2021 LAPORAN KINERJA
DIREKTORAT
INFORMASI DAN MEDIA
LAPORAN KINERJA (LKj) INSTANSI PEMERINTAH
TAHUN 2021
* *
*
Direktorat Informasi dan Media
Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Jakarta, Januari 2022
KATA PENGANTAR
Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) dilakukan setiap tahun sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan melalui DIPA. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
LKj Direktorat Informasi dan Media Tahun 2021 ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Luar Negeri serta Keputusan Menteri Luar Negeri Nomor SK.02/B/KP/IV/2013/01 Tahun 2013 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Luar Negeri. LKj ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja selama 1 (satu) tahun anggaran dalam rangka mencapai Visi dan Misi Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik yang mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri Tahun 2020-2024. Dalam laporan ini terdapat fakta-fakta pencapaian kinerja seperti yang tertuang dalam Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2021 dan Perjanjian Kinerja (PK) 2021 Direktorat Informasi dan Media.
Terdapat pula rincian program dan kegiatan yang terlaksana, khususnya yang terkait dengan upaya penguatan citra Indonesia melalui diseminasi informasi dan pelayanan media.
Dokumen LKj ini juga menampilkan akuntabilitas kinerja Direktorat Informasi dan Media pada tahun 2021, capaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) beserta analisis pencapaian sasaran masing-masing IKK. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) merupakan analisis dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Kementerian Luar Negeri melalui Keputusan Menteri Luar Negeri RI Nomor 01/B/RO/VII/2015/01 Tahun 2015 tentang Indikator Kinerja Utama Kementerian Luar Negeri serta analisis dan perhitungan indikator kinerja dari Sasaran Strategis Direktorat Informasi dan Media, yang merupakan cascading dari Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik. Analisis pencapaian sasaran merupakan ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang mengindikasikan tingkat capaian suatu Sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Luar Negeri Tahun 2020-2024.
Kami berharap kiranya LKj Direktorat Informasi dan Media Tahun 2021 ini dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja sekaligus sebagai sumber referensi bagi peningkatan kinerja Direktorat Informasi dan Media pada tahun-tahun mendatang.
Jakarta, 8 Januari 2022 Direktur Informasi dan Media
Hartyo Harkomoyo NIP. 19770624 2000121001
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN ... 4
I. Tugas dan Fungsi ... 4
II. Aspek Strategis Organisasi ... 5
III. Tantangan dan Isu-isu Strategis ... 6
PERENCANAAN KINERJA ... 8
I. Rencana Strategis ... 8
II. Peta Strategis ... 9
III. Perjanjian Kinerja ... 10
AKUNTABILITAS KINERJA ... 11
I. Capaian Kinerja Organisasi ... 11
Sasaran Strategis (S.1) : Meningkatnya Citra Indonesia di Dunia Internasional ... 11
Sasaran Strategis (B.1) : Diplomasi Digital dan Informasi Hubungan Luar Negeri yang Sistematis dan Kuat... 18
Sasaran Strategis (L.1) : Tata Kelola Organisasi Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik ... 38
II. Realisasi Anggaran ... 43
III. Analisa Realisasi Sumber daya………. 43
PENUTUP ... 44
BAB I PENDAHULUAN
I. Tugas dan Fungsi
Direktorat Informasi dan Media (Dit. Infomed) berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri mempunyai tugas yaitu: ”Merumuskan, melaksanakan dan mengoordinasikan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik”.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Dit. Infomed menyelenggarakan fungsi:
a. Perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik;
b. Pelaksanaan dan pengoordinasian kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik;
c. Pemberian panduan substantif dan fasilitasi kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik;
d. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik; dan
e. Pelaksanaan layanan manajemen Direktorat.
Untuk dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan, Dit. Infomed memiliki susunan organisasi sebagai berikut: Pimpinan adalah Direktur yang membawahi kelompok Jabatan Fungsional dan Subbagian Tata Usaha.
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan keuangan, perencanaan, kepegawaian, tata laksana, kearsipan, pengelolaan barang milik negara, serta persuratan dan kerumahtanggaan Direktorat.
Bagan 1 Struktur Organisasi Direktorat Informasi dan Media
II. Aspek Strategis Organisasi
Direktorat Infomed memiliki peranan strategis dalam penguatan citra positif Indonesia di dunia internasional melalui peningkatan pengelolaan informasi dan pelayanan media.
Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Luar Negeri, Direktorat Infomed mempunyai tugas untuk merumuskan, melaksanakan dan mengoordinasikan kebijakan di bidang penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri dalam lingkup pengelolaan informasi yang meliputi informasi konvensional dan digital, pengelolaan media sosial, pemantauan dan analisis berita, fasilitasi media massa, peliputan dan dokumentasi audio-visual, serta pengelolaan data media dan pelayanan informasi publik.
Dalam menjalankan tugasnya untuk merumuskan kebijakan di bidang informasi dan pelayanan media, Dit. Infomed mempertimbangkan berbagai perkembangan politik, ekonomi, dan sosial budaya. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta proses globalisasi yang begitu pesat dewasa ini memberikan manfaat dan peluang sekaligus tantangan bagi kepentingan nasional. Teknologi dan globalisasi mampu mendekatkan antara faktor domestik dan faktor internasional sehingga ada keterkaitan antara lingkup internasional dengan lingkup domestik (intermestik). Dengan demikian, peran aktif diplomasi tidak hanya memproyeksikan kepentingan nasional, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan perkembangan- perkembangan di dunia luar ke dalam negeri. Diplomasi harus mampu mendekatkan jarak antara faktor-faktor internasional dan domestik, serta mampu menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan kepentingan nasional, dan sekaligus mengkomunikasikan perkembangan- perkembangan dunia luar kepada pemangku kepentingan di dalam negeri.
Pada lingkup domestik pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan pelayanan media melibatkan berbagai elemen baik pemerintah maupun masyarakat serta kalangan pers/media.
Dalam melakukan diseminasi informasi kebijakan hubungan luar negeri RI, Dit. Infomed saling bekerja sama dengan media massa dan jurnalis dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi masyarakat secara cepat, akurat, transparan, dan akuntabel. Hal ini mengingat bahwa semua elemen tersebut turut berkontribusi dalam upaya penguatan citra positif Indonesia di mata masyarakat internasional.
DIREKTORAT INFORMASI DAN
MEDIA
SUB-BAGIAN TATA USAHA
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
Penyelenggaraan kebijakan di bidang informasi dan pelayanan media mengacu kepada konsep ‘digital diplomacy‘ yang melibatkan tidak hanya kalangan pers/media namun mengundang partisipasi seluruh elemen masyarakat yang semakin hari semakin memiliki akses yang cepat, mudah, dan murah terhadap informasi berbasis internet. Hal ini dilakukan dengan menyelaraskan strategi, perencanaan, dan kinerja melalui upaya-upaya peningkatan kualitas konten situs portal dan media sosial Kemlu, pengoptimalan kemitraan dengan media massa, serta peningkatan pengelolaan dan pelayanan informasi melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang berdasarkan data-based.
Sebagai bagian integral dari Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Direktorat Informasi dan Media mendukung Ditjen IDP dalam menjalankan peran strategisnya dalam menguatkan citra positif Indonesia dan membentuk opini publik yang positif bagi kepentingan nasional Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui diseminasi informasi seluas-luasnya tentang kebijakan hubungan luar negeri dan pelaksanaan diplomasi Indonesia, serta dengan memberikan pelayanan media yang global, total, dan handal, sehingga terjalin komunikasi dan saling pengertian yang baik antara pemangku kepentingan di bidang hubungan luar negeri dengan kalangan pers dan media.
III. Tantangan dan Isu-isu Strategis
Pada tahun 2021, Direktorat Informasi dan Media menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia dan berbagai isu-isu strategis. Tantangan tersebut antara lain:
1. Pandemi COVID-19 masih menyebar di tahun 2021, utamanya setelah penularan varian Delta pada bulan Juli, sehingga diberlakukan kebijakan full work from home, yang mengakibatkan kegiatan yang bersifat tatap muka dibatasi. Selain itu, hal ini juga mengubah format kegiatan menjadi virtual, seperti Journalist Visit Program (JVP) dan Digital Diplomacy Gathering (DDG).
