[Edisi 1] Khutbah Jumat Terbaru 3
Perumpamaan Sifat Manusia dalam
Al-Qur’an
Materi Khutbah Jumat Terbaru 3 Perumpamaan Sifat Manusia dalam Al-Qur’an
هتاكربو هللا ةمحرو مكيلع ملسلا
ىذلا هلل دمحلا
هللا لغ هلإ ل نأ دهشأ نوكرشملا هرك ولو هلك نيدلا ىلع هرهظيل قحلا نيدو ىدهلاب هلوسر لسرأ
,
امأ زارينم اجارسو هنذإب هللا ىلإ ايعادو اريذنو اريشب هلوسرو هدبع ادمحم نأ دهشا نيعتسن هايإو دبعن هايإ دمصلا دحاولا
:
هللا مكمحر نوملسملا اهيأ ايف دعب مكيصأ
ىسفنب هللا ىوقتب
.
ىف ىلاعتو هناحبس هللا لاق دقف اميظع ازوف زاف دقف
: زيزعلا هباتك
ننوششررععين اممنمرون ررجنشمنلا ننمرون اتتويشبش لرابنجرلعا ننمر يذرخرتمنا نرأن لرحعنمنلا ىلنإر كنبمشرن ىحنوعأنون
Hadirin Jama’ah Jum’at di mulikan oleh Allah
Di dalam Qur’an ada tiga binatang kecil diabadikan ileh Allah menjadi nama surah, yaitu al-Naml ( semut), al-‘Ankabut (laba-laba), dan al-Nahl (lebah). Ketiga binatang ini masing-masing memiliki karakter dan sifat, sebagimana digambarkan oleh al-Qur’an. Dan hal itu patut dijadikan pelajaran oleh manusia
Semut memiliki sifat suka menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Konon, binatang ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Kelobaanya sedemikian besar sehingga ia berusaha memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu tidak itu tidak berguna baginya.
Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan oleh Allah!
Lain halnya dengan laba, sebagaimana digambarkan dalam al-Qur’an bahwa sarang laba-laba adalah tempat yang paling rapuh,
ننومشلنععين اونشاكن وعلن تروبشكننععنلعا تشيعبنلن ترويشبشلعا ننهنوعأن نمنإرون اتتيعبن تعذنخنتمنا تروبشكننععنلعا لرثنمنكن ءناينلروعأن هرلمنلا نرودش نعمر اوذشخنتمنا ننيذرلمنا لشثنمن
ia bukan tempat yang aman, apa pun yang berlindung di sana atau disergapnya akan binasa. Jangankan serangga yang tidak sejenis, jantannya pun setelah selesai berhubungan disergapnya untuk dimusnahkan oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan.
Ayat di atas memberikan gambaran bahwa di dalam masyarakat atau rumah tangga yang
anak laba-laba yang baru lahir. Kehidupan ayah dan ibu serta anak-anak tidak harmonis, antara pimpinan dan bawahan saling curiga.
Sidang Jum’at Yang Dimuliakan oleh Allah
Akan halnya dengan lebah, memiliki insting yang sangat tinggi, oleh al-Qur’an digambarkan sebagimana dalam Firmannya :
)ننوششررععين اممنمرون ررجنشمنلا ننمرون اتتويشبش لرابنجرلعا ننمر يذرخرتمنا نرأن لرحعنمنلا ىلنإر كنبمشرن ىحنوعأنون 68
(
لنبشسش يكرلشسعافن ترارنمنثمنلا لمركش نعمر يلركش ممنثش
ننورشكمنفنتنين مموعقنلر ةتينآلن كنلرذن يفر نمنإر سرانمنللر ءءافنشر هريفر هشنشاونلعأن فءلرتنخعمش بءارنشن اهننروطشبش نعمر جشرشخعين التلشذش كربمررن
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
Sarangnya dibuat berbentuk segi enam bukannya lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan dalam lokasi. Yang dimakannya adalah kembang-kembang dan tidak seperti semut yang
menumpuk-numpuk makanannya, lebah mengolah makanannya dan hasil olahannya itulah menjadi lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk dijadikan sebagai penerang dan obat. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja dan segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Ia tidak mengganggu yang lainnya kecuali yang mengganggunya, bahkan kalaupun menyakiti (menyengat) sengatannya dapat menjadi obat.
Oleh karenanya, wajarlah kalau Nabi mengibaratkan orang mukmin yang baik seperti lebah, sebagaimana dalam sabdanya:
:
رسكت ل ئش ىف تعقو نإو ابيط لإ عضت لو ابيط لإ لكأت ل ةلحنلا لثم نمؤملا لثم مص هللا لوسر لاق. Rasulullah bersabda: Perumpaan seorang mukmin adalah seperti lebah. Ia tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang baik, dan bila berada pada suatu tempat tidak merusak”
Hadirin Jama’ah Jumat Yang Dimuliakan Oleh Allah
Dalam kehidupan kita di dunia ini contoh-contoh di atas seringkali diibaratkan dengan berbagai jenis binatang. Bahkan kalau manusia tidak mengetahui posisinya sebagai makhluk yang
memiliki aturan dalam hal ini petunjuk-petunjuk agama bisa saja menempati posisi lebih rendah dari binatang bahkan lebih sesat dari binatang.
benda baru yang tidak dibutuhkan dan tersingkirnya benda-benda lama yang masih cukup bagus untuk dipandang dan bermanfaat untuk digunakan. Dapat dipastikan bahwa dalam masyarakat kita, banyak semut-semut yang berkeliaran.
Di dalam al-Qur’an dijelaskan tentang sekelompok manusia yang akan tersiksa di akhirat, karena mereka bekerja keras tanpa mempertimbangkan akibat buruknya:
)ةءعنشراخن ذمئرمنوعين هءوجشوش
“banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas diberi minum (dengan air) dari sumer yang sangat panas”
Menurut riwayat ayat di atas menunjuk kepada sekelompok manusia yang dalam kehidupan dunia melakukan kegiatan yang menjadikan badan mereka letih dan capek, tetapi kegiatan mereka tidak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, yaitu yang bersangkutan lengah dari kewajiban keagamaannya. Mereka menjadi budak harta, tergila-gila dengannya sehingga melupakan segala sesuatu, sehingga di akhirat mereka masuk ke dalam neraka.
Entah berapa banyak jumlah laba-laba yang ada disekitar kita, yaitu mereka yang tidak lagi butuh berpikir apa, di mana, dan kapan ia makan, tetapi yang mereka pikirkan adalah siapa yang mereka jadikan mangsa, siapa lagi yang akan ditipu, dan bagimana cara mengambil hak orang. Hadirin Sidang Jum’at
Demikian pula di dalam masyarakat kita berapa banyak manusia-manusia lebah, tidakkah lebih banyak manusia-manusia semut atau manusia laba-laba. Manusia lebah itu adalah mereka yang tidak boros, tidak suka makan atau mengambil haknya orang, yang dimakannya adalah saripati bunga, dan ketika mengambil saripati itu tidak menjadikan bungan itu rusak atau tidak menjadi buah.
Itulah gambaran orang mukmin yang baik tidak memakan makanan yang haram, mengambil uang negara untuk kepentingan diri sendiri. Kemudian apa yang keluar dari mulutnya bukan sesuatu yang menyakiti persaaan tetapi sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan. Dan bila berada pada suatu tempat atau daerah tidak menjadi pengacau dan penyebab kericuhan. Tetapi justru kehadirannya sangat diharapkan oleh orang banyak.
Sumber: https://www.tongkronganislami.net/khutbah-jumat-terbaru-3-perumpamaan-Sifat-manusia/
Edisi 2 Khutbah Jumat Terbaru Nasihat
Agung Manusia
Edisi 2 Khutbah Jumat Terbaru 2017 Nasihat Agung Bagi Seluruh Manusia Oleh: Syahrul Ramadhon
يدتهنل انك امو ناميلل اناده ،نوكرشملا هرك ولو هلك نيدلا ىلع هرهظأو قحلا نيدو ىدهلاب هلوسر لسرأ يذلا هلل دمحلا
هللا لإ هلإ ل نأ دهشأو ،هدحو هيلإ عرضتيو هديزتسي نم ركش هركشأو هلهأ وه امك اتريثك اتدمح هدمحأ ،هللا اناده نأ لول
هلآ ىلعو هيلع هللا ىلص هلوسرو هللا دبع اتدمحم نأ دهشأو هتافصو هتاذ لامكو هتيهولأو هتيبوبر يف هل كيرش ل هدحو
}
قمنحن هنلمنلا اوقشتمنا اونشمنآ ننيذرلمنا اهنيمشأن اين يذلا هلل دمحلادعبو نيدلا موي ىلإ مهتنسب نتساو مهيدهب ىدتها نمو نيعمجأ هبحصو
} {
امنهشنعمر ثمنبنون اهنجنوعزن اهننعمر قنلنخنونةمدنحراون سمفعنمن نممر مكشقنلنخن يذرلمنا مشكشبمنرن اوقشتمنا سشانمنلا اهنيمشأن اين ننومشلرسعمش معتشنعأنون لمنإر نمنتشومشتن لنون هرتراقنتش
} {
لتوعقن اولشوقشون هنلمنلا اوقشتمنا اونشمنآ ننيذرلمنا اهنيمشأن اين ابتيقررن معكشيعلنعن نناكن هنلمنلا نمنإر مناحنرعلناون هربر ننولشءاسنتن يذرلمنا هنلمنلا اوقشتمناون ءاسننرون ارتيثركن لتاجنرر
امتيظرعن ازتوعفن زنافن دعقنفن هشلنوسشرنون هنلمنلا عرطريش نعمنون ، معكشبنونشذش معكشلن رعفرغعينون معكشلنامنععأن معكشلن حعلرصعيش ادتيدرسن
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Segala puji marilah kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat-Nya kepada kita sehingga sampai saat ini kita masih bisa memenuhi undangan-nikmat-Nya untuk menghadiri sholat jumat berjama’ah di masjid ini.
Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beliaulah sang penutup para nabi dan imamnya orang-orang yang bertaqwa serta suri tauladan bagi seluruh umat manusia
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’id bahwasannya jibril as pernah datang kepada Rasulullah SAW kemudian berkata:
هربر يمءزرجعمن كننمنإرفن تنئعشر امن لعمنععاون ، هشقشررافنمش كننمنإرفن تنبعبنحعأن نعمن بعبرحعأنون ، تءيمرمن كننمنإرفن تنئعشر امن شععر ، دشممنحنمش اين
“Ya Muhammad hiduplah sesukamu tapi sesungguhnya engkau akan mati, dan cintailah siapapun yang engkau mau tapi engkau akan berpisah dengannya, dan bekerjalah sesukamu tapi
sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya” Sidang jama’ah sholat jumat rahimakumullah
توعمنلا تشقنئراذن سمفعنن لمشكش…. “Setiap yang bernyawa pasti akan mati” (QS. Al-Ankabut: 57)”
Sekarang setelah kita tahu bahwasannya setiap kita pasti akan mati, maka yang menjadi
pertanyaan sekarang adalah sudah siapkah kita untuk menghadap Dzat yang Maha kuasa? Bekal apakah yang telah kita persiapkan untuk menghadapi persidangan-Nya? Apakah harta, pangkat dan kekuasaan, anak-anak kita yang sukses, istri kita yang cantik, atau gelar kesarjanaan yang menempel di nama kita? Apakah itu yang kita persiapkan untuk menghadapi persidangan Dzat yang Maha adil? Sungguh kita akan rugi besar jika hanya itu yang kita persiapkan untuk menghadapi pengadilan-Nya, bahkan kita akan celaka karenanya. Karena di akhirat kelak manusia akan ditanyai tentang empat perkara:
1. Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan?
2. Tentang hartanya, dari mana dia dapatkan serta di mana dia belanjakan? 3. Tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan?
4. Tentang ilmunya, untuk apa dia amalkan?
Itulah pertanyaan-prtanyaan yang akan dilontarkan kepada kita kelak, bukan berapa
kekayaanmu? Bukan apa pangkatmu di tempat kerja atau organisasimu? Apakah kamu seorang Sarjana, master, doctor, ataukah professor? Oleh karena itu mumpung kita masih hidup di dunia ini dan masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri marilah kita mempersiapkan bekal yang terbaik untuk bekal kita di akhirat kelak. Apa bekal yang terbaik itu? Bekal terbaik bagi manusia untuk menghadapi persidangan Allah SWT ialah hanya taqwa. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Al-Baqarah: 197
ىونقعتنلا درازنرنيعخن نمنإرفن اوعدشونازنتنون
“Berbekallah kamu karena sebaik-baik bekal adalah taqwa”
Pesan yang kedua adalah هشقشررافنمش كننمنإرفن تنبعبنحعأن نعمن بعبرحعأنون (dan cintailah siapapun yang engkau mau karena sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya) di sini kita diperbolehkan
mencintai siapapun yang kita mau namun perlu kita ingat juga bahwasannya kita akan berpisah dengannya. Baik itu perpisahan yang bersifat selamanya yang berupa kematian atau yang bersifat sementara seperti perpisahan kita dengan rekan kerja kita yang mendapat tugas untuk bekerja di tempat lain.
Oleh karena itu hendaknya kita didalam mencintai seseorang itu sewajarnya saja jangan sampai kecintaan kita kepada seseorang itu melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT. Karena salah satu ciri orang yang beriman adalah dia sangat mencintai Allah SWT melebihi kecintaan dia kepada istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, dan yang lainnya. Allah SWT berfirman
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah SWT. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah SWT. ” (QS. Al-Baqarah: 165)
Karena dengan mencintai Allah SWT melebihi selain-Nya kita akan merasakan nikmatnya Iman sebagaimana sabda Rasulullah SAW
:
هشلمنلا ننوكشين نعأن نرامنيلرا ةنونلنحن دنجنونهريفر نمنكش نعمن ثءلنثن لناقن ملسو هيلع هللا ىلص ىمربرنمنلا نرعن سمننأن نععن ةنبنلنقر ىبرأن نععن
رانمنلا يف فنذنقعيش نعأن هشرنكعين امنكن ررفعكشلعا يف دنوعشين نعأن هنرنكعين نعأنون ، هرلمنلر لمنإر هشبمشحريش لن ءنرعمنلعا بمنحريش نعأنون ، امنهشاونسر اممنمر هريعلنإر بمنحنأن هشلشوسشرنون
“Tiga hal yang apabila seseorang itu memilikinya maka dia akan merasakan nikmtnya iman: hendaknya dia mencintai Allah SWT dan rasul-Nya melebihi kecintaan dia kepada selain keduanya, hendaknya dia tidak mencintai seseorang melainkan karena Allah, hendaknya dia tidak kembali kepada kekufuran (setelah dia beriman) seperti dia benci dilemparkan ke neraka”. Sidang jama’ah sholat jumat rahimakumullah
Dan nasihat Jibril yang ketiga adalah هربر يمءزرجعمش كننمنإرفن تنئعشر امن لعمنععاون (dan bekerjalah sesukamu tapi sesungguhnya engkau akan dibalas dengannya) ini merupakan sebuah peringatan yang besar bagi kita bahwasannya kita semua sebagai manusia pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT atas segala apa yang telah kita lakukan di dunia ini, Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah SWT sehingga manusia diberi kedudukan yang lebih tinggi dari makhluk Allah SWT yang lain, karena manusia dianugerahi otak yang mampu berfikir sehingga manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Karena manusia adalah makhluk yang berakal sehingga manusia dituntut untuk berfikir dahulu sebelum dia melakukan suatu amalan atau perbuatan, apakah amalan ini bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah SWT atau tidak?
Atau bahkan amalan tersebut termasuk amalan yang dilarang oleh Allah? Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa untuk mengerjakan amal sholih agar kita tidak dikembalikan Allah SWT kepada tempat yang paling rendah yaitu neraka jahannam. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat At-Tin ayat 4-6. ô
نمونشمعمن رشيعغن رءجعأن معهشلنفن تراحنلراصمنلا اولشمرعنون اونشمنآ ننيذرلمنا المنإر ننيلرفراسن لنفنسعأن هشانندعدنرن ممنثش ميورقعتن نرسنحعأن يفر نناسننعإرلعا اننقعلنخن دعقنلن
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (5) Kemudian Kami kembalikan Dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), (6) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”
,
ونهش هشنمنإ هشتنون النتر معكشنعمرون يعنمرمر لنبمنقنتنون مريعكرحنلا رركعذرلا ون تراينلا ننمر هريعفر امنبر معكشاينإرون يعنرعنفنننون مريعظرعنلا نرآرعقشلا يعفر معكشلنون يعلر هشللاكنرنابن مشيعحررنلا رشوعفشغنلا
Edisi 3 Khutbah Jumat terbaru Menuju
Manusia Terbaik
Edisi 3 Naskah Khutbah Jumat terbaru 2017 Menuju Manusia Terbaik
Hadirin jama’ah jumat rakhimakumullah
Sebelum khatib menyampaikan khutbahnya, sudah barang tentu menjadi kewajiban seorang khatib untuk menyampaikan wasiat taqwa. Marilah senantiasa kita tingkatkan mutu kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, karena iman dan taqwa itulah satu-satunya bekal bagi kita untuk menuju kehidupan yang kekal dan abadi yakni kehidupan akhirat.
بابنلعلنا يلروعأش اين نروقشتمناون ىونقعتمنلا درازمنلا رنيعخن نمنإرفن اعودشومنزنتنون
“Berbekallah, dan Sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal”. (QS. Al-Baqoroh: 197)
Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah.
