• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Riset Manajemen Indonesia Vol. 4, No. 1, Januari 2022 e-issn :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Jurnal Riset Manajemen Indonesia Vol. 4, No. 1, Januari 2022 e-issn :"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

124

PENGARUH PRODUK, PROMOSI DAN DISTRIBUSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK SCARLETT

(SURVEI PADA TOKO PENGECER DI BANGKINANG KOTA)

THE EFFECT OF PRODUCTS, PROMOTION AND DISTRIBUTION ON PURCHASING DECISIONS OF SCARLETT COSMETICS

(A SURVEY OF RETAIL STORES IN BANGKINANG KOTA)

Ulfah Rahmadani)*, Muhammad Yusril2), Arman3)

1,2,3)STIE Bangkinang, Kampar

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Produk, Promosi dan Distribusi secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett (survei pada toko pengecer di Bangkinang Kota). Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengambilan data ini adalah dengan menggunakan koesioner, file research, observasi, analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis linear berganda dengan sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan sample tersebut yaitu dengan menggunakan teknik accidental sampling.

Berdasarkan hasil uji secara simultan Variabel produk, promosi dan distribusi berpengaruh secara bersama- sama terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett (survei pada toko pengecer di Bangkinang Kota), sedangkan berdasarkan uji secara parsial Variabel produk, promosi dan distribusi terbukti berpengaruh signifikan secara sendiri-sendiri terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett (survei pada toko pengecer di Bangkinang Kota), Keeratan hubungan yang terjadi antara variabel produk, promosi dan distibusi terhadap keputusan pembelian adalah sangat kuat Sedangkan kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu sebesar 59,9%,.

Kata Kunci: Produk, Promosi, Distribusi, Keputusan Pembelian

ABSTRACT : This study aims to determine the effect of product, promotion and distribution on purchasing decisions of Scarlett cosmetics (a survey of retail stores in Bangkinang Kota). The types and data sourcesu used in this study are primary and secondary data, while the data collection technique is using questionnaires, research files, observations. in this study, the researcher used multiple linear analysis with a sample of 100 people as the data analysis. The sample collection technique is using accidental sampling technique. Based on the results of the simultaneous variables test, product, promotion and distribution have an effect on for Scarlett cosmetics purchasing decisions (a survey of retail stores in Bangkinang Kota), while based on a partial variables test, product, promotion and distribution have shown to have a significant effect individually on Scarlett cosmetic purchasing decisions (survey on retail stores in Bangkinang Kota), The closeness relationship occurs between product variable, promotion and distribution on purchasing decisions is very strong Meanwhile, the independent variable contributions to the dependent variable is 59.9%,.

Keywords: Product, Promotion, Distribution, Purchase Decision A. PENDAHULUAN

Persaingan yang ketat saat ini usaha di bidang kosmetik. Perusahaan dituntut untuk menentukan perencanaan strategi pemasaran yang akan digunakannya untuk menghadapi persaingan yang ada saat ini.

Strategi pemasaran menerapkan target pasar dan bauran pemasaran atau 4P (product, place, price and promotion).

Penerapan strategi pemasaran yang tepat dapat mempengaruhi para calon konsumen untuk membuat suatu keputusan pembelian. Keputusan konsumen dalam melakukan pembelian dipengaruhi oleh akal pemikiran atas

(2)

125

informasi pengetahuan yang didapatkan. Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dapat dicapai apabila produk tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen.

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:157) keputusan pembelian adalah bahwa perilaku keputusan pembelian mengacu pada perilaku pembelian akhir dari konsumen, baik individual, maupun rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, yaitu produk, harga, promosi dan layanan atau distribusi (Yulianto dan Khuzaini, 2013).

Barang dan jasa akan sampai ke tangan konsumen melalui saluran distribusi, baik melalui saluran langsung maupun saluran tidak langsung. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak hanya memikirkan bagaimana memproduksi barang dan jasa sebanyak mungkin, tetapi perusahaan juga berfikir bagaimana cara memasarkan barang atau jasa yang mereka hasilkan dengan baik agar bisa sampai ke tangan konsumen dengan baik.

Keberhasilan penjualan dapat dilihat dari banyaknya penjualan atau kenaikan angka penjualan.

permasalahan distribusi ini menjadi sangat penting karena berhubungan dengan biaya transportasi yang berpengaruh terhadap total biaya produksi. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam proses distribusi adalah dengan mengoptimalkan rute kendaraan agar waktu yang digunakan untuk melayani konsumen lebih efisien dan barang dapat sampai ke konsumen tepat waktu.

Hal utama yang diperhatikan konsumen dalam mengambil keputusan adalah produk. Produk yang dijual harus mempunyai kualitas yang baik, unik dan penampilan yang menarik sehingga dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli. Produk yang baik akan mendorong perusahaan untuk mempertahankan usahanya dan mampu bersaing dengan pesaing lainnya. Karena persaingan produk kecantikan yang semakin berkembang maka setiap produsen dituntut untuk dapat berinovasi pada produknya sehingga timbul produk yang baru dan diminati oleh konsumen. Selain itu produsen dituntut untuk mengetahui pangsa pasar yang dituju salah satu caranya adalah produsen harus mengetahui perilaku konsumen.

