1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, industri jasa mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat dinamis. Hal ini menyebabkan persaingan antar perusahaan yang bergerak dibidang jasa menjadi semakin kompetitif. Oleh karena itu, agar tetap dapat bertahan dan berkembang dalam menghadapi persaingan perusahaan yang bergerak di industri jasa perlu menerapkan beberapa teknik manajemen yang tepat. Salah satu teknik manajemen yang dapat digunakan adalah anggaran (budget).
Budget didefinisikan sebagai perencanaan keuangan yang mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk mencapainya.
Peranan budget sangat penting dalam proses perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan (Hansen dan Mowen, 2004). Selain itu, budget juga berfungsi sebagai alat koordinasi, komunikasi, motivasi dan evaluasi prestasi (Kenis, 1979). Karena itu, proses penyusunan budget menjadi hal penting yang harus diperhatikan agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
Pada dasarnya proses penyusunan budget merupakan penetapan peran, dimana pihak-pihak yang berkaitan diberi peran untuk melaksanakan kegiatan pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam budget (Mulyadi, 1997). Dalam perusahaan, kinerja manajerial (managerial performance) dihubungkan dengan partisipasinya dalam penyusunan budget. Partisipasi (participation) dalam penyusunan budget merupakan tingkat seberapa besar keterlibatan dan pengaruh manajer dalam proses penyusunan budget baik secara periodik maupun tahunan (Brownell, 1982a). Adanya partisipasi dalam penyusunan budget menyebabkan sikap respek manajer terhadap pekerjan dan perusahaan (Milani, 1975).
Penelitian mengenai pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance merupakan penelitian yang masih banyak diperdebatkan.
Beberapa penelitian mengenai pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance menunjukkan hasil yang tidak konsisten Brownell (1982); Brownell dan Mc. Innes (1986); Frucot dan Shearon (1991); Kren (1992);
dan Eker (2008) menemukan hubungan positif dan signifikan antara budgeting participation dan managerial performance. Berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan Milani (1975) menunjukan hubungan positif yang lemah antara budgeting participation dan managerial performance atau asosiasi negatif antara dua variabel (Bryan dan Locke, 1967).
Hasil penelitian yang tidak konsiten tersebut memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan adanya variable yang menghubungkan pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance. Salah satu variabel yang sering dipakai dalam penelitian untuk menilai pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance adalah job-relevant information (Kren, 1992; Magner, Welker dan Campbell, 1996; Chong, dan Chong, 2002; Chong dan Johnson, 2007; Eker , 2008).
Kren (1992) menyatakan bahwa dalam budgeting participation dan managerial performance dipengaruhi oleh aspek yang situasional yaitu job- relevant information sebagai variabel intervening. Penggunaan job-relevant information yang tinggi memungkinkan manajer untuk meningkatkan performancenya dengan mengambil pilihan tindakan melalui informasi yang baik.
(Chong, 2004). Budgeting participation memberikan kesempatan bagi manajer untuk mengumpulkan, pertukaran, dan menyebarkan informasi dalam proses pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan performance (Chong dan Chong, 2002). Chenhall dan Brownell (1988) menemukan bahwa budgeting participation memberikan informasi yang dapat mengurangi role ambiguity dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan performance. Peningkatan budgeting participation akan berdampak pada peningkatan job-relevant information, dan peningkatan job-relevant information menyebabkan peningkatan managerial performance. (Kren, 1992)
Dalam penelitian yang telah dilakukan oleh Eker (2008) mengenai The Affect of The Relationship Budget Participation and Job-Relevant Information On Managerial Performance, hasilnya menyatakan bahwa managerial performance secara positif dan signifikan berkorelasi dengan budgeting participation dan job- relevant information. Untuk menguji hubungan ini, Eker (2008) melakukan survei pada 150 perusahaan manufaktur dan jasa dari 500 perusahaan di Turki. Dari
hasil analisis penelitiannya manajer dengan performance tinggi cenderung ikut berpartisipasi dalam budgeting participation dibandingkan dengan manager dengan performance rendah. Selain itu, tingginya penggunaan job-relevant information dapat menyebabkan peningkatan performance dan rendahnya penggunaan job-relevant information menyebabkan penurunan dari performance.
