• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sinergi Program dan Anggaran dalam Rangka Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sinergi Program dan Anggaran dalam Rangka Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Sinergi Program dan Anggaran dalam Rangka

Penataan Ruang Kawasan Perkotaan

Jabodetabek-Punjur

Jakarta, Februari 2021

A b d u l M a l i k S a d a t I d r i s , S . T . , M . E n g .

D i r e k t u r P e n g a i r a n d a n I r i g a s i

(2)

REFLEKSI DAN STRATEGI

(3)

REPUBLIK INDONESIA

Perubahan

Iklim

Urbanisasi

Terus

Meningkat

Frekuensi, Intensitas, Durasi

Cuaca Ekstrim Meningkat

Hujan Ekstrim

Meningkat

Permukaan Air Laut

Naik

(banjir rob

meningkat setinggi

5-200 cm)

Kemarau Ekstrim

Meningkat

Layanan Air Perpipaan

Baru 63%, tingginya

pemompaan air tanah

Orang dengan risiko banjir

dan kawasan terbangun

meningkat

Sedimentasi/Sampah

air & Limpasan air

permukaan meningkat

Penurunan Permukaan

Tanah (1-20 cm/th dan

lebih) terus berlanjut

Banjir Jabodetabek

semakin intens

Nilai wilayah

meningkat, nilai

kerugian tinggi

Solusi RPJMN

2020-2024

Akar Kejadian

KERANGKA PERMASALAHAN DAN IDENTIFIKASI SOLUSI

PANDEMI

COVID-19

Banyak masyarakat

kehilangan pekerjaan

Aktivitas masyarakat dan

kegiatan produksi terganggu

Ekonomi dan daya beli

turun

Solusi di Saat Krisis

1

2

Optimalisasi Biaya

3

3

Solusi Terpadu

(4)

Penyelesaian Banjir & Longsor Sangat Mendesak dan Memerlukan Penanganan

Terintegrasi dari Hulu, Tengah, hingga ke Hilir

4

Perubahan penggunaan lahan hutan di kawasan Puncak

Berkurangnya kawasan resapan air

Kebijakan zero-run off belum diterapkan secara optimal

Curah hujan ekstrem

HULU

TENGAH

HILIR

Penyempitan dan pendangkalan sungai dan situ

Peralihan fungsi sempadan sungai

Pengelolaan dan pengembangan sistem drainase belum optimal

80% reservoir di DAS Ciliwung, Cisadane dalam kondisi dangkal/beralih fungsi

Isu di Hulu

Isu di Tengah

Isu di Hilir

Penurunan muka air tanah

Revitalisasi sungai terkendala pembebasan lahan

Penanganan sampah, pompa dan infrastruktur pengendali

banjir belum optimal

(5)

REPUBLIK INDONESIA

5

Ilustrasi Skenario Banjir Tipikal Jabodetabek (Pantura)

Sumber: Presentasi Entin A. Karjadi, Ph.D. dan Andojo Wurjanto (ITB)

Ketika pasang tinggi, air sungai tidak dapat mengalir kelaut dan pemukiman di daerah pesisir mengalami limpasan dari back water

Ketika hujan, terbentuk genangan, debit air sungai meningkat dan muara mengalami back water sehingga melimpas ke kawasan sekitaran bantaran sungai dan pesisir pantai

Penurunan tanah memperburuk kondisi dan menjadi salah satu penyebab banjir dan rob

Akibat Penurunan tanah dan pasang air laut menyebabkan daerah yang terkena rob semakin meluas

Kondisi paling buruk adalah ketika pasang tinggi terjadi dan hujan ekstrem merata di daerah hulu dan hilir yang

mengakibatkan air sungai tidak dapat mengalir ke laut Pada kondisi normal, sebagian dataran di pesisir telah

(6)

MASTERPLAN PENANGANAN BANJIR YANG CUKUP MATANG NAMUN IMPLEMENTASI BELUM

SELESAI

apakah masterplan masih relevan untuk kondisi depannya?

Masterplan sudah ada sejak 1973 dan

(7)

7

WADUK CIAWI Qd: 570 m3/s (Tr 50 th) Qe: 100 m3/s Qd: 206 m3/s (Tr 50 th) Qe: 60 m3/s Qd: 110 m3/s (25 th) Qe: 35 m3/s Qd: 260 m3/s (Tr 50 th) Qe: 60 m3/s WADUK PLUIT WADUK ANCOL WADUK SUNTER WADUK RAWA BADAK WADUK MELATI POMPA POMPA POMPA Daerah Rencana

Pengaliran Dengan Mekanisme (Sistem Folder)

Main Drain Daerah Cukup Tinggi Pengaliran dengan Grafitasi

L A U T K . B ar u Ti m u r KB B KBT K. Kr u ku t K. C iliwun g K. C ip in an g K. S u n te r K. B u ar an K . K ra m at Ja ti K. C aku ng K. An gke WADUK SETIABUDI K. Pesanggrahan Qd: 125 m3/s (Tr 25 th) Qe: 100 m3/s K. Mookervart K. Grogol K. B ar u Ba ra t Sudetan Qd: 124 m3/s (Tr 25 th)Qe:20 m3/s Qd: 95 m3/s (Tr 25 th) Qe: 20 m3/s Qd: 135 m3/s (Tr 25 th) Qe: 25 m3/s Qd: 135 m3/s (Tr 25 th) Qe: 50 m3/s Ce n g ka re n g Dr ai n Qd: 390 m3/s (tambahan 60 m3/s dari sudetan) Qe: 330 m3/s Qd: 60 m3/s Qd: 85 m3/s (Tr 25 th) PA. Manggarai 2 pintu: 330 m3/s 3 pintu: 507 m3/s Qd: 73 m3/s (Tr 25 th) Qe: 20 m3/s KETERANGAN: Qd : Debit desain Qe : Debit eksisting

MASTER PLAN INFRASTRUKTUR PENGENDALIAN BANJIR JAKARTA

(~50 TAHUN USIA)

PA. Karet 4 pintu: 500 m3/s 5 pintu: 734 m3/s

MASTERPLAN I = 1973 (NEDECO)

REVIEW MASTERPLAN = 1997 (JICA) & 2007 (JIFMP*)

*JIFMP Jakarta Integrated Flood Management Programme

WADUK SUKAMAHI

KALA ULANG

DESAIN HANYA

25-50 TAHUN.

CUKUPKAH

MENGAKOMODASI

TREN HUJAN

YANG TERUS

MENINGKAT?

