BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1. Gambaran Umum Kabupaten Grobogan
Kabupaten Grobogan merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Kabupaten Grobogan terdiri dari 19 Kecamatan dengan 280 Desa/Kelurahan, Ibukota Kabupaten Grobogan berada di Purwodadi. Kabupaten Grobogan sebelah barat berbatasan dengan Semarang dan Demak, sebelah utara berbatasan dengan Kudus, Pati, dan Blora, sebelah timur berbatasan dengan Blora dan sebelah selatan berbatasan dengan Ngawi ( Jawa Timur), Sragen, Boyolali, Semarang.
Gambar 2.1
Peta Kabupaten Grobogan
zs
Sumber : BPS Kabupaten Grobogan ( Grobogan dalam Angka Tahun 2020)
Berdasarkan peta tersebut, dapat diketahui bahwa Kabupaten Grobogan terdiri dari beberapa Kecamatan, yaitu terdiri dari 19 Kecamatan antara lain: Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Pulokulon, Keradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, Grobogan, Purwodadi, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, Tanggungharjo. Masing – masing kecamatan di Kabupaten Grobogan terdiri dari beberapa desa, dukuh Rukun Tetangga(RT), Rukun Warga (RW).
2.1.1. Kondisi Geografis Kabupaten Grobogan
Secara Geografis Kabupaten Grobogan terletak pada 1100 32’– 1110 15’ Bujur Timur dan 60 55’ – 70 16’ Lintang Selatan. Luas Kabupaten Grobogan 1,975,86 Hektar, Kabupaten Grobogan ini merupakan Kabupaten terluas nomor 2 di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap. Wilayah Kabupaten Grobogan pada dasarnya dibagi menjadi lahan pertanian sawah yang memiliki luas 66.184 Hektar, lahan sawah di Kabupaten Grobogan terdiri dari irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa, dan tadah hujan. Lahan pertanian bukan sawah seluas 99.674 Hektar. Lahan bukan sawah terdiri dari tegal dan perkebunan serta lahan bukan pertanian seluas 31.728 hektar. Lahan bukan pertanian ini adalah rumah dan pekarangan serta tanah lainnya.
Kabupaten Grobogan memiliki keadaan alam antara lain daerah rendah yang berada pada ketinggian 50 meter dari permukaan air laut yang meliputi 6 Kecamatan, yaitu : Gubug, Tegowanu, Godong, Purwodadi, Grobogan sebelah selatan & Wirosari
sebelah Selatan. Daerah Perbukitan Kabupaten Grobogan berada pada ketinggi 50 – 100 meter dari permukaan laut, daerah perbukitan ini meliputi 4 Kecamatan, yaitu : Klambu, Brati, Grobogan sebelah utara dan Wirosari sebelah utara. Sedangkan Daerah dataran tinggi Kabupaten Grobogan berada pada ketinggian 100- 500 meter dari permukaan laut, daerah dataran tinggi ini meliputi kecamatan yang berada pada sebelah selatan dari wilayah Kabupaten Grobogan. Kabupaten Grobogan sendiri merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah sebagai lumbung padi, jagung dan sentra kedelai.
2.1.2. Kondisi Demografis Kabupaten Grobogan
Tabel 2.1.
Jumlah Penduduk Menurut Kewarganegaraan di Kabupaten Grobogan tahun 2019
No (1)
Kecamatan (2)
Laki – Laki (3)
Peempuan (4)
Jumlah (5)
1. Kedungjati 19,639 20,196 39,834
2. Karangrayung 45,075 45,095 90,170
3. Penawangan 29,342 29,739 59,081
4. Toroh 52,960 54,320 107,280
5. Geyer 29,100 31,054 60,154
(1) (2) (3) (4) (5)
6. Pulokulon 50,084 51,046 101,130
7. Kradenan 37,318 38,626 75,944
8. Gabus 33,173 34,710 67,883
9. Ngaringan 33,546 33,171 66,717
10. Wirosari 42,732 43,611 86,343
11. Tawangharjo 27,431 27,447 54,878
12. Grobogan 37,492 37,882 75,374
13. Purwodadi 66,649 69,049 135,698
14. Brati 22,829 23,663 46,492
15. Klambu 17,362 17,417 34,779
16. Godong 39,566 39,571 79,137
17. Gubug 38,116 38,957 77,074
18. Tegowanu 26,709 27,151 53,860
19. Tanggungharjo 19,384 20,217 39,601
JUMLAH 668,507 682,922 1,351,429
Sumber : BPS Kabupaten Grobogan ( Grobogan dalam Angka Tahun 2020)
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan penduduk di Kabupaten Grobogan pada pertengahan tahun 2020 adalah sebanyak 1,351,429 Jiwa. Penduduk di Kabupaten Grobogan ini terdiri dari penduduk berjenis kelamin laki – laki dengan jumlah 668,507 jiwa dan berjenis kelamin perempuan berjumlah 682,922 jiwa. Kecamatan di Kabupaten Grobogan yang memiliki jumlah
penduduk terendah adalah Kecamatan Klambu yang memiliki penduduk sebanyak 34, 779. Jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Grobogan sebesar 0,56 persen.
Berdasarkan data pada tabel 2.1 dapat diperoleh rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Grobogan masih di bawah 100 yaitu sebesar 97, 89. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk wanita lebih banyak jumlah penduduk laki – laki.
Tabel 2.2.
Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Yang Bekerja Di Bidang Pertanian Tanaman Pangan Di Kabupaten Grobogan Pada Tahun 2019
No (1)
Kecamatan (2)
Jumlah (3)
1. Kedungjati 15.377
2. Karangrayung 37.629
3. Penawangan 26.153
4. Toroh 43.159
5. Geyer 34.772
6. Pulokulon 50.248
7. Kradenan 31.785
8. Gabus 32.064
9. Ngaringan 34.960
(1) (2) (3)
10. Wirosari 30.927
11. Tawangharjo 25.879
12. Grobogan 27.972
13. Purwodadi 28.171
14. Brati 16.694
15. Klambu 12.697
16. Godong 27.205
17. Gubug 20.045
18. Tegowanu 17.720
19. Tanggungharjo 17.215
JUMLAH 530.672
Sumber: BPS Kabupaten Grobogan ( Grobogan dalam Angka Tahhun 2019 ) Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan penduduk di Kabupaten Grobbogan yang bekerja di bidang pertanian pangan pada tahun 2019 adalah sebanyak 530.672 jiwa dari jumlah keseluruhan penduduk sebanyak 1,351,429 jiwa. Jumlah penduduk tersebut menunjukkan bahwa 38, 45% penduduk di Kabupaten Grobogan bermata pencaharian sebagai petani. Kecamatan yang paling banyak bekerja di pertanian tanaman pangan adalah Kecamatan Pulokulon sebanyak 50.248 jiwa, Kecamatan yang kedua adalah Kecamatan Toroh dengan jumlah 43.159 jiwa. Selain, bermata pencaharian sebagai petani masyarakat kabupaten Grobogan bekerja dibidang Industri pengolahan sebanyak 11, 27%, Kontruksi sebanyak 16,56%,
pedagang besar dan eceran sebesar 15,16 %, pertambangan dan penggalian sebanyak 0, 24%.
Tabel 2.3. Produksi Kedelai di Jawa Tengah tahun 2019
No (1)
Kabupaten/Kota (2)
Produksi Kedelai (ton) (3)
Peringkat (4)
1. Cilacap 6.526 2
2. Banyumas 1.037 18
3. Purbalingga 3.102 6
4. Banjarnegara 852 19
5. Kebumen 2.210 12
6. Purworejo 1.277 16
7. Wonosobo 40 27
8. Magelang 7 28
9. Boyolali 1.131 17
10. Klaten 3.410 5
11. Sukoharjo 1.690 13
12. Wonogiri 2.874 9
13. Karanganyar 488 20
(1) (2) (3) (4)
14. Sragen 2.772 11
15. Grobogan 13.961 1
16. Blora 2,940 8
17. Rembang 2.948 7
18. Pati 2.781 10
19. Kudus 464 21
20. Jepara 91 26
21. Demak 6.235 3
22. Semarang 124 25
23. Temanggung 0 29
24. Kendal 1.466 15
25. Batang 1.559 14
26. Pekalongan 337 23
27. Pemalang 344 22
28. Tegal 130 24
29. Brebes 3.537 4
30. Kota Magelang 0 29
31. Kota Surakarta 0 29
32. Kota Salatiga 0 29
33. Kota Semarang 0 29
(1) (2) (3) (4)
34. Kota Pekalongan 0 29
35. Kota Tegal 0 29
Jawa Tengah 64.334 609
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 2020.