Di Indonesia sendiri penelitian mengenai pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance dengan job-relevant information sebagai variable intervening sudah pernah dilakukan (Marsudi dan Ghozali, 2001;
Yusfaningrum dan Ghozali, 2005). Penelitian yang dilakukan di Indonesia ini mengambil objek manajer pada perusahaan go-public dan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Di mana hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa budgeting participation memiliki pengaruh positif terhadap managerial performance. Selain itu, juga terdapat pengaruh positif dan tidak langsung antara budgeting participation terhadap managerial performance melalui job-relevant information sebagai variabel intervening. Untuk itu, peneliti ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan jika objek penelitian dalam menilai pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance.
Perusahaan yang akan dijadikan obyek penelitian adalah perusahaan – perusahaan yang bergerak pada sektor jasa di Surabaya. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana pengaruh budgeting participation terhadap managerial performance pada sektor jasa yang ada di Surabaya.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah budgeting participation berpengaruh langsung terhadap managerial performance pada sektor jasa di Surabaya ?
2. Apakah budgeting participation berpengaruh job relevant information pada sektor jasa di Surabaya?
3. Apakah job relevant information berpengaruh terhadap managerial performance pada sektor jasa di Surabaya?
4. Apakah budgeting participation berpengaruh terhadap managerial performance melalui job-relevant information sebagai variable intervening pada sektor jasa di Surabaya?
1.3 Batasan Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti hanya menganalisis persepsi dari manager perusahaan jasa terkait variabel yang diuji. Selain itu, penelitian ini hanya akan menggunakan populasi dan sampel yang terbatas pada perusahaan jasa di Surabaya. Sehingga, terdapat kemungkinan hasil yang berbeda bila sampel diambil dari luar wilayah Surabaya.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang diuraikan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui apakah budgeting participation berpengaruh langsung terhadap managerial performance pada perusahaan-perusahaan yang bergerak pada sektor jasa yang ada di Surabaya.
2. Untuk mengetahui apakah budgeting participation berpengaruh job- relevant information pada perusahaan-perusahaan yang bergerak pada sektor jasa yang ada di Surabaya.
3. Untuk mengetahui apakah job-relevant information berpengaruh terhadap managerial performance pada perusahaan-perusahaan yang bergerak pada sektor jasa yang ada di Surabaya.
4. Untuk mengetahui apakah budgeting participation berpengaruh terhadap managerial performance dengan job-relevant information sebagai variabel intervening pada sektor jasa di Surabaya.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat menambah wawasan pengetahuan penulis serta memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu akuntansi manajemen.
2. Penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang penting yang dapat menjadi bahan acuan untuk penelitian selanjutnya.
3. Dapat memberikan referensi bagi perusahaan jasa di Surabaya dalam menyusun anggaran dengan menggunakan pendekatan partisipatif agar anggaran tersebut dapat tercapai sesuai dengan tujuannya.
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman, maka pembahasan dalam skripsi ini akan dijabarkan dalam 5 (lima) bab. Masing-masing bab akan dijabarkan sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini akan mengemukakan mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, batasan penelitian, tujuan yang ingin dicapai, manfaat yang ingin diberikan, dan sistematika pembahasan penulisan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Bab ini akan menjelaskan mengenai teori-teori yang akan digunakan dalam penelitian ini yang disertai dengan definisi dan penjelasan dari setiap variabel, diikuti dengan model penelitian dan hipotesis-hipotesis yang akan diuji.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini akan menjelaskan mengenai metode penelitian yang meliputi jenis dan rancangan penelitian, jenis dan sumber data, instrumen dan pengumpulan data, unit analisis, serta teknik analisis data.
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS
Bab ini akan menjelaskan mengenai gambaran umum objek penelitian, deksripsi data, serta hasil analisa dan pembahasan penelitian.
BAB 5 KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN PENELITIAN Bagian terakhir ini akan berisi kesimpulan yang merupakan rangkuman atau intisari dari hasil analisa dan pembahasan yang telah dilakukan penulis, serta saran yang merupakan gagasan perbaikan maupun pemecahan masalah yang diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan.