• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. PERANCANGAN BANGUNAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3. PERANCANGAN BANGUNAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

3.1. Masalah Desain

Seperti yang telah dibahas di bab yang sebelumnya, dengan latar belakang kurangnya tempat dan fasilitas yang ada untuk berolahraga di Surabaya ini, dan juga tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas olahraga, maka dibuatlah proyek Grha Olahraga Rekreatif Tertutup di Surabaya ini dengan tujuan untuk memberikan wadah dan fasilitas bagi penikmat olahraga dan juga masyarakat untuk melaksanakan dan menikmati berbagai macam olahraga rekreatif dalam ruangan yang disediakan.

Berangkat dari rumusan masalah sebelumnya, masalah utama yang timbul adalah bagaimana merancang sebuah proyek pusat fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan olahraga dan dapat menampung jumlah aktivitas olahraga yang cukup banyak.

3.2. Pendekatan Perancangan

Dari masalah desain yang ada tersebut, tampilan dan ekspresi gedung yang direncanakan akan dirancang agar dapat mengekspresikan sifat – sifat dari olahraga dan juga karakteristik dari olahraga dalam ruangan tersebut.

Dengan penggunaan pendekatan perancangan Metafore Intangible, diharapkan agar dapat berhasil menampilkan identitas bangunan ini sendiri.

Dalam arti bahwa kedinamisan yang terkandung dalam keanekaragaman sifat, ciri, dan karakteristik olahraga – olahraga yang tertampung dalam Grha Rekreasi Olahraga Tertutup ini dapat terlihat pada bentukan, fasade, dan semua komposisi desain yang ada dalam bangunan ini nantinya.

(2)

3.3. Pendalaman Perancangan

Masalah yang kedua, yaitu bagaimana memenuhi fasilitas – fasilitas tersebut sesuai dengan yang telah dipaparkan sehingga dapat dengan layak memenuhi setiap tuntutan dalam kebutuhan masing – masing olahraga yang mempunyai sifat dan karakteristiknya masing – masing.

Menjawab permasalahan tersebut, maka dipilihlah pendalaman karakter ruang dalam perancangan proyek Grha Olahraga Rekreatif Tertutup di Surabaya ini. Dengan pendalaman karakter ruang, setiap kebutuhan dan tuntutan dari masing – masing fasilitas olahraga yang tersedia di dalam Grha Olahraga Rekreatif Tertutup ini akan diselesaikan dengan perencanaan desain yang matang, sehingga para pengguna dapat merasa nyaman dalam setiap aktifitas yang dilakukannya dalam Grha Olahraga Rekreatif Tertutup ini.

3.4. Fasilitas

3.4.1. Fasilitas Pengelola

 Ruang Direktur

 Ruang Arsip

 Kantor Adminstrasi

 Ruang Karyawan

 Gudang

 Toilet

 Ruang Informasi

 Ruang Tamu

 Pantry

3.4.2. Fasilitas Servis

 Ruang Karyawan

 Ruang Genset

 Ruang Panel Listrik

 Loading Dock

 Gudang Umum

 Gardu Jaga

 Parkir Mobil dan Sepeda Motor

(3)

3.4.3. Fasilitas Olahraga

 Ruang loker dan shower

 Jogging Track

 Kolam Renang

 Lapangan Basket

 Lapangan Futsal

 Lapangan Bulu Tangkis

 Lapangan Voli

 Ruang Fitnes

 Ruang Senam Ritmik

 Area Tenis Meja

 Area Biliar

 Ruang Kesehatan 3.4.4. Fasilitas Umum

 Lobby

 Sport Retail

 ATM Corner

 Cafe

 Toilet

3.5. Konsep Perancangan

Berdasarkan pendekatan perancangan metafore intangible yang ingin mencerminkan keanekaragaman olahraga rekreatif dalam ruangan yang ada di dalamnya menjadi sebuah kesatuan bangunan yang menarik, maka digunakan konsep “dinamis dan satu” dalam perancangan bentukan dan tampilan bangunan.

Dimaksudkan bangunan ini nantinya akan mencerminkan penggabungan bermacam – macam olahraga menjadi sebuah sesuatu yang dinamis dan menyenangkan dalam satu wadah pusat fasilitas, yang akan diaplikasikan dalam perancangan bentukan bangunan yang terlihat seperti beberapa massa bangunan yang bertaut secara acak dan dinamis, serta bentukan yang terkesan berupa alur yang saling bersisian dan berpotongan.

(4)

3.6. Aplikasi Desain

3.6.1. Bentukan dan Tampilan Bangunan

Dengan konsep yang ada, perancangan bangunan menghasilkan massa bangunan yang terlihat seperti terdiri dari beberapa massa yang berbeda dengan bentuk yang terlihat saling bersisian dan berpotongan yang terlihat dinamis. Dengan menghindari bentukan – bentukan dasar yang lebih berkesan masif dan kaku, akhirnya bentukan massa bangunan yang berupa alur – alur yang saling bersisian dan berpotongan tercipta. Bentukan alur tersebut juga diharapkan dapat menegaskan konsep dinamis yang dipilih.

Gambar 3.1 Bird Eye View

Meskipun begitu, seusai dengan konsep yang berupa dinamis dalam keutuhan, kesatuan massa bangunan tetap diusahakan terjaga dan terlihat.

Meskipun terdiri dari beberapa alur massa, tetapi alur – alur tersebut tetap membentuk sebuah kumpulan alur yang mencerminkan kekompakan dan kesatuan dari gabungan beberapa olahraga yang dikumpulkan dalam proyek Grha Olahraga Rekreatif Tertutup di Surabaya ini.

(5)

Penggabungan elemen garis vertical dan horizontal serta bidang – bidang yang ada dipergunakan agar konsep dinamis dapat lebih terasa. Demikian pula dengan pemilihan material bangunan dan warna yang digunakan dirancang agar dapat memperkuat kesan dinamis yang ada.

Gambar 3.2 Bird Eye View 3.6.2. Sistem Struktur

Sistem struktur bangunan ini bermain – main dengan perancangan struktur yang tidak menggunakan struktur bentang lebar yang biasanya harus digunakan dalam bangunan berfasilitas olahraga. Sistem struktur beton konvensional digunakan agar biaya pembangunan pusat fasilitas olahraga ini tidak membengkak membebani pemasukan yang nantinya akan didapatkan oleh tempat ini.

Gambar 3.3 Axonometri Stuktur

(6)

Kolom – kolom beton diletakkan pada bentang 20 meter yang dapat menaungi lapangan, dengan penyelesaian rangka atap yang terbuat dari truss berbahan zincalum serta material penutup atap genteng metal yang dapat mengatasi kemiringan hingga 7 derajat.

3.6.3. Zoning

Secara garis besar, zoning site terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu area publik yang dimaksudkan sebagai fasilitas bagi para pengunjung seperti cafe dan sport retail, area semiprivat yang dimaksudkan sebagai fasilitas para pengelola gedung, dan area privat yang dimaksudkan sebagai fasilitas para pengguna fasilitas olahraga yang ada di tempat ini.

Gambar 3.4 Denah Zoning

Privat

Semi - Privat

Publik

(7)

3.6.4. Sirkulasi

Sirkulasi yang ada didalam proyek ini tidak mempunyai sistem yang rumit, tetapi hanya merupakan sistem sirkulasi pada umumnya yang secara garis besar terbagi menjadi tiga, yaitu :

 Sirkulasi kendaraan roda dua

 Sirkulasi roda empat

 Sirkulasi pengunjung pejalan kaki

Gambar 3.5 Sirkulasi kendaraan roda dua

Gambar 3.6 Sirkulasi kendaraan roda empat

(8)

Gambar 3.7 Sirkulasi pejalan kaki 3.6.5. Penataan Ruang

Seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab zoning, area pada bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu area umum, area pengelola, dan area olahraga. Pada setiap area tersebut memiliki spesifikasi ruang masing – masing, begitu juga dengan organisasi ruang yang ada baik di dalam maupun diantara ketiga area besar tersebut.

