58
BAB V
ANALISA DAN REKOMENDASI
5.1. Analisa
5.1.1 Critical Success Factor
Critical Success Factor adalah faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dapat mencapai sukses. BiNus Center merupakan usaha yang bergerak dalam bidang pendidikan yang memiliki beberapa kunci sukses dalam memenangkan persaingan, yaitu :
1. Kualitas
Kualitas tentu saja bukan hanya menyangkut kualitas produk yaitu bahan pengajaran itu sendiri namun juga kualitas pengajarnya serta kualitas lulusan yang dihasilkan.
2. Sistem pembelajaran
Bagaimana kualitas yang baik tersebut dapat dihasilkan, tentu saja melalui suatu sistem pembelajaran yang tepat. Sistem Pembelajaran juga merupakan faktor yang menjadi kunci sukses bagi BiNus Center.
Tanpa sistem pembelajaran yang baik, ilmu dan keahlian itu sendiri tidak dapat disalurkan dan diterima dengan baik.
59
3. Brand Image
Brand Image sangat penting dalam menunjang kesuksesan sebuah usaha. Brand image merupakan daya tarik bagi konsumen dan dapat berfungsi sebagai alat untuk dapat mempertahankan konsumen.
Semakin baik brand image sebuah perusahaan, semakin kuat pengaruhnya didalam masyarakat.
4. Jaringan yang luas
Dalam menghadapi persaingan yang kuat, diperlukan jaringan yang luas yang dapat dipergunakan untuk dapat memperkuat kedudukan perusahaan. Demikian juga dengan dunia pendidikan, diperlukan jaringan yang kuat supaya semakin memberikan nilai tambah bagi konsumennya. Dalam kasus BiNus Center ini, jaringan yang luas itu diantaranya adalah jalinan kerja sama dengan pihak perusahaan luar yang dapat menampung lulusan BiNus Center, jalinan kerja sama dengan lembaga sertifikasi international dan lain sebagainya.
5. Harga
Harga merupakan faktor yang juga penting dalam memberikan kesuksesaan sebuah usaha. Tidak selamanya harga murah itu selalu lebih baik, masalah harga ini sangat berkaitan erat dengan kualitas produk, kualitas pengajar, kuatnya brand image dari produk itu serta segmentasi dari perusahaan tersebut. Yang perlu menjadi pertimbangan adalah apakah harga yang sudah diberikan benar-benar
60
merupakan harga yang tepat sesuai dengan apa yang diberikan kepada konsumen.
5.1.2. STP BiNus Center
– Segmentation :
BiNus Center mengambil segmennya yaitu konsumen level menengah ke atas
– Targeting :
Target BiNus Center adalah semua usia yang masih ingin untuk mempelajari suatu bidang ilmu, mulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar sampai kepada tingkat universitas maupun para professional yang ingin meningkatkan kemampuan dan mempertajam keahliannya.
– Positioning :
BiNus Center menjadi pilihan utama yang dituju konsumen sebagai lembaga pelatihan yang berkualitas.
5.1.3. Analisa Model Lima Kekuatan dari Porter
Menurut Porter, sifat persaingan dalam suatu industri dapat dilihat sebagai gabungan dari lima kekuatan yaitu :
61
1. Perseteruan di antara perusahaan yang bersaing.
Sudah dapat dipastikan bahwa persaingan dalam bidang pelatihan ini sangatlah tinggi. Menjamurnya begitu banyaknya lembaga pelatihan yang begitu banyak menyebabkan tingginya tingkat persaingannya.
2. Masuknya pesaing baru yang potensial.
Sehubungan dengan mudahnya usaha ini dikembangkan menyebabkan mudahnya bermunculan pesaing – pesaing baru yang tentu saja menyebabkan semakin ketatnya persaingan yang ada.
3. Potensi produk pengganti
Lembaga pelatihan merupakan lembaga pendidikan non formal, dimana memiliki potensi produk pengganti yang sangat banyak dan kompleks, diantaranya adalah sekolah, universitas maupun sistem belajar lainnya misalnya e-learning maupun distance learning yang banyak diselenggarakan lembaga formal lainnya.
4. Kekuatan menawar dari pemasok / suppliers
Kebutuhan pemasok bagi lembaga pelatihan bukannya hal yang sangat kritis dan karena supplier bagi lembaga pelatihan sangat banyak maka kekuatan menawar supplier rendah.
5. Kekuatan menawar dari konsumen / buyers
Banyaknya pesaing dan mudahnya untuk masuk ke dalam usaha ini, menyebabkan kekuatan menawar dari konsumen sangatlah tinggi karena mereka dapat dengan mudah memilih dari sekian banyaknya lembaga pelatihan yang ada.
62
Gambar 5.1 . Analisa BiNus Center berdasarkan Model Lima Kekuatan
dari Porter
5.1.4. Analisa SWOT BiNus Center
Kekuatan :
– Memiliki brand image yang cukup kuat dari Universitas Bina Nusantara sebagai pemimpin terdepan dalam pendidikan di bidang system informasi.
BiNus Center yang masih bernaung dibawah naungan yayasan yang sama dengan Universitas Bina Nusantara secara tidak langsung juga mendapatkan pengaruh dari brand image Bina Nusantara yang sudah cukup dikenal masyarakat sebagai salah satu lembaga pendidikan yang terbaik dalam bidang sistem informasi.
– Produk yang bervariasi
BiNus Center memiliki cukup banyak variasi produk dari program pelatihan dalam bidang sistem informasi yang terbagi dalam kelompok programming, desain dan jaringan yang dilengkapi dengan modul yang sangat bervariasi serta masih memiliki program pelatihan bahasa Inggris dan bahasa Mandarin.
63
– Harga Produk yang beragam
BiNus Center juga menyediakan harga produk yang bervariasi dilihat berdasarkan jenis program pelatihannya sendiri, misalnya BiNus Center memiliki short course program maupun special class program. Dimana short course program cenderung lebih murah karena jam pengajarannya yang lebih cepat sementara special class program lebih mahal karena memang jam
pelajarannya yang lebih panjang serta pembahasan materi yang lebih mendalam.
– Harga Waralaba yang bersaing
Berdasarkan analisa beberapa pesaing dari BiNus Center, dapat ditarik kesimpulan bahwa harga waralaba yang ditawarkan BiNus Center dinilai cukup kompetitif.
– Telah memiliki Standar Operasi
Salah satu keunggulan dari BiNus Center adalah telah memiliki standar operasi yang sangat sistematis sehingga memudahkan bagi para franchisor baru untuk dapat mengikutinya dengan mudah.
