• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Rabu, 08 Oktober 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Rabu, 08 Oktober 2014"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 BI Rate Masih Bertahan 7,5%.

 BI Rate 7,5% Cuma Untungkan Sektor Finansial.

 Krakatau Steel pangkas biaya US$ 173 juta.

 Pembelian saham MIDI tak pengaruhi lisensi Lawson.

DAILY RESEARCH

Statistics Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

R endahnya tekanan jual pemodal asing membuat aksi beli kembali meningkat sehingga berhasil mendorong IHSG menguat 32,703 poin (0,65%) di 5032,841 pada perdagangan kemarin. Setelah beberapa sesi perdagangan mencatatkan nilai penjualan bersih, kemarin pemodal asing mulai melakukan pembelian kembali tercermin dari nilai pembelian bersih Rp104,4 miliar. Saham properti, jasa konstruksi, semen, infrastuktur menjadi penopang penguatan indeks. Kemarin Bank Indonesia

(BI) untuk kesebelas kalinya menahan BI Rate di 7,5%.

Namun penguatan ini dinilai masih rawan koreksi karena kurang ditopang perkembangan eksternal. Hal ini bisa membuat pergerakan harga saham berfluktuatif dalam jangka pendek terutama dipicu arus modal asing yang keluar. Tadi malam bursa global umumnya ditutup anjlok. Indeks di Wall Street seperti DJIA dan S&P terkoreksi tajam masing-masing 1,6% dan 1,5% ditutup di 16719,39 dan 1935,10.

Indeks saham utama di zona Euro juga terkoreksi rata-rata di atas 1%.

Sebaliknya harga emas cenderung menguat di USD1212,40/t.oz.

Sedangkan harga minyak mentah kembali terkoreksi menjadi USD88,85/barel.

Pasar saham global kembali melepas aset beresiko dipicu kekhawatiran resesi di Jerman setelah data Factory Orders Jerman bulan lalu anjlok 5,7%. Padahal bulan sebelumnya masih naik 4,9%.

Kondisi ini diperburuk dengan langkah IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dan tahun depan masing-masing menjadi 3,3% dan 3,8% dari proyeksi sebelumnya 3,4% dan 4%.

Meningkatnya kekhawatiran memburuknya perekonomian global akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini. IHSG akan bergerak dengan support di 4960 dan resisten di 5050 cenderung koreksi.

IHSG : S1 5000 S2 4960 R1 5050 R2 5080

IHSG 5,032.84

Change 32.70

Change (%) 0.65

Change (%/ytd) 16.59

Total Value (IDR triliun) 4.626 Total Volume (miliar saham) 5.461 Net Foreign Buy (IDR miliar) 105.000 Up: 215 Down: 243 Unchange: 91 Index Last Chg %

DJIA  16719.39  (272.52)  (1.60)  S&P 500  1935.10  (29.72)  (1.51)  FTSE 100  6495.58  (68.07)  (1.04)  CAC 40  4209.14  (77.38)  (1.81)  DAX  9086.21  (123.30)  (1.34)  NIKKEI 225  15546.93  (313.91)  (1.98)  HANGSENG  23422.52  107.48   0.46   STI  3243.99  (8.05)  (0.25)  SHENZHEN  1333.50  0.00   0.00   SHANGHAI  2363.87  0.00   0.00   Commodities Price Chg %

Oil (US$/barrel)  88.60  (1.84)  (2.03)  CPO (RM/M.T)  2180.00  11.00   0.51   Gold (USD/T.oz)  1213.60  6.70   0.56   Nikel (USD/M.T  16595.00  290.00   1.78   Timah (USD/M.T)  20450.00  50.00   0.25   Coal (USD/M.T)  66.40  0.85   1.30  

Exchange Rates Chg % IDR/USD  12215.00  (43.00)  (0.35) 

USD/EUR  1.264  0.00   0.17  

JPY/USD  108.36  (0.59)  (0.55)  IDR/SGD  9562.84  (38.56)  (0.40)  IDR/AUD  10730.45  4.82   0.04   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  46.01  2810  (0.18)  (0.39)  Top Gainers IDR % Chg

MSKY  1,600  21.67   285 

SSTM  98  16.67   14 

MGNA‐W  44  15.79   6 

NELY  159  9.66   14 

DPNS  424  8.72   34 

Top Losers IDR % Chg

BWPT  460  (14.81)  (80) 

GTBO  575  (12.88)  (85) 

TKIM‐W  221  (11.60)  (29) 

AMAG‐W  50  (10.71)  (6) 

ARTA  220  (8.33)  (20) 

Top Value IDR % (miliar) BMRI  10,050  (4.51)  633.903 

BBRI  10,350  (3.94)  572.557  ASII  7,000  (2.44)  359.420  SMGR  15,125  (5.17)  277.409  BBNI  5,500  (4.76)  269.140  Top Volume IDR % (juta)

BUMI  106  (2.75)  328.895 

BWPT  460  (14.81)  223.434 

BKSL  103  (6.36)  133.797 

PNLF  275  (4.18)  110.767 

META  200  (0.50)  105.568 

(2)

News Update

2



BI Rate Masih Bertahan 7,5%. Hari ini, Bank Indonesia (BI) mengumumkan suku bunga acuan atau BI Rate. Seperti yang telah diperkirakan pelaku pasar, BI Rate masih ditahan 7,5%. BI menilai besaran suku bunga acuan tersebut masih sejalan dengan perkiraan inflasi 3,5-5,5% untuk 2014. Juga masih mendukung untuk mencapai tingkat defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang sehat. "Kebijakan tersebut konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5% plus minus 1 pada 2014 dan 4%

plus minus 1 pada 2015. Serta menurunkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat," sebut pernyataan tertulis BI. Pelaku pasar sudah memperkirakan BI Rate yang ditahan. Misalnya Mandiri Sekuritas dalam risetnya menyebutkan belum ada alasan yang kuat bagi BI untuk menaikkan suku bunga. (Detikcom)



BI Rate 7,5% Cuma Untungkan Sektor Finansial. Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya atau BI Rate sebesar 7,5 persen dirasa terlalu memberatkan sebagian pihak. Pasalnya, kebijakan tersebut justru mengganjal eksportir. Peneliti Indef, Enny Srihartati, mengatakan dengan suku bunga yang tinggi ini tentu akan menjadi sandungan bagi para eksportir. Akibatnya, defisit neraca perdagangan Indonesia akan menjadi berat. "Sehingga, pihak BI seharusnya menaikkan BI Rate minimal 0,25 poin secara bertahap untuk sinyal 50 bates point. Agar tidak berdampak kepada suku bunga yang tinggi," kata dia kepada Okezone. Lebih lanjut Enny menjelaskan, jika BI Rate diturunkan menjadi 7 persen. Maka ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan tingkat inflasi yang bisa dikendalikan. Menurutnya, jika BI Rate tetap tinggi, maka hanya sektor finansial saja yang mendapat dampak positif. "Sedangkan, sektor riil dapat terkena dampak negatif yang sangat signifikan, karena kenaikan suku bunga yang dapat membuat mereka mengalami kerugian

" tukas dia Sekedar informasi, BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,5 persen dengan suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 7,50 persen dan 5,75 persen. (Okezone)