Scarlett Whitening terkenal dengan rangkaian produk whiteningnya. Selain mengandung bahan aktif yang terbukti bisa membantu mengangkat sel kulit mati dari tubuh kita dan juga mencerahkan kulit, produknya juga sudah lolos uji BPOM. Banyak sekali blogger dan juga vloggers yang membahas Scarlett ini. Scarlett merupakan produk kecantikan yang dapat mencerahkan kulit karena mengandung Glutathione dan Vitamin E yang sangat bagus untuk membuat kulit lebih cerah. Scarlett merupakan brand lokal dari Indonesia yang didirikan sejak tahun 2017. Mereka menargetkan pembeli wanita dan juga kalangan remaja wanita di Indonesia.

Perkembangan produk kosmetik mengakibatkan tingkat persaingan di dunia usaha kosmetik juga semakin ketat, sehingga masing-masing produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenangkan persaingan. Masing- masing perusahaan berusaha menciptakan suatu konsep pemasaran yang mampu menarik konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Hal ini disebabkan karena produk sangatberpengaruh terhadap minat konsumen untuk melakukan keputusan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. Peredaran kosmetik ilegal dan palsu yang dapat membahayakan kesehatan. Kosmetik yang legal dan aman harus memiliki izin resmi dari BPOM dan memiliki nomor izin edar tersebut. Agar mendapatkan produk kosmetik yang aman, beli di toko yang terpercaya. Selain toko konvensional, kini sudah banyak toko-toko online yang juga menjual produk kecantikan dan kosmetik. Pada tabel dibawah ini merupakan jenis-jenis dan harga dari rangkaian produk Scarlett Whitening :dapat di lihat pada tabel 1.

(3)

126

Tabel 1. Jenis-jenis dan harga Produk Scarlett

No. Nama Produk Harga (Rp)

1. Brightly Ever After Day Cream 75.000

2. Brightly Ever After Night Cream 75.000

3. Acne Day Cream 75.000

4. Acne Night Cream 75.000

5. Whitening Facial Wash 75.000

6. Brightly Ever After Serum 75.000

7. Acne Serum 75.000

8. Brightening Shower Scrub 75.000

9. Brightening Body Lotion 75.000

10. Body Scrub 75.000

11. Yordanian Sea Salt Shampoo 75.000

12. Yordanian Sea Salt Fragnance Conditioner 75.000 Sumber : https://scarlettwhitening.com

Berdasarkan Tabel 1 diatas, dapat dilihat bahwa pada semua harga produk scarlet sama dan yang membedakanya adalah bagaimana cara distributor menyalurkan barang kepada agencynya

Tabel 2 Target dan realisasi penjualan Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota pada tahun 2018-2020

Sumber :Toko Pengecer di Bangkinang Kota, 2021

Pada tabel 2 menjelaskan menjelaskan mengenai target, realisasi dan persentase penjualan Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota yaitu toko Ceria Kosmetik, Delove Kosmetik dan Menara Kosmetik. Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa penjualan Scarlett pada toko Ceria Kosmetik tahun 2018 mencapai 90%, pada tahun 2019 mengalami penurunan yaitu 85% dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan yang pesat yaitu 95%.

Pada toko Delove Kosmetik mengalami kenaikan pada tahun 2019 dan mengalami penurunan pada tahun 2020, yaitu 75%.

Toko pengecer lainnya yaitu Menara Kosmetik berlokasi di Plaza Bangkinang Kota. Tidak seperti pada Toko Ceria Kosmetik, Toko Menara Kosmetik mengalami penurunan pada tahun 2020, yaitu 65%. Peristiwa dari masalah terjadi pada Toko Delove Kosmetik dan Toko Menara Kosmetik terletak pada masalah

No Toko

Target Realisasi Persentase

2018 2019 2020 2018 2019 2020 2018 2019 2020

1 Ceria Kosmetik 200 350 500 180 300 450 90% 85% 90%

2 Delove Kosmetik 200 300 400 150 250 300 75% 80% 75%

3 Menara Kosmetik 150 300 350 100 220 240 65% 70% 65%

(4)

127

ketersediaan produk, sehingga pelanggan akan berpaling ke persaingan. Dan kurangnya promosi pada Toko Delove Kosmetik dan Toko Menara Kosmetik ini. Selain itu terjadinya penurunan penjualan pada toko Menara Kosmetik merupakan salah satu dampak pandemi covid-19.

Bersumber ipada iperihal itersebut idi iatas ihingga ipenulis imelaksanakan penelitian di toko pengecer di Bangkinang Kota)Bangkinang kota dengan rumusan masalah apakah Pengaruh Produk, Promosi dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Scarlett Whitening (survey pada toko pengecer di Bangkinang Kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Produk, Promosi dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Scarlett Whitening (survey pada toko pengecer di Bangkinang Kota.

Manajemen Pemasaran

Pemasaran merupakan proses mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen dan memuaskan konsumen dengan produk dan pelayanan yang baik. Aktivitas pemasaran sering diartikan sebagai aktivitas menawarkan produk dan menjual produk tapi bila ditinjau lebih lanjut ternyata makna pemasaran bukan hanya sekedar menawarkan atau menjual produk saja, melainkan aktivitas yang menganalisa dan mengevaluasi tentang kebutuhan serta keinginan konsumen. Seiring berjalannya waktu, masyarakat ikut berkembang, tidak hanya berkembang dalam tingkatan pendidikan, teknologi dan gaya hidup masyarakat pun ikut berkembang (Alma buchari, 2017:22).