Allah SWT. berfirman dalam surat At-tin ayat 3-4:
ننيلرفراسن لنفنسعأن هشانندعدنرن ممنثش مميورقعتن نرسنحعأن يفر نناسننلرا اننقعلنخن دعقنلن
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)”,
Dalam surat At-Tin di atas Allah SWT menggambarkan tentang dua keadaan manusia, yang pertama yakni manusia Ahsani taqwim (manusia yang paling baik) kemudian yang kedua yakni manusia Asfala safilin (manusia yang paling rendah).
Dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa Ahsani taqwim adalah manusia yang memilki bentuk yang paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain, sedangkan Asfal safilin adalah gambaran manusia pada saat usia tuanya yang tidak lagi mampu untuk mengerjakan aktifitas sehari-hari sebagaimana yang dilakukan pada waktu mudanya. Kemudian tafsir ini melanjutkan bahwa pahala dan dosa itu diberikan oleh Allah SWT pada saat seseorang itu mulai aqil balig lebih-lebih pada waktu mudanya.
Kemudian dalam tafsir Muyassar disebutkan bahwa Ahsani taqwim adalah sama pengertiannya dalam tafsir Jalalain yakni manusia memiliki bentuk paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain, sedangkan pengertian Asfala safilin sendiri adalah manusia yang tidak taat pada Allah SWT dan rasul-Nya, kelak akan dikembalikan pada tempat yang paling buruk dari pada tempat yang lain yakni neraka jahannam yang panas lagi berkobar-kobar apinya.
Dan sebaliknya manusia yang mentaati perintah Allah SWT dan rasul-Nya serta menjauhi segala larangannya, akan ditempatkan pada tempat yang paling indah yakni surga yang didalamnya penuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang abadi.
Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah.
Pertama, kita harus mensyukuri karunia Allah SWT yang berupa dua mata, dua telinga, dua tangan, dan dua kaki yang masih sempurna ini dengan syukur yang sebenar-benarnya.
ننورشكششعتن اممن لتيلرقن ةندنئرفعلناون رناصنبعلناون عنمعسمنلا مشكشلن لنعنجنون معكشأنشننأن يذرلمنا ونهش لعقش
“Katakanlah: “Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al-Mulk: 23)
Dan Allah SWT juga berfirman:
دءيدرشنلن يبراذنعن نمنإر معتشرعفنكن نئرلنون معكشنمندنيزرلن معتشرعكنشن نئرلن معكشبمشرن ننذمنأنتن ذعإرون
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
Kedua, kita harus menggunakan karunia badan yang masih sempurna ini dengan
menggunakannya sesuai dengan fungsi dan kegunaannya, karena Allah SWT akan meminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak.
لتوؤشسعمن هشنععن نناكن كنئرلوأش لمشكش دناؤنفشلعاونرنصنبنلعاون عنمعسمنلا نمنإر مءلععر هربر كنلن سنيعلن امن فشقعتن لنون
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. (QS. Al-Isra’: 36)
Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah.
Dari ayat di atas kita dapat mengambil hikmahnya, bahwa semua tindakan yang kita lakukan baik itu dari mata, telinga, tangan, dan kaki semuanya akan di mintai pertanggung jawabannya. Maka jangan sampai tangan yang seharusnya kita gunakan untuk membantu serta memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, malah kita gunakan untuk menganiaya, menyiksa, bahkan membunuh orang lain hanya karena hal yang sepele. Dan jangan sampai tangan yang kita miliki ini kita biarkan untuk mengurangi timbangan, mengurangi yang seharusnya menjadi hak orang lain, lebih-lebih korupsi yang sangat-sangat merugikan orang lain.
Begitu juga dengan mata, jangan sampai kita biarkan mata kita melihat hal-hal yang di larang oleh agama bahkan hal-hal yang jelas-jelas di laknat oleh Allah SWT. Begitu juga telinga mulut dan kaki, jangan sampai telinga dan mulut kita, kita gunakan untuk mendengar dan
mengucapkan hal-hal yang tidak sewajarnya, tetapi marilah kita gunakan mulut dan telinga ini dengan memperbanyak membaca al-qur’an, berzikir kepada Allah SWT serta membaca kalimat-kalimat Thoyyibah. Karena tangan, kaki, serta mulut kita ini akan menjadi saksi di akhirat kelak.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dulu mereka usahakan”. (QS. Yasin: 65) Ketiga, dengan bertambah besarnya seseorang, dari mulai kecil hingga ia menginjak masa muda inilah, yang seharusnya diperhatikan oleh semua orang. Ada pepatah mengatakan ‘muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga’, pepatah ini sangat salah dan keliru, tidak mungkin seseorang yang tanpa berusaha payah ketika masa mudanya dengan banyak menggali ilmu agama, begitu saja masuk surga.
Mustahil sungguh-sungguh mustahil, nabi Muhammad SAW saja orang yang kita kenal sebagai orang yang nomor satu dalam agama, ketika hendak wafatnya beliau merasakan sakaratul maut yang benar-benar menyakitkan. Oleh karena itu, mari kita gunakan masa-masa emas ini yakni masa-masa muda ini dengan banyak menuntut ilmu agama dan pastinya tidak begitu saja mengabaikan kehidupan dunia ini.
Hadirin jama’ah jumat rahimakumullah.
Keempat, mari kita gunakan hati dan fikiran ini sebagai anugrah terbesar yang di berikan oleh Allah SWT kepada kita dengan sebaik-baiknya. Hati inilah yang menjadi motor atau penggerak bagi seluruh anggota tubuh kita, hati ini pula yang menjadi raja bagi seluruh anggota tubuh kita ini, sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya “Sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal darah, manakala ia baik maka baiklah seluruhnya tapi manakala ia buruk maka buruklah seluruhnya, ia adalah hati” (HR. Muslim).
Allah SWT juga berfirman di dalam surat Al-Isra’ ayat 36
لتوؤشسعمن هشنععن نناكن كنئرلوأش لمشكش دناؤنفشلعاونرنصنبنلعاون عنمعسمنلا نمنإر مءلععر هربر كنلن سنيعلن امن فشقعتن لنون
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.
Kelima, mari kita gunakan agama Islam ini, sebagai ruh utama bagi kita. Segala apa yang kita kerjakan dan lakukan hendaklah sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama Islam. Karena agama Islam inilah satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman di dalam surat Ali-Imran ayat 19. Yang berbunyi:
نمنإرفن هرلمنلا تراينآبر رعفشكعين نمنون معهشننيعبن ايتغعبن مشلععرلعا مشهشءناجن امن درععبن نمر لمنإر بناتنكرلعا اعوتشوعأش ننيذرلمنا فنلنتنخعا امنون مشلنسعلرا هرلمنلا دننعر ننيدمرلا نمنإر براسنحرلعا عشيررسن هنلمنلا
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah SWT hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT maka sesungguhnya Allah SWT sangat cepat hisab-Nya.”
Yang keenam atau yang terakhir adalah dengan menyatukan semua unsur-unsur dan komponen yang telah kami sebutkan di atas yakni antara anggota badan jasmani dan rohani haruslah senantiasa di bingkai dengan nilai-nilai agama Islam.
ننومشلرسعممش متشنأنون لمنإر نمنتشومشتن لنون هرتراقنتش قمنحن هنلمنلا اعوقشتمنا اعونشمنآ ننيذرلمنا اهنيمشأن اين
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS. Ali-Imron: 102)
,
ونهش هشنمنإ هشتنون النتر معكشنعمرون يعنمرمر لنبمنقنتنون مريعكرحنلا رركعذرلا ون تراينلا ننمر هريعفر امنبر معكشاينإرون يعنرعنفنننون مريعظرعنلا نرآرعقشلا يعفر معكشلنون يعلر هشللاكنرنابن مشيعحررنلا رشوعفشغنلا
Bagian 2 Khutbah Jumat terbaru 2017
نعمنون هشلن لمنضرمش لنفن هشللا درهعين نعمن ،اننلرامنععأن ترائنيمرسن نعمرون اننسرفشنعأن رروعرششش نعمر هرللابر ذشوععشننون هشرشفرغعتنسعننون هشنشيععرتنسعننون هشدشمنحعنن هرلل دنمعحنلعا نمنإر
.امتلرسعتن منلمنسنون هريعلنعن هشللا ىلمنصن هشلشوعسشرنون هشدشبععن ادتممنحنمش نمنأن دشهنشعأنون ،هشلن كنيعررشن لن هشدنحعون هشللا لمنإر هنلنإر لن نعأن دشهنشعأنون هشلن يندراهن لنفن لعلرضعيمش
. :
ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن لمرصن ممنهشلمنلأن امتيعلرسعتن اوعمشلمرسنون هريعلنعن اولمشصن اونشمنآ ننيعذرلمنا اهنيمشأن اين يمربعنرلمنا ىلنعن ننولمنصنيش هشتنكنئرلمنون هنللا نمنإر دشععبن اممنأن
.
