Business Rental Development Strategy with
Modeling Business
–
Canvas Model
Strategi Pengembangan Bisnis Rental dengan Pemodelan Business Model Canvas
Fanda Lyta Suzanayanti 55417110007
Magister Electrical Engineering, ICT Business Management,
Mercu Buana University, Jakarta, Indonesia, 2017
Lecturer : Dr Ir. Iwan Krisnadi, MBA
Abstrak
Internet and marketing technology has grown rapidly to be utilized as well as
possible, especially to grow the business. But often business that will be formed or
that have been developed sometimes times have difficulty. Because the nature of
business is to use the smallest model and profits of magnitude, it takes a mature
strategy to start. A study is needed to model the business to be developed, using the
Business Canvas Model. With this tool it seems to see the business from the big
picture but still complete and detailed what are the key elements associated with the
business undertaken. By evaluating one by one the key elements will be easier to
analyze what is less precise, and ultimately we can take steps to achieve business
goals that take place. To learn the modeling taken one of the motorcycle rental
business that began to grow.
Internet dan teknologi marketing telah berkembang pesat untuk dapat dimanfaatkan
sebaik-baiknya, terutama untuk mengembangkan bisnis. Namun sering kali bisnis yang akan dibentuk atau yang sudah dikembangkan kadang kali mengalami kesulitan. Karena sifatnya bisnis adalah menggunakan model sekecil-kecilnya dan keuntungan sebesar besarnya, maka diperlukan strategi yang matang untuk memulainya. Diperlukan suatu kajian untuk memodelkan bisnis yang akan dikembangkan, yaitu
kunci yang terkait dengan bisnis yang dijalani. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen-elemen kunci akan jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis yang berlangsung. Untuk mempelajari pemodelannya diambil salah satu bisnis rental sepeda motor yang mulai berkembang.
Keyword : Business Canvas Model, rental sepeda motor, bisnis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang semakin lama semakin bertambah, tentunya para masyarakat harus berusaha untuk mendapatkan kebutuhannya sehari-hari yang sangat mendesak. Saat ini masyarakat sudah mulai memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk membuka peluang berbisnis. Dalam memulai berbisnis tentunya harus mengetahui bisnis apa yang ingin dijalani dengan mempelajari bisnis yang akan dikembangkan.
Sejak munculnya praktik e-commerce, model bisnis menjadi salah
satu konsep yang paling menonjol di antara konsep-konsep manajemen yang
lain. Hadirnya e-commerce membuat para praktisi bisnis mengubah total model bisnis lama menjadi model bisnis baru yang lebih sesuai. Penyebab utama kepopuleran model bisnis adalah karena ditengarai banyak
organisasi yang tumbuh pesat karena
kemampuannya menciptakan model
bisnis yang tepat. Hal yang paling
penting diutamakan dalam berbisnis adalah mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Namun tak dipungkiri bahwa keadaan ekonomilah yang memaksa mereka untuk berusaha memenuhi kebutuhan mereka masing-masing. Keadaan ekonomi yang memaksa mereka untuk aktif dan bertindak mencari penghasilan yang didapat melalui cara berbisnis. Dalam memulai suatu bisnis tidak memerlukan modal yang cukup besar, yang diperlukan adalah suatu keberanian dalam menanggung resiko yang akan dihadapi jika mengalami
suatu kerugian dalam bisnis.
Untuk yang baru memulai suatu
Untuk mengevaluasi rencana bisnis atau bisnis yang sedang jalani, perlu melihat dari sudut pandang yang jelas dan utuh mengenai model bisnis yang dipakai.
Business Canvas Model adalah
salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa
usaha yang sedang jalani atau kita akan jalani adalah dengan Business Canvas Model. Dengan tool ini seakan melihat
bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen-elemen kunci yang terkait dengan bisnis yang dijalani. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen-elemen kunci akan jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis yang berlangsung. Business Model Canvas yang dikembangkan oleh
Alexander Osterwalder dan Yves
Pigneur. Business Model Canvas
merupakan satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana
rupa usaha yang sedang atau kita jalani. Dimana terdapat kerangka
bisnis Business Model Canvas, dan cara merumuskan ide bisnis Business
Model Canvas. Business Model
Canvas disajikan dalam bentuk
selembar canvas berisi sembilan element yaitu : Customer Segments,
Value Proposition, Channel, Customer
Relationsip, Revenue Stream, Key
Resourcess, Key Activities, Key
Partnership, Cost Structure.