Krakatau Steel pangkas biaya US$ 173 juta. Jika perusahaan lain ngebut mengejar target pendapatan di sisa tahun ini, lain cerita dengan PT Krakatau Steel Tbk. Produsen besi dan baja itu justru sibuk memangkas beban perusahaan US$ 173 juta. Perusahaan itu berharap pemangkasan beban bisa menekan kerugian dan mencetak laba tahun ini. Demi mewujudkan cita-cita itu, Krakatau Steel menempuh sejumlah cara. Antara lain mengubah pola operasi industri hulu dan hilir, mengempiskan beban manufaktur dan memangkas tenaga kerja alih daya yang berlebih. Dengan kata lain, pemangkasan beban itu menyangkut pemangkasan anggaran beban pokok penjualan, harga pokok penjualan, dan pelbagai beban usaha yang lain. Selain menyunat aneka beban, perusahaan berkode KRAS di Bursa Efek Indonesia itu juga berencana memaksimalkan aset sendiri. Melalui anak perusahaannya, PT Krakatau Daya Listrik dan PT Krakatau Posco Energy, perusahaan itu menargetkan produksi 720 megawatt listrik sendiri. Aliran listrik itu bakal dimanfaatkan untuk mendukung operasional Krakatau Steel Group. Meski sudah menyusun aneka strategi, Krakatau Steel belum bisa memastikan potensi kerugian yang bisa ditekan dan potensi laba bersih yang bisa mereka cuil. Yang pasti, itu adalah salah satu ikhtiar perusahaan itu membirukan kinerja tahun ini. Maklum, dalam dua tahun terakhir, perusahaan itu tak pernah untung. Pada 2013, Krakatau Steel merugi US$ 13,6 juta sedangkan pada 2012 merugi US$ 19,56 juta. Perusahaan itu terakhir menerima rapor biru pada 2011 tatkala mencatatkan laba tahun berjalan US$ 151,34 juta. Selain pemangkasan beban, Krakatau Steel juga menaruh harapan besar pada perbaikan harga baja di sisa tahun ini. Sebab, bangkitnya harga baja bakal menjadi katalis positif bagi perusahaan itu. Dalam catatan Krakatau Steel, harga baja pada semester I- 2014 adalah US$ 650/ton - US$ 660/ton. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, harga baja masih bertengger di harga US$ 700/ton. Tak ayal Irvan menuding pelemahan harga baja sebagai salah satu biang keladi kinerja perusahaan itu pada semester I-2014 tak ciamik. Sama seperti kinerja 2013 dan 2012, pada semester I-2014, Krakatau Steel merugi dengan besaran US$ 93,03 juta.

(Kontan Online)"



Pembelian saham MIDI tak pengaruhi lisensi Lawson. Rencana PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) untuk membeli 30% saham atau setara 864,7 juta saham milik PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dari pemegang saham lainnya yakni Lawson Asia Pacific Holdings Pte.

Ltd, tidak mempengaruhi posisi lisensi ritel Lawson di MIDI. Hal ini karena urusan terkait jual-beli saham ini tidak akan mempengaruhi kinerja MIDI di masa mendatang terkait Lawson. Direktur Keuangan PT Midi Utama Indonesia Tbk Suantopo Po mengatakan, MIDI akan tetap berjalan sebagai pemegang lisensi ritel Lawson. Hal itu disebabkan karena antara kepemilikan saham dan kepemilikan lisensi adalah dua hal yang berbeda dan berjalan masing-masing. Jual beli saham ini berada di luar wilayah operasional dan kinerja MIDI. Dari sisi kinerja diakui oleh Suantopo, MIDI tidak menargetkan untuk menambah gerai Lawson baru hingga akhir tahun 2014. Karena bagi MIDI saat ini, fokus utama adalah meningkatkan kinerja dan memompa pendapatan Lawson bagi keseluruhan pendapatan MIDI. Saat ini dari komposisi pendapatan keseluruhan MIDI, gerai Alfamidi masih memegang porsi yang besar yakni sekitar 91% dari keseluruhan.

Untuk mencapai target itu, MIDI lebih fokus pada peningkatan kinerja daripada membuka gerai Lawson yang baru. Sebagai informasi, pendapatan MIDI bertumbuh 20% setiap tahunnya, termasuk juga tahun ini yang diharapkan pertumbuhan pendapatan minimal 20%.

Memang jika dilihat dari kinerja berdasarkan public expose MIDI beberapa waktu lalu, jumlah toko Lawson saat ini hanya sekitar 8.6%

atau setara 62 gerai dari keseluruhan gerai MIDI per 2013. (Kontan Online)



Indosat dapat pinjaman US$ 450 juta dari 7 bank. PT Indosat Tbk (ISAT) terus menambah utang untuk memgamankan bisnisnya. Pada kuartal keempat, emiten halo-halo ini akan memperoleh pinjaman senilai US$ 450 juta dengan skema fasilitas kredit revolving atau Revolving Credit Facility (RCF). Adapun, pinjamannya diperoleh secara bilateral dengan 7 bank. Nah, kredit revolving ini terdiri dari mata uang Rupiah dan Dollar. Andromeda menyebut bahwa ISAT tengah berusaha mengurangi porsi utang Dollar menjadi Rupiah. Adapun, pinjaman ini memiliki tenor maksimum 3 tahun. Tadinya, ISAT menargetkan raihan utang US$ 450 juta ini bisa rampung di kuartal ketiga.

