• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab8kingdom animalia 140212205102 phpapp01

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "bab8kingdom animalia 140212205102 phpapp01"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Tahun 2008 Sugeng_biologilover.wordpress.com. Silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama. Dilarang keras untuk dikomersilkan dengan alasan apapun

ANIMALIA

KARAKTERISTIK ANIMALIA

1) Organisme Eukariot Multiseluler

2) Tidak memiliki dinding sel dan

klorofil

3) Memperoleh makanan dari

organisme lain (heterotrof)

(5)
(6)

Tahun 2008 Sugeng_biologilover.wordpress.com. Silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama. Dilarang keras untuk dikomersilkan dengan alasan apapun

2. Simetri tubuh

Asimetri, yaitu hewan yang tidak memiliki pembagian tubuh

yang tetap / sama.

Simetri Bilateral, yaitu hewan yang apabila tubuhnya dibagi 2 melalui pusatnya diperoleh bentuk dan ukuran yang sama.

(7)

Tahun 2008 Sugeng_biologilover.wordpress.com. Silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama. Dilarang keras untuk dikomersilkan dengan alasan apapun

3. Kerangka Tubuh

Eksoskeleton

Rangka Luar (Arthropoda, Ikan, Ular,

Kura-Kura, Penyu, dsb)

Endoskeleton

(8)

Tahun 2008 Sugeng_biologilover.wordpress.com. Silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama. Dilarang keras untuk dikomersilkan dengan alasan apapun

4. Rongga Tubuh ( Coelom )

Acoelomata, yaitu

hewan yang tidak memiliki rongga tubuh

Pseudocoelomata,

yaitu hewan yang memiliki rongga semu

Coelomata, yaitu

hewan yang

memiliki rongga tubuh yang nyata, karena seluruh

tubuh dibatasi

lapisan mesoderm.

(9)

Porifera

Coelenterata

Nemathelminthes

Platyhelminthes

Annelida

Mollusca

Arthropod

a

Echinoderm

ata

Ctenophora

Lophophorata

(10)

P o r i f e r a

Po

rif

e

(11)
(12)
(13)

Sel koanosit

(14)

P o r i f e r a

1 2

3

4 5

7

6

(15)

TIPE SALURAN AIR PADA

PORIFERA

(16)

Reproduksi Porifera

• Porifera melakukan reproduksi secara

aseksual maupun seksual.

Aseksual  dengan pembentukan

tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal.

Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar. – Seksual  dengan pembentukan

gamet

(17)

Klasifikasi Porifera

A. Calcarea (kapur)

Spikula tersusun atas zat kapur karbonat (CaCO3), hidup di air

dangkal

Contoh: Sycon dan Clathrina Scypa. Euspongia

(18)

Klasifikasi Porifera

B. Hexactinellida

Spikula dari zat kersik (silikat)/SiO2,

hidup di laut dalam.

Contoh: Pheronema, Euplectella Hyalonema

(19)

Klasifikasi Porifera

C. Demospongia (spons tebal)

Rangka tersusun dari serabut spongin, habitat, air tawar,menempel pada

batuan/tumbuhan dan benda padat

Contoh: Spongilla

D. Sclerospongiae

Spikula tersusun dari Kristal kalsium

(20)

Peranan Porifera

• Beberapa jenis Porifera seperti

Spongia

dan

Hippospongia

(21)

Coelenterata

(22)

Ciri-Ciri Coelenterata

1. Habitat di laut berupa polip (sesil) atau medusa (motil) 2. Diploblastik aselomata

3. Simetris radial

4. Pencernaan makanan di dalam rongga gastrovaskular 5. Memiliki tentakel dan penyengat yang disebut

nematosista

6. Respirasi dan ekskresi secara difusi 7. Reproduksi:

– Aseksual  pembentuan tunas pada polip

(23)

8. Bentuk tubuh Coelenterata ada 2 macam: 1.Polip, berbentuk tabung

2.Medusa, berbentuk payung

(24)

Tentakel berfungsi

menangkap mangsa dan memasukkannya ke

dalam mulut.

