• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB NOMOR : W12-U35/ 3 ^ /SK/KP.01.2/1/2022

TENTANG

TIM ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA SERTA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PADA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

Menimbang

Mengingat

1. bahwa dalam rangka membangun Aparatur Sipil Negara yang professional dan produktif di lingkungan Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB perlu adanya analisis jabatan, analisis beban kerja, dan pengembangan kompetensi yang sistematis untuk merumuskan informasi jabatan dan pengembangan kompetensi yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi;

2. bahwa pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja dimaksud untuk menempatkan seseorang pada tempat yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki;

3. bahwa dalam rangka pengembangan kompetensi pegawai dimaksud untuk menyusun pengembangan kompetensi dalam rangka meningkatkan kompetensi Hakim dan Pegawai;

4. bahwa nama-nama yang tercantum dalam daftar lampiran surat keputusan ini dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugas sebagai Tim Analisis Jabatan dan Beban Kerja serta Pengembangan Kompetensi pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB.

1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung.

3. Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

(2)

Menetapkan

KESATU

KEDUA

4. Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum.

5. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Rl Nomor:143/KMA/SKA/lll/2007 tentang Memberlakukan Buku I tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Bidang Pola Kelembagaan Peradilan, Administrasi Kepegawaian Peradilan, Administrasi Perencanaan, Administrasi Tata Persuratan, Tata Kearsipan dan Administrasi Keprotokolan, Kehumasan dan Keamanan, Administrasi Perbendaharaan, Prototype Gedung Pengadilan dan Rumah Dinas Dan Pola Klasifikasi Surat Mahkamah Agung Rl.

6. Peraturan Mahkamah Agung Rl Nomor 7 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan.

7. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analiisis Jabatan.

8. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19, tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil.

M E M U T U S K A N

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB TENTANG TIM ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA SERTA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PADA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB.

Mengangkat nama-nama yang sebagaimana tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai Tim Analisis Jabatan dan Beban Kerja serta Pengembangan Kompetensi pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB yang nama-namanya;

Tim Analisis Jabatan dan Beban Kerja serta Pengembangan Kompetensi pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data, informasi jabatan, memverifikasi

data, d an m e n e ta p ka n hasil a n a lisis ja b a ta n da n a n a lisis

beban kerja.

2. Mengumpulkan data rencana pengembangan kompetensi bagi Hakim dan Pegawai serta menyusun Training Need Analysis.

(3)

KETIGA

KEEMPAT

Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Mungkid Nomor W12-U35/2290 /KP.07.01/08/2021 tanggal 24 Agustus 2021, tentang Tim Analisis Jabatan dan Beban Kerja serta Pengembangan Kompetensi Pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB;

Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan seperlunya.

Ditetapkan di ; MUNGKID Pada Tanggal : 18 Januari 2022

KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID,

(4)

LAMPIRAN KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB NOMOR W12-1135/ /SK/KP.02.01/1/2022

TENTANG

TIM ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA SERTA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

TANGGAL 18 JANUARI 2022

NO. NAMA / NIP PANGKAT/

GOL. RUANG

J A B A T A N KET.

DALAM DINAS

DALAM TIM

1 2 3 4 5 6

1. SAHAT SAUR PARULIAN BANJARNAHOR, S.H., M.H.

NIP. 19750404 200003 1 003

Pembina Tk. I ( I V / b )

Wakil Ketua Ketua Tim -

2. FAKHRUDIN SAID NGAJI, S.H., M.H.

NIP. 19811109 200704 1 001

Penata Tk. I ( l l l / d )

Hakim Anggota

Tim

-

3. SIGIT INDRIYATNO, S.H., M.H NIP. 19740415 199403 1 001

Pembina ( I V / a )

Panitera Anggota Tim

-

4. PUJI SETIAWAN, S.H., M.H.

NIP. 19710906 199303 1 004

Penata Tk. I ( IV/a)

Sekretaris Anggota Tim

-

5. DION HENA YUDIANTO, S.E.

NIP. 19800311 200912 1 005

Penata ( l l l/ c)

Kepala Sub Bagian Kepegawaian, Organisasi, dan

Tata Laksana

Sekretaris Tim

Ditetapkan di Pada Tanggal

: MUNGKID : 18 Januari 2022 KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID,

IMAH

(5)

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB NOMOR : W12-U35/2290 /KP.01.2/8/2021

TENTANG

TIM ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA SERTA PENGEMBANGAN KOMPETENSI PADA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

Menimbang : 1. bahwa dalam rangka membangun Aparatur Sipil Negara yang professional dan produktif di lingkungan Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB perlu adanya analisis jabatan dan analisis beban kerja yang sistematis untuk merumuskan informasi jabatan yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi;

2. bahwa pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja dimaksud untuk menempatkan seseorang pada tempat yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki;

3. bahwa dalam rangka mewujudkan keberhasilan dalam pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b diatas, dipandang perluuntuk membentuk Tim Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB;

4. bahwa nama-nama yang tercantum dalam daftar lampiran surat keputusan ini dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugas sebagai Tim Pelaksana Penyusunan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 terakhir dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung;

3. Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009 tentang KekuasaanKehakiman;

4. Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atasUndang-Undang Nomor 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum ;

5. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor:143/KMA/SK/VIII/2007 tentang Memberlakukan Buku I tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Bidang Pola Kelembagaan Peradilan, Administrasi Kepegawaian Peradilan,

(6)

Administrasi Perencanaan, Administrasi Tata Persuratan, Tata Kearsipan dan Administrasi Keprotokolan, Kehumasan dan Keamanan, Administrasi Perbendaharaan, Prototype Gedung Pengadilan dan Rumah Dinas Dan Pola Klasifikasi Surat Mahkamah Agung RI;

6. Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 7 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan;

7. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analiisis Jabatan;

8. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19, tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyusunan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil.

M E M U T U S K A N

Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB TENTANG TIM ANALISIS JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA PADA PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB;

KESATU : Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Mungkid Nomor : W12-U35/355 /KP.07.01/3/2021 tanggal 05 Februari 2021, tentang Tim Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB;

KEDUA : Membentuk Tim Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB yang nama- namanya tercantum sebagaimana tersebut dalam daftar lampiran keputusan ini;

KETIGA : Tim Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Pada Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data;

2. Menyusun informasi jabatan;

3. Memverifikasi data;

4. Menetapkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja;

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan seperlunya.

