• Tidak ada hasil yang ditemukan

I Made Teja Geni Astra Universitas Udayana SNATIA 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "I Made Teja Geni Astra Universitas Udayana SNATIA 2017"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

Geografis Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jeruk

di Kabupaten Gianyar

I Made Teja Geni Astra

1

, Made Agung Raharja

2

1,2Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Bukit Jimbaran Bali 80361 Indonesia

[email protected], [email protected]2 Intisari

Masyarakat di kabupaten Gianyar dalam menanam tanaman jeruk kurang memperhatikan aspek karakteristik tanaman jeruk. Masyarakat mengganggap bahwa, tanaman jeruk yang tumbuh di suatu wilayah akan sesuai pada wilayah lain. Hal mengakibatkan tanaman jeruk tidak dapat tumbuh dengan baik, hasil panen yang tidak optimal, terjadi penurunan produktivitas tanaman dan masyarakat mengalami kerugian. Sentra produksi buah jeruk di kabupaten Gianyar, berada di kecamatan Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring. Dalam rangka pengembangan potensi budidaya tanaman jeruk, perlu diadakannya pemetaan kesesuaian lahan, sehingga potensi wilayah lain di kabupaten Gianyar dapat diketahui. Pemetaan kesesuain lahan tanaman jeruk dapat mencegah dan mengurangi kerugian masyarakat, akibat ketidak sesuaian lahan. Metode yang digunakan dalam menetukan kesesuian lahan adalah dengan menggunakan metode skoring dan pembobotan, yaitu dengan memberikan skor pada setiap desa sesuai data-data yang dimiliki. Setelah dilakukan skoring dan pembobotan maka dilakukan pengelompokkan desa menggunakan query berdasarkan beberapa ketentuan dan total skor yang dimiliki. Faktor yang di pergunakan untuk memetakan kesesuaian lahan tanaman jeruk adalah temperatur, ketinggian tempat, PH tanah dan curah hujan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi dokumen. Analisis, perancangan dan implementasi menggunakan aplikasi QGIS 2.12.0 dan melalui beberapa tahapan yaitu input data spasial, input data atribut, proses pengolahan data, digitasi terhadap peta kabupaten Gianyar dan melakukan query kesesuian lahan untuk tanaman jeruk. Pengujian menggunakan metode Black Box dengan mebandingkan hasil keluaran system dengan skenario output. Hasil dari penilitian yang didapatkan adalah terdapat 27 desa yang termasuk kategori S1 sangat sesuai, 34 desa termasuk kategori kelas S2 sesuai dan 9 desa yang termasuk kategori S3 kurang sesuai untuk kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk di kabupaten Gianyar dan tingkat akurasi yang dihasilkan oleh system informasi kesesuain lahan tanaman jeruk di kabupaten Gianyar adalah sebesar 100 %.

Kata kunci— Kesesuaian Lahan, Karakteristik Tanaman Jeruk, GIS, Skoring dan Pembobotan

Abstract

Communities in Gianyar regency in planting citrus crop less attention to the characteristic aspects of citrus crops. Communities assume that, citrus crops grown in a region will be appropriate in other areas. This resulted in citrus crops can not grow properly, yields are not optimal, there is a decrease in crop productivity and society suffered losses. Citrus fruit production center in Gianyar regency, located in Payangan, Tegalalang and Tampaksiring districts. In order to develop the citrus cultivation potential, it is necessary to hold land suitability mapping, so that other potential areas in Gianyar regency can be known. Mapping kesesuain citrus plant land can prevent and reduce community losses, due to land incompatibility. The method used in determining the suitability of the land is to use the scoring method and weighting, that is by giving a score on each village according to the data owned. A fter the scoring and weighting is done grouping the village using a query based on several provisions and total score owned. Factors that are used to map the suitability of orange plant land are temperature, altitude, land PH and rainfall. Data collection method used is document study method. Analysis, design and implementation using QGIS 2.12.0 application and through several stages of spatial data input, attribute data input, data processing, digitization to Gianyar district map and query of land suitability for citrus plant. Testing using Black Box method with mebandingkan the output system with output scenario. The result of the research is 27 villages which are included in the category of S1 is appropriate, 34 villages including the corresponding S2 class and 9 villages that are in the S3 category are less suitable for land suitability for citrus plants in Gianyar regency and the level of accuracy generated by the conformity information system Citrus field in Gianyar regency is 100%.

