• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan kebijakan politik luar nege

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perbandingan kebijakan politik luar nege"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN KEBIJAKAN POLITIK LUAR NEGERI AS

PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE W.BUSH DENGAN

PEMERINTAHAN BARACK OBAMA

TERHADAP PENGEMBANGAN PROGRAM NUKLIR KOREA UTARA

A. Latar Belakang

Amerika Serikat merupakan pusat dari sistem unipolar yang berlaku di

dunia. Hal ini merupakan kenyataan yang membuat seluruh dunia selalu menaruh

perhatian lebih terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan yang dilakukan

pemerintah negara ini. Amerika Serikat sebagai sebuah negara dengan kekuatan

militer dan ekonomi yang mengendalikan dunia, menjadikan kebijakan yang

dipilih oleh Amerika Serikat akan berpengaruh pada pada negara-negara lainnya

baik itu negara sekutunya ataupun musuh-musuh lainnya. Seiring waktu berjalan

terjadi perubahan cara pandang policy makers dari Amerika Serikat dalam memilih kebijakan pertahanan dan keamanannya1

Isu krisis di kawasan Asia Timur merupakan bahan pembicaraan utama

yang ramai dibicarakan oleh masyarakat internasional. Krisis yang terjadi di

kawasan Asia Timur merupakan krisis klasik. Dari berbagai krisis yang terjadi,

krisis yang saat ini masih menjadi isu sentral di kawasan Asia Timur adalah

program nuklir Korea Utara2

1 Michael H. Hard, seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, terdapat di

http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/iptek/100/Machiavelli.html, di akses pada tanggal 3 desember 2012

(2)

Keterkaitan AS pada masa pemerintahan George W.Bush dengan

Pemerintahan Barack Obama di mulai ketika Korea Utara Melakukan invasi

terhadap Korea Selatan. AS berkali-kali berusaha menghentikannya dengan

menggunakan senjata nuklir. Buntunya penyelesaian Perang Korea merupakan suatu

isu sepanjang pemilihan Presiden AS tahun 19523

Program nuklir Korea Utara dimulai pada tahun 1956 ketika sebuah perjanjian

dengan Uni Soviet dalam kerjasama penggunaan damai energi nuklir ditandatangani.

Dalam perjanjian ini, Korea Utara mulai mengirim para ilmuwan dan teknisi ke Uni

Soviet untuk mendapatkan pelatihan dalam program Moscow yang bertujuan untuk

melatih para ilmuwan dari Negara komunis lain. Sebagian besar generasi pertama

ilmuwan nuklir Korea Utara dilatih dalam program ini. Namun teknologi yang

dimiliki mereka tidak cukup maju untuk memproduksi senjata nuklir tanpa bantuan

dari Negara - negara lain4

Korea Utara berusaha untuk mengembangkan nuklir. Program nuklir yangdilakukan

Korea Utara pada masa ini memiliki tujuan:5 a) Meningkatkan kekuatan untuk

mencapai posisi setara dengan Korea Selatan; b) Menambah kewibawaan dan

pengaruh Korea Utara dalam hubungan antar Negara di dunia; c) Digunakan sebagai

sarana pemerasan agar mendapatkan keuntungan dari Korea Selatan; d) Sebagai

strategi penyeimbang terhadap persenjataan Korea Selatan.

Sementara itu alasan politis Korea Utara lebih dilandasi kepentingan untuk

menaikan posisi tawar (bargaining position) Korea Utara di tingkat internasional. Ini

berkaitan dengan sikap komunitas internasional yang berusaha mengasingkan dan

3 Alfina Farmaritia Wicahyani, FISIP UI, 2010, ( pdf )Pengembangan Senjata Nuklir Korea Utara dan Kondisi Keamanan Regional Asia Timur, di akses pada tanggal 3 desember 2012

4 Ibid

(3)

bersikap keras terhadap Korea Utara. Senjata nuklir akan digunakan untuk menekan

komunitas internasional agar melibatkan Korea Utara di dalam percaturan global.

