BEST PRACTICE
(CERITA PRAKTIK BAIK)
PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING DEPAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO DALAM
METODE PBL KURIKULUM 2013
Rindra Putra Prasetya, S.Pd.
NIM : 22597075 NUKG : 2015
PJOK 3 C
PPG DALAM JABATAN 2022 KATEGORI 1 UNIVERSITAS ADI BUANA SURABAYA
2022
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam
Pembelajaran
PEMBELAJARAN SENAM LANTAI GULING DEPAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO DENGAN MODEL PBL PADA
KURIKULUM 2013
Lokasi Surabaya
Lingkup Pendidikan SDN Manukan Kulon Surabaya
Tujuan yang ingin dicapai Peserta didik setelah mengamati video mampu menjelaskan cara melakukan dan mempraktikkan rangkaian gerakan bertumpu pada aktivitas senam lantai yaitu guling depan dengan tepat.
Penulis Rindra Putra Prasetya, S.Pd.
Tanggal 24 September 2022
Situasi:
Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.
Latar Belakang Masalah dari praktik pembelajaran ini adalah:
• Kurangnya Media Pembelajaran Yang Dibuat / Disediakan Sehingga Pembelajaran Kurang Inovatif pada Materi Senam Lantai Guling Depan.
• Pemanfaatan Media Pembelajaran Yang Dibuat / Disediakan Oleh Guru belum berbasis ICT (Information And Communication Technology) pada Senam Lantai Guling Depan.
• Kesulitan Peserta Didik Dalam Memahami Cara Melakukan / Mempraktikkan Gerakan Senam Lantai Pada Guling Depan.
Dari poin di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Peserta didik kesulitan dalam memahami cara melakukan / mempraktikkan gerakan senam lantai pada guling depan hal ini disebabkan peserta didik hanya dapat materi yang sebagian besar bersifat abstrak atau hanya teks narasi dari buku penunjang dan penjelasan pendidik.
2. Media pembelajaran yang digunakan kurang inovatif sehingga tidak atau kurang menarik bagi peserta didik dan tidak menerapkan basis ICT maupun TPACK yang sudah sesuai perkembangan jaman.
3. Pemanfaatan atau pembuatan media pembelajaran yang berbasis ICT dan TPACK tidak dapat diakomodir oleh Pendidik sehingga berimbas pada pemahaman materi yang kurang pada peserta didik.
Pentingnya masalah ini untuk diangkat adalah:
• Praktik ini diharapkan selain bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inpirasi bagi rekan pendidik lain dalam pengembangan media pembelajaran yang akan digunakan.
• Bagi peserta didik diharapkan dengan menggunakan aksi ini peserta didik mampu menjelaskan cara melakukan gerakan bertumpu pada aktivitas senam lantai guling depan serta dapat mempraktikkan gerakan guling depan dengan benar.
Pendidik mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran ini secara efektif, dengan menggunakan model maupun media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Tantangan :
Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,
Dari analisis hasil kajian wawancara dan literatur penyebab dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai yaitu meningkatkan pemahaman dan
kemampuan peserta didik pada senam lantai guling depan, antara lain:
1. Kurangnya Media Pembelajaran Yang Dibuat / Disediakan Sehingga Pembelajaran Kurang Inovatif pada Materi Senam Lantai Guling Depan.
2. Pemanfaatan Media Pembelajaran Yang Dibuat / Disediakan Oleh Guru belum berbasis ICT (Information And Communication Technology) pada Senam Lantai Guling Depan.
3. Kesulitan Peserta Didik Dalam Memahami Cara Melakukan / Mempraktikkan Gerakan Senam Lantai Pada Guling Depan.
Berdasarkan hasil eksplorasi di atas, Tantangan yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut dalam kegiatan aksi ini adalah:
1. Pemanfaatan Atau Pembuatan Media Pembelajaran.
Pemanfaatan atau pembuatan media
pembelajaran yang berbasis ICT dan TPACK tidak dapat diakomodir oleh Pendidik sehingga
berimbas pada pemahaman materi Senam Lantai Guling Depan yang kurang pada peserta didik.
2. Pemilihan Media Pembelajaran.
Media Pembelajaran yang digunakan kurang inovatif sehingga tidak atau kurang menarik bagi peserta didik dan tidak menerapkan basis ICT maupun TPACK yang sudah sesuai
perkembangan jaman.
3. Kesulitan Dalam Pemahaman Peserta didik.
Kesulitan dalam memahami cara melakukan / mempraktikkan gerakan senam lantai pada guling depan hal ini disebabkan peserta didik hanya dapat materi yang sebagian besar bersifat abstrak atau hanya teks narasi dari buku penunjang dan penjelasan pendidik.
Dalam kegiatan aksi ini banyak yang terlibat yaitu:
1. Kepala Sekolah dalam pemberian ijin pemakaian sarpras dan pelaksanaan kegiatan.
2. Rekan sejawat, membantu dalam merekamkan video saat proses pembelajaran.
3. Peserta didik kelas 4.
Aksi :
Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk
menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi ini
Langkah-langkah yang harus di lakukan oleh pendidik sesuai tantangan yang dihadapi antara lain:
1. Pemanfaatan Atau Pembuatan Media Pembelajaran
Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemanfaatan atau pembuatan media
pembelajaran memilih dari berbagai macam media pembelajaran yakni berupa audio, visual, audio-visual, gambar fotografi dsb. dari berbagai platform yang ada baik berbasis website, aplikasi maupun video rekaman.
