PREVIEW III (AKHIR)
TUGAS AKHIR-RP09 1333
PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA, 2013
BAB I
LATAR BELAKANG
Permukiman di sepanjang garis
pantai dengan kondisi kerapatan
tinggi dan kumuh, dengan
prasarana dan sarana sangat
terbatas (RP4D Kabupaten
Lamongan, 2007)
Penanganan infrastruktur sektor air bersih
pada prinsipnya diutamakan bagi masyarakat
yang belum memiliki akses terhadap air
bersih, terutama pada daerah-daerah rawan
air, permukiman kumuh, nelayan dan daerah
tertinggal (Kodoatie,2003:151-152).
Terdapat 16 Kelurahan di Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran, merupakan wilayah pesisir yang terletak di Utara Lamongan dengan laju pertumbuhan
penduduk 1,14 dan 1,11 (tertinggi diantara 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan) Dalam rumusan strategi pengembangan
infrastruktur air bersih di kabupaten Lamongan, dalam analisis SWOT terdapat kelemahan dalam pengembangan cakupan pelayanan yaitu
terkait dengan:
Pelayanan penyediaan air bersih di Kabupaten Lamongan masih terkendala :
1. Terbatasnya sumber daya manusia dan tenaga ahli di bidang air bersih
2. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung
3. Cakupan pipa distribusi dan tersier, khususnya di Lamongan sudah tidak sesuai dengan jumlah pelanggan yang ada
4. Masih terbatasnya jaringan pipa yang ada disamping kondisi pipanya yang sudah tua (RP4D Kabupaten Lamongan, 2007)
1. Jarak antara sumber air baku dengan wilayah pelayanan relatif jauh
2. Kapasitas produksi air belum mencukupi kebutuhan
3. Tingkat kebocoran tinggi
4. Pengelola air minum tidak sehat
5. Kualitas air yang dihasilkan belum memenuhi standar
LATAR BELAKANG
PDAM hanya melayani 4 Kelurahan/Desa dari
16 Kelurahan yang berada di permukiman
pesisir Utara Lamongan, yaitu Kelurahan
Brondong (501 KK dari 3.514 KK), Desa
Blimbing (447 KK dari 4.371 KK), Desa
Kandangsemangkon (6 KK dari 2.008 KK), dan
Desa Sedayulawas (9 KK dari 3.279 KK), (unit
PDAM Brondong-Paciran, 2013)
Pelayanan air bersih di
Kecamatan Brondong dan
Kecamatan Paciran <30%
(SPPIP Lamongan 2012)
Peningkatan Distribusi
Pelayanan Air Bersih
Permukiman Pesisir
Utara Lamongan
Pelayanan PDAM yang ada hanya
menjangkau wilayah dekat jalan arteri
primer atau kolektor saja, belum
menjangkau wilayah pada kawasan padat
penduduk, kontinuitas pelayanan PDAM
kurang, serta kualitas air bersih buruk,
karena air yang dihasilkan berwarna kuning,
serta payau karena mengandung banyak zat
kapur, sehingga banyak dari masyarakat
yang masih membeli air bersih galon dan
jerigen air bersih.
Pengelola air bersih di Kabupaten
Lamongan ditangani oleh PDAM dan
masyarakat (HIPPAM), (SPPIP
Kabupaten Lamongan,2012)
Menurut RTRW Kabupaten Lamongan Tahun 2011, masalah terkait pelayanan air bersih disebabkan karena:
1. Belum terpenuhinya air bersih terutama air minum
secara merata di Kabupaten Lamongan seperti di
wilayah pantura dengan intensitas kegiatan yang
tinggi kebutuhan air minum dipenuhi dengan
membeli air galon dan wilayah selatan yang jauh dari jangkauan juga belum terpenuhi air bersih;
2. Kondisi air bersih yang selama ini digunakan di sebagian wilayah Kabupaten Lamongan terutama
bagian utara merupakan air payau sehingga tidak
dapat dimanfaatkan untuk air minum;
3. Sumber-sumber air yang ada baik dari sungai
maupun mata air belum mendapat pengelolaan secara terpadu terutama untuk memenuhi kebutuhan air minum;
