Laporan Keuangan (Tidak diaudit)
31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 dan tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013
dengan angka perbandingan untuk Tiga bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2012
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2012
Daftar Isi
Hal Laporan Tidak diaudit
Laporan Posisi Keuangan ……..……… 1-2 Laporan Laba Rugi Komprehensif ………..……….. 3 Laporan Perubahan Ekuitas ...…..………. 4 Laporan Arus Kas ...………... 5 Catatan Atas Laporan Keuangan ..………. 6-38
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Catatan 31 Maret 2013 31 Desember 2012
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2b,2c,4,22,23 3.599.869 7.894.529
Piutang usaha 2b
Pihak ketiga, setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan
nilai sebesar US$8.704.435 pada tanggal 31 Maret 2013
(31 Desember 2012: AS$ 8.612.571) 5,22,23 40.000.624 41.202.072 Piutang lain-lain
Pihak ketiga 23 1.257.974 3.276.036
Persediaan, neto 2e,7 64.279.660 55.493.470
Pajak dibayar di muka 2b,13a,23 3.845.781 3.644.336
Biaya dibayar di muka 2f 365.792 284.528
Total Aset Lancar 113.349.700 111.794.971
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, 2i,2j,7
setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar AS$455.895.044 pada tanggal 31 Maret 2013 (31 Desember 2012
: AS$452.244.028) 2h,2i,9 256.571.885 259.842.000
Properti investasi 2g,8 7.543.472 7.543.472
Setoran jaminan 10 1.847.121 1.840.555
Piutang usaha – pihak ketiga setelah dikurangi
penyisihan atas penurunan nilai sebesar AS$1.036.759 pada tanggal 31 Maret 2013 (31 Desember 2012:
AS$1.128.623) 5,22,23 178.752 282.156
Taksiran tagihan pajak 2b,2l,13c,23 1.072.650 756.227 Uang muka pembelian
aset tetap 370.795 198.699
Aset lain-lain 1.272.891 1.291.305
Total Aset Tidak lancar 268.857.566 271.754.414
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Catatan 31 Maret 2013 31 Desember 2012
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman jangka pendek 11,22 30.000.000 21.210.214
Utang usaha pihak ketiga 2b,12,22,23 28.111.009 37.484.059 Utang lain-lain
Pihak ketiga 3.642.994 3.457.430
Pihak berelasi 2d,6b 53.378 49.051
Beban akrual 2b,22,23 1.602.889 1.588.167
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2b,22,23 897.072 660.289
Pendapatan diterima dimuka 2b 90.164 172.900
Utang pajak 2b,13b,23 55.230 172.286
Bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun dari
Pinjaman jangka panjang 14,22 6.000.000 6.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 70.452.736 70.794.396
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 2b, 2k,15,23 765.383 703.214
Liabilitas pajak tangguhan, neto 2l 4.127.212 4.294.728
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu satu tahun 14,22 4.500.000 6.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang 9.392.595 10.997.942
TOTAL LIABILITAS 79.845.331 81.792.338
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp.500 per saham
Modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh 4.823.076.400
saham, neto pada tanggal-tanggal
31 Maret 2013, dan 31 Desember 2012 16 290.705.453 290.705.453 Tambahan modal disetor - neto 2n,17 (191.119) (191.119) Selisih lebih penilaian aset neto dalam rangka
kuasi reorganisasi 1a 241.158 241.158
Saldo laba (defisit), defisit sebesar AS$166.569.248 telah dieliminasi melalui
kuasi reorganisasi per 30 Juni 2011 11.606.443 11.001.555
TOTAL EKUITAS 302.361.935 301.757.047
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 382.207.266 383.549.385
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Catatan 31 Maret 2013 31 Maret 2012
PENJUALAN NETO 2d,2m,18 82.285.231 99.834.820
BEBAN POKOK PENJUALAN 2d,2m,6b,
7,9,19 80.088.321 95.358.996
LABA BRUTO 2.196.910 4.475.824
Penjualan 2m,9,20 (695.495) (824.755)
Umum dan administrasi 2m,9,21 (1.070.740) (889.191)
Laba (rugi) kurs, neto 2b 168.528 60.571
Lain-lain, neto 7.298 (5.818)
LABA OPERASI 606.501 2.816.631
Penghasilan bunga 21.601 15.832
Beban keuangan, neto 11,14 (190.730) (245.466)
LABA SEBELUM
MANFAAT (BEBAN) PAJAK 437.372 2.586.997
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
- TANGGUHAN 2l 167.516 (154.282)
LABA NETO 604.888 2.432.715
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF 604.888 2.432.715
========================== ==========================
LABA PER SAHAM DASAR 2p 0,0001 0,001
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Selisih lebih
Tambahan penilaian aset Saldo Modal modal neto dalam rangka Laba Total Catatan disetor disetor kuasi reorganisasi ( Defisit) Ekuitas
Saldo per 31 Desember 2011 290.705.453 (191.119) 241.158 2.915.936 293.671.428
Total laba komprehensif,
31 Maret 2012 - - - 2.432.715 2.432.715
Saldo per 31 Maret 2012 290.705.453 (191.119) 241.158 5.348.651 296.104.143
Saldo per 31 Desember 2012 290.705.453 (191.119) 241.158 11.001.555 301.757.047
Total laba komprehensif,
31 Maret 2013 - - - 604.888 604.888
Saldo per 31 Maret 2013 290.705.453 (191.119) 241.158 11.606.443 302.361.935