• Tentakel dilengkapi

dengan sel Knidoblas

yang mengandung racun atau alat penyengat

(nematokist)

Nematokist, berfungsi

untuk melumpuhkan mangsa/musuh

(25)

Klasifikasi Coelenterata

A. Hydrozoa (hewan air)

1. Contoh: Hydra

hidup di air tawar, hermafrodit, sistem saraf difusi atau sel saraf

tersebar

bentuk tubuh selalu polip.

Pada ujung Hydra yang bebas terdapat mulut yang dikelilingi Hipostomae yang berfungsi menangkap mangsa. Pada bagian bawah membentuk basal disk untuk melekatkan tubuh pada tempat hidupnya.

Reproduksi vegetatif dengan membentuk tunas dan reproduksi

(26)

Klasifikasi Coelenterata

2.

Obelia

(hidup di laut, bermetagenesis, hidup

berkoloni).

Polip pada Obelia

:

Hydrant

: mengambil dan mencerna

makanan.

(27)

REPRODUKSI

Obelia

Mengalami metagenesis dari

(28)

Klasifikasi Coelenterata

B. Scyphozoa (hewan mangkuk)

1) Pada mulut terdapat 4 tentakel 2) bentuk tubuh selalu medusa 3) medusa berukuran besar, polip

berukuran kecil

4) alat kelamin terpisah. Contoh: Aurelia (ubur-ubur)

(29)
(30)
(31)

Klasifikasi Coelenterata

C. Anthozoa (hewan bunga)

1) berbentuk polip

2) Hidup di laut

jernih

3) Contoh: Anemon

laut (bunga

karang), koral

Metridium marginatum
(32)

Struktur tubuh

Coelenterata

Metridium marginatum

Struktur tubuh Anemon laut:

basal disk

Disepanjang

kerongkongan/gullet terdapat sekat-sekat bersilia

(sifonoglia), yang berfungsi

(33)
(34)

Peranan

Coelenterata

• Hewan ubur-ubur dibuat

tepung ubur-ubur

yang diolah

menjadi bahan kosmetik / kecantikan.

• Di Jepang, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai

bahan

makanan.

• Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat

melindungi pantai dari abrasi air laut

.

• Karang merupakan

tempat persembunyian dan tempat

(35)

Ctenophora (hewan menyerupai

sisir)

Ciri-Ciri

• Tubuh transparan

• Dibplobastik

• Simetri tubuh bilateral

• Memiliki lapisan mesoglea,

rongga pencernaan dan sistem

saraf

Kelas

Tentaculata

: memiliki

tentakel

(36)
(37)

Ciri-Ciri:

1.tubuh bulat pipih, bilateral simetris

2.Bersifat triploblastik aselomata

3.Tidak memiliki sistem peredaran darah

4.Alat pencernaannya belum sempurna

5.Alat eksresi berupa sel api (flame cell)

6.Sistem saraf tangga tali

7.Hermaprodit

(38)

Kelas Platyhelminthes

1. Turbellaria (Cacing Bulu Getar)

2. Trematoda (Cacing Hisap)

(39)

1. Turbelaria (Cacing Bulu Getar)

Contohnya:

Planaria

•Ciri : 1 - 60 cm, hidup di air tawar jernih

•Sistem saraf tangga tali

•Sistem ekskresi : flame cell (sel api)

(40)

Copyright © 2005 Pearson Education, Inc. publishing as Benjamin Cummings

Struktur Tubuh Planaria

Ganglion Tali spinal Faring

Bintik mata

Mulut

Saluran pencernaan

(41)
(42)
(43)

2. Trematoda (Cacing isap)

• Parasit.

• Memiliki alat penghisap (sucker)

• Pencernaan belum sempurna

• Contoh speciesnya:

dalam darah: Schistostoma japonicum, Schistostoma mansoni, Schistostoma haematobium. →penyakit Schistomiasis; gangguan fungsi hati, ginjal, jantung

dalam hati: Fasciola hepatica (hati sapi) → perantara siput, Clonorchis

sinensis (hati manusia) → perantara ikan

dalam usus: Fasciola buski → perantara tumbuhan air

dalam paru-paru: Paragonimus westermani

(44)

Daur Hidup Fasciola hepatica

key word:

TEMIS

RESEM DEWASA

(45)

3.Cestoda (Cacing Pita)

Sebagai parasit pada usus manusia

Ciri-cirinya:

Tubuh bersegmen-segmen (proglotid).