Kelemahan :
– Lemahnya Brand Awareness dan Brand Image dari BiNus Center
Meskipun Brand Image yang melekat pada Universitas Bina Nusantara mendongkrak keberadaan BiNus Center, tapi secara umum, Brand Image dan Brand Awareness dari BiNus Center sangatlah kurang dikalangan masyarakat
64
umumnya. Masih banyak masyarakat yang menyamakan antara Universitas Bina Nusantara dengan BiNus Center..
– Kurangnya dukungan untuk franchisee
Kekurangan lainnya terlihat dari dukungan yang diberikan oleh BiNus Center kepada para franchisee yang sudah ada saat ini, mereka menilai bahwa
dukungan BiNus Center kurang baik dari segi pemasaran maupun operasional baik dari segi respon maupun penyelesaian permasalahan yang BiNus Center berikan.
– Standar untuk proses waralaba yang kurang lengkap
Belum adanya standar yang baku untuk proses waralaba dari tahap awal sampai dengan mulai berdirinya gerai baru merupakan salah satu kelemahan
BiNus Center.
– Kurangnya riset dan analisa pasar
BiNus Center dinilai kurang dalam mempersiapkan riset pasar, baik dari produk maupun dari segi lokasi dalam setiap pendirian gerai baru disuatu area.
Kesempatan/Peluang :
– Pasar Potensial masih luas yang belum terjangkau oleh BiNus Center. Saat ini BiNus Center hanya memiliki gerai di Jakarta, Jawa Barat, Bali, Medan, dan Padang, sementara masih begitu banyak area di Indonesia yang belum terjangkau oleh BiNus Center. Hal ini merupakan kesempatan bagi BiNus Center untuk melebarkan sayapnya.
65
– Bidang pendidikan merupakan bidang yang berpotensi besar untuk dikembangkan dengan sistem waralaba. Hal ini dapat dilihat pada Warta Ekonomi, 18 Juli 2005 dimana bidang pendidikan berada pada peringkat kedua setelah industri makanan dan minuman. Berikut adalah lima bidang usaha waralaba pilihan investor :
Tabel 5.1. Lima Bidang Usaha Waralaba Pilihan Investor
No. Bidang Usaha Persentase (%)
1 Makanan & Minuman 63
2 Pendidikan 28
3 Ritel 15
4 Salon Kecantikan dan Pusat Perawatan Kesehatan 11
5 Properti 6
– Bertumbuhnya sistem waralaba di Indonesia.
Beberapa tahun belakangan ini, waralaba menjadi trend yang cukup marak di Indonesia, begitu banyak bidang usaha baik lokal maupun yang berasal dari luar negeri mulai memwaralabakan usaha mereka dan juga banyaknya peminat dari para investor yang tertarik menjalankan usaha dengan system waralaba ini. Berikut adalah data pertumbuhan waralaba berdasarkan data dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) tahun 2004 yang dikutip dari majalah Warta Ekonomi, Mei 2005 :
66
Tabel 5.2. Data Pertumbuhan Waralaba di Indonesia
Tahun Asing Lokal Total
1992 26 6 32
1993 N/A N/A N/A
1994 29 6 35
1995 117 15 132
1996 210 20 230
1997 235 30 265
1998 N/A N/A N/A
1999 N/A N/A N/A
2000 212 39 251
2001 230 42 272
2002 232 48 280
2003 N/A N/A N/A
2004 200 50 250
Ancaman :
– Banyak lembaga pendidikan yang juga memulai sistem waralaba.
Beberapa lembaga pendidikan juga telah memulai melakukan system waralaba untuk melebarkan sayapnya, beberapa diantaranya misalnya adalah informatics, widyaloka dan lain sebagainya. Hal ini merupakan sebuah ancaman karena para lembaga pendidikan juga mengembangkan sayapnya
67
melalui sistem yang sama, sehingga harus bersaing lebih kuat lagi terutama dalam meyakinkan para investor untuk lebih memilih BiNus Center sebagai
mitra mereka.
– Teknologi yang berkembang sangat cepat
Dalam dunia pendidikan khususnya dalam bidang teknologi informasi ini, teknologi yang berkembang sangat cepat menuntut BiNus Center untuk selalu mengikuti perubahannya dan selalu membuat produk-produk kursus yang selalu baru mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi BiNus Center untuk terus mengikuti trend teknologi
yang ada.
5.1.5. Analisa Franchisor
5.1.5.1 Model Waralaba
Berikut adalah model waralaba yang ada di BiNus Center saat ini :
Gambar 5.2. Model Waralaba BiNus Center
68
– Waralaba model ini bersifat terpusat, dimana BiNus Center merupakan pusat/franchisor yang mengurus segala macam hal, dari pencarian investor, proses pembukaan sebuah gerai sampai dengan masalah dukungan dan pengawasan pada setiap gerainya.
– Model waralaba di atas sudah cukup baik dan memang ada beberapa perusahaan yang juga mengunakan sistem ini, namun demikian jika dilihat dari keinginan BiNus Center untuk dapat segera melakukan pertumbuhan gerai yang cukup pesat, sebaiknya BiNus Center melakukan beberapa analisa untuk mencari jalan agar sistem waralabanya tidak terpusat seluruhnya di BiNus Center.
– Selain waralaba model di atas, BiNus Center saat ini juga hanya menawarkan satu jenis paket waralaba dimana setiap calon investor hanya ditawarkan sistem yang sama, dengan paket yang sama. Hal ini bukanlah tidak baik, hanya saja, pada kenyataannya, setiap investor memiliki kekuatan maupun kekurangannya masing-masing. Ada yang telah memiliki pengalaman bisnis di bidang pendidikan maupun yang sama sekali tidak memiliki pengalaman bisnis/usaha. Karena alasannya inilah, dinilai bahwa satu jenis model waralaba yang menawarkan satu jenis paket dinilai kurang fleksibel. Pengalaman adalah kunci penting dalam menjalankan sebuah usaha, sementara pengalaman diraih dengan berjalannya waktu, karena itulah dari pihak BiNus Center sebaiknya melakukan beberapa perbaikan dalam model waralabanya.
69 Tabel 5.3. Kelebihan dan Kekurangan dari Model Waralaba dari BiNus Center saat ini.
Franchisor Franchisee
Kelebihan
• BiNus Center merasa lebih aman dan terjamin, karena BiNus Center secara langsung mengkontrol setiap gerai yang ada dan dapat segera melakukan tindakan apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
• Waralaba merasa lebih terjamin karena BiNus Center secara langsung memberikan pengarahan dan membagikan pengalaman suksesnya di gerai yang akan dikelolanya.