Keywords—Land Suitability, Characteristic of Citrus Plants, GIS, Score and Weighting

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kabupaten Gianyar terletak di provinsi Bali, yang terdiri atas 7 kecamatan dan memiliki 70 desa. Selama ini masyarakat di Bali, khususnya di kabupaten Gianyar, dalam menanam berbagai jenis tanaman kurang memperhatikan

(2)

menyebabkan tanaman mati. Akibatnya terjadi penurunan produktivitas tanaman dan mengakibatkan masyarakat mengalami kerugian akibat biaya-biaya yang telah di keluarkan dalam proses bercocok tanam.

Kabupaten Gianyar juga dikenal sebagai daerah penghasil buah-buahan, salah satunya adalah buah jeruk. Hasil produksi dan mutu buah jeruk ditentukan oleh kondisi bibit dan dipengaruhi pula oleh kondisi lingkungan, sehingga untuk pengembangannya harus menentukan wilayah yang sesuai dengan karakteristik tanaman jeruk. Sentra produksi buah jeruk di kabupaten Gianyar berada di kecamatan Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring. Dalam rangka pengembangan potensi budidaya tanaman jeruk di kabupaten Gianyar, perlu diadakannya pemetaan kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk, sehingga potensi wilayah lain di kabupaten Gianyar dapat diketahui dan dapat meningkatkan produktifitas tanaman jeruk.

Sistem informasi yang berbasis komputer dapat digunakan untuk melakukan analisis data dan mengintegrasikan berbagai data maupun informasi. Melalui sistem informasi geografis yang mencakup informasi spasial terkait lokasi, sebaran luas area, jenis sumber daya beserta fenomena, dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Pada penelitian ini, terdapat beberapa faktor yang di pergunakan untuk memetakan kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk di kabupaten Gianyar, yaitu temperatur, ketinggian tempat, PH tanah dan curah hujan. Berdasarkan paparan permasalahan diatas, maka dibangun sebuah aplikasi sistem informasi geografis yang mampu menentukan dan memetakan kesesuaian lahan pada suatu wilayah untuk tanaman jeruk di Kabupaten Gianyar.

B. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah memetakan kondisi kesesuian lahan untuk tanaman jeruk di seluruh desa di kabupaten gianyar apakah termasuk kategori sangat sesuai, sesuian, kurang sesuai atau tidak sesuai.

C. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat membantu masyarakat dan petani yang ingin menanam tanaman jeruk pada lahan pertaniannya, apakah lahan yang akan ditanami tersebut sesuai atau tidak dengan karakteristik tanaman jeruk sehingga dapat mencegah dan mengurangi kerugian masyarakat atau petani yang ingin menanam tanaman jeruk akibat ketidak sesuaian lahan. Selain itu juga dapat membantu dinas, instani maupun kelompok terkait yang ingin mengambangkan potensi tanaman jeruk pada suatu wilayah.

D. Tinjauan Pustaka

1) Sistem Informasi Geografis: Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan suatu sistem komputer untuk menyimpan, mengatur, mengintegrasi, memanipulasi, menganalisis, dan menyajikan data yang bereferensi geografis. Komponen utama sistem informasi geografis dibagi menjadi empat yaitu, perangkat keras, perangkat lunak, organisasi dan pemakai. Sistem informasi geografis merupakan sistem komputer yang dapat dipergunakan untuk mengelola data keruangan, baik

berupa gambar/peta ataupun tabel, sekaligus memahami keterkaitan di antara keduanya. Dengan sistem informasi geografis, berbagai analisis keruangan berbasis peta dan tabel dapat dilakukan dengan cepat, mudah, dan akurat. Sistem ini mampu mengintegrasikan kedua format data tersebut sehingga mempermudah para pengambil keputusan yang berdimensi keruangan [14].