Kepala (skoleks) mempunyai alat penghisap (rostelum)Tidak memiliki mulut dan alat pencernaan.

Penyerapan makanan oleh seluruh permukaan tubuh.

Contoh:

Taenia saginata (inang perantara sapi); tidak

mempunyai pengait pada skoleks

Taenia solium (inang perantara babi); mempunyai

pengait pada skoleks

Hymenolepis nana; parasit pada usus manusiaEchinoccus granulosus; larvanya hidup pada

(46)

3.Cestoda (Cacing Pita)

Sebagai parasit pada usus manusia

Ciri-cirinya:

Tubuh bersegmen-segmen (proglotid).

Kepala (skoleks) mempunyai alat penghisap

(rostelum)

Tidak memiliki mulut dan alat pencernaan.

Penyerapan makanan oleh seluruh permukaan

tubuh. Contoh:

Taenia saginata (inang perantara sapi); tidak

mempunyai pengait pada skoleks

Taenia solium (inang perantara babi); mempunyai

pengait pada skoleks

Hymenolepis nana; parasit pada usus manusiaEchinoccus granulosus; larvanya hidup pada

(47)
(48)

Copyright © 2005 Pearson Education, Inc. publishing as Benjamin Cummings

a Larva, yang dilengkapi dengan scolex akan berkembang menjadi kista pada jaringan tubuh inang, misal pada otot

b Manusia yang memakan daging yang terinfeksi, akan menyebabkan kista berkembang menjadi cacing pita dewasa

proglottids

c Cacing pita dewasa terdiri dari scolex dan proglotid.Proglotid pada bagian ujung

mengandung telur yang telah dibuahi yang siap dikeluarkan bersama feses untuk menginfeksi kembali

d Di dalam telur yang telah dibuahi, embrio berkembang menjadi larva. Sapi mungkin akan memakan telur bersama rumput dan akan menjadi inang

sementara bagi cacing pita

scolex

(49)

Daur Hidup Taenia saginata

Tahapan:

Cacing dewasa → telur → heksakan/Onkosfer → tertelan sapi/babi → menembus dinding usus → ikut aliran darah → otot sapi/babi →

(50)

Rotifera

Ciri-ciri

• Memiliki mahkota bersilia

• Sebagian besar Habitat air

tawar

• Memiliki alat pencernaan

mulut dan anus

• Pseudocelomata

(51)

Lophophorata

• Memiliki

Lophophore

Filum Bryozoa (Pectinatella

mangnifica)

Filum Phoronida ( Phoronis california)

(52)
(53)

• Tubuh berbentuk gilig (bulat panjang) yang ujung-ujungnya meruncing

• Bersilia

• Tertutup lapisan lilin (kutikula)

• Tidak bersegmen, simetris bilateral. • Triploblastik pseudoselomata

• Alat pencernaan sempurna

• Kosmopolit atau terdapat di laut, air tawar, darat, kutub, hingga tropis.

• Hidup bebas dan sebagian parasit.

• Belum memiliki alat sirkulasi dan respirasi

(54)

1.

Ascaris lumbricroides, cacing perut pada

manusia

2.

Ancylostoma duodenale , cacing tambang

3.

Necator americanus , cacing tambang di

Amerika tropis

4.

Oxyuris/Enterobius vermicularis , cacing

kremi

5.

Wuchereria/Filaria bancrofti , penyebab kaki

gajah

6.

Strongyloides sp , infeksi melalui luka

7.

