• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Pembangunan Pemerintah Melalui Program Acara RRI Tahun Ni'matin Sholihah 1) Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari 2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kebijakan Pembangunan Pemerintah Melalui Program Acara RRI Tahun Ni'matin Sholihah 1) Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari 2)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Ni'matin Sholihah

Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari2) Abstrak

Penulisan ini mengkaji kebijakan pembangunan pemerintah melalui program acara RRI tahun 1983-1998. Latar belakang penulisan ini be angkat dari Radio Republikr Indonesia (RRI) dijadikan sebagai satu-satunya radio penyiaran resmi pemerintah Indonesia, sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.

Penulisan ini menggunakan metode sejarah yakni heuristik, verifikasi sumber, interpretasi, dan historiografi. Hal tersebut digunakan untuk menunjang agar data yang diperoleh dapat mewakili dari obyek yang diteliti, maka dalam pengambilan data didukung dengan cara wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil analisa data dapat diperoleh hasil bahwa pada tahun 1983 muncul peraturan mengenai penambahan jam siaran RRI menjadi 24 jam, dengan demikian RRI diharapkan dapat meningkatkan peranannya sebagai media informasi yang tidak pernah putus sepanjang hari. Upaya ini sejalan dengan pembangunan yang semakin meningkat. Padamasapemerintahan Orde Baru kebijakan pembangunan disiarkan melalui stasiun RRI yang masuk kedalam program cara. Melalui program acaraa tersebut, RRI dapat dikerahkan sebagai alat hegemoni pemerintah Orde Baru dalam penyebarluasan kebijakan pembangunan. Namun pada tahun 1998 pemerintahan Orde Baru mengalami kehancuran yang kemudian mengakibatkan perubahan dalam pengelolaan program acara RRI.

Kata Kunci:Kebijakanpembangunan p, rogram caraa , RRI Abstract

This study examines the development policies of the government through RRI programs in 1983-1998. The background of this paper departs from Radio Republik Indonesia (RRI) used as the sole official Indonesian government radio broadcasting, as a means to convey information to the public. Thestudyuses the historical method of heuristics, source verification, interpretation and historiography. It is used to support that the data obtained can be represented from the object studied, then the data retrieval is supported by interview, observation, library research, and documentation.

Based on analysis of the data can be obtained that in 1983 emerging regulations regarding additional broadcast hours to 24 hours RRI, the RRI thus expected to enhance its role as an information medium that never broke throughout the day. This effort is in line with the increasing development. In the New Order government development policies broadcast by the radio station that is entered into the program.

Through the course of the event, RRI can be deployed as a tool of hegemony of the New Order government in disseminating development policies. However, in 1998 the New Order government had suffered extensive damage, then results in a change in the management of programs RRI.

Keywords :Development policies, broadcast, RRI

1) Mahasiswa Ilmu Sejarah, NIM 121211433034, email :snikmah210@gmail.com, alamat :Montong Kab.Tuban kode pos.62357

(2)

Pendahuluan

Pemerintah Orde Baru sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.Sehingga di kenal d e n g a n s e b u t a n P e r s P a n c a s i l a . Bahwasanya kebebasan Pers di Indonesia dibatasi oleh tanggung jawab dalam m e l a k s a n a k a n t u g a s , f u n g s i d a n kewajiban seperti yang di gariskan oleh GBHN dan Undang-Undang Pers.

Lahirnya RRI sebagai alat perjuangan bangsa secara resmi di dirikan pada 11 September 1945 di Jakarta. Tujuan awal di did rikannya RRI sebagai alat perjuangani bangsa Indonesia, saat itu baru saja merdeka dan digunakan sebagai alat membela dan menegakkan kedaulatan serta kemerdekaan negara.

Bila bicara RRI tidak dapat terlepaskan dari perkembangan plitik negara yang melingkupinya, terdapat p e r a n a n y a n g p e n t i n g t e r h a d a p pembangunan, sebagai satu-satunya m e d i a i n f o r m a s i r e s m i b a n g s a I n d o n e s i a, se r t a s e b a g a i s a r a n a komunikasi antara pemerintah dengan rakyatnya dan rakyat dengan rakyat.