U

(8)
(9)
(10)

Peta Sebaran Hujan 31 Des ‘19 – I Jan ‘20

(Sumber: BMKG)

Peta Sebaran Hujan 24 Februari ‘20

(Sumber: BMKG)

Sebaran curah hujan ekstrem (>150

mm/hari) yang cukup merata di

Jabodetabek, dengan hujan eksterm

terjadi di wilayah Tangerang, Jakarta dan

Bekasi

Hujan maximum: Halim PK: 377 mm/hari;

TMII: 335 mm/hari; Jatiasih: 260 mm/hari

377 mm/hari rekor baru curah hujan

tertinggi dalam sejarah hujan di Jakarta

Risiko meningkat:

Meningkatnya 2-3% risiko kejadian banjir dengan

perulangan sebagaimana periode ulang banjir 2014, 2015;

bila dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu. à

hujan-hujan besar yang dulu jarang, kini lebih berpeluang

kerap hadir.

(Siswanto et al, BMKG, 2017)

Curah hujan tinggi tiap tahun meningkat

Determinan 1. Banjir ‘Besar’ Jakarta: Hujan Ekstrem Lokal di Jakarta

Hujan ekstrem semakin sering dan meningkat

(11)

11

Determinan 2 : Tata Guna Lahan: Meningginya Koefisien Limpasan

permukaan

Sumber: Rustiadi, 2015

1972

2006

2010

2012

1983

1996

Sumber:

Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur, Pola Ruang versi revisi 2020

Nama SubDAS

C

Kali Angke

0.78

Kali Baru Barat

0.86

Kali Baru Timur

0.77

Kali Buaran

0.90

Kali Cakung

0.62

Kali Cipinang

0.85

Kali Grogol

0.86

Kali Kramat Jati

0.88

Kali Krukut

0.84

Kali Mookervart

0.84

Kali Pasanggrahan

0.65

Kali Suter

0.74

Sungai Ciliwung

0.51

7,1

%

4,5

%

1,1

%

45,7%

Sumber:

(12)

12

Area Land Subsidence

Banjir 10 - 70 cm

Banjir 70 - 150 cm

Banjir > 170 cm

D

ETERMINAN

3 P

ENURUNAN

M

UKA

T

ANAH

& A

IR

T

ANAH

& G

ENANGAN

2020

Sumber : JICA

Jakarta

Port

cengkareng

Pademangan

Bekasi

-105

cm

-69 cm

-45 cm

-36 cm

Sumber : Heri Andreas, 2019

Banjir di luar Jakarta

(Detabek)

Penyebab

dan

kontribusi

penurunan

tanah Jabodetabek:

pergerakan lempeng tektonik (5%)

tekanan permukaan*

(10%)

Ekstraksi air tanah berlebih** (40 – 70%)

reklamasi lahan*

(20 – 50%)

*

hingga terkonsolidasi

**

dapat dikendalikan

Halaman

Utama

(13)

13

DETERMINAN 4. KEJADIAN BANJIR AKIBAT KEGAGALAN INFRASTRUKTUR

OPERASI & PEMELIHARAAN

Investigasi Cepat oleh PUPR (10 Jan)

Site inspection 178 lokasi banjir dengan ringkasan sbb:

u

Tanggul jebol/rusak 44 lokasi

u

Saluran mampet 3 lokasi

u

Kapasitas saluran kurang 13 lokasi

u

Pintu air rusak 11 lokasi

u

Pompa tdk beroperasi di 2 lokasi: : Kampung Pulo,

Jaktim dan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi

u

Sedimentasi saluran 19 lokasi

u

Sampah 17 lokasi

u

Sungai dan drainase meluap 62 lokasi

u

Longsor 1 lokasi

u

Genangan jalan 6 lokasi

2013: Jebolnya Tanggul Latuharhary

2015: Waduk Pluit Mati

2020: Investigasi Cepat Tim PUPR

Pemadaman listrik pada

Waduk Pluit membuat

istana terendam

(14)

REPUBLIK INDONESIA

14

DETERMINAN 5 : Sedimentasi di Sistem Drainase Prov. DKI Jakarta (1/2)

Hasil Studi Western Java Environmental Management Project (WJEMP) Tahun 2004

Berdasarkan hasil survei, volume rata-rata endapan sedimen di

12 daerah tergenang (inundation area) di Jakarta adalah

sebesar 19 m3

Volume sedimen yang harus dikeruk pada sistem drainase di 78

daerah tergenang (inundation area) di Jakarta sekitar 1.484.808

m

3

/tahun.

(15)

PERENCANAAN STRATEGIS BANJIR

C O N T O H P E N A N G A N A N I S U S T R A T E G I S D A L A M K E R A N G K A K O O R D I N A S I

J A B O D E T A B E K - P U N J U R

(16)

INVENTARISASI PERENCANAAN BANJIR YANG SUDAH ADA (82% ADALAH STRUKTUR)

Rencana peningkatan ketangguhan banjir Jabodetabek yang sudah ada membutuhkan total dana 70 triliun rupiah*

Diperlukan review rencana dalam menyusun prioritas aksi, sehingga pendanaan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan

dengan dampak besar

*Sumber : Studi Strengthening Integrated Flood Risk Management (2020)

*

Rencana intervensi

berdasar Lembaga

*

Porsi Pendanaan Berdasar Tipe Intervensi

Pengelolaan Lahan Pembangunan Bendungan Peringatan Dini, Kesiapsiagaan, Pemulihan, dan Kelembagaan

Normalisasi, Pembangunan Drainase dan Kanal

Studi Pengelolaan Banjir

(17)

Telah Dilakukan Penandatanganan MoU Upaya Penanggulangan Banjir dan

Longsor di Jabodetabek-punjur...