70
Franchisor Franchisee
Kekurangan
– Pertumbuhan gerai yang menjadi lambat karena semua beban terpusat di BiNus Center. Hal ini membuat gerak laju pertumbuhan waralaba otomatis akan lebih lama.
– Pekerjaan yang tertumpuk di BiNus Center yang mengharuskan BiNus Center untuk menambah sumber dayanya untuk melayani semua gerai yang ada dan yang akan ada dimasa mendatang.
– Apabila ada gerai yang berada diluar Jakarta, BiNus Center harus mengeluarkan biaya lebih lagi apabila ada masalah digerai ataupun dalam memberikan dukungannya.
– Apabila Waralaba berada diluar Jakarta, tentunya akan mengalami hambatan lokasi yang menyebabkan biaya pelatihan lebih mahal serta kesulitan lainnya terutama dalam hal dukungan dari BiNus Center.
71
5.1.5.2 Proses Franchising
Gambar 5.3. Bagan Proses Franchising Pada BiNus Center
Bagan di atas adalah tahapan proses franchising yang ada di BiNus Center. Tahapan ini sebenarnya telah mencakup berbagai aspek hanya saja dinilai ada kekurangan dalam segi penerapannya yang dikarenakan hal-hal berikut ini :
1. Tidak adanya prosedur standar untuk
a. Panduan dalam memilih area untuk lokasi waralaba b. Panduan dalam memilih calon investor
2. Kurang lengkapnya cakupan materi dalam manajemen pelatihan dan proses franchising
3. Kurangnya pengalaman dari para franchisee untuk menjalankan gerai waralaba dan juga dalam hal perekrutan staff dan instruktur.
Pengesahan
Waralaba Persiapa
n Lokasi
Renovasi Lokasi
Training Manajemen
Pembayaran dan Penandantanganan Pengiriman Surat Persetujuan
Pengaturan Time Table
Persiapa n SDM
Persiapan
Operasional Persiapan
Pemasaran
Perekrutan Staff
Perekrutan Instruktur
Training Instruktur
Training Prosedur
&
Sistem Informasi
Pembukaan Gerai Penjadwalan Kelas
Persiapan pembukaan kelas di gerai Pengembangan Promosi Pembukaan Gerai
Pengembangan Strategi Pemasaran 6 bulan – 1 tahun pertama
72
5.1.6 Analisa Franchisee
5.1.6.1 Matrik Hasil Wawancara dengan Para Franchisee di Jabodetabek
Untuk dapat menganalisa permasalahan yang ada di dalam gerai waralaba BiNus Center, penulis melakukan wawancara para franchisee yang ada di area Jabodetabek yaitu :
1. BiNus Center Bintaro 2. BiNus Center Pondok Gede 3. BiNus Center Kelapa Gading 4. BiNus Center Depok
Adapun aspek yang kami tinjau dalam wawancara kami adalah sebagai berikut :
1. Perencanaaan untuk Sukses (Planning For Success) a. Perencanaan Usaha (Business Planning)
b. Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Biaya (Budget Planning)
c. Perencanaan Pendirian / Pembukaan Gerai (Start Up Project Plan)
d. Perencanaan Pemasaran (Marketing Plan) 2. Persiapan untuk Sukses (Prepare For Success)
a. Konsultasi dalam masa pendirian gerai (Start Up Consultation)
73
b. Pelatihan Manajemen (Management Training)
c. Pelatihan Metode Pembelajaran (Teaching-Learning Method Pelatihan)
d. Pelatihan Materi untuk Instruktur (Course Training) e. Sertifikasi bagi Instruktur (Instructor Certification) 3. Dukungan untuk Sukses (Support For Success)
a. Audit
b. Rapat Tahunan (Annual Meeting)
4. Penciptaan Sukses yang berkesinambungan (Create Success Continuously)
a. Pelatihan Berkesinambungan
b. Asistensi Penerapan Sistem Informasi (System Information Assistance)
c. Asistensi dalam Operasional (Operational Assistance) d. Konsultasi dalam Pemasaran (Marketing Consultation)
Berikut adalah matrik hasil wawancara dengan para franchisee di area Jabodetabek :
74 Tabel 5.4. Matrik Hasil Wawancara Franchisee di area Jabodetabek
No. Kategori Keterangan Bintaro Kelapa
Gading
Pondok
Gede Depok
1 Perencanaan Usaha 2 2 2 2
2 Perencanaan Budget 3 3 3 3
3 Perencanaan Pendirian Projek 3 3 3 3
4
Perencanaaan untuk Sukses
Perencanaan Pemasaran 2 2 2 2
5 Konsultasi dalam masa pendirian Gerai 4 4 4 4
6 Pelatihan Manajemen 2 2 2 2
7 Pelatihan Metode Pembelajaran 4 4 4 4
8 Pelatihan Kursus 4 4 4 3
9
Persiapan untuk Sukses
Sertifikasi bagi Instruktur 4 4 4 4
10 Audit 4 4 4 N/A
11
Dukungan untuk
Sukses Meeting Tahunan 4 4 4 N/A
12 Pelatihan Berkesinambungan 2 2 2 2
13 Asistensi Penerapan Sistem Informasi 4 4 4 4
14 Asistensi dalam Operasional 4 4 4 4
15
Penciptaan Sukses yang
berkesinambungan
Konsultasi dalam Pemasaran 2 2 2 2
75 Index :
1 : Tidak memuaskan 4 : Memuaskan
2 : Kurang Memuaskan 5 : Sangat Memuaskan 3 : Cukup Memuaskan
76
Tabel 5.5. Detil Wawancara BiNus Center Bintaro
No Kategori Detil BiNus Center Bintaro
1
Alasan Memilih BiNus Center
Biaya waralaba yang lebih murah dibandingkan dengan Informatics
2
Proses Persiapan Sampai
dengan Pembukaan Gerai 2 minggu 3
Tahap Awal
Investor Belum memiliki pengalaman usaha
4 Target Pasar Perumahan
5 Lokasi Bukan di jalan utama
6 Produk Unggulan Ms Office
7 Promosi Brosur, Banner
8
Pemasaran
Pesaing Informatics, LM Patra
9
Dukungan yang diharapkan
Asistensi dalam analisa pasar, pelatihan yang berkesinambungan
10 Komunikasi Tidak lancar
11
Dukungan
Waktu Respon Lambat
Tabel 5.6. Detil Wawancara BiNus Center Kelapa Gading
No Kategori Detil BiNus Center Kelapa Gading
1 Alasan Memilih BiNus
Center
BiNus yang dikenal sebagai lembaga pendidikan IT yang terbaik
2 Proses Persiapan Sampai
dengan Pembukaan Gerai 6 bulan
3
Tahap Awal
Investor
Pemilik yang berperan sekaligus sebagai manajer cabang kurang memiliki waktu yang cukup untuk mengelola gerai BiNus Center 4 Target Pasar Anak-anak dan Profesional 5
Pemasaran
Lokasi Di Mall Kelapa Gading yang tingkat
77
huniannya masih rendah dan jarang pengunjungnya.
6 Produk Unggulan Jaringan, Desain, dan Programming (kelas malam - PM2)
7 Promosi Brosur, Pemasaran langsung ke
perusahanan & sekolah, pameran
8 Pesaing Cyber Collage, Digital Studio,
Computer First
9 Dukungan yang
diharapkan
Asistensi untuk analisa pasar, Produk yang diperbaharui atau dikaji ulang
10 Komunikasi Tidak Lancar
11
Dukungan
Waktu Respon Lambat
Tabel 5.7. Detil Wawancara BiNus Center Pondok Gede
No Kategori Detil BiNus Center Pondok Gede
1
Alasan Memilih BiNus Center
BiNus yang dikenal sebagai lembaga pendidikan IT yang terbaik
2
Proses Persiapan Sampai
dengan Pembukaan Gerai 6 bulan
3
Tahap Awal
Investor
Telah memiliki pengalaman usaha dan peduli dengan dunia pendidikan dan pengelolan gerai diserahkan ke manajer cabang
4 Target Pasar Murid, mahasiswa dan eksekutif
5 Lokasi Di Jalan Utama
6 Produk Unggulan Disain, programming, bahasa
7
Pemasaran
Promosi
Brosur dan melalui Bimbel (Bimbingan Belajar)
78
8 Pesaing BSI, LM Patra, LPIA, LIA, EF
9
Dukungan yang diharapkan
Asistensi untuk analisa pasar, waktu untuk pelatihan manajemen yang diperpanjang dan topik yang diperluas.
10 Komunikasi Tidak Lancar
11
Dukungan
Waktu Respon Lambat
Tabel 5.8. Detil Wawancara BiNus Center Depok
No Kategori Detil BiNus Center Depok
1
Alasan Memilih BiNus Center
BiNus yang dikenal sebagai lembaga pendidikan IT yang terbaik
2
Proses Persiapan Sampai
dengan Pembukaan Gerai 8 bulan 3
Tahap Awal
Investor Telah memiliki pengalaman usaha
4 Target Pasar Murid dan mahasiswa
5 Lokasi Di jalan utama dan dekat universitas
6 Produk Unggulan N/A
7 Promosi
banner, brosur, iklan di media lokal, pameran
8
Pemasaran
Pesaing
LP3i, LP3EN, Nurul fikri, BSI, Gunadarma
9
Dukungan yang
diharapkan -
10 Komunikasi Tidak Lancar
11
Dukungan
Waktu Respon Lambat
Dari hasil interview dapat dilihat bahwa kekurangan terbesar dari BiNus Center di pandangan para franchisee adalah :
79
1. Asistensi BiNus Center dalam mengarahkan para franchisee dalam merancang usaha.
2. Asistensi BiNus Center dalam mengarahkan para franchisee melakukan perancangan strategi pemasaran.
3. Pelatihan bagi manajemen yang dinilai sangat kurang.
4. Kurangnya pelatihan yang berkesinambungan baik bagi para staff operasional gerai.
5. Kurangnya BiNus Center dalam melakukan konsultasi terutama dalam segi pemasaran.
5.1.6.2 Aspek Sumber Daya Manusia
Dilihat dari aspek sumber daya manusia, ada beberapa point yang patut diperhatikan dalam kinerja para franchisee ini yaitu :
– Kurangnya kemampuan wirausaha yang ada pada diri para investor karena tidak semua investor yang didapat memiliki pengalaman dan latar belakang usaha yang sama dengan BiNus Center.
– Kurangnya perhatian dan fokus dari para investor untuk sungguh- sungguh menekuni bidang usaha ini merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan karena tanpa perhatian dan fokus yang terarah maka akan semakin sulit untuk mencapai kesuksesan.
80
– Kurangnya kemampuan dari para staffnya yang dikarenakan karena kurangnya pelatihan yang berkesinambungan yang diberikan BiNus Center.
– Para investor masih belum memiliki pengalaman dalam mencari staff maupun instruktur yang memang mampu dibidangnya masing-masing.
5.1.6.2 Aspek Pemasaran
Dilihat dari aspek pemasaran, beberapa point yang patut diperhatikan antara lain adalah :
– Letak lokasi dari gerai – gerai BiNus Center yang ada belum ada yang benar-benar hadir di lokasi yang strategis.
– Kurangnya analisa pasar dari lingkungan sekitar gerai dan riset mengenai kebutuhan dan karakteristik dari masyarakat yang ada disekitarnya.
– Adanya ketidaksesuaian antara produk yang ditawarkan gerai-gerai BiNus Center dengan keinginan konsumen, hal ini disebabkan karena kurangnya riset pasar tentang kebutuhan dan karateristik masyarakat yang menjadi konsumen BiNus Center.
5.1.6.3 Aspek Dukungan
Dilihat dari aspek dukungan BiNus Center terhadap franchisee, beberapa point yang patut diperhatikan antara lain adalah :
81
– Kurangnya komunikasi antara BiNus Center dan franchisee.
– Lamanya respon yang diberikan BiNus Center dalam menanggapi keluhan dan pertanyaan dari franchisee.
