BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi
Di Morning Dinner, penulis bekerja dengan tim produksi yang bertugas sebagai photographer dan lighting assist, serta tim post-produksi yang bertugas sebagai digital imaging artist.
3.1.1. Kedudukan
Pada awalnya, penulis memiliki kedudukan sebagai intern yang bertugas sebagai
assist photographer, dan assist digital imaging artist, sembari mengobservasi alur
kerja, cara pikir, serta teknis dalam pengerjaan karya. Seiring berjalannya waktu, penulis perlahan-lahan dipercayakan sebagai photographer dan digital imaging
artist sembari dibimbing oleh senior di Morning Dinner. Selain dari kedua jobdesc
tersebut, penulis juga beberapa kali berperan sebagai model, talent manager, dan
motion editor.
Photographer bertanggung jawab dalam pengambilan gambar, pengaturan
lighting, dan director untuk setiap konten yang akan di eksekusi berdasarkan brief yang telah diberikan oleh agensi. Photographer juga bertugas untuk menyeleksi beberapa foto yang bagus untuk dipilih kembali oleh agensi, kemudian memberikan foto seleksi final kepada digital imaging artist atau editor untuk diproses selanjutnya. Kemudian digital imaging artist bertugas sebagai editor untuk memperbaiki, mengubah, menambah, dan memperbagus foto maupun visual yang diberikan oleh fotografer sesuai dengan brief agensi.
3.1.2. Koordinasi
Dalam pelaksanaan praktik kerja magang di Morning Dinner sebagai Photographer & DI Artist, proses koordinasi yang terjadi dalam sebuah project dari agensi sampai ke penulis digambarkan sebagai berikut :
Gambar 3. 1 Proses koordinasi
Sebelum melakukan produksi foto, beberapa hari sebelumnya akan diadakan
prod-list meeting oleh agensi dengan tim produksi Morning Dinner. Pada sesi
produksi biasanya terdiri dari 1 photographer, 1 assist photographer, 1 assist
lighting, dan 2 orang crew dari agensi sebagai supervisor produksi. Photographer
mendapatkan brief dan production list dari Creative Director dan Account
Executive agensi. Kemudian photographer diberikan kesempatan untuk bertanya
atau memberi pendapat mengenai posibilitas konten yang akan dirancang, serta diberikan ruang eksplorasi bila konten tersebut dapat dikembangkan lebih baik lagi mengenai konsep konten tersebut. Setelah produksi dilakukan, hasil produksi tersebut diproses pada post-production oleh DI Artist. DI Artist bertugas sebagai
editor final dari foto hasil produksi tersebut sebelum dikirimkan kepada agensi.
3.2. Tugas yang Dilakukan
Selama praktik kerja magang berlangsung, penulis berkontribusi dalam beberapa proyek yang dipegang oleh Morning Dinner, proyek tersebut ialah : Photographer dan DI Artist dalam merancang konten media sosial untuk Taco Bell, KFC, Quiznos, Jakarta Aquarium & Safari, dan APLGI. Assistant DI artist maupun DI
Artist untuk konten media sosial Rexona, Pepsodent, Vaseline, dan Pawmeals.
Dari proyek-proyek yang telah disebutkan diatas, penulis lebih sering memegang proyek sebagai Photographer maupun DI Artist untuk konten media sosial Taco Bell, serta campaign Taco Bell yang bernama Taco Everywhere. Oleh karena itu, penulis memilih proyek ini sebagai proyek utama yang penulis kerjakan selama praktik kerja magang berlangsung.
