Pe nga nt a r Te k nologi I nfor m a si
Da t a & I nform a si
Cont ent
St rukt ur Dat a
Konsep Dasar, Tipe Dat a, Konst ant a dan Variabel
Fundament al Dat abase
Pengert ian, Redudansi , Lat ar Belakang, M odel
Dat a M ining
Konsep dasar st r ukt ur dat a
St rukt ur adalah cara sesuat u disusun at au dibangun;
susunan; bangunan
Dat a adalah represent asi dari fakt a dunia nyat a/
cat at an at as kumpulan fakt a
St rukt ur Dat a adalah cara menyimpan at au
Konsep dasar st r ukt ur dat a
Pemakaian st rukt ur dat a yang t epat di dalam
proses pemrograman akan menghasilkan
algorit ma yang lebih jelas dan t epat , sehingga
menjadikan program secara keseluruhan
Tipe Dat a
TIPE DATA
Himpunan Nilai
Himpunan operasi yang diperkenankan t erhadap
nilai-nilai t ersebut
TIPE DATA ATOM IK
Tipe dat a yang t ak bisa diuraikan lagi
Cont oh: INTEGER, CHAR, ..
TIPE DATA M AJEM UK
Tipe dat a yang masih bisa diuraikan ke dalam sat u at au
beberapa t ipe at omik
Tipe Dat a
Tipe Dat a
Konst ant a dan Var iabel
Variabel adalah suat u t empat unt uk menampung
dat a yang nilainya selalu berubah.
Konst ant a adalah suat u t empat unt uk menampung
dat a yang nilainya selalu t et ap dan t idak pernah
Cont ent Fundament al Dat abase
Fundament al dat abase
Pengert ian Basis Dat a
Pengert ian Redudansi
Lat ar Belakang Basis Dat a
Penger t ian Basis Dat a
Silberschatz, dkk (2002)
, mendefinisikan basis dat a
sebagai
kumpulan dat a
berisi informasi yang sesuai
unt uk sebuah perusahaan.
Penger t ian Basis Dat a
Ramakrishnan dan Gehrke (2003)
, menyat akan
basis dat a sebagai kumpulan dat a, umumnya
mendiskripsikan akt ivit as sat u organisasi at au lebih
yang berhubungan.
M isalnya, basis dat a universit as mungkin berisi
informasi mengenai hal berikut :
Hubungan ant ar akt ivit as sepert i regist rasi mahasisw a
Penger t ian Basis Dat a
Definisi
Basis Data
Stephens dan Plew ;2000 -Menyimpan Informasi dan data
Silberschatz, dkk (2002),
-Kumpulan data berupa Informasi
Mc Leod, dkk (2001), - kumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer
Ramakrishnan dan Gehrke (2003)
Penger t ian Basis Dat a
Kesimpulan Pengertian Basis Data:
Basis dat a didefinisikan sebagai
sekumpulan
dat a yang saling berhubungan
,
disimpan
dengan minimum redundansi (pengulangan)
unt uk melayani banyak aplikasi secara
opt imal
dengan t ujuan memudahkan dan
mempercepat pengambilan kembali
Penger t ian Redudansi
Pengertian redundansi pada basis data
1. Penyimpanan data yang sama secara berulang
NIM KODE_MK SKS NILAI
A10 MK_01 3 A
Penger t ian Redudansi
17
Redundansi
Duplikasi data
NIM KODE_MK NILAI
A10 MK_01 A
A10 MK_02 B
A11 MK_01 A
A12 MK_01 A
A12 MK_02 B
A12 MK_03 B
Duplikasi terjadi karena penulisan KODE_MK untuk MK_01 dan MK_02, yang berturut-turut diulang
Penger t ian Redudansi
2. Penyimpanan data yang dapat diperoleh dari data lain
NIM NIP_W ALI NIP_W ALI NAM A_W ALI
A10 ADN_011 ADN_011 M AX
A11 AND_012 AND_012 ROBERT
NAM A_W ALI TELP_W ALI NIM TELP_W ALI
M AX (024)001 A10 (024)001
ROBERT (024)002 A11 (024)002
Tabel a) Tabel b)
Penger t ian Redudansi
19
2. Penyimpanan data yang dapat diperoleh dari data lain
Penger t ian Redudansi
3. Data yg sama disimpan dalam banyak table yg berbeda
Nim Nama_M hs Kd_M K Nm_M K SKS A10 M AX M K_01 Pancasila 2 A11 ROBERT M K_02 Agama 2
Tabel M ahasiswa Tabel M atakuliah
Nim Nama_M hs Kd_M K Nm_M K SKS Nilai A10 M AX Pancasila 2 M K_01 A A11 ROBERT Agama 2 M K_02 B
Penger t ian Redudansi
21
3. Data yg sama disimpan dalam banyak table yg berbeda
Dengan mengamati ke tiga table diatas, terdapat
Lat ar Belakang Basis Dat a
Pemrosesan dat a diperlukan unt uk mengolah dat a
menjadi informasi.
Int egrasi dat a dapat menjadikan informasi menjadi
lengkap (ut uh) dan relevan
Sebelum dit erapkannya Basis Dat a, pekerjaan
pemrosesan dat a dilakukan secara t erpisah oleh
bagian t erkait (pemrosesan file t radisional)
Lat ar Belakang Basis Dat a
Pemrosesan dat a yang dilakukan secara t radisional,
memiliki ket erbat asan meliput i:
1.
Dat a menjadi t erpisah dan t erisolasi
2.
M unculnya redundansi dat a
3.
Berpot ensi t erjadinya inkonsist ensi dat a
4.
M unculnya dat a yang membingungkan (
dat a
confusion
)
5.
Program aplikasi t ergant ung pada format file
Lat ar Belakang Basis Dat a
Dengan ket erbat asan-ket erbat asan t ersebut ,
pemrosesan file t radisional kurang mempunyai
keluw esan dan t idak mendukung pemakaian dat a
bersama (
dat a sharing
).
Hal ini menyebabkan t idak dapat dilakukannya
pert ukaran dat a dan sering t erjadi at au t erpaksa
harus dilakukan penget ikan ulang dat a dari sat u
aplikasi ke aplikasi yang lain.
Lat ar Belakang Basis Dat a
25
Kesimpulan Alasan M enggunakan Basis Data
Kita dapat memperoleh/ menemukan kembali data
dengan mudah dan cepat
Di dalam penggunaan basis data, terdapat suatu tempat
penyimpanan data tunggal yang dikelola
Data tersebut didefinisikan sekali dan kemudian
diakses oleh bermacam pengguna dan aplikasi
Penggunaan basis data memberikan sejumlah
Model Basis Dat a
Ada banyak cara untuk memodelkan struktur
basis data: dikenal sebagai model basis data
atau model data
Beberapa Jenis M odel Data :
1. Model data File datar ( Flat-file data model )
2. Model data Hirarki ( Hierarchichal data model ) 3. Model data Jaringan ( Network data model )
4. Model data Relasional ( Relational data model ) 5. Model data Keterhubungan Entitas ( Entity
Relationship data model )
Model Basis Dat a
1. M odel data File datar ( Flat-file data model )
a.
Sebuah flat-file database adalah database yang
hanya memiliki sebuah tabel.
b.
Fields-nya memiliki panjang konstan atau
panjang bervariasi yang dipisahkan dengan
beberapa karakter (delimeter).
c.