2. Dibutuhkannya pemenuhan SDM dengan keahlian khusus yang dapat melaksanakan tugas-tugas teknis seperti IT (pengembangan Portal Situs Kemlu dan teknologi DCC), content creator dan admin (media sosial), audio visual (editing dan penyajian audio visual), penyusunan data base yang berbasis digital, monitoring dan pengelolaan perijinan media massa atau jurnalis.
3. Terbatasnya jumlah SDM untuk melakukan analisa pemberitaan (media monitoring), baik harian maupun khusus, tentang isu-isu yang terkait dengan pelaksanaan kebijakan hubungan luar negeri Indonesia pada media massa online dan cetak. Hal ini sangat dirasakan apabila terdapat isu-isu khusus yang memerlukan pantauan dan Analisa berita secara spesifik dan terus menerus.
4. Untuk mencapai target persentase pencapaian respon digital pada media sosial Kemlu, terdapat faktor penting yang turut menentukan, yaitu dinamika dalam media sosial yang berubah secara cepat dan seringkali terpengaruh dengan iklim sosial politik dalam negeri.
Pada masa pandemi, tingkat relevansi penggunaan sosial media sangat meningkat drastis dan menjadi outlet penting penyampaian informasi.
5. Dalam upaya mewujudkan pengelolaan Portal yang terintegrasi dengan situs Perwakilan RI di luar negeri, hal-hal teknis seperti jaringan infrastruktur yang masih terus dikembangkan juga menjadi satu hal penting yang berpengaruh dalam pencapaian target.
Di samping itu, pengelolaan informasi dalam rangka peningkatan kualitas konten Portal
Kemlu juga sangat dipengaruhi oleh adanya pergantian SDM dalam Satker yang menyebabkan penyampaian informasi seringkali menjadi kurang efektif.
6. Staf teknis yang berperan mengelola informasi publik masih tetap terbatas, hal ini sangat mempengaruhi kinerja PPID Kemlu. Di samping itu cepatnya rotasi pegawai di Kemlu membuat Admin PPID unit kerja silih berganti tanpa adanya masa overlapping untuk transfer of knowledge yang menyebabkan pelaksanaan kegiatan seringkali memerlukan persiapan lebih lama.
7. Belum optimalnya metode penyusunan database melalui Kemlupedia, dikarenakan minimnya informasi yang bersifat strategis belum disampaikan/diteruskan kepada Dit.
Infomed sehingga dalam pengelolaan Kemlupedia sumber informasi masih perlu ditingkatkan. Selain itu staf yang memahami substansi masih perlu beradaptasi karena rotasi staf yang cepat sehingga belum maksimalnya kinerja penyusunan database melalui Kemlupedia.
8. Kebutuhan visual yang tinggi dari perkembangan teknologi memerlukan sumber daya manusia yang ahli dan perangkat infrastruktur dalam memvisualisasikan capaian dan aktivitas diplomasi dalam kanvas sosial media dan publikasi.
9. Youtube Kementerian Luar Negeri membutuhkan dukungan konten yang lebih dapat memvisualisasikan aktivitas diplomasi yang dapat menarik publik melalui webseris dan untuk mendapatkan lebih banyak mendiseminasikan capaian diplomasi ke masyarakat luas.
BAB II PERENCANAAN KINERJA
I. Rencana Strategis
Perencanaan kinerja Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik tahun 2021 sebagai mana ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) tahun 2020-2024 mencakup Visi, Misi, IKU dan Program kegiatan sebagai berikut:
Program dan Kegiatan Visi Ditjen IDP
Misi Ditjen IDP
Sasaran Strategis Dit Infomed
Misi Kemenlu
Visi Kemenlu Memimpin diplomasi yang aktif dan efektif untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan berkepribadian berlandaskan Gotong Royong
a. Memberikan nilai manfaat ekonomi yang optimal melalui hubungan luar negeri untuk mendukung struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing
b. Memberikan pelindungan WNI/BHI di luar negeri yang prima sebagai upaya pelindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga
c. Menjaga integritas NKRI yang bersinergi bersama dengan Pemerintah Pusat serta Daerah dan meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional
d. Memajukan kepemimpinan dan peran Indonesia yang berpengaruh di dunia internasional e. Meningkatkan infrastruktur diplomasi Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI untuk
mendukung peningkatan kualiltas manusia Indonesia
Menjadi penjuru penguatan citra positif Indonesia
1. Meningkatkan kualitas informasi dan diplomasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
2. Meningkatkan Kerja Sama Pembangunan Internasional yang Terintegrasi, Akuntabel, dan Transparan
3. Memperkuat pengamanan diplomatik yang handal.
1. Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat
a. Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional.
2. Diplomasi Digital dan Pengelolaan Informasi Hubungan Luar Negeri yang sistematis dan kuat:
a. Persentase pemberitaan positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
b. Persentase pemberitaan positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
c. Persentase Pencapaian Respon Digital pada Portal Situs Kementerian Luar Negeri d. Persentase Pencapaian Respon Digital pada Media Sosial Kementerian Luar Negeri e. Nilai capaian keterbukaan informasi publik
1. Program: Optimalisasi Informasi dan Diplomasi Publik.
2. Kegiatan: Penguatan citra positif Indonesia melalui peningkatan peran di bidang informasi dan pelayanan media.
II. Peta Strategis
Peta Strategi Direktorat Informasi dan Media KEMENTERIAN LUAR NEGERI
Stakeholder
Stakeholder: pemegang kepentingan yang memiliki hak dan kepentingan dalam sebuah sistem, di antaranya: Presiden, DPR, MPR, K/L, Pemda, LSM, Pemprov, WNI/BHI. Perwakilan Asing, Media, Akademisi,
Diaspora, LSM, WMN, Organisasi Internasional
S1. Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di
Dunia Internasional yang Meningkat
B1. Diplomasi Digital dan Pengelolaan Informasi Hubungan Luar Negeri yang sistematis dan kuat.
Internal Business ProcessLearning & Growth
Organisasi L1. Tata Kelola Organisasi yang Baik di Direktorat Informasi dan
Media
III. Perjanjian Kinerja
Penyusunan Sasaran Strategis, Direktorat Informasi dan Media menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) yang dibagi dalam 3 (tiga) perspektif, yakni Stakeholders Perspective, Internal Business Perspective dan Learning and Growth Perspective.
SS ID Sasaran Strategis ID IKU IKU Target
(1) (2) (3) (4) (5)
Stakeholder
S1 Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat
S1.1 Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional 3,85 (Skala
5) Internal Business Process
B1 Diplomasi Digital dan Pengelolaan Informasi Hubungan Luar Negeri yang kuat
B1.1 Persentase pemberitaan positif pada media massa nasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI.
92%
B1.2 Persentase pemberitaan positif pada media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI.
85%
B1.3 Persentase pencapaian respon digital pada
Portal Situs Kemlu 100%
B1.4 Persentase pencapaian respon digital pada
media sosial Kemlu 41%
B1.5 Nilai capaian keterbukaan informasi publik 84,60 Learning & Growth
L1 Tata kelola organisasi yang baik di Direktorat Informasi dan Media
L1.1 Nilai evaluasi AKIP Direktorat
Informasi dan Media 79
(BB)
Tabel 1 Perjanjian Kinerja Direktorat Informasi dan Media 2021
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
I. Capaian Kinerja Organisasi
Citra merupakan salah satu dampak akhir yang terbentuk dari suatu usaha diplomasi ataupun kebijakan luar negeri yang diambil. Citra positif adalah hal yang perlu dibangun oleh Indonesia di mata dunia internasional. Adanya citra positif yang terbentuk akan meningkatkan kepercayaan dunia internasional, sehingga dapat menempatkan posisi Indonesia sebagai bangsa yang positif dalam berbagai aspek kehidupan.
Faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap citra meliputi isu-isu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu, isu-isu tersebut harus dapat dikelola dengan baik oleh Indonesia. Program diplomasi publik berhubungan dengan upaya memenangkan opini publik baik konstituen dalam negeri maupun konstituen luar negeri. Adanya keterlibatan publik dalam politik luar negeri Indonesia sangat berhubungan dengan dukungan rakyat terhadap suatu kebijakan negara.
Pada Tahun 2021, pencapaian Sasaran Strategis “Integritas Kedaulatan NKRI dan Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional yang Meningkat” dan realisasi IKU “Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional” adalah sebesar 3,98 dari target 3,8 (skala 5) atau sebesar 103,37%.
