• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Peninjauan Patent

Melalui Google Advanced Patentt Serch, patent dengan kata kunci

“Planetary Drive System” sejumla 143.032 hasil penelusuran. Dari daftar patentt tersebut ditemukn sejumla judul patentt yang dianggap relevan dengan tugas akhir ini,yaitu:

2.1.1 Patent nomor US 8,951,162 B1

Patent nomor US 8,951,162 B1 dengn judul “Drive Train Transmission”. Patent ini mempercayakan Planetary Gear untuk mengantarkan output daya dari generator ke turbin.

Gambar 2. 1 Planetary gear pada Drive Train Transmission

2.1.2 Patent nomor US 2004/0220013 A1

Patent nomor US 2004/0220013 A1 dengn judul “Snowmobile Planetary Drive Systen”. Patent ini menggunakan Planetary Gear dikombinasikan dengan CVT untuk mengantarkan daya dari mesin ke roda penggerak.

Gambar 2.2 Kombinasi Planetary gear dengan CVT pada Snowmobile Planetary Drive System

4

(2)

2.1.3 Patent DE 10 2016 208 043 A1

Patent DE 10 2016 208 043 A1 dengan judul “ELEKTROFAHRRAD- ANTRIEBSSTRANG MIT DUALEN PLANETENRADSÄTZEN UND ZAHNKRANZ - PEDAL- REAKTIONSDREHMOMENTMESSUNG”. Patent ini memadukan dua Planetary Gear dengan sprocket pengukuran torsi reaksi pedal pada sepeda listrik.

Gambar 2.3 Perpaduan dua Planetary Gear dengan sprocket pengukuran torsi reaksi pedal sepeda listrik.

2.2 Sistem Tranmisi

Tujuan tranmisi memindahkan satu sumber dayake sumber daya lainnya, sehingga mesin-mesin yang menggunakan tenaga listrik tersebut bekerja sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Jenis sistem transmisi meliputi penggerak roda gigi, penggerak sabuk, penggerak rantai serta gigi sprocket (penggerak rantai).

1. Sistem tranmisi roda gigi

Roda gigi memiliki prnsip operasi dengan dasar gerakan, mencegah selip untuk rotasi yang baik dan transmisi gaya, dan selain itu, keliling yang sama dapat diperoleh.

(3)

3 Bersinggungan dengan pasangan rodagigi. Bulatan singgung ini ialah bulatan pitch, dalam sepasangh giggi perlu diperhatkan kelengkungan antara duua gigi (gigi) yg berdekatn.

Jenis jenis roda gigi :

a. Spur gear wajib sama, hingga ikatan dengan gigi bisa terjadi dengan baik.

Roda gigi tersedehana merupakan darri tabung dengn gigi berbentuk radial. Ujung-ujung roda gigi lurus dan tersusun sejajar dengan sumbu putaran. Roda gigi ini hanya dapat dihubungkan secara paralel..

b. Helix gear

Roda gigi yang ujungnya dimiringkan sampai batas tertentu, gigi roda gigi memberikan pergerakan roda gigi yang lebih halus dan getaran yang lebih sedikit.

c. Bevel gear

Roda gigi memiliki ujung dalam bentuk kerucut terpotong. Roda gigi bevel bisa lurus sebagai roda gigi taji atau heliks sebagai roda gigi heliks. Keuntungan menggunakan roda gigi bevel adalah pergerakn roda gigi yang hallus dan friction yang lebih sedikit.

d. Worm gear

Worrm gir seperti batang berulir dengan dipadukan oleh spur gear. Roda gigi cacing sering digunakan untuk mencapai torsi tinggi dan rasio kecepatan rendah. Kerugian penggunakan roda gigi cacing ialah adanya friction yang membuat efisiensi menjadi rendah dan kebutuhan akan pelumasn.

e. Pinion gear

Roda gigi tersusun dri roda gigi yang dialah rak dan rak yang disebut rak. Penggabungan rak dan piniion menciptakan mekanism trannsmisi torque yangg berbeda, ktika rak memutar, rak bergerak dalam garis lurus.