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Catatan 31 Maret 2013 31 Maret 2012
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 83.590.083 100.019.967
Pembayaran kepada pemasok (87.394.766) (82.373.227)
Pembayaran untuk beban usaha (5.390.592) (4.625.122)
Kas yang (digunakan untuk) dihasilkan dari operasi (9.195.275) 13.021.618 Pembayaran untuk pihak berelasi, neto (77.041) (170.342) Pembayaran untuk pajak penghasilan badan (305.657) (313.813)
Pembayaran untuk bunga (197.399) (59.482)
Lain-lain, neto (759.169) 343.513
Kas Neto (Digunakan untuk) Diperoleh dari
Aktivitas Operasi (10.534.541) 12.821.494
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap 9 (679.110) (393.924)
Pembayaran uang muka pembbelian aset tetap (370.795) -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (1.049.905) (393.924)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman jangka pendek 11 (38.049.495) -
Pembayaran pinjaman jangka panjang (1.500.000) (5.277.778)
Penambahan pinjaman jangka pendek 46.839.281 -
Kas Neto (Diperoleh dari) Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan 7.289.786 (5.277.778)
(PENURUNAN) KENAIKAN
NETO KAS DAN SETARA KAS (4.294.660) 7.149.792
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 7.894.529 10.438.131
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 4 3.599.869 17.587.923
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Corporation di Republik Indonesia dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 berdasarkan Akta No. 60 tanggal 25 Oktober 1973 dari Notaris Eliza Pondaag, S.H., yang diubah dengan Akta No. 37 tanggal 18 April 1974 dari Notaris yang sama. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/143/14 tanggal 29 April 1974 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 54, Tambahan No. 295 tanggal 5 Juli 1974.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta No. 03 tanggal 3 Juni 2009 dari Notaris Budiono Widjaja, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dan modal disetor Perusahaan dengan cara mengkonversi pinjaman dari Teijin Limited (dahulu Pemegang Saham mayoritas) sebesar AS$56.000.000 menjadi 1.209.600.000 saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No.IX.D.4. Perubahan ini telah disahkan oleh BKPM dalam Surat Keputusannya No.1029/III/PMA/2009 tanggal 5 Agustus 2009. Perubahan ini juga telah mendapat Persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusannya No. AHU-38829.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta No.132 tanggal 15 Maret 2010 dari Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dan modal disetor Perusahaan dengan cara mengkonversi pinjaman dari Teijin Limited (dahulu Pemegang saham mayoritas) sebesar AS$99.760.000 (terdiri dari JP¥7.994.936.000 dan AS$ 12.000.000) menjadi 1.859.526.400 saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.D.4. Sehingga modal dasar dan modal disetor Perusahaan menjadi Rp2.411.538.200.000 yang terdiri dari 4.823.076.400 saham dengan nilai nominal Rp500 per lembar saham. Para pemegang saham juga menyetujui perubahan nama Perusahaan menjadi PT Tifico Fiber Indonesia Tbk., serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan. Persetujuan para pemegang saham atas perubahan nama tersebut kemudian diaktakan dalam Akta Nomor 33 tanggal 7 April 2010 dari Aulia Taufani, S.H. pengganti dari Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Keputusannya No. 277/1/IU/III/PMA/INDUSTRI/2010 tertanggal 12 Mei 2010 dan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No.AHU-20932.AH.01.02.Tahun 2010 tertanggal 23 April 2010.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta No. 249 tanggal 30 Juni 2010 dari Aulia Taufani, S.H., pengganti dari Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn. para pemegang saham menyetujui mengubah Anggaran Dasar Perusahaan, termasuk didalamnya mengubah Pasal 1 Anggaran Dasar mengenai Tempat Kedudukan Perusahaan yang semula berkedudukan di Kotamadya Jakarta Pusat menjadi Kota Tangerang. Perubahan-perubahan tersebut diatas telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-42705.AH.01.02. Tahun 2010 tanggal 30 Agustus 2010 dan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam Surat Persetujuan Nomor 380/1/IU/III/PMA/INDUSTRI/2010 tanggal 30 September 2010
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan Perusahaan yang utama adalah memproduksi polyester chips, staple fiber dan filament yarn serta melakukan malakukan penjualan dan pemasaran produk-produk tersebut. Kantor Perusahaan dan pabriknya berlokasi di Jalan M.H. Thamrin, Kelurahan Panungganan, Kecamatan Pinang, Tangerang, Propinsi Banten. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak 1 Juli 1976 diikuti dengan beberapa tahap perluasan.
1. U M U M (lanjutan)
a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)
Hasil produksi dipasarkan di pasar lokal dan juga diekspor ke beberapa negara di Asia, Amerika Serikat, Australia dan Eropa.
