• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN ALGORITMA penentuan REKONSTRUKSI CITR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMBANGAN ALGORITMA penentuan REKONSTRUKSI CITR"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN ALGORI TMA

REKONSTRUKSI CI TRA OBJEK 2- D

REKONSTRUKSI CI TRA OBJEK 2 D

DI FFUSE OPTI CAL TOMOGRAPHY

UNTUK I NSPEKSI PRODUK PERTANI AN

(2)

ƒ Judul Penelitian

ƒ Pengembangan Algoritma Rekonstruksi Citra Objek 2Pengembangan Algoritma Rekonstruksi Citra Objek 2 D‐D Diffuse OpticalDiffuse Optical 

Tomography untuk Inspeksi Produk Pertanian

ƒ Objektif

ƒ Tujuan penelitian ini mengembangkan algoritma rekonstruksi citra

ƒ Tujuan penelitian ini mengembangkan algoritma rekonstruksi citra  dengan pendekatan one step Gauss‐Newton dan pemodelan Elemen  Hingga pada DOT untuk pemeriksaan produk pertanian.  

ƒ Target Outcome

ƒ Target Outcome

ƒ Tersedianya metoda baru untuk rekonstruksi citra DOT dengan  pendekatan Gauss‐Newton dan pemodelan Elemen Hingga pada  aplikasi pemeriksaan produk pertanian

aplikasi pemeriksaan produk pertanian

ƒ Target Output

(3)

Detektor

Properti

c

•Elektrik

•Optik

M tik

•Magnetik

(4)

Ionization

Teknologi Tomography

 

Æ

CT  Scan

Ionization

Tidak

 

portable

CT  Scan MRI

PET 

Optical Tomography

ƒ Cahayay ( p (optik)) merupakanp  sinyaly  yangy g bersifat nonionizingg

ƒ Inframerah‐dekat dapat melalui jaringan biologis dengan mudah ƒ Inframerah‐dekat mampu ditoleransi dengan baik oleh objek 

walaupun dengan intensitas cahaya yang kuat walaupun dengan intensitas cahaya yang kuat

N  I f d T h  (Diff  O ti l T h ) b t Æ t k ik 

Near Infrared Tomography (Diffuse Optical Tomography) berpotensi Æ teknik 

(5)
(6)

ƒ

Koefisien penyerapan

ƒ

Koefisien

 

penyerapan

ƒ

Koefisien

 

hamburan

(7)

Domain waktu

t t Input Φ

Ai

a

s

Domain waktu

00

Domain frekuensi waktu

(8)

Detekor  1

2

Mengukur perbedaan 

Time (ps)

Waktu ps

1 3

4 Mengukur perbedaan  intensitas cahaya yang 

terdeteksi pada setiap  detektor

Pengukuran

Continuous Wave

Detektor  4 W ktTime   (ps)

4

5 6

7

Asumsi Profil

Fungsi  hasil perhitungan 

dengan hasil  pengukuran

Fungsi objektif diatas  batas

Solusi forwarddengan  menggunakan model 

Perbaikan citra  rekonstruksi

pengukuran

Menghitung perbedaan 

0

menggunakan model 

penjalaran cahaya intensitas cahaya yang  terdeteksi pada setiap 

detektor -10 0 10

-10

(9)

ƒ

Dinyatakan

 

dalam

 

persamaan

 

Boltzman

nilai koefisien difusi (m)

(10)

d node

element

Φ Φh

r

b

∈ ∂Ω

Kondisi Batas DIRICHLET :

Kondisi Batas ROBIN:

(11)

[ ]

1

[ ]

[ ]

J

T

J

1

J

T

[ ]

M

ˆ

M

=

(12)

Contoh

 

:

 

KENTANG

ƒ Saat ini ppengujiang j  (inspeksi)( p ) komoditas kentangg masih manual  sehingga membutuhkan waktu yang panjang