Mekanisme ini diaplikasikan merubah dengan menggerakkan rak kekanan dan kekiri arahnya berubah.

(4)

.

2. Sistem transmisi sabuk

Karena jarak jauh antar dua poros, transmisi roda gigi langsung tidak dapat digunakan, sehingga penggerak sabuk digunakan untuk menghubungkan antar dua poros. Keuntungan menggunakan penggerak sabuk adalah menghasilkan daya besar dengan tegangan yang rendah, serta lebih halus dan lebih senyap. Kerugian penggunakan penggerak sabbuk yang memungkinkan penggerak sabbuk tergelincir.

Jenis-jenis sabuk : a. Sabuk datar (flat belt)

Sabuk sangat sedrhana serta dipakai dalam permesinan.

Klebihan penggunakan sabuk datar adalah effisien tingi, mampu mentransfer daya dalam jumlah besar melalui jarak poros yang jauh.

b. Sabuk-V (V-Belt)

V-belt merupakan penyempurnan dari flat belt, yang mana bentukV-belt didesain untuk mendukung traksi yang besar, dan gaya gesek yang dihasilkan juga besar untuk meniadakan slip.

c. Sabuk bergerigi

Dipasangkan dengan roda gigi, digunakan untuk terima pressure yang lebi besar, kelebihn penggunakan sabuk bergigi adalah rendah kemunkinan slip dan menghasilkan suara yang tenang daripada rantei.

3. Sistem tranmisi rantai dan sproket (chaindrive)

Berguna untuk mentransmisikan daya melalui jarak menengah.

Keuntungan dari tranmisi ini dibandingkan tranmisi sabuk dan katrol adalah dapat mengirimkan lebih banyak kekuatan tanpa tergelincir. Kerugian dari tranmisi ini adalah tidak dapat dipakai untuk kecepatn tinggi dan getar yang kuat. (SugaK.&Sularso,1991)

(5)

5 2.3 Motor Listrik

Motorlistrik ialah bagian utama dari struktur mesin selaku gunanya selaku penggerak.

Motor listrik adalah kumparan diputar oleh sumber listrik yang memutar stator rotor listrik sehingga memunculkan magnit dan menggerakkan rotor.

Gambar 2. 4 Cara kerja motor listrik

Sumber : http://en.wikipidea.org/electric_motor

2.4 Daya Penggerak

Daya ialah yang diperlukan untuk menjalankan proses kerja, ditunjukkan dalam bentuksatuan Nm/s, Watt, atau HP. Menentukan jumlah daya yang dianggarkan serta memperhitungkan beberapa faktor yang dipengaruhinya, termasuk nilai gaya, torque, kecepatan rotasi, serta berat diaplikasikan pada mekanism. (Widdarto,2008)

Rumus mencari nilai daya, gaya, torque, kecepatan berputar dan berat:

1. Mencari daya (P): Berdasarkan torque yang bekerja:

(6)

P = T x ω ..(2.1) ω = 2 …(2.2)

Dimans ; T = Torsi(Nxm)

ώ = Kecepatan sudut(Rad/s) n = Kecepatan(rpm)

P = 2 ..., (2.3) Dimans :

n = putaran poros (rpm) T = Torsi (kgxm) P = Daya

Berdasarken putaran poros:

2. Mencari harga gaya (F)

Gaya ialah besaran yang disebabkan bendabergerak.

Besar torsi merupakan hasil perkalian gaya dgn jarak terhadap sumbu:

T = F.r …,(2.4) Dimana : T = torsi(Nxm) F = gaya

R = jarak terharap sumbi(m)

(7)

D = 𝑛 .𝐷 1 1 ... (2.5)

2

Dimans : D2

D1

n1

n2

= Diameter pulli yg digerakan

= Diameter pulli pengerak

= Putarn pulli pengerak

= Putarran pulli yang digerakn Diameter pulli yang digerakkn:

2.6 Sabuk V

Kebanyakan sabuk penggerak gunakan sabukV kerana gampang ditangani dan tidak mahal. Jumlah daya yang ditranmisikan tergntung pada sejumlah faktor, termasuk:

1. Kecepatan liner sabuk.

2. Teganggan sabuk yg terjadi.

3. Bentuk sissi kontak sabuk dan puli.

4. Kondisi sabuk yg dipake.

10

2.5 Puli

Selaku pengubah kecepatann daari motor, mesin ini memakai sejoli pulley buat kurangi kecepatan yang dihasilkan oleh motor. Pulley adalah perangkat mekanis yang berfungsi untuk mengoperasikan gaya mengalir yang menyediakan energi. Tindakan pulley serig diperlakukan untuk merubah arah diaplikasikan gerakan dan merubah arah putaran.

