BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pemilu Amerika menjadi suatu bentuk hiburan tersendiri bagi masyarakat Indonesia bahkan diseluruh dunia, hampir semua masyarakat di seluruh belahan dunia ingin mengetahui keadan politik negeri paman sam. Dimana para calon kandidat Barack Obama dari partai Demokrat dan Jhon MeCain dari Republik bersaing untuk menjadi orang nomor satu di Amerika. Hal ini tentu tidak lepas dari peran media dalam memberikan informasi tentang keadan politik AS, baik media cetak ataupun media elektronik banyak memuat atau menayangkan berita – berita mengenai politik presiden Seperti yang diungkapkan oleh Douglas Kellner mengenai peran media dalam politik presiden.
“In the contemporary era of media politics, image and media spectacle have played an increasingly important role in presidential politics and other domains of society. With the increasing tabloidization of corporate journalism, lines between news, information and entertainment have blurred, and politics has become a form of entertainment and spectacle (Kellner,2009:3)
Kellner mengungkapkan Dalam era politik media kontemporer, gambar dan tontonan media telah memainkan peran semakin penting dalam politik presiden. Dengan semakin banyaknya media massa, garis antara berita, informasi dan hiburan telah kabur, dan politik telah menjadi suatu bentuk hiburan dan tontonan yang menarik.
Pemilihan Presiden Amerika Serikat menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai kalangan, tua muda, laki – laki, perempuan, pendidikan tinggi – rendah antusias mengikuti pemberitaan tentang pemilu di
Amerika Serikat. Antusiasme itu ditangkap oleh jejak pendapat litbang Kompas yang dilakukan sehari setelah Pemilu Amerika Serikat digelar 4 November lalu. Sebanyak 91,5 % responden mengaku mengikuti pemberitaan pesta demokrasi di negeri Paman Sam itu lewat media massa. Bahkan, 35,9% tidak mau ketinggalan berita barang seharipun, merasa perlu mengikutinya setiap hari. Jika dilihat lebih jauh ketertarikan untuk mengikuti pemberitaan pemilu di negara yang dijuluki ” Adidaya” dan pelopor demokrasi ini merata di semua kalangan meskipun dengan
derajat ketertarikan yang berbeda – beda, Laki – laki dan perempuan, misalnya, sama – sama menyukai pemberitaan pemilu Amerika Serikat, tetapi terlihat bahwa porsi jumlah laki – laki lebih banyak yang mengikuti.
Dilihat dari sisi pendidikan makin tinggi pendidikan responden makin intens mengikuti pemberitaan media tentang pemilu Amerika Serikat. Sementara usia tidak berpengaruh pada ketertarikan mengikuti pemberitaan moment bersejarah di Amerika Serikat. Ini artinya, pemilu Amerika Serikat menjadi konsumsi publik Indonesia, baik tua maupun muda. (Setiawan, 2008: 10).
Penulis memilih Kompas karena, Kompas memiliki peran yang penting dalam berpartisipasi dalam membangun masyarakat Indonesia baru, yaitu masyarakat dengan kemanusiaan yang transendental, persatuan dalam perbedaan, menghormati individu dan masyarakat yang adil dan makmur. Faktor yang menjadi sentral dalam visi ini adalah manusia dan kemanusiaan beserta cobaan, permasalahan, aspirasi, hasratnya, keagungan dan kehinaan. Kompas tergerak oleh visi ini dan berusaha peka akan nasib manusia
Kompas juga memiliki misi dengan berkomitmen membangun masyarakat Indonesia Baru dan titik sentral pada manusia dan kemanusiaan, Kompas dalam pemberitaannya, membawakan nilai-nilai demokratis, kemanusiaan dan hak asasi manusia. Apalagi di era reformasi seperti sekarang ini, wacana demokerasi, kebebasan pers dan hak asasi manusia menjadi hal utama. Dalam situasi kebebasan pers ini, Kompas dituntut untuk menyampaikan informasi padat, menghormati hati nurani, penuh wawasan dan cerdas serta tidak mengumbar sensualitas belaka layaknya koran-koran kuning. Dalam membawakan komitmen itu Kompas mempunyai misi mengasah nurani membaur cerdas. Bisa dikatakan Kompas telah beredar di seluruh pelosok tanah air. Apalagi dengan sistem cetak jarak jauh yang memungkinkan pembaca didaerah menikmati Kompas sedini mungkin seperti pembaca di Jakarta dan sekitarnya.
dari segi pengemasan, pendalaman, dan penyajianya dibandingkan media lain. Isi Pemberitaan surat kabar Republika tidak terlepas dari Misi dan Visi Harian Umum Republika, isi berita yang ditampilkan lebih banyak bernuansa Islam. Meskipun demikian untuk memenuhi tuntutan masyarakat Harian Republika juga menampilkan berita lain yang menarik dan untuk konsumsi publik. Pada halaman pertama kita akan mendapatkan tampilan berita utama. Topik Nasional hadir di 2 (dua) halaman penuh. Disamping itu masih banyak topik-topik lain yaitu Nusantara, Opini, Telisik, Internasional, Ekonomi Bisnis, Kabar Kota, Bursa, Wawancara, Investasi Global, Syariah, Sepak Bola, Arena, Iptek dan Kesehatan, Pendidikan, Warna dan TV Guide, Warna. Dalam masa krisis seperti sekarang, Harian Umum Republika tetap konsisten terbit dengan 28 halaman.
Apalagi dalam masa Pemilu sekarang ini Republika menampilkan 2 halaman penuh khusus untuk menampilkan berita seputar Pemilu. Untuk kalangan pebisnis dapat memanfaat halaman Class Ad untuk menawarkan produknya melalui iklan yang dipasang di harian Republika ini. Pada halaman Opini di sediakan 1 (satu) halaman untuk menuangkan ide tulisan yang berasal dari pakar ataupun pembaca mengenai topik-topik yang sedang hangat di masyarakat.
kental, baik dalam gaya bahasa maupun isi sehingga dapat sebagai pilihan bagi kalangan muslim untuk dijadikan sebagai koran keluarga
B. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, dapat penulis rumuskan masalah sebagai berikut : Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat dalam Surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009.
C. TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di Surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009.
D. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat teoritis yaitu pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu komunikasi
Manfaat terapan dapat digunakan sebagai pembendaharaan penelitian bagi mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik pada umumnya dan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik jurusan komunikasi pada khususnya
E. LANDASAN TEORI
1. SURAT KABAR
Banyak ungkapan yang dipakai oleh para ahli untuk menunjukan asal-usul pers. Diantaranya yang cukup ekspresif ialah sosiolog Kanada McLuhan ia menyebut pers dan media massa umumnya sebagai ”the existence of man”, eksistensi manusia. Kodrat pembawaan dan kebutuhan esensial manusia ialah berkomunikasi, ia menyatakan diri, ia berbicara, ia menerima pesan dan menyampaikan pesan, ia berdialog, ia menyerap yang dilihat dan didengarnya, ia berada dalam suatu lingkungan dan bercengkrama dengan lingkungan dan dengan proses itu, ia menyatakan dan mengembangkan peri kehidupan yang bermasyarakat (Oetama, 1987:4).
Bitter (1986) menyebutkan bahwa tahun 59 SM di kota Roma telah terbit sebuah buletin untuk warga kota yang disebut dengan Acta Diurna yang memuat pelbagai pengumuman dan diletakan pada pendopo balai kota. Penerbitan surat kabar yang bermutu lebih baik setelah berkembang luasnya percetakan baru dapat terlihat di Italia sekitar tahun 1600. Waktu itu terbit surat kabar yang disebut dengan Gazette (Liliweri, 1991:12)
dibandingkan media massa elektronik. Sebab itu pula komentar surat kabar selalu berkaitan dengan peristiwa harian diseluruh dunia, surat kabar hidup dengan berita-berita dari hari ke hari. Karakter lain surat kabar adalah periodisitas. Surat kabar diterbitkan dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin. seperti radio, beberapa surat kabar tidak hanya terbit sekali dalam sehari. Misalnya surat kabar Asahi Shimbun Jepang terbit sampai 16 kali dalam setiap hari, salah satu surat kabar berbahasa Jerman di Switzerland biasa diterbitkan tiga kali sehari. Kriteria yang terakhir dari surat kabar ialah sifat universal dalam isi dan akses. Pada umumnya surat kabar mengupas semua masalah hidup manusia karena itu bersifat universal. Surat kabar juga mengupas berita-berita politik, ekonomi, budaya, hiburan dan juga olah raga. Tetapi ada juga surat kabar yang meski memfokus pada salah satu bidang saja, misalnya Financial Times atau Wallstreet Journal, yang memberikan informasi khusus mengenai ekonomi (Obon & Jebarus,2001:99).
besarnya kepala berita, letak dan panjang cerita. Pada umumnya editor menempatkan berita-berita yang penting pada halaman pertama. Kemudian berita-berita penting lainya akan akan diperkenalkan melalui daftar isi dari surat kabar tersebut yang dipasang pada halaman pertama pula ekonomi ( Obon & Jebarus, 2001:100).
2. BERITA
Pada tahun 1882 Charles A. Dana mengungkapkan ”When a dog bites a man that is not news, but when a man bites a dog that is news” (apabila seekor anjing menggigit orang itu bukanlah berita, akan tetapi apabila orang menggigit anjing itu baru berita).
Sedangkan menurut Dean M. Spencer, dalam bukunya ”News Writing”. Berita didefinisikan sebagai suatu kenyataan atau ide yang
benar dapat menarik perhatian, sebagian dari pembaca. Menurut batasan atau definisi, berita dalam arti teknis jurnalistik adalah : laporan tentang fakta atau ide yang termasa, yang dipilih oleh staf redaksi suatu harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karna itu luar biasa, entah karena pentingnya atau akibatnya, entah pula ia mencakup msegi-segi human interest seperti humor, emosi dan ketegangan (Assegaff, 1983:23).
lain, peristiwa dan keadaan itu merupakan fakta atau kondisi yang sesungguhnya terjadi, bukan rekaan atau fiksi penulisnya (Djuraid, 2006:9).
Dari ketentuan yang ditetapkan oleh Kode Etik Jurnalistik bahwa sebuah berita harus cermat dan tepat atau dalam bahasa jurnalistik harus akurat. Selain cermat dan tepat, berita juga harus lengkap (complete), adil (Fair) dan berimbang (balanced). Kemudian berita harus tidak mencampurkan fakta dan opini sendiri atau dalam bahasa akademis disebut objektif, syarat prtaktis tentang penulisan berita yaitu berita harus ringkas (concise), jelas (clear) dan hangat (current) (Budyatna, 2006:47). Berita dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: berita berat (hard news) dan berita ringan (soft news) berita berat adalah berita yang sangat penting terkait dengan peristiwa yang sangat menegangkan, mencengangkan, mengejutkan dan pada peristiwa yang mengguncangkan menyita perhatian serta yang mengandung konflik dan memberi sentuhan-sentuhan emosional dan melibatkan tokoh masyrakat, orang terkenal. Karena menyangkut peristiwa atau masalah penting, maka perlu secepatnya diketahui masyuarakat, maka naskah berita dibuat sedemikian rupa tidak terlalu panjang, cukup di ungkapkan hal-hal yang menonjol atau paling penting saja (Yosef, 2009:23).
Berita yang tidak terlalu penting sehingga tidak harus secepatnya diketahui masyarakat namun demikian, berita ini tetap dinilai menarik dan ada manfaatnya bagi khalayak sehingga ttetap disebarluaskan kepada khalayak. Karena dari segi urgensinya tidak terlalu tinggi, maka penyebaranya luasan berita seperti ini baik melalui media massa cetak, tidak harus menjadi berita pertama tetapi dapat ditempatkan pada bagian tengah atau bagian akir. Berita seperti ini juga dapat disebut sebagai”Time less News” yaitu berita yang penyebarluasanya tidak
terikat waktu. Artinya dapat disebarluaskan pada kesempatan berikutnya (Yosef, 2009:25).
Struktur Berita
Nilai Berita
Significance (penting)
Yakni kejadian yang berkemungkinan mempengaruhi orang banyak, atau kejadian yang punya akibat terhadap kehidupan pembaca.
Magnitude (besaran)
Yakni kejadian yang menyangkut angka – angka yang berarti bagi kehidupan orang banyak, atau kejadian yang berakibat yang bisa dijumlahkan dalam angka yang menarik buat pembaca.
Timeliness (waktu)
Proximity (dekat)
Yaitu kejadian yang dekat bagi pembaca, kedekatan ini bisa bersifat geografis maupun emosional.
Promonence (tenar)
Yakni menyangkut hal –hal yang terkenal atau sangat dikenal oleh pembaca.
Human Interest (manusiawi)
Yakni kejadian yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca, kejadian yang menyangkut bagi orang biasa dalam situasi luar biasa, atau orang besar dalam situasi biasa (Mursito, 1999. 63).
Teknik Penulisan Berita
Bill Parks memaparkan mengenai penulisan piramida terbalik yaitu ”Seperti yang telah kita lihat, keunggulan utama dari piramida terbalik adalah: menyampaikan informasi secara efisien, sehingga pembaca dapat memahami fakta-fakta dengan cepat‟. Djafar H. Assegaff mengemukakan tujuan dari penulisan berita menggunakan gaya penulisan berita Piramida Terbalik adalah untuk memudahkan khalayak pembaca yang bergegas, untuk cepat
JUDUL
LEAD
BODY
mengetahui apa yang terjadi dan diberitakan. Di samping itu tujuan lain, yang sifatnya lebih kedalam, yakni untuk memudahkan redaktur memotong bagian yang tidak penting yang terletak pada bagian paling bawah (Assegaff, 1983. 49).
Setiap tulisan yang berbentuk berita, sekurang-kurangnya memuat 3 bagian, yakni pembukaan (lead, intro), tubuh (body), dan penutup. Bagian body, bisa berupa detail, perluasan lead, pendukung lead, dan latar belakang.
Lead adalah bagian terpenting, paling kuat dan menonjol, merupakan inti dari keseluruhan berita. Lead menonjolkan bagian-bagian penting secara ringkas, dan ia bertugas “merayu” pembaca agar membaca berita tersebut. Lead kadang memuat keseluruhan unsur 5W+1H. Body dan Penutup bagian kedua, yakni tubuh adalah bagian yang menguraikan lebih lanjut pokok-pokok fakta yang terdapat pada lead. Unsur “bagaimana” dan “mengapa” biasanya mengambil banyak uraian dalam tubuh berita (Mursito, 1999. 63).
3. BERITA POLITIK
Werren, dalm bukunya “Modern News Reporting”
nyata bahwa politik dapat dipisahkan dengan masalah-masalah umum) (Assegaff, 1983:41).
Berita politik adalah berita mengenai berbagai macam aktifitas politik yang dilakukan para pelaku politik di partai politik, lembaga legislatif, pemerintahan dan masyarakat secara umum. Kehidupan politik dan kenegaraan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kehidupan rakyat, karena itu setiap orang akan tertarik dengan berita-berita politik. Pengertian politik di sini adalah dalam arti yang luas, yakni sebagai ilmu pemerintahan negara, jadi tidak hanya terbatas kepada pengertian partai dan kegiatannya. Jadi politik dalam arti yang luas yang dimaksudkan itu akan mencakupi tidak saja masalah kenegaraan, sejak dari diplomasi internasional, pemilihan umum dan krisis-krisis kabinet, akan tetapi juga sampai kepada masalah-masalah politik yang timbul di daerah-daerah.
4. KEBIJAKAN REDAKSIONAL
David L Sills mengungkapkan, sehubungan dengan pengertian kebijakan, Ia menyatakan kebijakan ialah ”suatu perencanaan atau program mengenai apa yang akan dilakukan dalam menghadapi problem tertentu dan cara bagaimana melakukan atau melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan atau diprogramkan” ( Safiie & Tanjung, 1999:47).
Louis M. Lyons mantan kurator yayasan Nieman Di Universitas Harvard mengungkapkan fungsi editorial adalah menentukan suasana atau sifat surat kabar. Jika seseorang membutuhkan alasan bagi editorial atau mencoba menentukan peranan utama dari sebuah editorial, peran itu mengungkapkan suasana surat kabar. Hal ini lebih dari sekedar kebijaksanaan persuratkabaran. Ini merupakan kesempatan untuk menunjukan institusi itu sendiri sebagai sebuah kekuatan yang beradab yang memberi peradaban (Rivers, Mclntyre & Work, 1994:59).
berita itu terlanjur menjadi pendapat umum (public opinion) (Mursito, 2006:17).
Opini yang berasal dari media massa bersumber pada ”kebijakan redaksional” (editorial policy). Kebijakan redaksional bagaikan ”ideologi” suatu partai politik Yang menjadi dasar kegiatan seluruh kegiatan jurnalistik. Kebijakan redaksional ditentukan oleh visi dan misi media massa. Kebijakan redaksional adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan.
Kebijakan Redaksional (Editorial Policy) adalah ketentuan yang disepakati oleh redaksi media massa tentang kriteria berita atau tulisan yang boleh dan tidak boleh dimuat atau disiarkan, juga kata, istilah, atau ungkapan yang tidak boleh dan boleh dipublikasikan, sesuai dengan visi dan misi media. . Di media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), kebijakan itu dirinci dalam ”buku gaya bahasa” (style book) atau
wartawan demi ciri khas media sekaligus menjaga keseragaman bahasa di kalangan wartawan (Pareno, 2003:90).
5. ANALISIS ISI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Isi (Content Analysis). Kerlinger mengatakan bahwa :
”Content analysis is a method of studying and analyzing
communication in a systematic and qualitative manner to measure variables”
Analisis isi adalah suatu metode studi dan analisa tentang isi komunikasi (tersurat dan tersirat) secara sistematis, logis, baik dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur variable-variabel maupun pendekatan kualitatif dalam pengkategorian pesan, untuk mencapai hasil penelitian yang obyektif ataupun kesimpulan-kesimpulan yang obyektif (Black & Dean, 1999:26).
Secara umum ada kesepakatan para ahli, bahwa pelaksanaan analisis isi haruslah sistematik dan obyektif. Obyektifitas menurut suatu cara yang memungkinkan bila dilaksanakan oleh orang lain akan menghasilkan hasil yang sama. Sistematis menghendaki penerapan yang taat azas dalam pembuatan kategori-kategori isi. Cara ini menjamin penyeleksian data lebih tepat sehingga pengambilan keputusan yang berat sebelah dapat dihindarkan.
Analisis isi media dapat:
a. Mengidentifikasi apakah organisasi menaruh pesannya dimedia
b. Mengidentifikasi isu penting
c. Mengidentifikasi media mana meliput apa
d. Mengidentifikasi wartawan mena meliput isu apa untuk memungkinkan penargetan yang lebih spesifik
e. Mengukur apakah isu tertentu menerima liputan yang meningkat / berkurang
f. Merinci liputan melalui pers perdagangan, media nasional, media bisnis dan lain-lain
g. Merinci liputan melalui daerah, seperti analisis negara untuk melihat bagai mana daerah tertentu beroperasi
h. Melakukan analisis saingan untuk mengidentifikasi apa yang dikatakan dan dilakukan saingan, dan apa yang dikatakan orang tentang mereka.
i. Mengidentifikasi sumber utama yang dikutip media mengenai topik kunci
Dalam media massa khususnya pers cetak, content analysis dilakukan terhadap perkembangan kecendrungan isi suatu berita, isi suatu kejadian dengan memperhatikan perulangan-perulangan, penekanan, perhatian dan fokus pada suatu konteks tertentu sehingga kita dapat mengajukan kesimpulan kecendrungan tentang isi media itu.
(Sanipah, 2005:104).
Analisis isi dalam penelitian ini diterapkan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan dalam penyajian berita-berita tentang Barack Obama setelah menang pemilu Amerika Serikat sampai ia dilantik menjadi presiden pada surat kabar Kompas dan Republika periode 6 November 2008 sampai dengan 20 Januari 2009.
F. HIPOTESIS PENELITIAN
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi mengungkapkan bahwa ”Hipotesa adalah sarana penelitian ilmiah yang penting karena merupakan instrumen kerja dari teori. Sebagai hasil dedukasi dari teori atau proposisi, hipotesa lebih sepesifik sifatnya, sehingga lebih siap untuk diuji secara empiris” (Singarimbun & Effendi, 1987:43).
dinyatakan secara jelas. Sedangkan yang secara implisit adalah hipotesa deskriptif.
Selain harus menunjukan hubungan antara 2 variabel atau lebih, hipotesa harus memberikan gambaran bagaimana bentuk hubungan tersebut, yaitu positif atau negatif. Hipotesa yang baik juga harus memberikan petunjuk bagaimana pengujiannya. Untuk itu variabel penelitian harus dijabarkan dengan teliti agar lebih mudah diukur, dengan demikian diketahui cara pengujian hubungan antara variabel-variabel terebut.
Semua hipotesa yang dirumuskan oleh peneliti, baik yang bersifat relasional, maupun deskriptif disebut hipotesa kerja ( Hi / Hk ). Agar dapat diuji secara stsistik, diperlukan sesuatu untuk membandingakan hipotesa kerja tadi. Dalam penelitian sosial pembanding tadi biasanya tidak ada, dan karena itu dibuat pembanding secara arbiter yang berbentuk suatu hipotesa nol ( Ho ). Ho inilah yang kemudian diuji. Bila pengujian hipotesa menyimpulkan bahwa Ho ditolak, maka Hi /Hk diterima ( Singarimbun & Effendi, 1987:45).
1. Ho :Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal pokok permasalahan berita
di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal pokok permasalahan berita
2. Ho :Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal narasumber berita
Ha :Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal narasumber berita
3. Ho :Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal jenis berita Ha :Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan
terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal jenis berita 4. Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan
di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal penempatan halaman berita
Ha :Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009 dalam hal penempatan halaman berita
G. DEFINISI KONSEPSIONAL DAN DEFINISI OPERASIONAL
1. Definisi konsepsional
Definisi konsepsional adalah pembatasan arti atau pengertian tentang istilah dalam judul penelitian sesuai dengan pengertian umum yaitu untuk menghindari perbedaan pengertian dan penafsiran tentang variabel-variabel penelitian yang akan diuji antara konsep penelitian dengan pembacanya (Nasir, 1995:18).
a. Surat kabar
Surat kabar adalah alat komunikasi massa yang mengoperkan lambang-lambang komunikasi secara serentak, lambang-lambang mana yang memenuhi syarat publisitas, perioditas, universalitas dan aktualitas
b. Berita
dalam penelitian ini mencakup staight news (hard news dan soft news), feature, Indepth news, reportase, Investigative reporting foto jurnalistik
2. Definisi Operasional
Definisi Operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana cara mengukur variabel dengan kata lain adalah semacam bentuk pelaksanaan bagaimana cara mengukur variabel
a. Surat kabar
Surat kabar dalam penelitian ini mengambil surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009
b. Berita
Berita dalam penelitian ini berita yang dimuat dalam surat kabar Kompas dan republika pada periode 6 November – 20 Januari 2009 berita mengenai Barack Obama didalam penelitian ini adalah setiap pemberitaan yang didalamnya terkandung peristiwa politik, ekonomi, sosial budaya
dan mendalam sehingga dimungkinkan dapat memperkecil terjadinya bias (Dalam skripsi Ardyanto Yoga, 2002:30).
Untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang signifikan dalam pemberitaan terpilihnya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat di Surat kabar Kompas dan Republika pada periode 6 November 2008 – 20 Januari 2009, dibuatlah kategori-kategori operasional sebagai berikut :
2.4Pokok Permasalahan berita
Deutschmann memberikan kategori – kategori dalam menganalisa isi persurat kabaran, dalam studi ini. Oleh karena kategori – kategori tersebut nyatanya sesuai, fungsional dan terkendali maka dianggap bahwa kategori – kategori tersebut dapat memberikan jawaban pada hipotesa (Flournoy, 1989:26).
i. Perang, pertahanan dan diplomasi : dalam kelompok ini termasuk isi yang berhubungan dengan pertikaian bersenjata antar dua negara atau lebuh. Isi yang berhubungan dengan masalah-masalah dan kegiatan-kegiatan angkatan bersenjata nasional. Serta pertahanan negara juga masuk di dalamnya. Kegiatan - kegiatan resmi dari para duta besar dan pejabat diplomatik lainya juga dimasukan dalam kelompok ini. Berita mengenai Perserikatan Bangsa-Bangsa dan permasalahanya juga dimasukan dalam kelompok ini.
apakah pada tingkat daerah atau nasional, dimasukan dalam kelompok ini. Pembahasan perundang-undangan yang disiarkan melalui surat kabar , walaupun menyangkut pokok persoalan dalam kategori lain, dianggap sebagai hal pemerintahan dan dari sebab itu dikelompokan demikian. Hal-hal yang menyangkut persoalan-persoalan politik atau pengangkatan seseorang calon atau pejabat untuk suatu kedudukan yang penting, masuk dalam kategori ini. Pembahasan konsep-konsep pemerintahan seperti kebebasan politik atau kebebasan berbicara dimasukan dalam kelompok ini.
iii. Kegiatan ekonomi. Dalam kategori ini termasuk cerita-cerita yang ada dasar ekonominya kecuali belanja pemerintah, seperti perdagangan, keuangan dan perbankan. pembahasan soal-soal perpajakan juga dimasukkan di sini. Kegiatan-kegiatan usaha swasta seperti perluasan sarana-sarana yang telah ada, masalah pertanian, masalah perindustrian dan masalah-masalah managemen tenaga kerja juga dimasukan dalam kelompok ini. Berita-berita tentang perekonomian dan angkut nasional, sekalipun menyangkut tindakan pemerintah, dimasukan juga dalam kelompok ini.
v. Masalah-masalah moral masyarakat. berita-berita yang menyangkut persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat tentang hak-hak asasi dan tanggung jawab etika perorangan, dimasukan dalam kelompok ini. Pergerakan hak-hak sipil, bila tidak merupakan bagian dari perundang-undangan pemerintah dianggap sebagai masalah moral masyarakat. cerita-cerita atau tajuk rencana yang menyangkut tanggung jawab organisasi keagamaan kepada masyarakat, juga dimasukan dalam kelompok ini
vi. Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Berita-berita yang menyangkut masalah-masalah tentang penyakit-penyakit tertentu yang mempunyai dampak umum, dimasukan dalam kelompok ini. Isi-isi yang menyangkut kegiatan-kegiatan badan-badan kesehatan masyarakat, seperti Palang Merah, berita tentang terobosan-terobosan di bidang ilmu dan kedokteran dimasukan dalam kelompok ini.
vii. Pendidikan dan seni klasik. kelompok berita ini menyangkut masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem pendidikan umum baik swasta maupun negeri, atau dengan seni klasik seperti drama sastra atau seni lukis.
ix. Human interest. Dalam kategori ini termasuk berita-berita tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional dari kehidupan. Setiap berita kecil yang menyenangkan tentang keganjilan perilaku manusia: cerita-cerita dengan percakapan dan tindak laku tetapi tidak usah memuat berita langsung, cerita-cerita semacam ini bukanlah merupakan berita langsung atau tajuk rencana karena cerita-cerita ini bersifat sastra rakyat.
2.4Narasumber Berita
i. Aparatrur negara : Individu sebagai alat atau kelengkapan negara yang terutama dalam bidang kelelmbagaan, ketataleksanaan dan kepegawaian yang mempunyai tanggung jawab terhadap pemerintahan (KBBI,1989.131)
ii. Pakar politik : orang yang ahli, pandai dan memahami ilmu pengetahuan mengenai tata kenegaraan yang meliputi sistem pemerintahan, azas-azas pemerintahan, kebijakan, dan pembangunan negara. (KBBI,1989.694)
iii. Pakar ekonomi : orang yang ahli, pandai dan memahami ilmu mengenai azas-asaz produksi, distribusi, konsumsi dan keuangan serta tata kehidupan perekonomian suatu negara (KBBI,1989.680)
segala hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat tersebut (KBBI,1989.849).
v. Profesional :orang yang menjalankan profesinya pada bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian, ketrampilan dan kejuruan dengan penuh tanggung jawab sesuai aturan yang ditetapkan (KBBI,1989.702)
2.4Jenis-jenis berita
Menurut Jani Yosef dalam bukunya yang berjudul „To Be A Journalist” secara umum, berita dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok yaitu: Berdasarkan tingkat urgensi berita. Hard News, berita ringan (Soft News), berita penerangan (Informational news). Berdasarkan cara pengolahan berita: Berita linear, berita singkat (Straigt News), berita mendalam (Indepth News)
i. Hard News : Berita yang sangat penting terkait peristiwa-peristiwa yang menegangkan, mencengangkan, mengejutkan, mengerikan, menakutkan, mengharukan, dan hal-hal lain yang menyentakan perasaan orang. Karena menyangkut peristiwa atau masalah penting, maka perlu secepatnya diketehui masyarakat.
seperti ini tidak harus menjadi berita pertama tetapi dapat ditempatkan pada bagian tengah atau bagian akhir.
iii. Berita Penerangan (Informational news) : berita yang dikemas berupa penjelasan atau pengumuman pemerintah atau suatu lembaga negara melalui media massa tentang kebijakan baru atau suatu keputusan penting
iv. Berita Linear (Linear News) : berita yang pengolahannya diangkat satu sisi saja, tidak menyertakan informasi terkait lainya dan tidak mendalam
v. Berita Singkat (Straight News) : berita yang langsung menyajikan isi utama atau isi pokok informasi karena harus secepatnya diketahui masyarakat. Karena singkat dan harus segera diketahui khalayak, maka pengolahannya tidak mendalam.
vi. Berita Mendalam (Indepth News) : berita yang diolah secara mendalam dengan cara mengembangkan dan melengkapi informasi yang disampaikan dalam berita sebelumnya, atau berdasarkan informasi yang baru namun dikemas secara menarik dan mendalam (Yosef, 2009:25). vii. Reportase : reportase atau pelaporan adalah bentuk
fakta-fakta yang dilaporkan dalam reportase lebih mendalam yang jelas cara mendapatkan fakta sedikit banyak menggunakan investigasi (Mursito, 1999:76). viii. Investigative Reporting : investigative reports atau disebut
juga laporan penyelidikan (investigasi) adalah jenis berita yang eksklusif. Datanya tidak bisa diperoleh dipermukaan, tetapi harus dilakukan berdasarkan penyelidikan, sehingga penyajian berita seperti ini membutuhkan waktu yang lama (Sumadiria, 2005:30).
ix. Feature : Feauture adalah salah satu bentuk penyajianinformasi yang lengkap mendalam tentang suatu masalah atau hal yang khas. Agar penyajianya menarik dalm pengolahanya mengutamakan nilai seni dan unsur human interest di dalamnya. Dengan demikian feature merupakan penyajian informasi atau satu jenis penyajian berita yang mampu memenuhi rasa ingin tahu dan rasa gembira dan terharu atau tergugah khalayak atau pembaca (Yosef, 2009:40).
dan disebarluaskan lewat media massa.Ada beragam definisi tentang foto jurnalistik (Inggris : photo journalism) yang disampaikan para pakar komunikasi dan praktisi jurnalistik. Namun secara garis besar, menurut Guru Besar Universitas Missouri, AS, Cliff Edom, ”foto jurnalistik adalah paduan antara gambar (foto) dan kata”. Jadi, selain fotonya, foto jurnalistik juga harus didukung dengan kata-kata yang terangkum dalam kalimat yang disebut dengan teks foto / caption foto, dengan tujuan untuk menjelaskan gambar dan mengungkapkan pesan atau berita yang akan disampaikan ke publik. Jika tanpa teks foto maka sebuah foto hanyalah gambar yang bisa dilihat tanpa bisa diketahui apa informasi dibaliknya (Rekotomo, 2007:).
2.4Penempatan halaman
i. Berita halaman muka : berita yang dimuat pada halaman pertama surat kabar yang berisi berita-berita penting atau utama.
H. METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, ”deskriptif memiliki tujuan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat”. Yang bermaksud mendiskripsikan atribut ”massage” tanpa menghubungkan dengan maksud si penyampai ”massage‟ terhadap ”audience” yang menjadi sasaranya, serta tidak pula dikaitkan dengan hasil atau akibatnya. Penelitian ini hanya melihat perbedaan isi antara media (Rakhmat, 1984:22).
2. Teknik Penelitian
Teknik penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi komunikasi (tersurat) secara sistematis, logis, baik dalam pendekatan kuantitatif untuk mengukur variabel-variabel maupun pendekatan kualitatif dalam pengkategorian massage, untuk mencapai hasil peneitian yang obyektif atau kesimpulan-kesimpulan yang obyektif
3. Populasi dan Sampel
Pengertian populasi (universal) menurut Sugiono dalam buku ”Statistika Untuk Penelitian”, adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari;
”Populasi data yang diteliti, yaitu yang berkaitan dengan sekelompok orang, kejadian atau semua yang mempunyai karakteristik tertentu dan anggota populasi itu disebut dengan elemen populasi.” Berdasarkan pengertian diatas, maka populasi dalam penelitian ini adalah seluruh berita pada kedua surat kabar yang diterbitkan dalam rentang waktu antara tanggal 6 November 2008 sampai 20 Januari 2009 yang isinya berkaitan dengan Barack Obama (Ruslan, 2004: 133).
