• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Penentuan Control Water Level Maks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Studi Penentuan Control Water Level Maks"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kolokium Hasil Litbang Sumber Daya Air 2013

PENENTUAN CONTROL WATER LEVEL MAKSIMUM

WADUK SUTAMI & LAHOR

SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN RISIKO BENDUNGAN

DI WILAYAH SUNGAI KALI BRANTAS

Arief Satria Marsudi, ST.,MT.

(2)

Latar Belakang

Kontrol kapasitas spillway Bendungan Sutami dan Lahor masih di desain dengan

menggunakan debit banjir rancangan pada

kala ulang 1000 th

. Sedangkan

Debit PMF

berdasarkan

pedoman perencanaan bendungan saat ini ditetapkan

sebagai kontrol tinggi

jagaan minimum

pada perencanaan bendungan.

Perubahan Cuaca

yang ekstrim pada tahun-tahun terakhir ini dan isu

pemanasan

global

pada dekade terakhir ini serta

laju sedimen yang meningkat

drastis berdampak

besar pada pola operasi Waduk.

(3)

Identifikasi Masalah

Dalam perhitungan PMP, mewakili nilai tahunan sehingga nilai debit PMF

yang di dapat juga mewakili nilai tahunan.

Kemungkinan debit PMF yang terjadi pada setiap bulan tentu berbeda,

(4)

Daerah Studi

BENDUNGAN SUTAMI

Pengendalian banjir, pemberian

air baku (irigasi, air minum &

industri), PLTA, air pemelihara

sungai, pariwisata & perikanan

darat.

BENDUNGAN LAHOR

Pengendalian banjir, pemberian air baku

(irigasi, air minum & industri), PLTA,

pariwisata & perikanan darat.

BENDUNGAN SENGGURUH

PLTA, menahan sedimen yang

(5)

Batas Daerah Aliran Waduk

DAW Sengguruh

1659 km

2

DAW Lahor

160 km

2

Remaining Basin Sutami

393 km

2

DAW Sutami = 2052 km

2

R.B.Sutami

+

(6)
(7)

Spillway

(8)
(9)

Spillway

Bendungan Sutami

Pelimpah Berpintu

Elv. ambang + 267,00 m

(10)

Spillway

Bendungan Lahor

Pelimpah Tetap

Elv. ambang + 272,70 m

(11)

Tahapan Studi

Analisa hujan daerah harian maksimum

Analisa hujan rancangan metode Gumbel type I

Analisa hujan maksimum yang mungkin terjadi (PMP,

probability maximum

precipitation

)

Analisa uji kesesuaian distribusi frekuensi (Chi square & Smirnov Kolmogorov)

Analisa hidrograf satuan sintetik Nakayasu

Analisa hidrograf banjir rancangan (

design flood

)

Analisa kurva kapasitas tampungan waduk dan luas genangan waduk (

storage area

curve

)

Analisa kapasitas pelimpah, penelusuran banjir di waduk melalui pelimpah dan

Analisa penelusuran banjir di sungai.

Analisa penentuan elevasi muka air waduk (

control water level

) sebagai pedoman

yang aman untuk mendapatkan reduksi puncak banjir dalam rangka antisipasi

(12)
(13)

Elevasi Minimum Operasi PLTA

Spillway

Parapet

Elevasi Crest Spillway

Elevasi Muka Air

Keterangan:

ILUSTRASI GRAFIS KONSEP PENENTUAN CWL BERDASARKAN

(14)
(15)

DAW B.Sengguruh

DAW Bend.Lahor

Remaining Basin Sutami

(16)
(17)

Rekapitulasi Debit

Banjir Maksimum

Inflow-Outflow Q

PMF

dan Elevasi Muka

Air Waduk

No. Uraian Tahunan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des A Debit Inflow Maksimum (m3/dt)