Sebagai media yang dibina dan di arahkan oleh Departemen Penerangan (DEPPEN) secara langsung, RRI berfungsi sebagai media komunikasi yang memiliki jangkauan nasional dan internasional (Badan Penelitian dan pengembangan RI, 1980: 1). Pada tahun 1984-1998 pemerintah Orde Baru sangat gencar- gencarnya melakukan pembangunan malalui program acara yang disiarkan oleh RRI, upaya ini untuk mengendalikan masyarakat atas informasi yang diterima oleh masyarakat luas. Kebijakan pembangunan yang disiarkan oleh RRI tersebut sangat membantu pemeritah d a l a m m e n y a m p a i k a n k e b i j a k a n p e m b a n g u n a n y a n g d i b a w a o l e h pemerintah Orde Baru, hal ini dikarenakan pemerintah Orde Baru sangat gencar- gencarnya melakukan pembangunan yang kemudian dapat tercapai dengan mudah dan tepat.

Metode

Penelitian ini menggunakan m e t o d e s e j a r a h . Ta h a p p e r t a m a merupakan pemilihan topik. Kemudian heuristik, pencarian data,yang merupakan tahapan dimana penulis mengumpulkan sumber baik sumber primer maupun sumber sekunder yang didapatkan dari wawancara dari pihakRRI, sumber koran, majalah, buku, skripsi, dan tesis yang berhubungan dengan penelitian ini.

Setelah sumber-sumber dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah kritik sumber untuk menentukan otensititas dan kredibilitas sumber sejarah. Tahap I n t r e p r e t a s i , m e r u p a k a n t a h a p menetapkan makna dan hubungan dari fakta-fakta yang telah diverifikasi. Tahap terakhir merupakan tahap penulisan atau disebut dengan historiografi. Pada tahap ini, peneliti akan menuliskan hasil riset sejarahnya. Setelah semua sumber terkumpul dan melewati tahapan-tahapan metode, penulis bisa langsung menuliskan hasil penelitiannya sesuai tema Kebijakan pembangunan pemerintah melalui program acara RRI tahun 1933-1998.

Pembahasan

Sejarah berdirinya RRI

Proses kelahiran Radio Republik Indonesia berjalan dengan proses kelahiran bangsa Indonesia, yakni pada tanggal 11 September 1945 lahirlah satu- satunya radio Indonesia yang diberi nama RRI, yang sebelumnya merupakan radio bekas Belanda NIROM dan Jepang Hoso Kyoku (Mukidi, dkk, 1999:22). Pada awal berdirinya RRI disebut sebagai radio perjuangan, perkembangannya lebih mengarah pada menggelorakan semangat n a s i o n a l i s m e . N a m u n d a l a m perkembangannya pada pemerintahan Orde Baru RRI menjadi alat propaganda pemerintah. Program acara RRI lebih terfokuskan mengenai usaha-usaha pembangunan pemerintah. Seperti program acara penerangan dan informasi, program acara peendidikan, program VERLEDEN Jurnal Kesejarahan, Vol.10 No.1, Juni 2017:

(3)

acara yang disiarkan oleh RRI sangat dibanggakan oleh pemerintah, karena k e b e r a d a a n n y a s a n g a t m e m b a t u kelancaran informasi untuk masyarakat luas, baik di perkotaan maupun di pelosok desa.

Kebijakan Pemerintah Orde Baru melalui Program Acara RRI tahun 1983-1998

Kebijakan yang diterapkan melalui program acara RRI tidak dapat terlepas dari kebijakan pembangunan pemerintah Orde Baru. Sebagai lembaga penyiaran RRI memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan negara. Namun dalam perkembangannya tidak dapat di pungkiri jika posisi program acara pemerintah menempati posisi yang cukup besar dalam penyajian siaran RRI.

Sehingga masyarakat beranggapan RRI sebagai Radio Pemerintah (Wawancara Giran Dulatif, 30 Desember 2015).

Departemen Penerangan mengkondisikan seluruh stasiun RRI maupun no-RRI wajib mendukung keberhasilan pembangunan pemerintah. Salah satunya ialah relay berita dari RRI Pusat di Jakarta dan Daerah. Upaya ini dilakukan untuk menyetarakan program pembangunan pemerintah dapat tersampaikan dengan mudah dan cepat melalui program acara RRI.