Tabel 3. 1 Detail pekerjaan yang dilakukan selama magang
Minggu Pekerjaan yang dilakukan
1 - Photographer & Assist Lighting produksi KFC
- Photographer & Assist Lighting produksi QuiznosSub - Retouch & editing konten foto Tacobell
- Retouch & editing konten foto KFC
-
2 - BTS Photographer & Assist Lighting produksi Pawmeals
- Assist Photographer & Assist Lighting produksi JAQS - Assist Photographer & Assist Lighting produksi Tacobell - Retouch & editing konten foto Pawmeals
3
- Assist Photographer, Assist Lighting produksi, Backup Talent
KFC
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto KFC - Retouch & editing konten foto Rexona
4
- Retouch & editing konten foto Pawmeals - Retouch & editing konten foto KFC - Retouch & editing konten foto Rexona
- Assist Photographer & Assist Lighting produksi Tacobell
5
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto Rexona - Retouch & editing konten foto Pawmeals
- Assist Photographer, Assist Lighting, Backup Talent KFC
6
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto Serta - Retouch & editing konten foto Pawmeals - Retouch & editing konten foto Pepsodent - Assist Photographer, Assist Lightinig Tacobell - Assist Photographer, Assist Lighting JAQS
7
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto Rexona - Retouch & editing konten foto Vaseline
- Assist Photographer, Assist Lighting, Backup Talent KFC
BTS Photographer Rexona with KURVATURA
8
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto Vaseline - Retouch & editing konten foto KFC
- Assist Photographer, Assist Lighting, Backup Talent Tacobell - Assist Photographer, Assist Lighting APLGI
9
- Retouch & editing konten foto Tacobell - Retouch & editing konten foto Vaseline - Retouch & editing konten foto Pepsodent
- Photographer, Assist Photographer, Assist Lighting, Backup
Talent KFC
10
- Retouch & editing konten foto Tacobell Campaign : Taco
Everywhere
- Retouch & editing konten foto Vaseline
- Photographer, Assist Photographer, Assist Lighting, Backup
Talent JAQS
- Photographer, Assist Photographer, Assist Lighting Tacobell
11
- Retouch & editing konten foto Tacobell
- Photographer, Assist Photographer, Assist Lighting Tacobell
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama kerja magang, penulis pada awalnya lebih banyak bertugas sebagai
assistant photographer, assistant lighting, dan assistant digital imaging terlebih
dahulu agar dapat mengobservasi cara kerja secara teknis hingga pola pikir dalam mengerjakan sebuah proyek. Setelah beberapa saat, penulis lebih difokuskan sebagai Photographer dan Digital Imaging
3.3.1 Taco Bell
Gambar 3. 2 Logo Taco Bell
Unithree pada bidang advertising untuk membuat konten visual untuk keperluan media sosial Tacobell. Penulis berperan sebagai tim produksi dan tim editing pada project Tacobell selama jadwal kerja magang pada bulan Maret hingga Mei.
Instagram merupakan salah satu media sosial yang paling banyak
digunakan oleh pengguna perangkat online dimanapun di dunia. Instagram tidak hanya digunakan oleh masyarakat biasa sebagai media untuk membagikan gambar, melainkan pada zaman sekarang, instagram digunakan sebagai salah satu media
advertising yang digunakan oleh brand kecil maupun besar untuk mempromosikan
produk maupun jasa yang ditawarkan. Taco Bell indonesia sekarang memiliki kurang lebih 51 ribu pengikut di Instagram.
Proses pengerjaan proyek Taco Bell dimulai dari brief yang diberikan oleh agensi beberapa hari sebelum produksi dimulai dalam sebuah meeting agar tim produksi diberikan waktu untuk mempersiapkan properti yang akan digunakan dalam pemotretan konten foto. Kemudian pada hari produksi, tim produksi Morning Dinner terdiri dari photographer, assist photographer, assist lighting, serta account executive dan creative director dari agensi Unithree juga turut ikut terjun ke dalam lapangan sebagai supervisor agar hasil pemotretan dapat langsung diseleksi pada lokasi. Setelah proses pemotretan selesai, foto yang telah diseleksi kemudian akan dilanjutkan dalam proses editing. Konten yang diedit terdiri dari konten yang memerlukan editing ringan, dan editing berat. Editing ringan diproses oleh photoshop untuk meningkatkan warna dan kontras pencahayaan agar makanan tersebut dapat terlihat lebih menggiurkan, kemudian editing berat diproses oleh photoshop juga tetapi memerlukan skill digital imaging dengan menggabungkan beberapa frame foto untuk digabungkan menjadi visual yang lebih menarik dan eksploratif.