Loa sp, cacing mata

(55)

Apa perbedaanAscaris lumbricoides

♂ dan ♀

1. Ascaris lumbricoides

(56)
(57)
(58)

2. Cacing Tambang

(Ancylostoma duodenale & Necator americanus)

Hidup di usus halus

Menghisap darah dr dinding usus

Larva filariform masuk melalui pori-pori kulit

Di mulut ada gigi kitin, untuk melukai dinding usus

inangnya

Menyebabkan penyakit Ankilostomiasis

Kait kitin pada cacing

(59)

Daur Hidup Cacing Tambang

(60)

3. Enterobius/Oxyuris vermicularis(cacing kremi)

Enterobius/Oxyuris vermicularis(cacing

kremi)→sayuran mentah, tangan yang tidak bersih/bahan makanan yang

terkontaminasi telur-telur cacing

Hidup di usus besar, ukuran sebesar

rambut

Infeksinya menimbulkan rasa gatal

disekitar anus. Rasa gatal terjadi karena cacing dewasa meletakkan telur di anus.

Menyebabkan autoinfeksi: apabila

digaruk telur dapat menempel di tangan kemudian masuk kembali kedalam tubuh ketika seseorang

(61)

4. Wucheria bancrofti/Filaria brancofti

Parasit di pembuluh getah bening melalui gigitan nyamuk Culex.Infeksi cacing, menyebabkan penyumbatan pembuluh getah bening

sehingga menimbulkan pembengkakan pada kaki (penyakit kaki gajah/elephantiasis/filariasis)

(62)
(63)

Ciri-Ciri Annelida

Memiliki segmen seperti

cincin

Triploblastik selomata

Simetri Bilateral

Sistem pencernaan yang

lengkap

Hermafrodit

Sistem saraf tangga tali

Bergerak dengan kontraksi

otot tubuh atau dengan

rambut (

seta

)

(64)
(65)

Klasifikasi Annelida

1. Polichaeta (Cacing berambut banyak)

– Cacing palolo (Eunice sp) dan cacing wawo (Lysidice oele) → dapat dimakan

– Tiap ruas tubuhnya terdapat PARAPODIA (kaki berdaging) yang ditumbuhi banyak rambut

(66)

2. Oligochaeta (Cacing berambut sedikit)

– Cacing tanah (Lumbriscus terestris)

– Bersegmen

– Habitat di air tawar atau tanah

– Saprofit

– Hermaprodit dan

mempunyai KLITELUM

(penebalan kulit)

(67)

Klasifikasi Annelida

3. Hirudinea (Cacing tidak berambut) – Hirudo medicinalis (Lintah)

Haemadipsa javanica (Pacet) – Cacing penghisap darah

– Memiliki 2 alat isap – Hermaprodit

– Mengeluarkan zat anestesi

– Menghasilkan hirudin

posterior anterior

Pacet

(68)
(69)

Ciri-ciri Mollusca

• Tubuh tidak beruas-ruas,

bercangkang

• Simetris bilateral

• Triploblastik selomata

• Alat pencernaan berupa

mulut, kerongkongan,

lambung usus, dan anus

• Reproduksi secara seksual

tapi ada yang hermaprodit

• Bersifat kosmopolit

(70)

1. Pelecypoda/Lamellibranchiata/Bivalvia

Tubuhnya simetris bilateral

Cangkang terdiri dari 3 lapisan:

1. Periostrakum (lapisan terluar); tersusun zat tanduk, fungsinya melindungi lapisan dalam

2. Prismatik (lapisan tengah); tersusun atas Kristal kalsium karbonat yang berbentuk prisma

3. Nakreas (lapisan dalam )/lapisan mutiara; tersusun atas Kristal-kristal halus karbonat. Jika terkena sinar mampu memancarkan warna.

KLASIFIKASI MOLLUSCA

(71)

2. Gastropoda

• Hewan berkaki perut

• Bersifat hemafrodit, alat reproduksi Ovotestis

• Habitat di air tawar, air laut dan darat

Univalve → tubuh terlindungi

sebuah cangkang berkatup satu • Memiliki lidah parut (Radula) • Pernapasan: insang (larva

),paru-paru(dewasa yang hidup di darat), insang (dewasa yang hidup di air) • Di kepala terdapat sepasang

tentakel dan mata (hidup di darat) • Sistem saraf 3 psg: ganglion

visceral, ganglion pedal, dan ganglion serebral

Contoh : Limnaea trunchatula (siput),

Achatina fulica (bekicot)