17

0,0%

0,6%

0,9%

Stakeholders

No

Kegiatan

Biaya Indikatif (hingga

proyek selesai)

1

Pengendalian Banjir Kali Bekasi Hilir Pertemuan

Cikeas,Cileungsi (lahan disediakan oleh Pemda)

[Kota Bekasi, Kab. Bekasi, dan Kab. Bogor]

Rp4,9T

2

Pembangunan Bendungan Cibeet [Kab. Bogor]

Rp1,4T

3

Normalisasi Kanal Banjir CBL (lahan disediakan oleh

Pemda) [Kab. Bekasi]

Rp830,0M

4

Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta Tahap 4

(NCICD) [Kota Jakarta Utara]

Rp748,7M

5

Penyediaan Air Baku [DKI Jakarta]

Rp500,0M

6

Revitalisasi Situ-situ di Kab. Tangerang (lahan

disediakan oleh Pemda)

Rp430,0M

7

Pembangunan Bendungan Ciawi (lahan disediakan

oleh Pemda) [Kab. Bogor]

Rp424,0M

8

Lainnya (cth: Pembangunan Sudetan Ciliwung-KBT

Lanjutan (lahan disediakan oleh Pemda) dan

Pembangunan Pengaman Pantai (NCICD) Tahap 5)

Rp8,5T

Beberapa Program Strategis Kemen PUPR di Kawasan Jabodetabek-Punjur

(2020-2024)

*)

Biaya Indikatif Penanggulangan Banjir dan

Longsor Jabodetabek-punjur 2020-2024

Rp35,9T

Rp

17,9T

Rp

18,0T

APBN

APBD

Pemda Lainnya

Rp2,2T (6,3%)

DKI Jakarta

Rp13,5T (37,5%)

Kota Tangerang

Rp1,3T (3,5%)

Kota Bekasi

Rp963,1M (2,7%)

Kemen

PUPR

Rp17,7T

(49,2%)

K/L Lainnya

Rp315M (0,9%)

Total biaya indikatif program strategis Kemen PUPR di Kaw. Jabodetabek-Punjur

(2020-2024): ~Rp17,7T

(18)

SEBARAN SPASIAL PERENCANAAN PARTISIPATIF (MOU 6 MENTERI + 3 GUBERNUR JUNI

2020)

86%

Kebutuhan Pendanaan :

Total = 47 Triliun

APBN

= 26 Triliun

APBD

= 21 Triliun

18

SOLUSI HIJAU

SPONGE CITY

SOLUSI URBAN

RENEWAL

PENGURANGAN BAHAYA

RAINFALL RUNOFF

PROGRAM KOMPREHENSIF

WINNING SOLUTION

PENATAAN RUANG DAN

BANGUNAN

PEMBANGUNAN

INFRATRUKTUR

PENURUNAN TANAH

PENGENDALIAN

PENINGKATAN SISTEM

PERINGATAN DINI

PENINGKATAN

MANAJEMEN KRISIS

TATA KELOLA

KELEMBAGAAN

(19)

19

QUICK WIN 1

MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO

PENGURANGAN BAHAYA (1)

HULU TENGAH HILIR PESISIR

Zona 1 (Pesisir)

- Area pesisir, perkotaan, sawah, zona pasang surut - Kepadatan penduduk tinggi-sangat tinggi

- Kerusakan air tanah tinggi

Zona 2 (Hilir)

- Area perkotaan

- Kepadatan penduduk tinggi - Kerusakan air tanah Aman-Rawan

Zona 3 (Hilir)

- Area perkotaan

- Kepadatan penduduk rendah-sangat tinggi - Air tanah aman

Zona 4 (Tengah)

- Area perkotaan-pedesaan

- Ketinggian >200m (kemiringan lahan 0-80%) - Kepadatan penduduk rendah-tinggi

- Air tanah aman (daerah imbuhan air tanah)

Zona 5 (Hulu)

- Luar area perkotaan

- Ketinggian >1000m (kemiringan lahan 0-200%) - Kepadatan penduduk rendah

- Masih terdapat hutan (area konservasi)

• Berperan sebagai kawasan

lindung dan sumber air

• Di dalam pola ruang akan

diarahkan sebagai sebagai

kawasan lindung dan

pengembangan budidaya

terbatas dan ketat

• Berperan sebagai kawasan

penyangga dan resapan air

• Di dalam pola ruang akan

diarahkan sebagai kawasan

lindung dan pengembangan

budidaya terbatas

• Berperan sebagai

kawasan budidaya

• Di dalam pola ruang akan

diarahkan untuk

pengembangan budidaya

• Berperan sebagai lindung pesisir dan

kawasan budidaya

• Di dalam pola ruang akan diarahkan

sebagai kawasan lindung perairan dan

pengembangan budidaya terbatas

WILAYAH HULU BERPERAN LINDUNG DAN

SUMBER AIR

Sebagai Salah Satu Upaya dalam Penanganan

BANJIR, Khususnya BANJIR LIMPASAN

Usulan kegiatan dalam policy matriks:

1.

Pembaruan peraturan zero delta runoff policy berbasis konservasi dan

penampungan air hujan

2.

Zero delta runoff policy (Konservasi air hujan lokal dengan desain minimal

100mm/hari)

3.

Zero delta runoff policy (Menahan air hujan dengan desain minimal

100mm/hari)

4.

Penegakan hukum peraturan tata ruang dan bangunan, termasuk

pendaftaran Sungai, Danau, Embung, Waduk dan pembatalan sertifikat

tanah

5.

Penyediaan fasilitas tempat sampah dan peningkatan sistem sanitasi

Sumber : ATR/BPN

(20)

20

QUICK WIN 1

MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO

PENGURANGAN BAHAYA (1)

• Sumur Resapan

Air hujan yang jatuh di

atap disalurkan menuju

sumur melalui talang air.

Kemudian kelebihan air

dilimpaskan ke drainase

pengumpul

• Kolam Retensi/

Detensi

Menahan sebagian

volume air banjir dalam

suatu cekungan,

kemudian

melepaskannya

setelah debit surut

• Bendungan

Menyerupai kolam

retensi, namun dalam

skala yang lebih besar.

• Pervious Drain

Sebagian air yang

masuk ke dalam

saluran dapat

diresapkan ke dalam

tanah.

• Pervious Pavement

Air yang jatuh di lahan

akan meresap ke dalam

tanah sampai batas jenuh

tanah, kemudian

kelebihan air akan

dilimpaskan.

