PERANCANGAN INTERIOR RUMAH
SAKIT IBU DAN ANAK HERMINA DI
JAKARTA BARAT
Siswanti Asri Trisnanih
Jalan Latumeten II/1 No.7, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat 085692305568
[email protected] Mila Andria Savitri S.Sn., M.Ds
Dra. Atridia Wilastriana M.Ds
ABSTRAK
Tujuan perancangan adalah merancang interior rumah sakit ibu dan anak yang menyediakan fasilitas kesehatan dengan mempertimbangkan faktor psikologis bagi ibu dan anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif yaitu pengumpulan data berdasarkan studi lapangan dan literatur. Analisis dilakukan berdasarkan berbagai studi literatur, survey lapangan dan wawancara. Hasil yang dicapai adalah konsep perancangan rumah sakit ibu dan anak “Healthy and Natural” dengan gaya minimalis. Simpulan yang didapat dari perancangan ini adalah penerapan desain rumah sakit ibu dan anak yang mampu memberi fasilitas dengan memperhatikan faktor kenyamanan, keamanan dan memberikan karakter ibu dan anak. (SAT)
Kata kunci : Desain, Interior, Rumah Sakit Ibu dan Anak, RSIA Hermina.
ABSTRACT
The design goal is a mother and child hospital design that provide health facilities consider mother and child psychological factors. The research method used was qualitative methods of data collection based on the results of field studies and literature. Analyzes were conducted based on literature, field surveys and interviews. The result achieved is the concept of mother and child hospital design “Healthy and Natural” with minimalist modern style. Conclusions obtained from this design is the application of design that should give facilities and take notice the factors of comfort, security and give mom and child character. (SAT)
PENDAHULUAN
Perkembangan dunia desain khususnya di bidang desain interior, membuat para desainer interior dituntut untuk menciptakan fasilitas sarana dan prasarana yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Selain perkembangan desain interior, kesehatan juga terus berkembang dan merupakan hal penting bagi masyarakat. Salah satu kesehatan yang terus dikembangkan adalah kesehatan bagi ibu dan anak. Hal tersebut disebabkan oleh kelahiran anak khususnya di Jakarta meningkat pesat setiap tahunnya dan adanya masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia sehingga mendorong kalangan medis untuk mengatasinya. Selain itu, peningkatan angka kelahiran anak tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kesehatan terutama dalam fasilitas sarana dan prasarana kesehatan seperti rumah sakit khusus ibu dan anak. Melihat kondisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa masyarakat membutuhkan fasilitas dan sarana khusus untuk ibu dan anak namun terdapat beberapa masalah yang menjadi dasar pentingnya disediakan fasilitas dan sarana tersebut diantaranya adanya rasa cemas atau ketakutan seorang anak ketika berada di kamar rumah sakit, terjadinya rasa jenuh yang dirasakan anak ketika dirawat karena tidak tersedia fasilitas yang dapat menghibur anak dari kejenuhan. Suasana ruangan yang kurang nyaman dan menegangkan juga mempengaruhi psikologi ibu hamil maupun anak terhadap aktivitas kesehatan yang dilakukan di rumah sakit. Melihat permasalahan tersebut, penulis tertarik memilih Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina sebagai kasus untuk Tugas Akhir agar dapat mewujudkan fasilitas rumah sakit yang aman, nyaman, dan memenuhi kebutuhan ruang bagi ibu dan anak. Perancangan ini juga memperhatikan faktor psikologi ibu dan anak sehingga aktivitas-aktivitas di dalam rumah sakit ibu dan anak dapat berlangsung secara optimal dengan segala fasilitas kebutuhan ruang yang digunakan secara efektif.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan terdiri dari studi literatur, survey lapangan dan wawancara. Studi literatur adalah bentuk pengumpulan data yang berhubungan dengan fungsi, jenis dan kriteria rumah sakit ibu dan anak (RSIA), standarisasi dan kebutuhan RSIA pada umumnya sehingga dapat membantu dalam proses perancangan selanjutnya. Studi literatur dilakukan dengan mencari informasi melalui buku, artikel, majalah, internet, peraturan-peraturan pemerintah tentang rumah sakit, serta referensi yang berhubungan dengan rumah sakit ibu dan anak. Sedangkan survey lapangan bertujuan untuk mendapatkan data informasi yang lebih lengkap mengenai rumah sakit ibu dan anak sebagai bahan pertimbangan untuk memperkuat kebutuhan desain. Selain itu, menggunakan metode wawancara untuk memperoleh informasi mengenai rumah sakit ibu dan anak yang dibutuhkan.