5. Jenis-jenis sabuk:

a. Type standar; diberi huruf A, B, C, D, & E.

(8)

b. Type sempity; ditandai sombol 3V, 5V, & 8V.

c. Type beban ringanditandai dengan 3L, 4L, & 5L

Gambar 2. 5 Type standarsabuk. V (Sumber : Suga K&Sularso. 1991)

Keuntungan sabuk V : - Operasi mudah

- Mampu merredam kejutan saat mulai Kelemahan Sabuk.V :

1 =Terpal

2 =Bagian penarik 3 =Karet Pembungkus 4 =Bantalan karret

- Tidak dapat digunakn pd jarak porros yang panjang.

- Umur lebih singkat dibandingkn sabuk datar.

(9)

12

Kontruksi pullley lebi kompleks dibanding dgn pulley untuk sabuk datar.

(SugaK.dan Sularso1991 )

Gambar 2. 6 Tegangan pada puli ( Sumber :SugaK.danSularso.1991 )

a. Menentukan panjang sabuk. :

b. Kecepatan sabuk :

(2.6) L = π (r +r ) + 2x1 2 𝑟1−𝑟2

Dimana :

x = Jarak sumbi poros r1 = Jari jari pors kecil r2 = Jarijari poros besa L = Panjang sabk

(2.7) Dimana:

V = Kecepatn sabuk

Dp = Diameter pulli pengerak n= Putaran pulli pengerak

(10)

c. Sudut untk sabuk terbuka

Gambar 2. 7 SkemaPitch.

Sumber : R.S.KhurmiDanJ.K.Gupta (2005)

Aplikasi sabukV:

- Penerus daya mesin kecepatan tinggi sepeti kompressor, dll.

- Alat pertanian.

- Alat lndustri.

2.7 Sprocket

Sprocket merupakan roda gigi yang digabungkn dengn rantai yang berguna buat menggerakkan kecepatan peredam, alat ini memakai 4 sprocket, sprockt tepat untuk penggunaan kecepatn rendah, beban berat dantidak slip.

1. Pitch

Pitch ialah jarak antar titik tengah rolller rantai serta tiap roler rantai.

in 1.𝑟2

𝐶

Dimana :

r1 = jarijari pulli besar r2 = jarijari pulli yang kecil C = jarak antarporos

(11)

14

2. Diameter pitchsprocket

Diameter pitchsprocket titik tenagh roller chain dan yang membuat garis tegak lurus dengan besar 180˚ ,digambarkan pada 2.6dengan simbol(D). Gambar 2.6 menunjukan korelasi antar pitch danDiameter pitch.

2.8 Rantai

Rantai Sprocket adalah sepasang sprocket yang terhubung. Kelebihan penggunakan powertrain adalah lebih kokoh dan tidak slip. Ini adalah formula untuk mendapatkann rasio kecepatn rantai:

Jenis-jenis rantai

1. Rantai hausting dan houling

Pengunaan rantaihausting serta houling maksiml ada di kecepatan 0.25 m/s, rantei hausting dan houling diklasifikasikan jadi 2jenis, yakni rantai dengn sambungn ovaI , dan rante dan sambungn rantai.

Gambar 2. 8 Rantai sambung oval dan kotak Sumber : R.S. Khurmidan J.K.Gupta (2005)

2. Rantai conviyor

Pada umumnya ban berjalan (rantaiconveyor) diaplikasikan di industri besar dengan menghubungkan pergerakan barang yang continous. Jenis rantai konveyor, yakni tipe kait dan tipe sambungan tertutup.