(72)

3. Chepalopoda

• Kaki terdapat dikepala, tidak bercangkok, (kecuali Nautilus)

• Bergerak lambat dengan tentakel, sirip, dan cepat dengan cara

menyemprotkan air

• Zat kromatofora : sel-sel pembawa warna

• Beberapa jenis mengeluarkan tinta • Sistem saraf berkembang dengan

(73)
(74)

ARACHNIDA MYRIAPODA INSECTA

CRUSTACEA

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas dan podos

yang berarti kaki. Hewan yang termasuk filum ini mempunyai kaki yang beruas-ruas. Misalnya udang, kepiting, laba-laba dan kaki seribu.

(75)

CIRI-CIRI

(76)
(77)

Ciri-Ciri

(78)

Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan menjadi 2 subkelas, yaitu : Entomostraca (udang tingkat rendah) dan

Malacostraca (udang tingkat tinggi)

ENTOMOSTRACA BRANCHIOPODA OSTRACODA COPEPODA CIRRIPEDIA MALACOSTRACA ISOPODA STOMATOPODA DECAPODA

(79)

Ciri-Ciri

Daphnia

Kepiting

1. KlasifikasiCrustacea

(80)
(81)

Ciri-Ciri

(82)

Ciri-Ciri

(83)

Tahun 2008 Sugeng_biologilover.wordpress.com. Silahkan gunakan slide ini untuk kemajuan bersama. Dilarang keras untuk dikomersilkan dengan alasan apapun

(84)

3.

MYRIAPODA

(85)

Ordo Chilopoda

(Centipede)

Lipan (

Scolopendra

gipas

)

Kaki 1 psg tiap ruas

Ordo Diplopoda

Keluwing/kaki seribu

(

Millipedes

sp)

Kaki 2 psg tiap ruas

Klasifikasi MYRIAPODA

(86)
(87)
(88)

4. INSECTA/

Hexapoda

(89)
(90)

Daur hidup

1.Ametabola

(91)

Klasifikasi Insecta

1. Apterygota

Tidak bersayap, ametabola. Cth: kutu buku (Lepisma sacharima)

2. Pterygota

Exopterygota

sayap berasal dari tonjolan luar dinding tubuh, hemimetabola

Endopterygota

sayap berasal dari tonjolan

(92)

1. Exopterygota; Ordo:

1. Orthoptera (serangga bersayap

lurus). Cth: Belalang, kecoa

(Periplaneta americana)

2. Hemiptera (serangga bersayap tak

sama). Cth: kutu busuk (Cimex

rotundus)

3. Homoptera (serangga bersayap

sama). Cth: kutu kepala (Pediculus

humanus), Tongeret (Dundubia sp)

4. Odonata (sayap jala). Cth: capung

kuning (Pantala sp)

(93)
(94)

2. Endopterygota; Ordo:

1. Coleoptera (2 psg sayap, sayap depan tebal

dan sayap belakang tipis). Cth: kumbang kepik (Coccinella arquata)

2. Hymenoptera (serangga bersayap selaput).

Cth: lebah madu (Apis indica), semut (monomorium destructor)

3. Diptera (1 psg sayap, pasangan sayap lain

mereduksi menjadi keseimbangan )→

halter . Cth: lalat rumah (Musa domestica), nyamuk malaria (Anopheles sp)

4. Lepidoptera (2 psg sayap dan bersisik

halus). Cth: kupu-kupu si rama-rama (Attacus atlas)

5. Neuroptera (serangga bersayap jala). Cth:

undur-undur (Myrmeleon sp)

6. Shiponoptera (bertubuh kecil dan tidak

(95)

Peran menguntungkan

• Membantu proses penyerbukan pada bunga

• Menghasilkan madu. Misal: lebah madu (

Apis

mellifera

)

• Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat

sutera membuat kepompong yang dapat

menghasilkan sutra (contoh:

Bombix mori

)

(96)
(97)

Echinodermata

Ciri-ciri

1.

Tubuh simetri bilateral → larva

2.

Simetri radial → dewasa

3.

Triploblastik selomata

4.

Habitat di laut

5.