Pada tanggal 30 Juni 2011, Perusahaan malakukan kuasi reorganisasi sesuia dengan PSAK No.51 (Revisi 2003). Saldo defisit sebesar AS$166.569.248 dieliminasi dengan selisih penilaian kembali aset neto per tanggal 30 Juni 2011 sebesar AS$166.569.248. Saldo selisih penilaian kembali sebesar AS$241.158 dicatat sebagai “Selisih lebih penilaian aset neto dalam rangka kuasi reorganisasi”. Catatan 26 memberikan ringkasan laporan posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2011 sebelum dan sesudah kuasi reorganisasi.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 26 Februari 1980, sejumlah 1.100.000 saham Perusahaan dengan nilai nominal sebesar Rp4.565.000.000 telah dicatat secara resmi dan ditawarkan kepada masyarakat melalui Bursa Efek di Indonesia. Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 17 September 1990, yang diaktakan dengan Akta Notaris No. 43 dari A.Partomuan Pohan, S.H., LLM, para pemegang saham menyetujui, antara lain, perubahan nilai nominal saham dari Rp4.150 per saham menjadi Rp1.000 per saham. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-6058HT.01.04.Th.90 tanggal 20 Oktober 1990. Setelah melakukan pembagian saham bonus dan pecah saham pada tanggal 26 November 1990, jumlah saham yang telah dicatat secara resmi pada Bursa Efek Indonesia menjadi 5.500.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp5.500.000.000. Pada tahun 1993, Perusahaan melakukan pencatatan tambahan saham sebesar 940.000 saham yang dimiliki oleh Tomen Corporation, Jepang, sehingga jumlah saham yang telah dicatat secara resmi pada Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi 6.440.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp6.440.000.000.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 24 Juni 1997, yang diaktakan dengan Akta No. 23 dari Notaris Ny. Nany Werdiningsih Sutopo, S.H., para pemegang saham menyetujui, antara lain, peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp40.000.000.000 menjadi Rp93.000.000.000 dan perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000 per saham menjadi Rp500 per saham. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-5695.HT.01.04.Th.97 tanggal 27 Juni 1997. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tersebut, pada tanggal 28 Juli 1997 jumlah saham yang dicatat secara resmi pada Bursa Efek Indonesia menjadi 12.880.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp6.440.000.000. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 20 Agustus 1997, yang diaktakan dengan Akta No. 22 dari notaris yang sama, para pemegang saham menyetujui penerbitan penambahan saham melalui penawaran terbatas I sejumlah 124.000.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp62.000.000.000.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 31 Maret 2000 yang diaktakan dengan Akta No. 20 dari Notaris Budiono Widjaja, S.H., para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp93.000.000.000 menjadi Rp465.000.000.000. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 4 September 2000, yang diaktakan dengan Akta No. 2 dari Notaris yang sama, para pemegang saham menyetujui penerbitan penambahan saham melalui penawaran umum terbatas II sebesar 744.000.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp372.000.000.000. Akibatnya, sejak tanggal 22 September 2000, jumlah saham yang telah dicatat secara resmi pada Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi 193.200.000 saham dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp96.600.000.000.
1. U M U M (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris / Komisaris Independen
Syamsir Siregar
Komisaris Afandi Hermawan
Komisaris Muljadi Budiman
Direksi:
Presiden Direktur Anton Wiratama
Direktur Sugito Budiono
Direktur Nio Ing Tjung
Direktur Johan Wirjanata
Direktur Thomas Lee
Direktur Bambang Prayitno
Komite Audit:
Ketua Syamsir Siregar
Anggota Yuliady Maleke
Anggota Irwan Setia
Pembentukan komite audit Perusahaan telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.I.5 tentang “Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit”.
Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, Perusahaan mempunyai masing-masing 876 dan 885 karyawan tetap.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan.
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK“) di Indonesia, yang mencakup Pernyataaan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK“) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK“) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK. Sebagaimana dijelaskan dalam catatan-catatan terkait berikut di bawah ini, Perusahaan telah menerapkan SAK yang telah direvisi yang berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2012 yang relevan dengan Perusahaan.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual kecuali untuk laporan arus kas dan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun yang dinyatakan menggunakan dasar pengukuran lain, sebagaimana dijelaskan pada kebijakan akuntansi dari akun tersebut.
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disajikan dengan menggunakan metoda langsung.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Laporan keuangan disajikan dalam Dolar Amerika Serikat, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan dalam Dolar Amerika serikat.
b. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing“. Penerapan PSAK ini tidak menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap pelaporan dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Kurs yang digunakan terhadap AS$1 pada tanggal-tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012 Rupiah 0,00010 0,00010
Euro 1,2770 1,3240 Yen Jepang 0,01059 0,01157
c. Kas dan Setara Kas
kas dan setara kas terdiri dari saldo kas kecil dan kas di bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan.
e. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Harga perolehan ditentukan berdasarkan metode biaya rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisai neto.
f. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama periode masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Properti Investasi
Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai oleh Perusahaan untuk disewakan atau untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan atau dijual dalam kegiatan operasi. Pada saat pengakuan awal, properti investasi diukur sebesar biaya perolehan. Perusahaan memilih model biaya dalam mengukur properti investasinya.
Jumlah biaya perolehan termasuk biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi; dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laporan laba rugi komprehensif pada tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
h. Aset Tetap
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2011), “Aset Tetap” dan ISAK No.25, “Hak atas Tanah”. Penerapan PSAK No.16 (Revisi 2011) tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam laporan keuangan Perusahaan.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan cadangan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Suku cadang utama dan peralatan siap pakai diklasifikasikan sebagai aset tetap bila diperkirakan akan digunakan dalam operasi selama lebih dari satu tahun. Biaya konstruksi bangunan dan pabrik serta pemasangan mesin dikapitalisasi sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya bunga dan biaya pinjaman lain, seperti biaya provisi pinjaman yang digunakan untuk mendanai proses pembangunan aset tertentu, dikapitalisasi sampai dengan saat proses pembangunan tersebut selesai. Biaya-biaya ini direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat proses konstruksi atau pemasangan selesai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan, yaitu pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Masa manfaat
(dalam tahun)
Bangunan 9 - 33
Prasarana bangunan 10 - 30
Mesin dan peralatan 5 - 20
Alat pengangkutan 5 - 10
Perabot dan peralatan kantor 5 - 10
Setelah kuasi reorganisasi yang dilakukan pada tanggal 30 Juni 2011, Perusahaan menelaah kembali taksiran masa manfaat aset tetapnya. Sejak tanggal 1 Juli 2011, taksiran masa ekonomis aset tetap adalah sebagai berikut:
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
h. Aset Tetap (lanjutan)
Masa manfaat (dalam tahun) Bangunan 14 - 48 Prasarana bangunan 15 - 40
Mesin dan peralatan 10 - 35
Alat pengangkutan 8 - 15 Perabot dan peralatan kantor 10 - 20
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Beban-beban tertentu sehubungan dengan perpanjangan hak kepemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek. Beban-beban ini disajikan sebagai bagian dari “Beban Ditangguhkan” yang di sajikan di laporan posisi keuangan sebagai bagian dari “Aset Lain-lain”.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprenshif pada saat terjadinya. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi tambahan manfaat ekonomis di masa yang akan datang, dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dijual.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir periode pelaporan nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di analisa, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
i. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dari aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) tersebut dikurangi biaya untuk menjual, dan nilai pakainya, nilai tersebut ditentukan untuk aset individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar dari nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset tersebut diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkan. Rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai “rugi penurunan nilai“.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas neto didiskontokan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Jika hal tersebut tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan model valuasi untuk
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (lanjutan)
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan tersebut digabungkan dengan penilaian atau indikator nilai wajar lainnya.
