Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr PUTUSAN
Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang yang memeriksa dan memutus perkara perdata tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara perlawanan antara:
1. A. TAPPA binti ANDI TUTU, bertempat tinggal di jalan Poros Sengkang Dusun I Katilang Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai Pelawan I;
2. A. SURIANTI binti ANDI ALIMIN, bertempat tinggal di jalan Poros Sengkang Dusun I Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai Pelawan II;
Keduanya semula merupakan Para Tergugat/Para Pemohon Banding/Para Pemohon Kasasi/Para Termohon Peninjauan Kembali, selanjutnya disebut Para Pelawan yang diwakili oleh Kuasanya, yaitu Andi Aziz Maiwa, S.H. dan Jamaluddin Abdullah, S.Ag., keduanya Advokat yang berkantor di Perumahan Puskopkar BTN Mangga Tiga Permai Blok B.8 Nomor 25 Kota Makassar, yang dalam perkara ini menunjuk alamat tetapnya di Jalan Ganggawa Nomor 93 Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang berdasar surat kuasa khusus tanggal 12 Januari 2017;
LAWAN
I NARI, bertempat tinggal di jalan Poros Sengkang Dusun I Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, semula merupakan Para Penggugat/Termohon Banding/Termohon Kasasi/Pemohon Peninjauan Kembali, selanjutnya disebut Terlawan;
Dalam hal ini Terlawan diwakili oleh Kuasanya, yaitu Nasrun Saleh, S.E., S.HI., Advokat yang berkantor di Jl. Andi Makkasau Nomor 21, Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 7 Februari 2017;
Dan
1. RASID bin TONRA, bertempat tinggal di jalan Poros Sengkang, Dusun I Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai Turut Terlawan I;
2. SIKONG bin PARAKKAI, bertempat tinggal di Pare Setia Kawan, Desa Sukada, Kecamatan Inra Gihir, Kabupaten Elok, Provinsi Riau, sebagai Turut Terlawan II;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr Keduanya semula merupakan Para Turut Tergugat/Para Turut Termohon Banding/Para Turut Termohon Kasasi/Para Turut Termohon Peninjauan Kembali, selanjutnya disebut Para Turut Terlawan;
Pengadilan Negeri tersebut;
Telah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang Nomor 3/Pdt.Plw/
2017/PN Sdr tanggal 17 Januari 2017 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr tanggal 17 Januari 2017 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara serta surat-surat yang bersangkutan;
Setelah mendengar para pihak berperkara;
Setelah memeriksa bukti surat-surat dan keterangan saksi-saksi yang diajukan di dalam sidang oleh para pihak berperkara;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Para Pelawan dengan surat perlawanan eksekusi tanggal 13 Januari 2017 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang pada tanggal 17 Januari 2017 dalam register nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr mengajukan perlawanan terhadap Terlawan serta Turut Terlawan tersebut dengan mengemukakan dalil-dalil sebagai berikut:
Mengenai obyek sengketa:
- Tanah Perumahan seluas ± 2,082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) menurut dalil gugatan Pemohon Peninjauan Kembali/Termohon Kasasi/Terbanding/Penggugat Asal (I INARI) akan tetapi menurut Para Termohon Peninjauan Kembali/Para Pemohon Kasasi/Para Pembanding/Para Terlawan Asal (A. TAPPA binti A. TUTU dan A. SURIANTI binti A. ALIMIN) adalah seluas ± 2.350 m2 (dua ribu tiga ratus lima puluh meter persegi) karena A. TUTU (ayah kandung A. TAPPA binti A. TUTU) telah menjual kepada LASIMA seluas ± 150 m2 pada tahun 1950, kemudian LASIMA menjual lagi P. TONRA (ayah kandung INARI/Terlawan Eksekusi) pada tahun 1960 namun dalam hasil Pemeriksaan Setempat oleh Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang pada tanggal 25 Oktober 2011 adalah seluas 2.256, 30 m2 (dua ribu dua ratus limapuluh enam koma tiga puluh meter persegi), yang terletak di Jalan Poros Sengkang, Dusun I Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa Kab. Sidrap dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Sungai;
- Sebelah Timur : Sungai/P. Tonra;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr - Sebelah Selatan : Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah Barat : Sungai baru kemudian Hj. Juhriah/A. Pellawa;
Para Pelawan mengajukan Perlawanan Eksekusi terhadap Terlawan Eksekusi INARI tertanggal Pangkajene, 1 Nopember 2016 atas Perkara Perdata Putusan Pengadilan Negeri Sidrap No. 23/Pdt.G/2011/PN Sidrap tanggal 15 Nopember 2011 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
DALAM KONVENSI:
DALAM EKSEPSI:
- Menolak eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA:
- Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk sebagian;
- Menyatakan tanah obyek sengketa:
Tanah perumahan seluas ± 2,082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi), sesuai sertifikat hak milik Nomor :127 atas nama I NARI, diatasnya berdiri rumah kayu milik para Tergugat dan Turut Tergugat I yang terletak di jalan poros Sengkang, Dusung Katilang Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Sungai;
- Sebelah Timur : Sungai/P. Tonra;
- Sebelah selatan : Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah barat : Hj. Juhriah/A.Pellawa (seharusnya batas disebelah barat adalah sungai kecil baru kemudian Hj.