Program acara yang disiarkan oleh stasiun RRI ialah program acara yang bersifat positif misalnya mengenai keberhasilan pembangunan pemerintah, sangat jarang pogram acara yang menyiarkan mengenai sisi negatif khusunya tentang pemerintah. Dalam me produksi dan menyajikan siaranm acara penyiaran juga diwajibkan melaksanakan secara professional.

dan nilai kepribadian bangsa. Kemudian pada tahun 1983 dengan memperingati hari lahir RRI ke 38. Presiden Soeharto m e l a l u i D e p a r t e m e n P e n e r a n g a n menginstruksikan mengenai penambahan jam siaran untuk stasiun RRI. Yakni mulai pukul 00.00 WIB para penggemar RRI se- Indonesia sudah dapat menikmati siaran 24 jam lamanya. Pena bahan jam siaranm tersebut rata-rata 4,5 jam lamanya (Panjebar Semangat, No. 39, 24 September 1983). Penambahan jam siaran tersebut diharapkan dapat dinikmati oleh semua masyarakat dimanapun, sehingga program pembangunan pemerintah tersebut dapat berhasil. Beberapa program acara yang mendukung keberhasilan pembangunan pemerintah meliputi program acara yang mengedepankan persatuan dan pembangunan dan program acararelayberita.

Spesifikasi Program Acara RRI

Konsep penyiaran RRI pada tahun 1980-an tidk dapat terlepas dari peraturan pemerintah yang melingkupinya. Hal ini dikarenakan RRI menjadi pelaksana di lapangan yang harus menyiarkan kegiatan pemerintah yang bersifat positif (Wawancara Kistoro Koesen, 13 Oktober 2015). Sejak tahun 1975 RRI telah mengembangkan diri terutama dalam sarana fisik dengan membentuk jaringan yang menghubungkan pusat dan daerah hingga ke pelesok desa.

Sebagai satu-satunya radio siaran yang dibawah pemerintah, peran dan fungsi RRI semakin ditingkatkan. Sebagai media penyiaran RRI berfungsi sebagai alat hiburan, penerangan, dan pendidikan.

Ketiga fungsi ini telah dilaksanakan oleh stasiun RRI sebagai media penerangan

(4)

pemerintah, program-program yang disajikan RRI tersebut memiliki beberapa program acara yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas, antara lain:

Program Acara Penerangan dan Informasi Siaran program acara penerangan dan informasi RRI dapat membantu mengatasi berbagai hambatan seperti sosial-ekonomi yang timbul karena kurangnya komunikasi dan informasi.

Apabila hambatan-hambatan tersebut diatasi maka jalannya pembangunan dapat teratasi dan lancar. Program acara penerangan meliputi siaran ruang penyuluhan hukum, perumusan negara pancasila, pesona nusantara, rubrik kalpataru, cinta bahari, klompencapir, dan lain sebagainya (RRI Regional 1 Surabaya, 1996: 4). Acara-cara tersebut difungsikan dapat memberikan informasi p e n e r a n g a n t e r h a d a p m a s y a r a k a t mengenai pembangunan y ang d i canangkan oleh pemeri tah. Programn acara penerangan dan informasi tersebut dapat membangun dalam bentuk penerangan berkala (news magazine).

P r o g r a m A c a r a P e n d i d i k a n d a n Kebudayaan

Program acara pendidikan pada stasiun RRI dapat digolongkan kedalam beberapa kategori, yakni program acara pendidikan anak, program acara pendidikan remaja, program acara sekolah, program acara ilmu pengetahuan umum dan kesejahteraan keluarga.

Kemudian untuk program acara kesenian atau kebudayaan dapat diarahkan untuk membimbing dan menaikkan mutu kesenian yang ada, baik seni tradisional maupun kontemporer. Namun untuk program acara kebudayaan lebih ditekankan pada tujuan yang dapat menumbuhkan apresiasi nilai-nilai seni budaya di Indonesia (Sinematek

Indonesia, 1976: 12). Untuk program acara kebudayaan di stasiun RRI Surabaya meliputi siaran kesenian tradisional seperti wayang kulit, ludruk, macopat, ketoprak mataram, siaran pelangsi nusantara, wayang kulit Brawijaya V, kemudian siaran apresiasi seni meliputi seni, bahasa dan sastra Jawa, drama wajar, kesenian daerah tradisional (RRI Regional 1 Surabaya, 1996: 1).