Perusahaan melakukan penilaian pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode-periode sebelumnya dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Peningkatan jumlah tercatat aset yang disebabkan pembalikan rugi penurunan nilai, tidak boleh melebihi jumlah nilai terpulihkannya maupun nilai tercatat (neto setelah penyusutan) seandainya aset tidak mengalami rugi penurunan nilai di periode-periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset diakui segera dalam laporan laba rugi komprehensif. Setelah pembalikan rugi penurunan nilai diakui, penyusutan yang dibebankan ke aset tersebut harus disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya(jika ada), dengan dasar yang sistematik selama sisa umur manfaatnya.
j. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat lagi kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi tersebut akan dibalik.
k. Imbalan Kerja
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja“. Penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2010) tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam laporan keuangan.
Perusahaan mengakui provisi imbalan kerja sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003. Perusahaan mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca-kerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas.
Perhitungan estimasi liabilitas untuk imbalan kerja yang memenuhi kriteria sebagai imbalan manfaat pasti ditentukan dengan menggunakan metoda aktuarial “Projected Unit Credit“. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) l. Perpajakan
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan“. Penerapan PSAK No.46 (Revisi 2010) tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam laporan keuangan.
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan pada setiap akhir periode pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan nilai tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa laba fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan, Tangguhan“ dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjala, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat surat ketetapan pajak diterima Perusahaan atau jika mengajukan banding, apabila: (1) pada saat hasil dari banding tersebut ditetapkan, kecuali bila terdapat ketidak pastian yang signifikan atas hasil banding tersebut, maka koreksi berdasarkan surat ketetapan pajak terhadap liabilitas perpajakan tersebut dicatat pada saat pengajuan banding dibuat, atau (2) pada saat dimana berdasarkan pengetahuan dari perkembangan atas kasus lain yang serupa dengan kasus Perusahaan yang sedang dalam proses banding, berdasarkan ketentuan dari Pengadilan Pajak atau Mahkamah Agung dimana hasil yang diharapkan dari proses banding Perusahaan terdapat ketidakpastian yang signifikan, maka pada saat tersebut perubahan liabilitas perpajakan berdasarkan ketetapan pajak diakui.
m. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan
Pendapatan dari penjualan diakui pada saat terjadi pemindahan risiko kepada pelanggan, dan :
• besar kemungkinan manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Perusahaan;
• kuantitas dan kualitas dari produk dapat ditentukan secara wajar dan akurat;
• barang yang sudah dikirim kepada pelanggan dan tidak lagi berada dalam pengendalian fisik Perusahaan (atau kepemilikan atas produk diserahkan kepada pelanggan); dan
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) m. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE“), yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan basis akrual.
n. Biaya Emisi Saham
Biaya emisi saham dikurangkan langsung dari hasil emisi saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II
o. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk unsur-unsur yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen, serta unsur-unsur lain yang dapat dialokasikan dengan wajar kepada segmen tersebut.
p. Laba per Saham
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.56 (Revisi 2011), “Laba Per Saham“. Penerapan PSAK No.56 (Revisi 2011) tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap pelaporan dan pengungkapan keuangan dalam laporan keuangan.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode pelaporan (dikurangi perolehan kembali saham beredar).
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif selama periode pelaporan, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi komprehensif.
q. Instrumen Keuangan
Sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No.50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian“, dan PSAK No.55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran“, serta PSAK No.60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan“, yang menggantikan PSAK 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan“, dan PSAK 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran“.
Penerapan PSAK Revisi baru tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan Perusahaan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset keuangan
Pengakuan awal
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo, (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual, atau sebagai (v) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan diperlukan, mengevaluasi kembali pengklasifikasian aset tersebut pada akhir setiap periode pelaporan. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya teransaksi yang dapat di atribusikan secara langsung dengan perolehan atau penertiban aset keuangan tersebut.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan selain yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang (catatan 22).
Pengukuran setelah pengakuan awal
• Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat pinjaman yang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga pada saat proses amortisasi. Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain dan setoran jaminan termasuk dalam klasifikasi ini.
2. Liabilitas keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman dan utang, atau (iii) derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan tersebut pada saat pengakuan awal. Liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar, dan dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diartibusikan secara langsung.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan selain yang diklasifikasikan sebagai pinjaman dan utang (Catatan 22).
• Pinjaman dan utang
Setelah pengakuan awal, pinjaman dan utang yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi.