Namun periode tersebut telah berlalu, ISAT belum juga memperoleh dana segar. Andromeda bilang, ini dikarenakan ISAT yang masih dalam tahap negosiasi. Dari 7 bank yang akan mengucurkan pinjaman, baru satu yang telah mendekati tahap final. Pekan depan, ISAT akan menandatangani perjanjian dengan satu bank campuran. Pinjaman tersebut memiliki tenor 3 tahun. Rencananya, ISAT akan menggunakan dana hasil pinjaman ini untuk modal kerja seperti belanja modal atau capital expenditure (capex) dan belanja operasional atau operational expenditure (opex). Selain itu, ISAT juga akan melakukan pembiayaan kembali atau refinancing. Andromeda menyebut, pihaknya akan melunasi utang bank yang jatuh tempo di tahun depan. Kemudian di Juli 2015, ISAT juga akan melakukan refinancing US$

650 juta yang akan jatuh tempo di Juli 2020. Tak hanya mengandalkan kredit revolving ini, ISAT juga akan menerbitkan obligasi untuk mengamankan posisi utangnya. Pada kuartal keempat, ISAT akan mengeluarkan surat utang Rp 2,5 triliun. (Kontan Online)

Rabu, 08 Oktober 2014

(3)

Stock Picks

3

AALI 22300-23000. Pergerakan harga saham Astra Agro lestari Tbk (AALI) sepekan terakhir cenderung

konsolidasi di area downtrend. Kemarin harganya ditutup menguat 1,7% di Rp22475. Secara technical harga sahamnya berpeluang melanjutkan rebound karena berada di area oversold. Rencana perseroan akan membagikan dividen interim tahun buku 2014 sebesar Rp244/saham dimana cum dividen akan jatuh akhir pekan ini bisa menjadi penopang penguatan harga sahamnya dalam jangka pendek. Laba bersih Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang paruh pertama 2014 (1H14) tumbuh 90,93% mencapai Rp1,37 triliun. Pencapaian laba tersebut mencerminkan 54% dari proyeksi kami tahun ini sebesar Rp2,59 triliun.

Pencapaian laba bersih perseroan tersebut terutama ditopang kenaikan pendapatan bersih 45,71%

mencapai Rp8 triliun dibandingkan periode yang sama 2013 sebesar Rp5,49 triliun. Pencapaian pendapatan bersih perseroan 1H14 mencerminkan 57% dari proyeksi pendapatan bersih perseroan tahun ini sebesar Rp13,99 triliun. Kenaikan pendapatan bersih 1H14 tersebut ditopang oleh kenaikan produksi CPO AALI 21% (yoy) mencapai 852.942 ton. Selain itu kenaikan harga CPO dunia sepanjang 1H14 rata-rata 9,6% (yoy) menjadi RM2600/MT dibandingkan 1H13 yang hanya RM2380/MT turut menopang kinerja perseroan sepanjang 1H14. Secara valuasi pada harga Rp22475 saham AALI ditransaksikan dengan PE 13,5x (E/14). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 19x, merujuk pada rata-rata PE tertinggi dalam tiga tahun terakhir, maka harga saham AALI akan berpeluang ke Rp31270, punya ruang penguatan 39% dari harga saat ini. Peluang rebound jangka pendek akan menguji resisten di Rp23000.