Kotler dan Keller (2016:27) menyatakan marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating, communicating, delivering, and exchanging offerings that value for customers, clients, partners, and society at large (pemasaran adalah kegiatan, mengatur lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan bertukar penawaran yang nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya). Sedangkan Lupiyoadi (2016:27), marketing is a sociental proces by which individuals and groups obtain what they need and want through creating, offering, and freering, and freely exchanging products and services of value with others (pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan freering, dan bebas bertukar produk dan jasa dari nilai dengan lain).

Mullins & Walker (2013:5), marketing is a social process involving the activities necessary to enable iondividuals and organizations to obtain what they need and want through exchange with others and to develop ongoing exchange relationships (pemasaran adalah suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan yang diperlukan mengaktifkan individuals dan organisasi untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui bertukar dengan lain dan mengembangkan hubungan bertukar berkelanjutan).

Alma (2017:3) berpendapat bahwa pemasaran adalah proses bisnis yang berusaha menyelaraskan antara sumber daya manusia,finansial dan fisik organisasi dengan kebutuhan dan keinginan paran pelanggan dalam konteks strategi kompetitif. Sehingga pemasaran dapat diartikan sebagai suatu proses sosial atau fungsi organisasi dalam kegiatan bisnis yang bertujuan untuk menyalurakan atan mendistribusikan barang-barang dalam rangka memuaskan kebutuhan konsumen. Tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya, idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang tinggal hanyalah bagaimana membuat produknya tersedia. Manajemen pemasaran terjadi ketika satu pihak dalam sebuah pertukaran potensial berpikir tentang cara-cara untuk mencapai respon yang diinginkan oleh pihak lain. Tujuan perusahaan akan tercapai apabila dalam menjalankan usahanya dijalani bersamaan dengan pelaksanaan pemasaran yang baik.

Karena dengan kita melakukan dan melaksanakan manajemen pemasaran dengan baik maka kita akan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki perusahaan sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan.

Assauri (2013:12) mengartikan manajemen pemasaran sebagai kegiatan penganalisisan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian program-program yang dibuat untuk membentuk, membangun, dan memelihara keuntungan dari pertukaran melalui sasaran pasar guna mencapai tujuan organisasi (perusahaan) dalam jangka panjang. Sedangkan Indriyo (2015:1) mengartikan manajemen pemasaran sebagai proses menganalisis, merencanakan, mengatur dan mengelola program-program yang mencakup pengkonsepan, penetapan harga, promosi dan distribusi dari produk, jasa dan gagasan yang dirancang utnuk menciptakan dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan suatu usaha.

Manajemen pemasaran adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisis, merencanakan, melaksanakan, pengawasan seta mengkoordinasikan program-program sasaran yang menguntungkan perusahaan, dan juga dapat diartikan sebagai ilmu dalam memilih pangsa pasar supaya dapat menciptakan nilai kosnsumen atau pelanggan yang unggul. Sehingga manajemen pemasaran dapat diartikan sebagai seni dan

(5)

128

ilmu memilih pasar sasarn dan meraih, mempertahankan serta menumbuhkan konsumen atau pelanggan dengan menciptakan, menghantarkan dan mengkomunikasikan nilai pelanggan yang unggul sehingga mencapai tujuan pemasaran itu sendiri yaitu kepuasan pelanggan (Tjiptono, 2012:8).

Definisi di atas menunjukan bahwa manajemen pemasaran adalah segala sesuatu yang perlu ada perencanaan terlebih dahulu agar segala sesuatu sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen yang kemudian akan menimbulkan suatu pemasaran. Pemasaran dalam suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting, karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan untuk melakukanperkembangan terhadap perusahaan dan untuk pencapaian tujuan perusahaan dalam memperoleh laba.

Perilaku Konsumen

Menurut Shimp (2013:251), perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang atau jasa termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dalam penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut,termasuk orang yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi terlebih lagi dalam pemasaran. Sedangkan menurut Setiadi (2013:9) menyimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah:

1. Disiplin ilmu yang mempelajari perilaku individu, kelompok atau organisasi dan proses-proses yang digunakan konsumen untuk menyeleksi, menggunakan produk, pelayanan, pengalaman (ide) untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, dan dampak dari proses-proses tersebut pada konsumen dan masyarakat.

2. Tindakan yang dilakukan oleh konsumen guna mencapai dan memenuhi kebutuhannya baik dalam penggunaan, pengonsumsian, dan penghabisan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan yang menyusul.

3. Tindakan atau perilaku yang dilakukan konsumen yang dimulai dengan merasakan adanya kebutuhan dan keinginan, kemudian berusaha mendapatkan produk yang diinginkan,mengonsumsi produk tersebut, dan berakhir dengan tindakan-tindakan pasca pembelian yaitu perasaan puas atau tidak puas.

Istilah perilaku konsumen mengacu pada perilaku yang ditunjukkan oleh para individu dalam membeli dan menggunakan barang dan jasa. Pada hakikatnya, lingkup studi perilaku konsumen meliputi sejumlah aspek krusial. Model perilaku konsumen terdapat tiga dimensi, yaitu (Samsudin, 2013:88):

1. Stimulus ganda (stimulus pemasaran dan stimulus lain), stimulus yang dijalankan produsen atau pemasar, bisa berupa strategi bauran pemasaran (produk,harga,tempat,promosi), dan stimulus lain yang berupa kondisi ekonomi, politik, teknologi, budaya yang dirancang oleh pemasar untuk memengaruhi dan memotivasi perilaku konsumen agar mau melakukan pembelian produk.