3. Saling hapus dari instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan berniat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
4. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan di pasar aktif pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan. Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar di tentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.
5. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi dengan penyisihan atas nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premi atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
6. Penurunan nilai aset keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, Perusahaan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Perusahaan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukan ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum terjadi). Nilai kini estimasi arus kas masa datang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Jika pinjaman yang diberikan atau piutang memiliki suku bunga variabel, tingkat diskonto untuk mengukur kerugian penurunan nilai adalah suku bunga efektif terkini. Nilai tecatat aset tersebut berkurang melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah kerugian diakui dalam laporan laba rugi. Pendapatan bunga tetap diakui berdasarkan nilai tercatat yang telah dikurangi, berdasarkan suku bunga efektif aset tersebut. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan cadangan terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan pemulihan di masa depan yang realistis dan semua jaminan telah terealisasi atau telah dialihkan kepada Perusahaan. Jika, pada periode berikutnya, jumlah taksiran kerugian penurunan nilai bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai tersebut diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) q. Instrumen Keuangan (lanjutan)
6. Penurunan nilai aset keuangan (lanjutan)
ditambah atau dikurangi dengan menyesuaikan akun cadangan. Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
7. Penghentian pengakuan aset dan liabilitas keuangan
Aset keuangan (atau, apabila dapat diterapkan untuk bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat : (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian yang memenuhi kriteria ”pass-through” dan (a) Perusahaan telah secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas Aset tersebut. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan.
Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau modifikasi persyaratan secara substansial dari suatu liabilitas yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
r. Kuasi Reorganisasi
Sesuai dengan PSAK No.51 (Revisi 2003), kuasi reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur entitas merestrukturisasi ekuitasnya dengan mengeliminasi defisit dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitas pada nilai wajar. Dengan melakukan prosedur ini, entitas diharapkan dapat melanjutkan usahanya seperti baru, dengan laporan posisi keuangan yang menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik tanpa defisit dari masa lampau.
Nilai wajar aset dan liabilitas ditentukan berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan mempertimbangkan harga aset sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aset dan kewajiban yang bersangkutan, antara lain metode nilai kini dan arus kas diskonto.
Sesuai dengan PSAK tersebut, eliminasi atas saldo defisit terhadap akun-akun ekuitas dilakukan melalui urutan prioritas sebagai berikut:
1. Cadangan umum (legal reserve); 3. Cadangan khusus;
4. Selisih penilaian kembali aset dan kewajiban; 5. Tambahan setoran modal dan akun sejenis lainnya; 6. Modal saham.
Seperti yang dijelaskan pada catatan 26, Perusahaan melakukan kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2011 mengikuti persyaratan dari PSAK diatas.
3. Sumber Estimasi Ketidakpastian Pertimbangan
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam peride pelaporan berikutnya. Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liablilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah defenisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti diungkapkan pada Catatan 2q.
Estimasi dan asumsi
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil aktual yang dilaporkan dimasa mendatang dapat berbeda dengan hasil estimasi yang dilaporkan tersebut.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama ketidakpastian estimasi lainnya pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan terhadap adanya penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode pelaporan berikutnya, diungkapkan di bawah ini.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang karyawan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan manajemen yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Meskipun manajemen berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan manajemen dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja jangka panjang neto.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus bedasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi bahwa setelah dilakukannya kuasi reorganisasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 8 tahun sampai dengan 48 tahu, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri sejenis dengan Perusahaan. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat aset tetap dan beban penyusutan dijelaskan dalam Catatan 9.
4. KAS DAN DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Kas
Rupiah 1.827 2.796
Dolar Amerika Serikat 1.090 1.165
Yen Jepang 142 993 Euro 345 357 3.404 5.311 Kas di Bank Rupiah
PT Bank of Central Asia Tbk 543.080 1.692.427
PT Bank Permata Tbk 76.745 16.482
PT Bank Mizuho Indonesia 59.187 58.975
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.,Jakarta 8.599 106.617
687.611 1.874.501
______________________________________ Dolar Amerika Serikat
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. 1.345.226 1.736.460
PT Bank of Central Asia Tbk 841.679 -
PT Bank Permata Tbk 298.837 4.303
PT Bank Mizuho Indonesia, Jakarta 280.987 166.502
2.766.729 1.907.265
Yen Jepang
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.,Jakarta 343 405
343 405
Euro
The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.,Jakarta 141.782 28.567
Total Kas dan Bank 3.599.869 3.816.049
Deposito Berjangka Rupiah
PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk - 1.045.209
Dollar Amerika Serikat
PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk - 3.033.271
Total Kas dan Setara Kas 3.599.869 7.894.529
Selama tahun 2012, deposito berjangka dalam mata uang rupiah menghasilkan bunga berkisar 5%-7,75% per tahun. Selama tahun 2012, deposito berjangka dalam mata uang Dolar Amerika serikat menghasilkan bunga berkisar 2,25%-3,5% per tahun.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, Perusahaan tidak memiliki saldo kas dan setara kas ditempatkan kepada pihak berelasi, sebagaimana yang didefinisikan di dalam PSAK No.7 (Revisi 2010).
5. PIUTANG - USAHA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Aset Lancar
Pihak ketiga 48.705.059 49.814.643
Penyisihan kerugian penurunan nilai (8.704.435) (8.612.571)
Neto 40.000.624 41.202.072
Aset Tidak Lancar
Pihak ketiga 1.215.511 1.410.779
Penyisihan kerugian penurunan nilai (1.036.759) (1.128.623)
Neto 178.752 282.156
Analisa piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut :
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Pihak ketiga
Rupiah 7.113.349 6.796.604
Dolar Amerika Serikat 42.720.748 44.383.990
Euro 86.473 44.828
Total 49.920.570 51.225.422
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 32.207.227 31.763.466
Jatuh tempo
1-30 hari 5.105.690 5.624.580
31-60 hari 700.856 691.927
61-90 hari 119.897 227.982
90-360 hari 454.400 691.216
Lebih dari 360 hari 11.332.500 12.226.251
Total 49.920.570 51.225.422
Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012 Saldo awal 9.741.194 12.463.670 Pemulihan - (2.722.476) Saldo akhir 9.741.194 9.741.194
============= =============
Berdasarkan penelaahan atas saldo piutang usaha - pihak ketiga untuk masing-masing pelanggan, manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari jumlah yang tidak dapat ditagih.Piutang usaha dijaminkan atas pinjaman Perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk (Catatan 11 dan 14).
6. SALDO DAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi dimana transaksi tersebut dilakukan degan harga dan syarat yang disetujui antara para pihak.
a. Sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Sifat hubungan Pihak berelasi
Pemegang saham - PT Prospect Motor
Pemegang saham mayoritas yang sama - PT Dunia Express Transindo
b. Saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Utang lain-lain
PT. Dunia Express Transindo 53.378 49.051
Total 53.378 49.051
============= =============
7. PERSEDIAAN.
Persediaan terdiri dari:
31 Maret 2013 31 Desember 2012 Barang jadi 33.108.770 22.214.518 Bahan Pembantu 9.744.987 9.980.618 Bahan baku 7.182.558 8.909.494 Barang intermediate 6.850.872 6.031.314
Barang dalam proses 563.178 933.671
Total 57.450.365 48.069.615
Persediaan dalam perjalanan 8.678.973 9.273.533
Total 66.129.338 57.343.148
Dikurangi penyisihan penurunan nilai (1.849.678) (1.849.678)
Neto 64.279.660 55.493.470
Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Saldo awal 1.849.678 1.406.882
Penambahan atas penyisihan - 442.796
Saldo Akhir 1.849.678 1.849.678
Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi persediaan pada akhir periode pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai adalah cukup.
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kerugian atas kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya untuk periode dari tanggal 30 Juni 2012 sampai tanggal 30 Juni 2013 berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar AS$50 juta, manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
Persediaan senilai AS$25,7 juta dijaminkan atas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk. (Catatan 11 dan 14)
8. PROPERTI INVESTASI Properti investasi terdiri dari:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Tanah 6.939.222 6.939.222
Bangunan 604.250 604.250
Nilai Buku Neto 7.543.472 7.543.472
Properti investasi terdiri atas sebidang tanah seluas 9.512 meter persegi berikut bangunan diatasnya seluas 2.869 meter persegi yang berlokasi di Surabaya. Properti investasi tersebut diperoleh pada bulan Juli 2011dan tidak sedang disewakan atau digunakan oleh Perusahaan, sehingga pada tanggal 31 Maret 2013, bangunan tidak disusutkan. Manajemen bermaksud akan menjual properti investasi tersebut jika terdapat pihak yang tertarik untuk membeli dengan harga pasar. Sejak pembelian hingga akhir periode pelaporan 31 Maret 2013 tidak ada indikasi yang menunjukkan adanya penurunan nilai atas properti investasi tersebut.Perusahaan membeli properti investasi diatas dari PT Industri Sandang Nusantara (Persero), dimana hasil penjualan aset tersebut digunakan oleh PT Industri sandang Nusantara (Persero) untuk melunasi utang kepada Perusahaan sebesar AS$2.864.536.
9. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
Tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Harga perolehan
Tanah 135.387.765 - - - 135.387.765
Bangunan 66.792.117 - - 931 66.793.048
Prasarana bangunan 7.135.703 - - - 7.135.703
Mesin dan peralatan 486.688.436 - - 275.002 486.963.438
Alat pengangkut 1.843.960 - - 38.551 1.882.511
Perabot dan peralatan
Kantor 11.988.926 22.679 - 21.119 12.032.724 Aset dalam Penyelesaian 2.249.121 358.222 - (335.603) 2.271.740 712.086.028 380.901 - - 712.466.929 Akumulasi Penyusutan Bangunan 34.743.083 990.259 - - 35.733.342 Prasarana bangunan 5.839.412 48.195 - - 5.887.607
Mesin dan peralatan 401.439.004 2.441.905 - - 403.880.909
Alat pengangkut 1.132.899 49.351 - - 1.182.250
Perabot dan peralatan
Kantor 9.089.630 121.306 - - 9.210.936
Total Akumulasi
Penyusutan 452.244.028 3.651.016 - - 455.895.044
Nilai Buku Neto 259.842.000 256.571.885
9. ASET TETAP (lanjutan)
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Saldo awal Penambahan pengurangan reklasifikasi saldo akhir
Harga perolehan
Tanah 135.387.765 - - - 135.387.765
Bangunan 66.617.369 64.851 (15.161) 125.058 66.792.117
Prasarana bangunan 7.010.795 11.826 - 113.082 7.135.703
Mesin dan peralatan 481.603.236 681.831 (750.729) 5.154.098 486.688.436
Alat pengangkut 1.712.014 29.279 (10.564) 113.231 1.843.960
Perabot dan peralatan
Kantor 11.734.973 95.265 - 158.688 11.988.926 Aset dalam Penyelesaian 5.888.148 2.025.130 - (5.664.157) 2.249.121 709.954.300 2.908.182 (776.454) - 712.086.028 Akumulasi Penyusutan Bangunan 30.787.233 3.959.569 (3.719) - 34.743.083 Prasarana bangunan 5.646.633 192.779 - - 5.839.412
Mesin dan peralatan 392.643.196 9.534.751 (738.943) - 401.439.004
Alat pengangkut 960.877 182.586 (10.564) - 1.132.899
Perabot dan peralatan
Kantor 8.615.921 473.709 - - 9.089.630
Total Akumulasi
Penyusutan 438.653.860 14.343.394 (753.226) - 452.244.028
Nilai buku neto 271.300.440 259.842.000
Penyusutan yang dibebankan pada operasi adalah sebesar AS$3.651.016 dan AS$14.343.394 masing-masing untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
Tanah seluas 629,7 ribu meter persegi merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Perusahaan yang akan berakhir pada tahun 2025.HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.
Tanah seluas 616,6 ribu meter persegi, mesin dan peralatan dengan nilai perolehan sebesar AS$483 juta dijaminkan atas pinjaman Perusahaan dari PT Bank Central Asia, Tbk (Catatan 11 dan 14).
Pada tanggal 31 Maret 2013, asset tetap, kecuali tanah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, gempa bumi dan risiko lainnya untuk periode dari tanggal 30 Juni 2012 sampai dengan tanggal 30 Juni 2013 dengan nilai pertanggungan sebesar AS$233,5 juta kepada PT Asuransi Tokio Marine Indonesia. Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari risiko-risiko tersebut.
Berdasarkan analisa manajemen dan pertimbangan bahwa Perusahaan melakukan kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2011 (Catatan 26), manajemen berpendapat bahwa nilai wajar aset tetap tidak berbeda secara material dengan nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2013.
10. SETORAN JAMINAN
Saldo ini merupakan setoran jaminan yang ditempatkan pada PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) sehubungan dengan perjanjian jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., yang berlaku hingga 30 April 2013.
11. PINJAMAN JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Fasilitas jangka pendek Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mizuho Indonesia 20.000.000 -
PT Bank of Central Asia Tbk 10.000.000 18.000.000
Fasilitas cerukan
PT Bank of Central Asia Tbk - 3.210.214
Total 30.000.000 21.210.214
Pinjaman diatas dikenakan tingkat suku bunga berkisar antara 2,31% sampai 4,5% per tahun selama tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan 1,75%sampai 4,5% per tahun selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
PT Bank Mizuho Indonesia
Pada tanggal 25 Februari 2013, perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman berulang tanpa komitmen (on an uncomiited basis), yang digunakan untuk mendanai modal kerja. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 21 Januari 2014. Jumlah maksimum pokok pinjaman yang diperoleh adalah sebesar AS$ 20.000.000,00. Suku bunga yang dikenakan adalah sebesar SIBOR ditambah Margin per tahun.
PT Bank Central Asia, Tbk
Pada tahun 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit lokal (over draft) sebesar AS$5.000.000 untuk keperluan modal kerja Perusahaan. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 dan pinjaman tersebut dijaminkan dengan tanah dan bangunan pabrik seluas 616,6 ribu meter persegi, mesin dan peralatan dengan nilai perolehan sebesar AS$483 juta, persediaan dengan nilai penjaminan sebesar AS$25,7 juta, dan piutang usaha dengan nilai penjaminan sebesar AS$63 juta (Catatan 5, 7 dan 9).
Pada tanggal 21 Desember 2012, Perusahaan memperoleh fasilitas tambahan dalam bentuk fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar AS$18.000.000 dari PT Bank central Asia, Tbk untuk modal kerja perusahaan.
12. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 13 31 Desember 2012
Pihak ketiga
Rupiah
PT Mitsubishi Chemical Indonesia 787.344 821.246
PT Amoco Mitsui PTA Indonesia 750.787 1.455.297
PT Utama Karya Niaga 621.839 834.565
PT Marubeni Indonesia 572.901 493.958
PT Alkindo Naratama 274.531 196.002
PT Mineratama Prima Abadi 223.012 369.777
PT Asia Carton Lestari 106.896 104.408
PT Daya Cipta Kemasindo 101.014 96.382
PT Tessen Lestari 96.922 105.939
PT Sadikun Niagamas Raya 8.271 223.556
PT Mitrada Sinergy - 229.880
Lain-lain 744.005 657.626
4.287.522 5.588.636
Dolar Amerika Serkat
PT Mitsubishi Chemicals Indonesia 7.531.655 8.362.188
PT Amoco Mitsui PTA Indonesia 6.238.639 8.106.873
PT Marubeni Indonesia 3.288.019 5.050.707
Shell Eastern Chemicals Singapore 2.759.410 1.255.712
Mitsubishi Corp 2.362.177 -
Mitsui & Co LTD (Tokyo) 292.000 304.000
Mitsui & Co.(Asia Pacific) Pte., Ltd. 49.387 7.297.775
Lain-lain 722.513 427.147
23.243.800 30.804.402
Yen Jepang
Toyota Tsusho Corporation, Jepang 579.159 1.091.021
Lain-lain 528 -
579.687 1.091.021
Total 28.111.009 37.484.059
Pada setiap akhir periode pelaporan, tidak terdapat saldo utang usaha kepada pihak berelasi. Pada setiap akhir periode pelaporan, tidak ada jaminan yang diberikan Perusahaan atas utang usaha tersebut.