Juhriah/A. Pellawa);
adalah milik Penggugat;
- Menyatakan bahwa Sertifikat Hak Milik Nomor: 127 atas nama Sikong Bin Parakkai yang telah diberalih kepada Penggugat (I NARI) berdasarkan akta jual beli yang dibuat pada hari Kamis, tanggal 27 bulan Mei tahun 2010 sesuai Akta Jual Beli Nomor :61/JB/PRW/V/2010 antara Penggugat dengan SIKONG Bin PARAKKAI, adalah sah dan berkekuatan hukum;
- Menyatakan bahwa Para Tergugat dan Turut Tergugat I menguasai tanah obyek sengketa adalah tidak sah dan merupakan perbuatan melawan hukum;
- Menghukum kepada Para Tergugat dan Turut Tergugat I atau siapa saja yang memperoleh hak dari padanya untuk menyerahkan tanah obyek sengketa kepada Penggugat dalam keadaan kosong serta bebas dari
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr perikatan hukum diatasnya dengan membongkar rumah kayu milik Tergugat serta memakai Alat Kekuatan Negara, atau Para Tergugat dan Turut Tergugat I meninggalkan obyek sengketa kemudian menyerahkan kepada Penggugat;
- Menolak Gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;
DALAM REKONVENSI:
Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya;
DALAM KONVENSI/DALAM REKONVENSI:
Menghukum Tergugat I, Tergugat II/Penggugat dalam Rekonvensi, Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II dalam konvesi untuk membayar biaya yang timbul sejumlah Rp. 1.644.000,- (satu juta enam ratus empat puluh empat ribu rupiah);
jo. Putusan Pengadilan Tinggi Makassar No. 51/PDT/2012/PT. MKS tanggal 12 Maret 2012 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
- Menerima permohonan banding dari Para Pembanding semula Tergugat tersebut;
- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang tanggal 15 November 2011 Nomor : 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap tersebut;
- Menghukum Para Pembanding semula Para Penggugat untuk membayar biaya perkara dalan kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebesar Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah);
jo. Putusan Mahkamah Agung RI No. 2791 K/PDT/2012 tanggal 26 Maret 2013 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
Mengabulkan permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi A. TAPPA binti A. TUTU, 2. A SURIANTI binti A. ALIMI tersebut:
Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Makassar dengan putusan 51/Pdt/2012/PT.Mks tanggal 12 Maret 2012 yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap tanggal 15 November 2011;
MENGADILI SENDIRI:
Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima;
Menghukum Termohon Kasasi/Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr jo. Putusan Mahkamah Agung RI No. 178PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
1. Mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali I NARI tersebut;
2. Membatalkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2791 K/Pdt/2012 tanggal 26 April 2013;
MENGADILI KEMBALI:
DALAM KONVENSI:
DALAM EKSEPSI:
- Menolak eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA;
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan tanah obyek sengketa:
Tanah perumahan seluas ± 2,082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi), sesuai sertifikat hak milik Nomor :127 atas nama I NARI, diatasnya berdiri rumah kayu milik para Tergugat dan Turut Tergugat I yang terletak di jalan poros Sengkang, Dusun Katilang Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Sungai;
- Sebelah Timur : Sungai/P. Tonra;
- Sebelah selatan : Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah barat : Hj. Juhriah/A.Pellawa (seharusnya batas disebelah barat adalah sungai kecil baru kemudian Hj.
Juhriah/A. Pellawa);
adalah milik Penggugat;
3. Menyatakan bahwa sertifikat hak milik Nomor: 127 atas nama Sikong bin Parakkai yang telah diberalih kepada Penggugat (I NARI) berdasarkan akta jual beli yang dibuat pada hari Kamis, tanggal 27 Bulan Mei tahun 2010 sesuai akta jual beli Nomor :61/JB/PRW/V/2010 antara penggugat dengan Sikong Bin Parakkai, adalah sah dan berkekuatan hukum;
4. Menyatakan bahwa Para Tergugat dan Turut Tergugat I menguasai tanah obyek sengketa adalah tidak sah dan merupakan perbuatan melawan hukum;
5. Menghukum kepada Para Tergugat dan Turut Tergugat I atau siapa saja yang memperoleh hak dari padanya untik menyerahkan tanah obyek
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr sengketa kepada Penggugat dalam keadaan kosong serta bebas dari perikatan hukum diatasnya dengan membongkar rumah kayu milik kalau perlu dengan bantuan polisi;
6. Menolak gugatan penggugat untuk selain dan selebihnya;
DALAM REKONVENSI:
- Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya ; DALAM KONVENSI/DALAM REKONVENSI:
Menghukum Para Termohon Peninjauan Kembali/Para Pemohon kasasi/
Para Tergugat/Para Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam pemeriksaan peninjauan kembali ini sejumlah Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah);
(Bahwa demikianlah bunyi amar Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan bukum tetap yang dimohonkan perlawanan eksekusi dari Pemohon Pelawan Eksekusi (A. TAPPA Binti A. TUTU dan A. SURIANTI Binti A. ALIMIN tersebut);
Bahwa Para Pemohon Pelawan Eksekusi menyatakan keberatan atas Permohonan Eksekusi tertanggal Pangkajene, 1 November 2016 yang diajukan oleh Terlawan Eksekusi I NARI terhadap Putusan Mahkamah Agung RI No. 178 PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang mengabulkan Permohonan Peninjauan Kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali I NARI dan membatalkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 2791 K/PDT/2012 tanggal 26 April 2013 yang membenarkan Putusan Pengadilan Tinggi Makassar No. 51/PDT/2012/PT.Mks tanggal 12 Maret 2012 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap tanggal 15 November 2011 No.
