PENDAHULUAN
Hana BabyKids. Adalah sebuah usaha yang menyediakan produk perlengkapan bayi khususnya produk ‘ramah lingkungan’. Usaha ini dirintis oleh seorang ibu muda yang memiliki dua anak, beliau bernama lengkap Nurul Mukhlishah. Kesehariannya, Ibu Nurul fokus mengurus kedua anaknya baru berusia 3 dan 1 tahun. Atas saran dari seorang teman, ia terinspirasi untuk membuka usaha.
Pada awalnya Ibu Nurul bermaksud membuka lapangan kerja dan menghasilkan output sendiri. Namun ia tidak ingin meninggalkan pekerjaannya utamanya. Sehingga ia memulai usahanya dengan menjadi distributor beberapa produk dari beberapa produsen.
Dengan menggunanakan jaringan sosial, Ibu Nurul memilah-milih produk mana yang akan dipesannya. Awal usahanya, output yang ia keluarkan bergantung pada pesanan konsumen. Jadi Ibu Nurul tidak membeli input (barang output produsen) jika tidak ada yang memesan. Ia mempromosikan barang jualnya lewat jaringan sosial pula. Pasar tujunya adalah ibu-ibu yang sedang memiliki bayi. Terutama keluarga, teman dan kerabat-kerabatnya yang ia promosikan lewat handphone atau BBM.
Seiring berjalannya waktu, Ibu Nurul membuka usahanya dengan menyediakan ruangan tebuka. Agar masyrakat sekitar dapat mengunjungi dan menjadi konsumen dalam usahanya. Tidak hanya keluarga, teman dan kerabat-kerabatnya.
1. PRODUSEN
- Input:
Faktor Produksi Tetap : - Telepon (per bulan) - Listrik (per bulan)
Faktor Produksi Berubah : - Transportasi (ongkos pengiriman barang; 1 kg=12 barang)
- Barang output perusahaan (diapers)
2. KEGIATAN USAHA
- PENJUALANJenis Barang Harga(Rp) M1 M2 M3 JumlahBarang Total(Rp) Diapers Lokal, Ztwo 50.000 3 5 6 12 600.000 Diapers Impor, Babyland 60.000 4 2 3 9 540.000 Diapers Impor, Eco-g 65.000 1 1 4 6 390.000 Diapers Lokal, Pempem 70.000 2 - 3 5 350.000
Dengan Perincian sebagai Berikut.
- Biaya:
Faktor Produksi Tetap : - Telepon Rp. 50.000 per bulan - Listrik Rp. 50.000 per bulan
Faktor Produksi Berubah : - Transportasi (ongkos pengiriman barang) 1 kg=12 barang=Rp. 30.000
- Barang output perusahaan (Diapers Lokal, Ztwo) Rp. 30.000 per buah
Diambil satu sampel untuk menghitung biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh Hana Baby Kid. Jadi, satu jenis produk seharga Rp. 30.000 dengan biaya pengiriman Rp. 2.500, Rp. 3.500, dan Rp. 2.000
Tranportasi
dan Produk Q TFC (Rp)
TVC (Rp)
TC (Rp)
AFC (Rp)
AVC (Rp)
AC (Rp) Rp. 32.500 12 100.000 390.000 490.000 8.333 32.500 40.833 Rp. 33.500 12 100.000 402.000 502.000 8.333 33.500 41.833 Rp. 32.000 12 100.000 384.000 484.000 8.333 32.000 40.333
Jenis Barang (Rp)P Q TFC(Rp) TVC(Rp) (Rp)TC AFC(Rp) AVC(Rp) (Rp)AC
Diapers Lokal, Ztwo 32.500 12 37.500
390.000 427.500 3.125
9 28.125 382.500 410.625 3.125 42.500 45.625 Diapers Impor, Eco-g 45.500
6 18.750 273.000 291.750 3.125 45.500 48.625 Diapers Lokal, Pempem 47.500
5 15.625 237.500 253.125 3.125 47.500 50.625
32 100.000 1.283.000 1.383.000
(TFC diambil dari Total Biaya Tetap (Rp. 100.000) dibagi dengan Total Barang yang terjual (Q=32)
AFC = TFC/Q
AVC = TVC/Q
AC = TC/Q = AFC+AVC
- PENDAPATAN
Keuntungan yang diperoleh Ibu Nurul selama satu bulan dengan empat jenis barang yang berbeda adalah sebagai berikut: (Biaya Tetap diambil dari hasil pembagian total biaya tetap dibagi jumlah seluruh barang yang dibeli/dijual, Rp. 100.000:32= Rp. 3.125,- dikalikan dengan masing-masing barang yang terbeli)
Jenis Barang Harga(Rp) JumlahBarang Total(Rp)
Biaya Diapers Lokal, Ztwo 50.00
0
Diapers Impor, Eco-g 65.00
0 6
390.000 18.750 273.000 98.250
Diapers Lokal, Pempem 70.00
0 5
350.000 15.625 237.500 96.875
TOTAL
1.880.00
0 100.000
1.283.00
Dalam format tabel, laba bersih yang diperoleh dapat dihitung dari biaya yang dikeluarkan. Diambil satu barang untuk tiap jenis barang yang dapat divariasikan dengan tabel hitungan biaya rata-rata (keseluruhan).