(12)

Gambar2. 9 Hook joint type dan closed joint. type Sumber : R.S.Khurmi danJ.K.Gupta. (2005)

V.R = 𝑁1 = 𝑇1 ... (2.9)

Dimana :

N1 = Putaransprockrt kecil N2 = Putaransprockt besar T1 = Jumla gigusprocket kecil T2 = Jumla giugisprocket besar

v = 𝜋.𝐷.𝑁 = 𝑇.𝑝.𝑁 (2.10)

Dimana:

D = pitch diameter

p = Pitch chain

3. Rantai tranmisi

Rantai tranmisi tujuannya untuk mentransfer daya yanh berpisah oleh jarak hantar porros yang dekat. Rantsi tranmisi diklasifikasikan menjadi tigajenis, yaitu:

- Bussh chain - Bush rolller chain - Silen chain

a. Rasio kecepatan rantai dan sprockt (chein drive)

b. Kecepatan

(13)

16

Gambar 2. 10 Panjang rantaiu danjarak antartitikpusat.

Sumber : R.S.KhurmiDanJ.K.Gupta(2005)

T1 =Jumla gigi spricket kecil. T2

=Jumlh gigi sprockt besar.

p = chain pitch.

x = Jarak hantar tituk pusat.

c. Panjang rantai:

d. Jumla sambungn rantai.

L = K.p (2.11) Dimana :

K =Jumlah sambungn rantai.

P =ChainPitch

K = 𝐼1+𝐼2 + 2𝑥 + 𝑇2−𝑇1) 𝑝 (2.12)

(14)

e. Jarak antar titik pusat

Buat membagikan kelonggaran hingga hendaknya value darsi jarak hantar tituk pusat dikasi tolernsi sehingga dikuranggi 2mm–5mm.

(Sumber:R.S.KhurmiDanJ.K.Gupta2005 ) 2.9 Poros

Poros adalah bagian dari bagian mesinyang berputar yang mempunyai fungsi melanjutkan gaya dari tempat ketempat lainnya. Dengan praktiknya, poros digabungkan dengan pulli, bantalan, roda gigi, dan elmen lain.

1. Kekuatan poros

Dalam desain pors, beberapa faktor harus diperhitungkan, misalnya; Efek lemah, Dampak, dan Fokus saat mengunakan sumbu skala atau menggunakan penekanan tombol pada mereka. Poros dirancang agar cukup kuat untuk menahan beban.

2. Kekakuan poros

Meskipun pors cukup kuat untuk menahan beban, namun adanya defleksi yang berlebihan akan menimbulkan getaran dan kebisingan mesin.

3. Material Poros

Poros yang bisa dipakai pada putarn tinggi serta berat bebas biasanya terbuat dari baja paduan. Oleh karena itu, perlu untuk mempertimbangkan memilih jenis perlakuan panas yang tepat untuk daya tahan maksimum. (Sumber : SugaK.danSularso1991)

(2.13)

(15)

18

Dalam formula poros dilihat dengan penbebanan:

a. Torsi yang terjadi pada poros:

Perhitunggan poros dgn berat puntr a. Kekuatan tarik bahan (

𝜎

𝐵

)

b. Daya yg direncanakn(

𝑃

𝑑) T= 𝑃.60

(2.14) Dimana :

T = Torque poros P = Daya

N = Putarn poros

𝜎

𝐵

=

0,345 × HB (2.15) Dimana :

HB = Nilai kekerasn St 37 (kisaran 105- 125)

𝑃𝑑 = P . 𝐹𝑐 (2.16)

= 0,746 × 1

= 0,746 Kw Dimans :

P = Daya

𝐹𝑐 = Faktor koreksu

(16)

c. Mommen puntr(T)

T = 9.74 x 105 𝑃𝑑 ...

(2.17) Dimana :

𝑃𝑑 = Daya yg direncanaksn N = Putaran poros

d. Tegangan geser yg diizinkan (

𝑟

𝑎)

e. Diameter Poros (

𝑑

𝑠

)

d = 5,1

tK C b T (2.19)

a

 Dimana :

T = Beban puntr

𝐾

𝑡

=

Faktorkoreksi momen puntiur

𝐶

𝑏

=

Faktor Ienturan.

