• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERKAWINAN SEPERSUSUAN DI KECAMATAN SUBANG DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERKAWINAN SEPERSUSUAN DI KECAMATAN SUBANG DIHUBUNGKAN DENGAN HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, itu calon mempelai berhak untuk tidak menandatangani surat persetujuan mempelai (model N3) apabila tidak menyetujui perkawinan tersebut. Berkaitan dengan

1) Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. 2) Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun harus

Jujuran tapi hanya memberikan mahar kepada calon mempelai wanita, meskipun dengan jumlah yang sangat sederhana akan tetapi berlandaskan atas kerelaan kedua belah

Calon mempelai adalah benar-benar seorang wanita dan laki- laki dimana umur kedua belah pihak memang sudah cukup untuk kawin, dan lain sebagainya..

Persoalan perjanjian perkawinan ini juga diatur dan dibolehkan dalam kompilasi hukum Islam, bahwa kedua calon mempelai boleh mengadakan perjanjian perkawinan dalam

Sekaligus penentuan pemberian Doi‟ Nai‟ yang akan diberikan oleh calon mempelai laki-laki kepada pihak keluarga calon mempelai wanita apabila lamaran tersebut diterima

a) Apakah syarat-syarat perkawinan telah dipenuhi. b) Apakah tidak terdapat halangan perkawinan menurut undnag- undang. c) Kutipan akta kelahiran atau surat kenal lahir calon

Untuk menghindarkan diri dari berbagai ragam keharusan yang harus dipenuhi (jujur) dalam melaksanakan suatu perkawinan maka kedua calon penganten melarikan diri di