Sinergi Program dan Anggaran dalam Rangka
Penataan Ruang Kawasan Perkotaan
Jabodetabek-Punjur
Jakarta, Februari 2021
A b d u l M a l i k S a d a t I d r i s , S . T . , M . E n g .
D i r e k t u r P e n g a i r a n d a n I r i g a s i
REFLEKSI DAN STRATEGI
REPUBLIK INDONESIA
Perubahan
Iklim
Urbanisasi
Terus
Meningkat
Frekuensi, Intensitas, Durasi
Cuaca Ekstrim Meningkat
Hujan Ekstrim
Meningkat
Permukaan Air Laut
Naik
(banjir rob
meningkat setinggi
5-200 cm)
Kemarau Ekstrim
Meningkat
Layanan Air Perpipaan
Baru 63%, tingginya
pemompaan air tanah
Orang dengan risiko banjir
dan kawasan terbangun
meningkat
Sedimentasi/Sampah
air & Limpasan air
permukaan meningkat
Penurunan Permukaan
Tanah (1-20 cm/th dan
lebih) terus berlanjut
Banjir Jabodetabek
semakin intens
Nilai wilayah
meningkat, nilai
kerugian tinggi
Solusi RPJMN
2020-2024
Akar Kejadian
KERANGKA PERMASALAHAN DAN IDENTIFIKASI SOLUSI
PANDEMI
COVID-19
Banyak masyarakat
kehilangan pekerjaan
Aktivitas masyarakat dan
kegiatan produksi terganggu
Ekonomi dan daya beli
turun
Solusi di Saat Krisis
1
2
Optimalisasi Biaya
3
3
Solusi Terpadu
Penyelesaian Banjir & Longsor Sangat Mendesak dan Memerlukan Penanganan
Terintegrasi dari Hulu, Tengah, hingga ke Hilir
4
•
Perubahan penggunaan lahan hutan di kawasan Puncak
•
Berkurangnya kawasan resapan air
•
Kebijakan zero-run off belum diterapkan secara optimal
•
Curah hujan ekstrem
HULU
TENGAH
HILIR
•
Penyempitan dan pendangkalan sungai dan situ
•
Peralihan fungsi sempadan sungai
•
Pengelolaan dan pengembangan sistem drainase belum optimal
•
80% reservoir di DAS Ciliwung, Cisadane dalam kondisi dangkal/beralih fungsi
Isu di Hulu
Isu di Tengah
Isu di Hilir
•
Penurunan muka air tanah
•
Revitalisasi sungai terkendala pembebasan lahan
•
Penanganan sampah, pompa dan infrastruktur pengendali
banjir belum optimal
REPUBLIK INDONESIA
5
Ilustrasi Skenario Banjir Tipikal Jabodetabek (Pantura)
Sumber: Presentasi Entin A. Karjadi, Ph.D. dan Andojo Wurjanto (ITB)
Ketika pasang tinggi, air sungai tidak dapat mengalir kelaut dan pemukiman di daerah pesisir mengalami limpasan dari back water
Ketika hujan, terbentuk genangan, debit air sungai meningkat dan muara mengalami back water sehingga melimpas ke kawasan sekitaran bantaran sungai dan pesisir pantai
Penurunan tanah memperburuk kondisi dan menjadi salah satu penyebab banjir dan rob
Akibat Penurunan tanah dan pasang air laut menyebabkan daerah yang terkena rob semakin meluas
Kondisi paling buruk adalah ketika pasang tinggi terjadi dan hujan ekstrem merata di daerah hulu dan hilir yang
mengakibatkan air sungai tidak dapat mengalir ke laut Pada kondisi normal, sebagian dataran di pesisir telah
MASTERPLAN PENANGANAN BANJIR YANG CUKUP MATANG NAMUN IMPLEMENTASI BELUM
SELESAI
apakah masterplan masih relevan untuk kondisi depannya?
Masterplan sudah ada sejak 1973 dan
7
WADUK CIAWI Qd: 570 m3/s (Tr 50 th) Qe: 100 m3/s Qd: 206 m3/s (Tr 50 th) Qe: 60 m3/s Qd: 110 m3/s (25 th) Qe: 35 m3/s Qd: 260 m3/s (Tr 50 th) Qe: 60 m3/s WADUK PLUIT WADUK ANCOL WADUK SUNTER WADUK RAWA BADAK WADUK MELATI POMPA POMPA POMPA Daerah RencanaPengaliran Dengan Mekanisme (Sistem Folder)
Main Drain Daerah Cukup Tinggi Pengaliran dengan Grafitasi
L A U T K . B ar u Ti m u r KB B KBT K. Kr u ku t K. C iliwun g K. C ip in an g K. S u n te r K. B u ar an K . K ra m at Ja ti K. C aku ng K. An gke WADUK SETIABUDI K. Pesanggrahan Qd: 125 m3/s (Tr 25 th) Qe: 100 m3/s K. Mookervart K. Grogol K. B ar u Ba ra t Sudetan Qd: 124 m3/s (Tr 25 th)Qe:20 m3/s Qd: 95 m3/s (Tr 25 th) Qe: 20 m3/s Qd: 135 m3/s (Tr 25 th) Qe: 25 m3/s Qd: 135 m3/s (Tr 25 th) Qe: 50 m3/s Ce n g ka re n g Dr ai n Qd: 390 m3/s (tambahan 60 m3/s dari sudetan) Qe: 330 m3/s Qd: 60 m3/s Qd: 85 m3/s (Tr 25 th) PA. Manggarai 2 pintu: 330 m3/s 3 pintu: 507 m3/s Qd: 73 m3/s (Tr 25 th) Qe: 20 m3/s KETERANGAN: Qd : Debit desain Qe : Debit eksisting
MASTER PLAN INFRASTRUKTUR PENGENDALIAN BANJIR JAKARTA
(~50 TAHUN USIA)
PA. Karet 4 pintu: 500 m3/s 5 pintu: 734 m3/s
MASTERPLAN I = 1973 (NEDECO)
REVIEW MASTERPLAN = 1997 (JICA) & 2007 (JIFMP*)
*JIFMP Jakarta Integrated Flood Management Programme
WADUK SUKAMAHI
KALA ULANG
DESAIN HANYA
25-50 TAHUN.
CUKUPKAH
MENGAKOMODASI
TREN HUJAN
YANG TERUS
MENINGKAT?
UPeta Sebaran Hujan 31 Des ‘19 – I Jan ‘20
(Sumber: BMKG)
Peta Sebaran Hujan 24 Februari ‘20
(Sumber: BMKG)
Sebaran curah hujan ekstrem (>150
mm/hari) yang cukup merata di
Jabodetabek, dengan hujan eksterm
terjadi di wilayah Tangerang, Jakarta dan
Bekasi
Hujan maximum: Halim PK: 377 mm/hari;
TMII: 335 mm/hari; Jatiasih: 260 mm/hari
377 mm/hari rekor baru curah hujan
tertinggi dalam sejarah hujan di Jakarta
Risiko meningkat:
•
Meningkatnya 2-3% risiko kejadian banjir dengan
perulangan sebagaimana periode ulang banjir 2014, 2015;
bila dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu. à
hujan-hujan besar yang dulu jarang, kini lebih berpeluang
kerap hadir.
(Siswanto et al, BMKG, 2017)
Curah hujan tinggi tiap tahun meningkat
Determinan 1. Banjir ‘Besar’ Jakarta: Hujan Ekstrem Lokal di Jakarta
Hujan ekstrem semakin sering dan meningkat
11
Determinan 2 : Tata Guna Lahan: Meningginya Koefisien Limpasan
permukaan
Sumber: Rustiadi, 20151972
2006
2010
2012
1983
1996
Sumber:Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur, Pola Ruang versi revisi 2020
Nama SubDAS
C
Kali Angke
0.78
Kali Baru Barat
0.86
Kali Baru Timur
0.77
Kali Buaran
0.90
Kali Cakung
0.62
Kali Cipinang
0.85
Kali Grogol
0.86
Kali Kramat Jati
0.88
Kali Krukut
0.84
Kali Mookervart
0.84
Kali Pasanggrahan
0.65
Kali Suter
0.74
Sungai Ciliwung
0.51
7,1
%
4,5
%
1,1
%
45,7%
Sumber:12
Area Land Subsidence
Banjir 10 - 70 cm
Banjir 70 - 150 cm
Banjir > 170 cm
D
ETERMINAN
3 P
ENURUNAN
M
UKA
T
ANAH
& A
IR
T
ANAH
& G
ENANGAN
2020
Sumber : JICA
Jakarta
Port
cengkareng
Pademangan
Bekasi
-105
cm
-69 cm
-45 cm
-36 cm
Sumber : Heri Andreas, 2019
Banjir di luar Jakarta
(Detabek)
Penyebab
dan
kontribusi
penurunan
tanah Jabodetabek:
•
pergerakan lempeng tektonik (5%)
•
tekanan permukaan*
(10%)
•
Ekstraksi air tanah berlebih** (40 – 70%)
•
reklamasi lahan*
(20 – 50%)
*
hingga terkonsolidasi**
dapat dikendalikanHalaman
Utama
13
DETERMINAN 4. KEJADIAN BANJIR AKIBAT KEGAGALAN INFRASTRUKTUR
OPERASI & PEMELIHARAAN
Investigasi Cepat oleh PUPR (10 Jan)
Site inspection 178 lokasi banjir dengan ringkasan sbb:
u
Tanggul jebol/rusak 44 lokasi
u
Saluran mampet 3 lokasi
u
Kapasitas saluran kurang 13 lokasi
u
Pintu air rusak 11 lokasi
u
Pompa tdk beroperasi di 2 lokasi: : Kampung Pulo,
Jaktim dan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi
u
Sedimentasi saluran 19 lokasi
u
Sampah 17 lokasi
u
Sungai dan drainase meluap 62 lokasi
u
Longsor 1 lokasi
u
Genangan jalan 6 lokasi
2013: Jebolnya Tanggul Latuharhary
2015: Waduk Pluit Mati
2020: Investigasi Cepat Tim PUPR
Pemadaman listrik pada
Waduk Pluit membuat
istana terendam
REPUBLIK INDONESIA
14
DETERMINAN 5 : Sedimentasi di Sistem Drainase Prov. DKI Jakarta (1/2)
Hasil Studi Western Java Environmental Management Project (WJEMP) Tahun 2004
•
Berdasarkan hasil survei, volume rata-rata endapan sedimen di
12 daerah tergenang (inundation area) di Jakarta adalah
sebesar 19 m3
•
Volume sedimen yang harus dikeruk pada sistem drainase di 78
daerah tergenang (inundation area) di Jakarta sekitar 1.484.808
m
3/tahun.