2. Kotak hitam konsumen, dimensi kedua dari model perilaku konsumen adalah kotak hitam konsumen, yang mencakup karakteristik konsumen dan proses pengambilan keputusan konsumen. Proses pengambilan keputusan konsumen dimulai dengan dirasakannya beberapa masalah, yaitu kebutuhan dan keinginan yang belum terpuaskan, pencarian informasi, pengevaluasian, pembuatan keputusan pembelian, dan diakhiri dengan tindakan pasca pembelian.

3. Respon konsumen, dimensi ketiga dari model perilaku konsumen adalah respons konsumen terhadap stimulus produsen/pemasar. Respons konsumen bisa berupa tindakan membeli atau tidak membeli produk yang ditawarkan produsen atau pemasar.

Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan konsumen akan pembelian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk memilih dua atau lebih alternatif produk yang tersedia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kualitas, harga, lokasi, promosi, kemudahan, pelayanan dan lain-lain. Menurut Kotler & Amstrong (2014), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli.

(6)

129

Keputusan pembelian merupakan suatu konsep dalam perilaku pembelian dimana konsumen memutuskan untuk bertindak atau melakukan sesuatu dan dalam hal ini melakukan pembelian ataupun memanfaatkan produk atau jasa tertentu (Balawera, 2013). Pengambilan keputusan konsumen pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah.

Peneliti menggunakan variabel keputusan pembelian ini karena studi tentang keputusan pembelian masih layak untuk diteliti mengingat semakin banyaknya produk yang beredar mengakibatkan perlunya berbagai pertimbangan bagi masyarakat dalam melakukan keputusan pembelian. Kebanyakan konsumen, baik konsumen individu maupun pembeli organisasi melalui proses mental yang hampir sama dalam memutuskan produk dan merek apa yang akan dibeli (Yulindo 2013). Keputusan pembelian konsumen dapat dilakukan apabila produk tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen.

Gaya hidup masyarakat sekarang banyak dipengaruhi oleh adanya modernisasi dalam berbagai bidang sehingga mendorong masyarakat untuk melakukan penyesuaian dengan mengikuti perkembangan yang terjadi.

Gaya hidup telah menjadi variabel penting dalam pengembangan strategi pemasaran. Menurut Fandy Tjiptono (2014:21) keputusan pembelian adalah sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing-masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.

Dari pengertian keputusan pembelian di atas dapat disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah perilaku pembelian seseorang dalam menentukan suatu pilihan produk untuk mencapai kepuasan sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen yang meliputi pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan perilaku setelah pembelian

Produk

Produk adalah merupakan segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan pasar yang bersangkutan. Setiap perusahaan akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menyediakan produk yang ada. Produk merupakan suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga dan prestise perusahaan yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhannya.

Keputusan membeli produk dapat dilakukan oleh konsumen apabila produk yang tersedia mempunyai kualitas yang baik, lengkap, dan harga terjangkau yang memuaskan. Sehingga akan membuat konsumen lebih senang karena produk yang diinginkannya tidak mengecewakan. Selain itu, konsumen lebih leluasa dalam memilih barang yang sesuai dengan kebutuhannya berdasarkan jenis dan hargannya (Gitosudarmo, 2015:176).

Produk yang dipasarkan merupakan senjata yang bagus dalam memenangkan persaingan apabila memenuhi mutu yang tinggi, dalam hal ini terdapat ungkapan “quality first” atau kualitas sebagai yang utama. Menurut (Deliyanti, 2013:120), kualitas adalah tingkat mutu yang diharapkan dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, maka kualitas merupakan faktor kunci sukses bagi suatu organisasi atau perusahaan sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas merupakan jaminan terbaik atas kesetiaan pelanggan, pertahanan terkuat dalam menghadapi persaingan.

Kotler dan Keller (2016:24) berpendapat bahwa kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapat perhatian yang utama dari perusahaan/produsen, mengingat kualitas suatu produk berkaitan erat dengan masalah kepuasan konsumen yang merupakan tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan.

Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan operasi dan perbaikan serta atribut bernilai lainnya. Sedangkan menurut Henard (2018:67), kualitas produk adalah salah satu faktor yang paling diandalkan oleh seorang pemasar dalam memasarkan suatu produk. Oleh karena itu memperbaiki kualitas produk ataupun jasa merupakan tantangan yang penting bagi perusahaan dalam bersaing di pasar global. Perbaikan kualitas produk akan mengurangi biaya dan meningkatkan keunggulan bersaing, bahkan lebih jauh lagi, kualitas produk yang tinggi menciptakan keunggulan bersaing yang bertahan lama. Oleh karena itu kualitas merupakan faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomis perusahaan-perusahaan dimanapun didunia ini dalam kontek pasar global.

Kualitas Produk menurut Lupiyoadi (2016:71) adalah variasi atau sebuah rangkaian dalam produk yang dijual atau diperdagangkan oleh sebuah perusahaan baik itu pada pedagang kecil maupun pada perusahaan besar. Variasi atau rangkaian tersebut akan berkembang secara terus-menerus untuk mencapai profitabilitas

(7)

130

tertentu tanpa ada ketergantungan pada satu macam produk. Sedangkan Jefkins (2014:131) menyatakan pada setiap produk dikenal dengan hirarki manfaat. Hierarki manfaat merupakan jenjang urutan manfaat yang diperoleh pembeli ketika membeli suatu produk. Seorang pakar pemasaran membagi hirarki sebuah produk kedalam lima tangkatan, meliputi manfaat utama (care product), manfaat dasar (basic product), manfaat seharusnya ada (augmented product), manfaat yang diharapkan (expected product) dan manfaat yang melebihi yang diharapkan (potential product).