5.1.7 Analisa Pesaing 5.1.7.1 Informatics Tabel 5.9. Analisa Informatics
No. Komponen Keterangan
1
Cakupan Lokasi Gerai yang ada
Tersebar di 4 benua, 33 negara, 13 kota besar di Indonesia
2
Kekuatan
Telah memiliki banyak strategi pertumbuhan selain dengan sistem waralaba, misalnya melalui kerjasama dengan universitas dengan program transfer kredit mata kuliah, sertifikasi secara internasional
3
Kelemahan
Beberapa franchisee melakukan kecurangan dan akhirnya harus ditutup oleh franchisor, dimana hal ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap gerai-gerai yang ada
4 Model Waralaba (sub) master waralaba dari Singapura, full package, partial package
5 Investasi :
- Biaya Sin$ 40,000 - 100,000
- Royalti 10-15% dari penjualan per bulan
- BEP 2 tahun
82
5.1.7.2 LM Patra Tabel 5.10. Analisa LM Patra
No. Komponen Keterangan
1
Cakupan Lokasi
Gerai yang ada N/A
2 Kekuatan
Respon yang cepat apabila ada calon investor yang berminat membuka gerai
3 Kelemahan
Lemahnya Brand Image dan kurangnya informasi yang disajikan oleh franchisor
4 Model Waralaba Model standar 5 Investasi :
- Biaya Rp 50,000,000 untuk 5 tahun - Royalti 6 - 10 % dari total penjualan - BEP 3,5 tahun
5.1.7.3 LP3i Tabel 5.11. Analisa LP3i
No. Komponen Keterangan
1 Cakupan Lokasi
Gerai yang ada 29 gerai (24 waralaba) di Indonesia
2 Kekuatan
Informasi yang lengkap yang disajikan apabila ada calon investor yang berminat membuka gerai, waktu respon yang cepat, dan setiap minggu mengadakan open house untuk menarik para investor untuk menanamkan modalnya dalam membuka gerai LP3i
3 Kelemahan -
83
4 Model Waralaba Dua macam waralaba yaitu untuk lembaga kursus dan untuk universitas
5 Investasi :
- Biaya Rp 75 - 350 juta (tergantung area dimana gerai akan dibuka)
- Royalti 6 - 10% dari penjualan per bulan
- BEP 3 tahun
5.1.7.4 LPIA Tabel 5.12. Analisa LPIA
No. Komponen Keterangan 1 Cakupan Lokasi
Gerai yang ada 36 gerai di Indonesia
2 Kekuatan Berkolaborasi dengan lembaga internasional
3 Kelemahan Sulitnya untuk mendapatkan informasi mengenai waralaba apabila ada investor yang berminat membuka gerai
4 Model Waralaba 2 model dilihat dari biaya royaltinya 5 Investasi :
- Biaya Rp 100 juta
- Royalti 15 - 50 % (dari pendapatan kotor / keuntungan bersih )
- BEP 2 tahun
5.1.7.5 Widyaloka Tabel 5.13. Analisa Widyaloka
No. Komponen Keterangan 1 Cakupan Lokasi
Gerai yang ada 18 kota (31 gerai) di Indonesia
84
2 Kekuatan Respon yang cepat apabila ada calon investor yang ingin membuka gerai Widyaloka
3 Kelemahan -
4 Model Waralaba single unit, multi unit, master waralaba 5 Investasi :
- Biaya Rp 50 juta untuk 5 tahun - Royalti N/A
- BEP N/A
5.1.7.6 EF Tabel 5.14. Analisa EF
No. Komponen Keterangan 1 Cakupan Lokasi
Gerai yang ada 47 negara di dunia, 54 gerai di Indonesia
2 Kekuatan
Merupakan lembaga pendidikan dibidang bahasa terbesar didunia dengan program home staynya yang sangat terkenal dan menjadi produk unggulan EF
3 Kelemahan Biaya investasi yang mahal
4 Model Waralaba Tidak ada sistem master waralaba di Indonesia, international package, local package
5 Investasi :
- Biaya US$ 20,000 - 55,000 untuk 5 tahun - Royalti N/A
- BEP 1 tahun
85
5.1.7.7 ILP Tabel 5.15. Analisa ILP
No. Komponen Keterangan
1 Cakupan Lokasi
Gerai yang ada 35 gerai (30 waralaba) di Indonesia
2 Kekuatan Mendapatkan penghargaan sebagai waralaba terbaik di 2003
3 Kelemahan N/A
4 Model Waralaba Fully Business Format 5 Investasi :
- Biaya Rp 230 juta untuk 10 tahun - Royalti 12% dari keuntungan kotor
- BEP 3 tahun
5.2 Rekomendasi
Setelah melakukan analisa dari berbagai aspek seperti di pada pembahasan di atas, pada bagian ini kami memberikan beberapa rekomendasi mengenai hal - hal yang masih belum lengkap atau belum ada sebelumnya. Rekomendasi tersebut terdiri dari :
– Model waralaba yang baru untuk BiNus Center
– Tambahan dan perbaikan proses waralaba yang mencakup :
• Panduan bagi franchisor untuk memilih lokasi yang akan menjadi gerai BiNus Center
86
• Panduan bagi franchisor untuk memilih investor
• Proses asistensi yang berupa cakupan pelatihan untuk manajemen (management training) dari pihak franchisee
– Panduan untuk franchisor maupun franchisee yang mencakup :
• Panduan prospektus
• Panduan start up kit
• Panduan rencana bisnis
Penjelasan lebih rinci untuk masing-masing rekomendasi tersebut di atas akan dipaparkan berikut ini.
5.2.1 Model Waralaba
Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya mengenai permasalahan yang dihadapi BiNus Center, khususnya yang berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan gerai waralaba dan menganalisa kondisi dan model waralaba yang ada saat ini, maka kami merekomendasikan model waralaba yang baru yaitu model dengan master franchise. Dengan model ini pertumbuhan waralaba bisa lebih cepat dan merata karena tanggung jawab pertumbuhan jumlah gerai waralaba tidak lagi di tangan 1 (satu) pihak (franchisor) melainkan dibagi kepada beberapa pihak yang menjadi master franchise dari BiNus Center.
Kelebihan dan kekurangan model dengan master franchise terangkum dalam tabel di bawah ini.
87 Tabel 5.16. Kelebihan dan Kekurangan dari Model dengan Master Franchise
Franchisor Master Franchise
Kelebihan
• Pertumbuhan gerai waralaba menjadi lebih cepat dan menyebar
• Mempermudah pengawasan terhadap franchisee karena adanya pembagian tugas dan tanggung jawab kepada pihak lain (master franchise)
• Mendapatkan pendapatan pasif ganda (double passive income)dari master franchise dan franchisee
Mendapatkan pendapatan pasif (passive income) berupa persentase dari initial dan royalty fee franchisee
Kekurangan
• Tidak ada jaminan bahwa master franchise dapat sukses (memenuhi target jumlah gerai)
• Kualitas yang diberikan oleh master franchise dan franchisor belum tentu sama/standar
Tanggung jawab untuk menjadi master franchise lebih sulit dan kompleks dibandingkan dengan ketika menjadi franchisee
88
Model dengan master franchise adalah suatu model waralaba dimana franchisor (dalam hal ini BiNus Center) memberikan hak kepada satu atau beberapa badan hukum di suatu wilayah tertentu untuk menjalankan peranan, tugas dan tanggung jawab sebagai pemberi waralaba kepada investor yang ingin membuka gerai waralaba di area tersebut. Jadi bisa dikatakan bahwa master franchise menjadi perpanjangan tangan dari franchisor di suatu wilayah tertentu. Walaupun begitu tetap ada perbedaan tugas, tanggung jawab dan peranan di antara fracnhisor dan master franchise. Kedudukan (hirarki) antara franchisor, master franchise dan franchisee seperti pada gambar di bawah ini :
Gambar 5.4. Hirarki antara Franchisor, Master Franchise dan Franchisee
Dalam menjalankan model dengan master franchise, BiNus Center sebagai franchisor harus membuat aturan supaya tidak terjadi konflik antara fracnhisor dengan master franchise maupun antara sesama master franchise. Aturan tersebut adalah sebagai berikut :
BiNus Center
Master
Franchise FO
Outlet Outlet Outlet Syadan Grogol Kedoya
Master Franchise
Outlet Outlet Outlet
Master Franchise
Outlet Outlet Outlet
. . .