HASIL DAN BAHASAN
Program Aktifitas dan Fasilitas
Tabel 1 Rekapitulasi Ruang Lantai 1
Lantai satu memiliki luas area public sebesar 93 m
private 839 m2 dan area service 56 m
private 189 m2, area private 1211,5 m
Matriks Hubungan Antar Ruang
HASIL DAN BAHASAN
gram Aktifitas dan Fasilitas
Tabel 1 Rekapitulasi Ruang Lantai 1 dan Lantai 2
Lantai satu memiliki luas area public sebesar 93 m2, semi private 442 m
dan area service 56 m2. Sedangkan lantai 2 memiliki luas area semi
, area private 1211,5 m2 dan area service 29,5 m2.
Matriks Hubungan Antar Ruang
Tabel 2 Matriks Hubungan Antar Ruang
NO. ZONA LUAS AWAL (M2) PRESENTASI (%)
1 SEMI PRIVATE POS SECURITY POS SECURITY RAWAI INAP IBU 4.2 2 SEMI PRIVATE TOILET TOILET RAWAT INAP IBU 4.06 3 SEMI PRIVATE AREA TUNGGU AREA TUNGGU RAWAT INAP IBU 14.36 4 PRIVATE NURSE STATION NURSE STATION (KELAS EKSLUSIF) 5.04 5 PRIVATE R. KEPALA R.INAP RUANG KEPALA INSTALASI RAWAT INAP 3.75 6 PRIVATE RUANG RAWAT INAP IBU KELAS VVIP 44.72 7 PRIVATE RUANG RAWAT INAP IBU KELAS VIP 44.72 8 PRIVATE RUANG RAWAT INAP IBU KELAS UTAMA 31.16 9 PRIVATE INSTALASI NURSE STATION (KELAS STANDAR) 5.04 10 PRIVATE RAWAT INAP IBU RUANG RAWAT INAP IBU KELAS 1 51 11 PRIVATE RUANG RAWAT INAP IBU KELAS 2 120 12 PRIVATE RUANG RAWAT INAP IBU KELAS 3 43.91
13 PRIVATE RUANG BAYI 22.93
14 SERVICE R. LINEN RUANG LINEN BERSIH RAWAT INAP 3.6 15 SERVICE PANTRY PANTRY RAWAT INAP 5.86 16 SERVICE SPOOLHOEK SPOOLHOEK RAWAT INAP 3.18 17 SERVICE JANITOR JANITOR RAWAT INAP 3.79 18 SEMI PRIVATE AREA TUNGGU AREA TUNGGU RAWAT INAP ANAK 18.78 19 SEMI PRIVATE NURSE STATION NURSE STATION ANAK 5.04 20 SEMI PRIVATE R. BERMAIN RUANG BERMAIN ANAK 30.74 21 PRIVATE RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS VVIP 43.6 22 PRIVATE INSTALASI RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS VIP 43.6 23 PRIVATE RAWAT INAP RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS UTAMA 30.04 24 PRIVATE ANAK RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS 1 34 25 PRIVATE RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS 2 60 26 PRIVATE RUANG RAWAT INAP ANAK KELAS 3 43.87 27 PRIVATE NURSE STATION NURSE STATION ANAK (EXIT LIFT) 5.04 28 PRIVATE TOILET TOILET RAWAT INAP ANAK 5.48 29 SEMI PRIVATE POS SECURITY POS SECURITY RAWAT INAP ANAK (EXIT LIFT) 4.2 30 SEMI PRIVATE NURSE STATION NURSE STATION RAWAT INAP INTENSIF 5.04 31 SEMI PRIVATE TOILET TOILET RAWAT INAP INTENSIF 4.06 32 SEMI PRIVATE AREA TUNGGU AREA TUNGGU RAWAT INAP INTENSIF 14.36
33 PRIVATE INSTALASI NICU 12.96
34 PRIVATE R. INAP PICU 12.32
35 PRIVATE INTENSIF ICU 12.32
797 AREA
TOTAL LUAS
, semi private 442 m2, area . Sedangkan lantai 2 memiliki luas area semi
PRESENTASI (%) LUAS BARU (M2) TOTAL LUAS (M2)
0.53% 7.5 7.5 0.51% 7.3 7 1.80% 25.8 26 0.63% 9.0 9 0.47% 6.7 6.5 5.61% 80.3 5.61% 80.3 3.91% 55.9 0.63% 9.0 6.40% 91.5 652 15.06% 215.4 5.51% 78.8 2.88% 41.2 0.45% 6.5 6.5 0.74% 10.5 10.5 0.40% 5.7 5.5 0.48% 6.8 7 2.36% 33.7 35 0.63% 9.0 9 3.86% 55.2 55 5.47% 78.3 5.47% 78.3 3.77% 53.9 4.27% 61.0 7.53% 107.7 5.51% 78.7 0.63% 9.0 9 0.69% 9.8 10 0.53% 7.5 7.5 0.63% 9.0 9 0.51% 7.3 7 1.80% 25.8 26 1.63% 23.3 23 1.55% 22.1 22 1.55% 22.1 22 100% 1430 1430 458