4. Kurangnya pengelolaan air bersih dan
pendistribusiannya kepada masyarakat; serta
5. Peraturan yang menyangkut kelestarian sumber daya air yang ada di Kabupaten Lamongan masih kurang di berlakukan.
RUMUSAN MASALAH
Beberapa permasalahan di atas mengindikasikan masih belum meratanya distribusi pelayanan air bersih untuk permukiman di pesisir Utara Lamongan, sehingga dapat
dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut:
Pelayanan air bersih di permukiman pesisir ini didistribusikan oleh PDAM dan Dinas PU Cipta Karya melalui HIPPAM. Untuk unit Kecamatan Brondong dan Paciran, sumber air yang dipergunakan oleh PDAM adalah air tanah dalam (sumur bor) yang terletak di Desa Blimbing dengan kapasitas terpasang 20 liter/detik dan semua dimanfaatkan untuk air bersih. Kapasitas operasi sistem sebesar 15 liter/detik. Dengan tingkat kebocoran 32%, namun dengan wilayah pelayanan hanya 4 Kelurahan dari 16 Kelurahan yang berbatasan dengan pesisir (Ka.Unit PDAM Kecamatan Brondong Paciran).
Masih belum meratanya penditribusian air yang ada terkait dengan tingkat kebocoran yang tinggi, jarak dari sumber air yang jauh, jaringan perpipaan PDAM hanya ada di jalan-jalan utama saja serta kondisi topografi wilayah yang cenderung berbukit-bukit (survey pimer, 2013).
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi cakupan
distribusi pelayanan air bersih di permukiman pesisir Utara
Tujuan dan Sasaran penelitian
Menganalisis kebutuhan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Merumuskan arahan peningkatan distribusi pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Menganalisis cakupan pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi cakupan pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara
Lamongan
Mensimulasikan model distribusi pelayanan air bersih untuk tiap Kelurahan/Desa di permukiman Pesisir Utara Lamongan berdasarkan target cakupan pelayanan Kabupaten Lamongan
Tujuan Penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan arahan dalam hal
peningkatan pelayanan air bersih di permukiman Pesisir Utara Lamongan, yaitu
pada 16 Kelurahan yang berbatasan dengan pesisir, sehingga sasaran untuk
mencapai tujuan penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
Tinjauan Pustaka
Indikator Variabel
Ketersediaan Air
Bersih Kuantitas banyaknya pelayanan air bersih masyarakat pesisir Jumlah sumber air bersih potensial pada tiapkelurahan/desa dalam pemenuhan pelayanan air bersih
Debit sumber air bersih Tingkat layanan
air bersih
Keterjangkauan masyarakat permukiman pesisir terhadap pelayanan air bersih perpipaan
Jarak sumber produksi air bersih perpipaan terhadap lokasi permukiman tiap Kelurahan/Desa
Fasilitas pelayanan perpipaan air bersih
masyarakat pesisir Persentase cakupan pelayanan air bersih perpipaanpermukiman pesisir Utara Lamongan Aspek yang
mempengaruhi tingkat pelayanan air bersih
Keterjangkauan masyarakat terhadap pelayanan air bersih perpipaan
Jarak sumber produksi air bersih perpipaan terhadap lokasi permukiman tiap Kelurahan/Desa
Aspek teknik distribusi pelayanan air bersih Tarif pelayanan air bersih Kondisi fisik lingkungan kawasan pesisir yang
mempengaruhi distribusi pelayanan air bersih
Kelerengan Sumber Air Bersih
Ketinggian wilayah pelayanan dari muka tanah ke muka air laut
Kemampuan finansial masyarakat dalam memperoleh pelayanan air bersih
Jumlah tahapan penduduk prasejahtera dan Sejahtera I Persebaran wilayah permukiman Luas wilayah permukiman yang membutuhkan distribusi
pelayanan air bersih
Jumlah persebaran permukiman Pertumbuhan penduduk yang membutuhkan
pelayanan air bersih
Kepadatan Penduduk
Jumlah penduduk yang terlayani jaringan perpipaan
Jumlah Penduduk yang membutuhakan distribusi pelayanan air bersih
Kinerja pengelola dalam pengalokasian dana untuk penyediaan pelayanan air bersih