Selain juga untuk memajukan kepentingan-kepentingan Korea Utara seperti,

mencabut sanksi keuangan internasional yang diterimanya6

Politik Luar Negeri suatu negara dipastikan mengarah kepada promosi

kepentingan nasional suatu negara termasuk juga negara Amerika Serikat.

Tindakan-tindakan Amerika Serikat ini tercermin dari serangkaian kebijakan luar

negeri Amerika Serikat terkait kompetisi ekonomi memperkuat pertahanan di

perbatasan negara-negara, mewujudkan perdamaian, kebebasan, dan upaya

perluasan ideologi demokrasi. Namun pada dasarnya politik luar negeri tidak

pernah pernah bersifat tetap, politik luar negeri harus merespon dan merumuskan

kebijakan sesuai dengan kepentingan nasional dan peluang dalam hubungan

internasional7

Beberapa aktor yang memegang peranan penting dalam kebijakan luar

negeri amerika serikat yaitu :8

1. Presiden berperan sebagai penyelenggara politik luar negeri melalui

departemen luar negeri dan menunjuk dan memberhentikan duta besar (atas

persetujuan kongres)

2. Kongres berperan dalam menunjuk duta besar dan menyetujui ataupun

meratifikasi pembuatan kebijakan yang di buat oleh presiden.

6 Ibid

7 Miriam Budiardjo, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal 54

(4)

3. Senat dan house of representative berperan dalam mengeluarkan resolusi

ataupun menolaknya

4. Departemen berperan dalam penyelenggaraan secara administrative politik

luar negeri Amerika Serikat.

Institusi Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Dalam pembuatan

kebijakan luar negeri amerika serikat terdapat institusi pemerintahan yang

memegang peranan penting yaitu :9

1. Department of State

2. Department of Defense

3. National Security Council

4. Central Intelligence Agency

Secara umum berbagai arah kebijakan luar negri Amerika Serikat di tujuan

nasionalnya yaitu memantapkan diri di dunia sebagai polisi dunia, dominasi

sumber daya alam, orientasi ekonomi, penyebaran ideology liberalism dan

demokrasi, keamanan nasional dan pemberantasan terrorisme, dan mewujudkan

tatanan dunia baru. Dalam format politik internasional Amerika Serikat terdapat

dua pilar paling mengemuka yang dijadikan kebijakan pokok negara adidaya itu

adalah demokratisasi (termasuk HAM) dan liberalisme ekonomi dunia10

Arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dulunya di bawah

Presiden George W. Bush sangat kental dengan unsur-unsur militeristik, kini di

bawah pemerintahan Presiden Barack Obama mulai bergeser kepada isu-isu yang

lebih bersifat multilateralisme. Arah kebijakan luar negeri AS yang sebelumnya

9 Ibid

(5)

berada di bawah pemerintahan George W. Bush sangat menonjolkan penerapan

instrumen militer ataupun isu-isu keamanan dalam kebijakan-kebijakan politik

luar negerinya11

Sementara AS di bawah Presiden Barack Obama terlihat mulai menggeser

arah kebijakan politik luar negerinya dari unsur-unsur militeristik ke arah isu-isu

multilateralisme dalam menjalin hubungan luar negeri AS dengan negara-negara

lainnya di dunia. Presiden Obama perlahan-lahan mulai membuka jalinan

hubungan baik dengan dunia muslim, peningkatan kerjasama ekonomi,

pendidikan, sosial dan budaya. Amerika Serikat mulai mengembangkan upaya

kerjasama di segala bidang dalam menjalin hubungan luar negerinya dengan

negara-negara lain setelah sempat sebelumnya mendapatkan cap yang amat buruk

di mata internasional akibat agresinya di tahun 2003. Namun, meskipun demikian,

yang perlu dicatat adalah, arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah

kepemimpinan Barack Obama bergeser, bukan beralih. Bergeser dalam artian,

militeristik bukan lagi menjadi fokus utama dalam arah kebijakan luar negeri

Amerika Serikat. Isu-isu lain di luar isu tersebut kini juga menjadi fokus dalam

hubungan luar negeri AS12

B. Batasan dan Rumusan Masalah

11 Pergeseran Arah Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat: Kepemimpinan George W. Bush vs Kepemimpinan Barack Obama, terdapat di

http://annisamardiana.wordpress.com/2012/11/10/pergeseran-arah-kebijakan-luar-negeri-amerika-serikat-kepemimpinan-george-w-bush-vs-kepemimpinan-barack-obama/, diakses pada tanggal 9 desember 2012