Jenis Barang Harga
Diapers Lokal, Ztwo 50.000 30.000 2.500 3.125 35.625 14.375 Diapers Impor, Babyland 60.000 40.000 2.500 3.125 45.625 14.375 Diapers Impor, Eco-g 65.000 43.000 2.500 3.125 48.625 16.375 Diapers Lokal, Pempem 70.000 45.000 2.500 3.125 51.625 18.375
TOTAL 181.500 63.500
Apabila biaya pengiriman naik (marjinal) menjadi Rp. 3.500, maka pendapatan menjadi:
Jenis Barang Jual (Rp)Harga
Biaya Variabel
Diapers Lokal, Ztwo 50.000 30.000 3.500 3.125 36.625 13.375 Diapers Impor, Babyland 60.000 40.000 3.500 3.125 46.625 13.375 Diapers Impor, Eco-g 65.000 43.000 3.500 3.125 49.625 15.375 Diapers Lokal, Pempem 70.000 45.000 3.500 3.125 52.625 17.375
- Pembahasan dan Kesimpulan Usaha
Sebagai distributor barang output dari beberapa perusahaan, Ibu Nurul memiliki hak untuk menaikkan harga atau bahkan menurunkannya. Hal tersebut dapat ditinjau dari perubahan biaya transportasi atau perubahan harga barang asli. Jadi, perubahan biaya pengiriman akan mempengaruhi pendapatannya. Namun sebaliknya, ia juga dapat merubah harga sesuai dengan keinginannya. Yang harus ia prediksikan dengan tingkah laku konsumen terhadap produk yang memikirkan tingkat harga jual.
12. Dengan biaya total input dikalikan dengan jumlah barang sebesar Rp. 427.500. Jadi keuntungan Ibu Nurul dihitung dari hasil penjualan sebesar Rp. 600.000 dikurangi biaya total input sebesar Rp. 427.500 yaitu sebesar Rp. 172.500.
Jika ditinjau dari segi jenis pasar, usaha Ibu Nurul tergolong produsen yang bergerak dalam pasar monopolistik. Ditinjau dari beberapa aspek usaha Ibu Nurul hampir mendekati pasar oligopoli. Sedikitnya produsen diapers di Kota Kendari, membuat usaha Ibu Nurul seakan memonopolikan produk ini. Meski telah ditemukan beberapa produsen yang menjualkan produk barang serupa, namun Ibu Nurul menang tidak kalah bersaing dalam promosi di kalangan ibu-ibu yang memiliki bayi.
3. TEORI YANG RELEVAN
a. Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan (dalam penawaran)
b. Teori Tingkah Laku Konsumen (dalam permintaan dan perubahan harga) c. Teori Biaya Produksi
a. Teori Produksi dan Kegiatan Perusahaan
Pada teori ini Hana BabyKids terus memproduksi (memesan produk) selama konsumen melakukan permintaan (memesan barang). Sehingga tidak ada faktor variabel yang mempengaruhi Hana BabyKids untuk menambah atau mengurangi produksinya (memesan produk). Meskipun ongkos pengiriman barang mengalami perubahan, efek dari perubahan itu akan berdampak pada konsumen yang melakukan permintaan, yaitu harga barang berubah. Dan hal ini biasanya tidak merubah permintaan atas barang yang ditawarkan Hana BabyKids. Sebut saja relatif stabil.
Secara keseluruhan, biaya yang dikeluarkan Hana BabyKids tergantung pada produk yang di pesan. Umumnya Hana BabyKids mengalami keuntungan yang stabil karena tidak ada faktor produksi variabel yang memiliki pengaruh besar terhadap barang jualnya.