Salah satu konten visual yang penulis kerjakan dalam produksi Tacobell ialah mengenai makanan grilled stuffed buritto. Tahapannya ialah agensi memberikan production list brief melalui power point presentation. Setelah mendapat brief secara keseluruhan, penulis mulai mencari talent yang cocok dan dapat menyesuaikan dengan konten-konten pada produksi hari tersebut.
Gambar 3. 3 Brief konten Taco Bell
Setelah membaca, memahami dan mempersiapkan segala kebutuhan untuk mengeksekusi konten tersebut, pemotretan konten diadakan pada saat hari produksi. Hal-hal yang diperlukan dalam merealisasikan konten tersebut ialah foto diambil pada malam hari, pada instalasi spotlight yang berada pada outdoor Taco Bell, kemudian lighting yang dibutuhkan ialah menggunakan modifier standart
reflector agar cahaya yang dihasilkan dapat terlihat lebih kuat, kemudian diletakkan
pada atas talent sesuai dengan referensi visual yang telah diberikan oleh agensi.
Gambar 3. 4 Foto stok konten Taco Bell
Beberapa stock photo diambil untuk menyesuaikan kebutuhan visual yang akan diedit pada proses selanjutnya. Stock photo yang diambil berupa foto utama
pose talent yang terlihat seperti ingin menangkap grilled stuffed buritto yang akan
jatuh dari langit, kemudian stock foto background environment diambil sebagai stock agar dapat dijadikan bahan masking kedalam foto, dan foto yang terakhir ialah foto grilled stuffed buritto itu sendiri yang akan dimasukkan kedalam visual melalui
proses digital imaging.
Gambar 3. 5 Proses editing 1 Taco Bell
Setelah segala aset foto diambil, maka dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu proses digital imaging. Pertama, file foto utama dibuka pada software adobe
photoshop.
Gambar 3. 6 Proses editing 2 Taco Bell
Tahapan kedua ialah menggabungkan foto utama dengan foto background dengan teknik masking, kemudian menghilangkan tiang yang berada pada bagian tengah frame agar visual utama tidak terdistraksi dengan teknik clone stamp.
Tahapan ketiga ialah dodging, burning, & coloring talent agar arah jatuhnya cahaya lebih terekspos, dan agar talent terlihat lebih pop-up, kemudian
light ray ditambahkan secara manual menggunakan brush tool dengan opacity
rendah.
Gambar 3. 8 Final artwork Taco Bell
Tahapan terakhir ialah menambahkan stok foto terakhir yaitu grilled
stuffed buritto. Sebelumnya, stok foto buritto tersebut telah di cropping, dan di dodging, burning & coloring terlebih dahulu menyesuaikan dengan jatuhnya
cahaya pada visual utama. Setelah segala aset bersambung dengan tepat, cahaya ungu ditambahkan yang merepresentasikan light ray tersebut berwarna ungu. Warna ungu dipilih dikarenakan merupakan primary color palette dari Taco Bell itu sendiri.
Berikut adalah beberapa hasil foto maupun editan lain yang dirancang oleh penulis untuk media sosial Taco Bell dengan mengikuti brief dari agensi dengan tahapan pengerjaan proyek yang serupa dengan konten sebelumnya.
Gambar 3. 9 Konten Maret Taco Bell
Gambar 3. 11 Konten Mei Taco Bell
3.3.2 KFC
Gambar 3. 13 Logo KFC
KFC merupakan salah satu proyek Morning Dinner lainnya yang berkolaborasi bersama dengan agensi Unithree di bidang advertising untuk membuat konten media sosial. Penulis masuk kedalam tim produksi dan telah memotret beberapa konten serta membantu beberapa konten dalam proses editing.