2) Metode Skoring dan Pembobotan: Metode skoring adalah suatu metode pemberian skor atau nilai terhadap masing-masing value parameter untuk menentukan tingkat kemampuannya. penilaian ini berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Sedangakan metode pembobotan atau disebut juga weighting adalah suatu metode yang digunakanapabila setiap karakter memiliki peranan berbeda atau jika memiliki beberapa parameter untuk mementukan kemampuan lahan atau sejenisnya [11][16].

3) Evaluasi Kesesuaian Lahan: Kesesuaian lahan menyatakan keadaan tingkat kecocokan dari sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Kelas kesesuaian suatu bidang lahan ini dapat berbeda-beda tergantung pada tataguna lahan yang diinginkan. Dalam penelitian kelas kesesuaian lahan menurut Husein (1980), digolongkan atas dasar kelas-kelas kesesuaian lahan sebagai berikut [10] :

1. Kelas S1 : Sangat Sesuai (highly suitable), lahan tidak mempunyai pembatas yang serius untuk menerapkan pengelolaan yang diberikan atau hanya mempunyai pembatas yang tidak berarti secara nyata terhadap produksinya dan tidak akan menaikkan masukan atas apa yang telah biasa dilakukan.

2. Kelas S2 : Sesuai (moderately suitable), lahan mempunyai pembatas yang agak serius untuk mempertahankan tingkat pengelolaannya yang harus diterapkan. Pembatas akan mengurangi produksi atau keuntungan dan meningkatkan masukan yang diperlukan.

3. Kelas S3 : Kurang Sesuai (marginally suitable), lahan mempunyai pembatas yang serius untuk mempertahankan tingkat pengelolaannnya yang harus diterapkan. Pembatas akan mengurangi produksi dan keuntungan atau lebih meningkatkan masukan yang diperlukan.

4. Kelas N : Tidak Sesuai (not suitable), lahan yang mempunyai faktor pembatas yang sangat berat dan/atau sulit diatasi.

Macam faktor pembatas berupa keadaan fisik lingkungan adalah topografi, erosi, iklim, drainase, bahaya banjir, fisik tanah seperti tekstur dan kedalaman efektif. Penilaian kesesuaian lahan dilakukan dengan mencocokkan antara kualitas lahan dan karakteristik lahan (sifat fisik dan kimia lahan) sebagai parameter dengan kriteria kelas kesesuaian lahan yang telah disusun berdasarkan persyaratan penggunaan atau persyaratan tumbuh tanaman atau komoditas pertanian yang dievaluasi [17]. Perhitungan analisis kesesuaian lahan tanaman jeruk menggunakan rumus sebagai berikut [16] :

(3)

4) Tanaman Jeruk : Jeruk (Citrus sp.) adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Sejak ratusan tahun, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk adalah sudah sekitar 70-80 % dikembangkan di Indonesia dan setiap tahunnya mengalami perkembangan dalam pembudidayaan baik mencakup luasan lahan, jumlah produksi bahkan permintaan pasar [18].

II. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi dokumen. Metode studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian melainkan mengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Data dalam penelitian ini di dapatkan dari BPS Provinsi Bali, BPS Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar, Organisasi Iklim Internasioanl (Http://Id.Climate-Data.Org) dan berbagai literature dan buku-buku terkait. Data yang digunakan adalah data parameter kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk, peta kabupaten Gianyar dan kondisi wilayah per desa di kabupaten Gianyar. Data karakteristik kesesuaian lahan meliputi data curah hujan, temperature, ketinggian tempat dan PH tanah.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kabupaten Gianyar, dengan 7 kecamatan dan 70 desa. Berikut merupakan Peta kabupaten Gianyar [12].

Gambar 1 Peta Kabupaten Gianyar

C. Analisis Data Input

Analisis spasial dilakukan dengan cara menggabungkan data-data dan informasi yang telah dibuat maupun dikumpulkan. Berikut merupakan parameter kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk [16].