Hana BabyKids dapat menimimumkan biaya dengan mencari agen pengiriman yang murah dan memaksimumkan keuntungannya dengan cara menaikkan harga, syaratnya harga tidak terlalu mahal (selisih harga beli dan harga jual) dan ditangkap wajar oleh masyarakat.
b. Teori Tingkah Laku Konsumen
Sedikit menyinggung tentang teori permintaan, yaitu makin rendah harga suatu barang, makin banyak permintaan ke atas barang tersebut; sebaliknya makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit permintaan ke atas barang tersebut. Bahkan beberapa akan mencari subtitusinya.
Untuk itu, Ibu Nurul dalam menawarkan barang jualnya, mengukur tingkat harga yang pas atas barang yang akan ia tawarkan.
Diambil satu jenis produk sebagai contoh tolak ukurnya. Diapers lokal Ztwo dengan harga awal Rp. 30.000 dan ongkos kirim Rp. 2.500/barang (belum termasuk biaya tetap)
Keadaan Harga(Rp)
A 60.000 4 240000 32500 130000 110000
B 55.000 11 605000 32500 357500 247500
D 45.000 21 945000 32500 682500 262500
E 40.000 26 1040000 32500 845000 195000
Dengan mengukur tingkat daya beli konsumen terhadap Diapers Lokal Ztwo, konsumen cenderung membeli banyak pada harga Rp. 50.000,-. Sehingga Hana BabyKids mengambil keadaan C sebagai keadaan yang paling menguntungkan untuk berproduksi (berjualan).
Apabila terjadi perubahan harga, bisa saja konsumen menurunkan daya belinya. Hal ini diacu oleh barang subtitusi yang serupa dengan barang yang diminta, yaitu jenis barang lainnya. Dalam fakta, produk impor Babyland lebih diminati oleh kebanyakan ibu-ibu karena motifnya bagus berbahan kain licin dan modelnya standar. Namun apabila harga naik, konsumen beralih pada produk lokal Ztwo yang lebih murah meski berbahan kain parasit atau plastik (kepuasan rendah).
Dalam contoh grafik, dapat dilihat keadaan pasar Hana BabyKids apabila terjadi elastisitas harga.
Awalnya Ibu Nurul menawarkan barangnya seharga Rp. 60.000,- dan konsumen membelinya sebanyak 24 buah dalam hitungan satu bulan. Ibu Nurul menaikkan harganya sebesar Rp. 80.000,- per barang. Sehingga barang tersebut hanya laku terjual 14 buah dalam hitungan satu bulan. Harga yang naik ini mengurangi permintaan dari 24 ke 14.
Dibandingkan besarnya kotak pada titik C dengan kotak titik B jelas kelihatan bahwa kotak titik B adalah yang paling besar. Berarti hasil penjualan pada garis lurus titik B lebih besar sewaktu harga garis titik A.
Keadaan tersebut menunjukkan bahwa oleh karena permintaan atas barang tersebut adalah elastis. Karena penjualan awal lebih menguntungkan dari penjualan kedua.
c. Teori Biaya Produksi
1. Biaya Total (keseluruhan)
Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan Hana BabyKids dalam kegiatan usahanya. Dihitung dari total biaya berubah (variabel) ditambah dengan total biaya tetap.
TC = TFC+TVC
Dan total biaya yang dikeluarkan Hana BabyKids selama satu bulan sebesar Rp. 1.383.000,- dengan pendapatan kotor sebesar Rp. 1.880.000,- dan pendapatan bersih sebesar Rp. 497.000,-.
2. Biaya Tetap Total
Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya. Hana BabyKids menghabiskan biaya sebesar Rp. 100.000 untuk jangka waktu satu bulan.
3. Biaya Berubah Total
Yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan Hana BabyKids untuk memperoleh faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Dan totalnya sebesar Rp.
1.283.000,-4. Biaya Tetap Rata-rata
Yaitu biaya tetap untuk memproduksi (mendistribusikan) barang yang dibagi dengan jumlah barang yang terjual (yang dipesan). Biayanya sebesar Rp.
3.125,-AFC = TFC/Q
5. Biaya Berubah Rata-rata
Yaitu biaya variabel untuk memproduksi (mendistribusikan) barang yang dibagi dengan jumlah barang yang terjual (yang dipesan). Besarnya biaya tergantung jenis barang yang ditawarkan. Jika dijumlahkan seluruhnya sebesar Rp.
6. Biaya Total Rata-rata
Yaitu biaya total keseluruhan yang dikeluarkan oleh Hana BabyKids untuk memproduksi (mendistribusikan) barang dibagi dengan jumlah barang yang terjual. Ditotalkan sebesar Rp.
