• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Tentang Prosedur Penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas Dan Kartu Izin Tinggal Tetap Warga Negara Asing Di Kantor Imigrasi Belawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Tentang Prosedur Penerbitan Kartu Izin Tinggal Terbatas Dan Kartu Izin Tinggal Tetap Warga Negara Asing Di Kantor Imigrasi Belawan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PENGATURAN HUKUM TENTANG PENERBITAN KARTU IZIN TINGGAL TERBATAS DAN KARTU IZIN TINGGAL TETAP

WARGA NEGARA ASING

A. Pengertian dan Dasar Hukum Kartu Izin Tinggal Terbatas dan Kartu Izin Tinggal Tetap Warga Negara Asing .

1. Pengertian kartu izin tinggal terbatas dan pengertian kartu izin tinggal tetap warga negara asing

a. Pengertian kartu izin tinggal terbatas

Izin tinggal terbatas adalah Izin yang di berikan kepada warga negara asing yang pemegang visa izin tinggal sementara. Tidak hanya itu izin tinggal terbatas juga merupakan salah satu jenis izin keimigrasian yang memberi izin kepada warga Negara asing untuk tinggal di dalam wilayah Negara Republik Indonesia dalam jangka waktu terbatas. Orang asing yang boleh mendapatkan izin terbatas adalah:

(2)

a) Orang asing dalam rangka penanaman modal; b) Bekerja sebagai tenaga ahli;

c) Melakukan tugas sebagai rohaniawan; d) Mengikuti pendidikan dan pelatihan; e) Mengadakan penelitian ilmiah;

f) Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang izin tinggal terbatas

g) Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibubagian eks kewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan /atau ibu warga negara Indonesia;

h) Menggabungkan diri dengan ayah dan /atau ibu pemegang izin tinggal terbatas

i) Orang Asing eks warganegara Indonesia; dan j) Wisatawan lanjut usia mancanegara.

2 ) Anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan atau ibunya pemegang Izin tinggal terbatas;

(3)

b) Orang asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia; atau

c) Anak dari orang asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia.

Izin Tinggal terbatas juga dapat diberikan kepada Orang Asing untuk melakukan pekerjaan singkat. Izin Tinggal terbatas berakhir karena pemegang Izin Tinggal terbatas:

1. Kembali ke negara asalnya dan tidak bermaksud masuk lagi ke Wilayah Indonesia;

2. Kembali ke negara asalnya dan tidak kembali lagi melebihi masa berlaku Izin Masuk Kembali yang dimilikinya;

3. Memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia 4. Izinnya telah habis masa berlaku;

5. Izinnya beralih status menjadi Izin Tinggal Tetap;

6. Izinnya dibatalkan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;

7. Dikenai Deportasi; atau 8. Meninggal dunia

Izin tinggal terbatas menurut perkawinan campuran

(4)

2. Orang asing sebagaimana dimaksud pada point 1yang suami atau istrinya warga negara Indonesia meninggal dunia harusmemiliki Penjamin berkewarganegaraan Indonesia.

3. Dalam hal ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan tetap berlaku.

4. Anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan sebagaimana dimaksud yang ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, harus memiliki Penjamin berkewarganegaraan Indonesia.

b. Pengertian Kartu Izin Tinggal Tetap

Izin tinggal tetap adalah izin yang diberikan kepada Orang Asing tertentu untuk bertempat tinggal dan menetap di Wilayah Indonesia sebagai penduduk Indonesia.

Izin Tinggal Tetap dapat diberikan kepada:

a. Orang asing pemegang izin tinggal terbatas sebagai rohaniawan, pekerja, investor, dan lanjut usia;

b. Keluarga karena perkawinan campuran;

c. Suami, istri, dan/atau anak dari orang asing pemegang izin tinggal tetap; dan

(5)

Izin tinggal tetap bagi orang asing sebagaimana dimaksud pada point 1 diberikan melalui alih status. Izin Tinggal Tetap yang diberikan kepada Orang Asing sebagaimana dimaksud pada point 1, juga dapat diberikan kepada:

a. Eks subyek anak berkewarganegaraan ganda Republik Indonesia yang memilih kewarganegaraan asing;

b. Anak yang lahir di Indonesia dari orang asing pemegang Izin Tinggal Tetap; dan

c. Warga negara Indonesia yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia di wilayah Indonesia.