Analisis IKU S.1.1: Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional
IKU S.1.1 Target 2021 Realisasi 2021 Capaian 2021 Indeks Citra Indonesia di
Dunia Internasional 3,85 (skala 5) 3,98 103,37%
Tujuan IKU Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional adalah untuk mengukur tingkat visibilitas citra atau image Indonesia pada masyarakat internasional/Warga Negara Asing (WNA). IKU tersebut diukur dengan skala likert 5 yang dilakukan dengan penilaian pada 3 (tiga) dimensi yaitu pariwisata dan sosial-budaya, ekonomi, serta pemerintahan dan penegakan hukum.
Stakeholders Perspective
Sasaran Strategis (S.1) : Meningkatnya Citra Indonesia di Dunia
Internasional
Pengukuran IKU Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional diukur melalui survei yang dilakukan oleh 129 Perwakilan RI di luar negeri, tidak termasuk tiga Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI), dengan menyasar masyarakat asing non-WNI di luar negeri. Masyarakat asing tersebut dapat terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum setempat, pemerintah setempat, parlemen, media, akademisi, LSM, serta counterpart terkait lainnya.
Pada tahun 2021, target IKU Indeks Citra Positif Indonesia di Dunia Internasional adalah 3,85 dengan rentang indeks 1-5. Kategori indeks yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 2 Interval dan Kategori Indeks IKU S1.1 Tahun 2021
Dalam rangka memudahkan Perwakilan RI melakukan analisa hasil survei Citra Indonesia di Dunia Internasional, Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik bekerja sama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian dan Perwakilan telah membuat aplikasi basis data daring yang dapat diakses melalui tautan https://citraindonesia.kemlu.go.id. Aplikasi tersebut terhubung dengan survei daring pada tautan https://kem.lu/viewofindonesia, sehingga hasil survei daring dapat secara langsung dihitung. Selain itu, aplikasi ini memungkinkan Perwakilan RI memasukkan hasil survei yang disampaikan secara manual kepada responden. Perwakilan RI yang telah melakukan survei dan menyampaikan data ke dalam aplikasi dapat melihat hasil rata-rata seluruh data yang dihitung oleh aplikasi tersebut yang mencakup survei daring maupun luring.
Berdasarkan hasil survei pada tahun 2021, realisasi IKU Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional mencapai 3,98 dari skala 5, atau memiliki capaian sebesar 103,37%
dengan kategori indeks sebesar 79,60 atau ‘baik’.
Interval Kategori Indeks 0 - 16,67 Sangat Buruk 16,68 - 35,35 Buruk
35,36 - 50,01 Cukup Buruk 50,02 - 66,68 Cukup Baik 66,69 - 83,35 Baik
83,36 - 100 Sangat Baik
IKU S3.1 Informasi Kinerja Jumlah
Indeks Citra Indonesia di
Dunia Internasional Indeks hasil survei terhadap citra Indonesia
Target 3.85 (skala 5) 3,98
Capaian 103,37%
Nilai 79,60
Kategori Baik
Catatan:
Perhitungan kategori indeks menggunakan formula:
Indeks yang dicapai dibagi 5 (indeks tertinggi Anholt) x 100
Jika indeks yang dicapai adalah 3,00 maka:3,00/5 x 100 = 60
Tabel 3 Capaian IKU S1.1 Tahun 2021
Panel kontrol aplikasi survei Citra Indonesia di Dunia Internasional menunjukkan informasi sebagai berikut pada tanggal 31 Desember 2021:
Gambar 1 Panel Kontrol Aplikasi Citra Indonesia di Dunia Internasional
Berdasarkan hasil tersebut, capaian IKU Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional pada tahun 2021 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Adapun capaian tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya sebagai berikut:
a. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI yang menarik dan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional;
b. Adanya survei daring yang membantu untuk menjangkau responden yang lebih luas;
c. Penerjemahan pertanyaan survei ke beberapa Bahasa asing yang mempermudah pengisian survei di negara-negara dengan kemampuan Bahasa Inggris yang rendah.
IKU Target Realisasi Capaian
Indeks Citra Indonesia di Dunia Internasional
2019 2020 2021 2019 2020 2021 2019 2020 2021 4 3,8 3,85 3,78 3,82 3,98 94,5% 100,53% 103,37%
Tabel 4 Perbandingan Capaian IKU S2.1 Peiode 2019 - 2021
Bagan 2 Jumlah Responden Survei Citra Indonesia di Dunia Internasional Tahun 2021
Jumlah responden yang berhasil dicapai pada tahun 2021 sedikit mengalami penurunan dibanding tahun 2020 yaitu sebanyak 10.356 orang (yang terverifikasi), dibandingkan 12.624 responden pada tahun 2020. Penurunan jumlah responden disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
a. Banyaknya kegiatan promosi yang dibatalkan karena Pandemi Covid-19 menyebabkan penyebaran survei luring yang biasanya dilakukan melibatkan pengunjung kegiatan tidak dapat dilakukan.
b. Sejumlah hasil survei luring dan daring dari perwakilan yang tidak dapat diverifikasi karena Perwakilan tidak memenuhi batas minimal 50 responden.
Bagan 3 Total Partisipasi Perwakilan RI pada Survey
Jumlah Perwakilan yang memenuhi jumlah minimal responden pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dengan total 117 Perwakilan RI, di mana pada tahun 2020, sebanyak 104 Perwakilan RI berpartisipasi. Jumlah minimal responden ditetapkan untuk meminimalkan bias dan meningkatkan validitas hasil survei. Jumlah minimal responden tidak ditetapkan untuk Perwakilan Rawan dan Perwakilan berbahaya yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Luar Negeri No. 13 Tahun 2020 dengan pertimbangan keterbatasan penyelenggaraan kegiatan dan jangkauan dari perwakilan-perwakilan tersebut.
Bagan 4 Rata-rata Indeks Citra per Kawasan Tahun 2021
Pada tahun 2021, 3 kawasan dengan rata-rata capaian indeks citra paling tinggi adalah Timur Tengah (4,04), Asia Tenggara (4,03) dan juga Eropa Timur dan Utara (3,88). Adapun 3 Perwakilan RI dengan rata-rata indeks tertinggi adalah KBRI Beograd (4,55), KBRI Maputo (4,51), dan KBRI Jeddah (4,51).
Bagan 5 Perbandingan Nilai Rata-Rata Indeks Citra Indonesia per Dimensi per Wilayah Tahun 2021
Pada tahun 2021, rata-rata indeks citra tertinggi adalah pada dimensi pariwisata dan sosial budaya dengan nilai 4,38 dan rata-rata indeks citra terrendah adalah ekonomi dengan nilai 3,71. Selain itu, rata-rata indeks pemerintahan dan penegakkan hukum adalah 3,84. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan kebudayaan dan pariwisata merupakan salah satu aset terbesar bagi Indonesia, walaupun demikian, persepsi WNA terhadap ekonomi Indonesia masih belum terlalu positif, terutama terkait dengan ketersediaan produk Indonesia di negara- negara sahabat yang menjadi salah satu parameter dimensi ekonomi.
Bagan 6 Perhitungan Rata-rata Indeks Citra Positif Indonesia 2021 berdasarkan responden
Dari data pada Bagan 5, dapat dilihat bahwa responden yang lebih mengenal Indonesia dan pernah mengunjungi Indonesia memiliki persepsi yang lebih positif mengenai Indonesia.
Dengan demikian, promosi pengenalan Indonesia yang lebih gencar akan meningkatkan indeks citra Indonesia di dunia internasional.
Bagan 7 Profil Responden Survey Indeks Citra 2021
Dari segi usia, nilai indeks citra positif Indonesia tertinggi diberikan oleh kelompok usia 40-65 tahun dan terrendah oleh kelompok usia di bawah 18 tahun. Mengingat sumber daya dan akses informasi yang terbatas dari kelompok usia muda, para responden dari kelompok usia di bawah 18 tahun memiliki pengetahuan yang lebih terbatas mengenai Indonesia dan kemungkinan besar belum pernah mengunjungi Indonesia. Dengan demikian, nilai indeks citra Indonesia yang lebih rendah dari kelompok usia ini konsisten dengan pengukuran indeks citra Indonesia berdasarkan pengetahuan mengenai Indonesia dan sejarah perjalanan ke Indonesia.