89
– Hak sebagai master franchise adalah terbatas untuk waktu dan cakupan wilayah yang cukup luas, misalnya 1 (satu) master franchise untuk 1 (satu) pulau atau 1 (satu) negara.
– Investor yang telah terpilih untuk menjadi master franchise tetap diperbolehkan untuk menjalankan gerai waralabanya.
– Jika di suatu pulau/negara telah ada master franchise, maka untuk gerai-gerai waralaba yang berada di pulau/negara tersebut secara hirarki akan berada di bawah master franchise. Namun jika di suatu pulau/negara belum ada master franchise maka gerai-gerai waralaba berada langsung di bawah franchisor.
Adapun syarat-syarat untuk menjadi master franchise dari BiNus Center adalah sebagai berikut :
– Calon master franchise harus sudah pernah menjalankan gerai waralaba BiNus Center dan terbukti berhasil mencapai break even point dalam waktu yang telah ditentukan
– Calon master franchise harus mengajukan rencana bisnis
– Calon master franchise harus lulus seleksi berdasarkan hasil analisa rencana bisnis yang diajukan dan wawancara dengan franchisor
Setelah menyeleksi siapa yang memenuhi persyaratan dan berhak untuk menjadi master franchise, franchisor memberikan pelatihan kepada pihak terpilih
90
untuk dapat menjalankan tugas, tanggung jawab dan peranannnya yang baru sebagai master franchise dari BiNus Center. Materi pelatihan yang diberikan meliputi:
– Mengembangkan bisnis dalam bentuk waralaba – Strategi dan rencana pemasaran yang harus dilakukan
– Persamaan dan perbedaan antara menjadi master franchise dan franchisee
– Target, tugas, hak dan kewajiban dari masing-masing pihak.
Tanggung jawab antara master franchise dan franchisor diuraikan dalam tabel di bawah ini.
91 Tabel 5.17. Pembagian Tanggung Jawab antara Master Franchise dan Franchisor
Master franchise Franchisor
Mencari, menyeleksi dan mengajukan/merekomendasikan calon investor yang akan menjadi franchisee kepada franchisor
Membuat keputusan akhir mengenai investor yang terpilih untuk menjadi franchisee berdasarkan hasil penilaian dan analisa dari master franchise
Mencari, menyeleksi, memutuskan lokasi terbaik untuk menjadi gerai BiNus Center serta melaporkan kepada franchisor
Memutuskan pembukaan (pemberian hak waralaba) dan penutupan (pencabutan / pemutusan hak waralaba) suatu gerai berdasarkan hasil analisa dari master franchise
Memberikan bantuan (support) untuk proses pembukaan gerai dan untuk masalah yang dihadapi saat gerai telah beroperasi sesuai dengan kebutuhan mereka
Menyelenggarakan dan memberikan pelatihan kepada pihak franchisee yang berupa pelatihan untuk manajemen (management training) dan magang kepada staff
Melakukan pengawasan, monitoring dan audit secara rutin terhadap proses yang dilakukan oleh franchisee
Melakukan pengawasan, monitoring dan audit secara rutin kepada master franchise
92 Memberikan informasi, laporan dan analisa mengenai
frannhisee yang berada di bawahnya kepada franchisor
Menyelenggarakan rapat tahunan (annual meeting) dan mengundang seluruh master franchise dan franchisee
Mengevaluasi rencana bisnis dari franchisee sebelum gerai milik franchisee tersebut beroperasi
Memberikan standardisasi kepada franchisee seperti : SOP dan standardiasi manajemen
Memberikan sebagian dari franchise dan royalti fee (diperoleh dari franchisee) kepada master franchise yang besarnya sesuai kesepakatan bersama
Membayar master franchise fee kepada franchisor
Memberikan produk dan kelengkapannya kepada franchisee
93
Hubungan dan aliran data serta tanggung jawab antara franchisor, master franchise dan franchisee tercantum pada gambar di bawah ini.
Gambar 5.5. Hubungan antara Franchisor, Master Franchise dan Franchisee Investor yang akan menjalankan gerai waralaba BiNus Center dapat memilih 3 (tiga) paket yang dibedakan berdasarkan support apa yang diterima oleh francshisee. Ketiga paket tersebut adalah :
– Paket dengan memperoleh dukungan penuh (full support)
– Paket dengan memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan yang dipilih (partial support)
– Paket dengan memperoleh dukungan minumum (standard support)
Franchisor Master
Franchise
•
Memberikan laporan rutin•
Memberikan informasi dan analisa yang berhubungan dengan gerai waralabanyaMembayar franchise dan royalty fee
Franchisee
•
Memberikan persentase atas initial dan royalty fee dari franchisee•
Memberikan pelatihan•
Memberikan keputusan membuka atau menutup suatu gerai•
Melakukan pengawasan•
Melakukan pemilihan lokasi dan investor•
Memberikan support•
Melakukan pengawasan dan monitoring Pelatihan, kelengkapan produk, standardisasiRencana bisnis
Rapat tahunan, komunikasi
1 2
3
1 2
3
94 Tabel 5.18. Perbedaan Tanggung Jawab Franchisor dan Franchisee di antara Ketiga Paket
Perbedaan Franchisor Franchisee
Paket Standard
Support
– Memberikan management training dan pelatihan/magang untuk staff
– Memberikan master produk dan kelengkapannya sesuai dengan pilihan produk
– Memberikan standar manajemen
– Memberikan Standard Operation Procedure (SOP)
– Melakukan pengawasan dan audit terhadap mutu dan pelaksanaan prosedur
– Melakukan promosi bersama secara nasional/global
– Memberikan sistem informasi untuk mendukung kegiatan operasional
– Membayar franchisee / initial fee yang besarnya tergantung paket yang dipilih
– Membayar royalty fee
– Menyiapkan tempat yang sesuai dengan syarat yang telah ditentukan
– Melakukan promosi secara lokal
– Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional sehari-hari
– Membuat dan menyerahkan rencana bisnis jangka pendek dan panjang kepada franchisor
– Bertanggung jawab terhadap seluruh biaya operasional
95 Paket
Full Support
– Memberikan semua hal yang ada pada paket standard support, ditambah 3 dukungan tambahan yang terdiri dari :
• Dukungan sumber daya manusia yang mencakup :
9 Perekrutan staf dan instruktur 9 Pelatihan instruktur
• Dukungan pembelian barang (procurement) yang mencakup:
9 Pembelian komputer dan peripheral-nya 9 Pembelian peralatan dan perlengkapan
kantor atau kelas, pembelian furniture dan barang lain yang tercantum pada corporate identity
96 9 Pembuatan design interior / eksterior dan
renovasi gedung
9 Setting dan instalasi jaringan (LAN dan internet)
• Dukungan pemasaran yang mencakup:
9 Melakukan riset dan analisa pasar
9 Memberikan rekomendasi produk yang dijual berdasarkan hasil riset
Semua dukungan yang diberikan di atas hanya untuk tahap awal saja.