Alokasi pendanaan untuk peningkatan pelayanan air bersih
Menganalisis kebutuhan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Merumuskan arahan peningkatan distribusi pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Menganalisis cakupan pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara Lamongan
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi cakupan pelayanan air bersih permukiman pesisir Utara
Lamongan
Mensimulasikan model distribusi pelayanan air bersih untuk tiap kelurahan/Desa di permukiman Pesisir Utara Lamongan berdasarkan Target Cakupan Pelayanan Kabupaten Lamongan
BAB III METODE PENELITIAN
Analisa Deskriptif danPerhitungan Kebutuhan Air Bersih
Regresi Spasial dengan GWR (Geographically
Weighted Regression)
dan Analisis Deskriptif Analisis Perhitungan
Cakupan Pelayanan
Analisis Deskriptif Kuantitatif
Kapasitas sudetan bengawan solo yaitu 200
lt/dt dan belum termanfaatkan
Air Tanah Kedalaman (Meter)
Debit (lt/dt)
Potensi Air Tanah Kecil 1-17,5 1
Potensi Air Tanah Sedang 1-14 5
52,83 66,13 15,79 38,9 27,96 41,59 57,55 59,98 28,7 58,64 55,6 30,9 3,1 7,5 3,2 2,5 0 10 20 30 40 50 60 70 Brondong Sedayulawas Lohgun Labuhan Kandangsemangkon Kranji Blimbing Paciran Tunggul Banjarwati Kemantren Sidokelar Paloh Weru Sidokumpul Warulor
Kependudukan
Grafik
Pertumbuhan Penduduk Tahun 2008-2010
Jumlah Penduduk Wilayah Penelitian Tahun 2012
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000 Br ond ong Sed ay ul aw as Lo hgun Lab uh an Kand angsem angk on Kr an ji Bl imb ing Pac ir an Tun gg ul Banj ar w at i Kem ant ren Sid ok el ar Pal oh W er u Sid ok um pul W ar ul or Jumlah penduduk (jiwa)
Sumber: BPS Brondong dan Paciran Dalam Angka Tahun 2012
Perbandingan Jumlah Penduduk dengan Kepadatan Penduduk Wilayah Penelitian Tahun 2011
0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000 Bro nd ong Se da yul aw as Lo hg un La bu ha n Kand angs ema … Kran ji Bl im bin g Pa cira n T un gg ul Ba nja rwa ti Kem ant ren Si do kel ar Pa lo h W eru Si do kum pul W arul or
Jumlah penduduk (jiwa) Kepadatan
Sumber: BPS Brondong dan Paciran Dalam Angka Tahun 2012 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000 Br ond ong Sed ay ul aw as Lo hgung Lab uh an Kand angsem angk on Kr anj i B lim bin g Pac ir an Tun gg ul Banj ar w at i Kem ant ren Sid ok el ar Pal oh W er u Sid ok um pul W ar ul or Ju ml ah P en du du k Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
0 500 1000 1500 2000 2500
Pra sejahtera I II III III+
Sumber: Buku Kecamatan Dalam Angka Kec. Brondong Paciran, 2012
Banyaknya Keluarga Menurut Pertahapan Keluarga Sejahtera Tahun 2011
Petani 17% Dagang 14% Nelayan 59% Pegawai Negeri 1% Lainnya 9% Tanaman Pangan 27% Perikanan Laut 69% Peternaka n 4%
Sumber : Data Statistik dan Profil Kecamatan Brondong tahun 2012
Prosentase Penduduk Per Jenis Pekerjaan di Kecamatan Brondong Tahun 2011
Sumber: BPS, Kecamatan Paciran Dalam Angka 2012
Prosentase Penduduk yang Bekerja Pada Sub Sektor Pertanian di pesisir Kecamatan Paciran Tahun 2011
Komponen Data Satuan Unit Brondong-Paciran
Tahun Pembangunan 1984
Total Kapasitas Terpasang Liter/detik 20
Kapasitas Produksi Liter/detik 15
Kapasotas terdistribusi Liter/detik 15
Kapasitas Terjual Liter/detik 10,5
Kapasitas belum termanfaatkan
Liter/detik 5
Kehilangan air % 32
Sistem pengaliran Gravity/pom
pa
Pompa
Jam operasi produksi Jam/hari 15
Jam operasi distribusi Jam/hari 15
Sumber daya Genset/PLN PLN
Meter induk Ada/tidak tidak
PDAM Tirta Dharma Unit Brondong-Paciran
Sumber: SPAM, PU Tahun 2011
PDAM Unit Kecamatan Brondong dan Kecamatan Paciran memiliki 1 sumber
air yang digunakan PDAM Jasa Dharma, yaitu berupa sumur bor (air bawah
tanah) yang dipompa melalui pipa transmisi ke pipa distribusi berlanjut pada
pipa tersier menuju pipa masing-masing pelanggan.