PERENCANAAN STRATEGIS BANJIR
C O N T O H P E N A N G A N A N I S U S T R A T E G I S D A L A M K E R A N G K A K O O R D I N A S I
J A B O D E T A B E K - P U N J U R
INVENTARISASI PERENCANAAN BANJIR YANG SUDAH ADA (82% ADALAH STRUKTUR)
•
Rencana peningkatan ketangguhan banjir Jabodetabek yang sudah ada membutuhkan total dana 70 triliun rupiah*
•
Diperlukan review rencana dalam menyusun prioritas aksi, sehingga pendanaan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan
dengan dampak besar
*Sumber : Studi Strengthening Integrated Flood Risk Management (2020)
*
Rencana intervensi
berdasar Lembaga
*
Porsi Pendanaan Berdasar Tipe Intervensi
Pengelolaan Lahan Pembangunan Bendungan Peringatan Dini, Kesiapsiagaan, Pemulihan, dan Kelembagaan
Normalisasi, Pembangunan Drainase dan Kanal
Studi Pengelolaan Banjir
Telah Dilakukan Penandatanganan MoU Upaya Penanggulangan Banjir dan
Longsor di Jabodetabek-punjur...
17
0,0%
0,6%
0,9%
Stakeholders
No
Kegiatan
Biaya Indikatif (hingga
proyek selesai)
1
Pengendalian Banjir Kali Bekasi Hilir Pertemuan
Cikeas,Cileungsi (lahan disediakan oleh Pemda)
[Kota Bekasi, Kab. Bekasi, dan Kab. Bogor]
Rp4,9T
2
Pembangunan Bendungan Cibeet [Kab. Bogor]
Rp1,4T
3
Normalisasi Kanal Banjir CBL (lahan disediakan oleh
Pemda) [Kab. Bekasi]
Rp830,0M
4
Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta Tahap 4
(NCICD) [Kota Jakarta Utara]
Rp748,7M
5
Penyediaan Air Baku [DKI Jakarta]
Rp500,0M
6
Revitalisasi Situ-situ di Kab. Tangerang (lahan
disediakan oleh Pemda)
Rp430,0M
7
Pembangunan Bendungan Ciawi (lahan disediakan
oleh Pemda) [Kab. Bogor]
Rp424,0M
8
Lainnya (cth: Pembangunan Sudetan Ciliwung-KBT
Lanjutan (lahan disediakan oleh Pemda) dan
Pembangunan Pengaman Pantai (NCICD) Tahap 5)
Rp8,5T
Beberapa Program Strategis Kemen PUPR di Kawasan Jabodetabek-Punjur
(2020-2024)
*)Biaya Indikatif Penanggulangan Banjir dan
Longsor Jabodetabek-punjur 2020-2024
Rp35,9T
Rp
17,9T
Rp
18,0T
APBN
APBD
Pemda Lainnya
Rp2,2T (6,3%)
DKI Jakarta
Rp13,5T (37,5%)
Kota Tangerang
Rp1,3T (3,5%)
Kota Bekasi
Rp963,1M (2,7%)
Kemen
PUPR
Rp17,7T
(49,2%)
K/L Lainnya
Rp315M (0,9%)
Total biaya indikatif program strategis Kemen PUPR di Kaw. Jabodetabek-Punjur
(2020-2024): ~Rp17,7T
SEBARAN SPASIAL PERENCANAAN PARTISIPATIF (MOU 6 MENTERI + 3 GUBERNUR JUNI
2020)
86%
Kebutuhan Pendanaan :
Total = 47 Triliun
APBN
= 26 Triliun
APBD
= 21 Triliun
18
SOLUSI HIJAU
SPONGE CITY
SOLUSI URBAN
RENEWAL
PENGURANGAN BAHAYA
RAINFALL RUNOFF
PROGRAM KOMPREHENSIF
WINNING SOLUTION
PENATAAN RUANG DAN
BANGUNAN
PEMBANGUNAN
INFRATRUKTUR
PENURUNAN TANAH
PENGENDALIAN
PENINGKATAN SISTEM
PERINGATAN DINI
PENINGKATAN
MANAJEMEN KRISIS
TATA KELOLA
KELEMBAGAAN
19
QUICK WIN 1
MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO
PENGURANGAN BAHAYA (1)
HULU TENGAH HILIR PESISIRZona 1 (Pesisir)
- Area pesisir, perkotaan, sawah, zona pasang surut - Kepadatan penduduk tinggi-sangat tinggi
- Kerusakan air tanah tinggi
Zona 2 (Hilir)
- Area perkotaan
- Kepadatan penduduk tinggi - Kerusakan air tanah Aman-Rawan
Zona 3 (Hilir)
- Area perkotaan
- Kepadatan penduduk rendah-sangat tinggi - Air tanah aman
Zona 4 (Tengah)
- Area perkotaan-pedesaan
- Ketinggian >200m (kemiringan lahan 0-80%) - Kepadatan penduduk rendah-tinggi
- Air tanah aman (daerah imbuhan air tanah)
Zona 5 (Hulu)
- Luar area perkotaan
- Ketinggian >1000m (kemiringan lahan 0-200%) - Kepadatan penduduk rendah
- Masih terdapat hutan (area konservasi)
• Berperan sebagai kawasan
lindung dan sumber air
• Di dalam pola ruang akan
diarahkan sebagai sebagai
kawasan lindung dan
pengembangan budidaya
terbatas dan ketat
• Berperan sebagai kawasan
penyangga dan resapan air
• Di dalam pola ruang akan
diarahkan sebagai kawasan
lindung dan pengembangan
budidaya terbatas
• Berperan sebagai
kawasan budidaya
• Di dalam pola ruang akan
diarahkan untuk
pengembangan budidaya
• Berperan sebagai lindung pesisir dan
kawasan budidaya
• Di dalam pola ruang akan diarahkan
sebagai kawasan lindung perairan dan
pengembangan budidaya terbatas
WILAYAH HULU BERPERAN LINDUNG DAN
SUMBER AIR
Sebagai Salah Satu Upaya dalam Penanganan
BANJIR, Khususnya BANJIR LIMPASAN
Usulan kegiatan dalam policy matriks:
1.