Salah satu media yang paling sering digunakan oleh masyarakat ialah
instagram. Instagram bukan hanya sebuah media untuk mengunggah foto personal
saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai media promosi oleh brand untuk mempromosikan produk maupun jasa masing-masing. Instagram KFC Indonesia sekarang memiliki kurang lebih 1.9 juta pengikut dan merupakan salah satu brand
fast food yang paling populer di Indonesia.
Gambar 3. 14 Brief production list KFC
Bell. Yaitu agensi akan mengadakan meeting untuk memberikan brief prod list beberapa hari sebelum hari produksi untuk dipersiapkan dan dipahami terlebih dahulu, kemudian jika konten minggu tersebut membutuhkan model, penulis akan mencari talent untuk keperluan produksi tersebut. Pada hari produksi, penulis bergantian dengan crew untuk menjadi photographer atau lighting assist, kemudian
crew agensi akan menjadi supervisi dari setiap foto konten yang dipotret untuk
diseleksi dan akan diproses ke tahap selanjutnya, yaitu editing. Berbeda dengan Taco Bell, penulis tidak berkontribusi banyak dalam proses editing, tetapi penulis juga turut membantu dalam proses editing tersebut bila dibutuhkan.
Gambar 3. 15 BTS pemotretan KFC
Salah satu karya konten KFC yang dikerjakan oleh penulis ialah konten idulfitri berupa KFC Bedug. Seperti tahapan proses Taco Bell, agensi Unithree mengadakan meeting bersama anggota produksi Morning Dinner untuk memberikan brief production list. Salah satu dari beberapa list tersebut ialah KFC Bedug.
Setelah mendapatkan brief dan menganalisa apa saja yang dibutuhkan oleh konten tersebut, penulis memberikan ide yaitu menggunakan french fries sebagai penyangga bedug tersebut, visual bedug menggunakan KFC Box versi idulfitri, dan visual stick bedug tersebut memakai drumstick KFC. Pada hari produksi, maka foto aset yang diambil terdiri dari 3 foto yang akan digabungkan pada proses editing. Foto tersebut terdiri dari 2 foto stok ayam, dan 1 foto stok bedug
Gambar 3. 17 Stok foto konten KFC
proses composing dilakukan, yaitu memposisikan ayam tersebut menjadi seperti
stick bedug yang hendak memukul bedug. Setelah proses composing selesai, maka
setiap elemen dalam visual tersebut diedit menggunakan teknik dodging, burning,
& coloring agar warna pada visual tersebut lebih menonjol. Pada tahap terakhir, background diubah menjadi background texture, dan shadow ditambahkan.
Gambar 3. 18 Final Artwork konten KFC
Selain dari konten bedug diatas, penulis lebih banyak berkontribusi pada bagian fotografi. konten KFC lainnya ialah sebagai berikut :
3.3.3 Pawmeals
Gambar 3. 20 Logo Pawmeals
Penulis juga berperan dalam proses produksi maupun editing dari Pawmelas. Pawmeals merupakan sebuah brand makanan anjing yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas dan menyehatkan untuk anjing. Berikut ialah presentation brief yang dirancang oleh Morningdinner kepada pihak pawmeals untuk produksi foto aset dan identitas brand pawmeals.
Gambar 3. 21 Brief Pawmeals
Pada produksi ini, penulis berperan sebagai assistant lighting dan editor. Konsep pemotretan lebih banyak menggunakan moodboard yang colorful & fun dengan
background warna-warni yang cerah. Produksi pawmeals memiliki beberapa output visual
yang akan dipakai sebagai aset konten yang akan diunggah ke media sosial maupun digunakan sebagai identitas pawmeals sendiri. Output visual tersebut ialah berupa product
packshot, product n dog assets, promotion video, dan product motion graphic.
Salah satu konten yang penulis kerjakan ialah konten DI dengan menggabungkan 2 foto stok anjing ke 1 stok foto tangan yang memegang bahan makanan dari pawmeals. Pada hari produksi, konten berikut merupakan terobosan ide yang langsung didapat
on-spot. Konten berikut masuk kedalam kategori Puppies Eating Pawmeals. Berikut ialah moodboard yang menginisiasi terciptanya konten tersebut :
Gambar 3. 22 Brief puppies eating Pawmeals
Proses pemotretan dimulai dengan memotret 2 puppies sekaligus dengan 2 tangan yang memegang sayuran. Tetapi dikarenakan directing anjing lebih menyulitkan posibilitas untuk mendapatkan konten tersebut dalam 1 frame, maka solusinya ialah membagi setiap elemen visual tersebut menjadi beberapa frame, lalu digabungkan kembali dalam proses
editing. Penulis memiliki peran sebagai talent yang memegang sayuran tersebut, lighting assist, dan editor. Berikut ialah foto aset yang diambil pada hari produksi :
Setelah pemotretan aset untuk merealisasikan konten tersebut selesai, maka dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu editing. Langkah pertama yang penulis lakukan ialah melakukan cropping terhadap kedua aset anjing tersebut. Cropping anjing lebih memiliki tantangan dikarenakan bulu serta kumis dari anjing tersebut yang sedikit lebih susah untuk diseleksi secara manual, maka solusi atas masalah tersebut ialah penulis menggunakan teknik channel untuk mendapatkan kontras anjing tersebut dengan background agar dapat lebih mudah diseleksi, kemudian hasil seleksi channeling tersebut dirapihkan kembali agar detail yang diinginkan bisa didapatkan.
Gambar 3. 24 Proses editing 1 Pawmeals
Setelah mendapatkan hasil croppingan kedua anjing tersebut, maka compositing dilakukan bersama dengan aset tangan yang memegang sayuran tersebut.
Gambar 3. 25 Proses editing 2 Pawmeals
Setelah compositing selesai, maka cleaning dan liquifying dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tidak diinginkan pada foto, serta membuat sayur terlihat lebih menonjol. Kemudian finalisasi editing konten tersebut dilakukan dengan memberi
color balance agar warna dari konten tersebut lebih indah. Berikut ialah hasil akhir dari
Gambar 3. 26 Final Artwork konten Pawmeals
Beberapa konten lainnya yang dikerjakan oleh penulis sebagai editor maupun
assistant editor ialah :
Gambar 3. 27 Asset cropping Pawmeals
Gambar 3. 29 Motion konten Pawmeals
3.3.4 Rexona
Gambar 3. 30 Logo Rexona
Penulis juga dipercayakan dengan projek rexona yang berkolaborasi bersama
production house Kurvatura Creative. Pada proyek ini, Morningdinner berperan
sebagai DI artist atau editor, dan Kurvatura Creative sebagai photographer. Penulis juga pernah mengikuti proses produksi rexona bersama dengan Kurvatura, dan berperan sebagai BTS photographer, sembari mepelajari teknik lighting, dan
directing foto komersil tersebut guna menambah wawasan penulis. Berikut ialah
beberapa hasil foto BTS penulis pada hari produksi Rexona bersama Kurvatura Creative :
Gambar 3. 31 BTS produksi konten Rexona
Selain menjadi BTS photographer, penulis juga berperan sebagai DI artist dan assistant DI artist untuk konten foto-foto yang telah dikirimkan oleh tim Kurvatura kepada Morningdinner. Proses pengerjaan untuk editing konten rexona ialah, setelah produksi konten dilakukan oleh tim Kurvatura, konten tersebut akan diseleksi oleh agensi dari Rexona terlebih dahulu, kemudian konten foto tersebut akan di upload via google drive dan akan dikirim ke tim editing Morningdinner, dan brief editing akan diberikan via whatsapp. Berikut ialah contoh brief dalam pengerjaan editing Rexona.
Gambar 3. 32 Brief editing konten Rexona
Setelah menerima brief, maka tim editing Morningdinner akan mengerjakan
editing tersebut. Berikut ialah preview contoh before & after dari tim editing
Morningdinner yang dilakukan memakai adobe photoshop.
Gambar 3. 33 Proses editing 1 Rexona
Foto konten diatas merupakan foto raw yang dikirim oleh Kurvatura. Tahap pertama dalam proses editing ialah menseleksi setiap bagian dari model
tersebut agar proses editing berikutnya akan lebih rapih dan mudah untuk dirubah-rubah.
Gambar 3. 34 Proses editing 2 Rexona
Setelah diseleksi, kemudian proses editing dapat dimulai yaitu menggunakan teknik stamp cleaning, dodging, burning, coloring dengan menyesuaikan warna dan exposure dengan konten serupa lainnya agar dapat terlihat lebih senada, serta untuk menonjolkan visual utama pada konten tersebut agar dapat lebih cerah. Kemudian langkah akhirnya ialah memberi highlight jatuh cahaya matahari sesuai dengan jatuh cahaya dari foto tersebut. Berikut ialah preview dari hasil akhir editing konten Rexona tersebut.
Setelah proses editing selesai, maka foto tersebut akan dikirim kembali kepada tim Kurvatura untuk di cek kembali dan direvisi. Jika revisi sudah selesai dan pihak Rexona juga telah menyetujui, maka foto konten tersebut telah selesai dan siap untuk diunggah ke media sosial.
Dengan proses yang serupa, berikut ialah konten rexona lainnya yang telah penulis edit dan telah disetujui oleh pihak Kurvatura & Rexona :
Gambar 3. 36 Konten Maret Rexona
Gambar 3. 38 Konten April Rexona
3.3.5 Kendala yang Ditemukan
Pada awal penulis melakukan kerja magang di Morningdinner, penulis masih kurang bisa beradaptasi dengan workflow yang cepat dan profesional yang diberikan oleh Morningdinner pada sesi produksi maupun editing. Workflow pada sesi produksi harus dijalankan dengan cepat, maka penulis membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri agar terbiasa. Keterbatasan pengetahuan penulis juga membuat penulis mengalami lumayan banyak kendala dalam memotret sebuah konten secara tepat waktu. Kemudian jadwal kerja yang dimulai pagi setiap harinya membuat penulis lumayan kaget dan belum terbiasa. Lokasi produksi juga relatif jauh di daerah Jakarta Selatan, sedangkan penulis bertempat tinggal di daerah Gading Serpong, sehingga harus memakan waktu dan uang untuk menempuh jarak yang lumayan jauh setiap harinya. Pengetahuan penulis mengenai editing juga termasuk baru, maka pengerjaan proyek editing masih tergolong lamban dan tidak sempurna.
3.3.6 Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Solusi untuk mengatasi workflow yang cepat dan profesional ialah dengan beradaptasi dengan situasi, disiplin dalam manajemen waktu, serta banyak mengamati ketika senior bekerja dan memberi pembelajaran kemudian mencoba mengimplementasikan hal tersebut. Untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan mengenai produksi maupun editing, diluar jam kerja penulis banyak meminta saran
serta bertanya kepada senior agar dapat mendapatkan insight lebih, kemudian berlatih lebih giat agar cara kerja penulis dapat lebih lancar dan profesional. Untuk jadwal kerja yang tergolong pagi, penulis mencoba memperbaiki kebiasaan tidur agar dapat lebih sering bangun pagi. Dan yang terakhir mengenai jarak tempuh, penulis juga harus beradaptasi dengan hal tersebut, dan mencoba transportasi umum yang lebih efisien yang tersedia, dan mulai menabung untuk membeli kendaraan pribadi.