ƒ Produk Kentang yang rusak akan merugikan petani dan  K

Konsumen

ƒ Kentang merupakan produk pertanian yang mempunyai   koefiseien optik sebagai berikut:

koefiseien optik sebagai berikut:

μs’ = 0.68 mm‐1 

μa= 0.0024 mm‐1

dimana nilai koefisien ini akan berubah bila terdapat kecacatan atau  kebusukan pada kentang

(13)

Simulasi

 

Numerik

 

:

ƒ

Objek : Kentang

ƒ

Objek

 

:

 

Kentang

ƒ

Koefisien

 

Absorbsi

 

Target

 

(anomali)

 

:

 

ƒ

0 0048mm

‐1  (2*Koefisien Absorbsi Kentang)

ƒ

0.0048mm

(2 Koefisien Absorbsi  Kentang)

Target (anomali)

objek

(14)

Variasi jumlah sumber :

Objek diiluminasi dengan memvariasikan jumlah Objek diiluminasi dengan memvariasikan jumlah  sumber cahaya objek homogen dan objek dengan target simetrik

Jumlah Sumber Deviasi rata‐rata intensitas cahaya pada  bidang batas (watt/m2)

1 0.667 x 10‐4

2 1.75 x 10‐4

(15)

Variasi koefisien absorpsi pada target (anomali)

Δμμa_t‐ μa_b Deviasi rata2 intensitas cahaya 

pada bidang batas (10‐6 watt/m2)

pada bidang batas (10 watt/m )

0.01 0

0.1 0.667 x 10‐4

1 2.67 x 10‐4

10 17 x 10‐4

(16)

Variasi

 

posisi

 

target

 

(anomali)

Jarak Target  ke Pusat Objek Deviasi Rata‐2 intensitas 

Cahaya pada Bidang Batas 

(watt/m2)

0.25 * jari‐jari objek 1.58

(17)

Variasi

 

Ukuran

 

Target

 

(anomali)

Ukuran Target Deviasi Rata‐2 intensitas 

Cahaya pada Bidang Batas 

Cahaya pada Bidang Batas 

(watt/m2)

 *  di   bj

0.2 * radius object 2.92

(18)

mua total x 10-4

Objek Simulasi Citra Rekonstruksi

(19)

Laser NIR Photo Detector

Stepper motor

Perangkat

 

(20)

ƒ

Pengembangan

 

Algoritma

 

Single

 

Step

 

Gauss

Newton

ƒ Waktu komputasi lebih singkat

ƒ Waktu komputasi lebih singkat

ƒ

Penanganan

 

Ill

posed

 

Problem

ƒ Menggunakan Teknik RegularisasiMenggunakan Teknik Regularisasi

ƒ

Pengembangan

 

FDOT

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Pada praktikum warna tanah dan tekstur tanah kami menentukan dari jenis tanah Entisol, Andisol, Ultisol, Vertisol, dan Inseptisol.Dan di peroleh hasil pada tanah Entisol

JUDUL : UGM SEBAR NYAMUK BER-WOLBACHIA DI YOGYAKARTA. MEDIA

PENGARUH MODIFIKASI LAPANGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN DAN PUKULAN DRIVE DALAM PERMAINAN SQUASH DI SMPN 4 LEMBANG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Penilaian pengetahuan secara mandiri tidak tercantum dalam pembelajaran ini, yang tercantum adalah beberapa soal uraian yang terdapat pada buku siswa akan tetapi pada buku

Simpulan dalam penelitian ini kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) Bidan berhubungan dengan ketepatan rujukan pada kasus Preeklamsi.. Keterampilan dan

tidak aktif mengikuti organisasi pada mahasiswa prodi ilmu keolahragaan (Studi. Kasus Alumni Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan angkatan 2011

Total concentrations of linoleic acid (LA), arachidonic acid (AA), alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), and docosahexaenoic acid (DHA) were measured