23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap dengan mempertimbangkan bahwa Putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang tanggal 15 November 2011 yang mengabulkan Gugatan Penggugat Asal yang menilai bahwa Judec Facti (Pengadilan Negeri) yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi telah tepat dan benar serta tidak salah dalam menerapkan hukum, dengan alasan-alasan keberatan hukum Pelawan Eksekusi tersusun sebagai berikut:
1. Bahwa Putusan Mahkamah Agung RI No. 178 PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 yang mengabulkan Permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali I NARI tersebut, tidak dapat dilaksanakan (obyek sengketa tanah perumahan seluas ± 2082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) yang tercantum dalam Surat Gugatan tidak dapat dieksekusi) sebab, luas dan batas-batas obyek sengketa tersebut adalah salah, karena tidaklah sesuai yang tercantum dalam surat Gugatan Penggugat tertanggal 20 Juni 2011 dan telah termuat dalam Putusan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap yakni seluas 2082 M2 (dua ribu dua puluh delapan meter persegi) sedang luas dilapangan (lokasi Obyek sengketa) berdasarkan Hasil Pemeriksaan Setempat yang dilaksanakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang (Hakim Pertama) Pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 adalah seluas 2256,30 M2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam meter persegi tiga puluh senti meter persegi), terdapat perbedaan seluas 176, 30 M2 (seratus tujuh puluh enam meter persegi, tiga puluh senti meter persegi);
Luas 2256,30 M2 tersebut Hakim Pertama memperolehnya yang dibenarkan oleh Hakim Agung dalam tingkat pemeriksaan kasasi diakui oleh I NARI (Terlawan Eksekusi) bahwa dari hasil perkalian sesuai keadaan hasil pemeriksaan setempat pada waktu Hakim Pertama mengadakan pemeriksaan setempat pada gtanggal 25 Oktober 2011, yaitu:
- Panjang disebelah Utara = 48 meter;
- Panjang disebelah Selatan = 44 meter + 92 eter;
(92 meter dibagi 2 = 46 meter);
- Lebar disebelah Barat = 59,10 meter;
- Lebar disebelah Timur = 39 meter + 98,10 meter;
(98,10 meter dibagi 2 = 49,05 meter);
Dengan demikian, maka Panjang 46 meter X lebar 49,05 meter = 2256,30 m2;
Sedang batas-batas obyek sengketa tersebut juga adalah salah, yakni batas disebelah Barat yang benar menurut kenyataan pada waktu Hakim Pertama mengadakan Pemeriksaan Setempat pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 adalah Sungai kecil, bukan langsung Hj, Juhriah/A. Pellawa, sebab, sesudah obyek sengketa adalah sungai kecil baru kemudian disebelah Baratnya lagi barulah rumah /tanah Hj. Juhriah/A. Pellawa. Hal ini diperkuat dengan keterangan saksi-saksi Para Terlawan Asal/Para Pembanding/Para Pemohon Kasasi/Para Termohon PK, sekarang Para Pelawan Eksekusi (A.
Tappa Binti A. Tutu dan A. Surianti Binti A. Alimin) bernama : HUSAING Bin KANJI, TOMBONG Bin MALLEBBANG, SYARIFUDDIN Bin PAIRI, SURIADI Bin LAODI dan SENNENI Bin MANDASINI, kesemuanya dibawah sumpah, pada pokoknya menerangkan bahwa batas-batas obyek sengketa disebelah barat adalah sungai;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 2. Bahwa Mahkamah Agung RI dalam pertimbangannya pada Putusan No.2791 K/PDT/2012 tanggal 26 April 2013 hal. 25 dari 27 hal. Put. No. 2791 K/PDT/2012 mengenai Hasil Pemeriksaan Setempat yang dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidrap pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 adalah Sudah benar dan tepat menurut hukum, yang pada pokonya mempertimbangkan;
- Bahwa Judex Facti (Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri) keliru mempertimbangkan luas obyek sengketa dibandingkan dengan hasil Pemeriksaan setempat oleh Majelis Hakim I. Hasil perkalian obyek sengketa sesuai keadaan ditempat, seharusnya panjang (48 m + 44 m = 92/2 = 46 m) dan lebar (59,10 m + 39 m = 98,10 m /2 = 49,05 m;
49,05 m2 = 2256,30 m2;
- Bila dalam Surat Gugatan dan Sertifikat Hak Penggugat tercantum 2082 m2 maka obyek sengketa yang ditunjukkan Penggugat di lokasi sewaktu Majelis Hakim Pertama melakukan pemeriksaan setempat, adalah obyek sengketa yang keliru batas-batasnya. Putusan yang tidak jelas batas-batas obyek sengketa tidak mungkin dapat dieksekusi. Oleh karena Gugatan Penggugat obcuur libel, maka haruslah dinyatakan tidak dapat diterima;
- Lagi pula isi gugatan mengenai ukuran obyek sengketa dengan hasil pemeriksaan setempat tidak sama sehingga gugatan kabur;
3. Dari Hasil Pemeriksaan Setempat tersebut diatas, telah diakui oleh Termohon Terlawan Eksekusi (I NARI) tercantum pada halaman 16 baris ketiga dari atas dalam Putusan Mahkamah Agung RI tertanggal 28 Mei 2015 No. 178 PK/PDT/2015 dan tertulis dalam Putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap telah dilakukan Pemeriksaan Setempat pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 dengan Hasil Pemeriksaan Setempat panjang sebelah utara ± 48 m (kurang lebih empat puluh delapan meter), sebelah Selatan ± 44 m (kurang lebih empat puluh empat meter), sebelah Barat ± 59,10 m (kurang lebih lima puluh sembilan koma sepuluh meter), sebelah Timur ± 39 m (kurang lebih tiga puluh sembilan meter), hanya saja Pengadilan Negeri Sidrap lupa memperkalikannya dan Termohon Terlawan Eksekusi (I NARI) sengaja tidak melakukan perkalian, karena kalau Terlawan Eksekusi melakukan perkalian maka luasnya akan didapat menjadi seluas 2256,30 m2, sehingga berbedalah luas obyek sengketa yang tercantum dalam Surat Gugatannya seluas 2082 m2 dengan Hasil Pemeriksaan Setempat oleh Majelis Hakim Pertama seluas 2256,30 m2 tersebut;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 4. Bahwa Putusan Pengadilan Negeri Sidrap No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap tertanggal 15 September 2011 yang mengabulkan Gugatan Penggugat Asal/Terbanding/Termohon Kasasi/Pemohon Peninjauan Kembali (INARI) untuk sebagian, adalah sangat keliru, sebab seharusnya Gugatan Penggugat Asal/Terbanding/Termohon Kasasi/Pemohon PK (I NARI) ditolak, bukannya dikabulkan untuk sebagian sebab Penggugat Asal/Terlawan Eksekusi tidak dapat membuktikan gugatannya bahwa tanah obyek sengketa semula adalah milik SIKONG sebab dua orang yang diajukan olehnya keterangannya tidak bernilai kesaksian menurut hukum, yakni:
1) ALIMUDDIN Bin BADARU, (disumpah), pada pokoknya menerangkan:
- Tidak ada orang yang keberatan pada waktu tanah obyek sengketa itu dijual oleh SIKONG;
- Bahwa pada waktu saksi tinggal di sana ada tiga rumah yaitu rumahnya orang tua saksi, rumahnya A. TUTU (ayah A. TAPPA Binti A. TUTU Pelawan Eksekusi I) dan rumah Mangga;
- Bahwa tidak ada orang yang bertiga ini keberatan karena SIKONG yang punya tanah;
❖ Bagaimana bisa ada orang yang keberatan in casu Para Pelawan Eksekusi pada waktu tanah obyek sengketa dijual oleh SIKONG (Turut Terlawan Eksekusi) kepada I NARI (Terlawan Eksekusi), sebab tanah obyek sengketa itu dijual secara sembunyi-sembunyi oleh Sikong (Terlawan Eksekusi) dan bagaimana pula bisa keberatan ketiga orang tersebut (BADARU, A. TUTU, MANGGA) sebab ketiga orang tersebut sudah sangat lama sekali meninggal dunia sedang tanah obyek sengketa tersebut dijual oleh SIKONG (Turut Terlawan Eksekusi) kepada I NARI (Terlawan Eksekusi) pada tahun 2010;
2) Sedang NURDIN Bin BADARU (disumpah), pada pokoknya menerangkan:
- Bahwa saksi mengetahui nama nenek A. TAPPA yaitu A. TUTU padahal A. TUTU adalah ayahnya A. TAPPA Binti A. TUTU (Pelawan Eksekusi I);
- Bahwa saksi mengetahui tanah SIKONG, tukar bersama mamaknya menukar tanah H. BASIRE dan Terlawan II tidak ada dengan H.