Pembaruan peraturan zero delta runoff policy berbasis konservasi dan
penampungan air hujan
2.
Zero delta runoff policy (Konservasi air hujan lokal dengan desain minimal
100mm/hari)
3.
Zero delta runoff policy (Menahan air hujan dengan desain minimal
100mm/hari)
4.
Penegakan hukum peraturan tata ruang dan bangunan, termasuk
pendaftaran Sungai, Danau, Embung, Waduk dan pembatalan sertifikat
tanah
5.
Penyediaan fasilitas tempat sampah dan peningkatan sistem sanitasi
Sumber : ATR/BPN
20
QUICK WIN 1
MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO
PENGURANGAN BAHAYA (1)
• Sumur Resapan
•
Air hujan yang jatuh di
atap disalurkan menuju
sumur melalui talang air.
Kemudian kelebihan air
dilimpaskan ke drainase
pengumpul
• Kolam Retensi/
Detensi
•
Menahan sebagian
volume air banjir dalam
suatu cekungan,
kemudian
melepaskannya
setelah debit surut
• Bendungan
•
Menyerupai kolam
retensi, namun dalam
skala yang lebih besar.
• Pervious Drain
•
Sebagian air yang
masuk ke dalam
saluran dapat
diresapkan ke dalam
tanah.
• Pervious Pavement
•
Air yang jatuh di lahan
akan meresap ke dalam
tanah sampai batas jenuh
tanah, kemudian
kelebihan air akan
dilimpaskan.
-Dimensi saluran konstan
-Menghilangkan Polusi
-Bagian dari ekosistem
-Mendorong siklus alamiah air
-Bertambahnya dimensi
-Bertambahnya pencemaran
-Merusak ekosistem
-Menghambat siklus alamiah air
Dr ai nag e o f T he Fu tu re Dr ai nag e o f T he Past
Paradigma Sistem Drainase Perkotaan Berkelanjutan
“Konsep ini berusaha mengajukan solusi permasalahan
drainase dengan mempertahankan sebanyak-banyaknya
21
QUICK WIN 2
MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO
PENATAAN RUANG DAN BANGUNAN (2)
KONSEPSI
•
Konsep Pola ruang untuk menangani masalah banjir banjir dan macet serta
isu pengembangan kawasan untuk kegiatan ekonomi
•
Penyusunan Pola Ruang didasarkan pada Daya Dukung dan daya tampung
lingkungan
•
Penambahan peruntukan non terbangun (termasuk Ruang Terbuka Hijau)
Peta Pola Ruang
Revisi Perpres 54/2008
B1 B3 B2 B5 B5 B2 B1 N2 B4 B1 N1 B1 B4 B3 B4/HPPeta Pola Ruang
Perpres 54/2008
No Zona Luas (Ha) Luas (%)
1 B1 243,718.69 34.39 2 B2 134,017.94 18.91 3 B3 86,370.40 12.19 4 B4 91,407.66 12.90 5 B5 90,595.88 12.78 6 B6 6,179.79 0.87 7 B7 2,436.64 0.34 8 B8 434.50 0.06 9 L1 11,671.82 1.65 10 L3 41,214.30 5.81 11 L4 5.06 0.001 12 L5 723.18 0.10 708,775.85 100 Jumlah
No Zona Luas (Ha) Luas (%)
1 B1 159,974.66 22.58 2 B2 106,731.61 15.07 3 B3 98,369.37 13.89 4 B4 161,914.35 22.86 5 B4/HP 38,219.17 5.40 6 B5 66,256.66 9.35 7 B6 2,852.65 0.40 8 B7 443.72 0.06 9 B7/HP 4,502.27 0.64 10 N1 21,572.18 3.05 11 N2 47,504.71 6.71 708,341.35 100 Jumlah
PERPRES 54/2008
REVISI PERPRES 54/2008
peruntukan non terbangun pada
zona budi daya
108,978.10 ha
15.38 %
190,619.97 ha
26.89 %
peruntukan non terbangun pada
zona non budi daya
69,076.89 ha
9.75 %
52,886.11 ha
7.46 %
TOTAL
178,063.99 ha
25.13%
243,506.08 ha
34.35%
22
QUICK WIN 2
MENCEGAH DAN MENGURANGI RESIKO
PENATAAN RUANG DAN BANGUNAN (3)
Sempadan 10 – 50 m
102,5 km
Referensi : Kajian Sempadan Sungai Ciliwung,
BBWSCC 2018
Sumber: analisis data RTRW (Kementerian ATR/BPN)
BBWSCC 2018
Luas Area Sempadan Sungai :
- Perdagangan dan Jasa: 3,94 ha
- Pemerintahan: 0,02 ha
- Pemukiman: 338,99 ha
- Industri dan Pergudangan: 0,70 ha
- Pertanian dan Hutan Produksi: 71,08 ha
- Ruang Terbuka Hijau: 236,14 ha
KEBUTUHAN PENATAAN
SEMPADAN SUNGAI
23
QUICK WIN 3
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (1)
AIR PERMUKAAN pada SUNGAI
AIR PERMUKAAN pada SDEW
AIR TANAH pada CAT (cekungan air tanah)
SISTEM PENGENDALIAN BANJIR
SISTEM JARINGAN IRIGASI
SISTEM PENGAMANAN PANTAI
SUMBER AIR
PRASARANA SDA
SISTEM JARINGAN SUMBER
DAYA AIR
Situ Danau Eembung Waduk (SDEW)
• PENETAPAN JUMLAH
SDEW Sebagai Pengendali
Banjir di Jabodetabekpunjur
Sebanyak
305
titik.