Tabel 2.3. Menunjukkan bahwa Kabupaten Grobogan merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah sebagai penghasil kedelai utama yang paling besar dan menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Grobogan penyumbang bahan pangan dan membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasokan kedelai dan mengurangi impor kedelai.
Tabel 2.4
Kecamatan Yang Menanam Kedelai Di Kabupaten Grobogan Tahun 2017
No Kecamatan Kedelai 2017
Tanam (Ha) Produksi (Ton)
(1) (2) (3) (4)
1. Kedungjati 1.398 3
2. Karangrayung 435 25
3. Penawangan 77 61
4. Toroh 1.508 2.993
5. Geyer 4.845 2.297
(1) (2) (3) (4)
6. Pulokulon 7.682 26.532
7. Kradenan 2.821 5.342
8. Gabus 2.076 5.688
9. Ngaringan 3.350 4.887
10. Wirosari 316 303
11. Tawangharjo 1.775 782
12. Grobogan 640 322
13. Purwodadi 1.286 3.089
14. Brati 90 6
15. Klambu 234 6
16. Godong 44 39
17. Gubug 85 63
18. Tegowanu 115 179
19. Tanggungharjo 1.616 947
30.393 54.065
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan 2017.
Data pada Tabel 2.4 dapat dijelaskan bahwa setiap kecamatan di Kabupaten terdapat petani kedelai. Kecamatan yang memiliki produksi terbesar 26, 532 ton, produksi terbesar nomor dua pada Kecamatan Gabus yaitu sebesar 5. 688 ton. Hal ini menunjukkan bahwa petani kedelai terbanyak berada di Kecamatan Pulokulon dan Kecamatan Gabus.
2.2. Gambaran Umum Rumah Kedelai Grobogan
Rumah Kedelai Grobogan (RKG) berlokasi di Jalan Raya Purwodadi-Solo KM. 3 Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan didirikan oleh Dinas Pertanian Grobogan sebagai unit terpadu sebuah model agribisnis berbasis kedelai lokal dari hulu sampai hilir. Rumah Kedelai Grobogan berdiri pada tahun 2014, tetapi ide pencetusan Rumah Kedelai Grobogan dan mulai pembangunan sudah sejak tahun 2013. Soft launching Rumah Kedelai Grobogan pada tanggal 27 November 2015 dan peresmian oleh Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 25 Maret 2017.
Rumah Kedelai Grobogan ( RKG ) merupakan salah satu tempat sentra pengelolaan kedelai yang digunakan sebagai sarana pembelajaran sektor pertanian kedelai meliputi penyediaan benih, persiapan lahan, penanaman, perawatan, penanganan hasil panen, pengelolaan aneka produk makanan atau minuman dari bahan kedelai serta pemasarannya. Rumah kedelai adalah unit terpadu yang memberikan pelayanan informasi dan edukasi agribisnis kedelai lokal dari hulu sampai hilir berbasis one stop learning, artinya publik dapat memperoleh informasi edukasi tentang agribisnis kedelai lokal secara tuntas dalam satu tempat saja. Edukasi berbasis one stop learning lebih efisien, efektif, dan komprehensif. Pembangunan Rumah Kedelai Grobogan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi kedelai di Kabupaten Grobogan.
Kedelai Grobogan sebagai wadah pembelajaran bagi yang ingin belajar tentang kedelai dari hulu sampai hilir, termasuk pembuatan tahu dan tempe secara hygienies.
Rumah Kedelai Grobogan sering menjadi tempat kunjungan bagi para
pelajar/mahasiswa, petani, pelaku usaha, UMKM, kelompok tani untuk mengetahui dan melakukan pembelajaran mengenai agribisnis kedelai dari hulu sampai hilir.
Pelaku yang melakukan kunjungan akan dijelaskan mengenai cara pembuatan tahu dan tempe hygiena, kelebihan dari tahu dan tempe hygiena dibandingkan tahu dan tempe yang ada di pasaran yang menggunakan kedelai impor. Pengunjung biasanya juga akan ditawarkan untuk mencicipi produk tahu hygiena yang sudah matang.