Sedangkan level support saat ini di Rp22000. Maintain Buy, SL 21800

(4)

Stock Picks

4

SIMP 785-820. Harga saham Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) kemarin berhasil rebound terbatas ditutup di Rp795. Harga saham emiten CPO ini sejak akhir Juni lalu bergerak dalam tren bearish. Salah satu faktornya adalah pelemahan harga CPO dan pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang menembus level Rp12000 saat ini. Bila dibandingkan dengan posisi harganya di Rp1060 (27/6) harga sahamnya kemarin di Rp795 telah mencerminkan koreksi 25%. Posisi harga sahamnya saat ini secara technical berada di posisi oversold sehingga peluang rebound lanjutan akan terbuka. Dari sisi kinerja, laba bersih SIMP sepanjang paruh pertama tahun ini (1H14) tumbuh signifikan 361,5% mencapai Rp497,62 miliar dibandingkan periode yang sama 2013 (1H13) sebesar Rp107,83 miliar. Pencapaian laba bersih ini ditopang pertumbuhan penjualan bersih 11% mencapai Rp7,17 triliun. Dilihat secara kuartalan, kinerja perseroan sepanjang 2Q14 meningkat signifikan dibandingkan 1Q14. Penjualan tumbuh 26% (qoq) menjadi Rp4 triliun dari Rp3,2 triliun.

Sedangkan laba bersih 2Q14 naik 59% mencapai Rp305,6 miliar dari 1Q14 sebesar Rp192 miliar. Tahun ini penjualan bersih diperkirakan tumbuh 24,77% mencapai Rp16,57 triliun dengan laba bersih tumbuh 130%

mencapai Rp1,2 triliun. EPS tahun ini diproyeksikan mencapai Rp75,95. Pada harga saat ini di Rp795 saham SIMP ditransaksikan dengan PE 10,5x (E/14). Kami memperkirakan harga saham SIMP untuk jangka panjang berpeluang ditransaksikan dengan PE 17x merujuk pada rata-rata PE SIMP dengan kondisi pasar bullish. Ini berarti harga sahamnya berpeluang mencapai Rp1292 atau punya ruang penguatan 62,5% dari harga saat ini. Secara technical saat ini peluang penguatan lanjutan akan ditentukan dengan kemampuannya menembus level Rp800. Sedangkan level support di Rp785. Pergerakan harga sahamnya kemarin membentuk pola spinning tops didahului dengan doji di area downtrend mengindikasikan sinyal reversal trend. Maintain Buy, SL 780

Rabu, 08 Oktober 2014

(5)

5

Stock Picks

WIKA 2535-2600. Harga saham Wijaya Karya Tbk (WIKA) kemarin ditutup menguat di Rp2555. Harga sahamnya saat ini relatif murah. Ini tercermin dari posisi harganya secara technical berada di area oversold.

Tekanan jual atas saham emiten jasa konstruksi sejak pekan terakhir September lalu lebih dipicu kekhawatiran atas pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang sempat mencapai Rp12200 awal pekan ini. Namun diperkirakan pelemahan rupiah atas dolar tersebut bersifat sementara. Momentum pemerintahan baru dengan tim kabinet baru yang akan diumumkan akhir bulan ini akan kembali mengangkat saham- saham emiten jasa konstruksi mengingat optimisme investor atas percepatan sejumlah proyek infrastruktur.

Secara valuasi harga saham WIKA saat ini di Rp2555 ditransaksikan dengan PE 22,9x (E/14). PE WIKA ditransaksikan lebih tinggi dari rata-rata PE emiten jasa konstruksi saat ini sekitar 21x. Hal ini mencerminkan pasar menghargai WIKA lebih tinggi ketimbang emiten jasa konstruksi lainnya mengingat kuatnya pertumbuhan bisnis perseroan yang memiliki sejumlah lini bisnis seperti EPC, beton, infrastruktur melalui kepemilikan di sejumlah ruas tol seperti ruas tol Surabaya –Mojokerto dan Jasa Marga Bali Toll, sektor properti melalui anak usaha WIKA Realty dan sektor energi melalui anak usaha Wika Industri Energi dan proyek Jabar Power yang sahamnya 20% dimiliki WIKA. Sepanjang tahun ini harga saham WIKA sempat ditransaksikan di level tertinggi di Rp2990 (22/8). Secara technical harga sahamnya dalan jangka pendek berpeluang kembali menuju resisten terdekat di Rp2600 dan target harga di Rp2800. Trading Buy, SL 2480 Rabu, 08 Oktober 2014

