KLASIFIKASI JENIS BATUAN SEDIMEN BERDASARKAN TEKSTUR DENGAN METODE GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX DAN K-NN Classification of Sedimentar Rocks Based on Texture Using Gray Level Co-occurrence Matrix Method and K-NN
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Langkah kerja dari CBIR adalah dengan melakukan ekstraksi fitur tekstur terhadap dataset citra yang digunakan, yakni citra tenun menggunakan algoritma GLCM..
Pada proses ekstraksi ciri, terhadap citra abu-abu tersebut dilakukan sejumlah eksperimen dengan mengubah-ubah level keabuan dan sudut dalam membentuk GLCM untuk
Ekstraksi ciri gray level co-occurrence matrix (GLCM) citra buah jeruk keprok dapat dimanfaatkan untuk klasifikasi mutu, karakteristik dari GLCM adalah mengetahui
Penelitian ini akan mencoba melakukan proses klasifikasi citra dengan metode GLCM dan JST (Jaringan Syaraf Tiruan) didasari fitur tekstur menggunakan 4 sampel batik.
Pada hasil pengujian, tingkat akurasi yang diperoleh dari ekstraksi ciri data uji menggunakan Metode GLCM menggunakan klasifikasi Decision Tree menghasilkan nilai
Metode yang digunakan adalah gray level co-occurrence matrices untuk ekstraksi ciri tekstur, sedangkan untuk menentukan kedekatan antara citra uji dengan citra
untuk menghasilkan sistem identifikasi hama tanaman tomat berbasis citra digital menggunakan teknik ekstraksi ciri GLCM dengan lima ciri tekstur dan teknik klasifikasi PNN
ari 7 data tersebut akan dilakukan proses yang sama dengan pelatihan data, yaitu melalui proses preprocessing, kemudian ekstraksi ciri dan hasilnya alkan