Promosi

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2012 ;254 ) mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun diatas dasar ideologi dan teknologi Web dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Web menjadi platform dasar media sosial.

Media sosial ada dalam ada dalam berbagai bentuk yang berbeda, termasuk social network, forum internet, weblogs, social blogs, micro blogging, wikis, podcasts, gambar, video, rating, dan bookmark sosial.

Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial: proyek kolaborasi (misalnya, wikipedia), blog dan microblogs (misalnya, twitter), komunitas konten (misalnya, youtube), situs jaringan sosial (misalnya facebook, instagram), virtual game (misalnya world of warcraft), dan virtual social (misalnya, second life).

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain facebook, myspace, plurk, twitter, dan instagram. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa media sosial merupakan komunikasi online yang menghubungkan sejumlah pengguna di seluruh dunia untuk saling berbagi aktivitas dengan kiriman foto dan pesan. Kolaborasi dan kerja sama menjadi fokus perhatian dari penggunaan media sosial karena adanya kesepahaman antara satu individu dengan individu lainnya dalam satu komunitas yang menonjolkan karakter bersosial. Media sosial dapat mendorong eksistensi penggunanya secara tidak sadar yang menunjukkan aktivitas sosial yang saling berhubungan. Promosi melalui media sosial memungkinkan pemasar untuk membangun suara publik dan kehadiran online.

Distribusi

Saluran distribusi adalah rute atau rangkaian perantara, baik yang dikelola pemasar maupun yang idependen, dalam menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. (Tjiptono, 2016:253). Dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan di bidang pemasaran, setiap perusahaan melakukan kegiatan penyaluran.

Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian produk sampai ke tangan si pemakai atau konsumen pada waktu yang tepat. Jika pegelolaan saluran distribusi dilakukan secara optimal, maka dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. Perusahaan dapat memasarkan produknya dengan cepat ke pasar sasaran dan konsumen mendapat kemudahan untuk memperoleh barang yang dibutuhkannya. Untuk mendukung hal tersebut maka dalam hal itu dapat diterapkan tiga dimensi dalam kegiatan saluran distribusi yang meliputi ketersediaan produk, jangkauan distribusi dan tingkat kemudahan.

Penjelasan dari masing-masing dimensi tersebut yaitu sebagai berikut:

1.Ketersediaan Produk

Merupakan suatu upaya perusahaan dalam menyediakan produk secara berkesinambungan di lokasi yang tepat, sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan produk pada saat dibutuhkan.

2. angkauan Distribusi

Merupakan lokasi atau tempat yang digunakan oleh pengusaha untuk menyediakan suatu produk atau jasa di lokasi yang dekat dengan konsumen, sehingga konsumen akan lebih cepat untuk mendapatkannya pada saat membutuhkan produk atau jasa tersebut.

3.Tingkat Kemudahan

(8)

131

Merupakan suatu kondisi yang diciptakan oleh pengusaha untuk memberikan kemudahan atau kenyamanan bagi konsumen dalam mendapatkan produk atau jasa melalui pendistribusiannya di tempat yang strategis, sehingga konsumen tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibutuhkan.

4. Menurut Bowersox dan Cooper (1992 dalam Setiyaningrum, dkk , 2015:158) Saluran Distribusi adalah sebuah struktur bisnis yang terdiri atas organisasi-organisasi yang saling berkaitan, dimulai dari asal mula produk dibuat sampai penjual akhir dengan maksud memindahkan produk serta kepemilikan ke pemakai terakhir, yaitu konsumen pribadi atau pelanggan bisnis. Kotler dan Amstrong dalam Suparyanto dan Rosad (2015:159-160) Saluran distribusi adalah kumpulan perusahaan atau individu-individu yang bertanggung- jawab atau membantu dalam pendistribusian sesuatu berupa barang atau jasa dengan memindahkannya dari produsen kepada konsumen akhir atau konsumen industri. Indikator distribusi menurut Kotler dan Keller dalam Hermawaty, SE, MM dan Stevhanie Wijaya, SE (2018:72)

Hipotesis

1. Diduga Produk, promosi dan distribusi berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian Scarlett Whitening toko pengencer di Bangkinang Kota.

2. Diduga Produk, promosi dan distribusi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian Scarlett Whitening toko pengecer di Bangkinang Kota.

B. METODE PENELITIAN

Riset ini sudah dilakukan selama 2 bulan Juni sampai dengan juli Tahun i2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu data yang di nyatakan dalam bentuk kualitatif (kata-kata, penjelasan suatu objek, fenomena dan informasi lainnya dan data kuantitatif, yaitu data yang didapat dari penelitian bersifat kualitatif, maka data itu diberikan skala sehingga menjadi data yang bersifat kuantitatif.