(6)

Dari pembahasan yang penulis telah uraikan pada latar belakang masalah,

maka penulis membatasi masalah pada masa pemerintahan George W.Bush

dengan Pemerintahan Barack Obama terhadap pengembangan program nuklir

Korea Utara, serta merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian,

sebagai berikut:

1. Bagaimana Perbandingan Kebijakan Luar Negeri AS pada masa George

W.Bush dengan Pemerintahan Barack Obama terhadap Pengembangan

Program Nuklir Korea Utara?

2. Mengapa Korea Utara begitu bersikeras pada pengembangan senjata

nuklir?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan politik luar

negeri AS pada masa pemerintahan George W.Bush dengan Pemerintahan

Barack Obama terhadap Pengembangan Program Nuklir Korea Utara serta

untuk mengetahui mengapa Korea Utara Bersikeras pada pengembangan

Senjata nuklirnya.

2. Manfaat Penelitian

Adapun tulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi

semua elemen dan orang-orang yang memiliki kepentingan ataupun yang

(7)

dapat dijadikan sebagai salah satu bahan referensi. Secara khususnya

tulisan ini diharapkan bermanfaat sebagai berikut:

a. Kegunaan Akademik

Diharapkan dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan

informasi bagi para mahasiswa Hubungan Internasional pada khususnya

dan pemerhati masalah-masalah internasional pada umumnya mengenai

kajian wilayah Asia Timur, khususnya mengenai Perbandingan

Kebijakan Politik Luar Negeri AS pada masa pemerintahan George

W.Bush dengan Pemerintahan Barack Obama Terhadap Pengembangan

Program Nuklir Korea Utara. b. Kegunaan Praktis

Diharapkan sebagai bahan pertimbangan bagi penentu kebijakan

(pemerintah) dalam membuat kebijakan menyangkut pengembangan

program nuklir Korea Utara.

D. Kerangka Konseptual

Untuk menunjang objektivitas penelitian, maka penulis menggunakan

beberapa konsep atau teori yang terkait dengan permasalahan yaitu sebagai

berikut:

1. Konsep Diplomasi

Diplomasi adalah metode yang di ambil oleh para aktor dalam

usahanya mencapai perdamaian, seperti yang di uangkapkan oleh Kautilya,

(8)

utama diplomasi sebagai pengaman kepentingan Negara, yakni

pemeliharaan keamanan13

Indikatornya, membandingkan kebijakan Politik Luar Negeri Pada

Masa Pemerintahan George W.Bush dengan Pemerintahan Barack Obama.

pada masa pemerintahan George W.Bush:

AS lebih berkonsentrasi untuk mengupayakan diplomasi track one pada jalur multilateral. Pendekatan secara multilateral akan lebih tepat dan efektif dari pada pembicaraan bilateral antara AS dan Korea Utara baik secara langsung maupun tidak langsung14

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis

penelitian yang bersifat Komperatif yang merupakan perbandingan

kebijakan politik Luar Negeri AS pada masa Pemerintahan George

W.Bush dengan Pemerintahan Barack Obama terhadap Pengembangan

Program Nuklir Korea Utara. 2. Jenis Data

13 R Aditia Harisasongko, Alumnus Program S1 Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Diplomasi Amerika Serikat Terhadap Korea Utara Upaya Menyelesaikan Krisis Nuklir di Semenanjung Korea (1994-2007) Hal 198

14 R Aditia Harisasongko, Hal 205

15 Dua Tugas Utama Obama dalam Kebijakannya Terhadap Korea, terdapat di

(9)

Jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data

sekunder yaitu berasal dari buku atau literature, artikel, situs – situs resmi

mengenai kedua Negara tersebut dan situs – situs resmi yang berkaitan

dengan pokok bahasan dalam penelitian ini 3. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitan ini, peneliti melakukan pencarian dan

pengumpulan data melalui penelusuran informasi dari internet dan

kepustakaan ( library Research ) berupa buku – buku ilmiah yang

berhubungan dengan pokok bahasan sehingga sangat membantu dalam

proses penyelesaian. 4. Teknik Analisis Data

Hasil dari pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik analisis

data Kuantitatif dengan mengabungkan data yang satu dengan yang

lainnya dan memiliki hubungan keterkaitan yang dianggap mendukung

permasalahan yang diteliti. 5. Definisi Operasional

Uji coba nuklir Korea Utara pada 9 Oktober 2006 membongkar

kembali ingatan dunia internasional akan uji coba nuklir yang di lakukan

oleh Negara – Negara pemilik senjata nuklir sebelumnya. Permasalahan

senjata nuklir dalam diplomasi keamanan pada masa pemerintahan

George W. bush menyatakan AS lebih mengupayakan diplomasi track one

pada jalur multilateral sedangkan pada masa pemerintahan Barack Obama

menyatakan akan lebih menekankan negosiasi terhadap isu nuklir korea

utara.

(10)

Penelitian ini terdiri dari 1 Bab, dimana pembahasan masing-masing bab

akan menjelaskan dan menjabarkan secara rinci mengenai permasalahan yang

terjadi sehingga nantinya akan didapatkan hasil penelitian yang ilmiah dan

sistematis. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Dalam Bab akan diuraikan tentang latar belakang, batasan dan rumusan

masalah, tujuan dan manfaat penelitian, landasan teori dan konsep, metode

penelitian dan sistematika penulisan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Dalam Bab ini dibahas tentang konsep-konsep ataupun teori-teori yang

digunakan dalam penulisan, yakni konsep yang berisi studi perbandingan dimana

masalah yang diangkat dalam penelitian ini akan diperbandingan dangan

penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya.

Bab III Pembahasan

Bab ini disebut sebagai gambaran Umum penelitian yang mana berisi

pemaparan tentang objek penelitian mengenai sejarah kuil Preah Vihear yang

penulis bahas.

Bab IV Analisis

Bab ini merupakan hasil pembahasan dari permasalahan yang penulis

(11)

Bab V Penutup

Merupakan Bab penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran yang berisi

inti hasil penelitian dan saran-saran dari penulis berdasarkan pada hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

(12)

Budiardjo, Miriam, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Harisasongko, R Aditia, Diplomasi Amerika Serikat Terhadap Korea Utara Upaya Menyelesaikan Krisis Nuklir di Semenanjung Korea (1994-2007), Alumnus Program S1 Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga,

Jurnal dan Media Internet

Dua Tugas Utama Obama dalam Kebijakannya Terhadap Korea, terdapat di

http://world.kbs.co.kr/indonesian/news/news_issue_detail.htm?

No=14130&id=issue, Diakses pada tanggal 20 November 2012

Luar Negeri Amerika Pasca Tragedi WTC, terdapat di

http:

//farid1924.wordpress.com/2008/04/15/politik-luar-negeri-amerika-pasca-%E2%80%98tragedi-wtc%E2%80%99/ di akses pada tanggal 9

desember 2012

Pengaruh Persaingan Amerika Serikat–RRC Dalam Krisis Semenanjung Korea

( Draff Proposal ) media Internet di Akses pada tanggal 9 desember 2012

Pergeseran Arah Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat: Kepemimpinan George W. Bush vs Kepemimpinan Barack Obama, terdapat di

http://annisamardiana.wordpress.com/2012/11/10/pergeseran-arah-

kebijakan-luar-negeri-amerika-serikat-kepemimpinan-george-w-bush-vs-kepemimpinan-barack-obama/, diakses pada tanggal 9 desember 2012

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, terdapat di

http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/iptek/100/Machiavelli.html, di akses pada tanggal 3 desember 2012

(13)

Referensi

Dokumen terkait