Saham Pilihan

ASII 6700-6900 SoS, SL 6500

INCO 3650-3850 SoS, SL 3480

INDF 6825-6975 Buy, SL 6750

LSIP 1880-1935 SoS, SL 1860

SMRA 1135-1200 Buy, SL 1080

LPKR 930-990 Buy, SL 895

UNTR 19800-20900SoS, SL 19500

(6)

Stock View

6

Rabu, 08 Oktober 2014

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5032.84  5053.99  5075.15  5005.92  4979.01 

              

PERKEBUNAN

AALI  22475  22,683.33  22,891.67  22,183.33  21,891.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  11.57 

BWPT  515  571.67  628.33  481.67  448.33               

LSIP  1900  1,918.33  1,936.67  1,878.33  1,856.67  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  14.49 

SGRO  1955  1,985.00  2,015.00  1,940.00  1,925.00  649,627.93  10.94  29.32  141.04  16.67 

SIMP  795  801.67  808.33  786.67  778.33  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  16.37 

UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1140  1,165.00  1,190.00  1,125.00  1,110.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  6.24 

BORN  78  82.33  86.67  75.33  72.67               

BRAU  114  117.67  121.33  109.67  105.33               

BUMI  159  177.33  195.67  146.33  133.67  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.21 

DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93 

HRUM  1935  1,956.67  1,978.33  1,916.67  1,898.33  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  10.62 

ITMG  26500  26,700.00  26,900.00  26,400.00  26,300.00  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  6.84  PTBA  13300  13,500.00  13,700.00  12,950.00  12,600.00  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  14.29 

PTRO  1145  1,173.33  1,201.67  1,123.33  1,101.67  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  12.05 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  118  120.33  122.67  116.33  114.67  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  6.71 

ELSA  590  606.67  623.33  561.67  533.33  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  19.88 

ENRG  100  102.33  104.67  96.33  92.67  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  5.14 

ESSA  3240  3,245.00  3,250.00  3,230.00  3,220.00  126,590.83  22.89  42.71  28.12  18.97 

MEDC  3780  3,820.00  3,860.00  3,720.00  3,660.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  7.69 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  1025  1,033.33  1,041.67  1,013.33  1,001.67               

INCO  3740  3,795.00  3,850.00  3,670.00  3,600.00  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  45.35 

TINS  1250  1,266.67  1,283.33  1,236.67  1,223.33               

SEMEN

INTP  22500  22,808.33  23,116.67  21,983.33  21,466.67  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  19.43 

SMCB  2585  2,613.33  2,641.67  2,568.33  2,551.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  15.30 

SMGR  15400  15,566.67  15,733.33  15,066.67  14,733.33  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  17.53  LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  94  97.67  101.33  90.67  87.33  333,609.60  28.88  2.97  59.01  7.91 

JPRS  251  259.67  268.33  245.67  240.33  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  9.65 

KRAS  469  471.33  473.67  464.33  459.67  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.49 

PAKAN TERNAK

CPIN  3905  3,933.33  3,961.67  3,853.33  3,801.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  24.20 

JPFA  1215  1,231.67  1,248.33  1,186.67  1,158.33  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  61.16 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  6800  6,850.00  6,900.00  6,725.00  6,650.00  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  14.56 

GJTL  1495  1,530.00  1,565.00  1,455.00  1,415.00  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  3.88 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  10850  11,150.00  11,450.00  10,525.00  10,200.00  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94 

INDF  6875  6,925.00  6,975.00  6,775.00  6,675.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  10.99 

MYOR  29900  30,066.67  30,233.33  29,766.67  29,633.33  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  55.91 

ROTI  1095  1,103.33  1,111.67  1,083.33  1,071.67  464,595.48  27.03  12.10  9.45  22.62 

GGRM  56500  56,816.66  57,133.33  55,916.66  55,333.33  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  19.18 

INAF  160  162.67  165.33  155.67  151.33  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐3.23 

KAEF  1065  1,080.00  1,095.00  1,050.00  1,035.00  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  63.28 

KLBF  1660  1,681.67  1,703.33  1,646.67  1,633.33  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  39.45 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

UNVR  30650  30,933.33  31,216.67  30,433.33  30,216.67  8,725,116.00  15.17  178.37  ‐4.96  42.96 

(7)