Pemodelan bisnis dengan model canvas dalam ini membahas bisnis rental sepeda motor. Karena sifatnya yang praktis dan murah, maka bisnis
ini di kembangkan. Menjalani bisnis rental sepeda motor telah dilakukan oleh banyak orang yang tinggal dekat dengan tempat wisata ataupun dekat dengan kampus perguruan tinggi. Memanfaatkan kesempatan yang ada dan menjadikannya peluang bisnis merupakan cara cerdas dalam meraup keuntungan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana penggunaan Business
Model Canvas pada bisnis rental
sepeda motor, untuk dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis lainnya.
C. Tujuan
Meningkatkan peluang bisnis rental sepeda motor dengan perencanaan menggunakan Business Model Canvas
D. Metodelogi
1. Studi literature dari berbagai
media
2. Studi kasus dari bisnis rental sepeda motor
BAB II
A. Pengertian Business Model Canvas
Business Model Canvas pertama
kali dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dan dalam buku Business Model Generation ini, Alexander Osterwalder
mencoba menjelaskan sebuah
framework sederhana untuk
mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis secara sederhana dan mudah dimengerti. Intinya bahwa model bisnis itu terdiri dari 9 elemen yang disebut sebagai 9 building blocks.
Business Model Canvas adalah sebuah alat (tools) yang digunakan untuk mensederhanakan konsep model bisnis yang rumit dan kompleks agar dapat dimanfaatkan oleh sebuah organisasi / wirausahawan untuk membuat, mendiskusikan, dan memahami sebuah model bisnis dengan lebih sistematis.
Dalam salah satu referensi
menyebutkan pengertian Business
Model Canvas adalah sebuah
management startegi bisnis yang memungkinkan kita untuk menggambarkan, mendesain kemudian mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi satu strategi bisnis yang utuh. Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur
model bisnis kanvas nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.
Beberapa cara penggunaan Business Model Canvas :
1. Visual Thinking
Cara terbaik menggunakan
Business Model Canvas adalah
dengan membuat poster berukuran besar dan menempelkannya di dinding. Setelah itu founder dapat menggunakan sticky note seperti post-it untuk mengisi 9 elemen. Sticky note memungkinkan group thinking
karena setiap orang dalam tim dapat berpartisipasi aktif. 2. Iterasi dengan cepat
Iterasi adalah proses dimana founder ”keluar dari kantor /
ruangannya” dan mencoba
memvalidasi idenya, kemudian kembali ke kantor untuk memperbaiki model bisnis dan
produknya berdasarkan
feedback yang didapat dari
3. Dengan cepat melihat kaitan 9 komponen
Dengan cara ini, tim dapat menemukan hubungan dari peluang pasar atau proposisi nilai unik. Sehingga diharapkan tim dapat mendokumentasikan ide-ide baru sebagai hipotesis
baru untuk menguji Business Model Canvas sebagai iterasi
baru.
4. Memaksa tim dengan ringkas menyampaikan pikirannya Tim dipaksa menjelaskan dengan tepat dan ringkas apa yang akan mereka uji atau yang akan mereka tindak lanjuti pada iterasi berikutnya, karena informasi-informasi dicatat dengan pendek pada post-it. 5. Memudahkan startup untuk
membaginya dengan partner / rekan kerja
Karena Business Model Canvas disajikan dalam bentuk poster besar dan ditempel pada
dinding, maka mudah untuk berbagi melalui foto atau
mengambil poster dari dinding untuk diperlihatkan pada pihak lain yang berkepentingan.
Keuntungan Business Model Canvas
1. Bisa dipakai untuk semua jenis model bisnis, seperti: travelling, restoran, hotel, perkebunan, mining, dan sebagainya.
2. Cepat mengetahui keseluruhan kekuatan dan kekurangan bisnis.
3. Proses analisa kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat.
4. Memetakan bisnis untuk mengetahui kelemahan sejak dini dan memahami kekuatan bisnis dari sudut pandang yang benar.
5. Pemetaan Business Model Canvas menggambarkan secara
sistematis bisnis yang kemudian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategis bisnis.