(7)

PENGADILAN NEGERI MUNGKID KELAS IB

LAMPIRAN

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI MUNGKID

NOMOR : W12-U35/2290 /KP.07.01/8/2021

TENTANG : TIM ANALISIS JABATAN DAN ANALISIS BEBAN KERJA PADA PENGADILAN NEGERI MUNGKID

N O

NAMA/NIP PANGKAT/

GOLONGAN

JABATAN JABATAN DALAM TIM

1 2 3 4

1. SAHAT S.P. BANJARNAHOR, S.H., M.H

NIP. 19750404 200003 1 003

Pembina Tk.l / IVb Wakil Ketua Ketua

2. DION HENA YUDIANTO, S.E.

NIP. 19800311 200912 1 005

Penata / III/c Ka. Subbagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata

laksana

Sekretaris

4. ALDARADA PUTRA, S.H.

NIP. 19810609 200805 1 001

Penata Tk. I / III/d Hakim Anggota 5. SUTANTO, S.H., M.H.

NIP. 19730131 199203 1 002

Pembina / IV/a Panitera Anggota 6. M. ERVAN RULIDARTONO, S.H.

NIP. 19700215 198903 1 002

Penata Tk. I / IV/a Sekretaris Anggota

(8)

ANALISIS

KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (TRAINING NEEDS ANALYSIS)

PENGADILAN NEGERI MUNGKID

PERIODE :

2021

(9)

i DAFTAR ISI

DAFTAR ISI i

BAB I. PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang B. Tujuan dan manfaat C. Ruang Lingkup D. Dasar Hukum

1 2 2 2

BAB II. TAHAP PERSIAPAN 4

A. Susunan Tim Pengarah dan Tim Pelaksana B. Tugas Tim Pengarah dan Tim Pelaksana

C. Rencana Pelaksanaan Analisa Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan

D. Teknik Pengumpulan Data

E. Metode Pengolahan, Analisis dan Interpretasi Data Training Needs Analysis

4 5

5 6

7

BAB III.

BAB IV.

TAHAP PELAKSANAAN

A. Penyusunan Profil Kompetensi Jabatan

B. Pemetaan Kompetensi Pengelolaan Kepegawaian C. Penentuan Kebutuhan Diklat Teknis

TAHAP EVALUASI

8 8 31 37

57

(10)

Analisis Kebutuhan Diklat Teknis Manajemen PNS | 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu kewajiban dan tugas pokok suatu organisasi adalah melaksanakan pengembangan pegawai. Pengembangan pegawai ditujukan untuk meningkatkan kompetensi agar diperoleh kinerja yang optimal. Ada beberapa cara pengembangan pegawai, satu diantaranya adalah rnelalui pendidikan dan pelatihan.

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seorang pegawai. Diklat mernbantu pegawai dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya, guna meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalarn usaha mencapai tujuannya.

Pada saat ini masih terjadi kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas dalam suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pengelola kepegawaian. Diklat merupakan salah satu solusi untuk menutup kesenjangan kompetensi yang terjadi. Untuk mengetahui kebutuhan jenis diklat yang diperlukan bagi setiap pegawai, perlu dilakukan Analisis Kebutuhan Diklat.

Analisis Kebutuhan Diklat merupakan bagian awal dari perencanaan program diklat yang diperlukan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pengelola kepegawaian dalam melaksanakan tugas jabatannya.

Diklat Teknis Manajemen Pegawai Negeri Sipil berisi kurikulum diklat yang menitikberatkan pada kemampuan penguasaan dasar-dasar atau prinsip- prinsip implementasi dan pengembangan manajemen Pegawai Negeri Sipil mulai dari perencanaan sampai dengan pemberhentian dan pensiun sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan pedoman manajemen Pegawai Negeri Sipil.

(11)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 2 Dalam kenyataannya, pada penyelenggaraan manajemen Pegawai Negeri Sipil masih terjadi kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan dengan kompetensi yang dimiliki oleh pengelola kepegawaian, sehingga diperlukan adanya Analisis Kebutuhan Diklat Teknis Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

B. Tujuan dan manfaat

1. Tujuan Analisis Kebutuhan Diklat adalah sebagai dasar penyusunan program Diklat Teknis dan memenuhi kebutuhan kompetensi PNS yang menangani kepegawaian.

2. Manfaat Analisis Kebutuhan Diklat agar program Diklat Teknis yang dihasilkan sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi dan kebutuhan kompetensi pengelola kepegawaian

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pelaksanaan Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Teknis ini meliputi:

1. Penyusunan profil kompetensi jabatan.

2. Pemetaan kompetensi pengelola kepegawaian.

3. Penentuan kebutuhan Diklat Teknis.

D. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung;

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;

4. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Agung Republik

(12)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 3 Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Peradilan;

5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/15/M/PAN/7/2008 tentang Pedoman Reformasi Birokrasi.

6. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Teknis Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

7. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor:

193/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Umum Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.

(13)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 4 BAB II

TAHAP PERSIAPAN

Sebelum melaksanakan penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis sesuai dengan tahapan yang ditentukan, terlebih dahulu harus dilakukan pembentukan Tim Pengarah dan Tim Pelaksana penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis, penguraian tugas Tim Pengarah dan Tim Pelaksana, penyusunan rencana pelaksanaan analisa kebutuhan pendidikan dan pelatihan, menentukan teknik pengumpulan data dan metode pengolahan, analisis dan interpretasi data Training Needs Analysis.

Di Pengadilan Negeri Mungkid, Tim Pengarah dan Tim Pelaksana dibentuk dalam satu tim. Hal ini dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja organisasi serta dalam rangka simplifikasi birokrasi. Tim Pengarah dan Pelaksana sendiri merupakan Tim dari Area III Zona Integritas Pengadilan Negeri Mungkid Kelas IB.

A. Susunan Tim Pengarah dan Pelaksana terdiri atas:

1. Ketua Tim :

Nama :ALDARADA PUTRA, S.H.

NIP : 19810609 200805 1 001 2. Anggota :

a. Nama : DION HENA YUDIANTO, S.E.