Sebuah field digunakan sebagai key field (atau
Model Basis Dat a
Contoh 1, Flat-file M odel Data
Tabel kartu nama yang diindex
Model Basis Dat a
Contoh 2, Flat-file M odel Data
1234 5 67890123456789012345 6 78901234567890123
0123 Mulyono Progdi TI-S1
1234 Arifin Progdi TI-S1
2345 Tyas Catur P. Progdi TI-S1
3456 Ifan Riska Progdi TI-S1
4567 Ayu Pertiwi Progdi TI-S1
Model Basis Dat a
Contoh 3, Flat-file M odel Data
Model data flat-file dengan panjang fields-nya bervariasi
0123: Mulyono: Progdi TI-S1
Model Basis Dat a
Kelemahan model data flat-file:
Flat -file t idak menggunakan st rukt ur dat a yang
dengan mudah dapat direlasikan
Sulit unt uk mengat ur dat a secara efisien dan
menjamin akurasi
Model Basis Dat a
2. M odel data Hirarki ( Hierarchichal data model )
a. Model mengikuti pola hirarki pada suatu organisasi
atau suatu keluarga, dimana terdapat rekaman data yang berfungsi sebagai “ bapak” (parent-record) ada yang berfungsi sebagai “ anak” (child-record), atau sebagai “ pimpinan’ dan “ anak-buah” .
b. Dalam model ini seorang “ bapak” bisa memiliki lebih
dari satu “ anak” tetapi seorang “ anak” hanya boleh memiliki satu “ bapak”
c. sekumpulan record yang dihubungkan satu sama lain
melalui link
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Contoh 3: Hirarki M odel Data
Contoh basis-data yang menggambar kan rencana studi mahasiswa dimana seorang mahasiswa boleh mengambil beberapa matakuliah
Pada model diatas tidak direpresentasikan bahwa satu matakuliah diambil oleh beberapa mahasiswa, karena berarti menyalahi
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Keunggulan Hirarki Model Data
Keunggulan dari model ini terletak pada keteraturan
struktur yang ditunjukkannya dan sangat cocok
diterapkan pada sebuah sistem/persoalan yang
keterkaitan antara objek-objek di dalamnya mengikuti
struktur hirarkis tertentu
Kelemahan
:
Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis
data
Terjadi redudansi data, karena tidak mendukung
Model Basis Dat a
Pengembangan dari model dat a hirarkis.
Sebuah child-record bisa memiliki lebih dari
sat u parent -record.
Adanya penghubung (link) ant ara parent
-record dan child--record yang bisa sat u arah
at au dua-arah
Net w ork model menyusun record - record
dalam bent uk graph, sedangkan Hierarchichal
model disajikan dalam bent uk t ree (pohon).
Model Basis Dat a
Contoh 1, M odel Data Jaringan
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Kelebihan model data jaringan:
Akses data yang cepat karena langsung
memanfaatkan pointer ke alamat fisik data
Efisiensi ruang penyimpanan karena redudansi
dapat dikendalikan (bahkan dapat tidak ada
redudansi).
Model Basis Dat a
Kelemahan basis data jaringan:
Struktur basis datanya tidak mudah untuk
dilakukan modifikasi
Proses query pada model jaringan jauh lebih
kompleks
Operasi manipulasi data dilakukan dengan
penelusuran melalui data pointer yang ada
Model Basis Dat a
Model basis data relasional merupakan model basis
data yang paling populer banyak digunakan sekarang ini
Unit utama yang disimpan pada basis data adalah
berbentuk tabel atau kelompok data yang saling berhubungan
Tabel terdiri baris dan kolom, baris adalah
merepresentasikan tuple atau record pada tabel, dan kolom merepresentaksikan fields pada tabel
Tabel dapat berhubungan dengan tabel yang lain
dengan menggunakan kunci
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Kelebihan basis data relasional:
a. Data sangat cepat diakses
b. Struktur basis data mudah dilakukan perubahan
c. Data direpresentasikan secara logik, user tidak
membutuhkan bagaimana data disimpan.
d. Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam
melakukan retrieve data
e. Mudah untuk mengimplementasikan integritas data
f. Data lebih akurat
g. Mudah untuk membangun dan memodifikasi program
aplikasi
Model Basis Dat a
Kelemahan basis data relasional:
a.
Kelompok informasi/ tables yang berbeda
harus dilakukan joined untuk melakukan
retrieve data
b.
