ANALISA DESAIN FORMULIR ASSESMENT AWAL PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016
Syuha Arfah
*), Retno Astuti Setijaningsih
**)*) Alumni D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan UDINUS.
Email : [email protected]
**) Staf Pengajar D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan UDINUS.
ABSTRAK
Latar Belakang : Assesment awal sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien dan untuk memulai proses pelayanan. Berdasarkan survei awal di RSUD Dr. H Soewondo Kendal, ditemukan 10 dari 10 Dokumen Rekam Medis (DRM) yang tidak lengkap (100%).
Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan dibuat pada tahun 2015 sebagai salah satu syarat dilakukannya akreditasi di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang revisi desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2016.
Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan instrumen penelitian yaitu pedoman observasi dan angket. Objek penelitian ini adalah Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal. Sedangkan subjeknya adalah 10 dokter dan 10 perawat rawat jalan.
Pengolahan data yaitu dengan editing, tabulating, dan penyajian data. Analisis data dilakukan dengan cara mendiskripsikan, mengevaluasi, dan merancang desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan berdasarkan kendala pengguna dan 3 aspek desain formulir.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2016, kendala yang dihadapi oleh pengguna adalah 70% perawat/ bidan menginginkan sub Assesment Keperawatan dan Assesment Dokter dipisah menjadi 2 formulir yang berbeda. Pada aspek fisik, bahan kertas adalah HVS 70 gram, bentuk persegi panjang, kertas berwarna putih Pada aspek anatomik, formulir tidak memiliki nomor edisi dan hanya terdapat tahun penerbitan karena belum pernah direvisi.
Introduction ditunjukkan oleh judul formulir. Instruction tidak terdapat dalam pengisian formulir. Berdasarkan hasil observasi, formulir tersebut perlu ditambahkan instruksi pada butir data yang menggunakan checklist dan simbol yang memerlukan keterangan lebih lanjut. Sedangkan pada aspek isi, kelengkapan butir data terdiri dari identitas pasien dan data klinis.
Kesimpulan : Aspek anatomik perlu ditambahkan instruksi dalam pengisian data formulir.
Pada aspek isi, kelengkapan identitas pasien berupa pengisian jenis kelamin perlu disingkat menjadi P untuk perempuan dan L untuk laki – laki. Butir data membutuhkan tempat lebih besar dan diberi garis lurus/ putus – putus.
Kata kunci : Desain Formulir, Assesment Awal, Pasien Rawat Jalan.
Kepustakaan : 15 (1993 – 2013)
ABSTRACT
Background : The initial assessment was very important to identify the patient's needs and to initiate service process. Based on the preliminary survey in Dr. H Soewondo Regional Public Hospital Kendal, 10 of 10 Document Medical Record (DRM) were not complete (100%). Outpatient Initial Assessment Form was created in 2015. The purpose of this study was to analyze and revise the Outpatient Initial Assessment Form design in Dr. H Soewondo Regional Public Hospital Kendal, 2016.
Methods : This type of research was descriptive. The research method is observation. The object of research was Outpatient Initial Assessment Form. Subjects were 10 doctors and 10 outpatient nurses. Data analysis was done by describing, evaluating, and redesigning the Outpatient Initial Assessment Form design based on user constraints and three aspects of design form.
Result : Based on the results of the study, 70% of nurses / midwives wanted sub Nursing Assessment and Physician Assessment separated into two different forms. In the physical aspect, the paper material was HVS 70 gram, a rectangular shape, a white paper. In the anatomic aspect, the form does not have the edition because it has not been revised.
Introduction indicated by the title of the form. There were no Instruction in the form.
Instructions need to be added to data item that using a checklist and symbols that require more information. In the aspect of contents, completeness of data item consists of the identity of the patient and clinical data.
Conclusion : Aspect anatomic needs to be added instruction. In the aspect of contents, the identity of sex of the patient needs to be shortened to P for women and L for men. Item data requires larger premises and given a straight line / dashed.
Keywords: Forms Design, Initial Assessment, Outpatient.
Bibliography: 15 (1993 - 2013)
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan konsep yang sering digunakan, tetapi artinya sulit dijelaskan. Bagi masyarakat umum, kesehatan diartikan sebagai seseorang yang tidak sakit
(12). Seseorang yang sedang sakit berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu institusi yang dapat memberikan pelayanan kesehatan adalah rumah sakit.
Pengertian rumah sakit Berdasarkan
Permenkes No. 147 tahun 2010 tentang
Perizinan Rumah Sakit adalah Rumah
Sakit merupakan institusi pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan
rawat inap, rawat jalan, dan gawat
darurat. Pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat perlu tercatat atau terekam
sebagai dokumen penting yang bersifat
rahasia. Dokumen tersebut dinamakan sebagai rekam medis.
Menurut Permenkes Nomor
269/MenKes/Per/III/2008, rekam medis adalah berkas berisi catatan dan dokumen tentang pasien yang berisi identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis lain pada sarana pelayanan kesehatan untuk rawat jalan, rawat inap baik dikelola pemerintah maupun swasta. Mengingat kebutuhan masyarakat terhadap sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas maka dari itu rumah sakit harus mengupayakan mutu pelayanan rekam medis.
(3, 15)Pelayanan kesehatan terhadap pasien perlu tercatat atau terekam sebagai dokumen penting yang bersifat rahasia.
Informasi dari dokumen rekam medis pasien juga dibuatkan resume/
ringkasannya. Ringkasan yang berisikan tentang data identitas pribadi, identitas social, dan data klinis harus lengkap dan jelas. Data/ informasi yang lengkap dapat menjamin keselamatan pasien dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk kesehatan pasien. Agar dapat menjamin kesehatan dan keselamatan pasien, maka diadakanlah desain formulir.
Desain formulir memiliki arti penting untuk kelengkapan data rekam medis. Arti penting desain formulir adalah untuk mengklasifikasikan data sebagai bukti dilakukannya suatu proses tindakan yang
dilakukan, sebagai alat perencanaan untuk pengawasan dan evaluasi, serta menjadi tolak ukur dalam penentuan tarif suatu tindakan.
Mendesain ulang formulir rekam medis merupakan salah satu bagian dari persiapan akreditasi rumah sakit agar formulir – formulir tersebut sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit KARS 2012. Formulir yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk didesain ulang yaitu ringkasan masuk keluar, resume keluar, resume keperawatan, perkembangan penyakit pasien, dan asuhan keperawatan
(4)