-Dimensi saluran konstan

-Menghilangkan Polusi

-Bagian dari ekosistem

-Mendorong siklus alamiah air

-Bertambahnya dimensi

-Bertambahnya pencemaran

-Merusak ekosistem

-Menghambat siklus alamiah air

Dr ai nag e o f T he Fu tu re Dr ai nag e o f T he Past

Paradigma Sistem Drainase Perkotaan Berkelanjutan

“Konsep ini berusaha mengajukan solusi permasalahan

drainase dengan mempertahankan sebanyak-banyaknya

(21)

21

QUICK WIN 2

MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO

PENATAAN RUANG DAN BANGUNAN (2)

KONSEPSI

Konsep Pola ruang untuk menangani masalah banjir banjir dan macet serta

isu pengembangan kawasan untuk kegiatan ekonomi

Penyusunan Pola Ruang didasarkan pada Daya Dukung dan daya tampung

lingkungan

Penambahan peruntukan non terbangun (termasuk Ruang Terbuka Hijau)

Peta Pola Ruang

Revisi Perpres 54/2008

B1 B3 B2 B5 B5 B2 B1 N2 B4 B1 N1 B1 B4 B3 B4/HP

Peta Pola Ruang

Perpres 54/2008

No Zona Luas (Ha) Luas (%)

1 B1 243,718.69 34.39 2 B2 134,017.94 18.91 3 B3 86,370.40 12.19 4 B4 91,407.66 12.90 5 B5 90,595.88 12.78 6 B6 6,179.79 0.87 7 B7 2,436.64 0.34 8 B8 434.50 0.06 9 L1 11,671.82 1.65 10 L3 41,214.30 5.81 11 L4 5.06 0.001 12 L5 723.18 0.10 708,775.85 100 Jumlah

No Zona Luas (Ha) Luas (%)

1 B1 159,974.66 22.58 2 B2 106,731.61 15.07 3 B3 98,369.37 13.89 4 B4 161,914.35 22.86 5 B4/HP 38,219.17 5.40 6 B5 66,256.66 9.35 7 B6 2,852.65 0.40 8 B7 443.72 0.06 9 B7/HP 4,502.27 0.64 10 N1 21,572.18 3.05 11 N2 47,504.71 6.71 708,341.35 100 Jumlah

PERPRES 54/2008

REVISI PERPRES 54/2008

peruntukan non terbangun pada

zona budi daya

108,978.10 ha

15.38 %

190,619.97 ha

26.89 %

peruntukan non terbangun pada

zona non budi daya

69,076.89 ha

9.75 %

52,886.11 ha

7.46 %

TOTAL

178,063.99 ha

25.13%

243,506.08 ha

34.35%

(22)

22

QUICK WIN 2

MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO

PENATAAN RUANG DAN BANGUNAN (3)

Sempadan 10 – 50 m

102,5 km

Referensi : Kajian Sempadan Sungai Ciliwung,

BBWSCC 2018

Sumber: analisis data RTRW (Kementerian ATR/BPN)

BBWSCC 2018

Luas Area Sempadan Sungai :

- Perdagangan dan Jasa: 3,94 ha

- Pemerintahan: 0,02 ha

- Pemukiman: 338,99 ha

- Industri dan Pergudangan: 0,70 ha

- Pertanian dan Hutan Produksi: 71,08 ha

- Ruang Terbuka Hijau: 236,14 ha

KEBUTUHAN PENATAAN

SEMPADAN SUNGAI

(23)

23

QUICK WIN 3

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (1)

AIR PERMUKAAN pada SUNGAI

AIR PERMUKAAN pada SDEW

AIR TANAH pada CAT (cekungan air tanah)

SISTEM PENGENDALIAN BANJIR

SISTEM JARINGAN IRIGASI

SISTEM PENGAMANAN PANTAI

SUMBER AIR

PRASARANA SDA

SISTEM JARINGAN SUMBER

DAYA AIR

Situ Danau Eembung Waduk (SDEW)

• PENETAPAN JUMLAH

SDEW Sebagai Pengendali

Banjir di Jabodetabekpunjur

Sebanyak

305

titik.

• Membangun infrastruktur

pengendali banjir berupa

SISTEM POLDER

1

Penetapan Program

NORMALISA SI

SUNGAI di

19

Sungai

Utama

SUNGAI

2

PENETAPAN PROGRAM

PEMBANGUNAN 5

KANAL

• Kanal Barat

• Cengkareng Drain

• Kanal Timur

• Cakung Drain

• Cikarang – Bekasi Laut

KANAL

3

Penetapan

Pengendalian Banjr

Berupa DRAINASE di

19 Sungai Utama

DRAINASE

4

TANGGUL PANTAI

5

Penetapan Pengendalian

Banjir Berupa TANGGUL

PANTAI, di SEPANJANG

KAWASAN PESISIR

Jabodetabekpunjur

TANGGUL LAUT

6

Penetapan

Pengendalian Banjir

Dari Laut Dan Hilir

Sungai Berupa

TANGGUL LAUT

(24)

Infrastruktur Sistem Polder

harus dalam kondisi prima.

Semua komponen tersebut

harus di-OP dengan kaidah

best practice dan diterapkan

secara disiplin.

*OP = operasi dan pemeliharaan.

1

2

3

4

5

1

1. Sistem tanggul saluran dan tanggul laut kedap air yang kokoh.

2. Saluran Pembuang yang bermuara di laut, dus, EMA nya dikendalikan oleh Pasang Surut Laut yang teratur.

3. Saluran Drainase dalam kawasan Polder harus terpelihara agar dapat mengalirkan air dengan cepat ke kolam penampungan.

4. Kolam Penampungan, lebih besar lebih baik karena berbanding terbalik dengan kapasitas pompa yang diperlukan.

5. Pompa harus terpelihara dan selalu siaga dioperasikan. Pasokan daya harus selalu tersedia. Harus disediakan kapasitas cadangan.

Melindungi Kawasan Rendah dengan Sistem Polder

QUICK WIN 3

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (3)

(25)

QUICK WIN 3

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (Ustream-Downstream

Diversiaon Polder Inland Jakarta)

(26)

QUICK WIN 3

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF

(Proposed Underground/Sponge)

36

Location of Underground Storage Facility

37

Location of Underground Storage Facility (JICA Proposed Plan)

(27)

Masukan Satgas Kajian Penanggulangan Banjir DKI Jakarta dan Sekitarnya

Center for Infrastructure and Built Environment FTSL ITB

Dalam melengkapi masterplan Infrastruktur Pengendali Banjir

QUICK WIN 3

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (4)

27

1. Mengurangi dampak sampah di Pintu

Air Manggarai selama Banjir, dapat

melalui:

-

Peningkatan Elevasi Bukaan Pintu

-

Memperbesar Ukuran Pintu

-

Menambah Peralatan mekanis

2. Antisipasi sumbatan sampah di

inlet Waduk kering Ciawi:

3. Peningkatan Kapasitas Sungai

Ciliwung

-

Sisa Debit Puncak Banjir setelah Pembangunan

Waduk Kering Ciawi adalah 320 m3/s

-

Kapasitas saat ini 150 m3/s

4. Sodetan Ciliwung Cisadane

5. Sodetan Angke Cisadane

Mengurangi Banjir kali Angke dengan

Pengurangan Debit 60 m3/s

6. Bendungan Rumpin sebagai

pengendali Banjir Cisadane dan

Penyedia Air Baku Kota Tangerang

7. Mengatur Aliran Bendung

Katulampa ke Anak Sungai Bekasi

8. Membangun Waduk Narogong

untuk mengendalikan banjir kali

Bekasi

1

2

3

4

5

6

7

8

9

9. Perluasan Penampang Kali Bekasi

10

11

10. Otomatisasi dan EWS Bendung

Gerak Bekasi

11. Mengatasi Banjir akibat Jalan Tol

dan Siphon Kalimalang

(28)

