• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II + LABORATORIUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II + LABORATORIUM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PERKULIAHAN

AKUNTANSI KEUANGAN

LANJUTAN II +

LABORATORIUM

 Investasi dalam saham - akuntansi dan pelaporan oleh investor

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

Ekonomi Akuntansi

03

W321700017 Dendy Kurniansyah, SE. M.Ak

Abstract Kompetensi

Investasi dalam saham - akuntansi dan pelaporan oleh investor

Mampu memahami Investasi dalam saham - akuntansi dan pelaporan oleh investor

(2)

Pembahasan

I. PENDAHULUAN

Dalam rangka penyusunan Laporan/Neraca konsolidasi pada pada dasarnya pengertian terhadap metode dan prosedur pencatatan Investasi Saham adalah penting.

Hal ini berhubungan erat dengan sifat dan dasar dari titik tolak untuk eliminasi yang diperlukan terhadap pos-pos/rekening-rekening yang timbal balik diantara perusahaan induk dan perusahaan anak. Akan tetapi terlepas dari metode pencatatan yang digunakan terhadap investasi saham pada perusahaan anak, pada pokoknya penyusunan laporan/neraca konsolidasi didasarkan atas suatu pandangan bahwa perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya merupakan satu-kesatuan ekonomi.

Prosedur pencatatan investasi saham dapat dipakai salah satu dari dua metode yaitu: pertama, perusahaan induk dapat mengakui dan mencatat setiap perubahan (perkembangan) yang terjadi terhadap hak-hak pemegang saham perusahaan anak, dengan jalan melakukan penyesuaian terhadap rekening Investasi Saham; dan yang kedua, tetap mencatat Investasi Saham pada perusahaan anak sebesar harga perolehannya (original cost).

Dalam hal (pencatatan) Investasi Saham pada perusahaan anak, selalu diadakan penyesuaian terhadap adanya perubahan (perkembangan) yang terjadi dalam perusahaan anak, sehingga rekening Investasi saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak maka prosedur pencatatan itu disebut dengan “Metode Equity”. Jika terhadap rekening investasi tidak dilakukan penyesuaian-penyesuian yang berhubungan dengan perubahan/perkembangan yang terjadi dalam perusahaan anak disebut dengan harga perolehan (Cost Method).

II. Penggolongan Investasi Saham

Standar akuntansi di sebagian besar negara di dunia ini menggariskan bahwa penggunaan metode akuntansi untuk investasi saham tergantung pada tingkat kepemilikan dan ada tidaknya pengaruh signifikan yang dimiliki oleh investor terhadap investee. Demikian pula halnya Indonesia. Melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan(DSAK), Ikatan Akuntan Indonesia, telah membuat standar pencatatan dan pelaporan untuk investasi saham melalui beberapa Pernyataan Standar, antara lain PSAK No. 7, 13, 15, 22, dan 50.

(3)

Gambar 1.1.

Hubungan antara metode untuk mencatat investasi, tingkat kepemilikan, dan pengaruh investor terhadap investee.

Dari Gambar 1.1. dapat dilihat adanya dua faktor untuk membedakan jenis investasi.

Dua faktor tersebut, yakni Pengaruh signifikan dan control membagi jenis investasi menjadi tiga: kurang dari 20%, antara 20%-50%, dan lebih dari 50%.

Cut-off tingkat kepemilikan sebesar 20% sebenarnya didasarkan pada suatu asumsi.

Asumsi tersebut adalah bahwa jika seorang investor memiliki antara 20% dan 50%

saham investee maka normalnya investor akan mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap investee.

Kriteria untuk dapat disebut sebagai pengaruh yang signifikan membutuhkan judgment.

Judgment semacam ini akan menyulitkan praktek akuntansi karena sering bersifat subyektif. Oleh karena itu, standar yang berlaku menggariskan bahwa jika investor memiliki saham investee kurang dari 20% maka ia harus menggunakan metode Cost, kecuali ada bukti bahwa meski kepemilikannya kurang dari 20% namun ia mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap investee.

(4)

III. Metode Pencatatan Investasi Saham

Dalam akuntansi dikenal dua metode pencatatan investasi, yaitu metode biaya (cost method) dan metode ekuitas (equity method), adalah sebagai berikut :

1. Metode Biaya (Cost Method)

Metode biaya (cost method) adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investasi, investor mencatat investasi sebesar biayanya (historical cost accounting), dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai penghasilan, namun apabila dividen yang diterima melebihi bagian investor atas laba investee dipandang sebagai pemulihan investasi dan dicatat sebagai pengurang investasi sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 13 tentang Akuntansi untuk Investasi. Secara akuntansi, metode biaya harus diterapkan oleh investor yang memiliki saham berhak suara pada perusahaan lain (investee) baik secara langsung maupun secara tidak langsung dengan kepemilikan kurang dari 20%.