Diagram Sirkulasi Antar Ruang
Gambar 1 Diagram Sirkulasi Antar ruang
Dari diagram sirkulasi antar ruang di atas, terdapat diagram sirkulasi antar ruang secara mikro. Diagram tersebut meliputi poliklinik anak, poliklinik ibu, instalasi gawat darurat, ruang bersalin, ruang rawat inap anak, ruang rawat inap ibu, dan ruang rawa
Zoning
Gambar
Diagram Sirkulasi Antar Ruang
Gambar 1 Diagram Sirkulasi Antar ruang
Dari diagram sirkulasi antar ruang di atas, terdapat diagram sirkulasi antar ruang secara mikro. Diagram tersebut meliputi poliklinik anak, poliklinik ibu, instalasi gawat darurat, ruang bersalin, ruang rawat inap anak, ruang rawat inap ibu, dan ruang rawat inap intensif.
Gambar 2 Zoning Terpilih Lantai 1 dan Lantai 2
Dari diagram sirkulasi antar ruang di atas, terdapat diagram sirkulasi antar ruang secara mikro. Diagram tersebut meliputi poliklinik anak, poliklinik ibu, instalasi gawat darurat,
Lantai yang digunakan adalah warna kuning merupakan area biru adalah area service.
Grouping
Gambar
Grouping pada lantai 2 terdiri dari ruang pelayanan rawat inap ibu dan anak yang terdiri dari 6 tipe yaitu kelas SVIP, kelas VIP, kelas Utama, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Selain itu, terdapat ruang rawat inap intensif yaitu NICU bagi bayi yang baru lahi
PICU bagi anak.
Konsep Perancangan
Lantai yang digunakan adalah hanya lantai 1 dan 2. Warna merah merupakan area warna kuning merupakan area semi private, warna hijau merupakan area public
Gambar 3 Grouping Terpilih Lantai 1 dan Lantai 2
Grouping pada lantai 2 terdiri dari ruang pelayanan rawat inap ibu dan anak yang terdiri dari 6 tipe yaitu kelas SVIP, kelas VIP, kelas Utama, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Selain itu, terdapat ruang rawat inap intensif yaitu NICU bagi bayi yang baru lahir, ICU bagi ibu dan
Gambar 4 Mind Map
lantai 1 dan 2. Warna merah merupakan area private,
public, dan warna
Grouping pada lantai 2 terdiri dari ruang pelayanan rawat inap ibu dan anak yang terdiri dari 6 tipe yaitu kelas SVIP, kelas VIP, kelas Utama, kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Selain itu, r, ICU bagi ibu dan
Rumah sakit ibu dan anak sangat berhubungan dengan desain yang lebih identik dengan dunia anak. Konsep Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina yang akan didesain memiliki konsep desain health and natural. Konsep healthy memiliki makna desain bahwa setiap ruangan yang didesain berdasarkan faktor kesehatan, psikologi, keamanan, kenyamanan bagi pasien, staf dan pengunjung untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit ibu dan anak yang sehat dan bersih dari kuman. Konsep natural berhubungan dengan tema ruang yang akan digunakan yaitu tema flower. Jenis bunga yang menjadi inspirasi adalah bunga mawar putih yang bermakna kasih sayang dan ketenangan. Green design juga merupakan penerapan konsep natural dari segi warna, material, dan finishing pada furniture.