2.2.1 Visi dan Misi Rumah Kedelai
Visi :
Membangun Agribisnis Kedelai yang Bermartabat
Misi :
Untuk mewujudkan visi dari Rumah Kedelai maka dirumuskan misi sebagai berikut :
1. Mendorong terwujudnya kedaulatan kedelai nasional
2. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani atau perajin kedelai lokal
3. Mengembangkan olahan berbahan baku kedelai lokal
4. Menumbuhkan perajin dan industri olahan berbasis kedelai lokal 5. Meningkatkan pendapatan petani atau perajin kedelai lokal
6. Membangun kecintaan masyarakat terhadap bahan pangan lokal dan hygiene.
2.2.2 Motto Pelayanan
Rumah Kedelai Grobogan dalam melayani masyarakat mengusung moto pelayanan sebagai berikut:
“ CAFÉ SOIBIN “
CEPAT : menyelesaikan pelayanan dengan cepat dan tepat waktu EFISIEN : pelayanan yang diberikan hemat waktu dan biaya SOPAN : melayani dengan tenang halus dan santun
IKHLAS : Melayani dengan sepenuh hati
BERMANFAAT :Pelayanan yang diberikan bermanfaat bagi konsumen INOVATIF : Informatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan.
2.2.3. Unit Pelayanan di Rumah Kedelai Grobogan
Rumah Kedelai Grobogan terdiri dari beberapa unit kegiatan, yaitu seed center, learning center, rumah tempe hygiene, rumah tahu hygiene, promotion center dan soybean resto, kebun percobaan, kantor dan rumah kemas, musholla Hamdan Kaan.
Kedudukan dari Rumah Kedelai Grobogan merupakan aset yang dimiliki oleh Dinas Pertanian Grobogan walaupun beberapa unit usahanya seperti bagian produksi
dikelola oleh pihak pengelola sendiri tetapi dalam pelaksanaannya tetap dalam pengawasan Dinas Pertanian Grobogan
1. Unit seed center di Rumah Kedelai Grobogan berperan sebagai pusat pelayanan informasi perbenihan dengan menyediakan informasi tentang teknologi dan stock benih. Pelayanan dan pembinaan penangkar benih kedelai dan jabal kedelai dengan menumbuh kembangkan 20 penangkar kedelai dan pengembangan Jalinan Benih Antar Lapangan (Jabal). Pelayanan uji kualitas kedelai curah dengan melakukan uji kualitas terhadap kedelai curah yang dijual di kios yang biasa digunakan petani sebagai benih. Uji kualitas tersebut meliputi kadar air, daya tumbuh dan CVL (Campuran Varietas Lain).
Pelayanan sistem stockis benih kedelai dengan penerapan penyimpanan benih kedap udara di gudang benih untuk menjamin penyediaan benih bagi yang membutuhkan. Pelayanan kebutuhan benih kedelai yaitu menyediakan kebutuhan benih kedelai khususnya kelas benih dasar (foundation seed / FS) dan benih pokok (stock seed / SS)
Gambar 2.2. Seed Center
2. Rumah Tempe Hygiena memproduksi tempe secara hygienies dari kedelai non transgenik, bukan kedelai GMO ( Genetically Modified Organism ) atau hasil rekayasa genetik, melainkan berbahan baku kedelai lokal. Proses pembuatan tempe tersebut telah menggunakan alat – alat yang telah modern
Gambar 2.3. Rumah Tempe Hygiena
3. Rumah Tahu Hygiena memproduksi tahu secara higienies berbahan baku kedelai lokal dari kedelai non transgenik.
Gambar 2.4. Rumah Tahu Hygiena
4. Kantor dan Ruang Kemas digunakan untuk menangani masalah penyediaan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan di Rumah Kedelai Grobogan dan digunakan untuk mengemas produk olahan kedelai seperti egg roll kedelai, keripik tempe, pie susu kedelai, stick tempe, tepung kedelai, serta pengemasan tempe daun.