Dimana :

𝑆ƒ1 = Faktor aman tergantun dari jenis bhan.

𝑆ƒ2 = Faktor aman trgantung dari bentuk poros.

(17)

20

2.10 Pasak

Menurut buku Elements of Machines, kunci adalah komponen mesin yang dipergunakan untuk memperbaiki atau mengkunci komponen machine seperti roda gigi ,pulli,koppling,serta sproket ke poros, sehinggga komponen tersebut muutar.

Fungsi yg samadilakukan dengan poros bintan (spline).

c. Tegangan geser yg timbul : 𝑟 = 𝐹𝑠

Dengan:

Fs : Gaya gesre

As : Luas bidang gser yg tergantun jenis pasak 𝑟 = F .t 𝑑

2

Dengan:

T : Tosri

Ft : Gaya tangensil d : Diametr poros 1. Desain Pasak

Jenis pasak yg bisa dipergunakan didalam suatu mesin :

• Pasak pelana

• Pasak rata

• Pasak benam

• Pasak singung

Perihal pentin yang wajib diperhatikn dalam mendesign pasak berikut : a. Material pasak terpilih lebih lemah dari material poros atau material

elemen mesin yangharus tertahan oleh pasak.

b. Gaya tangnsial yang bekerja :

Gambar 2. 11 Jenis jenis pasak

(18)

21

Misal untuk : pasak benam segi4 : b : lebar

L : panjang As = b x L sehingga : 𝑟 = 𝐹𝑠 = 𝐹𝑠

𝐴𝑠 𝑏.𝐿

a. Jika tegang geser material pasak() dan angka aman (SF), maka 𝑟 b. Untuk faktor aman : act < 

• Torsi sebab gaya geser=tosri karena crush T = Ft . 𝑑 = L. b .   𝑑

Ft = L 𝑡 𝑥 σc 2. Panjang Pasak

t : tebal = 2/3 b : lebar = d/4 L : panjang d : diametr poros t : tegangn geser pask

• Gaya tangensil (Ft) = gaya geser (Fs)Ft =

= L. b . 

• Torsi yg ditranmisikan poros :

• Gaya tangensil, karena crush(kerusakan) σc : tegangncrush

Gambar 2. 12 Dimenslpasak

L x b x 𝑟 x 𝑑 = L x 𝑡 x σc x 𝑑

𝑏 σc 𝑡 = 2𝑟

(19)

22

• Tosri vs teganggan geser pada pasak

• Tosrii vs tosrional shear strength pada pasak

𝑇 = 𝜋 𝑟𝑑3dengan 𝑟 = tegangagn geser material poros

16 𝑠

Maka :

L = L . b . 𝑟 . 𝑑 = 𝜋 . 𝑟 . 𝑑3

k 2

L= 𝜋 . 𝑐𝑠.𝑑2

16 𝑠

8 𝑏.𝑐𝑘

= 𝜋.𝑑 . 𝑐𝑠, Jika b = 𝑑

2 𝑟k 4

a. Panjang pasak, L = 1,571 d. d𝑟𝑠

𝑟𝑘

τs : material poros, 𝑟k : material pasak Jika material pasak sama material poros atau

τs = 𝑟k = τ Sehingga : L = 𝜋.𝑑

2

= 1,57𝑑

8.𝑏

b. Jika lebar pasak hasildari hitungan terlampau kecil dan tidak tertera di tabel pasak, lebar pasak dikalkulasi memakai korelasi

b = 𝑑 𝑚𝑚, dengan d : diameterporos dalam mm.

4

Dalam design kolom, panjang kolom wajib ditentukan berdasarkan tegang geser dan tegangan hancur, dan kemudian mengambil panjang yang lebih panjang.