User harus familiar dengan relasi antar tabel
Model Basis Dat a
Menjelaskan hubungan antar data dalam sistem
basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa
real world terdiri dari obyek-obyek dasar yang
mempunyai hubungan relasi antara
obyek-obyek tersebut
Relasi antara obyek dilukiskan dengan
menggunakan simbol-simbol grafis tertentu
5. M odel Data Keterhubungan antar Entitas
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Keterangan simbol :
: menunjukkan obyek dasar/ entitas
(entity)
: menunjukkan relasi
: menunjukkan atribut dari obyek dasar/ entitas
Model Basis Dat a
M odel dat a berbasis objek dikembangkan searah
dengan perkembangan pemrograman berbasis
objek.
Salah sat u karakt erist ik dari sist em berbasis objek
adalah
encapsulat ion
yait u suat u objek t erpisah dari
objek lain sehingga set iap objek seakan-akan berada
dalam kapsulnya masing-masing.
Pada set iap kapsul t erdapat komponen
dat a
(at t ribut e)
dikemas bersama dengan
komponen
akses-nya (met hods)
Model Basis Dat a
Suatu model basis data, dimana data
didefinisikan, disimpan, dan diakses
menggunakan pemrograman berorientasi objek.
Basis data berorientasi objek didefinisikan
dengan menggunakan bahasa pemrograman
berorientasi objek, semisal bahasa Java.
Aplikasi End user juga di bangun dengan
menggunakan bahasa berorientasi objek.
Model Basis Dat a
Model Basis Dat a
Login «column»
*PK idLogin: INT EGER pin: INT EGER
«PK»
+ PK_Login(INT EGER)
Account «column»
*PK id: INT EGER
nama: VARCHAR(50) alamat: VARCHAR(50) pekerjaan: VARCHAR(50) FK idLogin: INT EGER FK idBalance: INT EGER FK idT ransaksi: INT EGER
«FK»
+ FK_idBalance(INT EGER) + FK_idLogin(INT EGER) + FK_idT ransaksi(INT EGER)
«PK»
+ PK_Account(INT EGER)
Balance «column»
*PK idBalance: INT EGER saldo: INTEGER
«PK»
+ PK_Balance(INT EGER)
Transaksi «column»
*PK idT ransaksi: INT EGER tgl: DATE
jenis: VARCHAR(50)
«PK»
+ PK_Transaksi(INT EGER)
+idTransaksi
+PK_Transaksi
+idBalance +PK_Balance +idLogin
Model Basis Dat a
Kelebihan basis data berorientasi objek:
a. Programmer hanya dibutuhkan memahami konsep
berorientasi objek untuk mengkombinasikan konsep berorientasi objek dengan storage basis data relasional
b. Objek dapat dilakukan sifat pewarisan dari objek yang
lain
c. Secara teoritis mudah untuk mengatur objek
d. Model data berorientasi objek lebih kompatibel
dengan tools pemrograman berorientasi objek.
Kelemahan basis data berorientasi objek:
User harus memahami konsep berorientasi objek,
Dat a Mining
Dat a mining
merupakan suat u cara dalam
penggalian informasi dari sejumlah dat a
yang biasanya t ersimpan dalam reposit ori
dengan menggunakan t eknologi pengenalan
pola, st at ist ik dan t eknik mat emat ika
Dat a Mining
Dat a mining
diperlukan unt uk mengungkapkan
informasi yang t ersembunyi, dimana adanya
ket erbat asan kemampuan analisis manusia dan cara
t radisional yang dilakukan
Dat a mining
juga dikenal sebagai "
know
ledge-discovery in dat abases
" (KDD), memiliki
t iga akar generik meliput i: St at ist ik Kecerdasan
Buat an, Sist em Basis Dat a
Dat a War ehouse
Dat a Warehouse adalah koleksi dat a yang
mempunyai sifat berorient asi subjek, t erint egrasi,
t ime-variant , dan bersifat t et ap dari koleksi dat a
dalam mendukung proses pengambilan keput usan
management
(W.H.Inmon)