Gambar 3.8 Lay Out Plan

(9)

Gambar 3.9 Denah Lantai 2

Area umum terdiri dari beberapa ruangan yang disediakan untuk kepentingan fasilitas umum seperti lobby, resepsionis dan informasi, ATM corner, sport retail, serta café dan café outdoor.

Gambar 3.10 Café Outdoor

Gambar 3.11 Café Outdoor Lantai 2 Gambar 3.12 Café Indoor

(10)

Sedangkan area semiprivate terdiri dari ruangan – ruangan yang diperuntukan sebagai fasilitas adminstrasi dan pengelola serta fasilitas servis, seperti antara lain ruang dan kantor administrasi, ruang direktur, ruang tamu, ruang arsip, ruang karyawan, pantry, ruang genset, dan ruang panel.

Pada area privat, terdapat fasilitas – fasilitas olahraga yang aksesnya hanya diperuntukan bagi para pengguna fasilitas ini saja. Para pengunjung yang memasuki fasilitas ini diarahkan secara menyebar ke setiap area – area fasilitas yang telah disediakan setelah sebelumnya diterima terlebih dahulu oleh sebuah resepsionis dan informasi serta ruang loker dan ruang shower. Fasilitas olahraga yang tersedia yaitu antara lain, di lantai dasar terdapat jogging track outdoor, kolam renang, lapangan futsal, lapangan multifungsi yang dapat dipergunakan sebagai lapangan basket, lapangan voli, lapangan bola tangan, lapangan badminton, lapangan hoki, lapangan futsal, dan berbagai kegiatan olahraga lainnya yang memungkinkan.

Gambar 3.13 Jogging Track Area

(11)

Gambar 3.14 Kolam Renang Gambar 3.15 Lapangan Multifungsi

Gambar 3.16 Lapangan Futsal

Sedangkan setelah menuju akses ke lantai dua, pengunjung akan mendapatkan fasilitas olahraga ping pong, biliar, aerobic atau senam ritmik, serta fasilitas fitness, selain tentunya juga terdapat café outdoor sebagai hiburan.

Gambar 3.17 Ruang Fitnes

Gambar

Gambar 3.1 Bird Eye View
Gambar 3.2 Bird Eye View  3.6.2. Sistem Struktur
Gambar 3.4 Denah Zoning
Gambar 3.5 Sirkulasi kendaraan roda dua
+5

Referensi

Dokumen terkait

paling sedikit jumlah yang memungkinkan dari Bumi-bumi yang mengelilingi matahari-matahari yang besar yang kita sebut sebagai bintang-bintang yang tidak kurang 300

Secara umum adsorpsi dapat diartikan sebagai peristiwa fisika pada permukaan suatu bahan, yang tergantung dari spesifikasi antara adsorben dengan zat yang diserap

Bahan ajar/LKS tersebut dikembangkan dari topik matematika berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku di Sekolah Menengah Pertama

Bilangan Biner Bilangan Oktal dan Hexadesimal Konversi Bilangan Bilangan Bertanda (Signed) Ringkasan Lisensi. Bilangan

dengan tindakan main hakim sendiri adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Desa Wilalung untuk menghakimi seseorang yang menurut mereka dianggap

Fakultas MIPA Pemanfaatan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi di Universitas Sesuai Minat Bakat Untuk Siswa SMKIT Informatika HIBAH PENGABDIAN GRUP RISET 2020 1 1

Data Mutu Air BOD ( Biochemical Oxygen De- mand ): Kadar parameter BOD yang tertinggi mulai dari tahun 2007 sampai 2011 adalah 35,63 mg/l pada bulan Oktober tahun 2009 di

Faktor koreksi yang digunakan pada model konstanta pengeringan dapat meningkatkan COD antara model dengan pengukuran untuk udara pengering dan menurunkan error