Berdasarkan metode biaya, investasi dalam saham biasa dicatat pada biayanya, dan dividen dari laba berikutnya dilaporkan sebagai pendapatan dividen.

Ada suatu pengecualian, dividen yang diterima melebihi bagian laba investor setelah saham diperoleh, dianggap sebagai pengembalian modal (atau likuidasi dividen) dan dicatat sebagai pengurang terhadap rekening investasi.

2. Metode Ekuitas (Equity Method)

Metode ekuitas adalah metode pencatatan investasi yang pada awal perolehan investor mencatat investasi sebesar biayanya, dividen maupun distribusi laba dicatat sebagai pengurang akun investasi. Perusahaan investor melaporkan bagian miliknya yang menjadi keuntungan perusahaan investi sebagai pendapatan investasi dan bagian bebannya dari kerugian perusahaan investi sebagai kerugian investasi.

Akuntansi metode ekuitas dan metode biaya adalah metode akuntansi untuk investasi yang harus digunakan oleh investor tergantung dari porsi kepemilikan pada perusahaan investee. Pemilihan metode akuntansi terhadap investasi jangka panjang ini dikaitkan dengan besarnya pemilikan saham, yaitu :

A. Pemilikan saham dalam jumlah kecil, yaitu dibawah 20% disarankan untuk menggunakan metode harga perolehan.

B. Pemilikan saham dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat mempengaruhi secara berarti (materiality), yaitu pemilikam 20% - 50%, disarankan untuk menggunakan metode ekuitas.

(5)

C. Pemilikan saham secara mayoritas, sehingga dapat mengendalikan perusahaan anak, yaitu pemilikan lebih dari 50% dapat menggunakan kedua metode tersebut, akan tetapi disarankan menggunakan metode ekuitas. Dalam pemilikan di atas 50% ini, perusahaan induk diharuskan menyusun laporan keuangan konsolidasi.

IV. Pencatatan Dengan Metode Biaya (Cost Method) 1. Laba perusahaan anak

Tidak dijurnal

2. Rugi perusahaan anak Tidak dijurnal

3. Dividen perusahaan anak

Piutang dividen/kas xxx

Pendapatan dividen xxx (% kepemilikan x dividen perusahaan anak)

V. Pencatatan Dengan Metode Ekuitas (Equity Method) 1. Laba perusahaan anak

Investasi saham perusahaan anak xxx

Laba-rugi xxx (% kepemilikan x laba perusahaan anak)

2. Rugi perusahaan anak

Laba-rugi xxx

Investasi saham perusahaan anak xxx (% kepemilikan x rugi perusahaan anak)

3. Dividen perusahaan anak

Piutang dividen/kas xxx

Investasi saham perusahaan anak xxx (% kepemilikan x dividen perusahaan anak)

(6)

VI. Investasi Ekuitas Dalam Akuisisi

1. Ketentuan dari FASB No.141, yaitu Biaya Investasi diukur dengan jumlah kas yang dikeluarkan atau nilai wajar aktiva lain yang didistribusikan atau sekuritas yang diterbitkan

2. Biaya pendaftaran dan penerbitan dibebankan ke tambahan modal disetor 3. Biaya langsung akuisisi lainnya ditambahkan ke biaya akuisisi

4. Total Biaya Investasi dicantumkan menurut konsep konsolidasi satu baris

VII. Konsolidasi Satu Baris

1. Metode Ekuitas sering disebut dengan konsolidasi satu baris

2. Investasi dilaporkan dalam jumlah tunggal pada satu baris di neraca perusahaan investor

3. Laba investasi dilaporkan dalam jumlah tunggal pda satu baris di laporan laba rugi investor, kecuali pos-pos luar biasa

4. Laba perusahaan induk dan ekuitas pemegang saham adalah sama apabila perusahaan induk dan aak dikonsolidasikan

VIII. Kelebihan Nilai Buku Dengan Biaya Investasi

1. Nilai buku yang diperoleh dari perusahaan dapat lebih besar dari nilai investasi 2. Situasi ini mengindikasikan bahwa aktiva bersih yang dapat diidentifikasi dari

perusahaan investee terlalu tinggi, atau kepemilikan diperoleh dengan harga murah 3. Akun investasi maupun laba investasi perusahaan investor bertambah apabila

terdapat kelebihan nilai buku atas biaya diamortisasi

IX. Pengujian Goodwill Menyangkut Penurunan Nilai

1. Aktiva tidak berwujud yang memiliki umur tidak terbatas tidak boleh diamortisasi, tetapi sebaiknya harus direview setiap tahun dan diuji penurunan nilainya