0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 4.500 5.000 Jumlah KK SR Rumah Tangga yang terlayani perpipaan PDAM (KK)
HIPPAM Desa
a. Penyelenggara
:
Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Lamongan
b. Tahun Pelaksanaan SPAM: 2001 sampai sekarang
c. Jenis sumber
:
Sumur bor, sumur gali, telaga, waduk.
d. Kapasitas sumber :
Rata-rata 2,5 l/dt
e. Kapasitas pemanfaat:
2,5 l/dt
f. Sistem pengaliran:
Pompa dan Gravitasi
g. Nilai Ekonomi
:
Sistem meterisasi Rata Rp. 1500/m
3h. Lembaga
:
HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum)
Kecamatan Kelurahan/Desa Jumlah KK Jumlah SR (Sambungan Rumah) Brondong Lohgun 865 300 Labuhan 1.707 700 Paciran Tunggul 1.163 299 Banjarwati 1.293 70 Weru Komplek (Paloh, Weru, Sidokumpul, Werulor) 2.146 500 865 1.707 1.163 1.293 2.146 300 700 299 70 500 0 500 1000 1500 2000 2500 Jumlah KK
Kebutuhan Air Bersih
12,64
12,97
5,58
2,83
6,9
6,57
4,13
4,43
1,59
15,91
14,27
7,23
1,13
4,1
1,42
2,12
Brondong
Sedayulawas
Labuhan
Lohgung
Kandangsemangkon
Kranji
Tunggul
Kemantren
Sidokelar
Blimbing
Paciran
Banjarwati
Paloh
Weru
Werulor
Sidokumpul
Kebutuhan dan Kapasitas Terpasang dengan Pelayanan Perpipaan
Pengelola Kelurahan/Desa Kebutuhan Berdasarkan Penambahan Kapasitas Terhadap
Kebocoran Air (lt/dt) *
Jumlah Kapasitas Debit Sumber Air
(lt/dt) PDAM Brondong 12,64
20
Sedayulawas 12,97 Blimbing 15,91 Kandangsemangkon 6,90 Sub Total48,42
20
HIPPAM Labuhan 5,583
Lohgun 2,832
Banjarwati 7,232
Tunggul 4,133
Weru Komplek:8,77
10
a. Paloh 1,13 a. Weru 4,10 a. Werulor 1,42 a. Sidokumpul 2,12 Sub Total28,54
20
Konvensional Kranji 6,570
Kemantren 4,43 Paciran 14,27 Sidokelar 1,59 Sub Total26,86
0
TOTAL103,82
40
Analisis Cakupan Pelayanan Air Bersih
Sumber: Analisa 2013
Cakupan Pelayanan dengan Sambungan PDAM
Cakupan Pelayanan dengan Sambungan HIPPAM Desa
Sumber: Analisa 2013
Kecamatan Kelurahan Jumlah Penduduk (Jiwa) Jumlah penduduk yang terlayani PDAM (Jiwa) Cakupan Pelayanan (%) Brondong Sedayulawas 14.154 36 0,25 Brondong 13.788 2.004 14.53 Paciran Blimbing 17.369 1.788 10.29 Kandangsemangkon 7.526 24 0.32
Kecamatan Kelurahan Jumlah Penduduk (Jiwa) Jumlah penduduk yang terlayani HIPPAM (Jiwa) Cakupan Pelayanan (%) Brondong Lohgun 3.090 1.200 38,83 Labuhan 6.088 2.800 45,99 Paciran Tunggul 4.512 1.196 26,50 Banjarwati 7.891 5.000 63,36 Weru Komplek (Paloh, Weru, Sidokumpul, Werulor) 9.579 2.000 20,88
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Distribusi
Pelayanan Air Bersih Permukiman Pesisir Utara Lamongan
Tahapan GWR
1. Regresi Linier dengan Ordinary Least Square (OLS)
Dari regresi secara serentak ini di dapat 3
faktor yang berpengaruh yaitu X4 alokasi
dana prasarana air bersih, X7 jumlah
sumber air bersih, dan X11 kelerengan
sumber air bersih yang berpengaruh
Hasil analisis regresi sederhana yang
dilakukan diperoleh faktor yang
berpengaruh secara signifikan dengan
menggunakan α sebesar 20%.