Panjang pasak yang dianjurkan dengan satuan millimetre adalah 6, 8, 10, 14, 16, 20 dll

T = L x b x 𝑟 x 𝑑,

2

dengan 𝑟k teganggan geser material pasak

(20)

Tabel Pasak

(21)

24

2.11 Bantalan

Bantalan (Bering) ialah bagian mesin yang menopang poros dengan beban, sehingga gerakan rotasi atau translasi lancar, aman dan memiliki umur panjang.

Bantalan harus kuat agar poros dan bagian lain dari mesin dapat bekerja denganbaik. Jika bantalan tidak berfungsi dgn baik, kinerja seluruh sistim tidak dapat kerja dengan baik.

Pengunaan bantalan yang lebih baik terlihat di kreta Celtic sekitar 2000 tahun lalu, yang diilustrasikan Gambar2.13.

(22)

Dalam sejarah modern, design serta penggunan bering yang terdokumentasi dengan baik diawali dengan Leonardo Davinci. Dia memakai rolller bering untuk kinciir angin serta penggilinggan gandum. Paten pertama bearing didaftarkan di Perancis 400tahun setelah itu. Contoh penggunaan bantalan, untuk alat-alat pertambangan tugas berat dirujukkan pada Gambar 2.14. Bantaln alat ini harus mampu tahan dengan berat yang luar biasa besar dan memiliki umur tekhnis yang panjang..

2.12.1 Klasifikasi Bearing

Umumnya, bantalan dapat diklasfikasikan menurut arah beban dan menurut kontruksi ataumekanismenya untuk mengatasi friction, seperti yang ditunjukkkan pada Gambar 2.15, bantalan dapat diklasfikasikan sbagai:

- Bantalan radisl/radial bering;menahan beban dlam arag radisl - Bantalan aksisl/thrust bering;menahan beban dalam arag aksisl

- Bantaln yg mampu naahan kombinasibeban dengan arahradial dan arah aksial

Gambar 2. 14 bucketwheelexxcavatordan jenis baring yang digunakan pada ecavator.

(23)

26

Struktur dan mekanism mengatasigesekan, bantalan dapat diklasifikasikanmenjadi dua jenis, yaitu bantalan biasa dan bantalan gelinding.

• Bantalan polos, umumnya dikenal sebagai bantalan biasa atau biasa, menggunakan mekanisme geser di mana dua permukaan bagian mesin bergerak relatif satu sama lain. Contoh konfigurasi bantalan kayu diperlihatkan pada Gambar 2.16(a).

• Bantalan luncur menggunaakan elemen bergulir untuk mengtasi friction antara 2 komponen yang brgerak. Di antara kedua permukan tersebut ditempatkan elemen penggulung seperti bola, rolll, kerucut dll. Contoh kontruksi bantalan gelinding dirujukkan pada Gambar 2.16(b).

Radial Combination Radial Combination

Thrust

Gambar 2. 15 Arah.beban.pada.bearing

(24)

Gambar 2. 16a kontruksi bearing.slide. bearing Gambar 2. 17b konstruksi bearing roller bearing

2.12 Slider Bearing (Bantalan Luncur)

Slider bearing atau Bantalan luncur membutuhkan geser langsung elemen bantalan beban pada penyangganya. Ini berbeda dengan bantalan elemen bergulir, di mana bola atau rolller dipasanhg di antara dua permukan geser. Bantalan polos atau biasa dikenal dengan bantalan biasa meliputi dua jenis seperti yg ditunjukkan pada Gambar 2.18, ialah:

• Journal atau sleevebearing, yang bentuknya siliindris serta nahan beban radial (yg tegak dengan sumbu).

Thrust bering, bentukya bisanya datar, dimans pada kasus poros yangbeputar, bisa bertahan dengan berat satu arah dgn sumbu.

Gambar 2. 18 sliderbearing thrust bearing

Gambar 2. 19sliderbearing journal bearing

Dalam kasus poros memutar, bagan poros yang bersentuhan dengan bantaln ialah log. Bagian flat dari bantaln yg menahan gaya aksial ialah permukaan dorong.

Bantalan itu sendiri dapat dipasang di bak mesin atau bak mesin (crankcase).