Rangka luar tersusun dari zat

kapur

6.

Alat gerak berupa sistem

ambulakral

7.

Reproduksi secara seksual

(fertilisasi internal)

8.

Hasil pembuahan zigot

(98)

Echinodermata

Ciri-ciri

1.

Tubuh simetri bilateral → larva

2.

Simetri radial → dewasa

3.

Triploblastik selomata

4.

Habitat di laut

5.

Rangka luar tersusun dari zat

kapur

6.

Alat gerak berupa sistem

ambulakral

7.

Reproduksi secara seksual

(fertilisasi internal)

8.

Hasil pembuahan zigot

(99)

1. Bentuk seperti bintang dengan lima lengan yang besar

2. Hidup di dasar laut

3. Tubuh permukaan bawah (oral) dan permukaan atas (aboral) 4. Memiliki duri berbentuk catut

yang diantaranya terdapat Pediselaria/kaki penjepit → menangkap makanan dan membersihkan tubuh dari benda-benda asing

Contoh:

Asterias forbesi (bintang laut merah)

Klasifikasi

Echinodermata

(100)

Sistem pembuluh bintang laut

Sistem saluran air (sistem ambulakral). Aliran air pada sistem ambulakral: air masuk – madreporit(tempat

masuknya air) – saluran batu – saluran cincin – saluran lateral – ampula.

1.Madreporit: lubang tempat keluar

masuknya air

2.Saluran batu: saluran penghubung

madreporit dan saluran cincin

3.Saluran cincin: saluran air yang melingkar

mengelilingi mulut

4.Saluran radial: cabang saluran cincin yang

menuju ke setiap lengan

5.Saluran lateral: percabangan dari saluran

lateral

6.Ampula: kantong/gelembung berotot

7.Kaki tabung/kaki ambulakral: tabung

(101)

1. Kulit mempunyai duri yang panjang dan banyak seperti landak

2. Habitat dasar perairan di sela-sela bebatuan

3. Bentuk tubuh bulat, tidak

mempunyai lengan dan duri dapat digerakkan

4. memiliki pediselaria (kaki penjepit)

5. Alat penangkap makanan

digerakkan oleh otot → Lentera Aristoteles

Cth: Dendraster sp (dolar pasir) Diodema setosum (bulu babi

jarum)

(102)

1. Habitat dasar perairan laut

2. Memiliki lima lengan panjang yang dapat bergerak menyerupai ular

3. Tubuh berbentuk seperti bola cakram kecil dengan lengan berjumlah 5 dan beruas-ruas

4. Memiliki daya regenerasi tinggi

5. Duri hanya terdapat di pada bagian lateral

6. Memiliki mulut dan tidak mempunyai anus

7. Pada lengan terdapat kaki ambulakral dan alat isap (Ampula)

Cth: Ophiotrix sp (bintang ular)

(103)

Bentuk tubuh seperti

bunga lilia/bakung

Memiliki lengan panjang

berbentuk seperti daun

(Pinullae) yang

berjumlah 5 atau

kelipatannya

Daya regenerasi tinggi

Tubuh bewarna-warni

Pada aboral terdapat

stalk/cirri

(cakar) →

memegang mangsa dan

melekatkan diri

Cth:

Metacrinus

sp

4.

Crinoidea (lilia laut)

Ptilocrinus pinnatus 

(104)

Bentuk tubuh seperti mentimun

Habita di dasar atau terkubur di

pasir

Kulit di lapisi kultikula, berduri

halus (osikula)

Tidak mempunyai lengan

Di sekitar mulut terdapat 10-30

tentakel

Mulut terletak di ujung anterir

dan anus terletak di ujung

posterior (aboral)

Cth: Holothuria atra (teripang

hitam),

Cucumaria sp

(105)

Peranan

• Pemakan bangkai atau sisa-sisa organisme dan juga

pembersih laut (Holothuroidea)

• Dapat dimakan :

dijadikan bahan sup (mentimun laut)

Telur bulu babi

(106)