Izin tinggal tetap bagi orang asing sebagaimana dimaksud pada point 2 diberikan secara langsung tanpa melalui alih status .Alih status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kepada orang asing dalam rangka:

a. Menanamkan modal;

b. Bekerja sebagai tenaga ahli langka;

c. Bekerja sebagai pimpinan tertinggi perusahaan; d. Melaksanakan tugas sebagai rohaniwan;

e. Menggabungkan diri dengan suami atau isteri warga Negara Indonesia;

(6)

kekeluargaan dengan orang tua warga negara Indonesia dan belum kawin;

g. Menggabungkan diri dengan suami atau isteri pemegang izin tinggal tetap;

h. Menggabungkan diri dengan orang tua pemegang izin tinggal tetap bagi anak yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;

i. Memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia; atau

j. Wisatawan lanjut usia mancanegara.

Alih status Izin Tinggal Terbatas menjadi Izin Tinggal Tetap harus memperhatikan aspek kemanfaatan orang asing tersebut bagi pembangunan nasional dan aspek kemanusiaan.21

1. Izin tinggal terbatas dalam hal suami atau istri warga negara Indonesia meninggal dunia, izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap orang asing yang diperoleh karena perkawinan campuran tetap berlaku.

Izin tinggal tetap Menurut perkawinan campuran

21

(7)

2. Orang asing sebagaimana dimaksud pada point 1yang suami atau istrinya warga negara Indonesia meninggal dunia harus memiliki penjamin berkewarganegaraan Indonesia.

3. Dalam hal ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan tetap berlaku. 4. Anak berkewarganegaraan asing dari hasil perkawinan

sebagaimana dimaksud yang ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia meninggal dunia, harus memiliki penjamin berkewarganegaraan Indonesia.

5. Untuk perkawinan campuran yang telah berusia 10 (sepuluh) tahun atau lebih, izin tinggal tetap orang asing yang diperoleh karena perkawinan yang sah tetap berlaku walaupun perkawinannya telah berakhir karena perceraian dan/atau atas putusan pengadilan. 6. Pemegang izin tinggal tetap tersebut harus memiliki penjamin

berkewarganegaraan Indonesia.

(8)

8. Penjamin tersebut merupakan perorangan yang berkewarganegaraan Indonesia.

9. Penjamin tersebut harus diajukan pada Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal orang asing dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal diterbitkannya akta perceraian.

10.Jika orang asing tidak mengajukan Penjamin dalam jangka waktu yang ditentukan, maka izin tinggal tetap dibatalkan.22

2.Dasar hukum yang mengatur tentang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap

Dalam membicarakan mengenai dasar hukum yang mengatur penerbitan kartu izintinggal tetap dan kartu izin tinggal terbatas maka ada beberapa bidang hukumyang saling berkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Bidang hukum yang pokok yang menjadi dasar hukum pengaturan izin tinggal adalah:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Bahwa Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1992 tentang Keimigrasian sudah tidak memadai lagi untuk memenuhi berbagai perkembangan kebutuhan pengaturan, pelayanan, dan pengawasan di bidang Keimigrasian sehingga perlu dicabut dan diganti dengan undang-undang baru

22

(9)

yang lebih komprehensif serta mampu menjawab tantangan yang ada yaitu digantikan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011. Peraturan.Pemerintah Nomor 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3563) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2005 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk dan Izin Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 95, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4541)

Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 tentang Bebas Visa Kunjungan Singkat sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 tentang Bebas Visa Kunjungan Singkat;

(10)

B. Tujuan dan Fungsi Kartu Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap.

1. Tujuan kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap . a. Bidang politik

Ada berbagai pendapat yang menyatakan di mana sebenarnya tujuan keimigrasian itu berada dalam masalah izin tinggal.Di satu sisi tujuan penerbitan kartu izin tinggal , sebagai bagian dari sistem hukum administrasi negara, hukum keimigrasian sering disertai dengan sanksi pidana yang kadangkala terasa janggal. Di sisi lain, hukum keimigrasian juga mengatur kewarganegaraan seseorang,.Dan juga mengatur masalah izin tinggal warga negara asing.Di samping itu, hukum keimigrasian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan hubungan internasional. Berbagai pendapat tersebut ada benarnya karena segalanya bergantung pada cara memandang fungsi keimigrasian itu. Di bidang politik sering tujuan keimigrasian ditempatkan pada hubungan internasional, di sisi lain hak seseorang untuk melintasi batas negaradan bertempat tinggal di suatu negara dilihat sebagai hak asasi manusia. Meskipun demikian, kedaulatan negara penerima juga tidak dapat diabaikan. Berbagai konvensi internasioanal, seperti United Nations Convention 1951 Concerning of