Kegiatan pendukung yang dilakukan untuk meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional adalah kegiatan promosi Indonesia oleh Perwakilan RI di luar negeri. Walaupun secara umum penyelenggaraan kegiatan promosi pada tahun 2021 di Perwakilan RI di luar negeri terkendala oleh kondisi pandemi, terdapat beberapa Perwakilan RI yang masih dapat melakukan kegiatan promosi secara fisik atau hibrid karena kondisi yang kondusif di wilayah akreditasi. Selain itu, terdapat juga beberapa kegiatan promosi yang diselenggarakan secara daring.
Secara umum, dalam pelaksanaan berbagai program Perwakilan RI untuk meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional menghadapi beberapa tantangan.
Beberapa tantangan yang mengemuka adalah:
a. Belum adanya grand design terkait penguatan citra Indonesia di luar negeri yang memberikan panduan spesifik mengenai citra seperti apa yang hendak ditampilkan di masing-masing negara akreditasi dan strategi serta program seperti apa yang dapat disusun dan dilaksanakan;
b. Mutasi pegawai Kementerian Luar Negeri yang tinggi di Perwakilan dan kurangnya komunikasi dan koordinasi dari pejabat sebelumnya ke pejabat pengganti yang menyebabkan pejabat pengganti di Perwakilan RI belum memahami pengelolaan Indeks citra Indonesia di dunia internasional;
c. Kondisi Pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan mobilitas dan/atau pergerakan, serta adanya pelarangan pengumpulan massa di beberapa negara;
d. Rendahnya penguasaan Bahasa Inggris serta bahasa asing lainnya di beberapa negara sahabat, sehingga responden mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian survei;
e. Kesibukan WNA di negara akreditasi yang tidak memiliki waktu luang untuk pengisian survei;
f. Rangkapan wilayah akreditasi beberapa Perwakilan RI yang luas menyebabkan adanya keterbatasan dalam penyebaran kuesioner, sehingga hasil yang didapatkan kurang representatif untuk seluruh populasi;
g. Akses jaringan internet yang terbatas dan mahal di beberapa negara.
Di masa mendatang, dalam menghadapi tantangan tersebut, kiranya hal-hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Adanya penyusunan grand design terkait penguatan citra Indonesia di luar negeri melalui penyusunan white book yang dapat disampaikan kepada Perwakilan RI di luar negeri dan K/L terkait di dalam negeri;
b. Membentuk berbagai kerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk dapat mengisi berbagai keterbatasan dalam menjalankan strategi dan program untuk meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional;
c. Terkait pandemi Covid-19 dan pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang, perlunya peningkatan strategi promosi dan penyebaran survei daring untuk meningkatkan jumlah responden oleh Perwakilan RI serta penyelenggaraan kegiatan promosi daring yang lebih gencar;
d. Penyelenggaraan pembekalan bagi pejabat yang akan ditempatkan di Perwakilan RI dan sosialisasi atau bimbingan teknis bagi pejabat yang sedang bertugas di Perwakilan RI mengenai pengelolaan indeks citra Indonesia di dunia internasional;
e. Penerjemahan daftar pertanyaan kuesioner ke bahasa setempat serta pelaksanaan pendampingan pada saat pengisian survei secara luring jika memungkinkan.
Perkembangan cepat era digital menuntut berbagai inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna untuk mendukung pelaksanaan diplomasi Indonesia. Menteri Luar Negeri RI dalam pidatonya menyampaikan prioritas kebijakan politik luar negeri 2019-2024 dengan formula 4+1. Dalam prioritas tersebut ditegaskan mengenai pemanfaatan teknologi digital bagi diplomasi atau diplomasi digital.
Pada tahun 2021, pencapaian Sasaran Strategis “Diplomasi Digital dan Informasi Hubungan Luar Negeri yang Kuat” adalah sebesar 106,46% Nilai tersebut diperoleh dari capaian IKU “Persentase pemberitaan positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI” sebesar 98,99%, “Persentase pemberitaan positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI” sebesar 92,50%, “Persentase pencapaian respon digital pada Portal Situs Kemlu” sebesar 114% “Persentase pencapaian respon digital pada media sosial Kemlu” sebesar 111,81% dan “Nilai Capaian Keterbukaan Informasi Publik” adalah 97,25.
Capaian sasaran strategis Diplomasi Digital dan Informasi Hubungan Luar Negeri yang Kuat dapat dilihat pada tabel berikut:
No IKU 2020 2021
Target Realisasi Capaian Target Realisasi Capaian B.1.1 Persentase pemberitaan
positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
85% 88,43% 104,04% 92% 91,07% 98,99%
Internal Business Process
Sasaran Strategis (B.1) : Diplomasi Digital dan Informasi Hubungan Luar Negeri
yang Sistematis dan Kuat
Tabel 5 Capaian Sasaran Strategis 2021
a. Analisis IKU B.1.1: Persentase pemberitaan positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
IKU ini bertujuan untuk mengukur sentimen positif media massa nasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI.
Pada tahun 2021, realisasi IKU Persentase pemberitaan positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI sebesar 91,07% dengan capaian 98,99% dari target 92%. Dalam realisasinya, dari 28.273 pemberitaan tentang kebijakan hubungan luar negeri RI yang dipantau sepanjang tahun 2021 pada media massa nasional, terdapat 25.748 pemberitaan yang memiliki sentimen berita yang positif ataupun netral. Dengan demikian jumlah sentimen berita yang positif adalah sebesar 91,07%, yang membentuk opini positif di kalangan pembacanya.
Berita yang disajikan media massa merupakan berita faktual, aktual, akurat, dan berimbang, serta yang paling penting sebagian besar substansi pemberitaan media massa tidak bernada negatif baik terhadap kepentingan nasional Indonesia maupun kepentingan lainnya yang memberikan citra baik (positif) tentang Indonesia dan Kemlu. Dengan demikian, capaian untuk IKU tersebut adalah sebesar 98,99% (diperoleh dari persentase realisasi dibagi persentase target dikali 100%) sebagaimana tabel di bawah:
Tabel Capaian IKU B.1.1 Tahun 2021 B.1.2 Persentase pemberitaan
positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
85% 78,59% 92,46% 85% 78,62% 92,50%
B.1.3 Persentase pencapaian respon digital pada Portal Situs Kemlu
100% 109,13% 109,13% 100% 114% 114%
B.1.4 Persentase pencapaian respon digital pada media sosial Kemlu
40% 64.37% 160,93% 41% 45,84% 111,81%
B.1.5 Nilai capaian keterbukaan informasi
publik
(nilai
84,50) (nilai 91,
65) 108,46% (nilai
84,6) (nilai
97,25) 114,95%
Rata-Rata Capaian B.1 (nilai 106,46%)
IKU B.1.1 Informasi Kinerja Jumlah
Persentase pemberitaan positif media massa nasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
Jumlah berita yang memiliki sentimen positif pada media massa nasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI
25.748
IKU B.1.1 Informasi Kinerja Tahun Jumlah Persentase
pemberitaan positif media massa nasional
terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri
RI
Jumlah berita yang memiliki sentimen positif
pada media massa nasional terhadap kebijakan hubungan luar
negeri RI
2020 37.975
2021 25.748
Terwujudnya angka capaian terhadap IKU dimaksud antara lain disebabkan oleh sejumlah upaya dan kegiatan Diplomasi Indonesia yang dipandang positif, seperti hal-hal sebagai berikut:
a. Aktivitas dan peran strategis upaya diplomasi Indonesia dalam diplomasi perlindungan, terutama upaya Kemlu dan Perwakilan RI di luar negeri dalam melakukan diplomasi vaksin untuk memastikan tercukupinya kebutuhan vaksin bagi seluruh masyarakat Indonesia, baik melalui skema bilateral maupun multilateral;
b. Presidensi Indonesia di G-20 yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo;
c. Kehadiran Presiden Joko Widodo secara fisik pada penyelenggaran Sidang Umum PBB di New York, serta Pelaksanaan ICDD dan BDF;
d. Pertemuan Bilateral Menlu RI dengan sejumlah Menlu negara-negara sahabat yang hadir secara fisik di Indonesia;
e. Penyelenggaran ASEAN Leaders’ Meeting di Jakarta, serta rangkaian KTT dan KTM ASEAN yang diselenggarakan secara virtual.