Namun, ini biasanya seperti cangkang tipis yang dapatdiganti dengan mudah danyang

(25)

28

mensediakan permukan bantalan yang trbuat dari materil bahan tertentui seperti babit atau perunggu. Bagian bantalan ini disebut bushing.

Gambar 2.20(b) adalah idea yang bagus, tapi kerana sudut kemiringn yang optimun amat kecil maka susah untuk mendapat kebenaran yang tepat hingga kecenderunngan biss terubah karena de formasi plastis. Solusi untuk masallah ini diitemukan dengan independent oleh Mitchell dan Kingzburry untuk mendukung platmiring pada titik pilihan dari titik poros sehingga bisa dimringkan dengan bebas seperti yang ditunjukan Gambar 2.20(c).

(a) (b) (c)

Gambar 2. 20 Perkembanganthrust bering (a) paralleplat (b) fixedinclined pad (c) tittingpad

(26)

2.13 Sistem Pelumasan

Membran pelicin harus mematuhi 2 sarat. Pelicin wajib memilikki kekuattan geser yg kecil untuk mendapatkan gesekkan yang kecil dan pelicin wajib kuat untuk nahan smua berat pada arah tegak prmukaan(vertikal). Sebagian besar pelumas yang digunakkan adalah cairan cair, tetapi dalam kondisi tertentu, bahkan cairan gas atau padat dapat digunakan sebagai pelumas. Contoh pelumas cair termasuk minyak, ester sintetis, cairan silikon, serta air. Bahan rigid seperti grafit, molibdenum disulfida (moly), dan PTFE (Polytetrafluoroethylene) sering dipakaikan ketika pelicin tradisional tidak dapat menahan beban dan suhu ekstrem. Jenis pelumas baru yang disebut Sollube juga telah muncul dalam beberapa dekade terakhir. Pelicin ini adalah kolloid, supensi pelicin rigid didalam pelicin cair.

Ada 2 bentuk pelicinan film cair: pelumasan fluid (HL) serta pelumasan permukaan batas (BL). Dalam pelicinan fluida, cellah antar permukan adalah baji konvergen yang sempit yang menyebabkan pelumas mengikuti kontak karena gerakan relatif permukaan, memberikan tekanan pelumas untuk menaahan berat. Tebal film tergantug di permukan, kecepatn relatif, serta jenis pelicin. Secara umum tebal film berada pada skala mikron serta dapat mendukung tekanan pada skala megapascal.

Pressure ini nilainya tidak cukup besar untuk secara signifikan merusak permukaan gesekan atau meningkatkan viskositas pelumas..

(27)

30

Referensi

Dokumen terkait

Tepung Spirulina sp yang dibutuhkan pada pakan berpengaruh terhadap peningkatan kecerahan warna ikan sumatra dengan yang terbaik berada pada perlakuan E yaitu

Peserta mengerti dan setuju bahwa Kami dapat memotong pembayaran kepada Peserta; atau Kami dapat menunda atau mengakhiri Program Pensiun atas diri Peserta tersebut (“Program

Manajemen Keuangan Dana Pinjaman LN-3 Edi Suranta MM 9.5 Administration Financial Document Specialist Drs.. Administration Financial Document Specialist Ugraneta MM 9.5

berfungsi untuk menyediakan O2 dan nutrisi untuk jaringan dan mengeluarkan CO2 dan zat-zat sisa terdiri dari arteriol, kapiler dan venul aliran darah melalui kapiler

Keuntungan dari katalis homogen bila dibandingkan dengan katalis heterogen adalah mekanisme katalitik sangat mudah dipelajari dalam sistem katalis homogen, dan metode yang paling

Kandungan kurikulum Geografi bertujuan untuk melengkapkan murid dengan pengetahuan geografi, penguasaan kemahiran geografi dan pemupukan nilai bagi melahirkan warganegara

Posisi ini tidak boleh lebih dari 20 °, karena dengan posisi trendelenburg yang terlalu ekstrim dapat menyebabkan penurunan prefusi cerebral dan dapat

Dengan melihat pentingnya pengaruh dari perancangan interior pada pusat perfilman, maka Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail dipilih untuk dirancang dengan tujuan agar dapat