vi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT
This purpose of this research is to identify correlation between cash turn over and Net Profit Margin. PT. Astra International Tbk period 2004 – 2008 is used as sample in the research. Analysis regression, and correlation is used in the research and for the research test, author used t test analysis. After the calculation, the results show that the value of coefficient correlation is –0,8043, coefficient determination is 64,8025%, and t value is -2,350177147. Based on the research and analysis, it is concluded that cash turn over has no correlation with Net Profit Margin of PT. Astra International Tbk. period 2004-2008. It is shown by the result of t test analysis on the 5% significant level obtained t table = 3,182 < t value = -2,350177147 < t table = 03,182. So author suggest to PT. Astra International Tbk. in order to increase performance of manage another current assets likes receivable, stock, and another assets for the optimal profitability. And for next researcher, author suggest to take a
vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perputaran kas dengan Net Profit Margin. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT. Astra international Tbk. periode 2004 – 2008. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dan korelasi, yang selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan uji t. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan hasil bahwa nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar – 0,8043, koefisien determinasi sebesar 64,8025%, dan nilai t hitung untuk uji t sebesar -2,350177147. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara perputaran kas dengan Net Profit Margin pada PT. Astra International Tbk. periode 2004 – 2008. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis uji t pada taraf signifikasi 5% diperoleh t tabel = -3,182 < t hitung = -2,350177147 < t tabel = 3,182. Sehingga adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk PT. Astra International Tbk. agar perusahaan lebih meningkatkan kinerjanya dalam mengelola aktiva - aktiva lancar lainnya, seperti piutang, persediaan, surat – surat berharga, dan aktiva lainnya untuk mengotimalkan keuntungan perusahaan. Dan bagi peneliti selanjutnya agar memperhatikan variabel – variabel yang belum diteliti pada penelitian ini.
viii Universitas Kristen Maranatha
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS…….………..……… 7
2.1Kajian Pustaka……….. 7
2.1.1Definisi dan Penggolongan Aktiva……….. 7
2.1.2 Perputaran Aktiva Lancar……… 11
2.1.2.1Pengertian Kas………. 11
2.1.2.2Perputaran kas……….. 12
2.1.3 Profit………. 14
ix Universitas Kristen Maranatha
2.2Kerangka Pemikiran dan Pengembangan Hipotesis………. 18
BAB III METODE PENELITIAN………... 23
3.1Objek Penelitian……… 23
3.2Jenis Penelitian……….. 24
3.3Operasionalisasi Variabel……….. 24
3.4Teknik Pengumpulan Data………. 25
3.5Analisis Pengujian Hipotesis………... 25
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..……… 30
4.1Tingkat perputaran kas……….. 30
4.1.1 Perhitungan dan hasil perputaran kas………. 30
4.1.2 Pembahasan perputaran kas……….... 33
4.2Net Profit Margin………... 37
4.2.1 Pehitungan Net Profit Margin………. 37
4.2.2 Pembahasan Net Profit Margin………... 42
4.3Hubungan antara perputaran kas dengan Net Profit Margin………. 45
4.3.1 Perhitungan………. 45
4.3.1.1Perhitungan persamaan garis regresi……….. 45
4.3.1.2Perhitungan koefisien korelasi……… 46
4.3.1.3Perhitungan koefisien determinasi……….. 47
x Universitas Kristen Maranatha 5.1.1 Tingkat perputaran kas PT. Astra International Tbk.
periode 2004 – 2005………... 52
5.1.2 Tingkat perolehan Net Profit Margin PT. Astra International Tbk. periode 2004 –2005………. 52
5.1.3 Hubungan antara perputaran kas dengan Net Profit Margin PT. Astra International Tbk……… 53
5.2Saran……….. 53
DAFTAR PUSTAKA……… 55
LAMPIRAN……….. 57
xi Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Halaman
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel I Variabel Penelitian………...25 Tabel II Data keuangan PT. Astra International Tbk………...30 Tabel III Data kas, setara kas, dan penjualan PT. Astra International Tbk…...32 Tabel IV Data pendapatan bersih dan laba bersih PT. Astra International Tbk.38 Tabel V Data pendapatan bersih, laba bersih, dan Net Profit Margin PT. Astra
International Tbk……….40
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GRAFIK
Halaman
Grafik I Perputaran kas……….33
Grafik II Net Profit Margin………42
Grafik III Garis Regresi………...49
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Bab I Pendahuluan Indonesia haruslah siap untuk menghadapi dampak dari perekonomian global tersebut. Salah satu yang harus segera dilakukan oleh Indonesia adalah pembenahan dalam bidang ekonomi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pendapatan dari sektor industri, yaitu dengan meningkatkan kinerja sektor industri yang diharapkan pula dapat meningkatkan perekonomian Indonesia secara makro, yang saat ini sedang mengalami keterpurukan sehingga dapat mengatasi akibat buruk dari perekonomian global yang sedang terjadi.
