• Tidak ada hasil yang ditemukan

guru dalam kegiatan belajar mengajar kepada siswa-siswanya. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah suatu cara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "guru dalam kegiatan belajar mengajar kepada siswa-siswanya. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah suatu cara"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

90

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PPKN MELALUI METODE CERAMAH BERVARIASI DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE MEET KELAS VII F SEMESTER GANJIL DI MASA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

SMP MARDI WALUYA CIBINONG TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Ekonugroho Budiseputro

(SMP Mardi Waluya Cibinong Kabupaten Bogor, Email:[email protected])

ABSTRAK

Realitas yang terjadi di dalam pembelajaran selama masa pandemi Covid -19 proses pembelajaran tidak optimal. Motivasi belajar siswa rendah, siswa sulit untuk menguasai materi, dan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Sebagai salah satu solusi dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini maka digunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet “ agar motivasi siswa dalam belajar dapat ditingkatkan. PTK ini dilaksanakan selama dua siklus melalui tahapan refleksi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam melaksanakan PTK ini dibantu oleh tim kolabolator sebagai observer. Pada siklus I, diperoleh hasil ketuntasan belajar klasikal sebesar 79% siswa menguasai konsep yang sesuai dengan KKM yang ditetapkan, sedangkan 21% lagi belum mencapai KKM. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa sampai saat akhir siklus I peggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet sudah menampakkan hasil yang sangat memuaskan dari segi hasil belajar kognitif siswa namun belum mencapai harapan indikator keberhasilan. Pada siklus II, Secara umum penggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada SMP Mardi Waluya Cibinong. Penggunaan Model Pembelajaran Ceramah Bervariasi sudah efektif mencapai ketuntasan 94%. Selain itu, dari sikap dan minat terjadi peningkatan signifikan.

Kata Kunci : Motivasi, Hasil Belajar, Google Meet Pendahuluan

Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas , terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Berkaitan dengan tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaran tersebut, realitas yang ada ternyata masih banyak permasalahan di dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Apalagi sejak terjadinya wabah Covid -19 yang pertama kali di deteksi di Kota Wuhan Propinsi Hubei , Tiongkok pada bulan Desember 2019 dan ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO pada 11 Maret. Sejak diketemukan kasus positif Covid -19 di Indonesia pertama kali di deteksi 2 Maret 2020, ketika 2 orang terkonfirmasi tertular dari warga negara Jepang( https://id.wikipedia.org/wiki/Pandemi_COVID-19, Senin,23 Agust 20200) Dengan keadaan tersebut maka ada SE Mendikbud No 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Covid- 19. Setelah itu ada SE Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. dari surat edaran tersebut ditegaskan untuk kegiatan Pembelajaran dilaksanakan melalui pembelajaran daring / Jarak Jauh. Pada awal pembelajaran daring guru hanya memberikan tugas lewat media yang mudah di jangkau antara lain Handphone terutama melalui Whatshaap . Guru hanya memberikan tugas lewat media tersebut dan kurang memberikan penjelasan secara terperinci. Dampaknya antara lain dari hasil tes masuk SMP Mardi Waluya Cibinong menunjukkan hasil perolehan nilai yang dicapai kurang memenuhi harapan . Intake yang di capai untuk siswa kelas 7 hanya 54.

Selain itu dari hasil ulangan siswa kelas 7 terutama kelas 7 F menunjukkan hasil yang kurang maksimal. ada terutama di dalam kelas masih banyak permasalahan yang ditemukan di antaranya : kurang motivasi belajar siswa, siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran , siswa sulit menguasai materi . Motivasi Belajar ialah keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan (Soeharto dkk 2003 : 110)., Sedangkan yang dimaksud dengan metode pembelajaran ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan ( Sudjana, 2010:77) . Menurut Sutikno (2009: 94) metode ceramah merupakan “ Metode pembelajaran yang dilakukan dengan menyajikan materi melalui lisan oleh seorang

(2)

91

guru dalam kegiatan belajar mengajar kepada siswa-siswanya.”Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah suatu cara atau langkah-langkah yang digunakan seorang guru dalam kegiatan belajar mengajaryang dilakukan dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap siswanya.

