (%)

Inflasi Sumbangan

No. Kelompok/Sub Kelompok

Pendidikan, Rekreasi & Olah Raga 0,08 0,0054

1 Jasa Pendidikan 0,00 0,0000 2 Kursus2 / Pelatihan 0,04 0,0001 3 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 0,33 0,0049 4 Rekreasi -0,01 0,0003 5 Olah raga 0,05 0,0001 Tabel 8.

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Pendidikan Rekreasi & Olah Raga Maret 2015 (%)

Inflasi Sumbangan

No. Kelompok/Sub Kelompok

Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,99 0,1825

1 Transpor 1,37 0,1664

2 Komunikasi Dan Pengiriman 0,00 -0,0002

3 Sarana dan Penunjang Transpor 1,24 0,0162

4 Jasa Keuangan 0,00 0,0000

Tabel 9.

Inflasi dan Sumbangan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan Maret 2015 (%)

(6)

PERBANDINGAN INFLASI PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011 – 2015

Pada bulan Maret tahun 2015 Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 0,50 persen, inflasi bulan ini lebih tinggi dibanding tahun 2012 sebesar 0,34; tahun 2013 sebesar 0,26 persen; dan tahun 2014 sebesar 0,02 persen, sementara tahun 2011 mengalami deflasi sebesar -0,33 persen.

Laju inflasi ”year on year” Provinsi Sulawesi Selatan Maret 2015 sebesar 7,13 persen lebih tinggi dibanding periode tahun 2011 sebesar 6,32 persen, tahun 2012 sebesar 4,06 persen, tahun 2013 sebesar 4,61 persen dan tahun 2014 sebesar 5,88 persen.

Tabel 10

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender dan Tahun ke Tahun, Tahun 2010 – 2014

Inflasi (2007 = 100)2011 (2007 = 100)2012 (2007 = 100)2013 (2012 = 100)2014 (2012 = 100) 2014

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

1. Maret -0,33 0,34 0,26 0,02 0,50

2. (Maret) tahun kalender 0,76 1,91 2,11 1,44 0,05

3. Maret terhadap Maret (Year on Year) 6,32 4,06 4,61 5,88 7,13

MARET 2015 KOTA MAKASSAR INFLASI 0,63 PERSEN

Kota Makassar pada bulan Maret ini mengalami inflasi sebesar 0,63 persen, atau terjadi perubahan indeks dari 116,21 pada bulan Februari 2015 naik menjadi 116,94 pada bulan Maret 2015. Laju inflasi tahun kalender (Maret 2015) sebesar 0,38 persen, dan laju inflasi ”year on year” dari Maret 2015 terhadap Maret 2014 sebesar 7,34 persen.

Inflasi dipicu oleh naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,86 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,87 persen; kelompok sandang sebesar 0,29 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,86 persen; kelompok pendidikan, dan rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,34 persen, meskipun kelompok lainnya mengalami deflasi, yaitu : kelompok bahan makanan

(7)

Tabel 11

IHK dan Tingkat Inflasi Kota Makassar Maret 2015, Tahun kalender 2015, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2014 IHK Februari 2015 IHK Maret 2015 Inflasi Maret 20151) Laju Inflasi Tahun Kalender 2015 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) Andil (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) U M U M 116,50 116,21 116,94 0,63 0,38 7,34 1. Bahan Makanan 124,26 125,95 125,83 -0,10 1,26 13,96 -0,0205 2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan

Tembakau 113,47 113,73 115,15 0,86 1,48 6,38 0,1397 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 115,04 116,16 117,40 0,87 2,05 7,33 0,2046

4. Sandang 111,94 112,73 114,32 0,29 2,13 4,95 0,0227

5. Kesehatan 109,61 110,55 112,29 0,86 2,45 6,18 0,0362

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 105,44 105,50 105,70 0,08 0,25 2,17 0,0057

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 120,64 115,09 115,08 1,34 -4,61 4,21 0,2447

1) Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya 2)

Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Desember 2014

3) Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Maret 2014

PERBANDINGAN ANTAR KOTA IHK DI PULAU SULAWESI

Kota-kota IHK di wilayah pulau Sulawesi yang berjumlah 11 kota, 8 kota mengalami inflasi sedangkan 3 kota

lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Watampone sebesar 0,83 persen dengan IHK 116,02, terendah di Bulukumba sebesar 0,20 persen dengan IHK 124,49, deflasi tertinggi terjadi di Parepare sebesar -1,01 persen dengan

IHK 115,36 dan terendah di Bau-bau sebesar -0,39 persen dengan IHK 121,39. (lihat tabel 12 kolom 6).