Mayoritas pemberitaan di media nasional terkait isu-isu dimaksud mendapatkan sentimen positif sehingga menghasilkan persentase capaian IKU B.1.1 yang tinggi.
Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Luar Negeri, dan jajaran pimpinan Kementerian Luar Negeri jugasenantiasa melakukan engagement dengan jurnalis media massa guna mendorong sentimen positif pemberitaan di media nasional. Untuk mendukung pemberitaan positif yang diharapkan meningkat dari waktu ke waktu, maka Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik selama kurun waktu 2021 telah melaksanakan engagement terhadap jurnalis khususnya dalam menangani publikasi isu-isu khusus dan strategis yang berkaitan dengan hubungan luar negeri dan capaian diplomasi Indonesia.
Kegiatan-kegiatan besar dalam rangka melakukan engagement dengan media yang dilaksanakan meliputi Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri, penganugerahan Adam
Jumlah pemberitaan yang dipantau pada media massa nasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI
28.273
Realisasi 91,07 %
Target 92,00 %
Capaian 98,99 %
Malik Awards (AMA) dan Social Media Awards (SMA). Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga memfasilitasi Peliputan Media Massa Nasional pada Sidang Internasional, press briefing, serta media gathering.
1) Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2021
Kementerian Luar Negeri RI telah menyelenggarakan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) Tahun 2021 pada tanggal 6 Januari 2021 secara full virtual. PPTM 2021 juga disiarkan secara livestreaming di Youtube Kemlu RI dan tiga media partners, yaitu Detik, Metro TV dan Berita Satu. Di samping itu, dalam website PPTM 2021 juga dimuat foto- foto capaian diplomasi Kemlu selama tahun 2020 berupa kegiatan-kegiatan prioritas dan kegiatan internasional.
Disiarkannya acara PPTM 2021 secara livestreaming, turut meningkatkan jumlah audiens yang dapat menyaksikan acara ini, meliputi staf Kemlu di Pusat dan Perwakilan RI di luar negeri beserta mitra kerjanya di negara akreditasi, kalangan diplomatik, organisasi internasional, stakeholders mitra kerja Kemlu, media nasional dan koresponden asing di Indonesia, akademisi, think tank, pelajar dan mahasiswa, hingga masyarakat umum, termasuk diaspora Indonesia. Tidak kurang dari 35 perguruan tinggi yang menjadikan siaran PPTM 2021 ini sebagai mata kuliah wajib bagi siswanya.
Untuk semakin menggaungkan penyelenggaraan PPTM 2021, telah dilakukan strategi komunikasi sejak awal Desember (pre-event), pada saat pelaksanaan livestreaming PPTM, maupun setelah PPTM (post-event), meliputi webinar dengan beberapa kampus, komunitas, maupun PPI di luar negeri, quiz dan kompetisi untuk masyarakat umum, IG Live yang melibatkan sejumlah eselon 2 Kemlu untuk pembahasan topik yang terkait capaian diplomasi, IG Live dengan Perwakilan RI di luar negeri melalui program “30 Minutes Around the World”, interview dengan sejumlah media (seperti Kompas, dan Berita Satu), maupun dalam format podcast bersama Deddy Corbuzier yang langsung menghadirkan Menlu RI selaku narasumber.
Gambar 2 Flyer Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2021
Gambar 3 Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2021
Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab publik serta diseminasi informasi mengenai berbagai kegiatan Kemlu RI dalam bentuk visual, maka dalam website PPTM 2021 dimuat juga pameran virtual capaian diplomasi selama tahun 2020, mencakup beberapa isu utama diplomasi yang banyak dilakukan semasa pandemi covid, yaitu Pelindungan terhadap WNI, Diplomasi kesehatan dan diplomasi vaksin, Diplomasi pemulihan ekonomi, Indonesia untuk dunia, Diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, Penguatan infrastruktur diplomasi, ditambah berbagai foto kegiatan penting lainnya dalam folder Jurnal Diplomasi. Dalam website PPTM 2021 juga terdapat informasi mengenai sejumlah kompetisi yang merupakan bagian dari strategi komunikasi yang melibatkan partisipasi publik, dan terdapat pula virtual tour Gedung Pancasila secara 360o.
2) Adam Malik Awards (AMA) 2021
Bersamaan dengan pelaksanaan PPTM 2021, Menteri Luar Negeri juga menyerahkan Adam Malik Awards kepada insan pers yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi diseminasi informasi mengenai kiprah diplomasi Indonesia, yaitu:
• Media Massa Cetak Terbaik : Kompas
• Media Online Terbaik : Tribun News
• Media Massa Televisi Terbaik : Metro TV
• Media Massa Radio Terbaik : Smart FM
• Jurnalis Terbaik Media Massa Cetak : Derry Sutardi (FIN/Radar Cirebon)
• Jurnalis Terbaik Media Massa Online : Marcheilla Ariesta (Medcom)
Gambar 4 Pembukaan acara Adam Malik Awards 2021
Dengan pemberian Adam Malik Awards (AMA) ini, Kementerian Luar Negeri berharap kemitraan yang erat dengan insan pers dapat terus terbina, agar informasi tentang capaian diplomasi Indonesia dapat menjangkau lebih banyak orang.
Proses rekapitulasi dan analisa berita dilakukan oleh konsultan independen untuk periode Januari hingga Desember 2020, yang selanjutnya disampaikan kepada Dewan Juri AMA 2021 untuk menjadi bahan utama dalam pemberian nilai. Adapun susunan Tim Dewan Juri AMA 2021 terdiri dari:
a) Duta Besar Ina H. Krisnamurthi, Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi, Kementerian Luar Negeri RI
b) Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA. Ketua Dewan Pers c) Agung Suprio, M.I.P. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia
d) Drs. Mirza Zulhadi Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat e) Prof. Dr. Widodo Muktiyo Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik,
Kementerian Komunikasi dan Informatika
f) Dr. Shafiah Muhibat Head of Department of International Relations, CSIS.
3) Social Media Awards 2021
Kementerian Luar Negeri menganugerahkan Social Media Awards (SMA) bagi Perwakilan RI di luar negeri sebagai apresiasi atas upaya Perwakilan dan Kepala Perwakilan dalam diseminasi informasi kepada publik, khususnya di negara akreditasi melalui platform media sosial. Penilaian SMA dilakukan oleh lembaga independen yang berpengalaman dalam melakukan penilaian dan pengembangan media sosial pemerintahan.
Pada tahun 2021, SMA diberikan untuk enam kategori, yaitu Most Active Mission, Most Engaging Mission, Best Use of Visual, Best Performance Mission, Digital Head of Mission dan Best Growth. Khusus untuk empat kategori pertama, penilaian dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok PRPB, kelompok perwakilan berpenduduk hingga 8 juta, kelompok perwakilan berpenduduk 8 hingga 100 juta, dan kelompok perwakilan berpenduduk di atas 100 juta. Untuk kategori Digital Head of Mission dibagi ke dalam dua kelompok, sedangkan untuk kategori Best Growth hanya terdapat satu pemenang.
Gambar 5 Penyelenggaraan Social Media Awards 2021
Daftar pemenang SMA 2021 pada masing-masing kategori adalah:
• Most Active Misison
• Kelompok PRPB : KBRI Windhoek
• Kelompok penduduk hingga 8 juta : KBRI Singapura
• Kelompok penduduk 8-100 juta : KBRI Kuwait City
• Kelompok penduduk > 100 juta : KBRI Washington D.C.
• Most Engaging Mission
• Kelompok PRPB : KBRI Kairo
• Kelompok penduduk hingga 8 juta : KBRI Singapura
• Kelompok penduduk 8-100 juta : KBRI Kuala Lumpur
• Kelompok penduduk > 100 juta : KJRI Hong Kong
• Best Use of Visual
• Kelompok PRPB : KBRI Kairo
• Kelompok penduduk hingga 8 juta : KBRI Singapura
• Kelompok penduduk 8-100 juta : KBRI Seoul
• Kelompok penduduk > 100 juta : KBRI Tokyo
• Best Performance Mission
• Kelompok PRPB : KBRI Kairo
• Kelompok penduduk hingga 8 juta : KBRI Singapura
• Kelompok penduduk 8-100 juta : KBRI Seoul
• Kelompok penduduk >100 juta : KJRI Hong Kong
• Digital Head of Mission o Kelompok Non-PRPB:
Duta Besar Tantowi Yahya (Kepala Perwakilan KBRI Wellington) o Kelompok PRPB:
Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro (Kepala Perwakilan KBRI New Delhi)
• Best Growth : KBRI Sarajevo
4) Press Briefing dan Media Gathering
Kementerian Luar Negeri secara rutin melakukan diseminasi informasi mengenai kebijakan luar negeri dan isu polugri, melalui penyelenggaraan Press Briefing dan Media Gathering di lingkungan Kementerian Luar Negeri. Kegiatan ini dilakukan agar para jurnalis memiliki informasi yang akurat dan tepat terkait isu dan kebijakan polugri, untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat luas.