Dampak dari perekonomian global adalah tingkat persaingan yang semakin tinggi pada semua aspek kehidupan, akibat dari sistem perekonomian global yang identik dengan perdagangan bebas. Perusahaan – perusahaan baik perusahaan nasional maupun perusahaan multinasional haruslah siap untuk menghadapi perdagangan bebas pada era perekonomian global ini. Oleh karena itu perusahaan harus dapat memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya untuk dapat bertahan dan mengoptimalkan kinerja perusahaan.
Bab I Pendahuluan
2 Universitas Kristen Maranatha teknologi informasi dan alat – alat berat/pertambangan. Dengan bidang usaha yang cukup banyak ini, maka akan banyak pula hal yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengatur jalannya perusahaan dengan efektif dan efisien sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya. Semua hal yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan memiliki satu tujuan yaitu meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan perolehan laba bersih.
Laba bersih merupakan indikasi pencapaian tujuan perusahaan, maka perusahaan diharapkan dapat menghasilkan dan meningkatkan laba bersih setiap periodenya. Hal ini karena perusahaan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang jika perusahaan tersebut tidak mampu untuk menghasilkan dan meningkatkan laba bersih. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan meningkatkan laba ini menjadi salah satu tolak ukur dalam menilai kinerja perusahaan.
Hal – hal yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan menekan biaya, sehingga dapat diperoleh laba bersih perusahaan secara maksimal. Selain dari pendapatan, adapun cara lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan peningkatan dan pengembangan teknologi, peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia, strategi pemasaran yang baik, pengelolaan perusahaan di bidang keuangan yang efektif dan efisien.
Bab I Pendahuluan
3 Universitas Kristen Maranatha perusahaan sehingga memberikan hubungan positif bagi perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat pengembalian yang diperoleh aktiva.
Aktiva pada perusahaan dibagi menjadi dua yaitu aktiva tetap dan aktiva lancar. Kedua jenis aktiva ini memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan. Permasalahan yang sering timbul adalah ketika terjadi pengelolaan aktiva lancar yang tidak efektif dan efisien, seperti cepat atau lambatnya perputaran kas perusahaan. Permasalahan – permasalahan akibat dari kesalahan pengelolaan aktiva lancar ini akan menghambat jalannya perusahaan dan tujuan perusahaan untuk mencapai laba bersih yang optimal.
Perputaran kas perusahaan merupakan suatu hal yang memerlukan tindakan yang hati – hati dalam pengelolaannya. Sebagaimana diketahui perputaran kas ini dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dan pencapaian laba bersih maksimal yang diharapkan oleh perusahaan. Rasio perputaran aktiva merupakan suatu alat yang dapat digunakan dalam mengukur sejauh mana perusahaan dapat menghasilkan laba melalui pengelolaan aktiva. Sehingga pengelolaan aktiva lancar maupun aktiva tetap yang baik dapat menghasilkan profitabilitas bagi perusahaan. Salah satu komponen dari aktiva lancar yang diperlukan hati – hati dalam pengelolaanya adalah kas.
Bab I Pendahuluan
4 Universitas Kristen Maranatha pelunasan kewajiban, pembagian dividen kepada pemegang saham, dan tentunya untuk aktivitas usaha. Sehingga perlu pengelolaan kas dengan baik agar perputaran kas perusahaan dapat menguntungkan perusahaan di setiap periodenya. Jadi hal tersebut perlu untuk diteliti apakah perputaran aktiva lancar khususnya perputaran kas memiliki hubungan dengan peningkatan Net Profit Margin perusahaan.
Dari latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengambil judul skripsi
“ Hubungan Perputaran Aktiva Lancar ( Kas ) Dengan Net Profit Margin
Perusahaan Pada PT. Astra International Tbk. Periode 2004 –2008”.
1.2 Identifikasi Masalah
Penulis mengidentifikasi beberapa masalah yang terjadi di PT. Astra Internasional Tbk. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi penelitian hanya kepada dua variabel yaitu perputaran aktiva lancar dan Net Profit Margin. Kemudian perputaran aktiva lancar itu sendiri hanya dilihat dari perputaran kasnya saja.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana tingkat perputaran kas di PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2004 – 2008 ?
2. Bagaimana tingkat perolehan Net Profit Margin di PT. Astra Internasional Tbk. Selama tahun 2004 – 2008 ?
Bab I Pendahuluan
5 Universitas Kristen Maranatha 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini pun bermaksud untuk lebih memahami dan mengaplikasikan teori yang didapat khususnya mengenai perputaran kas dan Net Profit Margin. Adapun tujuan dari penelitian ini :
1. Mengetahui perkembangan tingkat perputaran kas di PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2004 – 2008.
2. Mengetahui perkembangan Net Profit Margin di PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2004 – 2008.
3. Mengetahui hubungan tingkat perputaran kas terhadap Net Profit Margin di PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2004 – 2008.
1.4 Kegunaan penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan berguna:
1. Bagi penulis
Sebagai media untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang manajemen keuangan perusahaan khususnya dalam kajian mengenai perputaran kas dan Net Profit Margin. Dan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.
2. Bagi perusahaan
Bab I Pendahuluan
6 Universitas Kristen Maranatha hubungan perputaran kas terhadap Net Profit Margin sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya.