BASIRE;
- Bahwa saksi mengetahui A. TUTU tidak keberatan pada waktu tanah obyek sengketa dijual oleh Sikong kepada I NARI;
❖ Bahwa keterangan saksi NURDIN Bin BADARU tersebut diatas selain tidak dapat dimengerti apa maksud kalimat-kalimatnya tersebut
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr juga tidak dapat dipercayai keterangannya sebagai alat bukti yang kuat menurut ketentuan hukum (KUHPerdata dan R.Bg), sebab ayahnya saja A. TAPPA Binti A. TUTU saksi menyebutnya/menerangkannya bahwa A. TUTU adalah nenek A.
TAPPA Binti A. TUTU padahal ayahnya, bukan neneknya. Dan juga bagaimana A. TUTU bisa keberatan pada waktu tanah obyek sengketa dijual oleh SIKONG (Turut Terlawan Eksekusi) kepada I NARI (Terlawan Eksekusi) secara sembunyi-sembunyi, sebab A.
TUTU sudah lama meninggal dunia sebelum tanah obyek sengketa itu dijual pada tahun 2010;
Keterangan kedua saksi Terlwan Eksekusi tersebut diatas yang sama sekali tidak ada nilai pembuktiannya menurut hukum yang telah dipertimbangkan pula secara keliru oleh Hakim Pertama pada hal. 35 dan 36 pada pokoknya mempertimbangkan bahwa Penggugat (Terlawan Eksekusi I NARI) dapat membuktikan dalil gugatannya dan surat-surat bukti yang diajukan oleh pihak Penggugat (Terlawan Eksekusi I NARI) telah bersesuian dengan keterangan saksi-saksinya dan berkesesuian pula dengan jawaban dari Turut Terlawan (Turut Terlawan ABD RASID) sehingga memenuhi batas minimal pembuktian, dengan demikian Penggugat (Terlawan Eksekusi I NARI) dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya, padahal Hakim Pertama dalam memberikan beban pembuktian kepada Para Pihak menurut ketentuan pasal 1870 KUHPerdata jounto pasal 314 R.Bg adalah keliru, betapa tidak, sebab A. TAPPA Binti A. TUTU dan A.
SURIANTI Binti A. ALIMIN (Para Terlawan Asal / Para Pembanding / Para Pemohon Kasasi / Para Termohon PK, sekarang Para Pelawan Eksekusi) dapat membuktikan dalil-dalil sangkalannya sesuai dengan beban pembuktian dengan mengajukan bukti surat TI.TII-1 berupa asli Surat Keterangan Kewarisan tertanggal 12 September 2011 dan bukti TI. TII-2 berupa asli Keterangan Kewarisan tertanggal 12 September 2011 menyatakan bahwa A. TAPPA Binti A. TUTU (Pelawan Eksekusi I) adalah anak kandung A. TUTU dan bukti surat TI.TII-3 berupa asli Penyataan tertanggal 12 September 2011 yang pada pokoknya menyatakan bahwa tanah obyek sengketa seluas 2.350 m2 (dua ribu tiga ratus meter persegi), terletak di Dusun I Ketilang Desa Sumpang Mango Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap dengan batas batas:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr - Sebelah utara : Sungai;
- Sebelah timur : Sungai/P. TONRA;
- Sebelah Selatan : Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah barat : Sungai kecil dahulu, baru kemudian Hj.
JUHRIAH/A. PELLAWA;
adalah milik A. TUTU (ayah kandung dari A. TAPPA Binti A.
TUTU/Pelawan Eksekusi I) yang diperoleh dari mertuanya bernama : PUANG PARAKKAI/PUANG WILO DAENG MEJA sebagai hadiah atas jasa-jasanya mendapatkan kembali semua tanah-tanahnya yang telah dirampas oleh PUANG DIMENG, lalu kemudian A. TUTU berhasil mengembalikan tanah-tanahnya tersebut kepada mertuanya, PUANG PARAKKAI/PUANG WILO DAENG MEJA. Tanah obyek sengketa selauas ± 25 are semula milik H. MAPPARESSA Bin H.
BASIRE ditukar dengan tanah milik A. TUTU (ayah kandung A.