NIP : 198003112009121005

b. Nama : RIOVA UWLY MUHAMADIAN, A.Md NIP : 19900211 201503 2 002

c. Nama : CATUR CAHYONO NIP : -

B. Tugas Tim Pengarah dan Tim Pelaksana, antara lain:

1. memberikan pengarahan terhadap penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis; dan

(14)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 5 2. memberikan saran dan masukan dalam menyelesaikan penyusunan

analisis kebutuhan diklat teknis.

3. membuat rencana penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis;

4. mendapatkan data dan informasi yang terkait dengan penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis;

5. melakukan wawancara dengan para pengelola kepegawaian dalam rangka menyusun profil kompetensi jabatan dan memetakan kompetensi pegawai;

6. menyelenggarakan diskusi, seminar, atau lokakarya; dan

7. menyampaikan hasil penyusunan analisis kebutuhan diklat teknis kepada Pejabat Pembina Kepegawaian instansi yang bersangkutan.

C. Rencana Pelaksanaan Analisa Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan

Berikut adalah rencana pelaksanaan kegiatan Analisa Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan:

No. Pelaksanaan Keterangan 1 Kuesioner Training

Needs Asessment

Terdapat empat macam kuesioner yakni : 1. Kuesioner untuk Hakim.

2. Kuesioner untuk Panitera Pengganti.

3. Kuesioner untuk Jurusita

4. Kuesioner untuk Petugas Pelayanan PTSP dan Meja Informasi.

2 Sasaran calon peserta Training Needs

Analysis

Seluruh Hakim dan Pegawai Pengadilan Negeri Mungkid serta Petugas Pelayanan PTSP dan meja informasi.

3 Petugas yang akan memfasilitasi kegiatan Training Needs

Analysis

Subbagian Kepegawaian.

4 Periode Penilaian Maret 2021 5 Waktu pengisian

instrumen

Hari dan tanggal : Rabu, 31 Maret 2021 Waktu : 08.00 - 12.00 WIB

(15)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 6 6 Tempat pengisian

instrumen

Pengadilan Negeri Mungkid (masing- masing ruangan calon peserta)

7 Tata cara Pengisian Instrumen

1. Instrumen dibagikan kepada setiap calon peserta.

2. Instrumen diisi dengan memberikan tanda check list (√) atau dilingkari pada kolom penilaian yang telah disediakan.

3. Pengisian instrumen dilakukan secara seksama dan jujur berdasarkan keadaan kepribadian dan kompetensi yang calon peserta miliki dengan memperhatikan substansi pertanyaan yang dimuat dalam kolom pertanyaan.

D. Teknik Pengumpulan Data

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa pengisian instrument dilakukan dengan cara memberikan tanda cek/check list (v) pada kolom tingkat penguasaan materi (%) masing-masing subkompetensi oleh peserta dan langkah-langkah pengumpulan data dalam laporan Training Needs Analysis adalah sebagai berikut:

1. Mensosialisasikan kepada semua peserta mengenai tujuan dan mengapa Training Needs Analysis diperlukan.

2. Membagikan lembar instrumen Kuesioner Training Needs Asessment kepada masing-masing peserta Training Needs Analysis.

3. Pengisian instrumen Kuesioner Training Needs Assessment oleh masing-masing peserta secara jujur dan obyektif.

4. Melakukan review terhadap pengisian instrumen peserta Training Needs Analysis .

5. Melakukan survei terhadap beberapa sampel hasil pengisian instrumen Kuesioner Training Needs Asessment untuk memastikan bahwa semua peserta mempunyai pemahaman yang sama terhadap tingkat penguasaan materi kompetensi.

(16)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 7 6. Mengumpulkan semua instrumen Kuesioner Training Needs

Asessment.

E. Metode Pengolahan, Analisis dan Interpretasi Data Training Needs Analysis Pengolahan, analisis dan interpretasi data Training Needs Analysis dilakukan dengan merekapitulasi penilaian (assessment) terhadap semua data hasil kuesioner Training Needs Asessment yang telah diisi oleh masing-masing peserta.

Setelah direkapitulasi maka dilakukan klasifikasi nilai setiap sub kompetensi berdasarkan kompetensi jabatan fungsional dan pelayanan PTSP serta meja informasi dengan interpretasi katagori data sebagai berikut:

No Kategori Kompetensi

% Rata-Rata Penguasaan Peserta

1 Tidak Kompeten 0 – 40

2 Kurang Kompeten 41 – 79

3 Kompeten 80 – 100

(17)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 8 BAB III

TAHAP PELAKSANAAN

A. Penyusunan Profil Kompetensi Jabatan

Penyusunan profil kompetensi jabatan sebagai suatu metode dalam merumuskan kompetensi yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan untuk memastikan keberhasilan tugas-tugas pekerjaan yang dilakukan oleh setiap posisi jabatan yang berisi tugas-tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang spesifik dengan menggunakan pendekatan analisis tugas.

Objek analisis dalam laporan Training Need Analisis Pengadilan Negeri Mungkid didasarkan pada analisis jabatan yang telah dilaksanakan sebelumnya dan difokuskan pada jabatan-jabatan yang mendukung core business dari pengadilan itu sendiri yakni penyelesaian perkara dan pelayanan di bidang publik yakni jabatan fungsional dan pelayanan PTSP serta meja informasi di pengadilan negeri yakni :

1. Jabatan Hakim;

2. Jabatan Struktural;

3. Jabatan Fungsional Teknis;

4. Jabatan Fungsional Umum;

5. Petugas Pelayanan PTSP dan meja informasi;

Dengan menganalisa hasil dari analisa jabatan dan Profil Kompetensi Jabatan di Pengadilan Negeri maka diperoleh informasi mengenai fungsi, tugas pokok, rincian tugas, rincian kegiatan dan elemen kegiatan yang selanjutnya dijabarkan menjadi 4 (empat) unsur kompetensi yakni sebagai berikut :

1. Jabatan Hakim.

Nama Jabatan Hakim Kode Jabatan -

(18)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 9 Ikhtisar Jabatan Berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikan

perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama dan melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan yang ditugaskan kepadanya.

Uraian Tugas - Menerima, memeriksa dan mengadili perkara pidana dan perdata.