2. Pengujian penurunan nilai ada dua tahap yaitu:

 Membandingkan nilai buku dengan nilai wajar pada tingkat unit pelaporan bisnis, jika nilai wajar unit pelaporan melebihi nilai bukunya, maka goodwill tidak mengalami penurunan nilai, tidak diperlukan tidakan lebih lanjut

 Jika nilai bukunya melebihi nilai wajar, perusahaan harus mengakui sebagai kerugian penurunan nilai, jumlah kerugian ini tidak boleh melebihi jumlah nilai bukunya

(7)

X. Konsekuensi Ekonomi dari Penggunaan Ke Dua Metode

1. Metode yang berbeda akan menghasilkan jumlah investasi yang berbeda pada neraca perusahaan investor

2. Jumlah Laba yang berbeda pada laporan laba rugi

3. Apabila investor dapat mempengaruhi atau mengendalikan operasi investee secara signifikan termasuk pengumuman dividen, metode nilai wajar tidak dapat dipergunakan

4. Dengan mempengaruhi atau mengendalikan keputusan dividen investee, perusahaan investor dapat memanipulasi laba investasinya

5. Manipulasi laba mungkin tidak dapat dilakukan apabila laporan keuangan perusahaan induk/investor dikonsolidasikan dengan laporan keuangan anak perusahaan/investee, karena laporan keuangan konsolidasi akan sama, tanpa memperhatikan metode akuntansi mana yang digunakan

6. Laba yang dilaporkan oleh perusahaan induk / investor dalam laporan keuangan terpisahnya menurut metode ekuitas umumnya sama dengan laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi bagi perusahaan induk dan perusahaan anaknya

XI. Contoh Soal :

1. Metode Biaya (Cost Method)

1) PT. Ani (investor) membeli Rp. 250.000.000,- untuk 25.000 lembar saham (15%) saham berhak suara PT. Budi (investee). Pada tanggal pelaporan keuangan, PT.

Budi memperoleh laba Rp. 60.000.000.- dan PT. Budi membagikan dividen sebesar Rp. 50.000.000,-.

Dengan kepemilikan 15% (kurang dari 20%), maka secara akuntansi PT. Ani wajib menggunakan metode biaya untuk mempertanggungjawabkan investasinya, jurnal yang dibuat investor (PT.Ani) adalah sebagai berikut :

A. Pada saat perolehan investasi

Investasi pada PT.Budi Rp.250.000.000

Kas/bank Rp.250.000.000

(jurnal untuk mencatat investasi 15% saham PT.Budi)

B. Pada saat PT.Budi memperoleh laba Tidak ada jurnal

C. Pada saat PT. Budi membagikan dividen

(8)

Kas/Bank Rp. 7.500.000

Penghasilan Dividen Rp. 7.500.000

(jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.Budi, (15% x Rp.50.000.000 = Rp. 7.500.000))

PT. Ani harus mengakui penghasilan dividen dari PT.Budi sebesar Rp.

7.500.000,- dalam laporan laba rugi, Untuk investasi dilaporkan dalam neraca dan disajikan sebagai aktiva lancar atau aktiva tidak lancar tergantung dari jenis investasinya, juga perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan tentang investasi yang dilakukan pada PT.Budi.

2) PT. A (investor) membeli Rp. 150.000.000,- untuk 15.000 lembar saham (15%) saham berhak suara PT. B (investee). Pada tangal pelaporan keuangan (umumnya tgl.31 des) PT B memperoleh laba Rp. 50.000.000.- dan PT. B membagikan dividen sebesar Rp. 40.000.000,-.

Dengan kepemilikan 15% (kurang dari 20%), maka secara akuntansi PT. A wajib menggunakan metode biaya untuk mempertanggungjawabkan investasinya, jurnal yang dibuat investor (PT.A) adalah sebagai berikut :

A. Pada saat perolehan investasi

Investasi pada PT.B Rp. 150.000.000

Kas/bank Rp. 150.000.000 (jurnal untuk mencatat investasi 15% saham PT.B)

B. Pada saat PT.B memperoleh laba Tidak ada jurnal-

C. Pada saat PT. B membagikan dividen

Kas/Bank Rp. 6.000.000

Penghasilan Dividen Rp. 6.000.000 (jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.B, (15% X Rp.40.000.000 = Rp. 6.000.000))

PT. A harus mengakui penghasilan dividen dari PT.B sebesar Rp.

6.000.000,- dalam laporan laba rugi, Untuk investasi dilaporkan dalam neraca dan disajikan sebagai aktiva lancar atau aktiva tidak lancar

(9)

tergantung dari jenis investasinya, juga perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan tentang investasi yang dilakukan pada PT.B.

2. Metode Ekuitas (Equity Method)

1) PT.Ani (investor) membeli Rp. 400.000.000,- untuk 40.000 lembar saham (40%) saham berhak suara PT. Budi (investee). Pada tanggal pelaporan keuangan, PT.B memperoleh laba Rp. 60.000.000.- dan PT.B membagikan dividen sebesar Rp. 50.000.000,-.