Penyebab mengapa sebuah model bisnis dapat gagal bersaing.
1. Solving and Irrelevant
Customer Jobs atau Value
Proposition yang dianggap
tidak penting oleh sebuah
Customer Segments, yaitu
problems) meskipun Value Proposition yang telah dibuat
merupakan sebuah inovasi baru atau solusi dari sebuah permasalahan pelanggan, namun solusi yang ditawarkan merupakan (produk atau jasa) dianggap kurang/ bahkan tidak
penting sebelumnya oleh sebuah customer segements. Contoh:
Segway sebuah produk
yang inovatif namun dianggap sebagai produk yang tidak menyelesaikan sebuah customer problem.
Newton sebuah produk
personal assistant yang
dianggap kurang penting pada waktu pertama kali
Proposition yang tidak
dianggap penting oleh sebuah Customer Segments
2. Flawed Business Model, yaitu sebuah business model yang lemah. Lemah disini dapat diartikan jika model bisnis yang telah dibuat ternyata membutuhkan biaya akuisisi
pelanggan lebih besar dibandingkan dengan perolehan atau omset dari pelanggan. Meskipun Value Proposition yang ditawarkan
mampu menyelesaikan sebuah customer problem namun hasil
yang diperoleh tidak dapat
menutupi biaya akusisi pelanggan yang dianggap terlampau tinggi. Contoh: Customer Acquisition Cost
> Customer Lifetime Value Kodak dengan Kamera
Digital
3. External Threats, yaitu
ancaman dari lingkungan eksternal. Adanya ancaman dari kompetitor yang mampu menawarkan Value Proposition dengan model bisnis yang sama dengan biaya yang lebih murah, adanya keunggulan teknologi yang tidak mampu diikuti oleh sebuah organisasi disaat kompetitor menerapkan
teknologi baru tersebut atau mungkin karena pertimbangan
konsumen yang menganggap model binis kurang ramah terhadap lingkungan dsb. 4. Poor Execution atau eksekusi
dibuat merupakan model bisnis yang benar namun karena kelemahan eksekusi dari model bisnis tersebut maka sebuah model bisnis dapat saja gagal. Lemahnya tim manajemen juga mampu menghambat dan menggagalkan sebuah model
bisnis.
B. Kerangka Business Model Canvas
Business Model Canvas, adalah
alat manajemen strategis dan kewirausahaan. Hal ini memungkinkan untuk mendeskripsikan, merancang, menantang, menemukan, dan mengarahkan pivot model bisnis. Sebelum membuat model bisnis kanvas, kita harus mempelajari 9
elemen penting yang mendukung kemajuan suatu bisnis seperti pada
gambar 1.
Gambar 1 Kerangka Business Model Canvas
1. Customer Segments
Customer Segments adalah
pembagian kelompok yang terdiri dari orang-orang atau organisasi yang ingin dibidik oleh perusahaan.
produk untuk memenuhi kebutuhan 2 segmen pelanggan yang berbeda atau ada 2 stasiun televisi yang menyajikan 2 acara berbeda untuk memenuhi segmen pelanggan yang berbeda.
Pelanggan yang dimaksud adalah Kelompok pelanggan yang
memiliki keinginan akan sebuah penawaran yang berbeda
Kelompok pelangan yang dapat dijangkau dengan channel yang berbeda
Kelompok pelanggan yang memiliki keinginan customer relationship yang berbeda
Kelompok pelanggan yang memiliki keinginan profitabilitas yang berbeda dan kelompok pelanggan yang
mampu membayar akan semua hal tersebut diatas
Untuk siapa kita create value tersebut? dan siapa pelanggan utamanya? apakah itu?
Mass Market
Niche Market
Segmented
Diversified
Multi-Sided Platforms or
Multi-Sided Markets
2. Value Propositions
Value Proposition adalah
bundling (seluruh bagian) dari
sebuah produk atau jasa yang bermanfaat untuk spesifik kelompok pelanggan tertentu (customer segments).
Value propositions akan membahas mengenai manfaat atau benefit apa
yang akan didapatkan para pelanggan jika memilih bisnis kita. Hal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis kita dengan bisnis yang lain. Value Proposition adalah alasan
mengapa sekelompok pelanggan memilih suatu nilai manfaat tertentu yang ditawarkan bila dibandingkan dengan nilai manfaat yang ditawarkan perusahaan lain. Value Propositions yang ditawarkan bisa sama dengan yang lain namun beda atribut dan fitur atau bisa juga sebuah penawaran yang baru yang lebih inovatif dan atau disruptive.