Citra Ruang
Tema healthy and natural memberikan suasana ruangan yang memberi kesan clean dan calm dengan penggunaan warna yang lembut dengan penggunaan aksen warna primer pada furniture maupun pada elemen interior. Penggunaan garis lurus dan melengkung yang ringan serta bentuk-bentuk geometris akan menggambarkan suasana setiap ruangan rumah sakit ibu dan anak.
Gambar 5 Citra Ruang
Konsep Bentuk
Bentuk yang diterapkan pada desain menggunakan bentuk geometris seperti persegi dan oval. Bentuk tersebut merupakan penerapan dari konsep desain bentuk geomertris yang simpel. Sudut-sudut ruang maupun furniture akan diberi sudut kelengkungan agar tidak membahayakan bagi ibu dan anak. Konsep bentuk geometris digunakan pada area resepsionis, area registrasi dan area kasir. Bentuk persegi dan oval digunakan pada area yang berhubungan dengan aktivitas anak-anak seperti nurse station dan ruang poli anak.
Gambar
Konsep Furniture
Built-in furniture dan loose furniture
digunakan pada ruangan. Pada area kamar rawat inap kelas paling ekslusif menggunakan
furniture dengan gaya minimalis yang, selain itu juga terdapat
multifungsi seperti sofa bed
ruangan serta meminimalkan tingkat bahaya. Pada area yang berhubungan dengan aktivitas anak seperti ruang bermain akan digunakan
Konsep Material Lantai, Dinding
Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang persyaratan kesehatan rumah sakit, kriteria material yang cocok untuk rumah sakit harus bersih, tidak mengandung racun, mudah dibersihkan, tidak mudah menyerap air dan debu, dan mam
pada lobi menggunakan marmer, sedangkan lantai pada ruang perawatan dan poliklinik menggunakan vinyl yang dapat mengurangi kebisingan dan mudah dibersihkan. Kemudian lantai untuk area service menggunakan keramik. Se
dinding gypsum dengan finishing wallpaper
sticker bertema anak-anak dengan gambar bunga sebagai penerapan dari tema
diterapkan pada dinding area yang berhubungan dengan area anak Gambar 6 Konsep Bentuk (Randall Children Hospital)
loose furniture dengan sudut bentuk yang tidak berbahaya akan
digunakan pada ruangan. Pada area kamar rawat inap kelas paling ekslusif menggunakan dengan gaya minimalis yang, selain itu juga terdapat furniture
bed untuk menghemat luasan area yang terbatas dan memaksimalkan
ruangan serta meminimalkan tingkat bahaya. Pada area yang berhubungan dengan aktivitas anak seperti ruang bermain akan digunakan furniture dengan bentuk geometris.
Gambar 7 Konsep Furniture
Material Lantai, Dinding dan Plafon
Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang persyaratan kesehatan rumah sakit, kriteria material yang cocok untuk rumah sakit harus bersih, tidak mengandung racun, mudah dibersihkan, tidak mudah menyerap air dan debu, dan mampu mengurangi tingkat kebisingan. Lantai pada lobi menggunakan marmer, sedangkan lantai pada ruang perawatan dan poliklinik menggunakan vinyl yang dapat mengurangi kebisingan dan mudah dibersihkan. Kemudian lantai untuk area service menggunakan keramik. Selain itu, dinding RSIA menggunakan
finishing wallpaper yang green dan cat dinding. Kemudian
anak dengan gambar bunga sebagai penerapan dari tema diterapkan pada dinding area yang berhubungan dengan area anak-anak. Wall sticker
n sudut bentuk yang tidak berbahaya akan digunakan pada ruangan. Pada area kamar rawat inap kelas paling ekslusif menggunakan
furniture dengan sistem
t luasan area yang terbatas dan memaksimalkan ruangan serta meminimalkan tingkat bahaya. Pada area yang berhubungan dengan aktivitas
dengan bentuk geometris.
Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang persyaratan kesehatan rumah sakit, kriteria material yang cocok untuk rumah sakit harus bersih, tidak mengandung racun, mudah dibersihkan, pu mengurangi tingkat kebisingan. Lantai pada lobi menggunakan marmer, sedangkan lantai pada ruang perawatan dan poliklinik menggunakan vinyl yang dapat mengurangi kebisingan dan mudah dibersihkan. Kemudian lain itu, dinding RSIA menggunakan dan cat dinding. Kemudian wall anak dengan gambar bunga sebagai penerapan dari tema flower
rawat inap anak dan poliklinik ibu akan diterapkan dengan motif bunga yang lebih Sedangkan plafon menggunakan akustik
Sedangkan untuk area lain menggunakan gypsum
Konsep Warna
Warna yang digunakan sesuai dengan konsep
menggunakan warna hijau muda yang memberikan psikologi ruangan yang
warna netral seperti krem yang memiliki psikologi memberikan rasa ketenangan bagi pasien maupun pengunjung, serta memberi kesan luas pada ruangan. Sedangkan konsep
yang digunakan adalah coklat muda. Penerapan warna khas RSIA Hermina juga akan diterapkan yaitu warna hijau daun (#17BF3E) dan warna hijau muda (#CCEF95). Warna hijau daun memberi faktor psikologi memudahkan relaksasi, menyeimbangkan emosi, dan memberi rasa aman. Sedangkan warna hijau muda memberi faktor psikologi ketenangan, menghadirkan keseimbangan, dan menciptakan keyakinan.
Konsep Pencahayaan
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam rumah sakit yang harus dipertimbangkan dengan baik. Kualitas pelayanan dalam rumah sakit dapat ditingkatkan apabila didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas fisik. Pencahayaan di dalam ruang yang terlalu terang dapat mengganggu penglihatan sehingga intensitas cahaya perlu di
rawat inap anak dan poliklinik ibu akan diterapkan dengan motif bunga yang lebih Sedangkan plafon menggunakan akustik board pada area rawat inap, poliklinik, dan publik. Sedangkan untuk area lain menggunakan gypsum board.
Gambar 8 Konsep Material Dinding
Warna yang digunakan sesuai dengan konsep healthy and natural. Warna menggunakan warna hijau muda yang memberikan psikologi ruangan yang
warna netral seperti krem yang memiliki psikologi memberikan rasa ketenangan bagi pasien maupun pengunjung, serta memberi kesan luas pada ruangan. Sedangkan konsep
g digunakan adalah coklat muda. Penerapan warna khas RSIA Hermina juga akan diterapkan yaitu warna hijau daun (#17BF3E) dan warna hijau muda (#CCEF95). Warna hijau daun memberi faktor psikologi memudahkan relaksasi, menyeimbangkan emosi, dan man. Sedangkan warna hijau muda memberi faktor psikologi ketenangan, menghadirkan keseimbangan, dan menciptakan keyakinan.
Gambar 9 Color Scheme
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam rumah sakit yang harus dipertimbangkan dengan baik. Kualitas pelayanan dalam rumah sakit dapat ditingkatkan apabila didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas fisik. Pencahayaan di dalam ruang yang terlalu terang dapat mengganggu penglihatan sehingga intensitas cahaya perlu di
rawat inap anak dan poliklinik ibu akan diterapkan dengan motif bunga yang lebih calm. inik, dan publik.
Warna healthy menggunakan warna hijau muda yang memberikan psikologi ruangan yang refresh dan warna netral seperti krem yang memiliki psikologi memberikan rasa ketenangan bagi pasien maupun pengunjung, serta memberi kesan luas pada ruangan. Sedangkan konsep natural g digunakan adalah coklat muda. Penerapan warna khas RSIA Hermina juga akan diterapkan yaitu warna hijau daun (#17BF3E) dan warna hijau muda (#CCEF95). Warna hijau daun memberi faktor psikologi memudahkan relaksasi, menyeimbangkan emosi, dan man. Sedangkan warna hijau muda memberi faktor psikologi ketenangan,
Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam rumah sakit yang harus dipertimbangkan dengan baik. Kualitas pelayanan dalam rumah sakit dapat ditingkatkan apabila didukung oleh peningkatan kualitas fasilitas fisik. Pencahayaan di dalam ruang yang terlalu terang dapat mengganggu penglihatan sehingga intensitas cahaya perlu diatur untuk
menghasilkan kesesuaian kebutuhan di dalam ruang berdasarkan jenis aktivitas
Ruang rawat inap merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang diperlukan pasien dengan intensitas warna cahaya sedang. Pencahayaan alami pada ruang raw
jendela sehingga dapat mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Pencahayaan buatan menggunakan lampu TL pada area koridor rumah sakit dan
publik dan ruang rawat inap.