Dengan kepemilikan 30% (lebih dari 20%), maka secara akuntansi PT. Ani wajib menggunakan metode ekuitas untuk mempertanggungjawabkan investasinya.

Jurnal yang dibuat oleh investor (PT.Ani) adalah sebagai berikut : A. Pada saat perolehan investasi

Investasi pada PT.Budi Rp. 400.000.000

Kas/bank Rp. 400.000.000

(jurnal untuk mencatat investasi 40% saham PT.Budi)

B. Pada saat PT.B memperoleh laba

Investasi pada PT.Budi Rp. 24.000.000

Penghasilan Investasi dari PT.Budi Rp. 24.000.000

(jurnal untuk mengakui bagian PT.A atas laba PT.Budi (40% x Rp. 60.000.000

= Rp.24.000.000))

C. Pada saat PT. Budi membagikan dividen

Kas/Bank Rp. 20.000.000

Investasi pada PT.Budi Rp. 20.000.000

(jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.Budi (40% X Rp.50.000.000))

PT. Ani harus mengakui penghasilan dari PT. Budi sebesar Rp. 24.000.000,- dalam laporan laba rugi, dalam neraca untuk investasi dengan metode ekuitas harus disajikan sebagai aktiva jangka panjang dan diungkapkan dalam pos terpisah dalam neraca. Dan pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan untuk daftar perusahaan investasi.

2) PT. A (investor) membeli Rp. 300.000.000,- untuk 30.000 lembar saham (30%) saham berhak suara PT. B (investee). Pada tangal pelaporan keuangan

(10)

(umumnya tgl.31 des) PT B memperoleh laba Rp. 50.000.000.- dan PT. B membagikan dividen sebesar Rp. 40.000.000,-.

Dengan kepemilikan 30% (lebih dari 20%), maka secara akuntansi PT. A wajib menggunakan metode ekuitas untuk mempertanggungjawabkan investasinya.

Jurnal yang dibuat oleh investor (PT.A) adalah sebagai berikut : A. Pada saat perolehan investasi

Investasi pada PT.B Rp. 300.000.000

Kas/bank Rp. 300.000.000 (jurnal untuk mencatat investasi 30% saham PT.B)

B. Pada saat PT.B memperoleh laba

Investasi pada PT.B Rp. 15.000.000

Penghasilan Investasi dari PT.B Rp. 15.000.000 (jurnal untuk mengakui bagian PT.A atas laba PT.B (30% X Rp. 50.00.000 = Rp. 15.000.000))

C. Pada saat PT. B membagikan dividen

Kas/Bank Rp. 12.000.000

Investasi pada PT.B Rp. 12.000.000 (jurnal untuk mengakui penerimaan dividen dari PT.B (30% X Rp.40.000.000))

PT. A harus mengakui penghasilan dari PT. B sebesar Rp. 15.000.000,- dalam laporan laba rugi, dalam neraca untuk investasi dengan metode ekuitas harus disajikan sebagai aktiva jangka panjang dan diungkapkan dalam pos terpisah dalam neraca. Dan pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan untuk daftar perusahaan investasi.

(11)

Daftar Pustaka

IAI (2009) PSAK 15 Investasi pada Entitas Asosiasi - IAI

Referensi

Dokumen terkait

(1). Jangka waktu 1 bulan : 50 bagian untuk Deposan dan 50 bagian untuk PT. Jangka waktu 3 bulan : 55 bagian untuk Deposan dan 45 bagian untuk PT. Jangka waktu 6 bulan : 60

Persoalan anak luar kawin memang selalu menimbulkan problema dalam masyarakat, baik mengenai hubungan kemasyarakatan maupun mengenai hak-hak dan kewajibannya. Sering

Berdasarkan hal tersebut dalam rangka melaksanakan tugas, Inspektorat Kabupaten Tanah Bumbu telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) tahun 2016-2021 yang merupakan

Dengan membuat sebuah sistem yang baru yaitu dengan memberikan nilai bobot kepada kriteria spesifikasi smartphone diharapkan dapat menjadikan solusi kepada pembeli

45 Gambar 3.1 terlihat bahwa pola distribusi normal, akan tetapi jika kesimpulan normal tidaknya data hanya dilihat dari grafik histogram, maka hal ini dapat menyesatkan

Diponegoro Muara Bungo, kami panitia Pengadaan Barang/Jasa Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2011 berdasarkan Keputusan Bupati

CIRI-CIRI STRUKTUR REPRODUKSI

Di dalam pembagian hasil ladang yang ada di Desa Karanganyar dimana dalam pambagiannya tersebut dengan menggunakan adat yang ada di Desa Karanganyar tesebut, sehingga