• Membangun infrastruktur
pengendali banjir berupa
SISTEM POLDER
1
Penetapan Program
NORMALISA SI
SUNGAI di
19
Sungai
Utama
SUNGAI
2
PENETAPAN PROGRAM
PEMBANGUNAN 5
KANAL
• Kanal Barat
• Cengkareng Drain
• Kanal Timur
• Cakung Drain
• Cikarang – Bekasi Laut
KANAL
3
Penetapan
Pengendalian Banjr
Berupa DRAINASE di
19 Sungai Utama
DRAINASE
4
TANGGUL PANTAI
5
Penetapan Pengendalian
Banjir Berupa TANGGUL
PANTAI, di SEPANJANG
KAWASAN PESISIR
Jabodetabekpunjur
TANGGUL LAUT
6
Penetapan
Pengendalian Banjir
Dari Laut Dan Hilir
Sungai Berupa
TANGGUL LAUT
•
Infrastruktur Sistem Polder
harus dalam kondisi prima.
•
Semua komponen tersebut
harus di-OP dengan kaidah
best practice dan diterapkan
secara disiplin.
*OP = operasi dan pemeliharaan.
1
2
3
4
5
1
1. Sistem tanggul saluran dan tanggul laut kedap air yang kokoh.
2. Saluran Pembuang yang bermuara di laut, dus, EMA nya dikendalikan oleh Pasang Surut Laut yang teratur.
3. Saluran Drainase dalam kawasan Polder harus terpelihara agar dapat mengalirkan air dengan cepat ke kolam penampungan.
4. Kolam Penampungan, lebih besar lebih baik karena berbanding terbalik dengan kapasitas pompa yang diperlukan.
5. Pompa harus terpelihara dan selalu siaga dioperasikan. Pasokan daya harus selalu tersedia. Harus disediakan kapasitas cadangan.
Melindungi Kawasan Rendah dengan Sistem Polder
QUICK WIN 3
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (3)
QUICK WIN 3
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (Ustream-Downstream
Diversiaon Polder Inland Jakarta)
QUICK WIN 3
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF
(Proposed Underground/Sponge)
36
Location of Underground Storage Facility
37
Location of Underground Storage Facility (JICA Proposed Plan)
Masukan Satgas Kajian Penanggulangan Banjir DKI Jakarta dan Sekitarnya
Center for Infrastructure and Built Environment FTSL ITB
Dalam melengkapi masterplan Infrastruktur Pengendali Banjir
QUICK WIN 3
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KOMPREHENSIF (4)
27
1. Mengurangi dampak sampah di Pintu
Air Manggarai selama Banjir, dapat
melalui:
-
Peningkatan Elevasi Bukaan Pintu
-
Memperbesar Ukuran Pintu
-
Menambah Peralatan mekanis
2. Antisipasi sumbatan sampah di
inlet Waduk kering Ciawi:
3. Peningkatan Kapasitas Sungai
Ciliwung
-
Sisa Debit Puncak Banjir setelah Pembangunan
Waduk Kering Ciawi adalah 320 m3/s
-
Kapasitas saat ini 150 m3/s
4. Sodetan Ciliwung Cisadane
5. Sodetan Angke Cisadane
Mengurangi Banjir kali Angke dengan
Pengurangan Debit 60 m3/s
6. Bendungan Rumpin sebagai
pengendali Banjir Cisadane dan
Penyedia Air Baku Kota Tangerang
7. Mengatur Aliran Bendung
Katulampa ke Anak Sungai Bekasi
8. Membangun Waduk Narogong
untuk mengendalikan banjir kali
Bekasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
9. Perluasan Penampang Kali Bekasi
10
11
10. Otomatisasi dan EWS Bendung
Gerak Bekasi
11. Mengatasi Banjir akibat Jalan Tol
dan Siphon Kalimalang
28
QUICK WIN 4
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)
Aman
Sumber : Badan Geologi 2020
Berdasarkan PP. 121 Tahun 2015 Tentang Pengusahaan
Sumber Daya Air – Pasal 34 ayat 2
“Rekomendasi Teknis pemanfaatan air tanah diberikan
berdasarkan zona konservasi air tanah”
Zona Kritis dan Rusak meluas sejak 2010 hingga saat
ini
Daerah Imbuhan Air Tanah
CAT JAKARTA Zona Konservasi Air Tanah Pemantauan Kualitas Air Tanah Pemantauan Kuantitas Air Tanah Layanan Rekomendasi Teknis Pengusahaan Air
Tanah (Pembatasan debit)
Pengembangan Teknologi Konservasi Air Tanah
Pemantauan Muka Tanah Verifikasi/Monitoring Pengusahaan Air Tanah Sosialisasi Perduli Air Tanah
QUICK WIN 4
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)
Current Plan - Penyediaan Air Baku Bersih
(Inland Reservoir? + Canal Jatiluhur 2?)
Rekomendasi studi FHM, Deltares 2016
1. Unsur-unsur strategi penyediaan air minum
jangka panjang antara lain pembangunan
bendungan Karian di cekungan Ciujung,
sejumlah tindakan skala kecil di wilayah Bogor,
dan penyediaan air dari Jatiluhur melalui
perluasan Kanal Tarum Barat (WTC)
2. sistem jaringan pipa sepanjang apa yang
disebut dengan Canal 2-alignment
3. Kemungkinan penggunaan Teluk Jakarta
sebagai sumber air baku harus dimasukkan
dalam rencana induk
REPUBLIK INDONESIA
Result of Water Management Analysis
Total reservoir capacity :
592,41
million m
3
With
Area ±6.050 Ha
Q
release21 m
3/s
Q
release39 m
3/s
Q
release45 m
3/s
Q
release55,94 m
3/s
Source : Water Management of Coastal Reservoir in Jakarta Bay (Bappenas & ITB, 2019)
No.