2. Stepwise
Enam variabel prediktor yang berpengaruh terhadap variabel respon, yaitu
X3, X4, X6, X7, X10 dan X11
3. Uji Asumsi Residual Identik
uji gletjser
Hasil pengujian asumsi residual identik
menyatakan bahwa dari enam variabel
predictor terdapat empat variabel
prediktor, yaitu X4, X6, X10, X11
Adanya variabel yang berpengaruh nyata
maka H
0 -ditolak sehingga residual
bersifat heterogenitas
(tidak identik).
Dengan demikian asumsi residual identik
tidak terpenuhi.
4. Uji Asumsi Residual Independen
(pemerikasaan Autokorelasi)
Hasil perhitungan statistik uji durbin watson
adalah sebesar 2.71724 , nilai dL dengan α =
20% sebesar 1,52 sehingga nilai statistik uji
durbin watson
lebih besar dari dL
5.Uji Multikolinieritas
Oleh karena itu, H
0gagal
ditolak yang berarti bahwa
tidak ada korelasi
antar
residual atau residual telah
memenuhi asumsi
independen
Variabel
Berpengaruh
X3
X4
X6
X7
X10
X11
VIF
3.189
2.666
1.980
4.254
4.137
7.436
5. Uji Kenormalan Data
Asumsi kenormalan dilakukan dengan
menggunakan uji kolmogorov-smirnov
(KS).
Untuk menentukan kenormalan data dengan uji
Kolmogorov-Smirnov
, nilai signifikansi
harus diatas 0,05 atau 5% (Imam
Ghozali, 2005).
-10 -5 0 5 10 99 95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5 1 RESI1 P e rc e n t Mean -1.88738E-15 StDev 4.954 N 16 KS 0.094 P-Value >0.150Probability Plot of RESI1
Uji Efek Spasial
Pengujian
Nilai
Signifikansi
Breusch-Pagan
*0.0903
Moran's I
0.9938
Hasil Uji Spasial dengan Breusch-Pagan test
dengan taraf signifikansi 20% menunjukkan
bahwa cakupan pelayanan air bersih di
permukiman pesisir Utara Lamongan memiliki
pengaruh titik atau bisa dikatakan pengaruh
lokasi dengan basis heterogenitas.
GWR (Geographically Weighted Regression)
Kelurahan/Desa
Faktor Berpengaruh
Kelurahan
/Desa
Faktor Berpengaruh
Brondong
X3,X4,X6,X7,X10,X11
Tunggul
X3,X4,X7,X10,X11
Sedayulawas
X3,X4,X6,X7,X10,X11
Banjarwati
X4, X7,X10, X11
Lohgung
X3,X4,X6, X7,X10,X11
Kemantren
X4, X7,X11
Labuhan
X3,X4,X6, X7,X10,X11
Sidokelar
X7, X11
Kandangsemangkon
X3,X4,X6, X7,X10,X11
Weru
X7, X11
Kranji
X3,X4, X7,X10,X11
Sidokumpul X7, X11
Blimbing
X4, X6, X7, X10,X11
Warulor
X7, X11
Paciran
X3,X4,X6,X7,X10,X11
Paloh
X7, X11
Variabel berpengaruh
Faktor yang Mempengaruhi
Kepadatan Penduduk (X3)
Kepadatan penduduk tinggi pada permukiman padat
nelayan dan perkampungan pesisir Utara Lamongan
Alokasi dana peningkatan prasarana
air bersih (X4)
Alokasi dana peningkatan prasarana air bersih dalam
peningkatan akses terhadap air bersih
Jarak sumber produksi air bersih
perpipaan terhadap lokasi
permukiman (X6)
Jarak permukiman (wilayah pelayanan) terhadap bangunan
pengolahan sumber air bersih
Jumlah sumber air bersih (X7)
Jumlah sumber air yang menjadi prioritas masyarakat
untuk peningkatan pelayanan air bersih.