Pada siswa kelas VII F , sebelum dilakukan penelitian, melalui pengamatan dan hasil belajar, siswa terutama pada materi Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara diperoleh data sebagai berikut:

motivasi belajar siswa rendah, siswa sulit untuk menguasai materi, serta hasil belajar yang masih rendah di lihat dari hasil nilai ulangan harian yang masih jauh dari standar KKM yang ditentukan yaitu 73.

Dari hasil yang diperoleh tersebut , maka penelitian perlu dilakukan di kelas VII F SMP Mardi Waluya Cibinong, dan dari hasil penelitian tersebut diharapkan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Oleh karena itu motivasi siswa perlu ditingkatkan , karena dengan meningkatnya motivasi siswa , hasil belajar dapat meningkat , dan dengan meningkatnya hasil belajar siswa dapat mendorong siswa lebih bersemangat untuk belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Diharapkan setelah penelitian proses pembelajaran mengalami perubahan. Pembelajaran tidak lagi bersifat satu arah tetapi terjadinya keseimbangan pembelajaran antara guru dan siswa.

Kondisi pembelajaran saat di SD hanya dengan memberikan penugasan melalui Whatsaap tanpa adanya pendampingan belajar dari guru menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Untuk itu setelah siswa menginjak pembelajaran di SMP maka pembelajaran diubah. Karena masih dalam masa pandemi maka pembelajaran dilakukan secara on line. Sekolah sesuai dengan kesepakatan bersama, Pembelajaraan Jarak Jauh menggunakan aplikasi Google Meet. Setelah penelitian dilakukan diharapkan siswa lebih termotivasi dalam belajar, penguasaan materi pelajaran ini diharapkan lebih baik dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan., kekurangan yang terjadi dalam model pembelajaran sebelumnya harus diperbaiki dengan memanfaatkan model pembelajaran ceramah bervariasi , dengan memanfaatkan media pemebelajaran yaitu aplikasi Google Meet.

Metode

Waktu penelitian dilakukan dari bulan Juli Tahun 2020 dengan agenda menyusun proposal penelitian tindakan kelas , kemudian dilanjutkan membuat instrument penelitian, setelah membuat instrumen penelitian tindakan kelas selesai , peneliti melakukan pengumpulan data penelitian pada bulan Juli sampai bulan Oktober yang terdiri dari siklus 1 dan siklus 2 , setelah data terkumpul peneliti menganalisis pada bulan Oktober 2020 dilanjutkan dengan diskusi membahas analisis data tersebut pada bulan Oktober dengan teman sejawat pada bulan Oktober 2020 dan dilanjutkan peneliti menyusun laporan hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Jadi peneliti mengadakan penelitian dari persiapan awal yaitu menyusun proposal penelitian tindakan kelas (PTK ) sampai dengan menyusun laporan hasil penelitian tindakan kelas , dilakukan dari mulai bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2020.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Mardi Waluya Cibinong , yaitu di Jalan Mayor Oking Jayaatmaja No. 15 Cibinong Kabupaten Bogor. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII F SMP Mardi Waluya Cibinong yang terdiri dari 17 siswa laki laki dan 17 siswa perempuan. Siswa kelas VII F ini memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Perbedaan ini dikarenakan latar belakang keluarga yang berbeda sehingga menyebabkan tingkat kecerdasan dan pola berpikir yang berbeda pula.Selain itu kebanyakan siswa memiliki minat belajar yang rendah. Peneliti mengambil sumber data dari hasil tes masuk ke SMP Mardi Waluya ternyata rata rata nilai hanya 54, sehingga masih jauh di bawah KKM yang ditetapkan guru mapel saat awal pembelajaran di semester ganjil yaitu 73.

Data penelitian yang diambil atau dikumpulkan oleh peneliti bersumber dari:

a) Hasil ulangan harian 1 dari materi Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara, sebagai kondisi awal siswa untuk penelitian.

b) Hasil pengamatan motivasi siswa oleh rekan sejawat pada proses pembelajaran materi Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara.

Alat pengumpulan data pada penelitian tindakan kelas ini adalah :

1) Daftar nilai tes hasil belajar materi “ Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara,” sebagai kondisi awal siswa untuk penelitian .