Refugees Status (selanjutnya disebut Konvensi PBB Tahun 1951)

(11)

penerima. Pencari suaka politik (asylum seekers) akan mendapatkan hak-hak hidupnya dan perlindungan atas dirinya di negara terakhir ia berada. Itu berarti bahwa ia mendapatkan suatu perlakuan khusus di bidang keimigrasian dengan memiliki izin tinggal, seorang asing dapat bertempat tinggal di suatu negara tanpa mengikuti ketentuan umum mengenai keimigrasian. Pada kesempatan ini sering hukum keimigrasian digunakan untuk melindungi kepentingan politik suatu negara, seperti yang menyangkut masalah sentimen ras, agama, serta faktor lain yang berkaitan dengan komposisi atau struktur kependudukan di dalam suatu negara.23

b. Bidang ekonomi

Di bidang ekonomi tampak jelas sekali keterkaitan tujuan imigrasi dalam mengeluarkan kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap untuk warga negara asing .dalam rangka melaksanakan politik perekonomian suatu negara. Hal itu terkait dalam kerangka pertumbuhan dan perkembangan perekonomian global yang ditandai dengan peningkatan arus investasi sehingga menciptakan lapangan kerja, mengalirkan teknologi baru, dan akan meningkatkan arus manusia ke kawasan tersebut, atau dengan kata lain, ke mana investasi ditanam ke sana pula arus manusia mengikutinya. Di dalam kaitan ini sangatlah jelas bahwa jasa keimigrasian di suatu negara merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonominya. Sektor

23

(12)

perekonomian membutuhkan jasa infrastruktur lain, seperti jasa fasilitas transportasi, jasa fasilitas komunikasi, jasa fasilitas pengelolaan sumber daya alam dan manusia serta jasa fasilitas perbankan. Maka, sudah dapat dipastikan bahwa kini jasa fasilitas keimigrasian merupakan bagian dari infrastruktur perekonomian suatu negara.Karena banyaknya investor asing yang menanamkan modal di wilayah republik Indonesia.

Pemberian fasilitas jasa keimigrasian, seperti pemberian izin masuk, izin masuk kembali (re-entry permit), izin masuk beberapa kali perjalanan

(multiple re-entry permit), seta bermacam-macam izin tinggal (izin singgah, izin kunjungan, izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap) merupakan bagian dari infrastruktur perekonomian. Begitu pula dengan aspek pengawasan orang asing, termasuk pembatasan yang diberlakukan terhadap seorang asing untuk memperoleh izin masuk atau izin tinggal di suatu negara baik sebagai pencari kerja maupun investor, yang dimaksudkan untuk melindungi warga negaranya dari sisi perekonomian dalam mengahadapi persaingan hidup.

Sebagai infrastruktur perekonomian, pembentukan pola-pola (scheme)

(13)

dan dana dalam jumlah tertentu sebagai modal kerja yang ditanam dalam suatu perusahaan. Kemudian, kinerja perusahaan akan dinilai setiap tahun sebelum pihak imigrasi memutuskan untuk memberikan izin tinggal tetap bagi orang asing tersebut.24

c. Bidang sosial budaya

Pergerakan dan perpindahan manusia sebagai individu atau kelompok akan mempunyai dampak, baik yang bersifat positif maupun negatif pada individu atau kelompok penerima. Pengaruh sosial dan budaya terjadi karena ada interaksi di antara mereka, baik di lingkungan pendatang maupun penerima. Negara berkepentingan, melalui keimigrasian sudah sangat jelas tujuan penerbitan kartu izin tinggal terbatas maupun kartu izin tinggal tetap dalam bidang sosial budaya.Salah satunya untuk tetap menjaga kondisi sosial dan budaya yang ada di dalam masyarakat agar pengaruh dari luar tidak merusak struktur sosial budaya masyarakatnya, melalui kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah, harus mampu menyaring serta mengatur hal-hal dimaksud di atas.