Program Acara Pedesaan

Program acara pedesaan memiliki landasan yang cukup kuat akan keberhasilan pembangunan pemerintah Orde Baru, karena pelaksanaan program p e m b a n g u n a n d e s a s e m a c a m i n i melibatkan berbagai Departemen di dalam sistem pemerintah. Siaran pedesaan ditujukan kepada masyarakat pedesaan dengan tujuan membantu masyarakat pedesaan mendapatkan informasi yang d i p e r l u k a n u n t u k m e n i n g k a t k a n pengetahuan masyarakat. Program acara pedesaan di stasiun RRI mulai di rintis pada tahun 1969 oleh beberapa stasiun RRI. Pada awal kemunculannya siaran pedesaan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menggalakkan intensfikasi beras melalui p r o g r a m B i m b i n g a n M a s y a r a k a t (BIMAS) dan Intesifikasi Mayarakat (INMAS) (Sinematek Indonesia, 1983: 4).

Siaran pedesaan mencakup pengembangan dan cara-cara dalam memajukan usaha di wilayah pedesaan.

Sehingga partisipasi masyarakat pedesaan sangat diperlukan bagi berh silnya suatua usaha pembangunan di pedesaan. Tujuan pembangunan siaran pedesaan tidak hanya membantu kesejahteraan dalam bidang p e r e k o n o m i a n s a j a , n a m u n j u g a meningkatkan aspek-aspek sosial budaya masyarakat desa. Bagi masyarakat p e d e s a a n , s e b a g a i m e d i a y a n g memberikan penerangan dan informasi, VERLEDEN Jurnal Kesejarahan, Vol.10 No.1, Juni 2017:

(5)

diped saan ialah masih banyaknyae masyarakat tidak bisa baca tulis. Sehingga dengan adanya program acara dari stasiun RRI sangat membantu masyarakat pedesaan dalam pengetahuan informasi baik informasi pedesaan maupun perkotaan (Wawancara Siti Alimah, 30 Maret 2016). Adapun program acara yang disajikan untuk masyarakat pedesaan mempunyai frekuensi dan materi siaran, beberapa kategori seperti: pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, k e h u t a n a , p e r k r e d i t a n , K B a t a u k e p e n d u d u k a n , p a d a t k a r y a , p e r i n d u s t r i a n , s e r t a p e n g a i r a n (Wawancara Siti Alimah, 30 Maret 2016).

Program Acara Hiburan dan Olahraga Program acara hiburan dan olahraga diharapkan mampu memberikan wadah bagi para olahragawan dalam mengembangkan dan mengukir prestasi dalam bidang olahraga dan yang mengharumkan nama bangsa serta memberikan wawasan yang sehat untuk memberikan ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk berkembang dan berkreasi.

K e m u d i a n u n t u k s i a r a n h i b u r a n diharapkan dapat memberikan hiburan yang gratis bagi semua masyarakat setelah melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, dengan adanya acara hiburan dari RRI, para pnggemar RRI akan kembali lebih segar dan santai. Untuk siaran hiburan RRI Surabaya mencakup beberapa bagian yaitu: siaran musik daerah, siaran musik asing, siaran hiburan ringan (RRI Regional 1 Surabaya, 1996).

Namun pada tahun 1988 Menteri Penerangan Harmoko mengkritik berbagai kelemahan program acara RRI mengenai siaran hiburan, yakni kurang ditingkatkannya fungsi lagu-lagu hiburan

sehingga tidak memiliki manfaat untuk disiarkan di stasiun RRI. Karena semakin banyaknya lagu-lagu yang melanggar aturan pemerintah pusat, seperti lagu-lagu mellow yang tidak boleh di perdengarkan di RRI (Surabaya Post, 08 Desember 1988)

Perubahan RRI dari Radio Pemerintah ke Radio Publik.

Atas perubahan radio RRI dari pemerintah menjadi publik, program siaran RRI dibagi dalam tiga periode yaitu Unit pelaksana Teknik (UPT), Perusahaan Jawatan (perjan), dan lembaga penyiaran publik (LPP). Unit pelaksana UPT diberlakukan dari awal berdirinya RRI sampai tahun 1998, yang masih dibawah naungan Departemen Penerangan. Pada awal berdirinya hanya terdapat satu program saja ditambah dengan program III yang merupakan program pusat RRI sampai sekarang dan programa II diberlakukan pada tahun 1992. Siaran RRI periode UPT didominasi dengan informasi-informasi politik, karena pada masa Orde Lama sampai Reformasi RRI digunakan sebagai corong pemerintah.

P a d a t a h u n 1 9 9 9 P r e s i d e n Abdurrahman Wahid membubarkan Departemen Penerangan, keputusan tersebut mempengaruhi RRI. Kemudian mengarahkan RRI menjadi radio publik.

Sistem program acara RRI periode Perusahaan Jawatan di berlakukan tahun 1999-2002 yang kemudian diperkuat oleh peraturan Undang-Undang Penyiaran No.

32 tahun 2002, yang mengamanatkan bahwa lembaga penyiaran yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara bersifat independen, netral, tidak komersial, dan berfungsi memberikan

(6)

pelayanan untuk kepentingan masyarakat.

Adapun sistem siaran (program) RRI setelah keputusan tersebut adalah:

Pro I (Daerah)

Pada program yang disiarkan melalui Pro I ini merupakan hiburan yang mencakup seluruh isi siaran sesuai klasifikasi yang ada dengan sasaran masyarakat berusia 5 tahun keatas, tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang pendidikan dan status sosial. Isi program acara berorientasi kepada kebutuhan pendengar di daerah lokal dengan titik berat budaya setempat.

Klasifikasi siaran berita atau informasi 25% ,pendidikan 10%, siaran kebudayaan 10%, hiburan 45%, iklan atau acara penunjang 10%. Waktu siaran minimal 19 jam yaitu mulai pukul 05.00-24.00 WIB.

Pro II (Gaya hidup,Musik, dan nformasi)I Pada program yang disiarkan Pro II merupakan siaran gaya hidup, musik dan informasi yang disiarkan melalui Pro II mempunyai karakteristik khusus, yaitu mencakup siaran hiburan dan informasi.

Klasifikasi siaran berita atau informasi 30%, siaran pendidikan 5%, siaran kebudayaan 5%, siaran hiburan 40%, iklan 25%. Waktu siaran 19 jam mulai pukul 05.00-24.00 WIB (http://www.rri.co.id/, 30 Desember 2015).

Pro III ( erita dan nformasi)B I

Sebagian acaranya di relay dari Pro III Jakarta dan sebagian lagi diproduksi dan disiarkan secara lokal. Karakteristik jaringan berita dan informasi siaran masyarakat berusia 20 tahun keatas.

Siaran berita 60%, siaran hiburan 25%, siaran iklan 15%. Waktu siaran 24 jam.

K l a s i f i k a s i a c a r a s i a r a n a d a l a h pengelompokan acara siaran berdasarkan isi jenis dan tujuan siaran sebagai Radio Republik Indonesia yang menitik beratkan pelaksanaan fungsinya pada penyiaran informasi, pendidikan dan hiburan, maka siaran yang diberlakukan ialah siaran berita atau informasi, siaran pendidikan, sertasiaranpedesaan.

Pro IV (Program Kebudayaan)

Pada program acara kebudayaan yang disiarkan melalui Pro IV di dominasi oleh hiburan tradisional. Sasarannya masyarakat dari usia 13-49 tahun. Siaran kebudayaan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Klasifikasi program acara kebudayaan 20%, hiburan tradisional 30%, hiburan non tradisional 10%, pendidikan 15%, berita atau informasi 10%. Serta iklan dan penunjnag 15%. Waktu siaran minimal 12 jam mulai pukul 12.00-24.00 WIB (Arsip Siaran RRI Surabaya, 2000: 8-10).

Simpulan

Program acara RRI memberikan manfaat yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia baik diperkotaan maupun di pedesaan, karena masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi melalui siaranprogram acara RRI. Selain itu pendengar juga dapat mengetahui peristiwa-peristiwa penting yang b e r k a i t a n d e n g a n p e m b a n g u n a n pemerintah. Seperti siaran pendidikan, budaya, hukum, pedesaan, dan lain s e b a g a i n y a . S i a r a n R R I d a p a t memberikan manfaat yang besar bagi lapisan masyarakat, karena siaran yang disajikan oleh RRI bukan hanya siaran acara mengenai pemerintah pusat saja, namun mengenai berita pembangunan lainnya. Yakni siaran pendidikan dari TK sampai perguruan Tinggi, siaran sekolah baik SD-SMA, siaran Mahasiswa serta siaran pemuda lainnya. Selain siaran pendidikan stasiun RRI juga memberikan siaran mengenai kebudayaan berbagai daerah, serta siaran pedesaan yang memberikan wawasan kepada lapisan masyarakat desa sampai ke daerah perbatasan, karena siaran pedesaan ini menyiarakan mengenai siaran pertanian, peternakan, pangan, perairan, hingga lapangan kerja.