TAPPA Binti A. TUTU/Pelawan Eksekusi I) tersebut seluas ± 38 are atau sebanyak dua petak tanah sawah. Dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi Terlawan (Pelawan Eksekusi) adalah bersesuian antara satu dengan yang lainnya, dihubungkan pula dengan Bukti Surat TI.TII-1, bukti TI.TII-2 dan bukti TI.TII-3 adalah bersesuaian satu sama yang lainnya, dengan demikian maka Para Terlawan Asal/Para Terbanding/Para Pemohon Kasasi/Para Termohon PK, sekarang Para Pelawan Eksekusi, telah berhasil membuktikan dalil-dalil sangkalannya sehingga seharusnya Hakim Pertama dalam peradilannya tersebut haruslah mempertimbangkan bahwa Para Penggugat (sekarang Para Terlawan Eksekusi) tidak dapat membuktikan dalil-dalil gugatannya, olek karena itu gugatan Penggugat Asal (Terlawan Eksekusi) haruslah ditolak untuk seluruhnya dan sebaliknya Para Terlawan Asal (sekarang Pelawan Eksekusi) dapat membuktikan dalil-dalil sangkalannya tersebut, oleh karena itu Gugatan Rekonvensi dari Para Penggugat Rekonvensi/Para Terlawan Konvensi Asal (sekarang Para Pelawan Eksekusi) haruslah dikabulkan untuk seluruhnya;
5. Bahwa untuk melengkapi Permohonan Perlawanan Eksekusi ini maka RASID Bin TONRA dan SIKONG Bin PARAKKAI dilibatkan dalam Permohonan Perlawanan Eksekusi ini sebagai Para Turut Terlawan Eksekusi untuk mentaati isi Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 6. Berdasarkan alasan-alasan Permohonan Perlawanan Eksekusi di atas Para Pelawan Eksekusi memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Sidrap cq Majelis Hakim yang mulia yang memeriksa dan mengadili serta memutuskan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
1. Mengabulkan Permohonan Perlawanan Eksekusi dari Para Pemohon Perlawanan Eksekusi untuk selurunya tersebut;
2. Menetapkan menurut hukum bahwa tanah obyek sengketa seluas 2082 m2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) yang menurut hasil Pemeriksaan Setempat pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 oleh Pengadilan Negeri Sidrap seluas 2.256,30 M2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam koma tiga puluh centi meter persegi) dan menurut dalil-dalil bantahan Para Terlawan (sekarang Pelawan Eksekusi) seluas ± 2.350 m2 (dua ribu tiga ratus lima puluh meter persegi) dengan batas-batas di sebelah Utara : Sungai, sebelah timur : Sungai/P. TONRA, sebelah Selatan : Jalan Poros Sengkang, sebelah Barat : Sungai kecil dahulu, baru kemudian Hj. JUHRIAH/A. PELLAWA adalah milik A. TUTU yang belum dibagi waris kepada Para Ahli warisnya yaitu :
1) ANDI TAJUDDIN BIN ANDI TUTU (ALM);
2) ANDI TAPPA BINTI ANDI TUTU;
3) ANDI MAKKULAU BIN ANDI TUTU;
4) ANDI SUMARNI BINTI ANDI TUTU;
5) ANDI MUHAMMAD SUHRI BIN ANDI TUTU (ALM);
3. Menyatakan bahwa Yudex Facti (Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi) keliru mempertimbangkan luas obyek sengketa dibandingkan dengan Hasil Pemeriksaan Setempat oleh Majelis Hakim Pertama. Hasil Perkalian Obyek Sengketa sesuai keadaan Setempat seharusnya panjang (48 m + 44 m = 92 m / 2 = 46 m dan lebar (59,10 m + 39 m = 98,10 m /2 = 49,05 m) . 46 meter x 49,05 meter = 2256,30 m2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam koma tiga puluh meter persegi);
4. Menyatakan bahwa dalam Surat Gugatan dan Sertifikat Hak Milik Penggugat tercantum seluas ± 2082 m2, maka obyek sengketa yang ditunjukkan Penggugat sewaktu Majelis Hakim Pertama melakukan Pemerisaan Setempat pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 adalah seluas 2256,30 m2, maka putusan yang tidak jelas batas-batasnya tidak mungkin dapat dieksekusi, oleh karena itu gugatan Penggugat obcuur libel;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 5. Menyatakan bahwa isi Gugatan mengenai ukuran obyek sengketa dengan hasil Pemeriksaan Setempat tidak sama, sehingga gugatan kabur/obcuur libel;
6. Menetapkan bahwa Putusan Mahkamah Agung RI No. 178PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015, tidak dapat dilaksanakan (Obyek Sengketa seluas ± 2082 m2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) tersebut tidak dapat diesekusi) sebab luas dan batas-batas obyek sengketa tidak sesuai yang tercantum dalam Surat Gugatan yakni dalam Surat Gugatan tercantum seluas ± 2082 m2 sedang hasil Pemeriksaan Setempat yang dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang pada hari Selasa tanggal 25 Oktober 2011 adalah seluas 2256,30 m2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam koma tiga puluh meter persegi) serta batas-batas di sebelah Barat adalah salah yakni seharusnya sungai bukan rumah Hj. Juhriah/A Pellawa karena sungai terlebih dahulu yang berbatasan dengan obyek sengketa disebelah Barat barulah kemudian Rumah Hj. Juhriah/A Pellawa;
7. Menyatakan bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut, maka Permohonan Eksekusi tertanggal 1 November 2016 yang diajukan oleh Pemohon Eksekusi I NARI terhadap Putusan Mahkamah Agung No.178 PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 tidak dapat dikabulkan / ditolak;
Dan/atau:
Apabila Ketua Pengadilan Negeri Sidrap berpendapat lain, mohon menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya menurut hukum dan keadilan;
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan, Para Pelawan hadir diwakili oleh Kuasanya tersebut, Terlawan hadir diwakili oleh Kuasanya tersebut, Turut Terlawan I hadir sendiri, sedangkan Turut Terlawan II tidak hadir dan tidak mengutus kuasa atau wakilnya yang sah untuk hadir di dalam sidang;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mengupayakan perdamaian di antara para pihak melalui mediasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dengan menunjuk Satriany Alwi, S.H. M.H., Hakim pada Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang sebagai Mediator;
Menimbang, bahwa berdasarkan surat laporan Mediator tanggal 9 Maret 2017 upaya perdamaian tersebut tidak berhasil, sehingga pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan acara pembacaan surat perlawanan Para Pelawan tanggal 13 Januari 2017 dengan perbaikan sebagaimana surat perbaikan perlawanan eksekusi tanggal 13 April 2017 yang pada pokoknya sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 1. Pada hal. 0 baris ke-6 dari bawah tertulis berdasarkan surat Pangkajene Sidrap, Kamis, 12 Januari 2017 Kuasa Hukum khusus tertanggal Pangkajene-Sidrap, Senin, 28 Nopember 2016, seharusnya : berdasarkan Surat Kuasa Hukum Khusus tertanggal Pangkajene Sidrap, Kamis, 12 januari 2017;
2. Pada halaman (hal.) 2 baris ke-5 dari atas dalam Permohonan Perlawanan Eksekusi tertulis : menjual lagi P. Tonra seharusnya menjual lagi kepada P.