TABEL I Parameter Kesesuain Lahan Tanaman Jeruk

Parameter S1 S2 S3 N

Ketinggian (Mdpl)

751-1400 301 - 750 1401-2000 51 – 300

>2000 < 50 Ph 5,5-6,5 6,6-7 7,1-7,5

4,6- 5,5

7,6> 4,5< Temperatur

(Oc)

19-32 33-36 16-18

37-39 13-15

>39 <13 Curah

Hujan (mm)

1201-3000 1001-1200 3001-3500

800-1001 3501-4000

<800 >4000

Berikut merupakan data-data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada TABEL 2 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [12] [13] [14].

TABEL 2 Data Temperatur, Ketinggian, Curah Hujan dan Ph tanah Setiap Desa Di Kabupaten Gianyar

(4)

TABEL 3 Skoring Untuk Parameter Temperatur

Temperatur

No Kategori Temperatur (oC) Skor

1 Kelas S1 19 - 32 3 2 Kelas S2 33 – 36 atau 16 - 18 2 3 Kelas S3 37 – 39 atau 13 - 15 1 4 Kelas > 39 atau < 13 0

TABEL 4 Skoring Parameter Ketinggian Tempat

Ketinggian Tempat

No Kategori Ketinggian Tempat (Mdpl) Skor 1 Kelas S1 751 - 1400 3 2 Kelas S2 301 - 750 2 3 Kelas S3 1401-2000 atau 51-300 1 4 Kelas N >2000 ataau < 50 0

TABEL 5 Skoring Untuk Parameter Curah Hujan

Curah Hujan

No Kategori Curah Hujan (mm) Skor 1 Kelas S1 1201 - 3000 3 2 Kelas S2 1001 – 1200 atau 3001 - 3500 2 3 Kelas S3 800 – 1001 atau 3501 - 4000 1 4 Kelas N < 800 atau > 4000 0

TABEL 6 Skoring Untuk Parameter PH Tanah

PH Tanah

No Kategori PH Tanah Skor 1 Kelas S1 5,6 - 6,5 3 2 Kelas S2 6,6 - 7 2 3 Kelas S3 7,1 - 7,5 atau 4,6 - 5,5 1 4 Kelas N 7,6 > atau 4,5 < 0

TABEL 3, 4, 5, 6 merupakan tabel kelas-kelas penggelompokkan parameter berdasarkan kelas S1, S2, S3, S4 dimana setiap kelas memiliki skor masing-masing. Setelah dilakukan pemberian skor pada setiap parameter untuk semua desa, maka akan dilakukan penjumlahan skor dan akan dilakukan pengelompokkan desa berdasarkan ketentuan yang terdapat pada tabel 08. Ketentuan tersebut akan digunakan untuk menentukan sebuah desa masuk dalam kategori S1, S2, S3 atau N dalam perihal kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk.

TABEL 7 Ketentuan Pengelompokan desa

Kategori Ketentuan Kategori

S1 Jumlah skor adalah 12 sampai 10 dan Tidak boleh ada parameter yang memiliki skor 0

S2 Jumlah skor adalah 9 sampai 7 dan Tidak boleh ada parameter yang memiliki skor 0

S3 Jumlah skor adalah 12 sampai 7 dan ada parameter yang memiliki skor 0

Jumlah skor adalah 6 sampai 4

N Jumlah skor adalah 3 sampai 0

D. Implementasi

Tahap ini dilakukan rancang bangun sistem ke dalam suatu perangkat lunak dari model yang telah di rancang pada tahap sebelumnya. Aplikasi Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Jeruk Di Kabupaten Gianyar mengunakan Quantum GIS Versi 2.12.0. Tahap Digitasi awal sampai output hasil secara keseluruhan mengunakan Aplikasi mengunakan Quantum GIS Versi 2.12.0. Tahap digitasi dilakukan dengan melakukan digitasi terhadap peta kabupaten Gianyar, yang berjumlah 70 desa. Setelah dilakukan digitasi maka akan dilanjutkan dengan memasukan seluruh data-data ke dalam database. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan query terhadap database dan hasil akan ditampilkan berupa peta dimana peta tersebut akan menampilkan desa dengan beberapa warna sesuai dengan kategori kesesuian lahan yang didapatkan dari proses query.