180.500,-AC = TC/Q atau 180.500,-AC = AFC+AVC
7. Biaya Marjinal
Yaitu biaya yang dikeluarkan pada saat tarif pengiriman barang naik. Apabila tarifnya naik menjadi Rp. 3500,- per barang maka biaya variabelpun bertambah. Hal ini dapat menarik Hana BabyKids untuk menaikkan harga jualnya.
MCn = TCn – TCn-1
d. Penentuan Struktur Pasar
Ibu Nurul menghasilkan distribusi barang yang standar di mata masyarakat (konsumen) sehingga kekuasaan menentukan harga terkadang dipegang olehnya. Namun ada saatnya Ibu Nurul menurunkan harga disebabkan oleh perilaku konsumen yang beralih pembelian produk. Sehingga kekuasaan tersebut ada kalanya lemah dan ada pula kalanya sangat tangguh.
Hana BabyKids merupakan satu dari beberapa distributor diapers di Kota Kendari. Sehingga Ibu Nurul harus mempertimbangkan daya beli masyarakat Kota Kendari terhadap barangnya. Baik menurut selera dan kebutuhannya. Maka perlu diadakan promosi iklan atau semacamnya.
Ibu Nurul mempromosikannya lewat BlackBerry Messanger dan jaringan sosial Facebook. Dengan tujuan menarik pembeli dengan gambar-gambar yang ditawarkannya.
Ditinjau dari aspek berikut: 1. Ketentuan Harga
Sepenuhnya ditentukan oleh penjual dengan melihat tingkah laku konsumen atas barang ini dan beberapa penjual lainnya yang memasarkan barang yang serupa. Namun pada kenyataannya hal ini bersifat OLIGOPOLI bahkan hampir MONOPOLI. 2. Hambatan Keluar-Masuk Pasar
Ditinjau dari segi ini Ibu Nurul memiliki kemudahan dalam masuk ataupun keluar pasar. Dengan bermodalkan jaringan sosial dan ketekunan promosi siapa saja bisa memulai usaha ini. Disimpulkan PERSAINGAN SEMPURNA.
3. Jenis Barang
Barang ini bersifat heterogen yaitu memiliki corak yang berbeda jenis. Sehingga pembeli bisa memilih barang yang disukainya. Barang ini memiliki subtitusi jika pembeli merasa kurang puas atau tidak sesuai dengan seleranya. Disimpulkan MONOPOLISTIK.
4. Pengetahuan Pembeli
Pengetahuan pembeli atas barang ini tidak begitu mendetail atau sempurna. Disebabkan oleh variasi barang dan barang ditawarkan tidak sebanyak di pasar persaingan sempurna. Disimpulkan OLIGOPOLI.
5. Hal-hal yang Berkaitan dengan Barang Ini.
Bersifat umum. Tidak ada hak paten, intervensi pemerintah tidak begitu menentukan. Ada barang pengganti yang mirip. Perlu iklan. MONOPOLISTIK.
Jadi disimpulkan Ibu Nurul berada pada pasar MONOPOLISTIK yang berciri: 1. Produk terdiferensiasi
2. Jumlah produsen banyak (merek) 3. Mudah masuk dan keluar pasar 4. Promosi iklan dibutuhkan.
Secara grafik dapat dilihat keadaan biaya yang ditanggung terhadap pendapatan rata-rata.
Kembali pada pendapatan, Ibu Nurul mengalami keuntungan dalam kegiatan usahanya sebagai distributor. Yaitu pada saat biaya rata-rata tidak lebih dari harga jual terhadap konsumen. Dimana kurva AC berada di bawah titik ekuilibrium.
Pada grafik di atas, Ibu Nurul tidak menggambarkan perilaku distributor lainnya. Melihat keadaan distribusi diapers ramah lingkungan di Kota Kendari relatif tidak terlihat. Sehingga Ibu Nurul memonopolikan barangnya dalam sisi penguasaan penentuan harga.
KESIMPULAN AKHIR
Secara keseluruhan Ibu Nurul dalam usahanya Hana BabyKids memperoleh keuntungan yang stabil. Di sisi lain Ibu Nurul mengeluarkan biaya yang cukup besar dan menerima keuntungan yang besar pula. Dimana biaya tidak lebih banyak dari keuntungan yang diperolehnya.
Dengan bersaing dengan penjual lainnya, Ibu Nurul cukup memiliki pembeli yang
banyak. Di pasar Monopolistik ini usaha Ibu Nurul berjalan lancar.