Rincian umur utang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012
Belum jatuh tempo 28.056.501 36.824.935
Jatuh tempo 1-30 hari 45.014 659.124 31-60 hari 9.494 - Total 28.111.009 37.484.059
13. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
Akun ini terdiri dari pajak pertambahan nilai b. Utang Pajak 31 Maret 2013 31 Desember 2012 Pajak penghasilan Pasal 4(2) 7.299 9.061 Pasal 21 27.775 98.026 Pasal 23 15.084 15.269 Pasal 26 1.900 49.177
Pajak pertambahan nilai 3.172 753
Total 55.230 172.286
c. Rincian taksiran tagihan pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2013 31 Desember 2012 Pajak penghasilan - 2013 305.952 - - 2012 766.698 756.227
Taksiran tagihan pajak 1.072.650 756.227
d. Surat Ketetapan Pajak
Dalam bulan Mei 2007, Perusahaan menerima SKP kurang bayar (“SKPKB”) untuk PPh Pasal 23 tahun 2005 sebesar Rp3.893.128.096. Atas SKPKB tersebut, dalam bulan Agustus 2007 Perusahaan mengajukan keberatan yang menyatakan bahwa besarnya kurang bayar untuk PPh pasal 23 tahun 2005 menurut Perusahaan adalah sebesar Rp101.287.433. Dalam bulan April 2008, Perusahaan menerima surat Keputusan DJP tentang keberatan yang diajukan Perusahaan atas SKPKB pajak penghasilan pasal 23 tahun pajak 2005. Dalam surat keputusannya, DJP menerima sebgaian keberatan Perusahaan dan mengurangi jumlah kurang bayar Perusahaan menjadi Rp1.673.562.070.Perusahaan menerima sebagian koreksi dari DJP dan merivisi jumlah kurang bayarnya menjadi Rp.162.597.720. Dalam bulan Juli 2008, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak atas selisih Rp1.510.964.350 tersebut. Pengajuan banding atas Rp1.510.964.350 tersebut dilaporkan sebagai bagian dari akun ”Piutang Lain-lain” dilaporan posisi keuangan tanggal 31 Maret 2013 dan tanggal 31 Desember 2012, masing-masing setara dengan AS$154.971 dan AS$152.854.
Pada bulan Maret 2013, DJP mengabulkan sebagian permohonan Perusahaan, selanjutnya Perusahaan hanya akan membayar RP765.606.478.
e. Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. DJP dapat menetapkan dan mengubah utang pajak sebelum tahun 2008 dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terutangnya pajak, atau sampai dengan akhir tahun 2013, mana lebih dulu. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku mulai tahun 2008, DPJ dapat menetapkan dan mengubah utang pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutang pajak.
14. PINJAMAN JANGKA PANJANG
31 Maret 2013 31 Desember 2012
PT Bank Central Asia Tbk. 10.500.000 12.000.000 Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun (6.000.000) (6.000.000)
Bagian jangka panjang 4.500.000 6.000.000
Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 4,5% per tahun untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 dan tanggal 31 Desember 2012.
PT Bank Central Asia Tbk.
Fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia, Tbk diperoleh pada tanggal 30 Juni 2010, yang terdiri atas fasilitas local credit, time loan revolving, forex line, installment loan dan L/C line dengan nilai maksimum masing-masing sebesar AS$5.000.000, AS$5.000.000, AS$5.000.000, AS$10.000.000 dan AS$60.000.000. Sejak tanggal 31 Desember 2011, fasilitas L/C line Perusahaan meningkat menjadi sebesar AS$97.540.000.
Dalam bulan Juli 2010, Perusahaan menggunakan fasilitas installment loan sebesar AS$10.000.000. Pinjaman ini telah dibayar Lunas pada tanggal 1 Maret 2012 dan pada bulan Desember 2012 Perusahaan menggunakan fasilitas installment loan sebesar AS$12.000.000. Pinjaman ini akan dibayar dalam 24 kali angsuran bulanan hingga Desember 2014 .
Fasilitas-fasilitas tersebut dijaminkan dengan tanah seluas 616,6 ribu meter persegi, mesin dan peralatan dengan nilai perolehan sebesar AS$483 juta, persediaan dengan nilai penjaminan sebesar AS25,7 juta, dan piutang usaha dengan nilai pinjaman sebesar AS$63 juta (Catatan 5, 7 dan9). Di dalam syarat dan perjanjian pinjaman disebutkan, antara lain, Perusahaan harus menjaga rasio utang atas modal dibawah 2 dan rasio EBITDA atas bunga minimum 1. Per tanggal 31 Maret 2013, Perusahaan telah memenuhi rasio tersebut.
15. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Pada tanggal 10 Februari 2010, Perusahaan menandatangani perjanjian dengan perwakilan serikat karyawan Perusahaan. Berdasarkan kesepakatan didalam perjanjian tersebut, antara lain disetujui bahwa Perusahaan akan membayar pesangon kepada seluruh karyawan tetap yang jumlahnya ditentukan sesuai dengan formula yang disetujui antara Perusahaan dan perwakilan serikat karyawan. Pada tanggal 21 April 2010 Perusahaan telah membayarkan pesangon pemutusan hubungan kerja kepada seluruh pekerja tetap sebesar Rp54.593.414.670 (setara dengan AS$6.065.935). Terhitung sejak saat itu semua status karyawan perusahaan adalah karyawan kontrak hingga dilakukan evaluasi selama satu tahun. Evaluasi pengangkatan karyawan dilaksanakan pada tanggal 15 April 2011. Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang berdasarkanperhitungan aktuarial pada tanggal 31 Desember 2012, yang dibuat oleh aktuaris independen, dengan menggunakan metode Projected Unit Credit yang mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
2012 Tingkat bunga diskonto 7,5% per tahun
Tingkat kematian Tabel Mortalita Indonesia II 2000 Tingkat kenaikan gaji tahunan 8 % per tahun
Usia pensiun 55 tahun