Skala yang digunakan adalah skala ordinal, yaitu data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi, tetapi diantara data tersebut terdapat hubungan. Dengan skala ordinal, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Adapun sumber data yang dipergunakan dalam penelitian adalah data primer, yaitu data yang dihimpun langsung dari sumber pertama. Pengumpulan data dilakukan dengan mempergunakan kuesioner yang akan dibuat dengan model tertutup yang telah menyediakan pilihan jawaban kepada para responden dan data sukunder, yaitu data yang diperoleh Owner toko pengecer di Bangkinang Kota berupa laporan tahunan yang dipublikasikan serta laporan lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang telah melakukan pembelian pada toko pengencer di Bangkinang kota. Teknik pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan teknik incidental sampling yakni metode pengambilan sampel dengan cara memberikan kuesioner kepada siapa saja yang sedang berada pada objek penelitian dikarenakan populasi dikarenakan jumlah populasi tidak ketahui secara pasti maka untuk penentuan sample digunakan rumus accidental sampling Dari hasil perhitungan diketahui besar sampel yang diperlukan adalah 100 respoden.

Alat analisa data yang digunakan adalah model regresi linear berganda dengan persamaan Y =  + 1X1 +

2X2 +  dimana, Y = keputusan pembelian,  = konstanta sebagai titik potong, 1, 2 = koefisien regresi, X1 = produk, X2 = promosi, dan X3 = Distribusi  = Error Term dengan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F dan uji t pada α 5% (0,5).

(9)

132

C. HASIL IPENELITIAN IDAN IPEMBAHASAN 1. Hasil iPenelitian

a. Hasil iAnalisis iRegresi iLinear iBerganda Tabel i4. iHasil iAnalisis iRegresi iLinear iBerganda

Coefficients

a

Model Unstandardized Coefficients

B Std. Eror

1 (Constant) Produk Promosi Distribusi

1,611 0,364 0,280 0,357

3,007 0,092 0,089 0,093

a. Dependent Variabel : Keputusan Pembelian

Sumber : Data Olahan 2021

Hasil pada tabel V.8 diatas juga dapat disaji dalam persamaan, seperti : Y = 1,611 + 0,364 (x1) + 0,280 (x2) + 0,357 (x3) Arti angka-angka pada persamaan diatas adalah sebagai berikut :

Nilai Konstanta (a) adalah bernilai positif 1,611 artinya produk, promosi, distribusi bernilai 0 maka keputusan pembelian akan tetap ada sebesar 1,611.Nilai Koefisien regresi produk (X1) bernilai positif yaitu bernilai 0,364 artinya setiap peningkatan variabel produk sebesar 1 satuan akan meningkatkan variabel keputusan pembelian sebesar 0,364. Satuan dengan asumsi variabel lain 0.Nilai Koefisien regresi promosi (X2) bernilai positif yaitu bernilai 0,280 artinya setiap peningkatan variabel produk sebesar 1 satuan akan meningkatkan variabel keputusan pembelian sebesar 0,280. Satuan dengan asumsi variabel lain 0.Nilai Koefisien regresi distribusi (X3) bernilai positif yaitu bernilai 0,357 artinya setiap peningkatan variabel produk sebesar 1 satuan akan meningkatkan variabel keputusan pembelian sebesar 0,357. Satuan dengan asumsi variabel lain 0

b. Hasil Uji Secara Simultan (Uji F)

Hasil pengujian hipotesis secara simultan dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2009,835 3 669,945 50,318 ,000b

Residual 1278,165 96 13,314

- -

Total 3288,000 99

- - -

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian b. Predictors: (Constant), Distribusi, Promosi, Produk

Pada tabel V.9 diatas dapat dilihat hasil perhitungan diperoleh nilai signifikasi sebesar 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa signifikasi 0,000 < 0,05 dengan arti kata bahwa terdapat pengaruh signifikan secara simultan dari produk,promosi,distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota

c. Hasil Uji Secara Parsial (Uji t)

Berdasarkan hasil pengolahan data, maka diperoleh hasil pengujian hipotesis secara parsial seperti pada tabel berikut.

(10)

133

Tabel 6. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji-t)

Model Sig 𝛼 Keterangan

Produk 0,00 0,05 Berpengaruh Signifikan

Promosi 0,02 0,05 Berpengaruh Signifikan

Distribusi 0,00 0,05 Berpengaruh Signifikan

a. Dependent Variabel : Keputusan Pembelian Sumber : Data Olahan 2021

Berdasarkan tabel V.10 dapat dilihat bahwa untuk variabel produk diperoleh nilai signifikansi 0,00. Jika pengujian hipotesis yang dilakukan pada alpha (𝛼) 5% maka hasil ini menggambarkan bahwa variabel produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota karena nilai signifikan variabel produk kecil dari alpha (𝛼) yaitu 0,00<0,05. Selanjutnya, nilai signifikan untuk variabel promosi diperoleh nilai signifikansi 0,02. Jika pengujian hipotesis yang dilakukan pada alpha (𝛼) 5% maka hasil ini menggambarkan bahwa variabel promosi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota karena nilai signifikan variabel produk kecil dari alpha (𝛼) yaitu 0,02<0,05. Selanjutnya, nilai signifikan untuk variabel distribusi diperoleh nilai signifikansi 0,00. Jika pengujian hipotesis yang dilakukan pada alpha (𝛼) 5%

maka hasil ini menggambarkan bahwa variabel distribusi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik Scarlett pada toko pengecer di Bangkinang Kota karena nilai signifikan variabel produk kecil dari alpha (𝛼) yaitu 0,00<0,05.

d. Koefisien korelasi (R) dan Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien korelasi (R) yang dapat dilihat pada tabel 7 digunakan untuk mengetahui kuat atau lemahnya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.