1 Inflow Bendungan Sengguruh

9,280.44

2,800.53 4,263.88 6,884.59 5000.32 4286.77 6672.6 2933.7 3375.48 4898.31 5228.38 6146.41 9280.44 2 Outflow Routing

Waduk Sengguruh

9,180.20

2,754.86 4,193.87 6,833.68 5209.81 4234.89 6615.21 2890.6 3292.89 5090.64 5415.98 6044.18 9180.2 3 Outflow Routing

Sungai Sengguruh - Sutami

8,899.57

2,694.66 4,079.75 6,608.54 4838.65 4098.65 6403.64 2821.46 3236.53 4733.71 5056.6 5883.05 8899.57 4 Inflow Remaining

Basin Sutami 2,571.01 1,539.84 1,054.68 2,018.20 1869.94 953.6 803.9 723.95 847.53 1229.98 1609.02 2751.01 2289.42 5 Inflow

Bendungan Sutami

11,629.14

4,234.50 5,134.42 8,626.75 6634.71 5052.26 7207.54 3545.4 4084.06 5874.83 6564.95 8634.06 11167.55 6 Inflow

Bendungan Lahor 2,713.00 1,300.47 1,005.36 1,725.50 1428.59 1068.98 824.41 739.01 890.52 1226.12 1605.97 2731 2083.34 B Debit Outflow Maksimum (m3/dt) - Penelusuran Banjir Normatif

1 Outflow Routing

Waduk Sutami 10,813.08 1,887.59 2,475.33 6,491.76 3463.24 2414.8 3692.77 1516.39 1832.81 2956.36 3401.66 6581.65 10567.03 2 Outflow Routing

Waduk Lahor 1,406.38 580.00 478.00 766.81 644.3 501.95 412.42 381.97 436.31 562.78 716.07 1406.38 917.61 3 Reduksi Puncak

Banjir Bend. Sutami

816.06

2,346.91 2,659.10 2,134.99 3171.47 2637.46 3514.77 2019.01 2251.25 2918.47 3163.29 2052.41 600.53 4 Prosentase

Reduksi Puncak Banjir Bend.

7.00% 55.40% 51.80% 24.70% 47.80% 52.20% 48.80% 57.20% 55.10% 49.70% 48.20% 23.80% 5.40% 5 Reduksi Puncak

Banjir Bend. Lahor

1,324.61

720.47 526.79 958.69 784.28 567.03 411.9 357.05 454.22 663.34 889.9 1324.61 1165.73 6 Prosentase

Reduksi Puncak Banjir Bend.

48.50% 55.40% 52.40% 55.60% 54.90% 53.00% 50.00% 48.30% 51.00% 54.10% 55.40% 48.50% 56.00% C Elevasi Muka Air Waduk Maksimum (m) - Penelusuran Banjir Normatif

1 Waduk Sutami 282.15 276.69 277.82 281.08 279.52 277.71 279.89 275.9 276.57 278.68 279.42 281.11 282.09 2 Waduk Lahor 278.91 276.60 276.13 277.40 276.89 276.24 275.81 275.65 275.93 276.53 277.19 278.91 278.01 D Tinggi Jagaan Tersisa (m) - Penelusuran Banjir Normatif

1 Waduk Sutami (3.15) 2.31 1.18 (2.08) (0.52) 1.29 (0.89) 3.10 2.43 0.32 (0.42) (2.11) (3.09) 2 Waduk Lahor (1.41) 0.90 1.37 0.10 0.61 1.26 1.69 1.85 1.57 0.97 0.31 (1.41) (0.51) E Elevasi Control Water Level, CWL (m)

1 Waduk Sutami 257.00 266.90 266.90 257.00 263.00 266.90 261.00 266.90 266.90 266.90 263.10 257.00 257.00 2 Waduk Lahor 257.00 266.90 266.90 257.00 263.00 266.90 261.00 266.90 266.90 266.90 263.10 257.00 257.00 F Debit Outflow Maksimum (m3/dt) - Penelusuran Banjir Dengan Penerapan CWL