Konsep Penghawaan
Depkes RI (1993:14) menetapkan standar mutu udara ruang dalam rumah sakit memiliki suhu ruang 26-27°C dengan kelembaban 40
ventilasi dan jendela dengan sistem silang. Sehingga penghawaan buatan ya adalah sistem pengatur suhu yang terpusat yaitu AC
Konsep Akustik Ruang
Kebisingan di dalam rumah sakit tentu sangat mengganggu terutama bagi pasien, sehingga dibutuhkan peredam suara yang mampu mengurangi tingkat kebisingan tersebut. Penggunaan material gypsum
menghasilkan kesesuaian kebutuhan di dalam ruang berdasarkan jenis aktivitas
Ruang rawat inap merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang diperlukan pasien dengan intensitas warna cahaya sedang. Pencahayaan alami pada ruang rawat inap berasal dari jendela sehingga dapat mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Pencahayaan buatan menggunakan lampu TL pada area koridor rumah sakit dan downlight digunakan pada area publik dan ruang rawat inap.
Gambar 10 Konsep Pencahayaan
Depkes RI (1993:14) menetapkan standar mutu udara ruang dalam rumah sakit memiliki 27°C dengan kelembaban 40-50%. Penghawaan alami berasal dari lubang ventilasi dan jendela dengan sistem silang. Sehingga penghawaan buatan ya
adalah sistem pengatur suhu yang terpusat yaitu AC central dengan anti bakteri.
Gambar 11 Konsep Penghawaan
Kebisingan di dalam rumah sakit tentu sangat mengganggu terutama bagi pasien, sehingga suara yang mampu mengurangi tingkat kebisingan tersebut.
gypsum board mampu mengurangi tingkat kebisingan di rumah sakit
menghasilkan kesesuaian kebutuhan di dalam ruang berdasarkan jenis aktivitas-aktivitasnya. Ruang rawat inap merupakan salah satu wujud fasilitas fisik yang diperlukan pasien dengan at inap berasal dari jendela sehingga dapat mengurangi pemakaian lampu pada siang hari. Pencahayaan buatan digunakan pada area
Depkes RI (1993:14) menetapkan standar mutu udara ruang dalam rumah sakit memiliki 50%. Penghawaan alami berasal dari lubang ventilasi dan jendela dengan sistem silang. Sehingga penghawaan buatan yang digunakan
dengan anti bakteri.
Kebisingan di dalam rumah sakit tentu sangat mengganggu terutama bagi pasien, sehingga suara yang mampu mengurangi tingkat kebisingan tersebut. mampu mengurangi tingkat kebisingan di rumah sakit
yang dapat diterapkan pada dinding dan plafon. Selain itu, akustik pada plafon karena sifatnya yang dapat meredam suara.
Konsep Keamanan Dan Signange
Konsep keamanan pada RSIA Hermina menggunakan konsep keamanan dengan sistem pengawasan langsung yang dilakukan oleh
seperti CCTV, smoke detector
menanggulangi terjadinya kebakaran kecil dalam RSIA. Selain itu, akan memberi kesan clean and health
Konsep Green Design
Jakarta memiliki iklim yang
Pemanfaatan cahaya matahari alami harus dioptimalkan pada siang hari untuk menghemat penggunaan lampu yang dapat memboroskan energi listrik.
rumah sakit ibu dan anak diterapkan pad
mempengaruhi pencahayaan yang digunakan, sehingga ruang rawat jalan dan rawat inap diterapkan sirkulasi linier untuk mengurangi tingkat pemakaian listrik terutama pada penggunaan lampu. Penggunaan kaca fil
ruangan karena dapat menahan panas matahari
siang hari. Penggunaan warna cat dinding dengan warna yang cerah agar dinding mampu menyerap radiasi panas matahari pa
menjadi penerapan green design
yang sudah memiliki ISO dan termasuk stiker yang berlabel Selain itu juga penggunaan wa
yang bermaterial bahan dasar
yang dapat diterapkan pada dinding dan plafon. Selain itu, akustik tile juga akan digunakan tnya yang dapat meredam suara.
Signange
Konsep keamanan pada RSIA Hermina menggunakan konsep keamanan dengan sistem pengawasan langsung yang dilakukan oleh security yang dibantu dengan sistem keamanan
smoke detector dan sprinkler. Tersedianya tabung APAR juga dapat
menanggulangi terjadinya kebakaran kecil dalam RSIA. Selain itu, signage yang digunakan
clean and health.
Gambar 12 Konsep Signage
iklim yang tropis dan menyebabkan radiasi matahari cukup tinggi. Pemanfaatan cahaya matahari alami harus dioptimalkan pada siang hari untuk menghemat penggunaan lampu yang dapat memboroskan energi listrik. Penerapan green design
k diterapkan pada pencahayaan. Selain itu, bentuk sirkulasi sangat mempengaruhi pencahayaan yang digunakan, sehingga ruang rawat jalan dan rawat inap diterapkan sirkulasi linier untuk mengurangi tingkat pemakaian listrik terutama pada enggunaan kaca film pada pintu entrance akan berpengaruh pada suhu enahan panas matahari dan mengurangi tingkat radiasi matahari pada enggunaan warna cat dinding dengan warna yang cerah agar dinding mampu menyerap radiasi panas matahari pada siang hari. Selain itu, penggunaan material juga
green design seperti penggunaan lantai vinyl, penggunaan wall sticker
yang sudah memiliki ISO dan termasuk stiker yang berlabel green dan aman
Selain itu juga penggunaan wallpaper produk aneka papera indah juga merupakan wallpaper yang bermaterial bahan dasar green dan aman.
juga akan digunakan
Konsep keamanan pada RSIA Hermina menggunakan konsep keamanan dengan sistem yang dibantu dengan sistem keamanan . Tersedianya tabung APAR juga dapat yang digunakan
radiasi matahari cukup tinggi. Pemanfaatan cahaya matahari alami harus dioptimalkan pada siang hari untuk menghemat
green design pada
entuk sirkulasi sangat mempengaruhi pencahayaan yang digunakan, sehingga ruang rawat jalan dan rawat inap diterapkan sirkulasi linier untuk mengurangi tingkat pemakaian listrik terutama pada akan berpengaruh pada suhu mengurangi tingkat radiasi matahari pada enggunaan warna cat dinding dengan warna yang cerah agar dinding mampu Selain itu, penggunaan material juga seperti penggunaan lantai vinyl, penggunaan wall sticker dan aman di area anak. llpaper produk aneka papera indah juga merupakan wallpaper
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Jakarta Barat merupakan wilayah dengan masyarakat yang padat dengan laju pertumbuhan kelahiran anak yang tinggi. Kebutuhan kesehatan tidak seiring perkembangan laju pertumbuhan kelahiran anak. Rumah sakit ibu dan anak sangat dibutuhkan masyarakat pada saat ini. Peningkatan angka kelahiran anak yang besar membuat masyarakat berhak untuk mendapatkan sarana kesehatan khusus bagi ibu dan anak. Sarana rumah sakit ibu dan anak diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara khusus. Perancangan Interior Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina di Jakarta diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman selain mendapatkan kualitas RSIA yang memenuhi standar kesehatan pemerintah. RSIA Hermina didesain dengan konsep healthy and natural untuk mewakili RSIA yang memiliki karakter ibu dan anak. Fasilitas ruang bermain dan perpustakaan bagi pasien juga didesain untuk mencegah terjadinya rasa stres bagi anak saat dirawat di RSIA. Penggunaan bentuk furniture yang dengan sudut kelengkungan yang tidak tajam, diterapkan agar tidak membahayakan bagi ibu hamil dan anak. Selain itu, citra ruang yang nyaman mempengaruhi psikologi ibu hamil yang juga menjadi hal yang diperhatikan dalam mendesain RSIA ini. Dengan demikian, perancangan interior RSIA ini bertujuan untuk menyediakan sebuah rumah sakit khusus bagi ibu dan anak yang aman, nyaman, sesuai dengan kebutuhan.
Saran
Terdapat saran bagi mahasiswa tugas akhir yaitu mahasiswa sebaiknya jangan malu untuk bertanya kepada dosen pembimbing, mahasiswa sebaiknya melakukan asistensi dengan dosen pembimbing secara rutin, mahasiswa sebaiknya mencatat hal-hal yang penting selama melakukan asistensi dengan dosen pembimbing, mahasiswa sebaiknya mempersiapkan segala kebutuhan untuk melakukan survey, sehingga mahasiswa bisa langsung melakukan survey mengingat permohonan izin survey yang cukup lama, mahasiswa sebaiknya mencari sumber referensi buku yang akan digunakan sesuai dengan judul Tugas Akhir dan mahasiswa harus aktif bertanya dengan dosen dan teman tentang informasi mengenai Tugas Akhir sehingga mahasiswa mengetahui tanggal maupun hal penting yang wajib dilakukan dengan tepat waktu. Saran bagi RSIA Hermina Daan Mogot, sebaiknya memberikan kepastian keputusan survey yang diajukan mahasiswa sehingga mahasiswa dapat langsung melakukan survey secara jelas dan tidak membuang-buang waktu selama proses keputusan survey dan sebaiknya RSIA Hermina Daan Mogot tidak mempersulit proses survey untuk memperoleh data karena kegiatan survey tersebut dibutuhkan mahasiswa untuk kepentingan pendidikan di bidang desain interior. Saran Bagi Universitas yaitu sebaiknya Universitas melakukan kerjasama dalam bidang pendidikan dengan pihak rumah sakit, perpustakaan
universitas diharapkan menyediakan dan memperbanyak buku mengenai kesehatan dan desain rumah sakit, sebaiknya petugas LIM memberikan informasi yang akurat tentang Tugas Akhir, sebaiknya LIM memberikan jangka waktu pengumpulan laporan yang bijak jika terbentur dengan libur panjang seperti libur lebaran, karena hal tersebut menyulitkan mahasiswa dalam penyusunan hardcover. Selain itu juga, sebaiknya jurusan memutuskan judul Tugas Akhir dengan waktu yang tidak terlalu lama, karena akan berpengaruh pada tahap survey. Semakin lama keputusan judul yang diberikan, semakin sedikit waktu untuk melakukan survey.
REFERENSI
Azwar, Azrul. (1996). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Bina Rupa Aksara. Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI. (2012). Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Rumah Sakit. Jakarta: Bakti Husada.
Manajemen Pelayanan Kesehatan FK UGM. (2013). Jurnal Manajemen Pelayanan
Kesehatan, 10 (1), 32.
Wong, Wucius. (1986). Beberapa Asas Merancang Dwimatra. Bandung: ITB.
Akmal, Imelda. (2006). Menata Rumah Dengan Warna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Lusi, Nuryanti. (2008). Psikologi Anak. Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang.
Sarwono, Sarlito. (2010). Pengantar Psikologi Umum. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Satwiko, Prasasto. (2004). Fisika Bangunan 1 (Edisi 1). Yogyakarta: CV Andi Offset. Satwiko, Prasasto. (2004). Fisika Bangunan 2 (Edisi 2). Yogyakarta: CV Andi Offset. Susanta, Gatot. (2007). Panduan Lengkap Membangun Rumah. Jakarta: Griya Kreasi. Hilary Dalke. (2004). Lighting And Colour For Hospital Design. London: BRE.
http://propertiterbaru.com/tips-memilih-desain-interior-untuk-rumah-sakit-ibu-dan-anak-rsia SSI Community. (2012). Arti Bentuk Dalam Desain. Diakses tanggal 24 Maret 2014 dari http://simplestudio.wordpress.com/2012/ 12/26/arti-bentuk-dalam-desain/.
RIWAYAT PENULIS
Siswanti Asri Trisnanih lahir di kota Jakarta pada tanggal 18 november 1992. Penulis
menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Desain Interior pada 2014.