(3)

92

2) Format Motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan lembar absensi saat pembelajaran .

3) Hasil belajar siswa menggunakan butir soal tes yang dilakukan setiap akhir siklus.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus melalui tahapan refleksi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam melaksanakan PTK ini dibantu oleh tim kolabolator sebagai observer. Observer berperan sebagai pengamat dan konsultan refleksi kegiatan yang dilakukan. Termasuk instrumen naskah soal yang dibuat terlebih dahulu dikonsultasikan dengan tim kolabolator agar instrumennya layak digunakan. Adapun soal dan skor penilaian meliputi :

a) Untuk data tentang hasil belajar , instrument atau butir soal melalui kisi-kisi . Kisi-kisi dibuat supaya soal yang dikeluarkan tidak mengelompok melainkan menyebar atau rata dan soal yang dikeluarkan sesuai dengan kurikulum.

b) Untuk data motivasi instrumentnya adalah lembar kehadiran siswa saat join ke Google Meet . Indiktor keberhasilan dalam PTK ini yaitu:

1) Rata-rata motivasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang rendah menjadi naik.

2) Hasil belajar siswa dikatakan tuntas, bila hasil rata-rata siswa dari rendah dalam satu kelas naik menjadi rata-rata hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan satu kelas lebih dari 75.

Hasil dan Pembahasan 1. Siklus I

Pertemuan pertama dari siklus I ini dimulai pada bulan Agustus, tepatnya pada hari Senin, 3 Agustus 2020. Pada siklus I ini dilakukan satu kali pertemuan dengan melakukan kegiatan belajar dan mengajar, dilanjutkan dengan pertemuan kedua, Senin, 10 Agustus 2020, serta pada pertemuan ketiga, Senin, 24 Agustus 2020 dengan melaksanakan tes siklus I. Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan tujuan meneliti minat siswa terhadap pembelajaran dengan model ceramah bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran aplikasi “ Google Meet”.

Tabel 1. Hasil pengamatan tentang minat siswa dari siklus I

No Indikator Jumlah Siswa

1 Alasan / jawaban yang dikemukakan logis dan / atau benar 20 2 Alasan / jawaban yang dikemukakan kurang logis dan/ atau kurang benar 4

3 Alasan/ jawaban yang dikemukakan salah 5

4 Siswa yang tidak menjawab pertanyaan 5

Berdasarkan hasil pengamatan dari siklus I seperti yang tercantum dalam tabel diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Siswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan alasan / jawaban yang dikemukakan logis dan benar ada 20 siswa. Hal ini menunjukkan materi yang disampaikan dengan metode ceramah bervariasi memberikan hasil yang menggembirakan.

2) Siswa yang bisa menjawab pertanyaan tapi alasan / jawaban yang dikemukakan kurang logis dan / atau kurang benar ada 4. Hal ini menunjukkan siswa sudah memiliki minat , tapi daya serap terhadap pelajaran masih kurang.

3) Siswa yang mau menjawab pertanyaan tapi alasan/ jawaban yang dikemukan salah ada 5 siswa. Hal ini menunjukkan siswa sudah memiliki minat dalam pelajaran tapi daya serap terhadap materi pelajaran masih sangat rendah

4) Siswa yang tidak menjawab pertanyaan ada 5 siswa. Hal ini menunjukkan siswa tersebut kurang berminat dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Pada siklus I, diperoleh hasil ketuntasan belajar klasikal sebesar 79% siswa menguasai konsep yang sesuai dengan KKM yang ditetapkan, sedangkan 21% lagi belum mencapai KKM dan harus di remidial. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa sampai saat akhir siklus I peggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet sudah menampakkan hasil yang sangat memuaskan dari segi hasil belajar kognitif siswa. Berdasarkan pengamatan, diskusi dengan teman sejawat, dari hasil tes tertulis siklus I dapat direfleksikan hal hal sebagai berikut :

(4)

93

a) Secara umum penggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “Google Meet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada SMP Mardi Waluya Cibinong.

b) Penggunaan Model Pembelajaran Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet “ sudah efektif jika dilihat dari hasil belajar kognitif siswa pada siklus I. Hal ini tampak dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang mencapai batas Standar Kompetensi Belajar Minimal ( SKBM ) yang ditetapkan. 79 % siswa berhasil mencapai batas nilai SKBM, Tentang motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran lewat media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet, "

dapat“dilihat dari hasil rekap absensi siswa saat join ke Google meet sangat tinggi . 2. Siklus II

Pada siklus II, pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan tujuan meneliti minat siswa terhadap pembelajaran dengan model tanya jawab.