5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15)
Gambar 6 Press Briefing Menlu RI mengenai KTT Asia-Europe Meeting ke-13, Istana Bogor, 26 Nov 2021
Dalam menyampaikan diseminasi informasi, Press Briefing dilakukan sesuai dengan isu atau agenda resmi kegiatan Pimpinan Kementerian Luar Negeri. Sementara itu, Media Gathering dilakukan untuk menyampaikan background informasi atau merespon isu yang sedang ramai diperbincangkan di masyarakat.
Sepanjang 2021, Dit. Infomed telah memfasilitasi 130 press briefing ataupun media gathering, baik bagi Pimpinan Kemlu RI, kegiatan satuan kerja terkait, serta kegiatan Perwakilan RI di luar negeri. Secara khusus, Dit. Infomed telah memfasilitasi 2 (dua) media gathering oleh para Eselon I yang bersifat background informasi isu polugri bagi para jurnalis.
Media gathering pertama dilaksanakan secara full virtual pada 1 Juli 2021. Sementara media gathering kedua dilaksanakan secara hybrid (virtual dan fisik) di Kantin Diplomasi pada 6 Desember 2021. Media yang hadir wajib registrasi dan mengikuti tes antigen sebelum kegiatan.
Gambar 7 Media gathering oleh Eselon I di Kantin Diplomasi
Sejak adanya pandemi Covid-19 pada Maret 2020, press briefing dan media gathering dilakukan secara virtual melalui platform zoom dan Youtube MoFA Indonesia. Selain dalam
lingkungan Kemlu RI, Dit. Infomed juga berkolaborasi dengan Biro Pers Media Istana (BPMI), Satgas Covid-19, serta K/L terkait, untuk menyelenggarakan press briefing bagi media massa.
Hingga kini, seluruh kegiatan press briefing dan media gathering mayoritas masih diselenggarakan secara virtual, demi mencegah transmisi virus Covid-19. Perubahan format kegiatan tersebut menyesuaikan dengan arahan Pimpinan Kemlu RI.
Capaian IKU B.1.1 di tahun 2021 menurun dari tahun 2020 akibat sejumlah perkembangan kebijakan hubungan luar negeri RI dan juga perubahan situasi pandemi Covid- 19. Terdapat beberapa kondisi yang mempengaruhi capaian dimaksud, antara lain:
1. Di tahun 2021, tidak banyak kegiatan evakuasi WNI yang dilakukan seperti di tahun 2020 untuk menjadi bahan pemberitaan;
2. Publik serta media nasional sudah mulai beradaptasi dengan pandemi, tidak ada pemberitaan khusus terkait status akses masuk dan juga situasi emergency di negara- negara lain oleh media nasional.
b. Analisis IKU B.1.2: Persentase pemberitaan positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
IKU ini bertujuan untuk mengukur sentimen positif media massa Internasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI. Pada tahun 2021, realisasi IKU Persentase pemberitaan positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI sebesar 78,62% dengan capaian 92,50% dari target 85%. Dalam realisasinya, dari 7.653 pemberitaan tentang kebijakan hubungan luar negeri RI yang dipantau sepanjang tahun 2021 pada media massa internasional, terdapat 6.017 pemberitaan yang memiliki sentimen berita yang positif ataupun netral.
Berita yang disajikan media massa merupakan berita faktual, aktual, akurat, dan berimbang, serta yang paling penting sebagian besar substansi pemberitaan media massa tidak bernada negatif baik terhadap kepentingan nasional Indonesia maupun kepentingan lainnya yang memberikan citra baik (positif) tentang Indonesia dan Kemlu. Capaian untuk IKU tersebut adalah sebesar 92,50% (diperoleh dari persentase realisasi dibagi persentase target dikali 100%) sebagaimana tabel di bawah:
Tabel Capaian IKU B.1.2 Tahun 2021
IKU B.1.2 Informasi Kinerja Jumlah
Persentase pemberitaan positif media massa internasional terhadap kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
Jumlah berita yang memiliki sentimen positif pada media massa internasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI
6.017
Jumlah pemberitaan yang dipantau pada media massa internasional terhadap kebijakan hubungan luar negeri RI
7.653
Realisasi 78,62%
Target 85%
Capaian 92,50%
IKU B.1.2 Informasi Kinerja Tahun Jumlah
Persentase pemberitaan positif
media massa internasional terhadap
kebijakan Hubungan Luar Negeri RI
Jumlah berita yang memiliki sentimen positif
pada media massa internasional terhadap kebijakan hubungan luar
negeri RI
2020 7.758
2021 6.017
Salah satu kegiatan yang menjadi sumber berita dengan sentimen positif tentang Indonesia adalah program Journalist Visit Program (JVP) Dalam kegiatan JVP, Kementerian Luar Negeri mengundang jurnalis dari negara-negara sahabat untuk melakukan liputan tentang Indonesia. Outcome dari program JVP yaitu meningkatnya citra positif Indonesia di luar negeri melalui pemahaman tentang kemajuan dan pembangunan Indonesia, promosi wisata, budaya, dan kearifan lokal yang ada di Indonesia melalui liputan dan publikasi yang dibuat oleh para jurnalis selama mengikuti program tersebut.
Pada tahun 2021, dikarenakan masih dalam situasi pandemi, JVP dilaksanakan secara daring pada 26 Agustus 2021 yang diikuti oleh 48 peserta dari berbagai platform media di negara-negara Afrika. Dengan mengusung tema “Africa and Indonesia: Cooperation Overview on Infrastructure, Transport and Health Industry”, JVP menghadirkan narasumber dari Bio Farma, Kimia Farma, PT INKA, dan LPEI/Eximbank.
Gambar 8 Journalist Visit Program 2021 yang diikuti 48 Platform Media di kawasan Afrika
Promosi Indonesia ke Kawasan Afrika melalui media ini, tentunya sangat diharapkan dapat memberi informasi kepada publik secara luas dan para pengambil keputusan di negara- negara Afrika melalui publikasi para peserta. Hasil publikasi antara lain pada media di Afrika Selatan, yaitu City Press, yang membuat berita positif terkait Indonesia dan Afrika.
Gambar 9 Berita tentang Indonesia-Afrika di media City Press Afrika Selatan
Target IKU B.1.2 pada tahun 2021 sebesar 85% tercapai sebanyak 92,50%, disebabkan oleh pemberitaan bersentimen positif tentang Indonesia tetap mengalir dari media massa internasional dengan faktor pendukung sebagai berikut:
1. Peran optimal kelompok tugas untuk pemantauan berita tentang Indonesia, khususnya terkait kebijakan penanganan Covid-19, pada media asing setiap harinya;
2. Beberapa forum internasional mulai dihadiri oleh Presiden RI ataupun Menlu RI secara fisik seperti KTT G-20, COP26 dan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-76, sehingga mendapatkan banyak perhatian dari media internasional;
3. Presidensi Indonesia di KTT G-20 untuk tahun 2022, juga menjadi sorotan khusus dari media internasional;
4. Kemlu memegang peranan penting dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, dengan aktifnya peran Menlu RI dalam mengadakan press briefing secara rutin dan upaya dalam diplomasi vaksin turut membentuk pemberitaan bersentimen positif terkait dengan kebijakan Indonesia selama pandemi;
5. Mengadakan serta memfasilitasi webinar series di YouTube MoFA Indonesia, seperti We- Talkshow: Indonesia Muda untuk Dunia guna mendiseminasikan informasi positif tentang pembangunan dan kemajuan ekonomi di Indonesia, khususnya wilayah Papua.