”Peneliti yang meneliti seluruh elmen-elmen populasi, disebut sensus. Dan jika menelitin sebagian dari elemen-elemen tertentu suatu populasi, disebut penelitian sampel”. Mengingat jumlah elemen populasi yang relatif sedikit, maka penulis meneliti seluruh elemen-elemen populasi, atau yang biasa disebut sensus, sehingga semua berita yang ada pada surat kabar Kompas dan Republika antara tanggal 6 November 2008 sampai dengan 20 Januari 2009 yang isinya mengenai Barack Obama dijadikan sampel. Selama periode tersebut, pada surat kabar Kompas sebanyak 120 berita sedangkan pada surat kabar Republika sebanyak 67 berita (Ruslan, 2004: 139).
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan tujuan untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Analisis data dilakukan setelah data-data yang dikumpulkan kemudian disususn secara sistematis. Untuk membantu melakukan analisis data ini di gunakan rumus chi-square dengan uji dua kelompok. Menurut bambang setiawan, dalam situasi sekarang ini pada umumnya untuk analisis isi, tes chi-square dipandang lebih baik karena diterapkan pada angka-angka dengan cara lebih baik, karena disamping semua pernyataan, frekuensi yang kita amati diperhitungkan.
Dalam penelitian ini digunakan tes uji Chi-square untuk menguji ada tidaknya perbedaan isi pesan. Menurut Jalaludin Rakhmat :
”Dalam pengertian isi yang menggunakan lambang atau pernyataan atau tema sebagai satuan koding, Chi-Square lebih memungkinkan perbedaan yang signifikan”.
Dalam uji Chi Square tidak memperhitungkan jumlah sampel, tetapi hanya memperhitungkan jumlah frekuensi yang diperoleh. Frekuensi yang diharapkan dihitung berdasarkan peluang yang diramalkan, yaitu membagi muatan yang didapat menjadi bagian-bagian yang sama. (Rakhmat, 1988:43)
2
2
(
)
b
k
ij
ij
i l
j l
ij
A
H
x
H
Dimana :
ij
A = jumlah kasus yang diamati, yang terkategori pada baris ke-i dalam kolom ke-j
ij
H
= jumlah kasus yang diharapkan, yang terkategori pada baris ke-i dalam kolom ke-jDengan derajat kebebasan:
df = (b-l)(k-l)
Dimana: b = jumlah baris k = jumlah kolom
6. Validitas
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi ”validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur”. Penelitian ini hanya melihat munculnya frekuensi pemberitaan mengenai Barack Obama, sehingga alat ukur yang digunakan berupa satuan angka, yang sudah memiliki standar validitas pasti. (Singarimbun & Effendi, 1987:122).
7. Pengkodingan dan Reliabilitas
digunakan dua orang pengkoder adalah untuk memperoleh kesepakatan atau tujuan bersama sehingga diharapkan masukan reliabilitasnya tinggi. Tentang tingkat persetujuan bersama dikatakan lasswell sebagai berikut : ”Pemberian angka yang menunjukan kesamaan sebanyak 70 sampai 80
atau diantara pelaksana koding atau analisis adalah dapat diterima sebagai keterpercayaan yang memadai” (Flournoy, 1989:33).
Reliabilitas artinya ”memiliki sifat dapat dipercaya. Suatu alat ukur dikatakan memiliki reliabilitas apabila digunakan berkali-kali oleh peneliti yang sama atau oleh peneliti lain tetap memberi hasil yang sama” (Rakhmat,1984:17).
Reliabilitas yang dipakai dalam penelitian ini adalah reliabilitas kategori. Reliabilitas kategori ini ditujukan pada derajat kemampuan pengulangan penempatan data dalam berbagai kategori
Untuk mengukur reliabilitas ini digunakan rumus :
Keterangan :
CR : Coeficient Reliability
M : Jumlah keputusan koding dimana semua pengkoding sepakat
1
N dan N2 : Jumlah keputusankoding yang dibuat pengkoding pertama dan kedua
CR =
2 1
2
N
N
M
Rumus tersebut banyak mendapat kritik, oleh Scott (1955) dikembangkan index of reliabilitiy (pi) sebagai berikut
BAB II
DESKRIPSI LOKASI
Persetujuan yang nyata – Persetujuan yang diharapkan Pi =
BAB II
DESKRIPSI LOKASI
A. Kompas
1. Gambaran Umum Surat Kabar Kompas
Surat kabar harian kompas pertama kali terbit pada tanggal 28 Juni 1965 di Jakarta. Kompas didirikan oleh P.K Ojong dan Jakob Oetama dengan bantuan beberapa jurnalis lain pada waktu itu . pada penerbitan pertama itu, oplag Kompas tercatat 4800 eksemplar
Surat kabar harian kompas pertama kali terbit, pengaruh komunisme sedemikian sedang kuatnya dalam kehidupan sosial politik Indonesia. Dalam situasi seperti itu, banyak koran anti komunis dilarang terbit. Sehingga boleh dikata koran-koran pro-komunis tidak mendapat pesaing yang berarti
Untuk melawan opini dari pihak komunis yang menguasai media . Letjen Ahmad Yani yang menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat mengungkapkan gagasannya kepada menteri perkebunan saat itu, Frans Seda, untuk menerbitkan koran pada waktu itu Lejen Ahmad Yani dan Frans Seda mempunyai kepentingan yang sama, karena massa komunis sedang melancarkan gerakan ” desa ngepung kota” dengan
Koran hasil gagasan Lejen Ahmad Yani tersebut bertujuan melawan komunisme. Koran tersebut sangat penting kehadiranya kerena koran-koran yang kebijakan redaksinya bertentangan dengan komunisme banyak yang dibreidel karena dituduh kurang revolusioner. Sehingga pada saat itu, praktis tidak ada perlawanan opini terhadap paham komunis.
Frans Seda kemudian menanggapi gagasan tersebut dengan membicarakan kepada I.J Kasimo (yang menjabat sebagai Ketua Partai Katolik Indonesia), PK Ojong dan Jakob Oetama yang pada waktu itu sedang mengelola majalah inti sari. Dua orang terakhir itulah yang berperan besar dalam mendirikan dan membesarkan Kompas.
Pada mulanya koran yang diterbitkan tersebut diberi nama”Bentara Rakyat” yang berarti pengawal rakyat. Tak sekedar sebagai sarana untuk
melawan komunisme, pemberian nama itu sesuai dengan harapan mereka dan pemrakarsanya agar bisa tampil dan menjalankan peran sebagai pelidung rakyat. Makna ”Bentara Rakyat” juga menegaskan adanya perbedaan dengan koran-koran dibawah nama PKI yang memanipulasai makna rakyat. Namun atas usulan Presiden Soekarno dan Frans Seda, nama ”Bentara Rakyat” diganti dengan nama Kompas agar lebih jelas
artinya dan diterima sebagai penunjuk arah.. kemudian nama ”Bentara Rakyat” diabadikan sebagai nama yayasan tempat Koran itu bernaung.
harinya, karena sering terlambat terbit. Selain itu, kehadiranya banyak mendapat tantangan dan ejekan dari media-media dan massa yang pro-komunis. Mereka menuduh Kompas hanya menjadi corong umat katolik saja. Dengan mengartikan Kompas dengan kependekan dari ” komando pastor”, karena kompas berdiri dengan diawaki oleh orang-orang yang meyoritas beragama katolik, dan dibawah yayasan ”Bentara Rakyat”
yang juga milik orang-orang yang mayoritas beragama katolik. Kecaman dan pro-kominis seolah-olah semakin beralasan dengan pernah ada afiliasi Kompas dengan partai Katolik Indonesia.
Pada edisi-edisi awal, Kompas lebih banyak memuat berita-berita dari luar negeri dari pada berita dari dalam negeri. Hal itu sangat berkaitan dengan situasi polotik dalam negeri yang masih belum memungkinkan munculnya pemberitaan secara transparan sebagai akibat terlalu dominanya Partai Komunis Indonesia (PKI ) dala mengontrol kehidupan kenegaraan pada saat itu.
Tajuk rencana yang merupakan sikap dari surat kabar, belum dimunculkan oleh redaksi, tetapi di halaman dua terdapat tulisan tentang ”lahirnya Kompas” yang disebut sebagai tajuk kompas. Pada halaman
dua terdapat beberapa berita, baik dalam maupun luar negeri, ditambah beberapa artikel lepas (3 buah) sedang berita olah raga baru mendapat porsi yang kecil, yakni dua buah berita dihalaman empat.
Presiden (PP) No. 6 tahun 1964 yang menetapkan bahwa setiap surat kabar harus berafiliasi kepada salah satu partai politik yang ada. Maka pada saat itu Kompas berafiliasi dengan Partai Katolik Indonesia (Parkindo). Tetapi jaman Orde Baru , Kompas kembali menjadi surat kabar independen dan surat kabar untuk umum. Pada masa itu sekaligus mengakhiri era Party Bond Press di Indonesia. Kembalinya menjadi surat kabar independent didasarkan pada keyakinan pera perintis sejak semula, yaiti visi kemayarakatan koran harus terbuka. Visi dan sikap itu selain sesuai dengan keyakinan para perintisnya, juga dianggap sesuai dengan fungsi pers Indonesia, yaitu ikut mengembangkan sikap saling pengertian dalam masyarakat yang majemuk. Dengan keterbukaan itulah memungkinkan kompas berkembang lebih cepat
Dalam perkembangan selanjutnya, pada 3 bulan usianya Kompas sudah dilarang terbit bersama surat kabar lainya, tepatnya pada Oktober 1965. Larangan terbit ini berkaitan dengan peristiwa nasional G 30 S PKI yang menewaskan enam jendral pucuk pimpinan TNI AD, termasuk Lejen Ahmad Yani yang menggagas terbentuknya Kompas. Waktu itu hanya harian Angkatan Bersenjata, Berita Yuda dan LKBN antara saja yang diijinkan terbit Pelaksana penguasa Perang Daerah (Pepelrada).
Jakarta saat itu. Ditambah lagi dengan kevakuman informasi sebagai akibat larangan terbit bebereapa surat kabar, membuat oplag Kompas meningkat.
Pihak Kompas menyadari bahwa selama ini penerbitan Kompas sangat tergantung padapercetakan. Sementara Kompas selalu berpindah-pindah percetakan, sehingga benmyak kendala dalam perkembangannya, untuk itu pada pertengahan tahun 1972 lahir percetakan Gramedia, dimana seluruh percetakan Kompas berada ditangannya. Mulai tahun 1982, penerbit Kompas bukan lagi yayasan Bentara Rakyat, tetapi PT. Kompas Media Nusantara. Perpindahan ini dikarenakan terbitnya UU pokok pers tahun 1982 mengenai surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) yang mewajibkan seluruh usaha penerbitan pers berbadan hukum.
Kompas merupakan surat kabar pelopor bagi industrialisasi pers di Indonesia. Kompas dengan kelompok Gramedianya mempunyai tujuh jenis usaha yang berbeda. Yaitu, pers, penerbitan buku, pasar swalayan, percetakan, perhotelan, bank dan tambak udang. Khusus dibidang pers. Kompas juga mengembangkan berbagai majalah dan tabloid diantaranya tabloid Bola, majalah anak-anak Bobo, majalah remaja Hai, tabloid wanita Nova, tabloid hiburan Citra, Bintang, tabloid ekonomi dan bisnis Kontan, dll.
pernah sepi dari keritik pengamat maupun intelektual. Dalamsalah satu keritik terhadap Kompas. Kompas dianggap telah mengaburkan batas idealisme dan komersialisme. Dalam bantahanya Jakob Oetama mengatakan ”.. kita harus sadar, kita bersedia untuk diingatkan. Namun
yang penting kita sanggup membangun komitmen dan visi kita, itulah jati diri kita.”
Seiring dengan perkembangan jaman maka kompas membuka homepage dengan nama Kompas online pada alamat www.kompas.com. Berita dalam Kompas online pun senantiasa diup-date, sehingga berita yang disajikan senantiasa hangat dan aktual.
Dalam melakukan kontrol terhadap isi Kompas, maka pada tahun 2000, Kompas membentuk tim Ombudsman Kompas. Lembaga ini merupakan lembaga independen yang bertugas mengevaluasi isi dan memberi saran perbaikan kepada manajemen. Dengan adanya tim ini diharapkan Kompas akan tetap mampu konsisten terhadap visi dan misi serta kebijakan redaksionalnya untuk terus mengingatkan yang mapan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memberikan eligement kepada masyarakat.
2. Visi dan Misi Surat Kabar Kompas
pandangan pokok media yang akan dijabarkan melalui kebijaksanaan redaksional sebagai salah satu kerangka acuan dalam penyeleksian dan pengolahan fakta sehingga tersaji sebuah berita.
Kompas memiliki visi untuk berprestasi dalam membangun masyarakat Indonesia Baru, yaitu masyarakat dengan kemanusiaan yang transendental, persatuan dalam perbedaan, menghormati individu dan masyarakat yang adil dan makmur. Amanat Hati Nurani Rakyat, adalah motto dari kompas. Ini menunjukan bahwa Kompas berkomitmen pula untuk menyuarakan hati nurani rakyat.
Dengan komitmen diatas, misi Kompas dalam pemberitaanya adalah membawakan nilai-nilai demokratis, kemanusiaan, dan hak asasi manusia. Apa lagi di era reformasi ini, wacana demokratis, kebebasan pers dan hak asasi manusia menjadi hal yang utama. Dalam situasi tesebut Kompas dituntut untuk menyampaikan informasi yang padat, menghormati hati nurani, penuh wawasan dan cerdas serta tidak mengumbar sensualitas belaka layaknya koran-koran kuning. Dalam membawakan komitmen tersebut, Kompas mempunyai misi mengasah nurani, membuat cerdas.
masing-masing. Dengan kondisi ini, pembaca terlatih untuk berpikir cerdas dalam menagkap sajian berita di media. Disamping mengajak untuk berpikir cerdas, Kompas pula membawa misi sebagai jembatan antara penguasa dengan mesyarakat dalam produk beritanya. Untuk itu, Kompas mengupayakan diri guna menyerap setiap aspirasi yang berkembang di masyarakat
3. Kebijakan Redaksional Surat Kabar Kompas
Kebijakan redaksional menjadi pedoman dan ukuran dalam menentukan kejadian macam apa yang patut diangkat serta dipilih oleh surat kabar untuk menjadi bahan berita maupun bahan komentar. Pedoman ini tentunya juga harus sesuai dengan Visi dan Misi Kompas yang menjunjung nilai-nilai demokratis dan kemanusiaan.
Sebagai konsekuensi visi dan misinya, Kompas menggunakan bahasa humanitis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa tidak kenes, tidak memakai bahasa kering, formal, abstrak dan rasional tetapi yang menyangkut intuisi dan emosi pambaca.
Ada tiga strategi pembahasan yang dilakukan Kompas bila harus mengupas sebuah masalah sensitif yang berkembang di tengah masyarakat, yakni :
2. Model Angin Surga (MAS) : dalam mengupas masalah Kompas bukan menggugat atau mempertanyakan hal-hal tertentu , tetapi lebih sebagai imbauan serta harapan.
3. Model Anjing Penjaga (MAP) : yang bersifat terbuka dan menggunakan bahasa yang lebih berani.
Selain itu Kompas sendiri menerapkan beberapa kebijaksanaan redaksional yang menjadi kerangka acuan sehingga content pemberitaan tetap dalam kadar yang sesuai, yaitu:
1. Kompas merupakan media yang tidak berpihak pada satu golongan, partai, maupun agama tertentu.
2. Tidak membenarkan mengkritik seseorang mengenai hal-hal pribadi.
3. Tidak membenarkan bagi wartawanya untuk mencari keuntungan pribadi
4. Menggunakan sistem check dan rechek dalam berita.
5. Tidak memihak salah satu golongan, kelompok, atau pihak-pihak tertentu dalam menangani kasus-kasus pemberitaan 6. Menghargai hal-hal yang bersifat off the record
7. Menghormati hak jawab dalam bentuk berita maupun surat pembaca
Kompas tidak membuat kebijakan prosentase volume atau isi yang akan dimuat baik politik, ekonomi, dan berita lainya. Dengan kata lain mana yang aktual dan bermanfaat bagi pembacanya itulah yang dimuat.
Untuk kegiatan redaksional secara garis besarnya, meliputi persiapan, perencanaan, peliputan, pematangan, penulisan, penyuntingan, pemuatan, dan percetakan. Khusus untuk rubrik opini yang merupakan tulisan dari para intelektual, seleksi langsung dilakukan oleh pemimpin redaksi dan akan sedikit mengalami perubahan mengingat sifatnya yang merupakan suatu pendapat. Sedangkan tulisan-tulisan lain ditangani oleh desk redaksi masing-masing dengan syarat yaitu, tidak terlalu ilmiah, sedikit gambar, sedikit populer dan sesuai dengan tingkat pengetahuan masyarakat.
4. Pola Peliputan Surat Kabar Kompas
Kompas juga mempunyai edisi mingguan. Secara fisik perbedaanya adalah dalam edisi minggu menyajikan lebih banyak foto-foto berwarna. Isinya pun berbeda, edisi minggu menyajikan informasi yang lebih ringan dan penuh dengan artikel-artikel, hiburan, musik, profil dan sebagainya
5. Susunan Organisasi Perusahaan dan Redaksi
Pendiri:
P.K. Ojong (1920-1980)
Jakob Oetama
Pemimpin Umum: Jakob Oetama
Wakil Pemimpin Umum: Agung Adiprasetyo, ST. Sularto
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Suryopratomo
Wakil Pemimpin Redaksi: Bambang Sukartiono, Rikard Bagun
Redaktur Senior: Ninok Leksono
Redaktur Pelaksana: Trias Kuncahyono
Wakil Redaktur Pelaksana: Taufik H. Mihardja
Sekretaris Redaksi: Retno Bintarti
B. Republika
1. Gambaran Umum Surat Kabar Republika
Sebelumnya media sebagai tempat menyalurkan ide-ide umat Islam seakan terbelenggu oleh rezim yang berkuasa saat itu yaitu Orde Baru. Kehadiran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang merupakan organisasi baru bagi kalangan cendekiawan muslim di Indonesia, sangat mendukung terbitnya suatu media bagi umat Islam dengan berhasil menembus rezim kuasa untuk izin penerbitan. Republika terbit perdana pada 4 Januari 1993
Surat kabar Republika didirikan oleh Yayasan Abdi Bangsa setelah mendapatkan SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers)dari Departemen Penerangan berdasarkan surat keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia No. 283/SK/Menpen/SIUPP/A7/1992.
2. Visi dan Misi Surat Kabar Republika
Dengan menggunakan kata ”keterbukaan”, Republika memilih menempatkan diri untuk turut mempersiapkan masyarakat indonesia memasuki masa dinamis, tanpa kehilangan segenap kualitas yang dimilikinya. Melihat latar belakang diatas, maka Republika mempunyai misi di berbagai bidang kehidupan sebagai berikut :
2.1Politik
Mendorong demokrasi dan optimalisasi lembaga-lembaga negara. Meningkatkan partisipasi politik semua lapisan masyarakat dan menjujung tinggi kejujuran dan moralitas dalam politik.
2.2Ekonomi
Keterbukaan dan demokrasi ekonomi menjadi kepedulian Republika. Mempromosikan profesionalisasi yang mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan dalam manajemen, menekankan perlunya pemerataan sumber-sumber daya ekonomi dan mempromosikan prinsip-prinsip etika dan moralitas dalam bisnis.
2.3Budaya
bentuk-bentuk kebudayaan yang cendrung mereduksi manusia dan mendangkalkan nilai-nilai kemanusiaan
2.4Agama
Mendorong sikap beragama yang terbuka sekaligus keritis terhadap realitas sosial ekonomi kontemporer, mempromosikan semangat toleransi yang tulus, mengembangkan penafsiran ajaran-ajaran danlam rangka mendapat pemahaman yang segar dan tajam, serta mendorong pencarian titik temu diantara agama-agama.
3. Kebijakan redaksional Surat Kabar Republika
Denagn semboyan ”mencerdaskan kehidupan bangsa” maka Republika bertujuan untuk mewujudkan Indonesia menjadi bangsa yang keritis dan berkualitas, bangsa yang berdiri sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan memegang nilai-nilai spiritual.
harus dipenuhi oleh media yang melaksanakan jurnalistik profetik. Oleh karena itu, pengecekan ulang (check and recheck) bagi Republika merupakan hal wajib.
Dan bahwa sikap ini, Republika telah berhasil mengambil terobnosan yang cukup berarti, antara lain menjadi koran yang menjanjikan suplemen terbanyak bagi pembacanya, disamping menjadi koran pertama di Indonesia yang masuk jaringan internet. Dan selanjutnya dengan mengembangkan jaringan yang lebih luas berupa Indonesian Net Work (INM) yang menyajikan informasi dalam bahasa inggris untuk konsumsi global.
4. Susunan Organisasi Perusahaan dan Redaksi
Direktur Utama : Erick Thohir
Direktur Operasional & SDM : H. Danie Wewengkang
Direktur Pemasaran : Nuky Surachman
Direktur Keuangan : Rahmat Yuliwinoto
Pemimpin redaksi : Ikhwanul Kiram Mashuri
Wakil Pemimpin Redaksi : Nasihin Masha
Redaktur Pelaksana : Arys Hilman
Redaktur Senior : Arif Punto Utomo
Wakil Redaktur Pelaksana : Agung Pragitya Vazza
Staf Redaksi : Nurul S Hamami, Ahmadiun Y Herfanda dll.
BAB III
ANALISIS DATA
Berdasarkan hasil observasi terhadap data yang diperoleh pada obyek analisis, yaitu pemberitaan tentang terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden Amerika pada surat kabar Kompas dan Republika periode 6 November 2008 sampai 20 Januari 2009, untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan dalam hal pokok permasalahan berita, narasumber berita, bentuk berita dan penempatan halaman. Maka dalam BaB III ini akan dilakukan analisis serta interpretasi data secara kuantitatif melalui uji statistik berdasarkan data dan fakta yang ditujukan oeh pemberitaan Kompas dan Republika selama rentang waktu penelitian.
A. Analisa Data Kategori “Permasalahan Berita” Pemberitaan Kompas dan Republika tentang terpilihnya Barack Obama menjadi Presiden Amerika
TABEL I
DISTRIBUSI FREKUENSI UNTUK KATEGORI PERMASALAHAN
BERITA PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah %
Frek % Frek %
Perang, Pertahanan & Diplomasi 24 13,04% 15 8,15% 39 21,20% Politik & Pemerintahan 51 27,72% 30 16,30% 81 44,02% Kegiatan Ekonomi 18 9,78% 10 5,43% 28 15,22% Kejahatan 6 3,26% 4 2,17% 10 5,43% Masalah - Masalah Moral Masyarakat 0 0,00% 0 0,00% 0 0,00% Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat 0 0,00% 0 0,00% 0 0,00% Pendidikan & Seni Klasik 0 0,00% 0 0,00% 0 0,00% Hiburan Rakyat 14 7,61% 6 3,26% 20 10,87% Human Interest 6 3,26% 0 0,00% 6 3,26%
Jumlah 119 64,67% 65 35,33% 184 100,00%
Pokok Permasalahan Berita”. Pemberitaan Kompas tentang terpilihnya barack
Obama (64, 67 %) tercatat lebih banyak dibandingkan pemberitaan oleh Republika (35, 33 %)
Perbedaan yang cukup besar yaitu (29, 34%), namun untuk menentukan perbedaan yang ada tersebut adalah nyata atau semu perlu dilakukan uji statistik dengan menggunakan metode Chi-square, dengan rumus
2
2
(
)
b k
ij ij
i l j l ij
A
H
x
H
Dengan derajat kebebasan: df = (b-l)(k-l)
Dimana: b = jumlah baris k = jumlah kolom
Nilai Chi Square (x2) diperoleh dengan cara melihat perbedaan antara frekuensi yang diamati (Aij) yaitu frekuensi yang didapat dari hasil pengkodingan
dengan frekuensi yang diharapkan (Hij) yaitu yang menunjukan tidak ada
perbedaan; untuk itu nilai Hij untuk masing-masing kategori dicari. Cara yang dilakukan adalah dengan mengalikan kedua jumlah masing-masing sel yang bersilangan, dan membaginya dengan jumlah keseluruhan dari jumlah keseluruhan dari kasus yang diamati
TABEL II
DISTRIBUSI FREKUENSI YANG DIHARAPKAN (Hij) UNTUK
KATEGORI PERMASALAHAN BERITA PEMBERITAAN KOMPAS
DAN REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah
Hij Hij
Sumber : Hasil Koding Peneliti
Setelah mengetahui besarnya frekuensi yang diharapkan (Hij),
tahap selanjutnya adalah mencari nilai Chi-square ( 2
x ) dari masing-masing unit analisis
TABEL III
NILAI CHI SQUARE (X2) UNTUK KATEGORI PERMASALAHAN
BERITA PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
REPUBLIKA
Perang, Pertahanan & Diplomasi 15 13,78 1,22 1,50 0,109 Politik & Pemerintahan 30 28,61 1,39 1,92 0,067 Kegiatan Ekonomi 10 9,89 0,11 0,01 0,001 Kejahatan 4 3,53 0,47 0,22 0,062 Hiburan Rakyat 6 7,07 -1,07 1,13 0,161 Human Interest 0 2,12 -2,12 4,49 2,120
Jumlah 65 2,519
Sumber : Hasil Koding Peneliti
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas. Nilai 2
x untuk kategori pokok permasalahan berita pada surat kabar Kompas sebesar 1,376. proses selanjutnya untuk menghitung nilai 2
x secara keseluruhan, maka perlu diketahui besarnya nilai x2 di harian Republika
Hasil penghitungan nilai x2 di harian Republika sebagai mana ditunjukan dalam tabel adalah 2,519. untuk menghitung nilai Chi-square secara keseluruhan, nilai x2 masing-masing surat kabar dijumlahkan, yaitu 1,376 + 2,519 = 3,895. sedangkan nilai df (drajat kebebasan) adalah 5, dengan perhitungan sebagai berikut:
df = (b-1) (k-1) = (6-1) (2-1) = 5
diformulasikan untuk ditolak. Apabila ditolak, maka hipotesis pengganti (Hi) dapat diterima (Sidney, 1997:9).
Selalu ada dua kemungkinan menyangkut suatu hipotesis. Tingkat
signifikansi sebagai salah satu dari beberapa ketentuan keputusan penyidik adalah tingkat kekeliruan yang oleh peneliti diizinkan dalam menguji hipotesis-hipotesisnya. Penggunaan taraf signifikansi yang sesuai aturan adalah 0,10; 0,05; dan 0,01. pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan taraf signifikansi 0,05 (mengizinkan hanya 5% probabilitas untuk kekeliruan tipe).
Harga kritik 2
x berdasarkan tabel nilai kritis 2
x (critical values for 2
x ) untuk df= 5 pada tingkat signifikansi 0,05 adalah 11,07. besarnya nilai x2 hasil perhitungan (x2= 3,895) tercatat kurang dari 11,07 atau 3,895<11,07. Dengan demikian sesuai ketentuan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak apabila x2hitung melampaui batas nilai x2 tabel, maka hipotesis nol diterima pada taraf signifikansi 0,05 berarti dalam kategori pokok permasalahan berita, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua surat kabar Kompas dan Republika.
B. Analisa Data Kategori “Narasumber Berita” Pemberitaan Kompas dan Republika
TABEL IV
DISTRIBUSI FREKUENSI UNTUK KATEGORI NARASUMBER BERITA
PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah %
Frek % Frek %
Pakar Sosial Budaya 0 0,00% 0 0,00% 0 0,00% Profesional 49 26,63% 27 14,67% 76 41,30%
Jumlah 119 64,67% 65 35,33% 184 100,00%
Sumber : Hasil Koding Peneliti
TABEL V
DISTRIBUSI FREKUENSI YANG DIHARAPKAN (Hij) UNTUK
KATEGORI NARASUMBER BERITA PEMBERITAAN KOMPAS DAN
REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah
Hij Hij
Sumber : Hasil Koding Peneliti
TABEL VI
NILAI CHI SQUARE (X2) UNTUK KATEGORI NARASUMBER BERITA PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel nilai x2 untuk kategori narasumber berita pada surat kabar Kompas sebesar 0,796 hasil perhitungan nilai
2
x di harian Republika sebagaimana ditunjukan dalam tabel adalah 1,457 untuk menghitung nilai Chi Square secara keseluruhan, nilai x2 masing masing surat kabar dijumlahkan 0,796 + 1,457 = 2,253 sedangkan nilai df ( drajat kebebasan) adalah 3. Dengan perhitungan sebagai berikut:
df = (b-1) (k-1) = (4-1) (2-1) = 3
Harga kritik x2 berdasarkan tabel “ critical Values for x2” untuk df= 3 pada tingkat signifikansi 0,05 adalah 7,82. besarnya nilai 2
x hasil perhitungan (x2 2,253) tercatat kurang dari 7,82 atau 2,253<7,82. dengan demikian, sesuai ketentuan bahwa hipotesis nol ditolak apabila x2 hitung melampaui batas nilai x2
C. Analisa Data Kategori “Jenis Berita” Pemberitaan Kompas dan Republika
TABEL VII
DISTRIBUSI FREKUENSI UNTUK KATEGORI JENIS BERITA
PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Sumber : Hasil Koding Peneliti
TABEL VIII
DISTRIBUSI FREKUENSI YANG DIHARAPKAN (Hij) UNTUK
KATEGORI JENIS BERITA PEMBERITAAN KOMPAS DAN
REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah
Hij Hij
Berita ringan (Soft News) 6015 93
TABEL IX
NILAI CHI SQUARE (X2) UNTUK KATEGORI JENIS BERITA
PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Sumber : Hasil Koding Peneliti
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel nilai x2 untuk kategori narasumber berita pada surat kabar Kompas sebesar 0,993 hasil perhitungan nilai
2
x di harian Republika sebagaimana ditunjukan dalam tabel adalah 1,817 untuk menghitung nilai Chi Square secara keseluruhan, nilai x2 masing masing surat kabar dijumlahkan 0,993+1,817=2,810. sedangkan nilai df (drajat kebebasan) adalah 4. Dengan perhitungan sebagai berikut:
df = (b-1) (k-1) = (5-1) (2-1) = 4
(x22,810) tercatat kurang dari 9,49 atau 2,810 <9,49 dengan demikian, sesuai ketentuan bahwa hipotesis nol ditolak apabila x2 hitung melampaui batas nilai x2
tabel, maka hipotesis nol diterima pada taraf 0,05. berarti dalam kategori jenis berita, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kedua surat kabar Kompas dan Republika.
D. Analisa Data Kategori “Penempatan Halaman” Pemberitaan Kompas dan Republika
TABEL X
DISTRIBUSI FREKUENSI UNTUK KATEGORI PENEMPATAN
HALAMAN PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah %
Frek % Frek %
Berita halaman muka 13 7,07% 16 8,70% 29 15,76% Berita halaman dalam 106 57,61% 49 26,63% 155 84,24%
Jumlah 119 64,67% 65 35,33% 184 100,00%
Sumber : Hasil Koding Peneliti
TABEL XI
DISTRIBUSI FREKUENSI YANG DIHARAPKAN (Hij) UNTUK
KATEGORI PENEMPATAN HALAMAN PEMBERITAAN KOMPAS
DAN REPUBLIKA
Sub Kategori KOMPAS REPUBLIKA Jumlah
Hij Hij
Berita halaman muka 1876 29
Berita halaman dalam 10024 155
Sumber : Hasil Koding Peneliti
TABEL XII
NILAI CHI SQUARE (X2) UNTUK KATEGORI PENEMPATAN
Sub Kategori Aij Hij Aij Hij
Sumber : Hasil Koding Peneliti
Berdasarkan data yang terdapat pada tabel nilai x2 untuk kategori narasumber berita pada surat kabar Kompas sebesar 2,097 hasil perhitungan nilai
2
x di harian Republika sebagaimana ditunjukan dalam tabel adalah 3,838 untuk menghitung nilai Chi Square secara keseluruhan, nilai x2 masing masing surat kabar dijumlahkan 2,097+3,838=5,935. sedangkan nilai df (drajat kebebasan) adalah 1. Dengan perhitungan sebagai berikut:
df = (b-1) (k-1) ketentuan bahwa hipotesis nol ditolak apabila x2 hitung melampaui batas nilai x2