Tabel 2. Hasil pengamatan tentang minat siswa dari siklus II

No Indikator Jumlah Siswa

1 Alasan / jawaban yang dikemukakan logis dan / atau benar 25 2 Alasan / jawaban yang dikemukakan kurang logis dan/ atau kurang benar 5

3 Alasan/ jawaban yang dikemukakan salah 2

4 Siswa yang tidak menjawab pertanyaan 2

Berdasarkan hasil pengamatan dari siklus II seperti yang tercantum dalam tabel diatas dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Siswa yang bisa menjawab pertanyaan dengan alasan / jawaban yang dikemukakan logis dan benar ada 25 siswa. Hal ini menunjukkan materi yang disampaikan dengan metode Ceramah Bervariasi memberikan hasil yang menggembirakan.

2) Siswa yang bisa menjawab pertanyaan tapi alasan / jawaban yang dikemukakan kurang logis dan / atau kurang benar ada 5. Hal ini menunjukkan siswa sudah memiliki minat , tapi daya serap terhadap pelajaran masih kurang.

3) Siswa yang mau menjawab pertanyaan tapi alasan/ jawaban yang dikemukan salah ada 2 siswa. Hal ini menunjukkan siswa sudah memiliki minat dalam pelajaran tapi daya serap terhadap materi pelajaran masih sangat rendah

4) Siswa yang tidak menjawab pertanyaan ada 2 siswa. Hal ini menunjukkan siswa tersebut kurang berminat dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Tabel 3.Ketuntasan Hasil Belajar Siswa pada Pra siklus, Siklus I dan Siklus II

Pra siklus Siklus 1 Siklus 2

Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas

0 34 27 7 32 2

Berdasarkan dari tabel dan grafik diatas terlihat bahwa jumlah siswa peserta ulangan di kelas VII F adalah 34 orang. Standar Ketuntasan Belajar Minimal yang telah ditetapkan untuk mata pelajaran PKn pada SMP Mardi Waluya Cibinong adalah 73. Rentangan nilai adalah 10 untuk nilai terendah , dan 100 untuk nilai tertinggi yang diharapkan. Dari hasil ulangan seperti tabel diatas diketahui bahwa nilai tertinggi yang dicapai siswa 100 dan nilai terendah 70. Di antara 34 orang siswa yang mendapatkan nilai 73 ke atas ( memenuhi batas KKM) ada 32 orang . Ini berarti 94% siswa menguasai konsep yang sesuai dengan KKM yang ditetapkan, sedangkan 6% lagi belum mencapai batas SKBM dan harus di remidial. Dari kenyataan tersebut diketahui bahwa sampai saat akhir siklus 2 peggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet sudah menampakkan hasil yang sangat memuaskan dari segi hasil belajar kognitif siswa.

Berdasarkan pengamatan, diskusi dengan teman sejawat, hasil angket dan hasil tes tertulis dari siklus II dapat direfleksikan hal hal sebagai berikut :

a) Secara umum penggunaan metode Ceramah Bervariasi dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi “ Google Meet dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada SMP Mardi Waluya Cibinong.

(5)

94

b) Penggunaan Model Pembelajaran Ceramah Bervariasi sudah efektif jika dilihat dari hasil belajar kognitif siswa pada siklus 2. Hal ini tampak dari persentase siswa yang memperoleh nilai yang mencapai batas KKM yang ditetapkan. 94 % siswa berhasil mencapai batas nilai KKM tentang minat siswa yang tercermin dari hasil rekap absensi yang menunjukkan siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Aplikasi ‘ Google Meet.