7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  334  339.00  344.00  329.00  324.00  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  5.79 

ASRI  441  444.67  448.33  435.67  430.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  6.99 

BKSL  90  93.67  97.33  85.67  81.33               

BSDE  1480  1,493.33  1,506.67  1,463.33  1,446.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  13.25 

COWL  650  661.67  673.33  636.67  623.33  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  101.92 

CTRA  990  1,005.00  1,020.00  975.00  960.00  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  16.49 

CTRP  715  726.67  738.33  701.67  688.33  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  36.54 

CTRS  2085  2,103.33  2,121.67  2,053.33  2,021.67  347,893.21  27.73  66.20  25.74  7.87 

ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

KIJA  264  267.33  270.67  260.33  256.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.39 

MDLN  493  496.00  499.00  491.00  489.00               

KONSTRUKSI BANGUNAN

ADHI  2630  2,648.33  2,666.67  2,598.33  2,566.67  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  72.95 

DGIK  163  164.67  166.33  161.67  160.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  22.52 

PTPP  2300  2,336.67  2,373.33  2,231.67  2,163.33  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  45.33 

SSIA  695  703.33  711.67  683.33  671.67  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  65.86 

TOTL  940  946.67  953.33  931.67  923.33  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  21.13 

WIKA  2555  2,580.00  2,605.00  2,510.00  2,465.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  23.41 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  5800  5,850.00  5,900.00  5,750.00  5,700.00               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  3125  3,263.33  3,401.67  3,023.33  2,921.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  14.51 

JSMR  6350  6,383.33  6,416.67  6,308.33  6,266.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  28.71 

TELEKOMUNIKASI

BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81 

EXCL  6175  6,225.00  6,275.00  6,125.00  6,075.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  34.76 

ISAT  3905  3,956.67  4,008.33  3,836.67  3,768.33  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.63 

TLKM  2860  2,895.00  2,930.00  2,830.00  2,800.00  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  19.75 

TRANSPORTASI

GIAA  418  419.00  420.00  416.00  414.00  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.27 

MBSS  1300  1,308.33  1,316.67  1,288.33  1,276.67  435,871.55  21.78  59.94  3.87  5.42 

WINS  1290  1,308.33  1,326.67  1,273.33  1,256.67  518,942.64  36.32  23.63  53.05  13.65 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  725  731.67  738.33  716.67  708.33  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  10.27 

BANK

BBCA  12475  12,608.33  12,741.67  12,283.33  12,091.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  20.98 

BBKP  715  720.00  725.00  705.00  695.00  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.54 

BBNI  5450  5,541.67  5,633.33  5,341.67  5,233.33  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  10.62 

BBRI  10475  10,625.00  10,775.00  10,350.00  10,225.00  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  10.89 

BBTN  1115  1,125.00  1,135.00  1,105.00  1,095.00  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  8.63 

BDMN  3900  3,923.33  3,946.67  3,863.33  3,826.67  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  10.69 

BJBR  755  761.67  768.33  751.67  748.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  5.63 

BMRI  9750  9,858.33  9,966.67  9,683.33  9,616.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  11.55 

BNGA  935  950.00  965.00  925.00  915.00  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  5.35 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5025  5,136.67  5,248.33  4,951.67  4,878.33  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  27.05 

INTA  294  294.00  294.00  294.00  294.00  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.97 

UNTR  20450  20,741.67  21,033.33  19,991.67  19,533.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  120.97  PERDAGANGAN ECERAN

MAPI  5025  5,068.33  5,111.67  4,988.33  4,951.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  45.82 

RALS  840  858.33  876.67  813.33  786.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  36.67 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2940  3,018.33  3,096.67  2,868.33  2,796.67  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  26.62 

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  395  399.33  403.67  391.33  387.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐16.81 

BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00  2,503,679.10  190.79  7.10  1,526.00  1.76 

(8)

Corporate Action

8

RUPS EMITEN JENIS TANGGAL TEMPAT

BBNI   Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   06/03/2014   The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN   Capitalinc Investment Tbk.   EGM   10/03/2014     

SRIL   Sri Rejeki Isman Tbk   EGM   10/03/2014   Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392  Solo   

BNII   Bank Internasional Indonesia 

Tbk.   EGM   12/03/2014   Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No. 