Tabel 7. Koefisian Korelasi (R) dan Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 0, 782 0, 611 0, 599 3,649

Sumber : Data Olahan, 2021

Dari Tabel V.11 dapat dilihat koefisien (R) diperoleh sebesar 0.782, karena berada pada interval koefisien antara (0,600 - 0,799). hal ini memberi arti bahwa variabel produk,promosi dan distribusi keeratan hubungannya berada dalam kategori kuat terhadap keputusan pembelian kosmetik scarrlett pada toko pengecer di bangkinang kota.

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Dapat dilihat dari besarnya Adjusted R Square yang diperoleh yaitu sebesar 0, 599 x 100 = 59,9%, hal ini memberi arti bahwa besarnya kontribusi variabel produk, promosi dan distribusi terhadap keputusan pembelian kosmetik scarrlett pada toko pengecer di bangkinang kota adalah sebesar 59,9%, sedangkan sisanya sebesar 40,1%

ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan konsumen akan pembelian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk memilih dua atau lebih alternatif produk yang tersedia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kualitas, harga, lokasi, promosi, kemudahan, pelayanan dan lain-lain. Menurut Kotler & Amstrong (2014), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli.

Keputusan pembelian merupakan suatu konsep dalam perilaku pembelian dimana konsumen memutuskan untuk bertindak atau melakukan sesuatu dan dalam hal ini melakukan pembelian ataupun memanfaatkan produk atau jasa tertentu (Balawera, 2013). Pengambilan keputusan konsumen pada dasarnya merupakan proses pemecahan masalah.

Hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat diperoleh nilai Koefisien Korelasi (R) diperoleh nilai sebesar 0,752 yang berada pada interval koefisien (0,600 - 0,799) yang berarti bahwa hubungan yang kuat antara variabel Kualitas Promosi Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian. Sedangkan kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,557, artinya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 0,557 x 100 = 55,70 %, ditentukan oleh variabel Kualitas Produk,dan Promosi Media Sosial . Sedangkan sisanya sebesar 44,30 % ditentukan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

(11)

134

Berdasarkan hasil uji t variabel kualitas produk pada tabel 6 yaitu pengujian variabel secara sendiri – sendiri (parsial) menunjukkan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Hal ini dapat dilihat dari nilai Signifikan yang diperoleh yaitu 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, artinya variabel produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian . produk menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam menciptakan sebuah produk. Produk yang berkualitas menjadi kriteria utama konsumen dalam pemilihan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Produk yang dipasarkan merupakan senjata yang bagus dalam memenangkan persaingan apabila memenuhi mutu yang tinggi, dalam hal ini terdapat ungkapan “quality first” atau kualitas sebagai yang utama. Menurut (Deliyanti, 2013:120), kualitas adalah tingkat mutu yang diharapkan dan pengendalian keragaman dalam mencapai mutu tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan demikian, maka kualitas merupakan faktor kunci sukses bagi suatu organisasi atau perusahaan sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas merupakan jaminan terbaik atas kesetiaan pelanggan, pertahanan terkuat dalam menghadapi persaingan.

Berdasarkan hasil uji t variabel Promosi pada tabel yaitu pengujian variabel secara sendiri – sendiri (parsial) menunjukkan Promosi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Hal ini dapat dilihat dari nilai Signifikan yang diperoleh yaitu 0,002 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, artinya variabel Promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian.

Instagram : Instagram adalah platform aplikasi jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, mengedit, menerapkan filter digital, dan mengunggahnya dengan berbagai fitur, seperti kolom komentar, dan fitur DM atau Direct Message yang memungkinkan penggunanya untuk bertukar pesan.

Selanjutnya teori Swastha, (2012:285) menyatakan bahwa keputusan pembelian akan mampu di tingkatkan dengan cara distribusi roses penyaluran barang dari produsen sampai ke tangan masyarakat atau pengguna (konsumen). Produsen merupakan orang yang melakukan kegiatan produksi, sedangkan konsumen merupakan orang yang menggunakan atau memakai barang atau jasa. Sementara itu orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut dengan distributor. Secara umum terdapat 2 jenis strategi dalam distribusi barang dari pabrik ke pelanggan. Ketiga strategi distribusi tersebut adalah sebagai berikut :

a.Pengiriman langsung (direct shipment) Pengiriman dilakukan secara langsung dari pabrik ke pelanggan tanpa melalui gudang. Startegi ini biasanya digunakan untuk barang yang mudah rusak dan mempunyai umur yang pendek.

b. Warehousing Pengiriman dilakukan dari pabrik ke gudang perantara namun gudang tersebut milik perusahaan. Startegi ini biasanya digunakan untuk barang yang umurnya panjang.

Hasil dari penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan Mode Nanang Susanto / (2016) dengan judul Pengaruh Harga,promosi dan saluran distribusi terhadap keputusan pembelian konsumen penggguna leptop merk HP di kota Semarang. yang menyimpulkan bahwa variabel saluran distribusi berpengaruh secara parsial terhadap terhadap terhadap keputusan pembelian produk sanitary were toto di kota denpasar keputusan pembelian konsumen penggguna leptop merk HP di kota Semarang.

D. PENUTUP

1. Variabel Produk, Promosi dan Distribusi secara secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Scarlett Whitening (survey pada toko pengecer di Bangkinang Kota)”..

2. Variabel Produk, Promosi dan Distribusi (sendiri-sendiri) berpengaruh signifikan terhadap berpengaruh signifikan Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Scarlett Whitening (survey pada toko pengecer di Bangkinang Kota)

3. Hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kuat, dengan kontribusi sebesar 59,9%, sedangkan sisanya sebesar 40,1% dipengaruhi oleh variable lain diluar penelitian.

E. DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari,. 2017. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta. Bandung.

Assauri, sofyan.2013. Manajemen Pemasaran Dasar. Konsep dan Strategi. Rajawali pers. Jakarta.

Deliyanti, Oentoro. 2013. Manajemen Pemasaran Modern. Laks Bang Pressindo. Yogyakarta.

Donni J, Priansa. 2016. Perencanaan Dan Pengembangan Pemasaran. Cetakan Kedua. Alfabeta. Bandung.

Fatmiwati, F., Zulher, Z., & Mulyani, S. (2020). THE EFFECT OF PRODUCT VARIANT AND PRICE ON PURCHASING DECISIONS FOR HNI-HPAI PRODUCTS AT THE KHAIRA ISLAMIC

(12)

135

HEALTHY HOME MEDICINE CLINIC IN BANGKINANG CITY. Jurnal Riset Manajemen Indonesia, 2(4), 223-232.

Gitosudarmo. 2015. Manajemen Pemasaran. edisi kedua. cetakan keenam. Penerbit BPFE . Yogyakarta Griffin dan Ebert. 2012. Analysis Management Marketting. 3rd edition. Boston.

Handoko, T, Hani, 2013, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu. 2012. Organisasi Dan Motivasi. Cetakan Keempat. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Hastuti, Diah R.D. 2010. Ekonomika Agribisnis. Cetakan Pertama. Perpustakaan Nasional. Katalog Dalam Terbitan (KDT). Makassar.

Henard, Wright. 2018. Strategy Marketing Communication. Penerbit Alfabeta. Bandung Hidayat, Hasan. 2011. Marketting Dan Kasus-Kasus Pilihan. CAPS. Yogyakarta.

Indriyo. 2015. Manajemen Kinerja: Falsafah Teori Dan Penerapannya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Jatiningrum, C., Utami, B. H., Norawati, S., & Silvany, S. (2021). Intensi Kewirausahaan Sosial Wirausaha Muda di Indonesia: Studi Masa Pandemi Covid-19. eCo-Buss, 4(2), 95-106.

Jefkins, Aurora.2014. Organisasi Dan Sumer Pemasaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Kottler, Phillip dan Kevin Lane Keller. 2016. Marketing Manajemen. Edisi keempatbelas. Prentice-Hall Published. New Jersey

Norawati, S., Arman, A., Ali, A., Ihsan, A., & Putra, E. (2021). Analysis of Product Variation, Quality of Service and Their Effect on Customer Satisfaction. IJEBD (International Journal Of Entrepreneurship And Business Development), 4(6), 954-960.

PUTRI, L. T., & IRFANDI, N. (2019). Analisis Pengaruh Daya Tarik Wisata Kuliner Malam (WKM) terhadap Kunjungan Wisatawan di Kota Pekanbaru. Ikra-Ith Ekonomika, 2(2), 132-140.

Riyanto, Jausuf. 2018. Manajemen Pemasaran. Innsan Cendekia. Surabaya

Rivai, Veithzal. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT. Raja Grafindo Persada.

Jakarta.

Riyanto, Jausuf. 2018. Manajemen Pemasaran. Innsan Cendekia. Surabaya.

Ruky, Achmad. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia Berkualitas. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sasetyo, Kurniawan.2012. Dinamika Pemasaran :Jelajahi dan Rasakan,Edisi 1. PT. Raja Grafindo Persada.

Jakarta

Setiadi, Maulidah. 2013. Lab Of Agribussines Analysis And Management Marketting II. Univeresitas Brawijaya. Malang.

Setiawan, A., Arman, A., & Yusril, M. (2021). THE EFFECT OF SERVICE QUALITY, BRAND IMAGE AND PRICE PERCEPTION ON SALES VOLUME OF VIVO BRAND SMARTPHONES (survey on consumers of PT. Finansia Multi Finance, Bangkinang Branch). Jurnal Riset Manajemen Indonesia, 3(2), 232-241.

Siswanto. 2011. Manajemen PemasaranPerusahaan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Supardi, S., Yusril, M., Zamri, A. T., & Ak, U. A. (2021). ANALISIS BAURAN PROMOSI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEMASARAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN KAMPAR. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 15(1), 107-113.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimanakah pengendalian mutu produk Box Culvert dengan menggunakan metode Statistical Proses Control (SPC) pada PT..

1) Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen ke konsumen atau pemakai industri. 2) Saluran distribusi adalah merupakan

Hasil ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Waluyo (2013:89) yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan hasil kerja yang optimal maka karyawan harus memiliki

Hubungan erat yang terjadi antara variabel arus kas dari aktivitas investasi, ukuran perusahaan dan return on assets adalah kuat dengan koefisien korelasi sebesar

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kualitas pelayanan dengan dimensi tangible (bukti fisik), empathy (kepedulian), reliability

Berdasarkan uraian dan teori yang telah dikemukakan di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah diduga Keterampilan dan Keselamatan Kerja berpengaruh secara

Hal ini dapat dilihat dari nilai Signifikan yang diperoleh yaitu 0,000 yang mana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05, artinya variabel kepercayaan, kualitas

Dari pendapat para ahli tersebut dapat dijelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu ilmu dan seni yang digunakan untuk mengatur tenaga kerja atau karyawan