Simpulan

Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan kelas tentang Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PPKN Melalui Metode Ceramah bervariasi Dengan Media Pembelajaran Google Meet di Kelas VII F Semester 1 SMP Mardi Waluya Cibinong Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berlangsung selama dua siklus dapat disimpulkan :

1. Selama berlangsung PTK, upaya penerapan metode Ceramah Bervariasi dengan media Pembelajaran Google Meet telah dikelola dengan baik.

2. Kegiatan pembelajaran dengan metode Ceramah Bervariasi dengan media Pembelajaran Google Meet ternyata cukup efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

3. Dari sikap dan minat ada pergesaran ke arah yang lebih positif. hal ini terlihat dari rekap absensi selama pembelajaran on line .

4. Baik guru dan siswa akan dapat meningkatkan ketrampilan terutama dalam penguasaan teknologi informatika.

Daftar Pustaka

Diknas Kota Padang Panjang ( Volume 3 Juli 2006 ), Jurnal Guru, Pembelajaran Di sekolah Dasar dan Menengah

Imansjah Alie Pandie. Model Pembelajaran. 1984. Jakarta

Tim Peneliti Universitas Islam Negeri Jakarta ( UIN ). 2005 Center Indonesian for Civic Education . Nizar Alam Hamdani dkk ( 2008 ) Classroom Action Research: Rahayasa Research and Training Rochiati Wiriaatmaja. ( 2005 ). Metode Penelitian Tindakan Kelas . PPS. UPI dan Remaja Rosdakarya:

Bandung

http: // id.wikipedia.org/wiki/motivasi# cite_note-pengertian -0 http: // id.wikipedia.org/wiki/motivasi# cite_note-pengertian -1

http://fatkhan.web.id/pengertian-dan-langkah-langkah-metode-pembelajaran-ceramah-bervariasi/dari google Rabu, 12 Agustus Pk 13.11 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Google_Meet Wikipedia, Selasa, 19 jan 2021 Pk 8.00 WIB https://serupa.id/media-pembelajaran/ dari google , Selasa, 19 Jan 2021 PK 8.05 WIB

Referensi

Dokumen terkait

درﻮﻣ رد ﯽﯾﺎﻀﻗ هﺎﮕﺘﺳد شزﻮﻣآ ﯽﻧاور نارﺎﻤﯿﺑ قﻮﻘﺣ و نﺎﻧآ ﻦﺘﺧﺎﺳ ﯽﻧاﺪﻧز زا ﺰﯿﻫﺮﭘ ﻦﮑﻤﻣ ﺪﺣ ﺎﺗ 6 ( ﯽﻧﺪﺑ ﺖﯿﺑﺮﺗ و تﺎﺤﯾﺮﻔﺗ 91. ﻞﯿﮑﺸﺗ ﻪﻧﻻدﺎﻋ ﻪﻌﺳﻮﺗ ﯽﮕﻨﻫﺎﻤﻫ يارﻮﺷ تﺎﺤﯾﺮﻔﺗ نﺎﺘﺳا

dalam melakukan komunikasi. Komunikasi yang terjadi dalam ranah cyber bisa melibatkan siapa saja, kapan saja, dan dari mana saja selama media komunikasi memungkinkan. Berbeda

Kemndirian Belajar Total 0.329 Variansi Homogen.. Hasil perhitungan dengan uji statistik untuk setiap hipotesis dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan hasil perhitungan

Penurunan biaya yang dianggarkan untuk promosi tersebut dikhawatirkan akan berpengaruh pada jumlah pengunjung yang datang, karena dengan berkurangnya alokasi biaya yang

Negara Republik Indonesia mempunyai wilayah yang luas dengan karakteristik daerah yang berbagai macam. Letak seko lah dasar tersebar di seluruh pelosok tanah air dari daerah

unit akrilonitril dalam kopolimer, sedangkan proton olefin dan unit butadien muneul pada daerah selcitar 5,55 ppm (resonansi ini tidak ditampilkan disini), Dari

Peneliti menganggap faktor ini perlu diteliti, apakah STMIK STIKOM Bali merupakan kampus tujuan utama bagi para Dosen berkualitas untuk mengabdi, sehingga menjadi referensi

Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan belum efektif hal ini dilihat dari setiap tahunnya realisasi tidak mencapai target dari anggaran yang telah ditetapkan dan