Debit sumber air bersih (X10)
Debit sumber air bersih terkait kebutuhan air bersih
masing-masing Kelurahan/Desa
Kelerengan sumber air bersih (X11)
Kondisi kelerengan sumber air bersih terhadap wilayah
pelayanan yang membutuhkan distribusi air bersih.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dari Hasil
Analisis Deskriptif
Contoh Simulasi Untuk Kelurahan Brondong
Kelurahan/ Desa
Simulasi Model terhadap Target Cakupan Pelayanan 75%
Interpretasi terhadap Model Brondong Y=11,036-(3,66x10-4)X3+(2,054x10-7)X4
-(1,39x103
)X6+23,027X7+2,193X10-3,198X11
Simulasi dengan persamaan untuk Kelurahan Brondong adalah menganggap kepadatan penduduk (X3), Sumber Air (X7), dan kelerengan sumber air bersih (X11) konstan, mengalokasikan dana (X4) sebesar 185.000.000 dan peningkatan debit dari sumber air PDAM sebesar (X10) menjadi 13 lt/dt, dengan melihat faktor jarak (X6) menjadi 0 meter.
Kelurahan Brondong dalam skenario capaian target cakupan pelayanan Kabupaten Lamongan, diasumsikan bahwa kepadatan penduduk, jumlah sumber air bersih, dan kelerengan sumber air bersih secara konstan atau tetap, yang dimaksud konstan yaitu sesuai dengan kondisi eksisting yang ada. pengalokasian dana dilakukan untuk pengembangan jaringan distribusi air bersih sehingga dapat memperkecil jarak menjadi 0 meter, sehingga penambahan debit menjadi 13 lt/dt berdasarkan analisis kebutuhan air bersih untuk kelurahan Brondong. Dalam simulasi tersebut akan menaikkan cakupan pelayanan air bersih menjadi 75,39%.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Untuk pemanfaatan sumber air tanah dengan pengelolaan
melalui HIPPAM dapat dilakukan dengan menggunakan air
tanah dengan potensi sedang yaitu pada potensi (5lt/dt)
serta alternatif sumber air berupa penampungan air hujan
(PAH) melalui pengembangan embung atau bangunan tadah
hujan untuk Kelurahan/desa dengan potensi air tanah
langka yang memliki rata-rata curah hujan yang cukup
potensial yaitu 1250-1250 mm/thn
Memperluas cakupan pelayanan pada wilayah potensial
yaitu pada permukiman padat dan perkampungan nelayan
yang berpotensial membutuhkan distribusi pelayanan air
bersih baik dari pelayanan HIPPAM Desa ataupun PDAM
Mengoptimalkan jaringan pipa distribusi induk yang sudah
ada dengan cara menambah jaringan pipa distribusi yang
langsung menuju tiap-tiap sambungan rumah (masyarakat)
yaitu peningkatan jaringan pipa tersier untuk yang dilayani
oleh HIPPAM melalui partisipasi masyarakat
Lanjutan...
Untuk Desa Sedayulawas, Kandangsemangkon, dan Paciran
dapat serta pemanfaatan sumber air Sudetan Bengawan Solo
melalui IPA Sudetan Bengawan Solo dengan pelayanan PDAM
guna pemenuhan sesuai kebutuhan air bersih masyarakat
dengan cara menambah debit melalui sistem jaringan pipa
distribusi transmisi (induk). Sistem distribusi yang digunakan
pada wilayah ini adalah sistem distribusi pompa penguat
tekanan (booster pump) karena letak wilayahnya yang jauh
dari wilayah pelayanan dan cenderung berbukit-bukit.