• Tidak ada hasil yang ditemukan

Higiene dan Sanitasi Makanan. Ana Utami Zainal UHAMKA 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Higiene dan Sanitasi Makanan. Ana Utami Zainal UHAMKA 2021"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Higiene dan Sanitasi Makanan

Ana Utami Zainal UHAMKA 2021

(2)

Integrasi AIKA

Artinya:

"Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu

mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. Al

Baqarah: 168).

(3)

Pokok Bahasan

• Pengertian hygiene-sanitasi makanan dan minuman

• Prinsip hygiene-sanitasi makanan dan minuman

• Bahan berbahaya pada makanan dan minuman (fisik, kimia, dan biologi)

• Macam-macam penyakit yang ditularkan melalui makanan-minuman dan keracunan makanan

(4)

Pendahuluan

• Makanan -- kebutuhan dasar manusia, memerlukan pengelolaan yang baik dan benar

• Keamanan makanan - kebutuhan masyarakat: akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya.

• Hepatitis A--> Sumber penularan: pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar,

sanitasi yang buruk dan personal hygiene yang rendah[

Chandra 2005].

(5)

Syarat makanan

• Sehat

• Bersih

• Aman

Memenuhi kebutuhan gizi anak

Tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan

Bebas dari kotoran

(6)

Pengertian hygiene-sanitasi makanan dan minuman

• Higiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui

pemeliharaan dini setiap individu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu terhindar dari

ancaman kuman penyebab penyakit

• Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan

yang menitikberatkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala

bahaya yang dapat menganggu kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses

pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai tahap siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen.

(7)

Tujuan Sanitasi Makanan

1. Menjamin keamanan dan kebersihan makanan 2. Mencegah penularan wabah penyakit

3. Mencegah beredarnya produk makanan yang merugikan masyarakat

4. Mengurangi tingkat kerusakan atau pembusukan pada makanan

(8)

Prinsip hygiene-sanitasi makanan dan minuman

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah upaya praktis dan penyehatan makanan. Menurut Depkes RI (1994)

prinsip-prinsip higiene sanitasi makanan meliputi : a. Pemilihan bahan makanan.

b. Penyimpanan bahan makanan.

c. Pengolahan makanan.

d. Penyimpanan makanan.

e. Pengangkutan makanan, dan f. Penyajian makanan.

(9)

a. Pemilihan bahan makanan

Bahan-bahan yang dimakan dalam keadaan mentah harus diangkut dan disimpan terpisah dari bahan baku lain dan bahan-bahan yang bukan bahan pangan.

Bahan pangan harus dikirim sedemikian rupa sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen atau pembentukan toksin dengan mengatur lamanya waktu pengiriman, suhu dan aktifitas air bahan baku

(10)
(11)

b. Penyimpanan bahan makanan.

• Kerusakan bahan makan : tercemar bakteri,

• adanya enzim dalam makanan yang diperlukan dalam proses pematangan seperti pada buah-buahan dan kerusakan

mekanis seperti gesekan, tekanan, benturan dan lain-lain.

• Untuk mencegah terjadinya kerusakan dapat dikendalikan dengan pencegahan pencemaran bakteri.

• Penyimpanan makanan yang sesuai dengan suhunya terbagi 4(empat) cara yaitu penyimpanan sejuk (cooling),

penyimpanan dingin (chilling), penyimpanan dingin sekali (freezing), penyimpanan beku (frozen).

(12)
(13)

tempat yang kering dan

kedap

udara

(14)

c. Pengolahan makanan.

Pengolahan makanan : proses pengubahan bentuk dari bahan mentah menjadi makanan yang siap santap.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan makanan antara lain :

1. Tersedianya dapur yang memenuhi persyaratan, dengan minimal setiap dapur memiliki fasilitas tempat pencucian peralatan, tempat penyimpanan bahan makanan, tempat persiapan, dan tempat pengolahan

2. Peralatan masak : Bentuk peralatan masak dipersyaratkan mudah dibersihkan dan tidak boleh berlekuk, tidak boleh

digunakan untuk keperluan lain selain memasak, mengolah makanan dan penyimpanan makanan.