3. Bagi pihak lain
Bab 5 Kesimpulan dan Saran
52 Universitas Kristen Maranatha
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
5.1.1 Tingkat perputaran kas PT. Astra International Tbk. periode 2004 – 2008
Tingkat perputaran kas dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 secara keseluruhan dapat dikatakan cukup stabil, hal ini ditunjukkan angka yang berada di kisaran 8 – 13, yang berarti sekecil – kecilnya perusahaan dapat menghasilkan 8 kali pendapatan bersih dari setiap kas dan setara kas yang dimilikinya dan sebesar – besarnya perusahaan dapat menghasilkan 13 kali pendapatan bersih dari setiap kas dan setara kas yang dimilikinya. Ada peningkatan yang cukup besar dari tahun 2004 ke tahun 2005 dan sedikit penurunan pada dari tahun 2005 ke tahun 2006, namun untuk seterusnya sampai dengan tahun 2008 tingkat perputaran kas PT. Astra International Tbk. bergerak cukup stabil.
5.1.2 Tingkat perolehan Net Profit Margin
Bab 5 Kesimpulan dan Saran
53 Universitas Kristen Maranatha Secara keseluruhan kinerja perusahaan terbilang cukup baik dan stabil setelah tahun 2006.
5.1.3 Hubungan antara perputaran kas dengan Net Profit Margin PT. Astra International Tbk.
Berdasarkan perhitungan, perputaran kas mempunyai korelasi negatif terhadap Net Profit Margin. Hal tersebut ditunjukkan dari nilai r = -0,8050 dan persamaan regresinya, yaitu Y = 0,2011 – 0,0089X . Ini berarti apabila perputaran kas perusahaan mengalami peningkatan maka Net Profit Margin perusahaan akan mengalami penurunan atau sebaliknya. Nilai koefisien korelasi tersebut menghasilkan koefisien determinasi sebesar 64,8025% dan nilai t sebesar -2,350177147 dengan daerah penerimaan -3,182 < t < 3,182, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara perputaran kas perusahaan terhadap Net Profit Margin.
5.2 Saran
1. Penulis menyarankan agar PT. Astra International Tbk. dapat menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerjanya dalam mengelola aktiva lancarnya khususnya kas dalam menghasilkan pendapatan yang lebih baik.
Bab 5 Kesimpulan dan Saran
54 Universitas Kristen Maranatha 3. Penulis menyarankan agar PT. Astra International Tbk. lebih meningkatkan
pengelolaan aktiva yang dimilikinya baik yang lancar maupun yang tetap sehingga dapat lebih optimal dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
4. Penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya data yang digunakan lebih banyak dan menambah jumlah perusahaan yang diteliti. 5. Penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya digunakan lebih
55 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Ariyanti, Fitri. (2007). Analisa Hubungan Antara Laba Akuntansi dan Laba Tunai Dengan Dividen Kas Pada Industri Barang Konsumsi Di Indonesia. Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Indonesia.Yogyakarta.
Budiyuwono, Nugroho. (1995). Pengantar Statistik Ekonomi dan Perusahaan. Edisi Revisi. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.
Caldwell, Belverd E Needles Jr, Henry R Anderson, James C. (1993). Accounting Principles of Accounting. Houghton Miffin Company. Boston Toronto. Daniati dan Suhairi, Ninna. (2006). Pengaruh Kandungan Informasi Laporan Arus
Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return Saham ( Survey Pada Industri Textil dan Automotive yang Terdaftar di BEJ ). Padang.
Dharsono dan Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan. Edisi 1. Andi. Yogyakarta.
Elwiyana, Syarifa. 2007. “Pengaruh Perputaran Kas Dan Perputaran Piutang Terhadap Rentabilitas Ekonomi Pada KPRI Di Kabupaten Jepara Tahun 2004-2005”. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Fess, dan Warren. (1990). Accounting Principle. 14th edition. South Western Publishing. Illnois.
Gitman, Lawrence J. (2006). Principles of Managerial Finance. 11th edition. Pearson Addison Wesley. United States.
Halsey, John J Wild, K R Subramanyam, and Robert F. (2005). Financial Statement Analysis (Analisa Laporan Keuangan). Edisi 8. Salemba Empat. Jakarta. Hasan, M. Iqbal. (2002). Pokok – Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Edisi
kedua. PT Bumi Anggara. Jakarta.
56 Universitas Kristen Maranatha Keuangan, Ikatan Akuntansi . (2004). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.
Jakarta
Maulana, Agus. (1992). Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.
Smith and Fred Skuosen, Jay. (1995). Intermediate Accounting. 12th edition. South Western Publishing Co. Cincinati Ohio.
Susani, Krisna. (2005). Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Piutang, dan Persediaan Terhadap Rentabilitas Pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Di Kabupaten Jepara Tahun 2002 – 2004. Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Syamsuddin, Lukman. (2002). Manajemen Keuangan Perusahaan : Konsep Aplikasi Dalam Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan. Edisi Baru. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Uyar, Ali. (2009). The Relationship of Cash Conversion Cycle with Firm Size and Profitability: An Empirical Investigation in Turkey. International Research
Journal of Finance and Economics. Nomor Issue 24. Hal. 186 – 193.