Gambar 2.5 Kantor dan Ruang Kemas
5. Unit Learning Center digunakan untuk pusat pembelajaran kedelai mulai dari budidaya, pasca panen sampai dengan pengolahan kedelai. Kegiatan pembelajaran dikemas dalam kurikulum dengan porsi sebagian besar praktik (75%) dan teori (25%). Pelatihan tersebut didampingi oleh tenaga pelatih terdidik seperti praktisi, produsen benih, pelaku usaha olahan kedelai yang berkompeten di bidangnya. Sasaran Unit Learning Center Rumah Kedelai Grobogan adalah petani, kelompok tani, kelompok usaha, dinas/instansi, lembaga lainnya, pelajar/mahasiswa dan praktisi agribisnis
Gambar 2.6. Learning Center dan Kebun Percobaan
6. Unit Soybean Resto dan garden yang masih dalam ruang lingkup Rumah Kedelai Grobogan menyediakan berbagai aneka macam makanan dan minuman olahan berbahan dasar kedelai seperti Tofu Aromatic Spicy, tahu goreng, tofu saus tiram, baso tempe, nugget tempe, susu kedelai dan aneka minuman soya.
Unit Promotion Center digunakan untuk mempromosikan produk petani, kelompok tani, pengrajin, UMKM yang berbahan dasar kedelai lokal maupun produk khas dari Grobogan seperti batik corak Grobogan, tepung kedelai, susu kedelai, tempe sagu, keripik dan stik tempe, tempe chips dan stik kedelai, brownis kukus dan panggang kedelai lokal, egg roll dari tepung kedelai, pie susu kedelai.Unit Kebun Percobaan digunakan untuk melakukan penanaman
kedelai lokal. Kantor UPT/BPP digunakan untuk Balai Penyuluhan Pertanian sebagai pusat Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Toroh.
2.6. Soybean Resto
2.2.4. Struktur Organisasi
Dalam menjalankan kegiatannya Rumah Kedelai Grobogan (RKG) harus memiliki struktur organisasi. Struktur organisasi di Rumah Kedelai Grobogan dibuat untuk memudahkan koordinasi di setiap bidang dan memudahkan pelaksanaan kegiatan dan tangung jawab masing-masing sesuai tugas di bidangnya masing-masing di Rumah Kedelai Grobogan. Struktur Organisasi di Rumah Kedelai Grobogan dapat dilihat pada ilustrasi di bawah ini:
PENANGGUNG JAWAB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan
PENANGGUNG JAWAB HARIAN Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan
TIM TEKNIS
KOORDINATOR Nur Widiastuti, Ssi, MSi
ANGGOTA 1. Djono, SP., MA
2. Christina Setyaningsih, SP.MP 3. Dian Yuniawati, SP. MEng.
4. Probo Windastuti, SE 5. Sutomo
6. Suranto, S.ST.
7. Kasmuji, SP.
MANAGEMEN RKG
PENGAWAS 1. Any Wiji Lestari 2. Emi Suprihatini, S.P.
3. Jasmin
MANAGER Rarastianevi Annisa, S.Pt. PENANGGUNG JAWAB INSTANSI
i. Rumah Tempe Hygiena Pujiono
j. Rumah Tahu Hygiena Edi Suharyanto
k. Resto dan Promotion Center
Susi Uzlifatul Jannah
l. Seed Center Ginting Ardian Ladigo m. Leaning Center
P4S Green Soybean Center
n. Pemasaran
3. Wira Yudha Watu P.
4. Bakoh Yulianto
o. Keamanan & Parkir Darto Tempu
p. Kebersihan Lasmo PPP
Uraian penjelasan struktur organisasi Ilustrasi 1. adalah Kepala Dinas Pertanian sebagai penanggungjawab penuh atas Rumah Kedelai Grobogan, dan penanggungjawab harian adalah Sekretaris Dinas Pertanian, bagian Koordinasi ada untuk koordinasi antara pengelola Rumah Kedelai Grobogan dengan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Pengawas memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dilakukan Rumah Kedelai di Rumah Kedelai Grobogan, di bawah Pengawas dan Manajer terdapat Karyawan Rumah Tempe Hygiena, Rumah Tahu Hygiena, Learning Center, Seed Center, divisi Pemasaran untuk memasarkan produk tahu dan tempe hygiena, divisi Administrasi dan Keuangan untuk melakukan administrasi dan pencatatan keuangan di Rumah Kedelai Grobogan, divisi Quality Control untuk memeriksa secara detail kedelai dan produk tahu dan tempe hygiena serta aneka olahan dari bahan baku kedelai. Ada karyawan resto yang bertugas di soybean resto, promotion center untuk kegiatan promosi UMKM Grobogan dan ada divisi keamanan untuk memastikan keamanan di RKG dan divisi kebersihan untuk menjamin kebersihan lingkungan RKG.