Laju inflasi tertinggi berdasarkan ”tahun ke tahun” (Maret 2015 terhadap Maret 2014) terjadi di Bau-bau sebesar

10,52 persen; diikuti berturut-turut Manado sebesar 7,99 persen; Makassar sebesar 7,34 persen; Palopo sebesar 6,95 persen; Kendari sebesar 6,81 persen; Mamuju sebesar 6,68 persen; Parepare sebesar 6,53 persen; Bulukumba

(8)

Tabel 12

Perbandingan Indeks dan Inflasi Maret 2015 Antar Kota di Pulau Sulawesi (2012=100)

No. K o t a Desember IHK

2014 IHK Februari 2015 IHK Maret 2015 Inflasi Maret 2015 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2015 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 01. WATAMPONE 117,35 115,07 116.02 0.83 -1.13 5.66 02. GORONTALO 115,26 113,11 113.96 0.75 -1.13 5.28 03. MAKASSAR 116,50 116,21 116.94 0.63 0.38 7.34 04. KENDARI 116,16 114,00 114.65 0.57 -1.30 6.81 05. MANADO 118,61 117,54 118.13 0.50 -0.40 7.99 06. MAMUJU 116,85 115,69 116.20 0.44 -0.56 6.68 07. PALOPO 116,54 115,98 116.40 0.36 -0.12 6.95 08. BULUKUMBA 125,61 124,24 124.49 0.20 -0.89 6.21 09. BAU-BAU 121,89 121,87 121.39 -0.39 -0.41 10.52 10. PALU 120,21 118,14 117.34 -0.68 -2.39 5.28 11. PAREPARE 117,71 116,54 115.36 -1.01 -2.00 6.53 1)

Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK bulan sebelumnya

2)

Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Desember 2014

3)

Persentase perubahan IHK Maret 2015 terhadap IHK Maret 2014

INFLASI MENURUT KOMPONEN MARET 2015

Komponen inti Sulawesi Selatan pada bulan Maret 2015 inflasi sebesar 0,61 persen, komponen diatur pemerintah inflasi 1,06 persen; dan komponen bergejolak deflasi sebesar -0,26 persen. Sementara itu komponen inti untuk kota Makassar pada Maret 2015 mengalami inflasi sebesar 0,71 persen; komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 1,29 persen, dan komponen bergejolak deflasi sebesar -0,17 persen. Kota Watampone komponen inti inflasi sebesar 0,12 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar 0,97 persen; dan komponen bergejolak inflasi sebesar 2,56 persen. Kota Parepare komponen inti inflasi sebesar 0,16 persen; harga diatur pemerintah -2,37 persen; dan komponen bergejolak deflasi sebesar -3,11 persen. Kota Palopo komponen inti inflasi

sebesar 0,37 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar 2,05 persen; dan komponen bergejolak sebesar -0,88 persen. Kota Bulukumba komponen inti deflasi sebesar -0,04 persen; harga diatur pemerintah inflasi sebesar

(9)

Tabel 13

Laju Inflasi Maret 2015, Inflasi Tahun Kalender 2015 dan Inflasi Year on Year Menurut Komponen

Di Provinsi Sulawesi Selatan

Komponen

Kota Makassar Kota Watampone Kota Parepare

IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) U M U M 116.94 0.63 0.38 7.34 116.02 0.83 -1.13 5.66 115.36 -1.01 -2.00 6.53 Inti 111,77 0,71 1,67 4,82 108,58 0,12 0,84 3,96 109,72 0,16 1,11 4,29 Harga Diatur Pemerintah 126,72 1,29 -5,11 8,77 127,23 0,97 -6,27 6,84 130,15 -2,37 -6,60 11,11 Bergejolak 127,37 -0,17 1,31 14,98 130,69 2,56 -2,19 9,35 121,42 -3,11 -6,28 9,38 Komponen

Kota Palopo Kota Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan

IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) IHK Mar 2015 Perubahan IHK (%) Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year Mar 2015 Tahun Kalender 2015 Year on Year (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21) (22) (23) (24) (25) U M U M 116.40 0.36 -0.12 6.95 124.49 0.20 -0.89 6.21 116,95 0,50 0,05 7,13 Inti 110,71 0,37 1,58 5,16 120,57 -0,04 0,75 4,34 111,62 0,61 1,55 4,74 Harga Diatur Pemerintah 128,32 2,05 -6,08 11,10 134,86 1,55 -5,59 8,49 127,31 1,06 -5,36 8,96 Bergejolak 124,06 -0,88 0,35 8,64 127,65 -0,11 -1,41 9,19 126,94 -0,26 0,42 13,66

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo

Serta pihak-pihak lain yang turut membantu penulis baik secara langsung.. maupun

Penggunaan superdisintegrant yaitu Explotab ® dalam formulasi dapat meningkatkan waktu hancur tablet, Explotab ® adalah salah satu dari super disintegrant yang efektif

Berangkat dari masalah yang ada, muncul pemikiran dan ide-ide untuk mengaplikasikan sekam padi yang dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebagai sampah sisa untuk menjadi

Berdasarkan hasil uji kualitas modul dengan metode validasi oleh ahli, respon peserta didik dalam uji kelas terbatas dan uji keterbacaan dapat disimpulkan bahwa

Memohon ampunan kepada Allah adalah cara terbaik untuk terus memperbaiki diri, sungguh Allah maha pengampun atas segala kesalahan – kesalahan hambanya. Allah akan

Hasil analisa menunjukkan bahwa dari lima orang mahasiswa yang diwawancarai, ada tiga orang mahasiswa yang menyatakan bahwa buku teks reading yang digunakan

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk