• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh UMP terhadap tingkat penganggur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh UMP terhadap tingkat penganggur"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA TANGERANG

DAMPAK KEBIJAKAN UPAH MINIMUM TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN

Disusun oleh: Sarah Fauzia

III-AH

NPM: 133060017881

Mahasiswa Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi

(2)

Dampak Kebijakan Upah Minimum Terhadap Tingkat Pengangguran

Upah Minimum adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pekerja di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Upah Minimum pasal 1 ayat (1), Upah Minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman.

Upah minimum ini diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Upah Minimum dengan bab yang berjumlah 5 bab serta pasal yang berjumlah 22 pasal. Peraturan ini didasari oleh peraturan-peraturan yang telah ada sebelumnya, yaitu:

- Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan Berlakunya Undang-Undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 Dari Republik Indonesia Untuk Seluruh Indonesia,

- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, - Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,

- Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, - Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2004 tentang Dewan Pengupahan, dan

- Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009.

Berikut adalah beberapa dasar pertimbangan dari penetapan upah minimum:

- sebagai jaring pengaman agar nilai upah tidak melorot dibawah kebutuhan hidup minimum,

- sebagai wujud pelaksanaan Pancasila, UUD 45 dan GBHN secara nyata,

- agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat yang memiliki kesempatan, tetapi perlu menjangkau sebagian terbesar masyarakat berpenghasilan rendah dan keluarganya,

(3)

- kepastian hukum bagi perlindungan atas hak – hak dasar Buruh dan keluarganya sebagai warga negara Indonesia, serta

- merupakan indikator perkembangan ekonomi Pendapatan Perkapita. Jenis upah minimum terdiri dari:

- upah minimum provinsi (UMP) yaitu upah Minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi,

- upah minimum kabupaten/kota (UMK) yaitu upah minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota,

- upah minimum sektoral provinsi (UMSP) yaitu upah minimum yang berlaku secara sektoral di satu provinsi, dan

- upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) adalah upah minimum yang berlaku secara sektoral di wilayah kabupaten/kota.

Penetapan upah minimum didasarkan pada Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Komponen Kebutuhan hidup layak digunakan sebagai dasar penentuan upah minimum, dimana dihitung berdasarkan kebutuhan hidup pekerja dalam memenuhi kebutuhan mendasar yang meliputi kebutuhan akan pangan 2100kkal perhari, perumahan, pakaian, pendidikan dan sebagainya.

UMP ditetapkan dan diumumkan oleh gubernur secara serentak setiap tanggal 1 November. Selain UMP, gubernur dapat menetapkan UMK atas rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi dan rekomendasi bupati/walikota. UMK ditetapkan dan diumumkan oleh gubernur selambat-lambatnya tanggal 21 November setelah penetapan UMP dengan jumlah yang lebih besar dari UMP. Upah Minimum yang telah ditetapkan, berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya dan ditinjau kembali setiap tahun.

(4)

pembayaran upah pokok, seperti tunjangan isteri dan/atau tunjangan anak, tunjangan perumahan, tunjangan daerah tertentu.

Sanksi yang berlaku sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pengusaha yang tidak membayarkan upah sesuai ketentuan UMP dianggap sebagai pelaku kejahatan dengan ancaman sanksi penjara dari satu hingga empat tahun dan denda minimal Rp100 juta dan maksimal Rp400 juta. UMP yang ditetapkan merupakan gaji pokok bagi pekerja yang masih belum menikah dan punya masa kerja 0-12 bulan.

Kebijakan upah minimum ini ternyata memiliki dampak terhadap tingkat pengangguran dan kemisikinan yang terjadi. Selain itu, kebijakan upah minimum menimbulkan berbagai pro dan kontra karena dapat menimbulkan pengaruh postif dan negatif kepada pihak-pihak yang terkait.

Peningkatan upah minimum dipercaya meningkatkan standar kehidupan buruh, mengurangi kemiskinan, mendorong pebisnis lebih efisien, sekaligus menciptakan efek beruntun lewat peningkatan konsumsi ke peluang kerja baru. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kenaikan upah minimum yang cukup tinggi akan mendorong pengangguran, khususnya pekerja dengan produktivitas kecil, usaha kecil yang tidak memiliki kapasitas menambah modal, dan mempersulit pekerja tidak ahli dan tidak terdidik.

Menurut teori ekonomi, kenaikan harga (termasuk kenaikan upah) akan memicu kenaikan penawaran, tetapi sekaligus menurunkan permintaan. Jika surplus tenaga kerja ini tidak diikuti pertambahan permintaan kerja, penganggur akan bertambah. Pemerintah bisa campur tangan menciptakan proyek padat karya, tetapi strategi ini hanya mampu mengatasi sebagian kecil pengangguran. Akhirnya kenaikan upah akan menguntungkan mereka yang bekerja, tetapi merugikan mereka yang kontraknya tidak diperpanjang. Korban lain adalah penganggur yang makin sulit masuk pasar kerja.