8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270    ADHI   Adhi Karya (Persero) Tbk.   AGM   14/03/2014   Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA   Arwana Citramulia Tbk.   AGM   14/03/2014   Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004  RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT   Waskita Karya (Persero) Tbk   AGM   18/03/2014   Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10  Jakarta   

CNKO   Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk   EGM   19/03/2014   Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA   Berlian Laju Tanker Tbk   AGM   19/03/2014   Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend. 

Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta    BTPN   Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.   AGM   20/03/2014     

GIAA   Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk   EGM   24/03/2014     

MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   24/03/2014   Ruang Serbaguna BEI    BBRM   Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk   AGM   25/03/2014     

BBRM   Pelayarang Nasional Bina 

Buana Raya Tbk   EGM   25/03/2014     

BJBR   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B   AGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung   

BJBR   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Barat dan B   EGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung   

BJTM   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk   AGM   26/03/2014   Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya    BBRI   Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   26/03/2014     

INAF   Indofarma Tbk.   AGM   26/03/2014     

ITMA   Sumber Energi Andalan Tbk   EGM   27/03/2014     

WIKA   Wijaya Karya (Persero) Tbk.   AGM   27/03/2014   Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9  Jakarta Timur   

BNGA   Bank CIMB Niaga Tbk   AGM   27/03/2014   Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman  Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO   Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk   AGM   27/03/2014     

DEWA   Darma Henwa Tbk   AGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940   

DEWA   Darma Henwa Tbk   EGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C

‐22 Jakarta 12940    IGAR   Champion Pacific Indonesia 

Tbk   AGM   28/03/2014   Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Rabu, 08 Oktober 2014

(9)

Corporate Action

9

EMITEN JUMLAH

DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN

DIVIDEN KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014    

ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014    

JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014    

RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014    

DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014    

RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014    

KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014    

SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014    

TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014    

GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014    

MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014    

MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014    

BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014 

1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐

sikan pada saat Recording Date 

TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014    

ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014    

PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014    

ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014    

ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014    

ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014    

CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018 

GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014    

FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014    

INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014    

MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014    

DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014    

AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014    

KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu.

Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32 Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730 Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496 Pantai Indah Kapuk The Centro Metro Broadway

Blok A No. 28 Lt. 2 Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460 Phone : +62 21 3001 0315

Serpong:

Ruko Golden 8 Blok F No.6 Jl. Ki Hadjar Dewantara Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810 Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944

Solo:

Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q Surakarta 57141 Phone : +62 271 743 498

Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122

Sampit : Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992 Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1 Jakarta 10270, Indonesia Phone : +62 21 726 3969 Fax : +62 21 571 0895 CS : +62 21 726 2757

Web : www.firstasiacapital.com E-mail : [email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected]) David Nathanael ([email protected])

10

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena telah diketahui bahwa pemenuhan harapan masyarakat berdampak baik terhadap organisasi, pemerintah daerah akan cenderung untuk melakukan pelaporan keuangan di

Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh positif faktor kompetisi politik, ukuran, leverage, kekayaan pemerintahan daerah, serta pengaruh

Penelitian terkait dengan ukuran pemerintahan daerahyang didasarkan pada total pendapatan dimana pemerintah daerah dengan total pendapatan yang lebih besar dapat memberikan

Survei cepat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tikus inang definitif schistosomiasis, menentukan infection rate schistosomiasis pada tikus dan

Perbedaan yang nyata pada prevalensi dan derajat infeksi cacing hati antara sapi berumur lebih dari 12 bulan dengan sapi yang lebih muda disebabkan pola pemeliharaan ternak

Hasil penelitian menunjukkan perilaku positif yang berhubungan dengan kejadian schistosomiasis yaitu perilaku buang air besar di jamban keluarga (p=0,001) dan menggunakan

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Prevalensi Koksidiosis pada Sapi Perah di Kelompok Ternak Tirta Kencana

Salah satu bentuk hubungan antara benda mati dan makhluk hidup adalah jenis tanah, suhu, dan curah hujan di suatu tempat dapat memengaruhi jenis tanaman yang