تن كعرنابن امنكن ،دمممنحنمش لرآ ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن كعررابنون دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر ،منيهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيهرارنبعإر ىلنعن تنيعلمنصن امنكن دمممنحنمش لرآ
.
تراونمعلناون معهشنعمر ءراينحعلنان ،ترامنلرسعمشلعاون ننيعمرلرسعمشلعلر رعفرغعا ممنهشلمنلان دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر منيعهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيعهرارنبعإر ىلنعن.
مءيعحررمن فشوعؤشرن كمنمنإر اننبمنرن اعونشمنآ ننيعذرلمنلر لمتغر اننبرولشقش يفر لععنجعتن لنون نرامنيعلرابر اننوعقشبنسن ننيعذرلمنا انننراونخعلرون اننلن رعفرغعا اننبمنرن. .
ل
ت برقنتنمش لتمنعنون ابتيمرطن اقتزعررون اعتفرانت امتلععر كنلشأنسعنن انمنإر ممنهشلمنلان ننيعحرترافنلعا رشيعخن تننعأنون قمرحنلعابر اننمروعقن ننيعبنون اننننيعبن حعتنفعا ممنهشلمنلان.
ررانمنلا بناذنعن اننقرون ةتننسنحن ةررنخرلا ىفرون ةتننسنحن ايننعدمشلا يفر اننترآ اننبمنرن.
نريعدمرلا مروعير ىلنإر نماسنحعإربر معهشعنبرتن نعمنون هربرحعصنون هرلرآ ىلنعنون دمممنحنمش اننيمربرنن ىلنعن هشللا ىلمنصنون
Sumber: https://www.tongkronganislami.net/edisi-3-khutbah-jumat-terbaru-menuju-manusia-terbaik/
Edisi 4 Khutbah Jumat terbaru Menyeru
kepada Allah SWT
By
Tongkrongan Islami 3405
Edisi 4 Khutbah Jumat terbaru 2017
Marilah kita bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taqwa, karena Allah SWT hanya menyayangi orang-orang yang bertaqwa dan beramal berdasarkan taqwa kepada-Nya. Allah SWT mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar bagi seluruh manusia dengan tujuan agar seluruh makhluk mendapatkan hidayah dan merasakan kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah SWT berfirman, dalam surat Al-Anbiya’ ayat 107,
ننيمرلناعنلعلمر ةتمنحعرن لمنإر كناننلعسنرعأن امنون
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Diantara sifat yang Allah SWT berikan untuk makhluk-Nya yang terbaik yaitu nabi kita Muhammad SAW. adalah dakwah. Allah SWT ta’ala berfirman,
ارتيذرننون ارتشمربنمشون ادتهراشن كناننلعسنرعأن انمنإر يمشبرنمنلا اهنيمشأن اين
“Wahai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan” (QS. Al-Ahzab: 45)
Bahkan dakwah adalah wasiat para Rasul untuk pengikut-pengikut mereka, Nabi Muhammad SAW. bersabda kepada Muadz bin Jabal, “Sungguh engkau akan mendatangi sekelompok ahli kitab, maka hendaknya yang pertama kali kau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku adalah utusan Allah SWT.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah jumat rakhimakumullah
Berikut ini ada beberapa poin penting yang berkaitan dengan masalah dakwah:
perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushilat: 33) Setiap amal yang dilakukan oleh orang yang mendapatkan hidayah di tangan kita, maka kita pun akan mendapatkan bagian pahalanya. Sebagai contoh, adalah Abu Bakar menjadi sebab Utsman bin Affan ra. masuk Islam dan Utsman mempersiapkan kebutuhan seluruh pasukan dalam perang Tabuk, dan orang-orang yang mengikuti perang Tabuk mendapatkan kedudukan yang berlipat-lipat, Nabi Muhammad SAW. Bersabda
ائتيعشن معهررروجشأش نعمر كنلرذن صشقشنعين لن هشعنبرتن نعمن رروجشأش لشثعمر ررجعلنا ننمر هشلن نناكن ىدتهش ىلنإر اعندن نعمن
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka untuknya semisal pahala pelakunya tidak dikurangi sedikitpun dari pahalanya.” (HR. Muslim)
Kedua, ketidak fasihan dalam berbicara bukanlah penghalang untuk berdakwah. Nabi Musa adalah orang yang sulit berbicara, oleh karena itu beliau berdoa kepada Allah SWT agar menghilangkan problem tersebut, dengan do’a yang diabadikan Allah SWT di dalam al-qur’an surat Thaha yang berbunyi
يلروعقن اوهشقنفعين ينراسنلمر نممر ةتدنقععش لعلشحعاون
“Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 27-28)
Ketiga, dakwah tidaklah terbatas ceramah di atas mimbar, karena dakwah itu sangat beragam. Menasehati seseorang dengan sembunyi-sembunyi adalah dakwah, seorang ayah menasehati anaknya untuk melaksanakan sholat lima waktu juga dakwah, mendukung dan memudahkan jalan-jalan dakwah juga dakwah. Dengan pemahaman seperti ini maka seluruh komponen masyarakat bisa menjadi pendakwah baik dengan harta, tulisan atau lisan.
Keempat, dakwah hendaknya menempuh jalan para nabi dalam berdakwah, yang pertama kali di dakwahkan para nabi adalah akidah yang benar.
Dalam berdakwah hendaklah kita sejalan dengan kaidah-kaidah syariat dan jangan menodai dakwah dengan melakukan kemaksiatan.
Kelima, telah menjadi sunatullah bahwa populasi orang yang bermaksiat itu lebih banyak daripada orang yang taat. Allah SWT berfirman
ننوصشرشخعين لمنإر معهش نعإرون نمنظمنلا لمنإر ننوعشبرتمنين نإر هرلمنلا لريبرسن نعن كنولمشضريش ضررعلنا يفر نمن رنثنكعأن ععطرتش نإرون
Keenam, janganlah menjadikan banyaknya orang-orang yang menerima dakwah sebagai tolak ukur keberhasilan dakwah. Karena membuka hati seseorang menerima dakwah adalah
kewenangan Allah SWT. Tugas pendakwah adalah terbatas menjelaskan, tidak ada kewenangan untuk memberikan hidayah dan mengubah hati seseorang.
Nabi Muhammad bersabda: “Ditunjukkan kepadaku berbagai umat maka aku melihat seorang Nabi dan bersamanya sekelompok orang, kemudian aku melihat lagi seorang Nabi dan yang menyertainya hanya satu atau dua orang dan aku juga melihat seorang Nabi yang tidak mempunyai pengikut seorang pun.”
Ketujuh, janganlah menunda-nunda untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dalam berbagai waktu dan keadaan. Boleh jadi satu kata yang kita ucapkan menyebabkan orang akan mendapat kebahagiaan atau kita yang mendapat kebahagiaan dengannya sepanjang masa. Nabi Nuh mendakwahi kaumnya siang malam selama bertahun-tahun, Nabi Yusuf pun meski di dalam penjara juga tetap berdakwah.
Kedelapan, do’akan orang yang kita dakwahi tanpa sepengetahuannya, berapa banyak orang yang tulus mendoakan saudaranya menjadikan sebab keadaan saudaranya itu menjadi lebih baik. Al-Muzani mengatakan, “Tidaklah Abu Bakar lebih unggul dari para sahabat yang lain
disebabkan puasa dan shalatnya akan tetapi karena sesuatu yang ada dalam hatinya yaitu rasa cinta kepada Allah SWT dan menginginkan kebaikan untuk orang lain.”
Kesembilan, berbuat baik kepada orang lain dan tutur kata yang manis serta akhlak terpuji merupakan penarik simpati hati seseorang, seperti halnya Nabi Muhammad beliau adalah seorang da’i yang memiliki akhlak mulia dan sifat-sifat yang baik, Ibnu Qayyim mengatakan, “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah seorang yang bersungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin.”
Kesepuluh, ketaatan adalah cahaya yang terdapat dalam dada dan memberikan pengaruh terhadap orang yang akan merespon dakwah kita. Maka marilah kita memperbanyak ibadah kepada Allah SWT karena ibadah adalah sebaik-baik sarana untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, dan marilah kita perbanyak mengingat Allah, membaca Al-Qur’an dan melaksanakan shalat di kegelapan malam.
.
مشيعحررمنلا رشوعفشغنلعا ونهش هشنمنإر ،هشوعرشفرغعتنسعافن معكشلنون يعلر هنللا رشفرغعتنسعأنون اذنهن يعلروعقن لشوعقشأن
Khutbah Kedua
نعمنون هشلن لمنضرمش لنفن هشللا درهعين نعمن ،اننلرامنععأن ترائنيمرسن نعمرون اننسرفشنعأن رروعرششش نعمر هرللابر ذشوععشننون هشرشفرغعتنسعننون هشنشيععرتنسعننون هشدشمنحعنن هرلل دنمعحنلعا نمنإر
.امتلرسعتن منلمنسنون هريعلنعن هشللا ىلمنصن هشلشوعسشرنون هشدشبععن ادتممنحنمش نمنأن دشهنشعأنون ،هشلن كنيعررشن لن هشدنحعون هشللا لمنإر هنلنإر لن نعأن دشهنشعأنون هشلن يندراهن لنفن لعلرضعيمش
. :
ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن لمرصن ممنهشلمنلأن امتيعلرسعتن اوعمشلمرسنون هريعلنعن اولمشصن اونشمنآ ننيعذرلمنا اهنيمشأن اين يمربعنرلمنا ىلنعن ننولمنصنيش هشتنكنئرلمنون هنللا نمنإر دشععبن اممنأن
.
تن كعرنابن امنكن ،دمممنحنمش لرآ ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن كعررابنون دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر ،منيهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيهرارنبعإر ىلنعن تنيعلمنصن امنكن دمممنحنمش لرآ
.
تراونمعلناون معهشنعمر ءراينحعلنان ،ترامنلرسعمشلعاون ننيعمرلرسعمشلعلر رعفرغعا ممنهشلمنلان دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر منيعهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيعهرارنبعإر ىلنعن.
.
Edisi 5 Khutbah Jumat terbaru Hablum
Minallah Wa Hablum Minannas
Edisi 5 Khutbah Jumat terbaru 2017 Hablum Minallah Wa Hablum Minannas
Oleh: Fathurrahim
Islam memiliki ajaran yang membentangkan dua bentuk hubungan yang harmonis
1. Tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan Tuhannya dalam hal ibadah (ubudiyah) atau yang populer dikatakan dengan hablum minallah.
2. Tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial.
Dalam Al-Qur’an surat Ali Imron: 112 Allah SWT berfirman
كنلرذن ةشننكنسعمنلعا مشهريعلنعن تعبنررضشون هرلمنلا ننممر بمضنغنبر اوؤشآبنون سرانمنلا ننممر لمبعحنون هرلمنلا نعممر لمبعحنبر لمنإر اعوفشقرثش امن ننيعأن ةشلمنذمرلا مشهريعلنعن تعبنررضش
ننودشتنععين اعونشاكنومن اوصنعن امنبر كنلرذن قممحن رريعغنبر ءاينبرنلنا ننولشتشقعينون هرلمنلا تراينآبر ننورشفشكعين اعونشاكن معهشنمنأنبر
kafir kepada ayat-ayat Allah SWT dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.”
Ayat ini memberikan kepada kita tentang malapetaka yang telah menimpa Bani Israil sebagai akibat kedurhakaan mereka kepada Allah SWT dan kepada para nabi. Sehingga mereka harus mengalami malapetaka, kehinaan, kemiskinan, dan kemurkaan dari Allah SWT. Dan dalam ayat tersebut diberitakan pula bahwa jalan keluar dari segala malapetaka tersebut adalah membangun kembali hablum minallah dan hablum minannas.
Hablum minallah menurut bahasa berarti hubungan dengan Allah SWT. Namun dalam pengertian syariah makna hablum minallah sebagaimana yang dijelaskan di dalam tafsir At-Thabari, Al-Baghawi, dan tafsir Ibnu Katsir adalah “Perjanjian dari Allah.
Maksudnya adalah masuk Islam atau beriman dengan Islam sebagai jaminan keselamatan bagi mereka di dunia dan di akhirat” Sehingga dapat kita pahami bahwa untuk membangun hubungan kita kepada Allah, kita mempunyai kewajiban untuk menunaikan hak Allah, dan apakah hak-hak Allah SWT itu?
Hak-hak Allah SWT ialah mentauhidkan dan tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain serta menjalankan syariat Allah SWT. Misalnya: sholat, puasa dan sebagainya.
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Namun apakah cukup hanya dengan hablum minallah saja, sedangkan di sisi yang lain kita mengabaikan hablum minannas? Tentu tidak cukup, mengingat kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
Di dalam Al-Quran juga banyak ayat-ayat yang menyebutkan tentang perintah mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan hablum minannallah namun diiringi juga dengan hablum minannas, antara lain.
اعتولشهن قنلرخش نناسننلرا نمنإر
اعتوزشجن رمششمنلا هشسمنمن اذنإر
ننومشئرادن معهرترلصن ىلنعن معهش ننيذرلمنا ننيلمرصنمشلعا المنإر اعتونشمن رشيعخنلعا هشسمنمن اذنإرون
ننيذرلمناون
مءولشععممن قمءحن معهرلراونمعأن يفر مرورشحعمنلعاون لرئراسمنللمر
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir (19), Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah (20), Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (21), Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat (22), Yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya (23), Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu (24), Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)” (QS. Al-Ma’arij: 19-25)
Lalu bagaimana caranya agar sifat bawaan kita tersebut dapat kita hindari? Allah SWT
menyebutkan paling tidak ada dua jalan, pertama, mengerjakan sembahyang (hablum minallah) secara kontinyu. Kedua, menyadari bahwa dalam harta yang kita miliki terkandung bagian tertentu untuk fakir miskin (hablum minannas).
Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman
برنشجشلعا رراجنلعاون ىبنرعقشلعا يذر رراجنلعاون نريكراسنمنلعاون ىمناتنينلعاون ىبنرعقشلعا يذربرون انتاسنحعإر نريعدنلراونلعابرون ائتيعشن هربر اعوكشررشعتش لنون هنلمنلا اعودشبشععاون
ارتوخشفن لتاتنخعمش نناكن نمن بمشحريش لن هنلمنلا نمنإر معكشنشامنيعأن تعكنلنمن امنون لريبرسمنلا نربعاون برنجنلابر برحراصمنلاون
“Sembahlah Allah SWT dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri” (QS. An-Nisa: 36)
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Ayat tersebut mengandung dua bentuk akhlak, yaitu akhlak kepada Allah SWT (hablum minallah) yang ditunjukkan dengan perintah agar kita menjalin hubungan baik kepada Allah SWT dengan cara tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain.
Akhlak terhadap sesama manusia (hablum minannas) yang ditunjukkan dengan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang yang dalam perjalanan dan hamba sahaya. Selanjutnya Allah SWT menutup ayat di atas dengan kalimat: “Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. Dengan maksud agar kita tidak sombong kepada orang tua, karena ada saat dimana kita juga pasti akan menjadi tua. Jangan sombong kepada anak-anak yatim karena ada saat kita juga akan menjadi yatim.
Jangan sombong kepada orang miskin karena ada saat kita juga akan menjadi miskin secara tiba-tiba.
Jangan sombong kepada tetangga karena merekalah orang yang pertama memberikan pertolongan kepada kita saat kita mengalami kesulitan.
Jangan sombong kepada teman karena kita sangat membutuhkannya.
Jangan sombong kepada musaffir karena ada saat dimana kitapun akan menjadi musafir dan jangan sombong kepada pembantu rumah tangga karena mereka besar bantuannya kepada kita meskipun tidak besar upah yang kita berikan.
نريدمرلابر بشذمركنيش يذرلمنا تنيعأنرنأن منيترينلعا عمشدشين يذرلمنا كنلرذنفن
معهرترلصن نعن معهش ننيذرلمنا ننيلمرصنمشلعلمر لءيعونفن نريكرسعمرلعا مراعنطن ىلنعن ضمشحشين لون
ننوهشاسن
ننوؤشارنيش معهش ننيذرلمنا ننوعشامنلعا ننوعشننمعينون
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (1), Itulah orang yang menghardik anak yatim(2), Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (3). Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (4), (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (5), Orang-orang yang berbuat riya (6), Dan enggan (menolong dengan) barang berguna (7)”
Dalam surat tersebut, Allah SWT demikian lugas mengaitkan antara agama dengan keberpihakan kepada kaum dhuafa. Seseorang dikategorikan mendustakan agama manakala ia mengabaikan anak yatim dan orang miskin.
Di awal surat Al-Ma’un tersebut Allah SWT menggunakan pertanyaan, tapi bukan berarti Allah SWT bertanya karena tidak tahu. Menurut para mufassir hal itu dimaksudkan untuk menggugah hati pendengarnya agar memberikan perhatian lebih kepada ayat selanjutnya.
Jadi di sini Islam mendorong umatnya agar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhoh saja, akan tetapi Islam juga menganjurkan ibadah sosial, seperti memperhatikan nasib-nasib orang lemah. Bahkan kalau kita cermati 5 rukun Islam itu adalah merupakan
gabungan antara habluminallah dan hablum minannas, gabungan antara hubungan vertikal dan horizontal.