Tahun
Volume of Deficit
(Million m
3)
1
2030 - 355.31
2
2045 - 714.17
3
2050 - 847.40
4
2060 - 980.18
5
2070 - 1,004.31
Water Deficit 2030-2070
Coastal Reservoirs Desalination Water Recycling
Construction Cost per m
3water (US$)
2,67 - 6,01
6,41 - 10,08
5,57 - 8,3
Cost per m
3water (US$)
0,15 - 0,25
0,43 - 1,13
1,44 - 1,53
Comparison of Coastal Reservoir with Other Water Treatment
Source: Shu-qing Yang. 2013. Coastal Reservoirs Strategy and Its Application
Need water storage to meet
water demand especially in
dry season
Total raw water discharge
from 4 ponds : 160,94
m3/s
QUICK WIN 4
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1) Penyediaan Air Baku Bersih
0 50 100 150 200 250 300
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
De
bi
t (m
3/s)
Water Balance of Jakarta Metropolitan Area
Ketersediaan Air (m3/s) PDAM Eksisting (m3/s) Kebutuhan Air 2030 (m3/s)
Kebutuhan Air 2040 (m3/s) Kebutuhan Air 2045 (m3/s) Kebutuhan Air 2050 (m3/s)
Kebutuhan Air 2060 (m3/s) Kebutuhan Air 2070 (m3/s)
Water deficit in dry season (June-November)
Water Deficit 2030-2070
9
REPUBLIK INDONESIA
Proposed Pilot Project: Coastal
Reservoir at the Estuary of Cisadane
Benefits:
•
Source of raw water for domestic and
industrial needs
•
Reducing groundwater extraction
•
Flood protection
•
Area Development
Typical Transversal Waterway Cut Waste and Sediment Management Coastal Embankment
Channel Coastal Embankment Clean Water Pool
Transversal Waterway Transversal Waterway
Transversal Waterway Embankment
* On-going study (Bappenas & ITB, 2021)
Components of Cisadane Coastal Reservoir:
1. Coastal embankment
2. Canal embankment
3. TransversAL Waterway
4. Untreated Water Reservoir - UWR
5. Clean Water Pool (Treated Water Reservoir - TWR)
6. Waste Water Treatment Plant (WWTP)
7. Trash Rack
8. Sediment Trap
9. Buffer Pool
10. Flood Gate
11. Tide Gate (west and east side)
12. Facilities for Fisheries and Canals
13. Commercial and Tourism Facilities
11
MENGENDALIKAN DAN MELINDUNGI
MENGENDALIKAN PENURUNAN TANAH (1)
Penyediaan Air Baku Bersih
32
SUPER QUICK WIN 5
MENINGKATKAN KESIAP-SIAGAAN
SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR YANG EFEKTIF
Revitalisasi (Perpres 88/2012) tentang Sistem Informasi Hidrologi
Hidrometrologi Hidrogeologi (SIH3)
Data optik resolusi rendah (≥ 250 m)
• Terra/Aqua • S-NPP • NOAA-18/19/20 • MetOp-A • Himawari-8 • FY-3B/C
Data optik resolusi menengah (15 - 30 m)
• Landsat-7 • Landsat-8
Data optik resolusi tinggi (1,5 m)
SPOT-6/7
Data optik resolusi sangat tinggi (50 cm)
Pleiades-1A/B
Data Synthetic Aperture Radar (SAR)
TerraSAR-X/TanDEM-X
LAPAN
•
Model hidrodinamika banjir Sungai sudah
tersedia:
•
Fluvial:J-FEWS (Jakarta Flood Early Warning
System) bulletin dengan SOBEK1D/2D
•
Model Banjir (setempat) Pluvial:
•
Perlu analisis untuk mengenali awal
extreme event
•
Topografi LIDAR 2012 belum memetakan
sistem
drainase
(Apakah
drainase
mengikuti standar Permen PU 12/2014 )
33
QUICK WIN 6
MENINGKATKAN KESIAP-SIAGAAN
MEMPERKUAT MANAJEMEN KRISIS
1.
MoU Ditjen SDA dengan Gubernur DKI Jakarta ( 1994 )
2.
Keputusan Walikota Bekasi Nomor : 362/Kep-02/BPBD/I/2020 tentang Status Tanggap Darurat Bencana
Banjir Daerah Aliran Sungai dan Tanah Longsor di Wilayah Kota Bekasi
3.
Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 362/Kep.13-BPBD/2020 tentang Status Tanggap Darurat
Bencana Banjir dan Bencana Tanah Longsor di Daerah Kabupaten Bandung Barat, Daerah Kabupaten
Bekasi, Daerah Kabupaten Bogor, Daerah Kabupaten Karawang, Daerah Kabupaten Indramayu, dan
Bekasi
4.
MoU Serah Terima Pompa (Balai Cilicis-DKI)
Memperbaharui Kerangka Kerjasama Pemerintah Pusat – Pemerintah Daerah
Rencana Ke Depan: Integrated Prosedur Operasi
Operasi Pompa Saat Ini (Jan 2020)
FAKTA:
Ada 55 pompa air dan 30 pintu air di DKI dan masing-masing beroperasi secara
independent.