E. Pengujian dan Analisis Sistem Akhir

Pada tahap ini sistem yang telah di buat kemudian dilakukan pengujian sistem dengan menggunakan data yang telah diambil dari berbagai sumber data. Pengujian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Black Box. Pengujian system dilakukan dengan mebandingkan hasil keluaran kesesuaian lahan tanaman jeruk yang dihasilkan oleh system dengan hasil perhitungan kesesuain lahan yang dihitung secara manual atau skenario output. Jumlah desa yang akan dilakukan pengujian adalah sebanyak 70 desa di kabupaten gianyar. Inputan yang digunakan adalah data-data yang terkait dengan curah hujan, temperature, ketinggian dan ph tanah. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memastikan apakah input dan hasil pemetaan sudah sesuai. Jika hasil secara manual atau skenario output sama dengan hasil system maka hasil pengujian adalah sesuai dan jika hasil manual dan hasil system tidak sama maka hasil pengjuian adalah tidak sesuai.

III.HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil dan Pembahasan

Hasil dari pengolahan data, maka didapatkan skoring untuk setiap parameter di setiap desa. Setelah didapatkan skoring, maka skoring untuk setiap parameter di jumlahkan berdasarkan desa. Berikut adalah data-data setiap desa di Kabupaten Gianyar yang telah dilakukan skoring.

(5)

Setelah dilakukan skoring dan penjumlahan skoring, maka dilanjutkan dengan melakukan query terhadap data di setiap desa. Berikut merupakan potongan query yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk di kabupaten Gianyar.

Gambar 2 Query untuk menentukan Kesesuaian lahan Kelas S1 (Sangat Sesuai)

Gambar 2 merupakan potongan query yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk kelas S1.

Gambar 3 Query untuk menentukan Kesesuaian lahan Kelas S2 (Sesuai)

Gambar 3 merupakan potongan query yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk kelas S2.

Gambar 4 Query untuk menentukan Kesesuaian lahan Kelas S3 (Kurang Sesuai)

Gambar 4 merupakan potongan query yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk kelas S3.

Gambar 5 Query untuk menentukan Kesesuaian lahan Kelas N (Tidak Sesuai)

Gambar 5 merupakan potongan query yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk kelas N.

Setelah dilakukan query, maka didapatkan hasil

pengelompokan setia desa berdasarkan kesesuian lahan untuk tanaman jeruk. Peta kesesuaiannya dapat diilat pada gambar 6.

Gambar 6 Hasil Kesesuian Lahan Untuk Tanaman Jeruk Setiap Desa Di Kabupaten Gianyar

(6)

TABEL 9 Tabulasi Kesesuian Lahan Setiap Desa Di Kabupaten Gianyar Pupuan, Sebatu, Manukaye, Buahan, Bukian, Melinggih, Bresele, Kedisan, Kelusa, Tampaksiring, Petak Kaje, Kenderan, Sanding, Sumita, Tegallalang, Keliki, Melinggih Kelod, Petulu, Pejeng Kangin, Pejeng Kaje, Pejeng, Pejeng Kawan, Pejeng Kelod 2 Kelas S2

Sesuai (moderately suitable)

Petak, Suwat, Siangan, Bakbakan, Bitre, Beng, Gianyar, Abianbase, Mas, Serongga, Tegal Tugu, Samplangan, Sidan, Bone, Temesi, Belega, Bedulu, Buruan, Blahbatuh, Sabe, Kemenuh, Sukawati, Batuan, Batuan Kaler, Peliatan, Ubud, Sayan, Kedewatan, Singakerta, Lod Tunduh, Celuk, Singapadu Kaler, Singapadu Tengah, Singapadu

Berdasarkan tabulasi pada TABEL 9 Didapatkan hasil bahwa terdapat 27 desa di Kabupaten Gianyar yang termasuk kelas/kategori S1 Sangat Sesuai (highly suitable) untuk kesesuaian lahan tanaman jeruk. Jumlah desa yang termasuk kelas/kategori Kelas S2 Sesuai (moderately suitable) di Kabupaten Gianyar adalah sebanyak 34 desa. Jumlah desa di Kabupaten Gianyar yang termasuk kelas/kategori S3 Kurang

Sesuai (marginally suitable) adalah sebanyak 9 desa.