Tonra;
3. Masih pada hal. 2 baris 15 dari atas tertulis : - Sebelah Barat : Sungai baru kemudian Hj. Juhriah/A. Pellawa seharusnya : - Sebelah Barat : Sungai kecil baru kemudian Hj. Juhriah/A. Pellawa;
4. Pada hal. 2 baris ke-17 dari atas tertulis : terhadap Termohon Terlawan Eksekusi I Nari seharusnya terhadap Permohonan Terlawan Eksekusi I Nari;
5. Pada hal. 6 baris ke-18 dari bawah tertulis : membenarkan seharusnya membatalkan;
6. Masih dalam hal. 6 baris ke-9 dari bawah ditambahkan “adalah keliru/salah menerapkan hukum”;
7. Pada hal. 7 baris ke-7 dari atas tertulis : seluas 2256,30 m2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam meter persegi) terdapat perbedaan seharusnya : seluas 2256,30 m2 (dua ribu dua ratus lima puluh enam meter persegi) bukan seluas ± 2082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi), terdapat perbedaan 176,30 m2 (seratus tujuh puluh enam meter persegi tiga puluh senti meter persegi);
8. Pada hal. 7 baris ke-16 dari bawah ditambahkan “(Vide hal. 25 baris ke-8 dari atas dalam Putusan PN. Sidrap No. 23/Pdt.G/2011/PN. Sidrap)”;
9. Pada hal. 8 baris ke-19 dari atas ditambahkan “(Vide hal. 25 dari 27 hal Put No. 2791K/Pdt/2012;
10. Masih pada hal. 8 butir 3 baris ke-8 dari bawah, sesudah kalimat “setempat oleh Majelis Hakim Pertama seluas 2256,30 m2 tersebut” ditambahkan kalimat : dengan demikian, Termohon Terlawan Eksekusi sengaja tidak memperkalikannya Hasil Pemeriksaan Setempat tersebut sebab kalau diperkalikannya, maka terbuktilah bahwa luas obyek sengketa dalam surat gugatannya tersebut adalah berbeda luasnya dengan Hasil Pemeriksaan Setempat di lapangan, sehingga gugatannya seluruhnya haruslah dinyatakan tidak dapat diterima menurut hukum;
11. Pada hal. 8 butir 4 ditambahkan 6. Bahwa berdasarkan alasan-alasan hukum tersebut di atas, maka Pelawan Eksekusi adalah Pelawan yang benar dan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr beralasan hukum sehingga Permohonan Perlawanan Eksekusi yang diajukan olehnya patut dikabulkan untuk seluruhnya;
12. Pada hal. 11 butir 6 baris ke-21 dari atas tertulis Berdasarkan alasan-alasan Permohonan Perlawanan Eksekusi di atas, Para Pelawan Eksekusi memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Sidrap cq. Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili serta memutuskan yang amarnya berbunyi sebagai berikut : dirubah menjadi : bahwa berdasarkan alasan- alasan Pemohon Pelawan Eksekusi tersebut di atas, maka Permohonan Eksekusi tertanggal 1 Nopember 2016 yang diajukan oleh Pemohon Eksekusi I Nari terhadap Putusan Mahkamah Agung RI No. 178PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 dinyatakan tidak dapat dikabulkan/ditolak. Sedang bunyi butir 7 hal. 12 tersebut dihapuskan/dihilangkan;
13. Pada hal. 11 baris ke-13 dari bawah tertulis : 2. Menetapkan menurut hukum bahwa obyek sengketa seluas 2082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) ditambahkan kalimat : menurut gugatan Penggugat (sekarang Terlawan Eksekusi);
14. Pada hal.12 baris ke-10 dari bawah ditambahkan : karenanya Putusan Mahkamah Agung RI No. 178PK/PDT/2015 tanggal 28 Mei 2015 tersebut tidak mengikat dalam perkara a quo menurut hukum;
15. Pada hal. 12 baris ke-9 dari bawah ditambahkan kalimat : Menghukum kepada Para Turut Terlawan Eksekusi untuk mentaati isi Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
16. Ditambahkan pada hal. 12. Menghukum kepada Terlawan Eksekusi untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;
Menimbang, bahwa terhadap perlawanan Para Pelawan tersebut Terlawan dan Turut Terlawan I memberikan jawaban masing-masing tanggal 13 April 2017 yang pada pokoknya sebagai berikut:
Jawaban Terlawan
DUDUK PERKARA - Antara Pelawan dan Terlawan
1. Bahwa Permohonan Perlawanan Eksekusi adalah merupakan upaya hukum biasa dalam sistem Peradilan Indonesia, sehingga Permohonan Perlawanan Eksekusi dari Pelawan tidaklah menghalangi pelaksanaan eksekusi yang telah dimohonkan oleh Terlawan kepada Pengadilan Negeri Sidrap. Untuk itu, kiranya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, patut untuk menjatuhkan Putusan Sela yang amarnya
“Pelaksanaan Eksekusi atas objek sengketa patut untuk segera
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr dilaksanakan, meskipun oleh Pelawan melakukan upaya hukum (Perlawanan);
2. Bahwa pada awalnya Pelawan dan Terlawan, memiliki hubungan hukum dalam perkara yang telah diregistrasi oleh kepaniteraan Pengadilan Negeri Sidrap, dengan perkara Nomor 23/Pdt.G/2011/PN.Sdr, jo Perkara Banding di Pengadilan Tinggi Makassar dengan Perkara Nomor 51/Pdt.G/2012/PT.MKS, jo Perkara Kasasi dengan Perkara Nomor 2791 K/Pdt/2012, jo Perkara Peninjauan Kembali dengan Perkara nomor 178 PK/Pdt/2015;