PERBAIKAN KE DEPAN:
Mengintegrasikan operasi dan pemeliharaan system drainase ke dalam satu
manajemen sungai melalui kerjasama PUSAT-DAERAH
SINERGITAS KELEMBAGAN, REGULASI
PROGRAM DAN ANGGARAN
Pendekatan Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial
dalam Penyelesaian Isu Strategis Kawasan
35
Isu Strategis
cth: Banjir
(Tematik)
Regulasi dan Kelembagaan Perencanaan Ruang Pembangunan Infrastruktur Penganggaran/ Instrumen Insentif-Disinsentif Pengendalian Pemanfaatan Ruang Manajemen Sumber DayaSpasial
Pemda Pemda Pemda Pemda PemdaPemerintah
Daerah
K/L
Terkait
Swasta dan
Organisasi
Kemasyarakatan
Lembaga (Badan)
Koordinasi
Pendekatan ini memerlukan peran serta dan kerjasama
yang baik antar pemangku kepentingan…
… dengan Tim Koordinasi bertindak sebagai fasilitator
Diperlukan komitmen dan peran serta para pemangku kepentingan...
36
PENANGGU-LANGAN
BANJIR &
LONGSOR
Kementerian PPN/Bappenas- Penyelerasan perencanaan program dan anggaran - Detail penyusunan jangka panjang NCICD
Kementerian LHK
- Rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif - Pembangunan konservasi tanah dan air
Kementerian Dalam Negeri
- Pelaksanaan mekanisme insentif dan disinsentif (pemanfaatan DAK)
- Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran daerah
PEMDA JAWA BARAT
(khususnya Puncak, Bogor, Cianjur)
- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di hulu (cth: penataan & revitalisasi situ-situ, penyediaan lahan untuk kolam resapan dan retensi, pengadaan dan pembangunan rumah pompa)
PEMDA DKI JAKARTA, BANTEN & JAWA BARAT
(khususnya Jakarta, Tangerang, Bekasi)
- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di wilayah hilir (cth: revitalisasi sungai, revitalisasi dan pemeliharaan situ, koordinasi penataan ruang daerah, pembangunan tanggul, pengembangan EWS, pemulihan bencana)
Sektor Swasta
- Kolaborasi program-program CSR untuk penanggulangan banjir
- Kolaborasi penggunaan teknologi & AI - Pengembangan insentif dan disinsentif
Kementerian ATR/ BPN
- Koordinasi stakeholders terkait penanganan banjir - Pengendalian pemanfaatan ruang dan pertanahan - Pembebasan lahan, sertifikasi situ-situ
Kepolisian Negara Republik Indonesia
- Bantuan penertiban dan penegakkan hukum
: Pemerintah Pusat
(Pembangunan nonfisik) : Pemerintah Pusat(Pembangunan fisik) : Pemerintah Daerah : Sektor Privat Keterangan:
Non-exhaustive
HILIR
PEMDA BANTEN & JAWA BARAT
(khususnya Depok, Tangerang, Bekasi)
- Komitmen anggaran & pelaksanaan program penanggulangan banjir di tengah (cth: revitalisasi sungai, pengembangan RTH di sempadan kali, penataan dan revitalisasi situ, penanganan sampah, pemulihan bencana)
Organisasi Kemasyarakatan
- Komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terdampak
BNPB
- Pemetaan & analisis risiko bencana TENGAH
HULU
Kementerian PUPR
- Komitmen anggaran & pelaksanaan program
penanggulangan banjir & longsor (cth: pembangunan
infrastruktur termasuk di dalamnya revitalisasi situ, revitalisasi
sungai, pembangunan waduk/ bendungan/ embung, dll.
37
QUICK WIN
KOORDINASI DAN SINKRONISASI
REGULASI DAN KELEMBAGAAN (1)
Perencanaan harus terpadu dalam satu
kerangka Rencana Tata Ruang Wilayah
Jabodetabekpunjur
1. Pembagian Kewenangan
secara Jelas dan Pembaruan
MoU
2.
Review dan rekomendasi regulasi
terkait
6 komponen
pengelolaan risiko banjir
dan
Mikro Zonasi Pelaksanaan
3.
Pembentukan
Satgas Khusus
4.
Pembentukan kelembagaan
kerjasama swasta melalui skema
land value capture
3.
Penyederhanaan
regulasi
4.
Penegakan
hukum
5.
Penetapan
insentif
dan
disinsentif
Pembina
Kemenko
Maritim
Dansatgas
BNPB
Penasihat
Teknis
Tim Ahli
Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan BAPPENAS Wansatgas Bidang Pencegahan dan Pengurangan Resiko ATR/BPN KLHKWansatgas Bidang
Pengendalian dan
Perlindungan
PUPR
ESDM
Wansatgas Bidang Peningkatan Kesiap-siagaan BMKG BNPB/BPBD KemenhubKementerian/Lembaga Teknis
Pemerintah Daerah Provinsi
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Perpres No. 60 Tahun 2020
tentang Penataan Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur
38
Penyediaan ruang bagi pengembangan ekonomi dan pusat aktivitas perkotaan dalam suatu metropolitan terpadu dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan.
Tujuan Perpres No. 60/2020
Isu Strategis
Koordinasi Penyelesaian Isu Strategis
Dalam penyelesaian isu strategis, Perpres 60/2020 memandatkan
pembentukan
kelembagaan koordinasi pelaksanaan pengelolaan
Kawasan Perkotaan Jabodetabek-Punjur.