CHORDATA

ciri-ciri

Memiliki korda dorsalis (notokorda) sebagai

kerangka sumbu tubuh

Sistem organ kompleks

Sistem saraf berupa pembuluh, terdapat

disebelah punggung

Alat pernapasan berupa insang, paru-paru

Ada 4 subfilum

1.Hemichordata; Cacing Acorn

(107)

Klasifikasi vertebrata

1. Kelas AGNATHA (Cyclostomata)

Tidak memiliki rahang

Tubuh seperti ikan, tidak bersisik, dan tidak mempunyai

pasangan sirip

Jantung 2 ruang

Cth: belut laut (Petromyzon sp)

ikan hantu/hagfish (Myxine sp)

2. PISCES

Poikiloterm

Hidup di air tawar/laut

Bernapas dengan insang (beberapa ada dengan kulit dan

paru-paru)

(108)

Berdasarkan jenis tulang:

1. Chondrichtyes (bertulang rawan)

Tidak mempunyai operculum (penutup insang)Jantung 2 ruang

Reproduksi ovivar dan ada yang ovovivivarcth: ikan hiu (Squalus sp)

ikan pari (Raja sp)

2.

Osteichtyes

(bertulang keras/sejati)

memiliki operculum kecuali pada Dipnoi yang hidup

pada lumpur (bernapas dengan paru-paru dan

insang)

tubuh terdiri atas kepala, badan dan ekor

Ovivar dengan fertilisasi eksternal

(109)

3. AMPHIBIA

Hidup di dua alam

Berudu

→ insang

dewasa

→ paru-paru, kulit

Poikiloterm

Kulit basah, berlendir untuk membantu pernapasan

Jantung 3 ruang (2 atrium dan 1 ventrikel)

Fertilisasi eksternal, ovivar

(110)

AMPHIBIA CLASSIFICATION

1.

Anura

Tidak punya ekor saat

dewasa

Kaki belakang lebih

panjang, untuk

melompat

2.

Urodela

Punya ekor dari larva –

dewasa

Semua kaki berukuran

sama

3.

Apoda

Tidak memiliki kaki

Bentuk tubuh

(111)

4. REPTILIA

Memiliki kulit kering

Memiliki sisik yang terbentuk dari zat tanduk

Mengalami pengelupasan kulit (Ekskuvikasi)

Poikiloterm

Jantung 4 ruang

Sekat ventrikel kiri dan kanan belum sempurna

khusus pada buaya terdapat

Foramen panizzae →

satu lubang yang menghubungkan antara

ventrikel kiri dan kanan sehingga darah bersih

dan kotor masih bercampur

(112)
(113)

5. AVES

Tubuh ditutupi oleh bulu

Bernapas dengan paru-paru dan

kantong udara (saccus pneumaticus)

Homoioterm

Jantung 4 ruang

Cth: Ayam, merpati, elang

Ordo-ordo dari kelas Aves1. Passeriformes: kenari, gelatik,

beo

2. Falconiformes: elang, rajawali

3. Columbiformes: merpati, tekukur 4. Psittaciformes: nuri, parkit,

kakatua

(114)

Platypus

Mamalia bertelur (Ovipar)

Macropus sp. (Kangguru) Mamalia berkantung (Marsupialia) Pongo pygmaeus (Orang utan) Primata

6. MAMALIA

Hewan menyusui

Tubuh dilindungi oleh rambut

Vivivar kecuali Ornithorynchus

Homoioterm

(115)

Klasifikasi Mamalia

1. Monotremata (mamalia berparuh bebek), hewan ovivar. Contoh, Platypus

2. Marsupilia(Hewan berkantong), Contoh; kanguru

3. Insectivora (hewan pemakan serangga). Contoh, landak

4. Chiroptera (mamalia bersayap). Contoh, kelelawar

5. Rodentia (hewan pengerat). Contoh, marmut

6. Lagomorpha (golongan kelinci) 7. Cetacea (golongan paus)

8. Sirenia (sebangsa duyung) 9. Carnivora (pemakan daging)

10. Proboscidea (mamalia berbelalai)

11. Perissodactila (berkuku gasal): zebra, badak 12. Artiodactyla (berkuku genap): babi, unta,

jerapah, domba

Referensi

Dokumen terkait