28

QUICK WIN 4

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)

Aman

Sumber : Badan Geologi 2020

Berdasarkan PP. 121 Tahun 2015 Tentang Pengusahaan

Sumber Daya Air – Pasal 34 ayat 2

“Rekomendasi Teknis pemanfaatan air tanah diberikan

berdasarkan zona konservasi air tanah”

Zona Kritis dan Rusak meluas sejak 2010 hingga saat

ini

Daerah Imbuhan Air Tanah

CAT JAKARTA Zona Konservasi Air Tanah Pemantauan Kualitas Air Tanah Pemantauan Kuantitas Air Tanah Layanan Rekomendasi Teknis Pengusahaan Air

Tanah (Pembatasan debit)

Pengembangan Teknologi Konservasi Air Tanah

Pemantauan Muka Tanah Verifikasi/Monitoring Pengusahaan Air Tanah Sosialisasi Perduli Air Tanah

(29)

QUICK WIN 4

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)

Current Plan - Penyediaan Air Baku Bersih

(Inland Reservoir? + Canal Jatiluhur 2?)

Rekomendasi studi FHM, Deltares 2016

1. Unsur-unsur strategi penyediaan air minum

jangka panjang antara lain pembangunan

bendungan Karian di cekungan Ciujung,

sejumlah tindakan skala kecil di wilayah Bogor,

dan penyediaan air dari Jatiluhur melalui

perluasan Kanal Tarum Barat (WTC)

2. sistem jaringan pipa sepanjang apa yang

disebut dengan Canal 2-alignment

3. Kemungkinan penggunaan Teluk Jakarta

sebagai sumber air baku harus dimasukkan

dalam rencana induk

(30)

REPUBLIK INDONESIA

Result of Water Management Analysis

Total reservoir capacity :

592,41

million m

3

With

Area ±6.050 Ha

Q

release

21 m

3

/s

Q

release

39 m

3

/s

Q

release

45 m

3

/s

Q

release

55,94 m

3

/s

Source : Water Management of Coastal Reservoir in Jakarta Bay (Bappenas & ITB, 2019)

No.

Tahun

Volume of Deficit

(Million m

3

)

1

2030 - 355.31

2

2045 - 714.17

3

2050 - 847.40

4

2060 - 980.18

5

2070 - 1,004.31

Water Deficit 2030-2070

Coastal Reservoirs Desalination Water Recycling

Construction Cost per m

3

water (US$)

2,67 - 6,01

6,41 - 10,08

5,57 - 8,3

Cost per m

3

water (US$)

0,15 - 0,25

0,43 - 1,13

1,44 - 1,53

Comparison of Coastal Reservoir with Other Water Treatment

Source: Shu-qing Yang. 2013. Coastal Reservoirs Strategy and Its Application

Need water storage to meet

water demand especially in

dry season

Total raw water discharge

from 4 ponds : 160,94

m3/s

QUICK WIN 4

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1) Penyediaan Air Baku Bersih

0 50 100 150 200 250 300

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

De

bi

t (m

3/s)

Water Balance of Jakarta Metropolitan Area

Ketersediaan Air (m3/s) PDAM Eksisting (m3/s) Kebutuhan Air 2030 (m3/s)

Kebutuhan Air 2040 (m3/s) Kebutuhan Air 2045 (m3/s) Kebutuhan Air 2050 (m3/s)

Kebutuhan Air 2060 (m3/s) Kebutuhan Air 2070 (m3/s)

Water deficit in dry season (June-November)

Water Deficit 2030-2070

9

(31)

REPUBLIK INDONESIA

Proposed Pilot Project: Coastal

Reservoir at the Estuary of Cisadane

Benefits:

Source of raw water for domestic and

industrial needs

Reducing groundwater extraction

Flood protection

Area Development

Typical Transversal Waterway Cut Waste and Sediment Management Coastal Embankment

Channel Coastal Embankment Clean Water Pool

Transversal Waterway Transversal Waterway

Transversal Waterway Embankment

* On-going study (Bappenas & ITB, 2021)

Components of Cisadane Coastal Reservoir:

1. Coastal embankment

2. Canal embankment

3. TransversAL Waterway

4. Untreated Water Reservoir - UWR

5. Clean Water Pool (Treated Water Reservoir - TWR)

6. Waste Water Treatment Plant (WWTP)

7. Trash Rack

8. Sediment Trap

9. Buffer Pool

10. Flood Gate

11. Tide Gate (west and east side)

12. Facilities for Fisheries and Canals

13. Commercial and Tourism Facilities

11

MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI

MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)

Penyediaan Air Baku Bersih

(32)

32

SUPER QUICK WIN 5

MENINGKATKAN KESIAP-SIAGAAN

SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR YANG EFEKTIF

Revitalisasi (Perpres 88/2012) tentang Sistem Informasi Hidrologi

Hidrometrologi Hidrogeologi (SIH3)

Data optik resolusi rendah (≥ 250 m)

• Terra/Aqua • S-NPP • NOAA-18/19/20 • MetOp-A • Himawari-8 • FY-3B/C

Data optik resolusi menengah (15 - 30 m)

• Landsat-7 • Landsat-8

Data optik resolusi tinggi (1,5 m)

SPOT-6/7

Data optik resolusi sangat tinggi (50 cm)

Pleiades-1A/B

Data Synthetic Aperture Radar (SAR)

TerraSAR-X/TanDEM-X

LAPAN

Model hidrodinamika banjir Sungai sudah

tersedia:

Fluvial:J-FEWS (Jakarta Flood Early Warning

System) bulletin dengan SOBEK1D/2D

Model Banjir (setempat) Pluvial:

Perlu analisis untuk mengenali awal

extreme event

Topografi LIDAR 2012 belum memetakan

sistem

drainase

(Apakah

drainase

mengikuti standar Permen PU 12/2014 )

(33)

33

QUICK WIN 6

MENINGKATKAN KESIAP-SIAGAAN

MEMPERKUAT MANAJEMEN KRISIS

1.

MoU Ditjen SDA dengan Gubernur DKI Jakarta ( 1994 )

2.