c. Analisis IKU B.1.3: Persentase Pencapaian Respon Digital pada Portal Situs Kemlu
IKU persentase pencapaian respon digital pada Portal Situs Kemenlu merupakan IKU baru yang mulai ditetapkan pada tahun 2020 dengan mengubah nomenklatur IKU sebelumnya. IKU ini dibuat untuk mengukur sejauh mana jangkauan informasi yang ditayangkan melalui Portal Situs Kemlu sampai kepada masyarakat dinilai dari respon digital yang diperoleh di Portal Situs Kemlu dari waktu ke waktu. Pada tahun 2021, realisasi persentase pencapaian respon digital pada Portal Situs Kemlu adalah sebesar 114,06%
dengan capaian 114,06% dari target 100%, sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel Capaian IKU B.1.3 Tahun 2021
Adapun realisasi dihitung dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Page View + Audience Portal Kemlu
--- x 100%
Target 5.000.000 Page View + Audience Portal Kemlu
IKU B.1.3 Informasi
Kinerja Tahun Jumlah
Persentase peningkatan jumlah pengunjung Portal
Situs Kemenlu
Jumlah pengunjung Portal Situs Kemenlu
2017 1.731.762
2018 2.596.257
2019 2.676.321 Persentase pencapaian
respon digital pada Portal Situs Kemlu
Jumlah page view + audience Portal
Kemlu
2020 8.394.957
2021 5.703.223
Jumlah page view dan audience Portal Situs Kemlu berbanding lurus dengan jumlah konten yang ditayangkan. Semakin banyak konten yang ditampilkan dan semakin sering dilakukan update konten, maka meningkatkan jumlah page view dan audience Portal Situs Kemlu.
Perwakilan RI memiliki peran dalam pengembangan konten di Portal Situs Kemlu. Hal ini disebabkan situs Perwakilan RI yang terintegrasi dengan Portal Situs Kemenlu, sehingga berita-berita yang ditayangkan pada situs Perwakilan RI akan secara otomatis dapat ditayangkan pada Portal Situs Kemenlu. Akan tetapi, masih banyak Perwakilan RI yang belum memanfaatkan secara maksimal situs Perwakilan RI yang terintegrasi. Hal ini disebabkan antara lain oleh: (i) kurangnya pemahaman admin situs Perwakilan RI terkait teknis pengunggahan berita ke situs Perwakilan RI, (ii) struktur penulisan berita pada situs Perwakilan RI yang belum memenuhi kaidah-kaidah penulisan berita yang baik, dan (iii) situs Perwakilan RI yang lambat diakses di negara-negara tertentu.
IKU B.1.3 Informasi Kinerja Jumlah
Persentase pencapaian respon digital pada Portal Situs Kemlu
Jumlah page view + audience
Portal Kemlu tahun berjalan 5.703.223 Jumlah page view + audience
Portal Kemlu tahun sebelumnya 8.394.957
Realisasi 114,06%
Target 100%
Capaian 114,06%
Guna meningkatkan kapasitas pengelola media digital Perwakilan RI, Kementerian Luar Negeri melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Media Digital bagi Perwakilan RI di seluruh kawasan. Dari kegiatan dimaksud, telah dihasilkan rekomendasi dan rencana aksi yang dapat digunakan oleh Perwakilan RI dalam melakukan pemutakhiran Portal Perwakilan RI, memperkuat upaya diseminasi informasi, dan memanfaatkan produk laporan harian/khusus Digital Command Center (DCC). Dari kegiatan tersebut, diharapkan adanya peningkatan dalam pengelolaan konten, terutama pada Portal Situs Kemlu.
Upaya penguatan Portal Kemlu juga terus dilakukan, antara lain dengan penambahan fitur untuk penyandang disabilitas, yaitu Text to Speech (TTS) untuk penyandang tuna netra dan Automated Speech Recognition (ASR) untuk penyandang tuna rungu. Penambahan fitur ini diharapkan dapat meningkatkan pengguna Portal Kemlu yang sedang mencari informasi terkait kebijakan luar negeri, khususnya dari kalangan penyandang disabilitas.
Gambar 10 Tampilan depan Portal Kemlu 2021
Terkait peningkatan kapasitas, Kementerian Luar Negeri juga melakukan pengelolaan media digital seperti:
a. Portal Situs Kemlu dan Perwakilan RI;
b. Media sosial Kemlu dan Perwakilan RI;
c. Portal Intranet; dan
d. Digital Command Center (DCC).
Salah satu faktor terbesar yang mendukung tingginya angka page view dan audience adalah dunia masih dalam situasi pandemi Covid-19, yang mengakibatkan segala bentuk kegiatan di Kemlu dilakukan secara daring. Informasi terkait kegiatan-kegiatan tersebut kemudian diintegrasikan pada Portal Situs Kemlu dan menjadi sumber utama yang dicari untuk pemberitaan kegiatan Kemlu. Selain itu, tidak memungkinkannya pelayanan secara tatap muka mendorong lebih banyak masyarakat untuk mencari informasi secara daring melalui Portal Situs Kemlu.
d. Analisis IKU B.1.4: Persentase Pencapaian Respon Digital pada Media Sosial Kemlu
Pada tahun 2021, realisasi persentase pencapaian respon digital pada media sosial Kemlu adalah sebesar 45,84% dengan capaian 111,81% dari target 41%, sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel Capaian IKU B.1.4 Tahun 2021
IKU B.1.4 Informasi
Kinerja Tahun Jumlah
Persentase peningkatan impresi dan engagement pada
media sosial Kemenlu
Jumlah impresi dan engagement
media sosial Kemenlu
2017 29.234.883 2018 94.022.122 2019 247.193.849
Persentase pencapaian respon digital pada media
sosial Kemlu
Jumlah reach pada media sosial Kemlu
2020 12.874.361
2021 9.168.584
Adapun realisasi dihitung dengan formula sebagai berikut:
Jumlah reach Media Sosial Kemlu
--- x 100%
Target 20.000.000
Perubahan formula perhitungan realisasi IKU telah dilakukan pada tahun 2020 sebagai tindak lanjut atas anomali pada hasil capaian yang diperoleh dari IKU terkait media sosial pada tahun 2019, yang kini juga diubah menjadi persentase pencapaian respon digital. Dengan adanya perubahan formulasi dan objek yang ditargetkan, IKU dapat lebih mengakomodir kebutuhan pada unit sehingga dapat mendukung terpantaunya indikator pencapaian target- target kinerja unit.
Dari target persentase pencapaian respon digital pada Media Sosial Kemlu sebesar 41%, tercatat realisasi jumlah reach sebanyak 9.168.584 selama tahun 2021 sehingga
IKU B.1.4 Informasi Kinerja Jumlah
Persentase pencapaian respon digital pada media sosial Kemlu
Jumlah reach pada media sosial
Kemenlu tahun berjalan 9.168.584
Realisasi 45.84 %
Target 41 %
Capaian 111,81%
realisasinya mencapai 111,81%. Dalam mendukung pencapaian IKU tersebut, Kementerian Luar Negeri telah menyelenggarakan Digital Diplomacy Gathering (DDG).
Sepanjang tahun 2021, kegiatan Digital Diplomacy Gathering (DDG) telah dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi antar Satuan Kerja di Kemlu dalam pengelolaan dan diseminasi informasi di Portal Situs dan media sosial Kemlu. Dalam pertemuan dibahas mengenai agenda setting diseminasi informasi, pemutakhiran konten statis dan kebijakan Portal Situs Kemenlu, serta koordinasi antar anggota Tim SIMAN Kemenlu. Dikarenakan masih dalam masa pandemi, DDG dilaksanakan secara daring.
Selain melakukan kegiatan DDG, media sosial Kemlu juga turut menayangkan konten- konten terkait dengan informasi umum, upaya penanganan Covid-19 dan upaya pulih bersama di tengah pandemi. Adapun konten berupa:
a. Infografis harian tentang perkembangan Covid-19 dan pelindungan WNI dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris;
b. Infografis harian tentang WNA yang terdampak Covid-19 di Indonesia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris;
c. Foto upaya Kemlu dan Perwakilan RI dalam melindungi WNI di luar negeri.
d. Informasi mengenai upaya-upaya bangkit di tengah-tengah pandemi
1) International Conference on Digital Diplomacy
Di kawasan, Indonesia merupakan salah satu pelopor pembicaraan dalam pemanfaatan media digital untuk tujuan diplomasi atau yang biasa disebut sebagai diplomasi digital.