- Membantu Ketua melaksanakan pengawasan bidang serta tugas khusus lainnya.

Tanggung jawab - Kelancaran pelaksanaan tupoksi - Putusan

- Pertimbangan hukum atas perkara yang ditangani - Perpanjangan penahanan bagi perkara pidana yang

masa penahanannya habis

Wewenang - Menerima, memeriksa dan mengadili perkara.

- Pengawasan terhadap bidang dan pengadilan tingkat pertama

Syarat Jabatan a. Pangkat/ Gol. Ruang : mulai dari Penata Muda (III/a)

b. Pendidikan: minimal Sarjana Hukum (S-1) c. Kursus/ diklat

1) Penjenjangan : Mengikuti Fit and Proper Test 2) Teknis : Mengikuti diklat Hakim dan

diklat Teknis lainnya.

d. Pengalaman kerja : - e. Pengetahuan kerja :

- Pengetahuan Kode Etik Hakim

- Pengetahuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Perdata

- Pengetahuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara

- Pengetahuan Administrasi Perkara f. Keterampilan kerja :

(19)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 10 - Menguasai TI

- Sebagai Mediator

Berdasarkan hasil informasi analisa jabatan diatas dan dikaitkan dengan Profil Kompetensi Jabatan di Pengadilan Negeri maka dapat diketahui jabatan hakim memiliki kompetensi sebagai berikut :

No Kompetensi Keterangan

1 Dalam tindakan selalu mengacu kepada prinsip dasar, nilai-nilai dan peraturan yang ada

Kompetensi Inti 2 Mampu menjaga independensinya untuk mengambil

keputusan dan bertindak berdasarkan keyakinan dan kebenaran meski dalam situasi yang sulit dan penuh dengan tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan 3 Senantiasa berupaya untuk menekuni dan meningkatkan serta mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan kualitas pribadi untukdapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dan kewenangannya;

4 Menunjukan dedikasi yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya dibandingkan dengan kepentingan pribadi;

5 Menjaga sikap dan prilaku sebagaimana etika organisasi

6 kemampuan menyusun prioritas dalam menghadapi beban perkara sesuai dengan jenis perkara dan batasan jangka waktu;

Kompetensi Jabatan

Teknis 7 Kemampuan menerapkan hukum acara dalam

persidangan;

8 Kemampuan menggunakan berbagai alternatif cara penyelesaian sengketa dalam mediasi dan penyelesaian sengketa di pengadilan;

(20)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 11 9 Kemampuan mengendalikan sidang, termasuk

kemampuan untuk memimpin, menjaga kelancaran sidang dan melakukan komunikasi kepada para pihak;

10 Kemampuan membuat prioritas dan mengelola waktu yang tersedia.

11 Kemampuan untuk dapat mengenali kecenderungan yang terjadi dalam masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya guna mengantisipasi munculnya masalah serta menyusun rencana penanganannya

Kompetensi Jabatan Nonteknis 12 Menyusun sasaran kinerja baik individu maupun tim

secara rinci dan terukur berikut dengan batasan waktu;

13 Menjaga keteraturan kerja untuk mencapai kualitas yang diharapkan dan Memeriksa ulang setiap pekerjaan diri sendiri untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan;

14 Menerapkan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas hasil kerja;

15 Menjaga semangat kerja meski terjadi berbagai situasi yang menekan, hambatan, penolakan maupun kekecewaan dalam bekerja;

16 Bekerja sesuai kebijakan, peraturan, proses dan prosedur yang berlaku;

17 Melakukan pilihan yang berdampak positif dalam menangani stress.

18 Bersertifikasi Hakim Anak;

Kompetensi Tambahan 19 Bersertifikasi Mediator;

20 Memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP);

21 Mampu menggunakan Komputer dan Teknologi Informasi.

2. Jabatan Fungsional Panitera/Panitera Pengganti

(21)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 12 Nama Jabatan Panitera/ Panitera Pengganti

Kode Jabatan -

Ikhtisar Jabatan Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan.

Uraian Tugas o Melaksanakan persiapan penyelenggaraan persidangan.

o Melaksanakan pencatatan proses persidangan.

o Melaksanakan penyusunan berita acara persidangan.

o Melaksanakan pernyataan berkas perkara secara kronologis/berurutan.

o Melaksanakan penyimpanan berkas perkara sampai dengan perkara diputus dan diminutasi.

o Menginput data persidangan ke Aplikasi SIPP / Case Tracking System (CTS)

o Melaksanakan penyampaian berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda sesuai dengan jenis perkara, untuk diteruskan kepada Panitera Muda Hukum.

o Tugas – tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan.

Tanggung jawab - Berita acara persidangan - Minutasi

Wewenang - Membuat dan menandatangani berita acara persidangan.

- Melaksanakan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) / Case Tracking System (CTS)

Syarat Jabatan a. Pangkat / Gol. Ruang: mulai dari Penata Muda (III/a) b. Pendidikan : minimal Sarjana Hukum (S-1) c. Kursus/ Diklat

1) Penjenjangan : -

(22)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 13 2) Teknis : Bimbingan Teknis bidang Kepaniteraan

d. Pengalaman Kerja : Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai Pegawai Negeri pada Pengadilan Negeri.

e. Pengetahuan Kerja :

- Pengetahuan Kitab Undang – Undang Pidana dan Perdata

- Pengetahuan Kitab Undang – Undang Hukum Acara

- Pengetahuan Administrasi perkara f. Keterampilan Kerja : Menguasai TI.