Keputusan Walikota Bekasi Nomor : 362/Kep-02/BPBD/I/2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana

Banjir Daerah Aliran Sungai dan Tanah Longsor di Wilayah Kota Bekasi

3.

Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 362/Kep.13-BPBD/2020 tentang Status Tanggap Darurat

Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor di Daerah Kabupaten Bandung Barat, Daerah Kabupaten

Bekasi, Daerah Kabupaten Bogor, Daerah Kabupaten Karawang, Daerah Kabupaten Indramayu, dan

Bekasi

4.

MoU Serah Terima Pompa (Balai Cilicis-DKI)

Memperbaharui Kerangka Kerjasama Pemerintah Pusat – Pemerintah Daerah

Rencana Ke Depan: Integrated Prosedur Operasi

Operasi Pompa Saat Ini (Jan 2020)

FAKTA:

Ada 55 pompa air dan 30 pintu air di DKI dan masing-masing beroperasi secara

independent.

PERBAIKAN KE DEPAN:

Mengintegrasikan operasi dan pemeliharaan system drainase ke dalam satu

manajemen sungai melalui kerjasama PUSAT-DAERAH

(34)

SINERGITAS KELEMBAGAN, REGULASI

PROGRAM DAN ANGGARAN

(35)

Pendekatan Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial

dalam Penyelesaian Isu Strategis Kawasan

35

Isu Strategis

cth: Banjir

(Tematik)

Regulasi dan Kelembagaan Perencanaan Ruang Pembangunan Infrastruktur Penganggaran/ Instrumen Insentif-Disinsentif Pengendalian Pemanfaatan Ruang Manajemen Sumber Daya

Spasial

Pemda Pemda Pemda Pemda Pemda

Pemerintah

Daerah

K/L

Terkait

Swasta dan

Organisasi

Kemasyarakatan

Lembaga (Badan)

Koordinasi

Pendekatan ini memerlukan peran serta dan kerjasama

yang baik antar pemangku kepentingan…

… dengan Tim Koordinasi bertindak sebagai fasilitator

(36)

Diperlukan komitmen dan peran serta para pemangku kepentingan...

36

PENANGGU-LANGAN

BANJIR &

LONGSOR

Kementerian PPN/Bappenas

- Penyelerasan perencanaan program dan anggaran - Detail penyusunan jangka panjang NCICD

Kementerian LHK

- Rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif - Pembangunan konservasi tanah dan air

Kementerian Dalam Negeri

- Pelaksanaan mekanisme insentif dan disinsentif (pemanfaatan DAK)

- Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran daerah

PEMDA JAWA BARAT

(khususnya Puncak, Bogor, Cianjur)

- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di hulu (cth: penataan & revitalisasi situ-situ, penyediaan lahan untuk kolam resapan dan retensi, pengadaan dan pembangunan rumah pompa)

PEMDA DKI JAKARTA, BANTEN & JAWA BARAT

(khususnya Jakarta, Tangerang, Bekasi)

- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di wilayah hilir (cth: revitalisasi sungai, revitalisasi dan pemeliharaan situ, koordinasi penataan ruang daerah, pembangunan tanggul, pengembangan EWS, pemulihan bencana)

Sektor Swasta

- Kolaborasi program-program CSR untuk penanggulangan banjir

- Kolaborasi penggunaan teknologi & AI - Pengembangan insentif dan disinsentif

Kementerian ATR/ BPN

- Koordinasi stakeholders terkait penanganan banjir - Pengendalian pemanfaatan ruang dan pertanahan - Pembebasan lahan, sertifikasi situ-situ

Kepolisian Negara Republik Indonesia

- Bantuan penertiban dan penegakkan hukum

: Pemerintah Pusat

(Pembangunan nonfisik) : Pemerintah Pusat(Pembangunan fisik) : Pemerintah Daerah : Sektor Privat Keterangan:

Non-exhaustive

HILIR

PEMDA BANTEN & JAWA BARAT

(khususnya Depok, Tangerang, Bekasi)

- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di tengah (cth: revitalisasi sungai, pengembangan RTH di sempadan kali, penataan dan revitalisasi situ, penanganan sampah, pemulihan bencana)

Organisasi Kemasyarakatan

- Komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak

BNPB

- Pemetaan & analisis risiko bencana TENGAH

HULU

Kementerian PUPR

- Komitmen anggaran & pelaksanaan program

penanggulangan banjir & longsor (cth: pembangunan

infrastruktur termasuk di dalamnya revitalisasi situ, revitalisasi

sungai, pembangunan waduk/ bendungan/ embung, dll.

(37)

37

QUICK WIN

KOORDINASI DAN SINKRONISASI

REGULASI DAN KELEMBAGAAN (1)

Perencanaan harus terpadu dalam satu

kerangka Rencana Tata Ruang Wilayah

Jabodetabekpunjur

1. Pembagian Kewenangan

secara Jelas dan Pembaruan

MoU

2.

Review dan rekomendasi regulasi

terkait

6 komponen

pengelolaan risiko banjir

dan

Mikro Zonasi Pelaksanaan

3.

Pembentukan

Satgas Khusus

4.

Pembentukan kelembagaan

kerjasama swasta melalui skema

land value capture

3.

Penyederhanaan

regulasi

4.

Penegakan

hukum

5.

Penetapan

insentif

dan

disinsentif

Pembina

Kemenko

Maritim

Dansatgas

BNPB

Penasihat

Teknis

Tim Ahli

Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan BAPPENAS Wansatgas Bidang Pencegahan dan Pengurangan Resiko ATR/BPN KLHK

Wansatgas Bidang

Pengendalian dan

Perlindungan

PUPR

ESDM

Wansatgas Bidang Peningkatan Kesiap-siagaan BMKG BNPB/BPBD Kemenhub

Kementerian/Lembaga Teknis

Pemerintah Daerah Provinsi

Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

(38)

Perpres No. 60 Tahun 2020

tentang Penataan Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur

38

Penyediaan ruang bagi pengembangan ekonomi dan pusat aktivitas perkotaan dalam suatu metropolitan terpadu dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.

Tujuan Perpres No. 60/2020

Isu Strategis

Koordinasi Penyelesaian Isu Strategis

Dalam penyelesaian isu strategis, Perpres 60/2020 memandatkan

pembentukan

kelembagaan koordinasi pelaksanaan pengelolaan

Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur.