1 Outflow Routing

Waduk Sutami 7935.38 1887.59 2475.33 4502.93 3081.5 2414.8 3139.13 1516.39 1832.81 2956.36 3032.32 3813.94 7369.88 2 Outflow Routing

Waduk Lahor 996.53 507.92 392.58 522.44 474.88 419.93 272.7 284.75 344.61 489.06 555.99 996.53 682.06 3 Reduksi Puncak

Banjir Bend. Sutami

3693.76 2346.91 2659.1 4123.81 3553.21 2637.46 4068.41 2029.01 2251.25 2918.47 3532.62 4820.13 3797.68 4 Prosentase

Reduksi Puncak Banjir Bend.

31.76% 55.42% 51.79% 47.80% 53.55% 52.20% 56.45% 57.23% 55.12% 49.68% 53.81% 55.83% 34.01% 5 Reduksi Puncak

Banjir Bend. Lahor

1,734.47

792.55 612.77 1203.06 953.7 649.05 551.71 454.26 545.91 737.07 1049.98 1734.47 1401.28 6 Prosentase

Reduksi Puncak Banjir Bend.

63.93% 60.94% 60.95% 69.72% 66.76% 60.72% 66.92% 61.47% 61.30% 60.11% 65.38% 63.51% 67.26% G Elevasi Muka Air Waduk Maksimum (m) - Penelusuran Banjir Dengan Penerapan CWL

1 Waduk Sutami 281.48 276.69 277.82 280.39 278.89 277.71 278.99 275.9 276.57 278.68 278.81 280.03 281.32 2 Waduk Lahor 278.31 276.27 275.71 276.34 276.11 275.85 275.06 275.13 275.46 276.18 276.49 278.31 277.05 H Tinggi Jagaan Tersisa (m) - Penelusuran Banjir Dengan Penerapan CWL

(18)

Hasil Analisa EMAW Normatif

Waduk Sutami & Lahor Q

PMF

(19)

Kesimpulan

Dengan manajemen CWL pada elevasi antara +257,00 m s/d +267,00 m

dan adanya dinding parapet setinggi 1 m di

Bendungan Sutami masih

berpotensi terjadi

overtopping

sebanyak 3 kali

kejadian. Oleh karena

itu secara struktural perlu dilakukan pembuatan pelimpah darurat.

Dengan manajemen CWL pada elevasi antara +257,00 m s/d +267,00 m

dan adanya dinding parapet setinggi 1 m di

Bendungan Lahor sudah

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Pada Bab 5, kamu telah belajar tentang tari modern dan WHUEDJL PHQMDGL EHEHUDSD JD\D WDUL 0DWHUL SHPEHODMDUDQ LQL WLGDN KDQ\D PHPEHULNDQ SHQJHWDKXDQ GDQ NHWHUDPSLODQ

Lingkup pekerjaan : Melakukan inventarisasi data infrastruktur industri pengguna energi panas bumi, melakukan evaluasi terhadap data yang terkumpul dan selanjutnya

[r]

Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Metode Servqual terhadap lima dimensi kualitas jasa yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty

Untuk mengetahui berapa jumlah penjualan tahu goring baik dalam rupiah maupun dalam unit yang harus dicapai, maka pada PI ini dilakukan peramalan berdasarkan data penjualan

Jenis Aegiceras corniculatum, Avicennia marina, Bruguiera gymnorhiza dan Rhizophora apiculata merupakan jenis yang terdapat diseluruh stasiun, ini menunjukkan bahwa

Ketentuan teknis dalam pengeboran eksploitasi air tanah untuk membuat sumur produksi didasarkan pada: lokasi rencana titik pengeboran dalam kaitannya dengan zona konservasi

Maka ideologi Negara dalam arti cita-cita Negara atau cita-cita yang menjadi basis.. bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa