• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DESAIN FORMULIR ASSESMENT AWAL PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA DESAIN FORMULIR ASSESMENT AWAL PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ANALISA DESAIN FORMULIR ASSESMENT AWAL PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016

Syuha Arfah

*)

, Retno Astuti Setijaningsih

**)

*) Alumni D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan UDINUS.

Email : [email protected]

**) Staf Pengajar D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan UDINUS.

ABSTRAK

Latar Belakang : Assesment awal sangat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien dan untuk memulai proses pelayanan. Berdasarkan survei awal di RSUD Dr. H Soewondo Kendal, ditemukan 10 dari 10 Dokumen Rekam Medis (DRM) yang tidak lengkap (100%).

Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan dibuat pada tahun 2015 sebagai salah satu syarat dilakukannya akreditasi di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merancang revisi desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2016.

Metode : Jenis penelitian adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan instrumen penelitian yaitu pedoman observasi dan angket. Objek penelitian ini adalah Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal. Sedangkan subjeknya adalah 10 dokter dan 10 perawat rawat jalan.

Pengolahan data yaitu dengan editing, tabulating, dan penyajian data. Analisis data dilakukan dengan cara mendiskripsikan, mengevaluasi, dan merancang desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan berdasarkan kendala pengguna dan 3 aspek desain formulir.

Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal tahun 2016, kendala yang dihadapi oleh pengguna adalah 70% perawat/ bidan menginginkan sub Assesment Keperawatan dan Assesment Dokter dipisah menjadi 2 formulir yang berbeda. Pada aspek fisik, bahan kertas adalah HVS 70 gram, bentuk persegi panjang, kertas berwarna putih Pada aspek anatomik, formulir tidak memiliki nomor edisi dan hanya terdapat tahun penerbitan karena belum pernah direvisi.

Introduction ditunjukkan oleh judul formulir. Instruction tidak terdapat dalam pengisian formulir. Berdasarkan hasil observasi, formulir tersebut perlu ditambahkan instruksi pada butir data yang menggunakan checklist dan simbol yang memerlukan keterangan lebih lanjut. Sedangkan pada aspek isi, kelengkapan butir data terdiri dari identitas pasien dan data klinis.

Kesimpulan : Aspek anatomik perlu ditambahkan instruksi dalam pengisian data formulir.

Pada aspek isi, kelengkapan identitas pasien berupa pengisian jenis kelamin perlu disingkat menjadi P untuk perempuan dan L untuk laki – laki. Butir data membutuhkan tempat lebih besar dan diberi garis lurus/ putus – putus.

Kata kunci : Desain Formulir, Assesment Awal, Pasien Rawat Jalan.

Kepustakaan : 15 (1993 – 2013)

(3)

ABSTRACT

Background : The initial assessment was very important to identify the patient's needs and to initiate service process. Based on the preliminary survey in Dr. H Soewondo Regional Public Hospital Kendal, 10 of 10 Document Medical Record (DRM) were not complete (100%). Outpatient Initial Assessment Form was created in 2015. The purpose of this study was to analyze and revise the Outpatient Initial Assessment Form design in Dr. H Soewondo Regional Public Hospital Kendal, 2016.

Methods : This type of research was descriptive. The research method is observation. The object of research was Outpatient Initial Assessment Form. Subjects were 10 doctors and 10 outpatient nurses. Data analysis was done by describing, evaluating, and redesigning the Outpatient Initial Assessment Form design based on user constraints and three aspects of design form.

Result : Based on the results of the study, 70% of nurses / midwives wanted sub Nursing Assessment and Physician Assessment separated into two different forms. In the physical aspect, the paper material was HVS 70 gram, a rectangular shape, a white paper. In the anatomic aspect, the form does not have the edition because it has not been revised.

Introduction indicated by the title of the form. There were no Instruction in the form.

Instructions need to be added to data item that using a checklist and symbols that require more information. In the aspect of contents, completeness of data item consists of the identity of the patient and clinical data.

Conclusion : Aspect anatomic needs to be added instruction. In the aspect of contents, the identity of sex of the patient needs to be shortened to P for women and L for men. Item data requires larger premises and given a straight line / dashed.

Keywords: Forms Design, Initial Assessment, Outpatient.

Bibliography: 15 (1993 - 2013)

PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan konsep yang sering digunakan, tetapi artinya sulit dijelaskan. Bagi masyarakat umum, kesehatan diartikan sebagai seseorang yang tidak sakit

(12)

. Seseorang yang sedang sakit berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu institusi yang dapat memberikan pelayanan kesehatan adalah rumah sakit.

Pengertian rumah sakit Berdasarkan

Permenkes No. 147 tahun 2010 tentang

Perizinan Rumah Sakit adalah Rumah

Sakit merupakan institusi pelayanan

kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara

paripurna yang menyediakan pelayanan

rawat inap, rawat jalan, dan gawat

darurat. Pelayanan kesehatan terhadap

masyarakat perlu tercatat atau terekam

sebagai dokumen penting yang bersifat

(4)

rahasia. Dokumen tersebut dinamakan sebagai rekam medis.

Menurut Permenkes Nomor

269/MenKes/Per/III/2008, rekam medis adalah berkas berisi catatan dan dokumen tentang pasien yang berisi identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan medis lain pada sarana pelayanan kesehatan untuk rawat jalan, rawat inap baik dikelola pemerintah maupun swasta. Mengingat kebutuhan masyarakat terhadap sarana pelayanan kesehatan yang berkualitas maka dari itu rumah sakit harus mengupayakan mutu pelayanan rekam medis.

(3, 15)

Pelayanan kesehatan terhadap pasien perlu tercatat atau terekam sebagai dokumen penting yang bersifat rahasia.

Informasi dari dokumen rekam medis pasien juga dibuatkan resume/

ringkasannya. Ringkasan yang berisikan tentang data identitas pribadi, identitas social, dan data klinis harus lengkap dan jelas. Data/ informasi yang lengkap dapat menjamin keselamatan pasien dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan untuk kesehatan pasien. Agar dapat menjamin kesehatan dan keselamatan pasien, maka diadakanlah desain formulir.

Desain formulir memiliki arti penting untuk kelengkapan data rekam medis. Arti penting desain formulir adalah untuk mengklasifikasikan data sebagai bukti dilakukannya suatu proses tindakan yang

dilakukan, sebagai alat perencanaan untuk pengawasan dan evaluasi, serta menjadi tolak ukur dalam penentuan tarif suatu tindakan.

Mendesain ulang formulir rekam medis merupakan salah satu bagian dari persiapan akreditasi rumah sakit agar formulir – formulir tersebut sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit KARS 2012. Formulir yang akan difokuskan terlebih dahulu untuk didesain ulang yaitu ringkasan masuk keluar, resume keluar, resume keperawatan, perkembangan penyakit pasien, dan asuhan keperawatan

(4)

. Tetapi formulir – formulir tersebut merupakan formulir rawat inap yang sudah direvisi oleh pihak – pihak rumah sakit.

Salah satu formulir rawat jalan yang dimiliki oleh RSUD Dr H Soewondo Kendal adalah Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan. Pengguna dari formulir tersebut adalah dokter dan perawat. Formulir ini memiliki sub judul yaitu assessment keperawatan dan assessment dokter. Pada saat pembuatan formulir ini sudah melalui rekam medis dengan revisi 2 tahun 2015 dan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS 2012).

Hanya saja masih terdapat beberapa kategori yang masih perlu diperbaiki.

Pada sub judul assessment keperawatan

terdapat kolom hari, tanggal & jam

kunjungan, klinik, tanda vital, nutrisi,

fungsional, nama & ttd perawat/bidan

(5)

beserta isian catatan. Jarak antar baris pengisian data klinis manual pada bagian assesment keperawatan terlalu kecil, sehingga data yang diisi oleh petugas medis terlihat tidak rapi. Kapasitas untuk pengisian jam, hari, dan tanggal pada kolom hari, tanggal & jam kunjungan berukuran (17,5 x 1,3 cm). Penggunaan space kolom tersebut dianggap terlalu besar jika sekedar mengisi jam, hari, dan tanggal kunjungan. Sehingga dilihat masih terdapat space yang kosong. Pada kolom Tanda vital terdapat lambang skor nyeri yang juga terbilang terlalu kecil.

Sub judul assessment dokter berisikan anamnesa, pemeriksaan fisik, kolom status lokalis, pemeriksaan jantung, diagnosis, rencana (edukasi, diagnosis, terapi, rujukan), dirujuk ke, dan nama dan tanda tangan dokter. Kolom – kolom pada assessment dokter memiliki kapasitas pengisian data klinis yang cukup besar.

Tetapi dalam kolom tersebut tidak terdapat garis lurus/ putus – putus sebagai tempat pengisian data/ informasi kecuali pada kolom dirujuk ke dan nama dan tanda tangan dokter. Hal tersebut mengakibatkan isi data klinis yang diisi dokter menjadi tidak rapi atau miring.

Kolom klinis dan fungsional pada sub judul assessment keperawatan, serta pemeriksaan fisik dan kolom dirujuk ke pada sub judul assessment dokter diisi dengan penggunaan checklist. Tata cara pengisian data checklist seharusnya memiliki instruksi pengisian. Tapi pada

Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan, instruksi pengisian data checklist tidak dicantumkan.

Pemeriksaan gigi pada pemeriksaan fisik (assessment dokter) memiliki simbol odontogram. Simbol ini adalah suatu gambar peta mengenai keadaan gigi di dalam mulut

(9)

. Instruksi pengisian simbol odontogram juga tidak dicantumkan.

Dokter gigi yang bersangkutan meskipun sudah memahami tata cara pengisiannya, tetapi pemberian instruksi tetap harus diberikan untuk mengingatkan dokter bila lupa.

Berdasarkan hasil observasi yang

dilakukan pada survei awal bulan Maret –

April 2016 di bagian rekam medis (filing

rawat jalan) di RSUD Dr. H Soewondo

Kendal, ditemukan sepuluh dari sepuluh

Dokumen Rekam Medis (DRM) pasien

baru rawat jalan yang tidak lengkap pada

Formulir Assesment Awal Pasien Rawat

Jalan. Data yang tidak lengkap berupa

beberapa data klinis yang terdapat pada

assesment keperawatan dan assesment

dokter. Data klinis tersebut yaitu skor

nyeri, nama terang perawat/ bidan, isian

beberapa tanda vital, nutrisi, dan

fungsional pada sub assesment

keperawatan, status lokalis, kondisi

odontogram, dan tanda tangan dokter

pada sub judul assesment dokter, serta

pada identitas pasien (nama pasien,

tanggal lahir/umur, nomor rekam medis

(no. RM) dan jenis kelamin). Hal tersebut

(6)

menyebabkan adanya ketidaklengkapan dokumen.

Kapasitas pengisian data identitas pasien juga terlalu kecil. Sehingga sangat tidak efektif jika nama pasien terlalu panjang dan bahkan dapat terlihat berhimpitan satu sama lain. Nomor rekam medis dan nama pasien meskipun dapat disingkat, tetapi kelengkapan data identitas pasien tetap diutamakan untuk mengantisipasi adanya kesamaan nama maupun kekeliruan dalam mengidentifikasi pasien.

Pemberian instruksi yang tidak dicantumkan dapat menimbulkan kekeliruan dalam pengisian data klinis pasien apabila petugas medis lupa atau tidak memahami cara pengisian formulir.

Kekeliruan tersebut merupakan missinstruction yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan terjadinya ketidaklengkapan data.

Dampak yang timbul akibat ketidaklengkapan data dapat menyulitkan petugas medis dalam mengambil keputusan pengobatan tindak lanjut kepada pasien dan terjadinya ketidakkonsisten data. Ketidaklengkapan identitas pasien juga menyulitkan petugas rekam medis dalam menggabungkan berkas rekam medis dengan berkas rekam medis yang lain jika terlepas dari mapnya. Ketidaklengkapan dalam pengisian rekam medis akan sangat mempengaruhi mutu rekam medis, mutu rekam medis akan mencerminkan baik

tidaknya mutu pelayanan disuatu rumah sakit

(13)

.

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana gambaran analisis desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal Tahun 2016?

TINJAUAN PUSTAKA

1. Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan

2. Pertimbangan Khusus dalam Mendesain Formulir

METODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, yaitu dengan mendiskripsikan atau menggambarkan masalah secara obyektif.

Variabel Penelitian

1. Desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan

2. Kendala pengguna

3. Analisis aspek fisik (Bahan, Bentuk, Ukuran, Warna, Kemasan)

4. Analisis aspek anatomik (Heading, Introduction, Instruction, Body, Close) 5. Analisis aspek isi (Kelengkapan butir

data, Terminology, Singkatan, Symbol)

Populasi dan Sampel Populasi

Objeknya adalah Formulir Assesment

Awal Pasien Rawat Jalan pada 10

dokumen pasien baru yang diambil

secara acak pada bulan Maret tahun

(7)

2016 di RSUD Dr. H Soewondo Kendal.

Subjeknya adalah 10 dokter dan 10 perawat/bidan per 10 poliklinik rawat jalan. Sampel

Objeknya adalah 10 Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan pada 10 dokumen pasien baru di RSUD Dr. H Soewondo Kendal. Subjeknya adalah 1 dokter dan 1 perawat/ bidan rawat jalan per poliklinik (dari 10 poliklinik) di RSUD Dr. H Soewondo Kendal yang ditentukan dengan menggunakan rumus slovin.

Pengumpulan Data 1. Jenis dan Sumber Data

Data primer dari penelitian ini merupakan data hasil survei awal pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan di beberapa dokumen rekam medis RSUD Dr. H Soewondo Kendal. Sedangkan data sekundernya adalah data yang didapat berdasarkan angket yang dibagikan kepada dokter dan perawat/ bidan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal dalam selang waktu yang diberikan.

2. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi.

3. Instrumen Penelitian

Pedoman Observasi dan Lembar Angket

HASIL PENGAMATAN

Kelemahan Pengumpulan Data

Salah satu instrumen penelitian adalah angket yang disebarkan di tiap – tiap

rawat jalan terhadap responden, yaitu 10 dokter dan 10 perawat pada 10 rawat jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal.

Angket dokter diisi oleh asisten dokter (perawat) dan angket perawat diisi oleh perawat. Angket tersebut memiliki pertanyaan terbuka tetapi tidak terisi. Dari hasil angket yang dibagikan, didapatkan 7 angket dokter dan 10 angket perawat yang diisi sedangkan 3 angket dokter kosong. Rawat jalan yang mengisi angket perawat adalah VCT, Gigi, Anak, Jiwa, Kulit, Umum, Ortopedi, Mata, Syaraf, dan Kandungan. Sedangkan rawat jalan yang mengisi angket dokter adalah Gigi, Anak, Jiwa, Kulit, Umum, Mata, dan Syaraf. 3 angket dokter yang kosong berasal dari Bedah, Dalam, dan THT.

Kelemahan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokter yang menjadi responden tidak memiliki waktu luang untuk mengisi angket dikarenakan banyaknya pasien rawat jalan yang harus dilayani setiap harinya. Jawaban yang diisi oleh perawat pada angket dokter kemungkinan disamakan dengan jawaban yang diisi pada angket perawat. Sehingga jawaban yang didapat tidak jauh beda antara angket dokter dan angket perawat.

Hasil Observasi tentang Desain Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan

1. Analisis aspek fisik (Bahan, Bentuk, Ukuran, Warna, Kemasan)

2. Analisis aspek anatomik (Heading,

Introduction, Instruction, Body, Close)

(8)

3. Analisis aspek isi (Kelengkapan butir data, Terminology, Singkatan, Symbol)

Kendala dan Persepsi Pengguna Dokter

1. Kendala yang dihadapi oleh dokter Berdasarkan angket yang telah dibagikan kepada 10 dokter rawat jalan (subject sampel), didapatkan hasil sebagai berikut :

a. 7 dokter rawat jalan menjawab

“Tidak” perlu menambahkan butir pengisian lain pada Assesment Dokter, prosentase 100%.

b. 7 dokter rawat jalan menjawab

“Tidak” perlu mengurangi butir pengisian yang ada pada sub Assesment Dokter, prosentase 100%.

c. 7 dokter rawat jalan “Tidak”

merasa bingung tentang butir pengisian yang ada pada sub Assesment Dokter, prosentase 100%.

d. 7 dokter rawat jalan menganggap penata letakan tiap – tiap butir pengisian pada sub Assesment Dokter sudah “Cukup sesuai”, prosentase 100%.

e. 7 dokter rawat jalan memilih

“Tidak” perlu memisahkan bagian sub Assesment Keperawatan dan Assesment Dokter menjadi dua formulir yang berbeda, prosentase 100%.

2. Persepsi dokter tentang aspek fisik

Persepsi dokter tentang aspek fisik pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan adalah bahan kertas yang digunakan dianggap sudah “Baik” oleh 4 dokter rawat jalan dan 3 lainnya mengatakan sudah

“Cukup”, prosentase 57% - 43%.

3. Persepsi dokter tentang aspek anatomik

Persepsi dokter tentang aspek anatomik pada sub Assesment Dokter, antara lain :

a. 7 dokter rawat jalan merasa bahwa ukuran huruf yang digunakan sudah “Cukup” sesuai, prosentase 100%.

b. Menurut 7 dokter rawat jalan, tidak perlu adanya penambahan garis putus – putus pada tiap – tiap butir pengisian data Assesment Dokter, prosentase 100%.

4. Persepsi dokter tentang aspek isi Berdasarkan hasil tersebut, 7 dokter menjawab bahwa aspek isi pada sub Assesment Dokter sudah “Cukup”

sesuai, prosentase 100%.

Perawat/ Bidan

1. Kendala yang dihadapi oleh Perawat/

Bidan

Berdasarkan angket yang telah dibagikan kepada 10 perawat/ bidan rawat jalan (subject sampel), didapatkan hasil sebagai berikut :

a. 6 perawat/ bidan rawat jalan

merasa “Mudah” untuk mengisi

data pada bagian Assesment

(9)

Keperawatan sedangkan 4 lainnya merasa sudah “Cukup”, prosentase 60% - 40%.

b. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan akan menulis manual pada pengisian identitas pasien, prosentase 90% - 10%.

c. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan menjawab “Tidak” perlu menambahkan butir pengisian lain pada Assesment Keperawatan sedangkan yang lainnya menjawab “Tidak tahu”, prosentase 90% - 10%.

d. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan menjawab “Tidak” perlu mengurangi butir pengisian yang ada pada sub Assesment Keperawatan sedangkan yang lainnya menjawab “Tidak tahu”, prosentase 90% - 10%.

e. 3 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa bingung tentang butir pengisian yang ada pada sub Assesment Keperawatan sedangkan 7 lainnya menjawab

“Tidak”, prosentase 30% - 70%.

f. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan memilih “Tidak” perlu adanya perubahan tata cara pengisian data Assesment Keperawatan dari yang sebelumnya berbentuk tabel menjadi bentuk narasi, prosentase 90%.

g. 7 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan memilih perlu memisahkan

bagian sub Assesment Keperawatan dan Assesment Dokter menjadi dua formulir yang berbeda, prosentase 70%.

2. Persepsi perawat/ bidan tentang aspek fisik

Persepsi perawat/ bidan tentang aspek fisik pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan adalah bahan kertas yang digunakan dianggap sudah “Baik” oleh 5 perawat/ bidan rawat jalan dan 5 lainnya mengatakan sudah “Cukup”, prosentase 50% - 50%.

3. Persepsi perawat/ bidan tentang aspek anatomic

Persepsi perawat/ bidan tentang aspek anatomik pada sub Assesment Keperawatan, antara lain :

a. 10 perawat/ bidan rawat jalan menganggap judul formulir yang digunakan sudah sesuai dengan isi dan fungsinya, prosentase 100%.

b. Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan menurut 10 perawat/

bidan rawat jalan “Tidak” perlu ditambahkan instruksi cara pengisian khususnya pada Assesment Keperawatan, prosentase 100%.

c. 10 perawat/ bidan rawat jalan

menganggap bahwa Assesment

Keperawatan “Tidak” perlu

ditambahkan penjelasan

kegunaan formulir, prosentase

100%.

(10)

d. 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa pengelompokkan data (data pribadi, social, dan klinis) yang diisi sudah sesuai, prosentase 100%.

e. 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa bahwa margin yang digunakan sudah “Baik”, prosentase 100%.

f. 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa bahwa tipe huruf yang digunakan sudah “Baik”, prosentase 100%.

g. 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa bahwa ukuran huruf yang digunakan sudah “Cukup” sesuai, prosentase 100%.

h. 10 perawat/ bidan rawat jalan merasa spasi antar baris yang digunakan sudah “Cukup” sesuai, prosentase 100%.

4. Persepsi perawat/ bidan tentang aspek isi

Persepsi perawat/ bidan tentang aspek isi pada sub Assesment Keperawatan, sebagai berikut :

a. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan, penggunaan terminology/

istilah medis pada pengisian data Assesment Keperawatan dianggap “Cukup” dipahami dengan jelas oleh penerima (pasien, keluarga, petugas yang bersangkutan, atau orang ketiga yang memiliki izin untuk melihat), prosentase 90%.

b. 9 dari 10 perawat/ bidan rawat jalan, penggunaan singkatan pada pengisian data Assesment Keperawatan dianggap “Cukup”

dipahami oleh penerima, prosentase 90%.

PEMBAHASAN 1. Aspek Fisik

Ukuran 33 x 21,5 cm, bentuk persegi panjang, bahan kertas HVS, warna putih, berat 70 gram, halamannya terdiri dari 2 halaman per 2 lembar kertas, tidak memiliki kemasan.

Aspek fisik yang diketahui berdasar pada ketentuan/ kebijakan institusi/

perancang yang membuat/ terkait.

Sehingga dianggap sudah sesuai dalam penggunaannya. Tetapi penggunaan 2 lembar kertas dianggap kurang sesuai dalam penggunaan kertas.

2. Aspek Anatomik a. Heading

Judul terletak dibagian atas (rata tengah). Identitas rumah sakit terletak dibagian kiri atas beserta logo. Identitas formulir berada di kanan atas, beserta tahun revisi.

Formulir terdiri dari dua sub judul,

yaitu Assesment Keperawatan

dan Assesment Dokter. Heading

pada formulir tersebut sudah

sesuai dengan teori. Tetapi tahun

revisi seharusnya terletak pada

kanan bawah formulir.

(11)

b. Introduction

Introduction yaitu Assesment Awal Pasien Rawat Jalan, judul formulir sudah mewakili Introduction. Sehingga sudah sesuai dengan teori.

c. Instruction

Formulir Assesment Awal pasien Rawat Jalan memiliki butir pengisian yang menggunakan check box, susunan odontogram, dan gambar/ simbol tertentu. Hal tersebut tidak memiliki instruksi pengisian data sehingga belum sesuai dengan teori.

d. Body

Margins; left, right, top, and buttom (2,5 x 1,2 x 1,2 x 2,4 cm).

Sesuai urutan pengelompokkan identitas, yaitu mulai dari identitas pribadi, sosial, dan data klinis.

Terdapat garis putus - putus dan garis lurus pada beberapa butir pengisian data. Pemerataan tulisan kiri dan tengah. Spasi 1.

Menggunakan jenis huruf Arial, ukuran (menyesuaikan).

Menggunakan check boxes dan kotak pengisian dengan berbagai ukuran.

Margin, jenis huruf dan ukuran huruf disesuaikan berdasarkan kebijakan/ ketentuan Si Perancang/ institusi yang terkait.

sedangkan yang lainnya sudah sesuai dengan teori. Tetapi kapasitas pengisian identitas

pribadi pasien terlalu kecil dengan jarak spasi pengisian yang terlihat berdempetan. Hal tersebut kurang efisien jika nama pasien terlalu panjang.

Disamping itu juga dapat menyebakan ketidakrapihan pengisian data.

e. Close

Terdapat kotak pengisian nama dan tanda tangan perawat/ bidan dan dokter pada akhir butir pengisian masing – masing sub judul. Sudah sesuai dengan teori.

3. Aspek Isi

a. Kelengkapan Butir Data

Butir data dikelompokkan berdasarkan identitas pribadi, identitas social, dan data klinis pasien. Data klinis pasien pada Asessment Keperawatan adalah hari tanggal & jam kunjungan, klinik, tanda vital, nutrisi, fungsional, catatan, dan nama &

tanda tangan perawat bidan.

Sedangkan pada Assesment Dokter berupa anamnesa, pemeriksaan fisik, status lokalis, pemeriksaan jantung, diagnosis, rencana (edukasi, diagnostic, terapi, rujukan), dirujuk ke, dan nama dan tanda tangan dokter.

Formulir tersebut tidak memiliki identitas sosial pasien.

Hal ini sudah sesuai dengan teori

karena sudah terdapat butir data

identitas pribadi dan data klinis

(12)

pasien yang disesuaikan berdasarkan fungsi dan tujuan Formulir Assesment Awal.

b. Terminology (Istilah)

Tidak terdapat istilah medis.

c. Singkatan

Terdapat singkatan tgl, No.RM, WIB, THT, DOTS, VCT/CST, mmHg, kg, cm, BB/BT, SD, ADL, DX. Singkatan tersebut dianggap sudah sesuai dengan teori karena dapat ditolerir dan

diperbolehkan untuk dipakai pada pengisian data klinis pasien.

d. Symbol

Terdapat simbol skor nyeri dan susunan kondisi gigi (odontogram). Penggunaan simbol tersebut sudah sesuai karena merupakan simbol yang diambil berdasarkan undang – undang yang berlaku di Indonesia.

Formulir Lama

(13)

Formulir Baru

(14)

PENUTUP Kesimpulan

1. Kendala yang Dihadapi oleh Pengguna

a. Dokter

Tidak terdapat kendala apapun saat mengisi data pada Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan.

b. Perawat/ Bidan

Kendala yang dihadapi oleh perawat antara lain :

1) Kelengkapan data; Identitas yang tidak diisi akan mempersulit petugas medis

dalam memberikan

pelayanan bahkan dapat penyebabkan terjadinya kekeliruan dalam penyatuan formulir.

2) Instruction; Butir data yang diisi dengan tanda checklist dan simbol harus memiliki instruksi sehingga belum sesuai dengan teori.

2. Analisis dan Persepsi Pengguna a. Aspek Fisik

Penggunaan dua lembar kertas dengan dua halaman belum sesuai dengan teori karena membutuhkan banyak biaya

dibandingkan dengan

penggunaan satu lembar kertas.

b. Aspek Anatomik 1) Heading

a) Tanggal penerbitan formulir terletak pojok kanan atas sehingga belum sesuai dengan teori karena tanggal penerbitan seharusnya diletakkan pada pojok kanan bawah formulir.

b) Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan tidak memiliki nomor edisi.

2) Introduction

Introduction sudah diwakili oleh judul formulir dan sudah sesuai dengan teori.

3) Instruction

Tidak terdapat instruction pada sub Assesment Awal maupun Assesment Dokter sehingga belum sesuai dengan teori.

4) Body

a) Margin yang digunakan adalah kiri 2,5 cm, kanan 1,2 cm, atas 1,2 cm, dan bawah 2,4 cm. hal tersebut belum sesuai dengan teori karena formulir menggunakan map.

b) Tidak terdapat garis

lurus/ putus – putus

pada beberapa butir

data yang memiliki

space lebih besar

sehingga belum sesuai

(15)

dengan teori karena menyebabkan data menjadi tidak rapi.

5) Close

a) Tidak terdapat tanggal dan waktu pada close karena tanggal dan waktu pada butir data hari tanggal & jam kunjungan pada sub judul Assesment Keperawatan sudah mewakili close sehingga sudah sesuai dengan teori.

b) Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan terdapat kolom nama dan tanda tangan dokter atau perawat/

bidan sebagai close pada tiap – tiap sub judul dan sudah sesuai dengan teori.

c. Aspek Isi

Aspek isi terdiri dari kelengkapan butir data, terminology (istilah), singkatan, dan simbol. Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan untuk kelengkapan butir data sudah sesuai. Tetapi untuk terminology, tidak terdapat istilah yang digunakan.

Saran

1. Perlunya revisi terhadap Formulir Assesment Awal Pasien Rawat Jalan sebagai berikut:

a. Aspek Fisik

Menjadikan dua halaman ke dalam satu lembar kertas (depan dan belakang).

b. Aspek Anatomik

1) Membuat nomor edisi beserta tahunnya pada kanan bawah formulir.

2) Memberikan instruksi pada butir pengisian sesuai dengan tata cara pengisian.

3) Menambahkan garis lurus/

putus – putus pada kotak butir pengisian.

4) Memisahkan sub Assesment Keperawatan dan Assesment Dokter menjadi dua formulir yang berbeda.

c. Aspek Isi

1) Membuat singkatan P dan L pada jenis kelamin untuk mempersingkat waktu pengisian (P = perempuan, L

= laki – laki).

2) Akan dibuat enam kotak kecil untuk tanggal lahir pasien dan nomor rekam medis pada identitas pribadi, serta delapan kotak kecil untuk kategori tanggal kunjungan pada sub Assesment Keperawatan.

2. Merancang ulang desain Formulir

Assesment Awal Pasien Rawat Jalan

sesuai dengan teori dan kebutuhan

pengguna.

(16)

3. Perlu adanya pembuatan protap dalam pengisian Formulir Assesment

Awal Pasien Rawat Jalan di RSUD Dr. H Soewondo Kendal.

DAFTAR PUSTAKA

1. Huffman, Edna K, Health Information Management. Volume 2. Alih Bahasa Erkadius.

Apikes Dharma Lanbaw. Padang 1999.

2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Dirjen Pelayanan Medik. Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Rekam Medis Rumah Sakit, 1993.

3. Maharani, Dhilla. Analisa Desain Formulir Lembar Masuk dan Keluar Rawat Inap (RM1)

di Rumah Sakit Umum Kota Semarang Tahun 2013.

eprints.dinus.ac.id/7842/1/jurnal_12705.pdf . 2013. [accessed Maret 22, 2016)]

4. Praptiwi, Elma Etika. Desain Ulang Resume transfer dalam Rangka Pemenuhan Standar Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI) 8 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

http://etd.repository.ugm.ac.id. 2010. [accessed Maret 22, 2016]

5. Riyadhy, Noor. Desain Formulir Rekam Medis. Akademi Keperawatan Kesehatan.

Universitas Esa Unggul, Jakarta 2000.

6. Imam, Sunartini. Dasar Organisasi Manajemen, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

7. Sutanta, Edhy. Sistem Informasi Manajemen. Graha Ilmu. Yogyakarta 2003.

8. Budi, Dian S. DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. FMIPA Universitas Gajah Mada, Yogyakarta 2007.

9. Undang – undang Republik Indonesia. Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran Pasal 46 (1). 2004.

10. Meruat, Abdelhak. Health Information Manajemen Of a Strategic Resource.

11. Imam, Sunartini. Dasar Organisasi Manajemen, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

12. Maulana, Heri D. J. Promosi Kesehatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, BAB 1 hal 3. 2009.

13. Chasturi, Fitri Zuri. Analisa Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Ruang Rawat Inap di RSU Kabupaten Tangerang.

Digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-3832-BAB1.pdf. 2011. [accessed Mei 21, 2016]

14. Komite Akreditasi Rumah Sakit 2012. Desain Formulir Menunjang Telusur Dokumen

Rekam Medis, Asesmen Pasien (AP. 1.2).

eprints.dinus.ac.id/14358/1/Desain_formulir_menunjang_JCI.pdf. 2012. [accessed Juni 17, 2016]

15. Peraturan Menteri Kesehatan. Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 Tentang : Rekam

Medis. Jakarta, Maret 12, 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian variabel terdiri dari getaran mesin bus, keluhan muskuloskeletal masa kerja, dan jam kerja perhari, yang telah dilakukan, dihasilkan distribusi

Based on the explanation above, the discussion of the issue of the construction of patriarchal ideas through the heroine Bella in Meyer‘s Twilight Saga: Breaking Dawn needed,

Dokumen kualifikasi perusahaan asli yang diupload atau dokumen yang dilegalisir oleh pihak yang berwenang dan menyerahkan 1 (satu) rangkap rekaman (foto copy).

yang ditugasi mengajar dan menguji Program S1 Reguler Bersubsidi / Reguler Swadana FIS UNY untuk matakuliah berkode MDU/MDK Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013 b..

Based on the explanation above, the discussion of the issue of the construction of patriarchal ideas through the heroine Bella in Meyer‘s Twilight Saga: Breaking Dawn

Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B yang salah satu penularannya dapat melalui darah. Deteksi virus Hepatitis B dalam tubuh pasien dapat

Hasil penelitian menemukan bahwa mahasiswa mempunyai prestasi sedang pada semua aspek yang berhubungan dengan terhadap niat untuk memulai usaha baru sebagai pilihan

Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.. peroleh langsung oleh peneliti atau sumbernya dengan menggunakan metode pengumpulan data