(15)

3. Wadah penyimpanan makanan harus dalam keadaan bersih, harus terpisah untuk makanan matang dan mentah, bahan

makanan kering dan bahan makanan basah dan terpisah untuk setiap jenis makanan.

4. Pelindung pencemaran

(16)
(17)

d. Penyimpanan makanan.

• Adanya mikroorganisme patogen

• Hal-hal yg perlu diperhatikan :

1. makanan mentah sebaiknya disimpan tertutup atau dalam tempat bertutup di bawah makanan lain yang sudah siap agar bagian makanan atau cairan daging tidak menumpahi atau

menetesinya,

2. makanan sebaiknya ditutupi sebelum disimpan di dalam

lemari es bawah maupun atas atau di lemari agar terhindar dari pencemaran,

3. mencuci sayur mentah sebelum menyiapkannya untuk dimakan 4. mencuci tangan

5. bahan makanan harus disimpan jauh dari bahan beracun, semprot serangga, bahan pembersih

(18)

e. Pengangkutan makanan

• pengangkutan makanan yang sehat akan sangat berperan dalam mencegah terjadinya pencemaran makanan.

• Prinsip pengangkutan makanan matang / siap saji adalah sebagai berikut:

1. Wadah, mempunyai tutup yang rapat dan tersedia lubang hawa (ventilasi) untuk makanan panas.

2. Kendaraan pengangkutan 3. Suhu

(19)

kendaraan makanan jadi

(20)

f. Penyajian makanan

• Prinsip penyajian makanan wadah untuk setiap jenis makanan ditempatkan dalam wadah terpisah, dan

diusahakan tertutup.

• Tujuannya agar makanan tidak terkontaminasi silang, bila satu makanan tercemar yang lain dapat diselamatkan,

serta memperpanjang masa saji makanan sesuai dengan tingkat kerawanan pangan.

(21)
(22)

Faktor penyebab makanan menjadi berbahaya

1.Kontaminasi

Kontaminasi pada makanan dapat disebabkan oleh a. Parasit: cacing dan amuba

b. Golongan mikroorganisme : salmonela dan shigela c. Zat kimia: bahan pengawet dan pewarna

d. Bahan-bahan radioaktif: kobalt

e. Toksin atau racun yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti clostridium botulinum

(23)

2. Zat berbahaya

a. Secara alami, makanan tersebut mengandung zat kimia beracun misal singkong yang mengandung HCN

b. Makanan dijadikan sebagai media perkembangbiakan sehingga dapat menghasilkan toksin berbahaya bagi

manusia, misalnya keracunan makanan akibat bakteri

c. Makanan sebagai perantara, jika suatu makanan yang terkontaminasi dikonsumsi manusia

(24)

Bahan Berbahaya

Fisik, seperti tanah, karet, plastik, rambut, dll

Kimia (bahan kimia yang seharusnya tidak boleh ditambahkan dalam makanan) seperti borax, pewarna textil, formalin

Biologis, disebabkan oleh bakteri (akibat kesalahan saat pemasakan,

penyimpanan)atau binatang

(25)

PERWARNA TEKSTIL

Beberapa pewarna sintetis sudah dilarang digunakan untuk makanan, misalnya :

Rodhamin B,

Karena menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, iritasi saluran pencernaan dan bahaya

kanker hati.

Metanil Yellow,

Menyebabkan : iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata, dan bahaya kanker pada kandung dan

saluran kemih

(26)

• Masalah bagi kesehatan 1. formalin = bahan pengawet

tahu dapat menyebabkan kanker paru – paru, gangguan alat

pencernaan dan jantung

2. boraks = bahan pengawet bakso dapat menyebabkan gangguan

pada otak, hati dan kulit

(27)

Campylabacter jejuni

• Penyebaran : Daging sapi atau ayam yang terkontaminasi tinja/kotoran pada saat pemrosesan, air yang tidak

dimasak dan susu yang tidak dipasteurisasi.

• Gejala : diare yang terkadang

disertai darah, kejang perut, sakit

kepala dan merasa kedinginan.Gejala ini akan timbul dalam waktu 2-11 hari dan berlangsung selama 1-2 minggu.

(28)

Pencegahan :

Pastikan mengolah daging /ayam hingga matang sebelum dikonsumsi Jangan meminum air mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi

Cuci bersih pisau, talenan atau

wadah yang bersentuhan dengan

daging mentah

(29)

Clostridium botulinum

• Penyebaran : Bakteri ini biasanya terdapat pada daging semur atau masakan yang

berkuah kental, makanan kaleng,. terutama

bila mangkuk atau piring yang digunakan tidak steril atau bisa juga karena Anda terlalu lama mendinginkan makanan

Gejala : Diare, mual-mual dan kram perut biasanya muncul dalam waktu 1-16 jam dan berlangsung selama 1-2 hari.

(30)

Pencegahan :

Pertahankan agar makanan tetap panas

Pertahankan agar panas daging yang telah dimasak tetap di atas suhu 60°C dan

panaskan sekurang-kurangnya sampai pada 74°C

(31)

Keamanan Pangan: HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point)

:::Suatu sistem jaminan mutu yang didasarkan pada kesadaran bahwa bahaya (hazard) dapat terjadi pada setiap titik dalam rangkaian

produksi >>>Meminimkan risiko Pendekatan

1. Food Safety

2. Kebersihan

3. Pemalsuan

(32)

Penyakit yang ditularkan

melalui makanan-minuman

dan keracunan makanan

(33)

Penyakit Agen Penyebab Jenis Makanan Masa Inkubasi Penyebab Parasit

Trichinellosis Giardisis

Amoeba (disentry amoeba)

Trichinella spiralis Giardia lambia

Entamoeba histolitika

Daging babi

Sayur & salad mentah Makanan terkontaminasi kotoran manusia

8-15 hari 7-10 hari 2-4 minggu

Penyebab Bakteri Salmonellosis

Shigellosis

Salmonella typhimorium Shigella dysentri

Beta-hemolitic streptococcus

Telur, daging ayam, sapi dan babi

Makanan dan susu

12-36 jam 1-3 minggu

Penyebab Virus

Virus hepatitis Hepatitis A Nasi, sayur minuman 28-30 hari

Penyebab Toksin

Kelumpuhan karena kerang- kerangan

Kanker Botulisme

Dinoflagelata (toksin saraf)

Aspergilus flavus(toksin jamur)

Clostridium botulinum

Kerang-kerangan

Kacang, jagung

Makanan/minuman dalam kaleng

>24 jam

Tahunan 12-36 jam

Sumber: Env Health (Dade W.Moeller, 1997, Hal.105) dalam Mukono, 2006

(34)

Faktor yg mempengaruhi sanitasi makanan

• faktor makanan

• faktor manusia

• faktor peralatan

(35)

Ruang lingkup sanitasi makanan dlm Undang-Undang

1) Undang - undang no. 36 tahun 2009 kesehatan.

2) Undang-undang no. 18 tahun 2012 tentang pangan 3) Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan

4) Kepmenkes Nomor 715 Tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga

5) Kepmenkes Nomor 1098 Tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan & Restoran.

6) Kepmenkes Nomor 942 Tahun 2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan

(36)

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik akan menunjukan kelompok siswa yang dapat cepat belajar dengan prestasi yang baik serta

Pada hasil uji organoleptik terhadap tekstur nugget tetelan ikan tuna dengan penambahan ubi ungu terdapat nilai tertinggi pada perlakuan perbandingan ubi ungu dan

Proses desain dan pembuatan sensor pH dengan menggunakan teknologi film tebal (thick film) telah berhasil dilakukan. Kemudian dari hasil pengujian dapat ditarik beberapa

hasil dari perampasan kemampuan dan bias gender yang hadir dalam masyarakat dan pemerintah, serta juga akibat meningkatnya insiden “ibu” sebagai kepala rumah

Penelitian ini menggunakan sensor flex sebagai pendekteksi gerak di setiap jari dan mengubah masukan sensor tersebut menjadi sebuah angka dan huruf yang ditampilkan pada aplikasi

Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh tingkat kesukaan konsumen terhadap ikan cakalang ( Katsuwonus pelamis L.) asap, yang direndam dalam ekstrak kulit

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh menunjukkan penerapan model pembelajaran search solve create and shareterhadap penguasaan kompetensi dasar menganalisis

Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial, tetapi interaksi antara partisipasi dengan