Kementerian Luar Negeri bersama Diplo Foundation dan Pulse Lab Jakarta telah melaksanakan International Seminar on Digital Diplomacy: Beyond Social Media di Jakarta pada Juli 2018.
Menindaklanjuti arahan Menlu RI dalam kegiatan tersebut serta mempertimbangkan beberapa faktor dan perkembangan bahwa diplomasi digital merupakan salah satu isu yang paling dinamis dalam hubungan internasional, Kementerian Luar Negeri kemudian menyelenggarakan Regional Conference on Digital Diplomacy (RCDD) di Jakarta, pada 10- 11 September 2019. Kegiatan RCDD tersebut bertema Digital Diplomacy: Challenges and Opportunities yang menghadirkan pakar-pakar di bidang diplomasi digital, think tank, Kementerian/Lembaga terkait dari dalam dan luar negeri.
Sebagai tindak lanjut dari RCDD, Kementerian Luar Negeri telah menyelenggarakan International Conference on Digital Diplomacy (ICDD) 2021 dengan mengusung tema
“Unmasking Digital Diplomacy in The New Normal”, 16 November 2021. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 19 negara (termasuk Indonesia) dan lebih dari 4.300 peserta dari dalam dan luar negeri yang terdiri unsur K/L, permanent representatives, think tank, Pemda Bali dan perwakilan asing.
ICDD menghasilkan Bali Message on International Cooperation in Digital Diplomacy, dengan 5 (lima) fokus area: (1) Kerangka Kebijakan Pemerintah untuk Mendukung Diplomasi Digital; (2) Manajemen Krisis Melalui Diplomasi Digital; (3) Manajemen Data untuk Mendukung
Diplomasi Digital; (4) Inovasi untuk Mendukung UKM; dan (5) Peningkatan Kapasitas dan Inklusi Digital.
Gambar 11 Pelaksanaan International Conference on Digital Diplomacy, Bali, 16 November 2021
2) Podcast DipTalk
Pada tahun 2021 juga telah dimulai program Podcast Diplomacy Talk (DipTalk) guna menambah variasi metode penyampaian capaian diplomasi Kementerian Luar Negeri.
Program ini menghadirkan berbagai narasumber baik dari internal Kemlu maupun non Kemlu (profesional). Hasil dari interview Podcast DipTalk ini diunggah kembali di IGTV ataupun kanal lainnya.
Gambar 12 Proses perekaman Diptalk episode “#IndonesiaUntukDunia, Diplomasi Multilateral di Era Pandemi dan Kemajuan Teknologi”
3) Diplomatic Playlist dan Pengembangan Konten Sosial Media Kemlu
Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga menambah satu program baru di penguhujung tahun 2021, yaitu Diplomatic Playlist, suatu program bincang-bincang dengan narasumber berasal dari Kedutaan Besar negara sahabat maupun dari organisasi internasional. Program ini baru menghasilkan satu produk berupa bincang-bincang dengan staf Kedutaan Besar Korea Selatan tentang kerja sama bilateral khususnya di bidang sosial budaya dan pariwisata.
Gambar 13 Proses perekamanan episode perdana “Diplomatic Playlist”
Komunikasi melalui media sosial juga dilakukan dua arah dengan menjawab pertanyaan- pertanyaan warga net seputar kebijakan Indonesia terutama di masa pandemi. Selama masa ini, pertanyaan yang seringkali diajukan adalah mengenai kekonsuleran, kebijakan lintas batas negara, dan upaya bangkit dari pandemi, khususnya sektor ekonomi.
Gambar 14 (kiri) Konten interaktif melalui media sosial Instagram dengan fitur baru Questions (kanan) Tweet harian mengenai infografis perkembangan COVID-19 dan pelindungan WNI
Gambar 15 Halaman utama Instagram @Kemlu_RI
Realisasi dari IKU B.1.4 melebihi target yang ditetapkan yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya inovasi penggunaan fitur baru pada media sosial yang menarik netizen untuk melakukan engagement, rutinitas dan frekuensi pengunggahan konten harian berupa infografis terkait dengan perkembangan Covid-19 bagi WNI di luar negeri dan WNA di Indonesia, serta banyaknya pertanyaan dari netizen seputar Covid-19 yang selalu diperbaharui.
e. Analisis IKU B.1.5: Nilai capaian keterbukaan informasi publik
IKU ini bertujuan untuk mengukur hasil Survei Keterbukaan Informasi Badan Publik Oleh Komisi Informasi Publik (KIP). Pada tahun 2021, realisasi nilai capaian keterbukaan informasi publik adalah 97,25 dengan capaian 114,95% dari target 84,60, sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel Capaian IKU B.1.5 Tahun 2021
Sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Kementerian Luar Negeri telah melaksanakan Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik
IKU B.1.5 Informasi Kinerja Jumlah
Nilai capaian keterbukaan
informasi publik Hasil survei keterbukaan
informasi badan publik oleh KIP 97,25
Realisasi 97,25
Target 84,60
Capaian 114,95%
melalui wadah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Luar Negeri.
Komisi Informasi Pusat setiap tahun menyelenggarakan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik guna mengukur tingkat keterbukaan informasi seluruh Badan Publik, termasuk Kementerian Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri kembali meraih penghargaan Klasifikasi Badan Publik Informatif (klasifikasi tertinggi) dari hasil Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021. Dengan perolehan nilai 97,25, Kemlu menduduki peringkat ke-10 dari 24 Kementerian yang memperoleh klasifikasi Informatif. Dibandingakan dengan tahun 2020, Kemlu juga telah mendapat klasifikasi “informatif” dengan nilai 91,65, dan berada di peringkat ke-14 dari 16 Kementerian dengan klasifikasi Informatif.
Gambar 16 Penganugerahan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik oleh Wakil Presiden RI kepada Kemlu yang memperoleh klasifikasi Badan Publik Informatif
IKU B.1.5 Informasi
Kinerja Tahun Nilai
Nilai Capaian Keterbukaan Informasi Publik
Hasil survei keterbukaan informasi badan
publik oleh KIP
2019 84,26
2020 91,65
2021 97,25
Bukti kinerja pelayanan informasi publik pada Kemlu telah dituangkan dalam suatu video yang merupakan syarat untuk mengikuti monitoring dan evaluasi dari Komisi Informasi Pusat yang telah diunggah pada laman YouTube Kemlu. Video dimaksud menunjukkan pelayanan informasi publik yang diselenggarakan oleh Kemlu serta capaian-capaian yang telah diperoleh Kemlu sepanjang tahun 2021.
Gambar 17 Video singkat mengenai capaian Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemlu sebagai salah satu syarat mengikuti Monitoring dan Evaluasi Komisi Informasi Pusat
Daftar Informasi Publik (DIP) dan Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan (KID) merupakan salah satu indikator yang dinilai dalam penentuan nilai capaian keterbukaan informasi publik. Dalam rangka meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi, Kementerian Luar Negeri telah menyelenggarakan Forum Admin PPID Kemlu secara virtual pada tanggal 15 Juli 2021 dalam rangka menyusun DIP yang kemudian telah ditetapkan melalui Keputusan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi nomor:
01522/SK/DM/07/2021/58. Uji Konsekuensi Klasifikasi Informasi yang Dikecualikan (KID) terkait isu perjanjian internasional juga telah diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2021 dengan menghasilkan Lembar Pengujian Konsekuensi No. 01523/SK/DM/07/2021/58 Tahun 2021
Selain itu, telah diselenggarakan juga Forum Admin PPID terkait Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP) pada tanggal 17 Juni 2021 dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait pembentukan Peraturan Komisi Informasi (Perki) tentang Keterbukaan Informasi Publik PBJP guna mendukung terselenggaranya good governance yang transparan dan akuntabel.
Gambar 18 (kiri) Penyelenggaraan Forum Admin PPID Kemlu terkait PBJP (kanan) Daftar Informasi Publik
Dalam rangka diseminasi pelaksanaan kebijakan polugri dan diplomasi Indonesia kepada K/L lain yang tergabung dalam Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (BAKOHUMAS), Kemlu telah melaksanakan Forum Tematik BAKOHUMAS secara hybrid dengan tema “Peningkatan Kapasitas terhadap Ancaman dan Peluang Pemanfaatan Siber dalam Pelaksanaan Fungsi Kehumasan Pemerintah” tanggal 13 November 2021.