Berdasarkan hasil informasi analisa jabatan diatas dan dikaitkan dengan Profil Kompetensi Jabatan di Pengadilan Negeri maka dapat diketahui Jabatan Panitera Pengganti memiliki kompetensi sebagai berikut :

No Kompetensi Keterangan

1 Dalam tindakan selalu mengacu kepada prinsip dasar, nilai-nilai dan peraturan yang ada

Kompetensi Inti 2 Mampu bertindak mandiri, tidak mengusung

kepentingan pihak-pihak tertentu;

3 Menunjukan dedikasi yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya dibandingkan dengan kepentingan pribadi;

4 kemampuan menyusun prioritas dalam menghadapi beban perkara sesuai dengan jenis perkara dan batasan jangka waktu;

Kompetensi Jabatan

Teknis 5 Kemampuan mencatat dan menyusun laporan proses

persidangan sesuai format dan ketentuan yang berlaku 6 Kemampuan mengelola beban kerja serta faktor teknis

dan nonteknis yang mempengaruhi untuk memastikan kelancaran proses persidangan;

(23)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 14 7 Kemampuan melaksanakan proses minutasi putusan

secara efektif

8 Berbagai informasi bersama anggota tim

Kompetensi Jabatan Nonteknis 9 Memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan

bersama dan Menunjukan komitmen untuk terus berkontribusi dalam keberhasilan tim

10 Menyusun sasaran kinerja baik individu maupun tim secara rinci dan terukur berikut dengan batasan waktu;

11 Menjaga keteraturan kerja untuk mencapai kualitas yang diharapkan

12 Memeriksa ulang setiap pekerjaan diri sendiri untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan;

13 Menjaga konsentrasi dan fokus dalam bekerja

14 Menjaga stabilitas emosi dan ketenangan dalam menghadapi berbagai masalah pekerjaan dan lingkungan kerja;

15 Menjaga semangat kerja meski terjadi berbagai situasi yang menekan, hambatan, penolakan maupun kekecewaan dalam bekerja;

16 Merespon setiap kesulitan sebagai tantangan yang harus ditangani dan tetap bersikap positif.

17 Bekerja sesuai kebijakan, peraturan, proses dan prosedur yang berlaku;

18 Melakukan pilihan yang berdampak positif dalam menangani stress.

19 Memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP); Kompetensi Tambahan 20 Mampu menggunakan Komputer dan Teknologi

Informasi.

(24)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 15 3. Jabatan Fungsional Jurusita;

Nama Jabatan Jurusita dan Jurusita Pengganti Kode Jabatan -

Ikhtisar Jabatan Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan dan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Uraian Tugas a. Melaksanakan panggilan kepada para pihak.

b. Melaksanakan pemberitahuan sita dan eksekusi pada para pihak.

c. Melaksanakan persiapan sita dan eksekusi.

d. Melaksanakan sita dan eksekusi dan penyusunan berita acara.

e. Melaksanakan penyerahan berita acara sita dan eksekusi pada para pihak terkait..

Tanggung jawab - Keakuratan data Relas Panggilan/Pemberitahuan.

- Jangka waktu Panggilan/Pemberitahuan sesuai dengan Peraturan.

- Melaksanakan tugas sesuai dengan amar putusan/penetapan.

Wewenang - Melaksanakan Panggilan/Pemberitahuan kepada para pihak (dalam perkara perdata) kepada terdakwa dan Penuntut Umum (dalam perkara pidana).

- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Syarat Jabatan a. Pangkat / Gol. Ruang: mulai dari Pengatur (II/a) b. Pendidikan : minimal SMA (sederajat) c. Kursus/ Diklat

1) Teknis : Bimbingan Teknis

Kejurusitaan

(25)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 16 d. Pengalaman Kerja :

Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai Jurusita Pengganti

e. Pengetahuan Kerja :

Pengetahuan Administrasi perkara f. Keterampilan Kerja :

- Dibidang TI

- Relaas Pemanggilan/Pemberitahuan

Berdasarkan hasil informasi analisa jabatan diatas dan dikaitkan dengan Profil Kompetensi Jabatan di Pengadilan Negeri maka dapat diketahui Jabatan Fungsional Jurusita dan Jurusita Pengganti memiliki kompetensi sebagai berikut :

No Kompetensi Keterangan

1 Dalam tindakan selalu mengacu kepada prinsip dasar, nilai-nilai dan peraturan yang ada

Kompetensi Inti

2 Menghindari dari potensi konflik kepentingan

3 Mampu bertindak mandiri, tidak mengusung kepentingan pihak-pihak tertentu;

4 Menunjukan dedikasi yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya dibandingkan dengan kepentingan pribadi;

5 kemampuan menyusun prioritas dalam menghadapi beban perkara sesuai dengan jenis perkara dan batasan

jangka waktu; Kompetensi

Jabatan Teknis 6 kemampuan dalam mengidentifikasi faktor teknis

maupun nonteknis yang berdampak terhadap proses penyelesaian perkara dan melakukan pengaturan secara aktif melalui koordinasi dan pemantauan

(26)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 17 7 Kemampuan mengelola beban kerja serta faktor teknis

dan nonteknis yang mempengaruhi untuk memastikan kelancaran proses persidangan;

8 Kemampuan membuat prioritas dan mengelola waktu yang tersedia.

9 Mengantisipasi permasalahan yang mungkin muncul dan telah mengembangkan alternatif cara mengatasinya;

Kompetensi Jabatan Nonteknis 10 Mengantisipasi reaksi individu dan masyarakat, serta

menyusun rencana penaganannya 11 Berbagi informasi bersama anggota tim

12 Memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan bersama dan Menunjukan komitmen untuk terus berkontribusi dalam keberhasilan tim

13 Menyusun sasaran kinerja baik individu maupun tim secara rinci dan terukur berikut dengan batasan waktu;

14 Menjaga keteraturan kerja untuk mencapai kualitas yang diharapkan

15 Memeriksa ulang setiap pekerjaan diri sendiri untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan;

16 Menjaga konsentrasi dan fokus dalam bekerja

17 Menjaga stabilitas emosi dan ketenangan dalam menghadapi berbagai masalah pekerjaan dan lingkungan kerja;

18 Menjaga semangat kerja meski terjadi berbagai situasi yang menekan, hambatan, penolakan maupun kekecewaan dalam bekerja;

19 Merespon setiap kesulitan sebagai tantangan yang harus ditangani dan tetap bersikap positif.

20 Bekerja sesuai kebijakan, peraturan, proses dan prosedur yang berlaku;

(27)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 18 21 Melakukan pilihan yang berdampak positif dalam

menangani stress.

22 Memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP);

Kompetensi Tambahan 23 Mampu menggunakan Komputer dan Teknologi

Informasi.

