• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar I.1 Indeks Beberapa Konsumsi Kelompok Barang/Jasa Triwulan III-2015 (BPS Jawa Barat, 2015)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Gambar I.1 Indeks Beberapa Konsumsi Kelompok Barang/Jasa Triwulan III-2015 (BPS Jawa Barat, 2015)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Pada era modern seperti sekarang ini, pengaruh dari globalisasi berdampak pada sudut pandang masyarakat terhadap gaya berbusana. Masyarakat modern tidak lagi melihat pakaian sebagai hal yang biasa seperti hanya menggunakannya berdasarkan fungsinya saja, melainkan suatu hal yang dapat dijadikan sebagai bentuk ekspresi diri, ajang adu gengsi, sampai hanya untuk mengikuti tren yang ada. Hal ini seperti pernyataan berikut, fashion merupakan salah satu bentuk gaya hidup yang dapat dicoba, dipertahankan, atau ditinggalkan (Piliang, 2004).

kecenderungan pada trend busana baru lebih dimotivasi oleh sebuah pemikiran bagaimana mengespresikan diri lewat pakaian yang mereka pakai.

Kebutuhan akan pakaian di Indonesia khususnya Jawa Barat pada saat ini cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) komponen pakaian, sepatu, dan tas yang terbesar di antara komponen lainnya, termasuk komponen makanan jadi dan pendidikan. Berikut ini adalah Gambar I.1 yang menggambarkan tingkat pengeluaran keuangan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Barat menurut kelompok barang.

Gambar I.1 Indeks Beberapa Konsumsi Kelompok Barang/Jasa Triwulan III-2015 (BPS Jawa Barat, 2015)

Berdasarkan Gambar I.1, pada komoditas non makanan terdapat indeks tertinggi adalah komoditas pakaian dengan indeks sebesar 129,80 dan indeks terendah pada komoditas akomodasi dengan indeks sebesar 80,84.

(2)

2 Gambar I.2 Jumlah Penjualan Produk Tiap Bulan dari Januari – Juli 2015

(Gravity Element, 2015)

Gambar I.2 merupakan data produk terjual pada perusahaan Gravity Element pada bulan Januari sampai bulan Juli 2015. Dapat dilihat bahwa jumlah produk yang dijual tiap bulannya cukup stabil mulai dari jaket, kemeja, tas ransel, tas samping, tas gendong, sampai aksesoris seperti topi dan strap kamera. Hal ini menunjukkan bahwa produk fashion bertema kegiatan outdoor memiliki peminat dan produk yang bervariasi juga dapat menambah peluang pemasukan bagi Svental nantinya.

Selanjutnya ketertarikan masyarakat terhadap kegiatan outdoor yaitu traveling dapat dilihat dari penyuka kegiatan outdoor di Indonesia yang cukup banyak, yaitu dari komunitas pecinta kegiatan tersebut yang ada. Salah satunya adalah forum Backpacker Indonesia, forum ini merupakan forum tempat mempertemukan para backpacker dan pecinta jalan-jalan dari berbagai daerah di Indonesia untuk berbagi informasi dan mencari teman jalan atau merencanakan perjalanan bersama. (www.backpackerindonesia.com , 2015)

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Apparel (jaket dan kemeja)

Accessories (Topi, Strap kamera, Gelang) Backpack

Slingbag

Totebag

(3)

3 Gambar I.3 Data Statistik Pengunjung Situs www.backpackerindonesia.com

(Google Analytics, 2015)

Gambar I.2 merupakan data pengunjung situs www.backpackerindonesia.com, dapat dilihat data tersebut cenderung meningkat setiap bulannya. Hal ini menunjukkan bahwa minat para pelancong yang senang berpergian jauh dengan menggunakan tas ransel atau biasa disebut backpacker di Indonesia semakin bertambah jumlahnya.

Peluang untuk masuk ke dalam industri fashion terutama yang mengarah pada kegiatan seperti travelling, jelajah alam liar, mendaki gunung, dan wisata alam lainnya pun sangat berpeluang untuk lebih berkembang. Hal ini diperkuat dengan data penjualan produk bertema serupa dengan Svental pada Gambar I.2 dan daya konsumsi masyarakat yang besar terhadap barang bukan makanan terutama pakaian pada Gambar I.1.

Svental merupakan perusahaan industri fashion yang akan didirikan untuk memenuhi hasrat para traveler/backpacker, penjelajah alam, pendaki gunung, dan para petualang akan gaya berbusana. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam kebutuhan para pelancong seperti tas ransel, baju, kemeja, jaket, celana,

(4)

4 sampai aksesoris-aksesoris pendukung lainnya. Perusahaan ini dimiliki oleh seorang pemilik tunggal yang bernama Ryandito Aryo Dimastyananda.

Gambar I.4 Logo Perusahaan Svental (Svental, 2015)

Svental berencana akan mendirikan bisnis ini dengan terlebih dahulu membentuk suatu model bisnis. Svental ingin model bisnis yang mudah dipahami dan dijalankan namun berisi elemen-elemen pendukung yang lengkap. Kemudian, Svental juga ingin mengetahui atribut kebutuhan calon pelanggan agar kedepannya bisnis Svental akan berkembang berhubung saat ini kemampuan dari segi finansial dan sumber daya Svental yang terbatas. Svental berencana untuk mengalihkan proses produksinya kepada konveksi dari luar perusahaan karena keterbatasan sumber daya serta sistem pemasaran dan penjualan dengan menggunakan sistem berjualan online.

Model bisnis merupakan penggambaran dasar pemikiran tentang bagaimana organisasi atau pelaku bisnis menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai (Osterwalder, 2009). Maka dari itu, sebuah model bisnis sangat penting untuk mendapatkan perencanaan kedepannya dengan memperlihatkan hubungan antar komponen dalam bisnis, membantu dalam uji coba pasar atau segmen dan beberapa asumsi yang digunakan saat mengembangkan bisnis nantinya, dan menguji konsistensi dari beberapa komponen bisnis yang saling berkaitan atau berhubungan.

(5)

5 Terdapat beberapa model bisnis yang berkembang seperti model bisnis Value Networks from Verna Allee, model bisnis Henry Chesbrough, model bisnis Strategy Diamond, model bisnis Patrick Staehler, model bisnis Canvas, model bisnis Long Range Planning, model bisnis Seizing The White Space, dan model bisnis Escape Velocicty (Kastelle, 2012). Model bisnis yang diperlukan harus dapat dipahami oleh semua orang, yang dapat memfasilitasi deskripsi dan diskusi.

Namun konsep ini harus sederhana, relevan, dan secara intuitif dapat dipahami.

Setelah dipertimbangkan, penelitian ini akan menggunakan model bisnis Canvas sebagai landasan untuk merancang model bisnis untuk Svental. Keputusan menggunakan Business Model Canvas diambil karena model bisnis ini menguraikan suatu konsep yang rumit atau kompleks menjadi lebih sederhana, dimana konsep ini akan ditampilkan dalam satu lembar kanvas yang berisi Peta Sembilan Blok dasar yang menunjukan logika berpikir bagaimana bisnis dapat menghasilkan uang dengan mempertimbangkan komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan dalam perencanaan sebuah model bisnis (Osterwalder &

Pigneur, 2009).

I.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, berikut ini merupakan rumusan masalah dari penelitian ini:

 Siapa costumer segments pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa value propositions pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa channels pada model bisnis kanvas Svental?

 Bagaimana customer relationship pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa revenue streams pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa key resources pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa key activities pada model bisnis kanvas Svental?

 Siapa key patneships pada model bisnis kanvas Svental?

 Apa cost structure pada model bisnis kanvas Svental?

I.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang ada, tujuan pada penelitian ini adalah:

(6)

6

 Mengetahui customer segments pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui value proposition pada model bisnis kanvas Svental

 Mengetahui channels pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui customer relationship pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui revenue streams pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui key resources pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui key activities pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui key partnerships pada model bisnis kanvas Svental.

 Mengetahui cost structure pada model bisnis kanvas Svental.

I.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dihasilkan dari penelitian ini adalah:

 Menjadi bahan pertimbangan bagi Svental untuk membuat model bisnis yang baru akan dimulai.

 Memberikan gambaran kepada Svental tentang strategi bisnis yang akan dipilih.

I.5 Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah:

 Penelitian dilakukan dalam lingkup Kotamadya Bandung.

 Kelayakan finansial tidak dilakukan.

I.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Bab ini berisi uraian mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori

(7)

7 Bab ini terdapat dasar teori yang berhubungan dengan penelitian model bisnis yang dikerjakan.

BAB III Metodologi Penelitian

Pada bab ini dijelaskan langkah-langkah dalam pemecahan masalah yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian sesuai tujuan dari permasalahan yang dibahas.

BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Bab ini berisi uraian pengumpulan data yang dibutuhkan pada penelitian ini dan uraian hasil pengolahan data yang telah dikumpulkan.

BAB V Analisis Model Bisnis

Bab ini berisi uraian analisa model bisnis Svental dengan pendekatan BMC berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan diolah.

BAB VI Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini, terdapat uraian kesimpulan sesuai tujuan penelitian dan pemberian saran untuk penelitian yang lebih lanjut.

Gambar

Gambar I.1 Indeks Beberapa Konsumsi Kelompok Barang/Jasa Triwulan III-2015 (BPS Jawa Barat, 2015)
Gambar I.2 merupakan data produk terjual pada perusahaan Gravity Element pada  bulan  Januari  sampai  bulan  Juli  2015
Gambar  I.2  merupakan  data  pengunjung  situs  www.backpackerindonesia.com,  dapat  dilihat  data  tersebut  cenderung  meningkat  setiap  bulannya
Gambar I.4 Logo Perusahaan Svental  (Svental, 2015)

Referensi

Dokumen terkait