Value Proposition harus mampu
menjawab pertanyaan-pertanyaan
produk atau jasa apa yang di tawarkan untuk masing-masing kelompok pelanggan.
Cost Reduction
Risk Reduction
Getting the Job Done
Accessibility
Convenience/ Usability
3. Channels
Channels menggambarkan
bagaimana sebuah perusahaan mengkomunikasikan dan mengirim nilai proposisi tertentu yang ditawarkan ke sebuah kelompok pelanggan.
Channels adalah “touch point”
sebuah organisasi dengan pelanggan yang berperan sangat penting dalam membangun customer experience.
Melalui penggunaan channels yang tepat, kita baru bisa menyampaikan
value propositions kepada
customer segments. Jadi,
memikirkan channels juga menjadi salah satu elemen terpenting bagi keberhasilan bisnis.
Beberapa Fungsi Channels:
Membangun
awareness diantara pelanggan tentang penawaran sebuah produk atau jasa
Bagaimana membantu pelanggan memilih Value
Proposition dari sebuah
perusahaan
Memungkinkannya untuk sebuah kelompok pelanggan membeli produk atau jasa yang spesifik
Bagaimana mengirim sebuah produk atau jasa
Menyediakan “post-purchase” customer support
Bagaimana cara untuk menjangkau segmen pelanggan yang dibidik? Bagaimana saluran distribusi segmen pelanggan yang ada sekarang? Mana yang terbaik dan saluran mana yang
Cost-Efficient? Serta bagaimana
caranya mengintegrasikan saluran itu dengan rutinitas pelanggan?
Ownership: Self or Partner
Direct: Sales Force, WebBase, Store
Indirect: Partner Stores,
Wholesaler
4. Revenue Streams
mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis. Jangan sampai ada bahan baku, produk atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal dan mengakibatkan kerugian pada bisnis.
5. Customer Relationship
Elemen yang kelima membahas bagaimana jalinan hubungan kita dengan pelanggan. Perlu pengawasan yang ketat dan intensif agar pelanggan bisnis kita tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.
6. Key Activities
Kegiatan apa yang harus dilakukan untuk menciptakan value prepositions yang efektif? Hal ini tentu menjadi pembahasan yang tak kalah penting dalam elemen key
activities.
7. Key Resources
Agar bisa mewujukan tujuan bisnis, kita tentu harus mengelola
sumber daya bisnis tersebut semaksimal mungkin. Semua jenis
sumber daya mulai dari pengelolaan bahan baku, penataan SDM dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat model bisnis 8. Key Partnership
Bisnis yang baik tidak hanya mampu menjalin hubungan dengan para pelanggan saja. Karena hubungan dengan pihak supplier atau tim pemasaran juga harus diperhatikan. Tak ada salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai
dengan ekspektasi. 9. Cost Structure
Elemen terakhir yang tak kalah pentingnya dengan kedelapan elemen lainnya adalah struktur pembiayaan bisnis. Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang kita jalankan menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.
C. Merumuskan Business Model Canvas
Business Model Canvas dapat
dirumuskan ke dalam suatu ide bisnis dengan cara memanfaatkan Bisnis Model Canvas, diantaranya:
1. Membangun Relasi Konsumen
Business Model Canvas penting
untuk membangun relasi dengan
konsumen. Relasi dengan konsumen penting agar konsumen kita tidak lari ke pesaing.
2. Meningkatkan Penjualan
Canvas ini, diharapkan target
penjualan tercapai. Customer
Segment, Chanel, Custome
Relationship (3 blok di Business Model Canvas) memiliki tujuan
untuk meningkatkan penjualan. 3. Menghadapi Pesaing
Hal yang tidak kalah penting ketika
Business Model Canvas sudah
dijalankan adalah kita akan membangun bisnis yang kokoh untuk mengahadapi pesaing.
4. Memastikan bisnis berjalan
Seringkali kita bingung memulai dan menjalankan bisnis, di
Business Model Canvas ini kita
memasukan siapa-siapa saja yang nantinya akan mendukung bisnis kita berjalan. Business Model
Canvas ini penting untuk
memetakan apa saja yang dibutuhkan agar bisnis kita tetap berjalan.
5. Mempunyai Sistem Bisnis
Business Model Canvas ini adalah
cara yang efektif untuk membuat sistem bisnis, tujuannya membuat bisnis makin efektif dan bisa menghasilkan maksimal meskipun kita tidak berada di bisnis kita.
Gambar 2 Rumusan Ide Bisnis dengan Business Model Canvas
1) Customer Segmentation
Rental sepeda motor memiliki target pelanggan yang memiliki identitas dan SIM dengan tujuan para wisatawan, baik wisatawan pelancong yang sensitif terhadap biaya dan yang
hanya memerlukan transportasi, wisatawan pebisnis dimana mereka menginginkan menghemat biaya, mudah untuk mobilisasi, dan tanpa khawatir investasi. Berikutnya wisatawan pelajar atau mahasiswa yang mencari kendaraaan yang dipakai hanya sesekali karena kebutuhan mendesak, pelajar atau mahasiswa luar kota dan secara keseluruhan, menghemat banyak uang. Selanjutnya masyarakat umum yang tentunya untuk berbagai kepentingan yang selektif.
2) Value Proposition a. Kenyamanan
Begitu mudah dan cepat menemukan tempat rental
sepeda motor bahkan di musim liburan dan sangat mudah
digunakan. Semua yang dibutuhkan hanyalah beberapa klik dari aplikasi.
b. Asuransi
Penyedia layanan sepeda motor menjadi pemilik dan terjamin
c. Penghasilan tambahan bagi pemilik
Lebih banyak pemasukan bagi pemilik ataupun agen yang lainnya.
3) Channel a. Situs web
Semua pencarian dan transaksi dijalankan di web dan tidak ada afiliasi dan kemitraan dengan situs pemesanan perjalanan lainnya. Berdasarkan riwayat pencarian pengguna di situs seperti Google, Yahoo, Bing. Tekanan kuat pada media sosial dengan menjalankan halaman penggemar sendiri dan menempatkan iklan banner b. Aplikasi seluler
Semua fitur dan transaksi dari homepage dapat dijalankan pada aplikasi mobile
c. Testimony
Terus-menerus melacak dan memelihara masukan dari
pemilik dan pelanggan d. Tempat transit
halte. Atau ke tempat tinggal sementara seperti hotel, apartemen, kos, bahkan kantor. Kerjasama antara tempat transit tersebut.
4) Customer Relationship a. Layanan 24 jam
Situs dibuka 24 jam, dan pelanggan dapat mencari sendiri pemilik atau kendaraan yang akan disewa sesuai dengan kebutuhannya.
b. Program promosi
Program promosi dan loyalitas yang menarik pengguna pertama kali dan mendorong untuk pemesanan berikutnya. c. Lokasi event
Tempat wisata atau kegiatan yang memerlukan transportasi yang mudah dan murah.
d. Tempat pemberhentian
Tempat pelanggan akan meneruskan kegiatan yang memerlukan mobilisasi mudah.
Seperti tempat penginapan, kantor, dan terminal kendaraan
luar kota. e. Rekomendasi
Hal ini sangat penting, karena kesan pertama itu menentukan. Meminta pelanggan untuk merekomendasikan kepada
seluruh jaringannya atas pelayanan yang telah diberikan.
5) Revenue Streams
Penghasilan yang kita dapatkan adalah berupa pembayaran via transfer dari pelanggan dan ada pembagian hasil ke pemilik. Serta
tambahan biaya untuk kelebihan pemakaian.
6) Key Partnernership
Kunci utama berjalannya bisnis ini adalah dengan adanya sepeda motor, baik itu dari satu pemilik atau banyak pemilik. Kemudian media informasi berupa situs web yang didalamnya memerlukan kreatifitas dalam penampilan yang tentuya juga melibatkan fotografer. Kendaraan yang digunakan memerlukan tampilan dan performa yang baik, untuk itu memerlukan perawatan baik mesin dan bodi, sehingga memerlukan jasa pencucian dan bengkel.
Kesepakatan antara pemilik harus mempunyai ciri khas, untuk itu
perlu desain tambahan sepeda motor yang akan disewa.
masker, jaket, sarung tangan, atau tambahan kotak bagasi.
7) Key Activities
Kegiatan yang dilakukan pertama kali adalah proses marketing menarik pelanggan dengan cara mengupload gambar atau video
tentang kenyamanan dalam penyewaan sepeda motor. Namun marketing offline juga diperlukan karena tidak semua pelanggan aktif dalam media social, penyebaran brosur masih tetap dilakukan. Pencarian rekanan pemilik sepeda motor ditambah agar pelanggan lebih leluasa memilih sepeda motor yang akan disewa dengan tambahan layanan yang beragam. Masuk kedalam beberapa event yang membutuhkan mobilisasi mudah dan hemat.
8) Key Resources a. Merek
Merek itu sendiri membawa
nilai dan potensi masa depan yang besar.
b. Jaringan Pemilik
Semakin banyak pemilik, semakin banyak pilihan yang bisa dipilih pelanggan
c. Informasi Pelanggan
Profil informasi dan pola penggunaan memungkinkan
rental motor
merekomendasikan pilihan berkendara yang lebih baik kepada pelanggan
d. Team kreatif
Profesional kreatif dan inovatif
yang dapat memberikan gambar rental motor yang segar, dan intuitif melalui desain, homepage, iklan / komersial, hubungan masyarakat
e. Pembayaran online
Memiliki sistem online yang cepat dan lancar yang memfasilitasi transaksi secara keseluruhan
9) Cost Structure
Biaya yang dikeluarkan akan berbeda berdasarkan jumlah dan jenis kendaran. Untuk iklan, biaya yang diperlukan antara lain : jenis iklan, lama iklan, team kreatif
untuk situs web. Jasa kurir sangat diperlukan untuk penggantaran dan
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
1. Business Model Canvas
memiliki sembilan elemen, yaitu Customer Segment, Value
Proposition, Channel,
Customer Relationship,
Revenue Stream, Key
Resources, Keya Activities, Key
Partnership dan Cost Sructure.
Dengan model ini kita dapat melihat lebih akurat bagaimana usaha yang akan atau sedang dijalankan serta dapat memetakan suatu bisnis lebih sederhana dan strategis.
2. Dengan konsistensi terhadap rancangan yang sudah dibuat melalui business model canvas pada kasus rental sepeda motor, maka peluang untuk berkembang lebih besar dengan menambahkan pada masukan pada Sembilan elemen tersebut.
3. Pemodelan Business Model Canvas dengan jenis bisnis
rental sepeda motor akan membuka wawasan untuk pengembangan bisnis yang lain terutama startup atau UKM.
B. Saran
1. Dengan Business Model Canvas diharapkan dapat
memudahkan para pebisnis baik pemula maupun yang sudah menjalankan dalam mengetahui aspek – aspek terpenting dalam suatu bisnis.
2. Dengan Business Model
Canvas diharapkan
meningkatkan kreatifitas dalam mengelola peluang bisnis dengan sarana yang makin muktahir dibarengi dengan perkembangan teknologi terutama informasi.
DAFTAR PUSTAKA
[1] https://canvanizer.com/canvas/ wdJKqjcLd3edC
[2] https://assets.strategyzer.com/a ssets/resources/business-model- generation-book-preview-2010.pdf
[3] https://strategyzer.com/platfor m/projects/p/
[5] https://infopeluangusaha.org/jas a-sewa-motor-peluang-usaha-menjanjikan/
[6] Research on optimal free size of online content under hybrid business model, ers. Published in: Wavelet Active Media Technology and Information
Processing (ICCWAMTIP), 2016 13th International Computer Conference on [7] Integration of Business Model
Canvas (BMC) and Quality Function Deployment (QFD) to design product ,Paphakom Pitayachaval; Kittichai Chittrakool; Weerachai Arjharn 2017 4th International Conference on Industrial Engineering and Applications (ICIEA) ,Year: 2017
[8] Simulating the business model canvas using system dynamics
María Camila Romero; Jorge Villalobos; Mario Sanchez 2015 10th Computing Colombian Conference (10CCC) Year: 2015
[9] Methodology for the integration of Business Model Canvas and technological road
map David Güemes-Castorena; Miguel A. Toro 2015 Portland International Conference on Management of Engineering and Technology (PICMET) Year: 2015