Disini pendidik memilih membuat media pembelajaran agar dapat disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan lingkungan sekolah.
Proses setelah menentukan antara pemanfaatan media pembelajaran dari berbagai sumber dengan pembuatan video, proses selanjutnya adalah menentukan media apa yang akan dibuat dari banyaknya macam media pembelajaran yang ada.
Sumber daya yang diperlukan untuk
melaksanakan media pembelajaran ini antara lain pengetahuan pendidik dalam menggunakan alat perekam video, alat seperti gawai/kamera dan komputer/laptop.
Yang Terlibat selain pendidik dalam kegiatan ini dibantu oleh rekan sejawat dalam proses
pembuatan / perekaman video dan editing video.
2. Pemilihan Media Pembelajaran
Strategi yang dilakukan pendidik dalam pemilihan media pembelajaran adalah dengan memilih media pembelajaran yang dirasa tepat dan sesuai dengan materi pelajaran dan juga harus sesuai karakteristik peserta didik, selain itu pendidik juga bisa memilih media pembelajaran yang dikuasainya baik dalam pembuatan dan juga pengoprasian yang berbasis ICT dan TPACK.
Disini pendidik memilih membuat media
pembelajaran berbasis video secara sederhana.
Proses pemilihan media menentukan media yang sesuai dan paling pas dan berbasis ICT dan TPACK serta menarik bagi peserta didik dari berbagai macam media seperti media audio, media visual, media audio-visual, media gambar foto, serbaneka dsb, pendidik memilih audio- visual yaitu berupa Video karena media video membantu pemahaman siswa terhadap suatu materi pembelajaran,dapat memberikan pengalaman menyeluruh dalam belajar, dapat diputar ulang bila kurang memahami.
Sumber daya yang diperlukan untuk pemilihan media pembelajaran ini antara lain pengetahuan pendidik dalam menggunakan alat perekam video, dan aplikasi editing video.
Yang Terlibat selain pendidik dalam kegiatan ini dibantu oleh rekan sejawat dalam proses
pembuatan / perekaman video dan editing video.
3. Kesulitan Dalam Pemahaman Peserta didik.
Strategi yang digunakan yaitu memberikan pemahaman atau materi kepada peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar menarik bagi peserta didik yang diharapkan pemahaman peserta didik akan meningkat seiring motivasi peserta didik yang meningkat.
Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik, pendidik menentukan kegiatan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran.
Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan metode ini antara lain pemahaman/kompetensi pendidik akan pembuatan RPP atau modul ajar dan juga kreatifitas merancang kegiatan-kegiatan yang membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.
Yang terlibat yakni pendidik selaku aktor utama untuk memilih metode yang sesuai dan menarik dan peserta didik.
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?
Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor
keberhasilan atau ketidakberhasilan dari
strategi yang dilakukan? Apa
Dampak dari aksi dari langkah-langkah yang
dilakukan hasilnya efektif hal ini dapat dilihat dari:
1. Penggunaan media pembelajaran berupa video ini sangat membantu pemahaman peserta didik tentang materi senam lantai guling depan dibuktikan dengan hasil pembelajaran peserta didik yang memenuhi KKM.
2. Pembuatan media video dalam pembelajaran sangat efektif karena sangat membantu pendidik dalam menyampaikan materi dengan mudah dan realitis.
pembelajaran dari
keseluruhan proses tersebut 3. Pemilihan media pembelajaran berupa video mendapat respon baik dari peserta didik karena media video dapat diterima oleh peserta didik melalui visual maupun audio, tidak abstrak seperti bentuk teks buku dan dapat diulang- ulang. Hal ini dapat diukur dari peserta didik yang gembira dan nyaman dalam pembelajaran.
Respon dari orang lain mengenai strategi yang dilakukan adalah:
• Respon dari peserta didik positif, mereka senang dalam pembelajaran ini.
• Respon dari teman sejawat bagus, karena siswa lebih aktif dan dalam pembelajaran dan lebih bervariatif dalam pembelajaran.
Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah:
• Penguasaan pendidik terhadap media pembelajaran, metode, model dan langkah- langkah pada rencana pelaksaanaan pembelajaran yang sudah dibuat.
• Peserta didik diberikan media video yang dapat diputar ulang berkali-kali dan menampilkan gambar yang bergerak sesuai asli dan audio.
Pembelajaran yang saya dapat dalam seluruh rangkaian proses tersebut adalah:
Penggunaan media pembelajaran yang sesui terutama yang menarik dan inovatif akan sangat berpangaruh dalam keberhasilan pembelajaran karena ketertarikan peserta didik terhadap materi meningkat dan apabila kurang memahami dapat diulang kembali serta peserta didik akan
mendapatkan pengalaman yang sepenuhnya seperti kondisi riil bukan abstrak seperti teks dari buku dengan tujuan untuk mencapai target yang di inginkan.
Penggunaan Media berbasis ICT dan TPACK dalam pembelajaran sangat membantu guru dalam
menyampaikan materi yang sulit di pahami oleh peserta didik, sehingga pengunaan TPACK dalam setiap pembelajaran sangat berpengaruh di samping pengunaan model pembelajaran dalam keberhasilan guru dalam menyampaikan materi yang di terima oleh peserta didik.