Sidang jama’ah sholat jumat yang dimuliakan Allah
Dimulai dari mengucapkan dua kalimat syahadat yang merupakan pertalian antara seorang hamba dengan Allah, namun pengakuan dan kesaksian tersebut tidaklah cukup tanpa terus menerus menjaga hubungan baik dengan Allah, yaitu dengan melaksanakan shalat sebagai rukun Islam yang kedua.
Shalat yang secara simbolis gerak-geriknya mencerminkan kepasrahan kita kepada Allah SWT. Kemudian ketaatan tesebut dibuktikan dengan mengerjakan amaliah sosial yaitu zakat sebagai rukun Islam ke-3.
Kemudian dalam rukun Islam yang ke-4 yaitu puasa, kita dilarang makan dan minum sebagai pelajaran bagi kita untuk dapat merasakan bagaimana rasanya ketika seseorang tidak bisa makan dan minum.
“Wahai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu tapi engkau tidak memberi-Ku minum.” si hamba menjawab, “wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?” Allah SWT berfirman, “hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu tapi engkau tidak memberinya minum. Padahal jika engkau memberinya minum niscaya akan kau dapati itu disisi-Ku”.
Hadits tersebut secara tidak langsung memerintahkan kita untuk peka terhadap fenomena sosial. Apakah kita sudah memperhatikan orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan kita baik berupa makanan, minuman, dll ataukah kita termasuk orang yang terlena dengan gemerlap dunia sehingga melupakan hal itu?
Amat banyak kehidupan orang lain di sekitar kita yang tidak memiliki kehidupan seberuntung kita. Seburuk apapun kondisi kita saat ini, pasti masih ada saja yang lebih buruk dibandingkan dengan kehidupan kita sekarang.
Kita lihat sekarang saudara-saudara kita yang ada di Palestina sana, mereka sedang
membutuhkan bantuan kemanusiaan dari seluruh umat Islam dunia, tak terkecuali bantuan kita umat Islam indonesia.
Cukupklah ayat-ayat dan hadits tersebut sebagai penggugah hati kita untuk peduli terhadap saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan bantuan kita.
,
ونهش هشنمنإ هشتنون النتر معكشنعمرون يعنمرمر لنبمنقنتنون مريعكرحنلا رركعذرلا ون تراينلا ننمر هريعفر امنبر معكشاينإرون يعنرعنفنننون مريعظرعنلا نرآرعقشلا يعفر معكشلنون يعلر هشللاكنرنابن مشيعحررنلا رشوعفشغنلا. Khutbah Kedua
نعمنون هشلن لمنضرمش لنفن هشللا درهعين نعمن ،اننلرامنععأن ترائنيمرسن نعمرون اننسرفشنعأن رروعرششش نعمر هرللابر ذشوععشننون هشرشفرغعتنسعننون هشنشيععرتنسعننون هشدشمنحعنن هرلل دنمعحنلعا نمنإر
.امتلرسعتن منلمنسنون هريعلنعن هشللا ىلمنصن هشلشوعسشرنون هشدشبععن ادتممنحنمش نمنأن دشهنشعأنون ،هشلن كنيعررشن لن هشدنحعون هشللا لمنإر هنلنإر لن نعأن دشهنشعأنون هشلن يندراهن لنفن لعلرضعيمش
. :
ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن لمرصن ممنهشلمنلأن امتيعلرسعتن اوعمشلمرسنون هريعلنعن اولمشصن اونشمنآ ننيعذرلمنا اهنيمشأن اين يمربعنرلمنا ىلنعن ننولمنصنيش هشتنكنئرلمنون هنللا نمنإر دشععبن اممنأن
.
تن كعرنابن امنكن ،دمممنحنمش لرآ ىلنعنون دمممنحنمش ىلنعن كعررابنون دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر ،منيهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيهرارنبعإر ىلنعن تنيعلمنصن امنكن دمممنحنمش لرآ
دءيعجرمن دءيعمرحن كننمنإر منيعهرارنبعإر لرآ ىلنعنون منيعهرارنبعإر ىلنعن.
تراونمعلناون معهشنعمر ءراينحعلنان ،ترامنلرسعمشلعاون ننيعمرلرسعمشلعلر رعفرغعا ممنهشلمنلان.
مءيعحررمن فشوعؤشرن كمنمنإر اننبمنرن اعونشمنآ ننيعذرلمنلر لمتغر اننبرولشقش يفر لععنجعتن لنون نرامنيعلرابر اننوعقشبنسن ننيعذرلمنا انننراونخعلرون اننلن رعفرغعا اننبمنرن
.
ل
ت برقنتنمش لتمنعنون ابتيمرطن اقتزعررون اعتفرانت امتلععر كنلشأنسعنن انمنإر ممنهشلمنلان ننيعحرترافنلعا رشيعخن تننعأنون قمرحنلعابر اننمروعقن ننيعبنون اننننيعبن حعتنفعا ممنهشلمنلان
ررانمنلا بناذنعن اننقرون ةتننسنحن ةررنخرلا ىفرون ةتننسنحن ايننعدمشلا يفر اننترآ اننبمنرن
Sumber: https://www.tongkronganislami.net/edisi-5-khutbah-jumat-terbaru-hablum-minallah-wa-hablum-minannas/
Edisi 6 Khutbah Jumat Terbaru tentang
Kehidupan Kedua
Edisi 6 Jumat Jumat Terbaru tentang Kehidupan Kedua Oleh: Aiman Said Ali Nahdi
Mungkin sebagian dari kita masih meragukan tentang adanya kehidupan setelah kematian, bagaimana caranya Allah SWT mengembalikan tubuh kita yang telah hancur didalam tanah. Serta mengembalikan ruh kita, bersatu kembali dengan tubuh kita.
Begitu juga, betapa banyak manusia sangat ketakutan dalam menghadapi kematian dan berharap untuk hidup selamanya agar bisa menikmati dunia dan seisinya.Kehidupan setelah kematian adalah hal yang mudah bagi Allah SWT, semudah Allah SWT menciptakan dari tiada menjadi ada.
Dalam kehidupan dunia-pun kita bisa membuktikan adanya kebangkitan. Jika kita hidup dinegara yang mengalami pergantian musim, maka kita dapat menyaksikan tumbuh-tumbuhan yang tadinya subur menjadi layu, berguguran, dan pada akhirnya membeku selama musim dingin (bagaikan pohon yang mati). Lalu tibalah musim semi, udara menjadi hangat, dedaunan mulai tumbuh, kuncup bunga berkembang dan rerumputan tumbuh subur kembali.
Mari kita cermati sejenak firman Allah SWT :
رشوششنمشلا كنلرذنكن اهنتروعمن دنععبن ضنرعأنلعا هربر اننيعينحعأنفن تميمرمن دملنبن ىلنإر هشاننقعسشفن ابتاحنسن رشيثرتشفن حناينرمرلا لنسنرعأن يذرلمنا هشلمنلاون
“Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu.
Demikianlah kebangkitan itu”. (QS. Faathir: 9). Allah SWT juga berfirman :
ءميعشن لمركش ىلنعن هشنمنإر ىتنوعمنلعا ييرحعمشلن اهناينحعأن يذرلمنا نمنإر تعبنرنون تعزمنتنهعا ءنامنلعا اهنيعلنعن اننلعزننعأن اذنإرفن ةتعنشراخن ضنرعأنلعا ىرنتن كننمنأن هرتراينآ نعمرون رءيدرقن
Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang Badui memungut sekerat tulang, dan menantang Nabi Muhammad SAW: “Wahai Muhammad, siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?”. Allah SWT menjawab dengan firmannya: (Dan) Dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kejadiannya. Ia katakan: “Siapa pula yang sanggup menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh itu?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Allah SWT yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Tahu tentang segala makhluk”. (Qs. Yaasiin: 78-79).”
Jama’ah shalah jumat yang dirahmati Allah SWT
Sangat mudah bagi Allah SWT menggabungkan kembali ciptaannya yang telah hancur, sedangkan dari yang tiada bisa ia ciptakan menjadi ada yakni bumi, langit dan seisinya. Saat jabang bayi dalam kandungan lebih kurang selama 9 bulan, ia akan mengalami masa kegelapan, hidup didalam air dan tempat yang sempit didalam perut ibunya. Jika ia bisa berfikir dan
berbicara, maka manusia diluar (perut ibunya) dapat memberikan informasi kepadanya tentang kehidupan dunia yang penuh cahaya, tumbuh-tumbuhan hijau, interaksi sesama makhluk dan kenikmatan lainnya.
Maka ia tentu akan bertanya: “Untuk apa aku didalam perut yang gelap dan sempit ini, kenapa aku tidak segera dikeluarkan?”
Manusia diluar akan menjelaskan: “Anda harus menjalani proses disana (dalam perut) agar tubuhmu sempurna dan siap untuk menghadapi kehidupan dunia.”
Sang jabang bayi kemudian mengerti, dan berkata: “Baiklah, saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi dunia yang penuh kenikmatan dan tantangan itu.”
Jika dialog diatas dianalogikan (disamakan) dengan kehidupan manusia (alam kehidupan) dan alam setelah kematian (kebangkitan), maka seharusnya dunia ini (alam kehidupan) merupakan persiapan yang matang untuk kita dalam menghadapi alam kebangkitan yang abadi.
Jika kita memahami hakikat hidup ini yang sementara saja dan ada kehidupan yang abadi setelah kematian, maka kita akan berkata persis seperti sijabang bayi: “Baiklah, saya akan
mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan menjalankan semua perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan-Nya, agar saya siap menghadapi kehidupan setelah kematian, sehingga saya mengalami kebahagiaan yang abadi.”
Masalahnya adalah, kadang-kadang kita melupakan informasi Allah SWT dalam Al-Qur’an dan sunnah tentang kehidupan setelah kematian atau tidak ada manusia yang telah mati yang dapat memberikan informasi kepada kita tentang kehidupan setelah mati itu. Jika kita selalu mengingat kematian dan kehidupan setelahnya, tentu kita akan berhati-hati dalam menjalani kehidupan dan selalu berjalan dalam “rel” yang telah ditentukan-Nya.
Orang yang selalu ingat akan kematian adalah orang-orang yang cerdas, karena ia selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian itu. Dan ia tidak akan merasa takut terhadap
kematian, karena kematian adalah gerbang kehidupan berikutnya yang indah dan abadi. Hanya manusia yang tidak punya bekal saja yang takut menghadapi kematian. Seseorang yang sangat mendambakan kematian akan berucap seperti Rasulullah SAW saat menghadapi sakratul maut: “Aku hanya ingin kembali keharibaan Allah,” hal ini menunjukkan kerinduan yang sangat untuk bertemu Rabbnya.
Untuk itu, tidak perlu takut akan kematian karena hanya sekali saja dalam kehidupan kita, lakukanlah persiapan yang matang menghadapinya. Dan berharaplah malaikat maut berkata kepada kita disaat ajal menjelang:
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya . Maka masuklah kedalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah kedalam syurga-Ku”. (QS. Al-Fajr: 27-30).
,
ونهش هشنمنإ هشتنون النتر معكشنعمرون يعنمرمر لنبمنقنتنون مريعكرحنلا رركعذرلا ون تراينلا ننمر هريعفر امنبر معكشاينإرون يعنرعنفنننون مريعظرعنلا نرآرعقشلا يعفر معكشلنون يعلر هشللاكنرنابن مشيعحررنلا رشوعفشغنلا
Sumber: https://www.tongkronganislami.net/edisi-6-khutbah-jumat-terbaru-kehidupan-kehidupan-kedua/
Edisi 7 Khutbah Jumat Terbaru Batalnya
Syahadat Muslim
Contoh 7 Khutbah Jumat Terbaru 2017 Batalnya Syahadat Seorang Muslim
Oleh: Ayub
Kaum muslimin jamaah jumat yang diridhoi Allah SWT.
Salah satu nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita di Indonessia ini adalah nikmat dilahirkan atau hidup di tengah komunitas muslim yang cukup besar, bahkan terbesar di dunia.
Bandingkan dengan saudara-saudara kita yang hidup di lingkungan yang tidak sama seperti kita. Tentu kita sudah sering menyimak di media cetak maupun media elektronik, bagaimana nasib saudara kita sesama muslim yang hidup di Eropa atau Amerika Serikat misalnya.
Terutama pasca peristiwa fitnah WTC 11 September, mereka menjadi sasaran kaum
Islamophobia, Jilbab dan cadar dilarang, menara dilarang, nama yang berbau muslim atau Arab dicurigai. Mereka setiap hari harus berjuang mempertahankan identitas kemusliman meraka, mereka harus berjuang keras menjaga syahadat mereka.
Lalu kembali kepada kita, kaum muslimin yang dirahmati Allah, kita atau katakanlah sebagian dari masyarakat kita, karena sudah terlahir sebagai muslim, dengan nama Islami, dilengkapi lagi dengan KTP yang mempertegas keIslaman formalnya dan hidup ditengah-tengah masyarakat muslim, entah karena semua itu atau ada faktor lain, mereka kadang lengah, tidak sadar bahwa keislaman mereka bisa saja batal.
Mereka tidak berhati-hati sehingga syahadatnya pun tinggal lafal yang tidak bermakna di sisi Allah SWT. mereka menganggap hal-hal itu remeh, padahal ini adalah permasalahan yang sungguh amat sangat penting, karena syahadatlah yang membedakan antara seorang yang beriman dengan yang tidak beriman. Seorang muslim dengan seorang kafir.
Jamaah jumat yang dicintai Allah,
Pertama-tama sebelum khatib membahas lebih jauh tentang pembatal syahadat, khatib perlu menegaskan bahwa ini sama sekali bukan untuk menghakimi saudara kita sesama muslim, bahwa ia telah membatalkan syahadatnya, tapi yang terpenting adalah bagaimana menjadikannya sebagai bahan muhasabah pribadi, lalu kita berusaha menjauhinya dan menjauhkan keluarga kita darinya.
Said Hawwa di dalam kitabnya yang berjudul Al Islam menyebutkan bahwa ada 20 hal yang dapat membatalkan syahadat seorang muslim atau muslimah. Dalam kesempatan khutbah ini khatib hanya akan menyampaikan beberapa diantaranya.
Pembatal syahadat yang pertama adalah bertawakkal kepada selain Allah SWT, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berusaha dan berikhtiar dalam setiap hajat kebutuhan hidup kita, namun Allah SWT melarang kita untuk bertawakkal kepada usaha kita tersebut.
Yang dimaksud bertawakkal kepada usaha adalah ketika seseorang sudah begitu yakin dengan usahanya dalam suatu perkara, ia menumpuhkan seluruh harapannya kepada apa yang telah ia lakukan, sehingga ia melupkan bahwa di atas segala usaha dan ikhtiyar sebaik dan sekeras apapun itu, masih ada Allah SWT, Sang Pencipta yang Maha berkuasa. Allah SWT berfirman di dalam surah Al Maidah ayat 23 ;
“Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah SWT Telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, Maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. dan Hanya kepada Allah SWT hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”.
Ayat di atas bercerita tentang Bani Israil ketika hendak memasuki negeri yang di dalamnya hidup kaum yang kejam, namun Allah SWT tidak langsung menurunkan kepada mereka bantuan, tapi memerintahkan kepada mereka melalui lisan dua orang yang takut kepada Allah SWT di
kalangan mereka, agar berusaha yakni masuk kedalam negeri tersebut. Setelah mereka berusaha, Allah SWT kemudian memerintahkan kepada mereka agar bertawakkal hanya kepada Allah SWT.
Begitupun dalam kehidupan kita, kita tentu saja harus berusaha keras untuk meraih sesuatu, untuk mencapai kesuksesan, namun akhirnya, kepada Allahlah kita serahkan keputusannya. Disinilah perbedaan orang kafir dengan orang yang beriman. Seorang kafir berusaha maksimal dan menggantungkan harapannya sepenuhnya pada usahanya, sedangkan orang mukmin juga berusah dengan maksimal, tapi hanya menggantungkan harapan sepenuhnya kepada Allah SWT. Kaum muslimin jamaah jumat yang diberkahi Allah,
Pembatal syahadat yang kedua adalah tidak mengakui bahwa semua nikmat baik lahir maupun batin berasal dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman ;
يفر لشدراجنيش نمن سرانمنلا ننمرون ةتننطرابنون ةترنهراظن هشمنعننر معكشيعلنعن غنبنسعأنون ضررعلنا يفر امنون تراونامنسمنلا يفر اممن مكشلن رنخمنسن هنلمنلا نمنأن اوعرنتن معلنأن
رمينرممش بماتنكر لون ىدتهش لون مملععر رريعغنبر هرلمنلا
“Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah SWT Telah menundukkan untuk
(kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah SWT tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” (QS. Luqman: 20)
Jamaah jumat rahimakumullah, setiap muslim wajib mengakui bahwa setiap nikmat yang ia peroleh, yang meliputinya baik itu nikmat fisik seperti tubuh yang sehat, harta yang cukup, anak serta istri yang menyejukan pandangan dan sejenisnya adalah nikmat dari Allah, merupakan pinjaman dari Allah SWT begitu juga nikmat yang abstrak seperti Iman, Islam, rasa bahagia, kepandaian dan sejenisnya hanyalah dari Allah SWT.