BKSP
Badan Kerjasama
Pembangunan
Jabodetabekjur (BKSP)
Kelembagaan Koordinasi Pengelolaan
Kawasan Jabodetabek-Punjur
Instrumen yang digunakan:
Pengendalian Tata Ruang dan Pertanahan
Insentif & Disinsentif
Penyelarasan Perencanaan & Pelaksanaan Program K/L, Pemda
Kemacetan
Kawasan
Kumuh
& Bangunan
Ilegal
Kebutuhan
Lahan
Penataan
Pantai
Utara
Banjir
Ketersediaan
Air Bersih
Sampah &
Sanitasi
Rancangan Struktur Kelembagaan Koordinasi
Pengelolaan Kawasan Jabodetabek-Punjur
39
Beberapa program prioritas (quick wins) untuk periode 2020-2021*
40
No Kegiatan Prioritas
Anggaran1)
Kendala* Target Progres2) PIC
APBN APBD
DKI Jakarta Jawa Barat Banten
1 Sudetan Sungai Ciliwung ke KBT
Pembebasan lahan 2020 54% BBWS CC
2 Revitalisasi Sungai Ciliwung
Pembebasan lahan 2021 48% BBWS CC
3 Pengelolaan Pompa Stasioner, Pompa Mobile, Pintu Air, Bangunan Rumah Pompa serta Rumah Jaga dan Kelengkapannya
Kurang sinkron-nya pengelolaan/
pengoperasian pompa 2020 N/A
Pemda DKI Jakarta; BBWS CC
4 Revitalisasi Situ-Situ
Pembebasan lahan 2020-2024 N/A BBWS CC; Pemdaterkait
5 Pembangunan Bendungan Ciawi Pembebasan lahan,
anggaran 2020 55%
BBWS CC
6 Pembangunan Bendungan Sukamahi Pembebasan lahan,
anggaran 2020 45%
BBWS CC
7 Pembangunan Sumur Resapan
N/A 2020-2024 N/A BBWS CC; Pemdaterkait
8 Pembangunan Fasilitas Intermediate
Treatment Facility (ITF) sampah3) N/A 2022 N/A Pemda DKI Jakarta; swasta
1)Indikasi sumber anggaran berdasarkan Perpres No. 60/ 2020 dan sumber lainnya. Dibutuhkan konfirmasi kepada PIC terkait
apakah penganggaran telah dilakukan;
2)Capaian pembangunan terkini berdasarkan konfirmasi dengan PIC terkait, per Juli 2020; 3)Dilakukan melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP).
*)Kecuali proyek pembangunan fasilitas Intermediate Treatment Facilities (ITF).
Dibutuhkan konfirmasi terkait tingkat prioritisasi,
capaian, isu, dan kebutuhan dukungan yang diperlukan
Asesmen Sinergi Program-Anggaran Pusat dan Daerah
41
Shortlisting program-program
prioritas/ quick wins Pemerintah
Pusat dalam penanganan isu
strategis di Kawasan
Jabodetabek-Punjur.
Tim Koordinasi bersama-sama dengan PIC
program menyisir dan menyepakati
program-program yang memiliki dampak
dan tingkat ketercapaian tinggi, serta
menginventarisasi isu dan kebutuhan
dukungan yang diperlukan, khususnya dari
Pemerintah Daerah
Pembahasan sinergi antarprogram
dan anggaran antara Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah terkait.
Tim Koordinasi mengadakan trilateral
meeting dengan PIC program dari
Pemerintah Pusat dan Daerah dalam
membahas dan menyepakati pelaksanaan
program-program yang dianggap prioritas
serta mengidentifikasi kapasitas kedua
belah pihak dalam memberikan dukungan
Rekomendasi sumber pendanaan
alternatif, apabila diperlukan.
Berdasarkan kesepakatan program dan
anggaran prioritas antara Pusat dan
Daerah, Tim Koordinasi dapat mengusulkan
sumber pendanaan alternatif, apabila dirasa
perlu
Keluaran: Shorlist program prioritas
Keluaran: Kesepakatan terhadap daftar
program prioritas Pusat dan Daerah
Keluaran: Usulan sumber pendanaan
alternatif
Tahap saat ini
Guna memastikan keterlaksanaan program, diperlukan adanya asesmen keterkaitan dalam melihat
sinergi antarprogram dan anggaran antara Pusat dan Daerah...
Contoh Pelaksanaan Identifikasi dan Inventarisasi Program Prioritas beserta
Kebutuhan Dukungannya
42
No Nama Kegiatan Anggaran Periode PIC DukunganKeb. Nama Kegiatan Anggaran Periode PIC DukunganKeb. Catatan
1
Pengendalian banjir Kali Bekasi Hilir Pertemuan Cikeas, Cileungsi (Kota Bekasi, Kab. Bekasi, & Kab. Bogor)
Rp4,9T 2020-2023 BBWS CC Pengadaanlahan oleh
Pemda - - - -
-Belum ada keterangan alokasi penganggaran pengadaan lahan oleh daerah
2 Pembangunan BendunganCiawi lanjutan (Kab. Bogor) Rp424,0M 2020 BBWS CC Pengadaanlahan oleh
Pemda - - - -
-Belum ada keterangan alokasi penganggaran pengadaan lahan oleh daerah
3 Polder/ kolam retensi DAS Cikarang (Kab. Bekasi) Rp100M 2023-2024 BBWS CC Pengadaanlahan oleh Pemda
Pengadaan lahan untuk
pembangunan polder Rp50M 2021-2024 KabupatenBekasi
Sinkronisasi rencana pengemba ngan lahan dg Pusat
Konfirmasi terkait scope masing-masing kegiatan 4 …
Pemerintah Pusat
Catatan
Keterkaitan
Pemerintah Daerah
Analisis Keterkaitan Program (Matching Program) Berdasarkan MOU Upaya Penanggulangan Banjir dan
Longsor di Kawasan Jabodetabek-punjur (2020-2024)
Identifikasi kebutuhan dukungan dari
counterpart (pusat dan/atau daerah)