BKSP

Badan Kerjasama

Pembangunan

Jabodetabekjur (BKSP)

Kelembagaan Koordinasi Pengelolaan

Kawasan Jabodetabek-Punjur

Instrumen yang digunakan:

Pengendalian Tata Ruang dan Pertanahan

Insentif & Disinsentif

Penyelarasan Perencanaan & Pelaksanaan Program K/L, Pemda

Kemacetan

Kawasan

Kumuh

& Bangunan

Ilegal

Kebutuhan

Lahan

Penataan

Pantai

Utara

Banjir

Ketersediaan

Air Bersih

Sampah &

Sanitasi

(39)

Rancangan Struktur Kelembagaan Koordinasi

Pengelolaan Kawasan Jabodetabek-Punjur

39

(40)

Beberapa program prioritas (quick wins) untuk periode 2020-2021*

40

No Kegiatan Prioritas

Anggaran1)

Kendala* Target Progres2) PIC

APBN APBD

DKI Jakarta Jawa Barat Banten

1 Sudetan Sungai Ciliwung ke KBT

Pembebasan lahan 2020 54% BBWS CC

2 Revitalisasi Sungai Ciliwung

Pembebasan lahan 2021 48% BBWS CC

3 Pengelolaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile, Pintu Air, Bangunan Rumah Pompa serta Rumah Jaga dan Kelengkapannya

Kurang sinkron-nya pengelolaan/

pengoperasian pompa 2020 N/A

Pemda DKI Jakarta; BBWS CC

4 Revitalisasi Situ-Situ

Pembebasan lahan 2020-2024 N/A BBWS CC; Pemdaterkait

5 Pembangunan Bendungan Ciawi Pembebasan lahan,

anggaran 2020 55%

BBWS CC

6 Pembangunan Bendungan Sukamahi Pembebasan lahan,

anggaran 2020 45%

BBWS CC

7 Pembangunan Sumur Resapan

N/A 2020-2024 N/A BBWS CC; Pemdaterkait

8 Pembangunan Fasilitas Intermediate

Treatment Facility (ITF) sampah3) N/A 2022 N/A Pemda DKI Jakarta; swasta

1)Indikasi sumber anggaran berdasarkan Perpres No. 60/ 2020 dan sumber lainnya. Dibutuhkan konfirmasi kepada PIC terkait

apakah penganggaran telah dilakukan;

2)Capaian pembangunan terkini berdasarkan konfirmasi dengan PIC terkait, per Juli 2020; 3)Dilakukan melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP).

*)Kecuali proyek pembangunan fasilitas Intermediate Treatment Facilities (ITF).

Dibutuhkan konfirmasi terkait tingkat prioritisasi,

capaian, isu, dan kebutuhan dukungan yang diperlukan

(41)

Asesmen Sinergi Program-Anggaran Pusat dan Daerah

41

Shortlisting program-program

prioritas/ quick wins Pemerintah

Pusat dalam penanganan isu

strategis di Kawasan

Jabodetabek-Punjur.

Tim Koordinasi bersama-sama dengan PIC

program menyisir dan menyepakati

program-program yang memiliki dampak

dan tingkat ketercapaian tinggi, serta

menginventarisasi isu dan kebutuhan

dukungan yang diperlukan, khususnya dari

Pemerintah Daerah

Pembahasan sinergi antarprogram

dan anggaran antara Pemerintah

Pusat dan Pemerintah Daerah terkait.

Tim Koordinasi mengadakan trilateral

meeting dengan PIC program dari

Pemerintah Pusat dan Daerah dalam

membahas dan menyepakati pelaksanaan

program-program yang dianggap prioritas

serta mengidentifikasi kapasitas kedua

belah pihak dalam memberikan dukungan

Rekomendasi sumber pendanaan

alternatif, apabila diperlukan.

Berdasarkan kesepakatan program dan

anggaran prioritas antara Pusat dan

Daerah, Tim Koordinasi dapat mengusulkan

sumber pendanaan alternatif, apabila dirasa

perlu

Keluaran: Shorlist program prioritas

Keluaran: Kesepakatan terhadap daftar

program prioritas Pusat dan Daerah

Keluaran: Usulan sumber pendanaan

alternatif

Tahap saat ini

Guna memastikan keterlaksanaan program, diperlukan adanya asesmen keterkaitan dalam melihat

sinergi antarprogram dan anggaran antara Pusat dan Daerah...

(42)

Contoh Pelaksanaan Identifikasi dan Inventarisasi Program Prioritas beserta

Kebutuhan Dukungannya

42

No Nama Kegiatan Anggaran Periode PIC DukunganKeb. Nama Kegiatan Anggaran Periode PIC DukunganKeb. Catatan

1

Pengendalian banjir Kali Bekasi Hilir Pertemuan Cikeas, Cileungsi (Kota Bekasi, Kab. Bekasi, & Kab. Bogor)

Rp4,9T 2020-2023 BBWS CC Pengadaanlahan oleh

Pemda - - - -

-Belum ada keterangan alokasi penganggaran pengadaan lahan oleh daerah

2 Pembangunan BendunganCiawi lanjutan (Kab. Bogor) Rp424,0M 2020 BBWS CC Pengadaanlahan oleh

Pemda - - - -

-Belum ada keterangan alokasi penganggaran pengadaan lahan oleh daerah

3 Polder/ kolam retensi DAS Cikarang (Kab. Bekasi) Rp100M 2023-2024 BBWS CC Pengadaanlahan oleh Pemda

Pengadaan lahan untuk

pembangunan polder Rp50M 2021-2024 KabupatenBekasi

Sinkronisasi rencana pengemba ngan lahan dg Pusat

Konfirmasi terkait scope masing-masing kegiatan 4 …

Pemerintah Pusat

Catatan

Keterkaitan

Pemerintah Daerah

Analisis Keterkaitan Program (Matching Program) Berdasarkan MOU Upaya Penanggulangan Banjir dan

Longsor di Kawasan Jabodetabek-punjur (2020-2024)

Identifikasi kebutuhan dukungan dari

counterpart (pusat dan/atau daerah)

… guna mengidentifikasi program-program prioritas beserta sumber

pendanaan alternatif (mis. alokasi DAK dan/atau transfer

(43)
(44)
(45)

2

-

,

2

2

,

Banjir terjadi di daerah Jakarta Timur (Cipinang, TMII dan Halim) dan Bekasi.

Daerah Aliran timur (Cipinang dan Kali Sunter) memiliki DAS cenderung kecil.

Sehingga pola hujan-limpasan cukup sensitif.

Dari data perbandingan hujan dan aliran, terlihat bahwa hujan lokal berkorelasi

langsung menjadi limpasan. Kenaikan muka sungai di aliran ini bahkan mencapai

4 m. Waktu hujan-limpasan hanya 2-3 jam.

