KONDISI TERNAK POTONG DI INDONESIA
DITINJAU DARI ASPEK PENGARUH LINGKUNGAN
MAGISTER ILMU TERNAK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Tenaga Kerja
Pupuk padat dan cair
Biogas
POTENSI TERNAK POTONG DI INDONESIA
PERKEMBANGAN POPULASI TERNAK
Populasi Ternak Besar (000 Ekor)
Populasi Ternak Kecil (000 Ekor)
Sumber: Statistika Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2016
LINGKUNGAN YANG NYAMAN UNTUK
PRODUKTIVITAS TERNAK POTONG
IKLIM SAPI KAMBING SUMBER
SUHU UDARA (0C) 27-34 * 18-30 ** *(Yulianto dan Saparito 2010
sitasi Fajar dan Isroli, 2015) **Widodo (2015)
KELEMBABAN UDARA (%) 60-80 * 60-70 ** *Sda, **Nugroho, 2012
TEMPERATURE HUMIDITY INDEX 69-74 < 72 BQA, 2014
ZONA NILAI THI
ZONA PUTIH 69-74 (Normal)
ZONA KUNING
CERAH 75-78 (Stress Ringan)
ZONA ZONA KUNING
GELAP 79-83 (Stress Sedang)
ZONA MERAH 89-97 (Stress Berat)
Nilai THI (Temperature Humidity Index) untuk sapi potong dibagi dalam 4 zona:
RESPON FISIOLOGIS TERNAK POTONG
TERHADAP LINGKUNGAN
RESPON FISIOLOGIS SAPI KAMBING SUMBER
SUHU REKTAL (0C) 38-39,5 * 38,7 * *Yusuf, 2007 sitasi Pramono,
2014
FREKUENSI PERNAPASAN
(kali/menit) 10-30 36-80 38,67
70-80 * Nofita, 2008, Frandson, 1992, Fajar & Isroli, 2015.
BAGAIMANA CARA MENGATASI CEKAMAN PANAS
PADA TERNAK
Peningkatkan proporsi konsentrat dalam ransum
Pemberian agen defaunasi mengandung tanin
Penambahan lemak dalam ransum
Penambahan minyak ikan lemuru dalam ransum
Suplementasi Cr-organik
UPAYA MENEKAN PANAS YANG BERASAL DARI LUAR
TUBUH TERNAK
UPAYA MENEKAN PANAS HASIL FERMENTASI PAKAN DAN METABOLISME
KETERSEDIAAN PAKAN BAGI TERNAK POTONG
DI INDONESIA
KUANTITAS KUALITAS
KONTINUITAS FAKTOR IKLIM
MUSIM HUJAN (Oktober-April) MUSIM KEMARAU Mei-September)
PAKAN
Ketersediaan pakan hasil hasil pertanian dan perkebunan di Pulau Jawa dibagi menjadi 3 periode : I (Januari-April), II (Mei-Agustus), III (September-Desember) Panen periode I dan III berada pada musim hujan, periode II berada pada saat musim kemarau.
POTENSI HASIL SISA TANAMAN PERTANIAN DAN
PERKEBUNAN
Khusus Provinsi Jawa Tengah, yang terdiri dari 29 kabupaten dan 6
kota madya memiliki potensi luas tanaman perkebunan seperti
kakao
seluas 6.545,96 ha
,
perkebunan tebu 60.444,03 ha, teh seluas
4.884,57 ha
dan tanaman perkebunan lainya. Potensi tanaman
pangan seperti jagung memikili luas panen, produksi dan
produktivitas secara berurutan
542.804 area/ha; 3.212.349 ton;
59,18 ku/ha
. Sedangkan, tanaman padi memiliki luas panen,
produksi dan produktivitas secara berurutan
1.875.793 area/ha;
KESIMPULAN
• Ternak potong sangat berpotensi untuk keperluan tenaga kerja, menghasilkan produk
daging, limbah diolah jadi pupuk. Populasi terbanyak ternak ruminansia besar, sapi potong sebesar 16.092.561 ekor dan ruminansia kecil, kambing sebanyak 19.608.181 ekor.
• Faktor lingkungan mikro (berpengaruh langsung) terhadap produktivitas ternak potong
adalah suhu udara, temperatur, kelembaban serta memiliki respon fisiologis yang beragam. Umumnya ternak potong tumbuh optimal didaerah kisaran suhu 10-270C.
• Upaya mengatasi cekaman panas dari dalam tubuh ternak (fermentasi pakan dan
metabolisme tubuh) agar konsumsi pakan tetap seimbang adalah manipulasi ransum.
• Ketersediaan pakan di Indonesia melimpah pada musim penghujan dan krisis pada musim
kemarau. Upaya untuk mengatasi kekurangan pakan tersebut adalah melakukan konservasi pakan seperti pemanfaatan teknologi pakan berupan