3. Bahwa hubungan hukum dalam perkara tersebut di atas, awalnya Pelawan selaku para Tergugat I dan Tergugat Ii melawan Terlawan selaku Penggugat, dan hasil akhir perkara tersebut setelah jatuhnya putusan perkara pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung pada tanggal 28 Mei 2015, yang pada pokoknya membatalkan putusan Mahkamah Agung Nomor 2791 K/Pdt/2012, dan Mahkamah Agung mengadili kembali dengan amar sebagai berikut:
MENGADILI:
1. Mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali dari Pemohon peninjauan Kembali I NARI tersebut;
2. Membatalkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2791 K/Pdt/2012, tanggal 26 April 2013;
MENGADILI KEMBALI:
DALAM KONVENSI:
DALAM EKSEPSI:
- Menolak eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk seluruhnya;
DALAM POKOK PERKARA;
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan tanah obyek sengketa:
Tanah perumahan seluas ± 2,082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi), sesuai dengan Sertifikat Hak Milik Nomor 127 atas nama I NARI, diatasnya berdiri rumah kayu milik para Tergugat dan Turut Tergugat I yang terletak di jalan Poros Sengkang, Dusun Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara Sungai;
- Sebelah Timur Sungai/P. Tonra;
- Sebelah selatan Jalan Poros Sengkang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr - Sebelah barat Hj. Juhriah/A.Pellawa;
adalah milik Penggugat;
3. Menyatakan bahwa sertifikat Hak Milik Nomor 127 atas nama Sikong bin Parakkai yang telah diberalih kepada Penggugat (I NARI) berdasarkan Akta Jual Beli yang dibuat pada hari Kamis, tanggal 27 Bulan Mei tahun 2010 sesuai Akta Jual Beli Nomor 61/JB/PRW/V/2010 antara Penggugat dengan Sikong bin Parakkai, adalah sah dan berkekuatan hukum;
4. Menyatakan bahwa para Tergugat dan Turut Tergugat I menguasai tanah objek sengketa adalah tidak sah dan merupakan perbuatan melawan hukum;
5. Menghukum kepada para Tergugat dan Turut Tergugat I atau siapa saja yang memperoleh hak dari padanya untuk menyerahkan tanah objek sengketa kepada Penggugat dalam keadaan kosong serta bebas dari perikatan hukum diatasnya dengan membongkar rumah kayu miliknya, kalau perlu dengan bantuan Kepolisian;
6. Menolak gugatan penggugat untuk selain dan selebihnya;
DALAM REKONVENSI:
- Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya ; DALAM KONVENSI DAN REKONVENSI:
Menghukum Para Termohon Peninjauan Kembali/Para Pemohon kasasi/
Para Tergugat/Para Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam pemeriksaan peninjauan kembali ini sejumlah Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah);
DALAM POKOK PERKARA
1. Bahwa Termohon Terlawan Eksekusi menolak dengan tegas seluruh dalil- dalil Permohonan Perlawanan Eksekusi, kecuali yang kebenarannya diakui secara tegas oleh Termohon Terlawan Eksekusi;
2. Bahwa dalil-dalil Pelawan pada point -1 sampai dengan point -5 pada petitum Permohonan Perlawanannya, yang pada intinya hanya menyangkut soal perbedaan luas dan batas-batas objek sengketa, sehingga alasan-alasan Permohonan Perlawanan Eksekusi yang demikian tersebut patut dan berasalan hukum untuk ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima, oleh karena persoalan perbedaan luas dan batas-batas objek sengketa dalam perkara a quo tersebut, sudah tidak ada masalah lagi, oleh karena sudah melalui proses pemeriksaan (pembuktian) di dua (2) tingkatan Pengadilan (Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi), sehingga diperoleh
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr fakta hukum, bahwa objek sengketa dalam perkara a quo adalah milik sah Penggugat awal/Termohon Terlawan Eksekusi I NARI, dengan luas dan batas-batas sebagai berikut: Tanah perumahan seluas ± 2,082 M2 (dua ribu delapan puluh dua meter persegi) yang terletak di jalan Poros Sengkang, Dusun Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan batas-batas sebagai berikut:
- Sebelah Utara Sungai;
- Sebelah Timur Sungai/P. Tonra;
- Sebelah selatan Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah barat Hj. Juhriah/A.Pellawa;
3. Bahwa luas dan batas-batas tersebut di atas, itulah yang dimohonkan eksekusi oleh Terlawan, dan luas serta batas-batasnya tersebut adalah benar sebagai objek sengketa, artinya tidak ada milik orang lain (pihak ke tiga) yang masuk dalam objek sengketa tersebut;
4. Bahwa oleh karena objek sengketa dalam perkara a quo adalah milik sah I Nari (Terlawan), berdaarkan putusan Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkra), maka pelaksanaan eksekusi yang telah sudah tepat dan patut untuk segera dilaksanakan, walaupun ada upaya perlawanan dari pihak para Pelawan;
5. Bahwa permohonan para Pelawan eksekusi yang telah diajukan oleh para Pelawan hanya untuk mengulur-ulur waktu pelaksanaan eksekusi saja, sehingga wajar dan beralasan hukum, jika para Pelawan dibebani untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul;
Bahwa mengingat Putusan yang telah dimohonkan eksekusi oleh Terlawan sudah berkekuatan hukum tetap (inkra), olehnya itu Terlawan/Pemohon eksekusi memohon dengan hormat kepada Ketua/Anggota Majelis Hakim yang Mulia, kiranya berkenan memutuskan sebagai berikut:
- DALAM PROVISI
Menyatakan bahwa pelaksanaan eksekusi yang telah dimohonkan oleh Terlawan I NARI, harus segera dilaksanakan, tanpa menungguh berkekuatan hukum tetapnya Permohonan Perlawan Eksekusi dari Pemohon;
Atau eksekusi dapat dijalankan sebelum pokok perkara ini diputus, karena tidak ada pihak lain atau pihak ke III (ke tiga) yang mengklaim objek sengketa atau tidak ada alasan-alasan substansial dari para Pelawan yang dapat menghalangi Pelaksanaan eksekusi dalam perkara a quo tersebut;
- DALAM POKOK PERKARA
1. Menolak Permohonan Perlawan Eksekusi secara keseluruhan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr 2. Menyatakan para Pelawan adalah Pelawan yang beritikad tidak baik;
3. Menghukum para Pelawan untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul;
Dan atau, bilamana Majelis Hakim yang Mulia berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;
Jawaban Turut Terlawan I
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama RASID bin TONRA, bertempat tinggal di jalan Poros Sengkang, Dusun I Katilang, Desa Sumpang Mango, Kecamatan Pitu Riawa, Kab. Sidrap, selaku Turut Terlawan Eksekusi, dengan ini menyatakan bahwa benar saya pernah mendirikan rumah pada objek sengketa dan saya dijadikan sebagai Turut Tergugat dalam perkara a quo, akan tetapi karena tanah yang saya tempati tersebut, sudah dimenangkan oleh I NARI (Termohon Terlawan Eksekusi), maka selaku orang yang menaati hukum, walaupun pendidikan saya tidak tinggi, maka dengan ikhlas saya memindahkan rumah saya dan meninggalkan objek sengketa yang dimohonkan eksekusi oleh I NARI, selaku pemenang dalam perkara a quo;
Menimbang, bahwa terhadap jawaban Terlawan dan Turut Terlawan I tersebut, Para Pelawan telah mengajukan replik tanggal 20 April 2017 sebagaimana terlampir dalam berkas perkara;
Menimbang, bahwa terhadap replik Para Pelawan tersebut, Terlawan dan Turut Terlawan telah mengajukan duplik masing-masing tanggal 25 April 2017 sebagaimana terlampir dalam berkas perkara;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan perlawanannya, di dalam sidang Para Pelawan telah mengajukan bukti berupa surat-surat sebagai berikut:
P-1 : Foto copy Surat Keterangan Kewarisan No. /DSM/IX/201, tanggal 12 September 2011;
P-2 : Foto copy surat Keterangan Kewarisan No. /DSM/IX/2011, tanggal 12 September 2011;
P-3 : Foto copy Surat Keterangan Ahli Waris, Nomor 28/SM/VIII/2015, tanggal 25 Mei 2015;
P-4 : Foto copy Surat Sengketa Tanah Perumahan a.n. A.A. Tappa bin A. Tutu melawan Halima dan Muh. Saleh, tanggal 30 Mei 2017;
P-5 : Foto copy Peta Tanah A. Tappa A. Tutu (ditukar dengan tanah a.n.
Mapparessa bin H. Basir) tanggal 30 Mei 2011;
P-6 : Foto copy surat silsilah keturunan, tanggal 30 Mei 2011;
P-7 : Foto copy Surat Pernyataan, tanggal 19 September 2011;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 32 Putusan Nomor 3/Pdt.Plw/2017/PN Sdr P-8 : Foto copy Putusan Pengadilan Negeri Sidenreng Rappang Nomor
23/Pdt.G/2011/PN.Sidrap, tanggal 15 November 2011;
Bukti surat tersebut telah diberi meterai cukup dan setelah diperiksa dan diteliti, ternyata foto copy surat-surat tersebut sesuai dengan surat yang asli, kecuali bukti P-8 yang tidak ditunjukkan surat yang asli;
Menimbang, bahwa selain bukti surat-surat tersebut, di dalam sidang Para Pelawan juga telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut:
1. PASSI bin MATTA, setelah bersumpah menurut cara agamanya memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa yang Saksi ketahui mengenai masalah tanah perumahan yang terletak di Lancirang, Saksi tidak tahu kecamatan apa, namun di Kabupaten Sidenreng Rappang;
- Bahwa Saksi tidak tahu berapa luas tanah tersebut, batas-batas tanah tersebut:
- Sebelah Utara : Sungai;
- Sebelah Timur : Sungai;
- Sebelah Selatan : Jalan Poros Sengkang;
- Sebelah Barat : Sungai kecil;
- Bahwa A. Tappa yang tinggal di atas tanah tersebut, dan tidak ada orang lain yang keberatan sewaktu A.Tappa menempati tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak tahu bagaimana A.Tappa memperoleh tanah tersebut;
- Bahwa Saksi tidak mengetahui asal usul tanah tersebut;
- Bahwa tanah sengketa tersebut ada rumah di atasnya, rumah A. Tutu;
- Bahwa ada 2 (dua) rumah di atas tanah sengketa, yang berada di sebelah Timur Saksi tidak tahu milik siapa;
- Bahwa Saksi mengetahui tanah tersebut, karena Saksi biasa lewat di sekitar lokasi tersebut;
2. SURIADI LAODDI, setelah bersumpah menurut cara agamanya memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa yang Saksi ketahui mengenai masalah tanah perumahan yang terletak di Desa Sumpangmango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang;
- Bahwa luasnya tanah tersebut kurang lebih 0,25 are, batas-batas tanah tersebut, yaitu :
- Sebelah Utara : Sungai kecil;
- Sebelah Timur : Sungai;
- Sebelah Selatan : Jalan Poros Sengkang;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20