Hujan lokal yang ekstrim berpengaruh kuat dalam kejadian banjir daerah ini.

Radar menunjukkan bahwa hujan ekstrim dan deras jatuh di seluruh DAS ini.

Terukur stasiun Halim dan Tmii menunjukkan 377 dan 355 mm.

Lead time 2-3 jam

Catatan : Volume dari pengukuran radar tidak sesuai dengan pengukuran di permukaan.

Namun pola hujan pengamatan radar dapat menjadi acuan

45

Halaman

Utama

(46)

2

-Banjir di aliran sungai ciliwung terjadi di sekitar Kampung Pulo, Kampung Melayu

Cililitan, Cawang.

Jika dilihat, sebaran hujan di DAS Ciliwung, hujan ekstrim terjadi di DAS Bawah,

hujan deras di DAS tengah (Depok) dan Hujan di Bogor Katulampa cenderung biasa.

Pengamatan ini juga didukung juga dengan pengamatan muka air, Katulampa Siaga 2

dan Depok Siaga 1

Sehingga Limpasan di DAS Ciliwung terjadi karena hujan lokal yang ekstrem, dan

tingginya air yang datang dari DAS tengah.

Katulampa

Depok

Manggarai

46

Halaman

Utama

(47)

2

,2 ,

Banjir di aliran sungai krukut dan Mampang terjadi di sekitar Kemang, Kapten

Tendean dan Mampang.

DAS dari sungai Krukut dan Mampang yang bermuara di BKB juga cenderung kecil.

Jika dilihat dari pola hujan limpasan, maka hujan lokal di dalam wilayah DAS

berpengaruh signifikan pada kejadian banjir. Terlihat bahwa lead time antara hujan

dan tinggi muka air cukup sempit.

Pada kejadian banjir kemarin, juga terlihat bahwa hujan deras turun secara merata di

DAS Krukut-Mampang

47

Halaman

Utama

(48)

2

2

, 2

Banjir di sistem barat Jakarta cukup menantang, mengingat daerah barat Jakarta

mengalami penurunan muka tanah. Daerah Barat Jakarta juga menjadi muara dari

Sungai Angke dan Pesanggrahan.

Pengamatan Hujan juga menunjukkan, bahwa hujan deras-ektrem turun di daerah

tengah DAS ( Tangerang Selatan ) dan Daerah Bawah (Jakarta Barat)

Kombinasi antara hujan lokal yang deras dan merata, muara sungai

angke-pesanggrahan, dan penurunan muka tanah menjadikan banjir meluas di wilayah

barat Jakarta

Overlay peta penurunan muka tanah dan daerah terdampak

banjir

48

Halaman

Utama

(49)

2

-

, -

-Sistem sungai di Kelapa gading dan Cilincing sebenarnya sudah terlindungi dengan

adanya banjir kanal timur. Sehingga sungai yang ada lebih berfungsi sebagai drainase

kawasan.

Akan tetapi, tingginya curah hujan dan penurunan tanah yang cukup masif di wilayah

tersebut, menyebabkan banyaknya genangan terjadi.

Pengamatan radar menunjukkan meratanya hujan deras-ekstrim di wilayah timur

Jakarta ini.

Overlay peta penurunan muka tanah dan daerah terdampak

banjir

49

Halaman

Utama

(50)

1. Pada 31 Des – 01 Januari 2020, hujan cukup merata turun di

DAS Kali Bekasi, dengan intensitas tinggi di bagian tengah

hingga hilir.

2. Hujan di kota bekasi sendiri juga masuk dalam kategori ekstrim

(seperti terlihat pada gambar di samping). Stasiun pengamatan

hujan jatiasih menunjukkan pengukuran hingga 259 mm

3. Sebagai pertemuan 2 sungai, dikombinasikan dengan hujan

lokal yang ekstrim, dan penurunan tanah, Kota Bekasi menjadi

daerah paling parah* yang dalam kejadian banjir terakhir.

Bekasi

*

https://www.liputan6.com/news/read/4147818/bnpb-bekasi-paling-parah-terendam-banjir

Halaman

Utama

2

-

,0

,

(51)

2

-

,0

,

Titik Titik Banjir di Kota Bekasi

Informasi titik banjir diperoleh dari :

https://www.liputan6.com/news/read/2864845/ini-79-titik-banjir-di-kota-bekasi

Jabodetabek

= 169 titik banjir

Provinsi Jawa Barat = 97 titik

DKI Jakarta = 63 titik

Banten

= 9 titik

Bekasi sebagai wilayah dengan titik

banjir terbanyak

Sumber : BNPB

Titik banjir

51

Halaman

Utama

(52)

Sistem Sungai Cikeas - Cileungsi - Bekasi

Sebagian Kota Bekasi masuk ke dalam DAS

Sungai Bekasi

Das Kali Bekasi Berhulu di Kab. Bogor.

Kota Bekasi sendiri merupakan hilir

dari pertemuan 2 sungai. Sungai

Cikeas dan Sungai Bekasi.

Sebagian besar kota Bekasi

mengalami penurunan muka tanah

Halaman

Utama

Gambar

Ilustrasi Skenario Banjir Tipikal Jabodetabek (Pantura)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh diferensiasi produk dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli alat kontrasepsi jenis kondom

Akan tetapi, yang menjadi persoalan dalam ritual setiap tarekat yang ada adalah bahwa hampir mayoritas ritual tarekat mencitrakan Tuhan dalam bentuk atau citra laki-laki dan

Sedangkan konteksualisasinya dengan kedudukan anak yang dilahirkan melalui sewa rahim mendapat hukum waris dari garis keturunan sebagai anak angkat yang

(1) Pengurus atau Anggota Koperasi dapat mengajukan pernyataan keberatan terhadap rencana pembubaran yang didasarkan pada alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Huruf

Program kegiatan yang tercantum pada dokumen ini adalah mendasar pada Perubahan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2017, dimana indikator sasaran Bappeda (IKU Bappeda) berbeda

Hal juga yang menjadi titik tolak atas dasar memerangi kemiskinan di Brazil melalui program Bolsa Familia tersebut meningkat melalui manfaatnya dalam membantu melalui

Sistem pakar ini dibangun untuk memberikan informasi mengenai diagnosis penyakit kulit akibat infeksi jamur pada manusia serta cara penatalaksanaannya, dan dapat

(1) Dalam melaksanakan bantuan penilaian golongan kelas hotel terhadap pemilik/pimpinan hotel baik yang telah menjadi anggota PHRI maupun yang belum menjadi anggota,