4. Petugas Pelayanan PTSP dan Meja Informasi Kualifikasi Petugas

Pelayanan PTSP

a. Memahami Standar Layanan Pengadilan, prosedur administrasi maupun prosedur beracara di pengadilan untuk setiap jenis perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri.

b. Memahami profil pengadilan seperti struktur organisasi dan persidangan, peraturan, keputusan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.

c. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer.

d. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bersikap sopan dan ramah, serta berpenampilan rapi.

Berdasarkan Profil Kompetensi Jabatan di Pengadilan Negeri dan dikaitkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 77/DJU/SK/HM02.3/2/2018Tentang Pedoman Standar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pada Pengadilan Tinggi Dan Pengadilan Negeri maka dapat diketahui petugas pelayanan PTSP dan Meja Informasi memiliki tugas dan tanggungjawab serta kompetensi sebagai berikut:

(28)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 19

No Kompetensi Keterangan

1 Dalam tindakan selalu mengacu kepada prinsip dasar, nilai-nilai dan peraturan yang ada

Kompetensi Inti 2 Menghindari dari potensi konflik kepentingan

3 Menunjukan dedikasi yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan penyelesaian tugas dan tanggungjawabnya dibandingkan dengan kepentingan pribadi;

4 Memahami kebutuhan dasar public

5 Memberikan respon yang tepat dalam waktu secepatnya terhadap permintaan atau keluhan publik, sesuai dengan tugas dan fungsinya;

6 Memelihara komunikasi yang baik dengan publik;

7 Memonitor,/memantau atau mencari tahu mengenai kepuasan publik;

8 Menyampaikan informasi yang berguna kepada publik;

9 Memberikan pelayanan yang ramah dan menyenangkan;

10 Mendahulukan kepentingan melayani publik dibandingkan kepentingan pribadi.

11 Pengetahuan tentang organisasi pengadilan dan yurisdiksi pengadilan pada tingkat pengadilan yang berbeda

Kompetensi Jabatan Teknis dan Non Teknis 12 Pengetahuan tentang tahapan, proses, administrasi,

jangka waktu, keuangan perkara disetiap tingkat peradilan dalam berbagai jenis perkara yang berbeda;

13 Berbagi informasi bersama anggota tim

14 Memberikan kontribusi nyata dalam mencapai tujuan bersama dan Menunjukan komitmen untuk terus berkontribusi dalam keberhasilan tim

15 Menyusun sasaran kinerja baik individu maupun tim secara rinci dan terukur berikut dengan batasan waktu;

(29)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 20 16 Menjaga keteraturan kerja untuk mencapai kualitas yang

diharapkan

17 Memeriksa ulang setiap pekerjaan diri sendiri untuk memastikan kualitas hasil pekerjaan;

18 Menjaga konsentrasi dan fokus dalam bekerja

19 Menjaga stabilitas emosi dan ketenangan dalam menghadapi berbagai masalah pekerjaan dan lingkungan kerja;

20 Menjaga semangat kerja meski terjadi berbagai situasi yang menekan, hambatan, penolakan maupun kekecewaan dalam bekerja;

21 Merespon setiap kesulitan sebagai tantangan yang harus ditangani dan tetap bersikap positif.

22 Bekerja sesuai kebijakan, peraturan, proses dan prosedur yang berlaku;

23 Melakukan pilihan yang berdampak positif dalam menangani stress.

24 Memenuhi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP);

Kompetensi Tambahan 25 Mampu menggunakan Komputer dan Teknologi

Informasi.

26 Pemahaman terhadap Inovasi Pelayanan di Pengadilan Negeri Mungkid seperti Sibeline, Suket Online Dll.

Berdasarkan profil kompetensi jabatan tersebut di atas, maka perlu dilakukan analisis tugas dari setiap jabatan dimaksud dengan cara diuraikan sebagaimana berikut:

FORMULIR ANALISIS TUGAS

Nama

Jabatan Tugas Kegiatan

Kompetensi Sementara

Jabatan

Kompetensi Jabatan

(1) (2) (3) (4) (5)

(30)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 21 Hakim 1. Menerima,

memeriksa dan mengadili perkara pidana dan perdata;

2. Membantu Ketua

melaksanakan pengawasan bidang serta tugas khusus lainnya

1. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan bidang- bidang tertentu yang telah ditentukan dan melaporkan kepada Pimpinan Pengadilan.

2. Melaksanakan pengawasan terhadap

penyelenggaraan administrasi dan tehnis yustisial, sepert mengenai pelaksanaan eksekusi serta melaporkan kepada pimpinan

Pengadilan secara berkala.

3. Menetapkan hari sidang/

Pemeriksaan perkara pidana, perdata dan permohonan.

4. Menetapkan sita jaminan.

5. Mengadakan pemeriksaan setempat.

6. Mengemukaan pendapat dalam musyawarah Majelis.

1. Pendidikan:

Sarjana Hukum (S-1) s.d. Magister (S-2);

2. Kursus/

diklat berjenjang mengikuti fit and proper test;

3. Kursus/

diklat teknis mengikuti diklat Hakim dan diklat teknis lainnya;

4. Pengetahuan Kode Etik Hakim;

5. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Pidana dan Perdata;

6. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Acara;

7. Pengetahuan Administrasi Perkara;

1. Minimal Sarjana Hukum (S-1) 2. Kursus/

diklat berjenjang mengikuti fit and proper test;

3. Kursus/

diklat teknis mengikuti diklat Hakim dan diklat teknis lainnya;

4. Pengetahuan Kode Etik Hakim;

5. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Pidana dan Perdata;

6. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Acara;

7. Pengetahuan Administrasi Perkara;

8. Menguasai TI;

(31)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 22 7. Menyiapkan konsep

putusan secara lengkap untuk diucapkan.

8. Menandatangani putusan yang sudah diucapkan dalam persidangan.

9. Mempelajari dan mendiskusikan secara berkala keputusan / permasalahan hukum yang diterima dari Pengadilan Tinggi / Mahkamah Agung.

8. Menguasai TI;

9. Sebagai Mediator;

10. Sebagai Hakim Anak;

9. Sebagai Mediator;

10. Sebagai Hakim Anak;

Panitera/

Panitera Pengganti

Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan.

1. Melaksanakan persiapan

penyelenggaraan persidangan.

2. Melaksanakan pencatatan proses persidangan.

3. Melaksanakan penyusunan berita acara persidangan.

4. Melaksanakan pernyataan berkas perkara secara kronologis/

berurutan.