Sedangkan untuk lahan kelas/kategori N Tidak Sesuai (not suitable) adalah tidak ada di kabupaten Gianyar.

B. Pengujian dan Analisis Sistem Akhir

Pengujian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode Black Box. Pengujian Black Box dilakukan pada tampilan hasil pemetaan kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk di kabupaten Gianyar, dimana daerah yang dilakukan pengujian adalah sebanyak 70 buah desa di kabupaten Gianyar, dengan membandingkan hasil keluaran system dengan hasil perhitungan secara manual atau scenario output. Pengujian tersebut bertujuan untuk menguji apakah hasil yang ditampilkan sudah benar dan sesuai. Inputan yang digunakan adalah data-data yang terkait dengan curah hujan, temperature, ketinggian dan ph tanah. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memastikan apakah input dan hasil pemetaan sudah sesuai. Jika hasil skenario output sama dengan hasil system maka hasil pengujian adalah sesuai dan jika hasil manual dan hasil system tidak sama maka hasil pengjuian adalah tidak sesuai

Hasil Pengujian dengan menggunakan metode Black Box adalah sebagai berikut :

(7)

Sk54 Celuk S2 S2 Sesuai skenario output yang di dapatkan dengan perhitungan manual akan dicocokan dengan kategori desa yang dihasilkan dari system pada aplikasi QGIS. Terdapat 70 desa yang memiliki hasil pengujian adalah sesuai dan tidak ada desa yang memiliki hasil pengujian tidak sesuai, sehingga didapatkan hasil bahwa skenario output dengan hasil keluaran system adalah sama atau sesuai, maka tingkat akurasi yang dihasilkan oleh system informasi kesesuain lahan tanaman jeruk di kabupaten Gianyar adalah sebesar 100 %.

IV.KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Analisis, Perancangan dan Implementasi menggunakan

aplikasi QGIS 2.12.0 dan melaui beberapa tahapan yaitu input data baik spasial maupun data atribut, proses pengolahan data yang berupa tabel, digitasi terhadap peta kabupaten Gianyar yang dilakukan per desa, dan melakukan query kesesuian lahan untuk tanaman jeruk.

2. Hasil analisis kesesuaian lahan tanaman jeruk di

kabupaten Gianyar, didapatkan hasil bahwa terdapat terdapat 27 desa yang termasuk kategori S1 Sangat Sesuai, Jumlah desa yang termasuk kategori Kelas S2 Sesuai adalah sebanyak 34 desa dan jumlah desa yang termasuk kategori S3 Kurang Sesuai adalah sebanyak 9 desa.

3. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode black

box dengan mebandingkan hasil secara manual dengan hasil kategori desa yang dihasilkan dari system. Terdapat 70 desa yang memiliki hasil pengujian adalah sesuai dan tidak ada desa yang memiliki hasil pengujian tidak sesuai, sehingga didapatkan hasil bahwa hasil secara manual dengan hasil keluaran system adalah sama atau sesuai, maka tingkat akurasi yang dihasilkan oleh system informasi kesesuain lahan tanaman jeruk di kabupaten Gianyar adalah sebesar 100 %.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak BPS

Provinsi Bali, BPS Kabupaten Gianyar, Pemerintah

Kabupaten Gianyar dan Pihak Organisasi Iklim Internasional (Http://Id.Climate-Data.Org) karena telah membantu penulis dalam perihal sebagai sumber data-data yang digunakan dalam tulisan ini. Selain itu penulis juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa dan dosen di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Udayana karena telah memberikan bantuan dan dukungan, sehingga tulisan ini dapat terselesaikan.

REFERENSI

[1] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2014. Kabupaten Gianyar Dalam Angka Tahun 2014. Kabupaten Gianyar.

[2] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2015. Kecamatan Ubud Dalam Angka Tahun 2015. Kabupaten Gianyar.