Namun kebijakan pembangunan pemerintah melalui stasiun RRI dibentuk dalam berbagai hal seperti, susunan acara stasiun RRI yang berpedoman pada keberhasilan pembangunan pemerintah VERLEDEN Jurnal Kesejarahan, Vol.10 No.1, Juni 2017:

(7)

niaga, siaran hiburan serta olahraga.

Kemudian dari susunan acara tersebut semua radio baik RRI maupun non RRI diwajibkan untukrelayprogram-program yang canangkan oleh pemerintah melalui stasiun RRI. Keberdaan program acara RRI pula digunakan sebagai media propaganda oleh pemerintah Orde Baru.

Bentuk keberhasilan pemerintah terutama pada realisasi pembangunan selalu tersiar di berbagai berita maupun acara komersil pada jam tayang utama. Siaran RRI selalu berisikan mengenai program acara pemerintah yang bersifat positif, yakni program acara yang tidak melanggar kebijakan pemerintah Orde Baru. Upaya ini dimaksudkan agar informasi yang d i t e r i m a o l e h m a s y a r a k a t t i d a k menimbulkan umpan yang buruk bagi b e r l a n g s u n g n y a p e m b a n g u n a n pemerintah. Jadi peran masyarakat sangat m e n e n t u k a n a k a n k e b e r h a s i l a n p e m e r i n t a h O r d e B a r u d a l a m melanggengkan kekuasaan. Sehingga melalui penyiaran RRI pembangunan pemerintah dapat berhasil.

Daftar Pustaka

Arsip Badan Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur (1984), Jaringan Siaran Nasional.

Arsip Radio Republik Indonesia Regional 1 Surabaya, (1996) Spesifikasi Siaran RRI.

Hinca IP Pandjaitan. (2000) Radio: Pagar Hidup Otonomi Daerah, Jakarta:

Internews Indonesia.

http://www.rri.co.id/, diakses pada 30 Desember 2015.

Jaya Baya,No. 02, 07 September(1986)

Agustus 1945. Surabaya:RRI Regional 1 Surabaya.

Panjebar Semangat, No. 39, 24 September (1983)

Sinematek Indonesia, (1976) Radio Televisi dan FILM.

Sinematek Indonesia, (1983)Dengan Pendapat Komisi IV DPR RI Dirjen RTF Kebijaksanaan Pokok Direktorat Jendral R a d i o , Te l e v i s i , F i l m Departemen Penerangan RI.

Surabaya Post,08 Desember(19 88 ) Informan :

1. Nama : Giran Dulatif Usia : 97 tahun

Satus : Veteran/ masyarakat Alamat: Jl. Dharmawangsa gang 6 No.24D Surabaya

2. Nama : Kistoro Koesan Usia : 50 tahun

Status : Kepala Seksi liputan dan D o k u m e n t a s i B i d a n g Pemberitaan RRI Surabaya Alamat: Surabaya

3. Nama : Siti Alimah Usia : 50 Tahun

Status : Staf siaran Pro 1 atau Mantan Penyiar RRI Pedesaan Semasa Orde Baru

Alamat: Surabaya

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Batubara yang dihasilkan dari proses gasifikasi berbeda dengan coal bed methane (CBM) karena CBM adalah gas metana yang terperangkap sudah ada dalam lapisan batubara

Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang

Hal ini juga dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Blitar, dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat dan mengatasi kendala- kendala yang

Weston dan Brigham (2008) mengatakan bahwa Kebijakan struktur modal merupakan kebijakan perusahaan yang bertujuan untuk menentukan sumber pembiayaan kegiatan operasi

Adapun parameter yang diamati yaitu potensi tumbuh, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh benih kakao.Hasil analisis ragam

Tujuan utama pembangunan ekonomi adalah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran yang tinggi menunjukkan belum tercapainya tujuan pembangunan

Responsivitas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam Melindungi Anak Trelantar di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Rahayu Kabupaten