(5)

satuannya tanpa memengaruhi permintaan konsumen, kelompok ini tetap percaya bahwa dampak positif dari peningkatan upah minimum jauh lebih besar.

Naiknya pendapatan juga akan mengurangi beban pemerintah untuk biaya jaminan sosial akibat turunnya kelompok miskin yang disubsidi. Upah yang semakin tinggi mendorong banyak orang memasuki pasar kerja formal, ketimbang bekerja di sektor informal dan ilegal, dan terutama mempercepat penghapusan kebijakan ”buruh murah” menuju kebijakan buruh upah layak.

Kelompok yang kontra akan peningkatan upah minimum mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyingkirkan kompetitor bisnis yang bertahan karena menggunakan biaya buruh murah, mengganggu keberlanjutan usaha kecil dengan kapasitas finansial terbatas, mengurangi penggunaan tenaga kerja, dan mendorong inflasi akibat kenaikan harga-harga barang.

Bila upah minimum meningkat, maka cost yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk produksi tentu saja akan bertambah karena adanya peningkatan biaya labor, akibatnya harga pokok penjualan dari suatu barang produksi akan meningkat dan harga yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan meningkat. Jika permintaan dari barang tersebut menurun, maka keuntungan yang akan diterima oleh perusahaan juga menurun bahkan tidak menutup kemungkinan perusahaan akan mengalami kerugian dan melakukan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawan agar mengurangi biaya labor yang digunakan. Hal ini akan menyebabkan semakin banyak orang yang menganggur.

(6)

persen terjadi penurunan jumlah permintaan tenaga kerja di tiap propinsi dengan penurunan rata-rata sebesar 0.74% dalam rentang waktu 1988 sarnpai tahun 2002. Upah riil juga mengalami penurunan sebesar 2.71% begitu juga dengan pengangguran yang mengalami penurunan sebesar 11.29%. Penurunan UMP sebesar 5% akan menyebabkan upah riil pekerja mengalami kenaikan sebesar 3.03%. Penyerapan tenaga kerja akibat penurunan tersebut mengalami kenaikan sebesar 0.82% dan jumlah pengangguran mengalami kenaikan sebesar 12.49%. Berdasarkan data tersebut, maka UMP riil memiliki hubungan yang berbanding terbalik dengan jumlah permintaan tenaga kerja.

Kesimpulannya, kebijakan upah minimum yang ditetapkan oleh pemrintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa kebijakan yang bertujuan baik ini memiliki dampak positif dan negatif bagi pihak-pihak yang terkait. Dampak negatif dari kebijakan ini dapat dikurangi dengan cara:

- menentukan dengan sungguh-sungguh berapa upah minimum yang harus di tetapkan di suatu daerah agar tidak menimbulkan kerugian bagi pihak yang memberi pekerjaan dan pihak yang dipekerjakan;

- pemerintah seharusnya lebih memperhatikan terhadap perusahaan-perusahaan bermodal kecil karena perusahaan-perusahaan tersebutlah yang memiliki resiko kerugian dan resiko untuk mem-PHK karyawannya lebih tinggi;

- meningkatkan mutu dari sumber daya manusia, sehingga tenaga kerja dapat lebih produktif, kompeten, dan berkinerja baik, hal ini tentu saja dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan tempat tenaga kerja tersebut bekerja; serta

(7)

Daftar Pustaka:

Website

http://id.wikipedia.org/wiki/Upah_minimum

http://id.wikipedia.org/wiki/Upah_minimum_provinsi

http://www.gajimu.com/main/gaji/gaji-minimum/pengertian-upah-minimum-2

http://budisansblog.blogspot.com/2012/12/efek-kenaikan-upah-minimum.html

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 1 ayat (1) keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia tentang pokok-pokok Pengawasan di Bidang ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Nomor :

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.08/MEN/VII/ 2010 pasal 1 ayat (1), alat pelindung diri selanjutnya disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai

Menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER/02/MEN/ III/2008 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing dalam Bab VIII pasal 22 Ayat (1) izin

Menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER/02/MEN/ III/2008 tentang tata cara penggunaan tenaga kerja asing dalam Bab VIII pasal 22 Ayat (1) izin

Upaya pertama yang dilakukan pengawas ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan upah

Pada Pasal 4 ayat (1) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep. 224/MEN/2003 tentang Kewajiban Pengusaha Yang Mempekerjakan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.Per.08/MEN/VII/ 2010 pasal 1 ayat (1), alat pelindung diri selanjutnya disingkat APD adalah suatu alat yang mempunyai

Keputusan Gubernur Kepulauan Riau dalam penetapan Upah Minimum Kota Tanjungpinang Nomor 1373 tahun 2021 Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia.. Sistem Akuntasii,