5. Melaksanakan penyimpanan berkas perkara sampai dengan perkara

1. Pangkat / Gol.

Ruang Penata Muda (III/a) s.d Pembina (IV/a) 2. Pendidikan:

SMA

(Sederajat) s.d.

Magister (S-2);

3. Kursus/ diklat teknis

mengikuti Bimbingan Teknis bidang Kepaniteraan;

4. Pengalaman Kerja Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun

1. Mulai dari Penata Muda (III/a);

2. Pendidikan:

minimal Sarjana Hukum (S-1);

3. Kursus/

diklat teknis mengikuti Bimbingan Teknis bidang Kepaniteraan 4. Pengalaman

Kerja Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai

(32)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 23 diputus dan

diminutasi.

6. Menginput data persidangan ke Aplikasi SIPP / Case Tracking System (CTS)

7. Melaksanakan penyampaian berkas perkara yang telah diminutasi kepada Panitera Muda sesuai dengan jenis perkara, untuk diteruskan kepada Panitera Muda Hukum.

8. Tugas – tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan.

sebagai Pegawai Negeri pada

Pengadilan Negeri.

5. Pengetahuan Kode Etik Panitera Pengganti;

6. Pengetahuan Kitab Undang- Undang Hukum Pidana dan Perdata;

7. Pengetahuan Kitab Undang- Undang Hukum Acara;

8. Pengetahuan Administrasi Perkara;

9. Keterampilan Kerja

Menguasai TI;

Pegawai Negeri pada Pengadilan Negeri.

5. Pengetahuan Kode Etik Panitera Pengganti;

6. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Pidana dan Perdata;

7. Pengetahuan Kitab

Undang- Undang Hukum Acara;

8. Pengetahuan Administrasi Perkara;

9. Keterampilan Kerja

Menguasai TI;

Jurusita/

Jurusita Pengganti

Memberikan dukungan atas terselenggaranya pelaksanaan persidangan dan pelaksanaan putusan

pengadilan yang

1. Melaksanakan panggilan kepada para pihak.

2. Melaksanakan pemberitahuan sita dan eksekusi pada para pihak.

1. Pangkat/

Gol.Ruang : Pengatur I (II/c) 2. Pendidikan

SMA 3. Kursus/

Diklat Teknis

1. Mulai dari Pengatur Muda (II/a);

2. Pendidikan SMA 3. Kursus/

Diklat Teknis Bimbingan

(33)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 24 telah mempunyai

kekuatan hukum tetap.

3. Melaksanakan persiapan sita dan eksekusi.

4. Melaksanakan sita dan eksekusi dan penyusunan berita acara.

5. Melaksanakan penyerahan berita acara sita dan eksekusi pada para pihak terkait.

Bimbingan Teknis Kejurusitaan 4. Pengalaman

Kerja Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai Pegawai Negeri pada Pengadilan Negeri 5. Pengetahuan

Kerja

Administrasi perkara 6. Keterampilan

Kerja hanya di bidang Relaas.

Teknis Kejurusitaan 4. Pengalaman

Kerja Sekurang – kurangnya 3 (tiga) tahun sebagai Pegawai Negeri pada Pengadilan Negeri 5. Pengetahuan

Kerja

Administrasi perkara 6. Keterampilan

Kerja di bidang TI dan Relaas.

Petugas Pelayanan PTSP dan meja informasi

Petugas Kepaniteraan Muda Pidana:

1. Menerima

pelimpahan berkas perkara pidana biasa, singkat, ringan dan cepat/lalu lintas dari Penuntut Umum/ Penyidik;

2. Menerima pendaftaran permohonan praperadilan;

3. Menerima permohonan

1. Memahami Standar Layanan Pengadilan, prosedur administrasi maupun prosedur beracara di pengadilan untuk setiap jenis perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri;

1. Memahami Standar Layanan Pengadilan, prosedur administrasi maupun prosedur beracara di pengadilan untuk setiap jenis perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri;

(34)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 25 perlawanan,

banding, kasasi, peninjauan kembali dan grasi.

4. Menerima permohonan pencabutan perlawanan, banding, kasasi dan peninjauan kembali.

5. Menerima

permohonan izin /persetujuan penggeledahan dan menyerahkan izin /persetujuan penggeledahan yang sudah ditandatangani Ketua Pengadilan.

6. Menerima

permohonan izin/

persetujuan penyitaandan menyerahkan izin/

persetujuan penyitaan yang sudah ditandatangi oleh Ketua

Pengadilan.

7. Menerima

permohonan izin/

persetujuan pemusnahan barang bukti dan

2. Memahami profil pengadilan seperti struktur organisasi dan persidangan, peraturan, keputusan dan kebijakan yang

dikeluarkan oleh

Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum;

3. Memiliki kemampuan mengoperasik an komputer;

4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bersikap sopandan ramah, serta berpenampilan rapi

2. Memahami profil pengadilan seperti struktur organisasi dan persidangan, peraturan, keputusan dan kebijakan yang

dikeluarkan oleh

Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum;

3. Memiliki kemampuan mengoperasika n komputer;

4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bersikap sopandan ramah, serta berpenampilan rapi

(35)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 26 atau pelelangan

barang bukti.

8. Menerima permohonan perpanjangan penahanandan menyerahkan penetapan perpanjangan penahanan yang sudah

ditandatangani Ketua Pengadilan.

9. Menerima permohonan pembantaran dan menyerahkan persetujuan pembantaran yang sudah

ditandatangani Ketua Pengadilan.

10. Menerima

permohonan izin besuk dan menyerahkan pemberian izin besuk.

11. Menerima

permohonan dan menyerahkan izin berobat bagi Terdakwa yang telah

ditandatangani Ketua Pengadilan.

(36)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 27 12. Layanan-layanan

lain yang berhubungan dengan proses dan informasi

penyelesaian perkara pidana/

kekhususan

Petugas Kepaniteraan Muda Perdata:

1. Menerima Pendaftaran perkara gugatan biasa.

2. Menerima Pendaftaran perkara gugatan sederhana.

3. Menerima pendaftaran perkara.

perlawanan/

bantahan.

4. Menerima

Pendaftaran verzet atas putusan verstek.