[3] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kabupaten Gianyar Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[4] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan Blahbatuh Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[5] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan Gianyar Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[6] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan Sukawati Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[7] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan Tampaksiring Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar. [8] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan

Tegalalang Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[9] Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar, 2016. Kecamatan Payangan Dalam Angka Tahun 2016. Kabupaten Gianyar.

[10] Cibro, Gilbert F. 2012. Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Jeruk (Citrus Sp.) Dan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat. Medan : Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

[11] Handayani, Nur Tri. 2013. Model Pembobotan Untuk Penentuan Kesesuaian Kawasan Konservasi Terumbu Karang Di Pulau Kodingarenglompo Kota Makassar. Makasar : Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin. [12] Kabupaten Gianyar.2010. Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW)

Kabupaten Gianyar tahun 2010-2030. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gianyar.

[13] Kabupaten Gianyar. 2015. Peraturan Bupati Gianyar Nomor 49 Tahun 2015 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Rkpd) Kabupaten Gianyar Tahun 2016. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gianyar.

[14] Merkel, Alexander. “Data Iklim Untuk Kota-Kota Di Seluruh Dunia”. 14 Januari 2017. Http://Id.Climate-Data.Org.

[15] Tjahjana, Bambang Eka Nana Heryana dan Nendyo Adhi Wibowo. 2015. Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) Dalam Pengembangan Kebun Percobaan. SIRINOV, Vol 3, No 2, Agustus 2015 (Hal : 103 – 112)

[16] Yudona, Adipandang.2011. Teknik Skoring untuk berbagai analisis

spasial. Universitas Brawijaya.

https://adipandang.files.wordpress.com/2011/02/03_teknik-skoring.pdf. Diakses pada 25 Juni 2017.

[17] Yuliawati, Ni Wayan Peni, I Wayan Wiraatmaja, Hestin Yuswanti. 2016. Identifikasi Dan Karakterisasi Sumber Daya Genetik Tanaman

Buah-Buahan Lokal Di Kabupaten Gianyar. E-Jurnal

Agroekoteknologi Tropika Issn: 2301-6515 Vol. 5, No. 3, Juli 2016 [18] Zikria, Roydatul, SSi. 2015. Outlook Jeruk. Jakarta : Pusat Data dan

Gambar

Gambar 1 Peta Kabupaten Gianyar
TABEL 3 Skoring Untuk Parameter Temperatur
Gambar 6 Hasil Kesesuian Lahan Untuk Tanaman Jeruk Setiap Desa Di Kabupaten Gianyar
TABEL 9 Tabulasi Kesesuian Lahan Setiap Desa Di Kabupaten Gianyar

Referensi

Dokumen terkait

Saat ini observasi oseanografi dilakukan dengan cara insitu (survey langsung di laut). Kegiatan observasi di bawah permukaan laut merupakan observasi oseanografi

Bersadarkan data tersebut dapat diketahui bahwa perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan ke 4 dengan diameter 0,6 mm mampu meloloskan parasitoid Trichogramma dengan jumlah 24

Semiotika sebagai suatu model dari ilmu pengetahuan sosial memahami dunia sebagai sistem hubungan yang memiliki unit dasar yang disebut dengan

Terdapat pengaruh pemberian infusa daun kemuning yang signifikan terhadap kadar kolesterol darah tikus pada dosis infusa daun kemuning 5cc dengan nilai

keterampilan sosial) terhadap motivasi belajar siswa kelas XI pada mata. pelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Tulungagung Tahun

Isu-isu konflik keagamaan di Indonesia seperti isu moral, isu sektarian, isu komunal, terorisme, isu politik-keagamaan, dll, bisa diminimalisir dengan adanya pendekatan

Oleh karena itu ijtihad adalah suatu keniscayan yang harus dilakukan oleh umat Islam agar hukum Islam selalu up to date dalam setiap zaman, tempat dan keadaan yang

Atas dasar tersebut, setelah mewawancarai beberapa wisatawan yang datang ke Waduk Darma bahwa mereka tertarik untuk mengunjungi Waduk Darma karena menawarkan udara yang sejuk,