Paket Partial Support
– Memberikan semua hal yang ada pada paket standard support, ditambah salah satu atau dua dari 3 dukungan tambahan yang ada pada paket full support
97
Perbedaan lain antara ketiga paket tersebut di atas adalah lamanya waktu yang diperlukan dari tahap persiapan sampai sebuah gerai siap beroperasi. Bagi franchisee yang memilih paket full support, maka hanya membutuhkan waktu persiapan selama 5 bulan, sedangkan untuk paket standard support membutuhkan waktu selama 6 bulan dan untuk paket partial support waktu yang dibtuhkan antara 5 – 6 bulan (tergantung dari jenis dan jumlah dukungan yang dipilih) Rincian waktu untuk setiap proses pada masing-masing paket dapat dilihat pada Tabel 5.19 sampai Tabel 5.21.
Sebelum kesepakatan antara franchisor dan investor terjadi (penandatangan perjanjian), ada beberapa proses awal yang harus dilakukan yaitu :
a. pengajuan minat dari calon investor untuk menjalankan waralaba BiNus Center b. setiap bulan franchisor mengundang para calon investor untuk menghadiri
briefing mengenai BiNus Center (pemberian prospektus kepada calon investor) c. calon investor diberi waktu 1 (satu) minggu untuk mengajukan proposal yang
berisi biodata lengkap, kondisi keuangan dan lokasi yang direncanakan
d. franchisor menganalisa kelayakan proposal tersebut dalam waktu paling lambat 2 (dua) minggu setelah proposal diterima
e. franchisor mengundang calon investor yang layak proposalnya untuk mengikuti seleksi lanjutan (wawancara) paling lambat 2 (dua) minggu setelah analisa f. franchisor menyeleksi dan mengunjungi lokasi yang diajukan investor yang
lulus seleksi atau lokasi yang direkomendasikan franchisor paling lambat 1 (satu) bulan setelah wawancara
Untuk setiap paket tersebut ada kelebihan dan kekurangannya baik untuk pihak franchisor dan franchisee seperti terlihat pada Tabel 5.22
98 Tabel 5.19. Timetable proses persiapan pembukaan gerai untuk paket full support
Minggu ke-
No Aktivias (Proses) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 Franchisee Awarded
Penandatangan pernjanjian dan pembayaran
Mengirimkan start up kit
2 Start Up Preparation Phase
Merekrut manajer cabang
Pelaksanaan management training
Pembuatan rencana bisnis untuk 1 tahun pertama
3 Start Up Location
Design, renovasi gedung dan pembelian peralatan
/investasi
4 Start Up Pemasaran
Riset pasar
Pemilihan produkawal yang akan dijual 5 Start Up Human Resources
Perekrutan staf
Pelatihan dan magang staf
Perekrutan instruktur
Pelatihan instruktur
6 Start Up Operational
Penjadwalan kelas
7 Persiapan Opening
Pembuatan rencana/strategi pemasaran untuk 1 tahun
pertama
Melakukan persiapan dan promosi untuk opening
Soft and / or Grand Opening
Persiapan pelaksanaan kelas perdana
99 Tabel 5.20. Timetable proses persiapan pembukaan gerai untuk paket standard support
Minggu ke -
No Aktivias (Proses) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Franchisee Awarded
Penandatangan pernjanjian dan
pembayaran
Mengirimkan start up kit
2 Start Up Preparation Phase
Merekrut manajer cabang
Pelaksanaan management training
Pembuatan rencana bisnis untuk 1 tahun
pertama
3 Start Up Location
Design, renovasi gedung dan pembelian
peralatan/investasi
4 Start Up Pemasaran
Riset pasar
Pemilihan produkawal yang akan dijual 5 Start Up Human Resources
Perekrutan staf
Pelatihan dan magang staf
Perekrutan instruktur
Pelatihan instruktur
6 Start Up Operational
Penjadwalan kelas
7 Persiapan Opening
Pembuatan rencana/strategi pemasaran
untuk 1 tahun pertama
Melakukan persiapan dan promosi untuk
opening
Soft and / or Grand Opening Persiapan pelaksanaan kelas perdana
100 Tabel 5.21. Timetable proses persiapan pembukaan gerai untuk paket partial support
Minggu ke-
No Aktivias (Proses) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1 Franchisee Awarded
Penandatangan pernjanjian dan
pembayaran
Mengirimkan start up kit
2 Start Up Preparation Phase
Merekrut manajer cabang
Pelaksanaan management training
Pembuatan rencana bisnis untuk 1 tahun
pertama
3 Start Up Location
Design, renovasi gedung dan pembelian
peralatan/investasi
4 Start Up Pemasaran
Riset pasar
Pemilihan produkawal yang akan dijual 5 Start Up Human Resources
Perekrutan staf
Pelatihan dan magang staf
Perekrutan instruktur
Pelatihan instruktur
6 Start Up Operational
Penjadwalan kelas
7 Opening Preparation
Pembuatan rencana/strategi pemasaran
untuk 1 tahun pertama
Melakukan persiapan dan promosi untuk
opening
Soft and / or Grand Opening Persiapan pelaksanaan kelas perdana
101 Tabel 5.22. Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Paket untuk Franchisor dan Franchisee
Pilihan Paket Bagi Franchisor Bagi Franchisee
Kelebihan
• Lebih menguntungkan karena biaya yang diterima dari franchisee lebih besar
• Lebih mudah dan cepat untuk memulai suatu gerai (tidak harus mengurus sendiri segala kebutuhan) karena segala persiapan sudah dibereskan oleh franchisor
• Cocok bagi franchisee yang belum mempunyai pengalaman namun ingin memulai bisnis (pebisnis pemula)
Full Support
Kekurangan
• Franchisor mempunyai kewajiban untuk memberikan dukungan penuh (membutuhkan resource dan waktu yang cukup banyak) sehingga sebuah gerai bisa siap beroperasi sesuai waktu
• Biaya yang dibayarkan kepada franchisor paling besar dibandingkan paket lainnya
• Tingkat ketergantungan kepada franchisor tinggi
102 Kelebihan