5. Menerima Pendaftaran perkara permohonan.

6. Menerima Pendaftaran permohonan banding, kasasi

(37)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 28 dan peninjauan

kembali.

7. Menerima memori/kontra memori banding, kasasi dan peninjauan kembali.

8. Menerima permohonan sumpah atas ditemukannya bukti baru dalam permohonan peninjauan kembali.

9. Menerima permohonan pendaftaran Perjanjian Bersama.

10. Menerima permohonan pengembalian sisa panjar biaya perkara.

11. Menerima

Permohonan dan pengambilan turunan putusan.

12. Menerima Pendaftaran permohonan eksekusi.

13. Menerima Pendaftaran

(38)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 29 permohonan

konsinyasi.

14. Menerima Permohonan pengambilan uang hasil eksekusi dan uang konsinyasi.

15. Menerima Permohonan pencabutan gugatan, permohonan, banding, kasasi, peninjauan kembali dan eksekusi.

16. Layanan-layanan lain yang

berhubungan dengan proses dan informasi

penyelesaian perkara perdata.

Petugas Kepaniteraan Muda Hukum

1. Permohonan pendaftaran pendirian CV.

2. Permohonan waarmaking surat- surat.

3. Surat permohonan surat keterangan tidak tersangkut perkara pidana dan perdata.

(39)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 30 4. Permohonan surat

izin yang sudah ditandatangani Ketua Pengadilan untuk

melaksanakan penelitian dan riset.

5. Permohonan keterangan data perkara dan turunan putusan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.

6. Permohonan pendaftaran surat kuasa.

7. Permohonan legalisasi surat.

8. Permohonan informasi dan memberikan informasi sesuai Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 1- 144.

9. Permohonan informasi kepada pimpinan atau pegawai tertentu apabila diperlukan untuk

menyediakan informasi yang diminta pemohon.

(40)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 31 10. Informasi jadwal

persidangan setiap hari kepada para pihak yang berkepentingan.

11. Penanganan

pengaduan/SIWAS- MARI.

12. Layanan-layanan lain yang

berhubungan dengan pelayanan jasa hukum.

Petugas

Kesekretariatan (Sub Bagian Umum dan Keuangan) bertugas menerima dan

menyerahkan seluruh surat-surat yang ditujukan dan yang dikeluarkan

kesekretariatan Pengadilan Negeri.

B. Pemetaan Kompetensi Pengelolaan Kepegawaian

Pemetaan kompetensi pengelola kepegawaian adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk rnengetahui kemampuan pegawai. Pemetaan kompetensi ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Wawancara Kompetensi

Wawancara kompetensi dititikberatkan pada penguasaan kompetensi tugas yang telah ditetapkan dan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. Wawancara dengan pengelola kepegawaian.

(41)

Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai | 32 1) Tim Pelaksana melakukan wawancara kepada pengelola kepegawaian dengan rnembuat pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada kompetensi yang terdapat dalam jabatan.

2) Wawancara dilakukan untuk mengetahui kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipersyaratkan dalam jabatan.

b. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola kepegawaian, maka Tim Pelaksana dapat menemukan kompetensi yang dimiliki oleh pengelola kepegawaian.

Berikut adalah hasil wawancara kompetensi yang dilakukan terhadap pengelola kepegawaian Pengadilan Negeri Mungkid:

Formulir Wawancara Kompetensi

Jabatan Kompetensi Jabatan

Daftar Pertanyaan Bukti Kompetensi Kompeten/

Tidak Komepeten

(1) (2) (3) (4) (5)

Hakim 1. Pendidikan:

minimal

Sarjana Hukum (S-1);

2. Kursus/ diklat berjenjang mengikuti fit and proper test;

3. Kursus/ diklat teknis

mengikuti diklat Hakim dan diklat teknis lainnya;

4. Pengetahuan Kode Etik Hakim;

5. Pengetahuan Kitab Undang-

1. Apa latar belakang pendidikan tinggi Saudara/i?

2. Apakah Saudara/i pernah mengikuti fit and proper test?

3. Apakah Saudara/i pernah

mengikuti diklat teknis? Jika sudah, diklat apa yang Saudara/i ikuti?

1. Seluruh Hakim telah memiliki Ijazah Strata-1 Program Studi Ilmu Hukum, dimana 3 (tiga) orang Hakim telah memiliki Ijazah Strata-2 Program Studi Magister Ilmu Hukum.

2. 2 (dua) orang Hakim pernah mengikuti fit and proper test, dibuktikan dengan Surat

Seluruh Hakim berkompeten menjadi Hakim Anak, namun 1 (satu) orang Hakim belum memiliki Kompetensi sebagai Mediator

Referensi

Dokumen terkait

Dalam program ini, Pengadilan Negeri Sleman yang merupakan lembaga peradilan pada tingkat pertama dan masih dalam klarifikasi Pengadilan Negeri Sleman Kelas IB, selalu

Bersama ini kami kirimkan laporan Bulanan Keuangan Perkara Perdata pada Pengadilan Negeri Metro Kelas IB , untuk bulan Mei 2017.. Demikian

1 Biaya Pemberitahuan kepada Tergugat (1X) Biaya Pemberitahuan disesuaikan dengan radius wilayah tempat tinggal Para Pihak 2 Biaya Pemberitahuan Kepada Kepala Desa /Lurah

a. Mutasi dapat dilakukan melalui perpindahan dari satu posisi jabatan ke posisi jabatan lain dalam unit kerja yang setara, dalam satu lingkungan yaitu Pengadilan

Skripsi berjudul “Identifikasi Karakteristik Geoteknik Lereng Panti Dengan Uji Triaksial : Dewantami Putri Pertiwi, 101910301052” telah diuji dan disahkan pada : hari :

Bagi seorang perumah tangga memperoleh ekonomi dapat dikatakan sebagai tugas suci karena selain untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, di dalam Vinaya Pitaka dijelaskan bahwa

Rencana Strategis Bappeda Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021 pada hakekatnya merupakan pernyataan komitmen bersama jangka menengah mengenai upaya terencana dan

Berdasarkan konsideran Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Dokumen Perusaan ponit c bahwa salah satu faktor yang mengurangi efektivitas dan efisiensi perusahaan adalah ketentuan