Dalam konteks inilah Allah SWT membinasakan Qarun yang menyombongkan harta yang ia anggap hasil dari ilmunya. Seperti diabadikan oleh Al Quran ;
يدرنعر مملععر ىلنعن هشتشيتروأش امننمنإر لناقن
“Karun berkata: “Sesungguhnya Aku Hanya diberi harta itu, Karena ilmu yang ada padaku”. (QS. Al-Qashas: 78)
Begitulah Qarun menjadi kafir Karena menganggap nikmat yang ia peroleh adalah hasil dari kemampuannya tanpa mengakui Allah SWT sebagai pemberi segalanya.
Hal berikutnya yang membatalkan syahadat adalah beramal dengan tujuan selain Allah SWT. Seorang yang mengaku muslim yang bersyahadat, agar syahadatnya tetap sempurna maka ia harus beribadah karena Allah SWT semata. Allah SWT berfirman ;
ننيمرلناعنلعا بمررن هرلملر يترامنمنون يناينحعمنون يكرسشنشون يترلنصن نمنإر لعقش
ننيمرلرسعمشلعا لشومنأن اعننأنون تشرعمرأش كنلرذنبرون هشلن كنيررشن لن
“Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah SWT)”. (QS. Al-An’am: 162-163)
Ibadah di sini tidak terbatas pada shalat, puasa, zakat, dan haji semata, tetapi mencakup semua amalan yang dikerjakan karena Allah SWT. dengan demikian seorang muslim tidak boleh berbuat karena sesuatu yang lain selain Allah SWT.
Misalnya adat, hidup matinya untuk adat benar-salah ia tetap membela adatnya. Pernyataan ini bukan berarti kita tidak boleh memelihara atau membela adat, tetapi yang dimaksud di sini adalah tidak menjadikannya nomor satu di atas segala-galanya termasuk menjadikannya lebih di atas dari aturan-aturan agama Islam.
Berikutnya yang dapat membatalkan syahadat seseorang adalah membenci Islam sebagian atau seluruhnya. Allah SWT berfirman ;
معهشلنامنععأن لمنضنأنون معهشلمن استععتنفن اورشفنكن ننيذرلمناون
معهشلنامنععأن طنبنحعأنفن هشلمنلا لنزننأن امن اوهشرركن معهشنمنأنبر كنلرذن
“Dan orang-orang yang kafir, Maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah SWT menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah Karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah SWT (Al Quran) lalu Allah SWT menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.”
Pada ayat di atas dikatakan kecelakaan yang menimpa orang yang kafir, orang yang tidak bersyahadat adalah karena mereka membenci apa-apa yang diturunkan Allah, yakni Al Quran yang menjadi sumber segala hukum Islam.
Di dalam Al Quran ditetapkan kaidah-kaidah umum, larangan-larangan, perintah-perintah serta petunjuk-petunjuk. Lalu selain itu Allah SWT juga menjadikan sunnah nabi-Nya menjadi bagian dari sumber hukum Islam. jika semuanya digabungkan maka ia disebut dinul Islam. Seorang yang membenci salah satu dari elemen di atas, atau bahkan seluruhnya, maka ia dianggap telah membatalkan syahadatnya.
Kaum muslimin yang dicintai Allah SWT, termasuk dalam hal ini bila ada seseorang yang begitu alergi dengan hukum-hukum hudud dalam Islam, misalnya saja hukuman potong tangan bagi pencuri, hukuman rajam bagi pezina yang sudah pernah menikah.
Akhir–akhir ini, ketika banyak kalangan umat yang memperjuangkan diberlakukannya syariat, atau PERDA syariat justru muncul dari umat Islam sendiri suara-suara yang membenci hukum tersebut dengan dalih bertentangan dengan kemanuiaan dan HAM.
Mereka tidak sadar bahwa kebencian mereka itu telah mencederai syahadat mereka. Begitu juga jika kita membenci system ekonomi Islam yang Alhamdulillah mulai berkembang di tanah air kita bahkan di dunia. Intinya kita sebagai seorang yang bersyahadat harus cinta dan bangga pada semua elemen Islam, jangan mengenyampingkan sebagian dengan dalih apapun.
Jamaah jumat yang berbahagia, masih berhubungan dengan poin tadi, hal berikutnya yang dapat membatalkan syahadat seseorang adalah apabila ia memperolok–olok Al Quran dan Sunnah serta orang yang berjuang menegakan keduanya. Simaklah firman Allah SWT ;
ننورشذنحعتن اممن جءررخعمش هنلمنلا نمنإر اعوؤشزرهعتنسعا لرقش مهربرولشقش يفر امنبر معهشئشبمرننتش ةءرنوسش معهريعلنعن لنزمنننتش نأن ننوقشفراننمشلعا رشذنحعين نمنلشوقشينلن معهشتنلعأنسن نئرلنون
ننوؤشزرهعتنسعتن معتشنكش هرلروسشرنون هرتراينآون هرلمنلابرأن لعقش بشعنلعننون ضشوخشنن انمنكش امننمنإر
“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka:
“Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah SWT dan rasul-Nya).” Sesungguhnya Allah SWT akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 64-65)
Dalam ayat di atas, Allah SWT menegaskan bahwa hanya orang-orang munafiklah yang suka mengolok-olok Islam. Fenomena ini juga kadang kita temui dalam masyarakat kita. Ketika ada seorang yang berusaha meneladani sunnah Rasulullah SAW , justru dianggap aneh oleh sebagian muslim yang lain. Bahkan ada yang mengolok-olok atau menyematkan sebutan yang jelek bagi mereka.
dipahami sebagaimana kelompok pertama tadi memahaminya. Misalnya saja memanjangkan jenggot, atau memakai kain di atas mata kaki. Dalam perkara semacam ini, untuk menjaga syahadat kita, hendaknya kita bersikap bijak dengan tidak mengolok mereka yang berbeda pendapat dengan kita. Karena ternyata fatal akibatnya.
Jamaah jumat yang saya hormati, pembatal syahadat terakhir yang sempat saya sampaikan pada kesempatan ini adalah mengkafirkan orang Islam atau menghalalkan darahnya, atau tidak mengkafirkan orang kafir. Di atas tadi telah kami sampaikan beberapa hal yang dapat membatalkan syahadat seorang muslim, tapi dengan berdasarkan semua itu janganlah kita dengan gampang mengecap seorang muslim sebagai kafir, karena hal inipun dapat membatalkan syahadat kita. Rasulullah SAW pernah bersabda ;
: :
نععن ، ةندنيعرنبش نربعا نرعن ، منلمرعنمشلعا ينرععين نميعسنحش نععن ، يبرأن ينرثندمنحن لناقن ، درمنصمنلا دشبععن اننثندمنحن لناقن ، رممنععمن نشبع دشممنحنمش اننثندمنحن
» :
لءجشرن يمررعين لن لشوقشين منلمنسنون هريعلنعن هشلمنلا ىلمنصن هرللا لنوسشرن عنمرسن هشنمنأن ، رممذن يبرأن نععن هشثندمنحن ، درونسعلنا ابنأن نمنأن ، رنمنععين نربع ىينحعين
كنلرذنكن هشبشحراصن نعكشين معلن نعإر هريعلنعن تعدمنرش لمنإر ررفعكشلعابر هشينمررعين لنون ، قرسعفرلعابر لتجشرن
“Jika seorang menuduh orang lain fasik ataupun kafir padahal sifat tersebut tudaklah ada pada orang yang ia tuduh, maka kefasikan dan kekafiran kembali kepadanya (si penuduh)”
Di tanah air kita ini, ada banyak sekali kelompok Islam yang dalam pengamalan dan pemahaman mereka terhadap Islam terdapat perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada itu jangan sampai membuat kita begitu cepat mencap saudara sesama muslim sabagai kafir yang halal darahnya. Kecuali jika buktinya memang jelas bahwa orang tersebut telah nyata kekafirannya. Jika demikina justru kita harus mengkafirkannya. Misalnya jika ada seorang yang mengaku muslim namun meyakini adanya nabi setelah Rasulullah SAW , orang tersebut telah kufur.
Namun jika perbedaan yang ada hanya masalah furu’ atau cabang dalam agama, dimana perkara tersebut tidak sampai membuat seseorang kafir, maka kita sebagai orang yang bersyahadat janganlah sekali-kali menuduh seorang kafir. Karena jika tuduhan tersebut tidak terbukti justru syahadat kitalah yang terancam.
Jamaah jumat rahimaniy warahimakumullah.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan khutbah ini. Akhirnya kembali khatib tegaskan bahwa semua pembatal syahadat yang telah disebutkan tadi bukanlah untuk
menghakimi orang lain, tapi yang terpenting adalah marilah kita bersama berhati-hati menjaga syahadat kita ini. Karena bukan Cuma wudhu yang bisa batal, syahadatpun demikian bisa saja batal. terkadang kita sangat peduli dan memperhatikan perbuatan kita agar wudhu tidak batal, sedangkan terhadap hal–hal yang membatalkan syahadat kadang kita lalaikan. Padalal syahadat adalah rukun, pilar, atau penegak Agama kita yang pertama.
.