• Franchisor bekerja sama dengan franchisee untuk mempersiapkan pembukaan gerai sehingga resource dan waktu yang dikeluarkan tidak sebanyak dibandingkan dengan full support
• Franchisee dapat lebih fleksibel dalam memilih bagian yang dirasa kurang dan bagian mana yang mampu dikerjakannya
• Biaya yang dikeluarkan lebih kecil dibandingkan dengan full support
Partial Suport
Kekurangan
• Franchisor harus mempersiapkan dan memberikan dukungan yang berbeda-beda untuk setiap gerai sehingga beberapa proses bisa dikerjakan berulang beberapa kali
• Franchisee salah memilih dukungan yang dibutuhkan dan yang akan dikerjakan sendiri sehingga menemukan kesulitan saat akan menjalankan apa yang pada awalnya mereka putuskan sanggup untuk dikerjakan sendiri
Standard Support
Kelebihan
• Franchisor cukup memberikan dukungan minimal sehingga tidak dibutuhkan resource dan waktu tambahan
• Cocok bagi fracnhisee yang sudah mempunyai pengalaman dalam menjalankan bisnis
• Biaya yang dibayarkan ke franchisor paling kecil dibandingkan dengan paket lainya
• Franchisee mempunyai pengalaman dalam mempersiapkan sebuah bisnis mulai dari awal
103 Kekurangan
• Kontrol untuk persiapan pembukaan gerai tidak sepenuhnya berada di tangan franchisor sehingga kualitasnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
• Biaya yang diterima dari franchisee paling sedikit dibandingkan dnegan paket lainnya
• Franchisee harus melakukan banyak hal sebelum sebuah gerai bisa beropersional
• Franchisee yang tidak mempunyai pengalaman akan menemukan masalah / kendala dalam menjalankan proses persiapan
• Waktu dan resource yang dibutuhkan sampai sebuah gerai siap beroperasi lebih lama dibandingkan dengan paket lainnya
104 5.2.2 Proses Waralaba
Rekomendasi lain yang kami berikan kepada BiNus Center adalah perbaikan dan tambahan atas proses waralaba yang telah berjalan selama ini. Perbandingan antara proses yang berjalan selama ini dengan yang yang kami usulkan dapat dilihat pada tabel 5.23
Tabel 5.23. Perbandingan Proses Waralaba yang Selama Ini Berjalan dengan Proses yang Kami Usulkan Proses yang Ada Selama Ini Proses Baru yang Diusulkan
Tahap awal :
• Franchisor memberikan prospektus kepada calon investor
• Pertemuan awal antara franchisor dan calon investor
• Franchisor menyeleksi calon investor menjadi untuk franchisee
Tahap awal :
Tidak ada perubahan proses hanya perbaikan pada isi prospektus, penambahan panduan pemilihan investor dan lokasi seperti tercantum pada panduan bagi franchisee dan franchisor (5.2.3)
105
• Franchisor mengajukan lokasi kepada franchisee/menyeleksi lokasi yang diusulkan oleh franchisee
• Penandatanganan perjanjian dan pembayaran franchisee fee Tahap persiapan :
• Management training
• Renovasi gedung
• Perekrutan staf
• Pelatihan staf
• Pemilihan produk yang akan dijual
• Perekrutan instruktur
• Pelatihan dan sertifikaasi instruktur
• Soft dan atau grand opening
Tahap persiapan :
• Pemberian start-up kit sebagai pedoman persiapan pembukaan gerai seperti tercantum pada panduan bagi franchisee dan franchisor (5.2.3)
• Management training dengan cakupan yang diperluas seperti tercantum pada panduan bagi franchisee dan franchisor (5.2.3)
• Renovasi gedung
• Perekrutan staf
• Pelatihan / magang untuk staf
• Melakukan riset dan analisa pasar
• Pemilihan produk berdasarkan hasil analisa pasar
106
• Perekrutan instruktur
• Pelatihan dan sertifikasi instruktur
• Pengajuan rencana bisnis 1 tahun pertama kepada franchisor seperti tercantum pada panduan bagi franchisee dan franchisor (5.2.3)
• Soft dan atau grand opening Setelah beroperasi :
• Franchisee membayar royalty fee kepada franchisor
• Franchisee mengirimkan laporan rutin kepada franchisor
• Franchisor memberikan bantuan/konsultasi terhadap permasalahan yang dihadapi franchisee dalam menjalankan bisnisnya
• Franchisor melakukan audit kepada franchisee
• Franchisor menyelenggarakan pertemuan tahunan dengan seluruh franchisee
Setelah beroperasi :
• Franchisee membayar royalty fee kepada franchisor
• Franchisee mengirimkan laporan rutin kepada franchisor
• Franchsior memberikan pelatihan rutin untuk staf maupun instruktur
• Franchisor memberikan bantuan/konsultasi terhadap permasalahan yang dihadapi franchisee dalam menjalankan bisnisnya serta menjalin komunikasi dengan baik
107
• Franchisor melakukan audit kepada franchisee
• Franchisor menyelenggarakan pertemuan tahunan dengan seluruh franchisee
108
5.2.3 Panduan Bagi Franchisee dan Franchisor
Pada bagian ini, kami akan memberikan beberapa panduan untuk franchisor maupun franchisee yang terdiri dari :
a. Panduan prospektus untuk franchisor b. Panduan start up kit untuk franchisor
c. Panduan pemilihan investor untuk franchisor d. Panduan pemilihan lokasi untuk franchisor A. Pedoman untuk Prospektus
Pedoman untuk prospektus mencakup :
1. Analisa industri waralaba di bidang pendidikan
2. Ringkasan profil perusahaan yang berisi informasi mengenai : - Apa dan siapa Bina Nusantara dan BiNus Center
- Sejarah dan waktu penting dari BiNus Center - Visi, misi dan nilai yang dianut BiNus Center - Keunggulan bersaing dari BiNus Center
3. Hal yang berkaitan dengan pemasaran berupa informasi mengenai:
- Analisa pasar
- Strategi pemasaran (segmentation, targeting, positioning) - Taktik pemasaran (4P – Place, product, price, promotion) 4. Sistem waralaba BiNus Center yang berisi informasi mengenai :
- Keuntungan menjalankan waralaba BiNus Center