(14)

terjadi, misalnya konflik sosial, perkawinan antara pengungsi dan penduduk lokal yang berdampak pada status kewarganegaraan anak mereka. Serta pertikaian akibat kecemburuan sosial dari suatu kelompok kepada kelompok lain. Sekalipun tempat penampungan pengungsi tersebut dikelola oleh

International Organization for Migration (IOM), keberadaan dan kegiatan

orang-orang Myanmar itu terus diawasi oleh imigrasi setempat.Satu kasus pernah diungkap oleh Direktorat Jenderal Imigrasi ketika warga Myanmar pemegang status pengungsi tertangkap tangan dalam sebuah operasi pengawasan keimigrasian ketika hendak melakukan perbuatan asusila tersebut25

d. Bidang keamanan .

Permasalahan yang timbul dan berkaitan dengan aspek politis, ekonomis, sosial, dan budaya pada masyarakat akan sangat berpengaruh pada stabilitas keamanan negara tersebut. Fungsi keimigrasian yang mengatur serta mengawasi keberadaan orang asing di negara tersebut akan memiliki peran yang signifikan. Secara universal imigrasi dijadikan sebagai ‘penjuru’ (vocal point). Kebijakan yang salah atau tidak tepat di dalam menangani masalah ini akan mempunyai dampak yang sangat besar pada bidang lain. Sebagai contoh, kebijakan keimigrasian untuk mengatasi kejahatan terorganisasi lintas negara, harus dapat menjangkau juga bidang lain seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya, baik yang berskala nasional, regional, maupun internasional. Oleh

25

(15)

karena itu, kebijakan keimigrasian mempunyai keterkaitan substansial yang berdampak beruntun (multiplier effect).

Contoh lainnya setelah terjadi insiden pemboman di Bali pada tanggal 12 November 2002 tengah malam.Pada esok harinya telah terjadi suatu evakuasi korban dan eksodus para wisatawan asing meninggalkan Bali secara besar-besaran ke Australia dengan mengunakan penerbangan pesawat tambahan. Pada saat itu imigrasi Indonesia telah mentapkan suatu kebijakan dalam keadaan ‘force mayeur’ untuk mengizinkan keberangkatan mereka tanpa menggunakan dokumen (paspor kebangsaan) karena kebanyakan dari mereka telah kehilangan paspor.Karena adanya penerbitan izin tinggal maka semua dokumen Warga Negara Asing tersebut telah ada dipihak Keimigrasian tersebut. Namun demikian dari segi keamanan, petugas imigrasi melakukan pencatatan (fotokopi) dokumen yang ada dan pengambilan gambar diri (potret) secara langsung bagi mereka yang tidak memiliki dokumen maupun izin tinggal yang berhubungan dengan keimigrasian. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan antisipatif sekiranya di antara mereka terdapat pelaku pengeboman yang hendak melarikan diri.26

e. Bidang kependudukan

(16)

ekonomis, sosial, budaya, serta keamanan nasioal. Isu SARA sering menjadi pemicu stabilitas keamanan yang akan berkaitan erat atau berdampak pada situasi perekonomian baik perekonomian wilayah maupun nasional. Bahkan, lebih luas daripada itu, isu SARA dapat berpengaruh pada situasi perekonomian dan keamanan secara regional ataupun internasional.Disini tampak secara jelas bahwa fungsi keimigrasian di berbagai lini kehidupan, walaupun pengaruhnya tidak begitu signifikan, terlihat keterkaitannya.

Hal ini memang tepat karena sejak kedatangan orang asing pada saat pertama kali sampai ia mempunyai hak menurut ketentuan yang berlaku untuk mengajukan perwarganegaraan seluruh catatan keberadaan orang tersebut ada pada pihak imigrasi..

Karena lamanya Warga Negara Asing tersebut memiliki izin tinggal di Indonesia ,baik izin tinggal terbatas maupun izin tinggal tetap, apabila Warga Negara Asing itu berniat pindah warga negara dan ingin menjadi warga negara Indonesia, maka harus memenuhi syarat-syarat dan kriteria yang telah di tentukan oleh pihak keimigrasian. Apabila telah memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh pihak keimigrasian, maka sah saja seseorang Warga Negara Asing menjadi Warga Negara Indonesia.27

2. Fungsi Kartu Izin Tinggal Terbatas dan Kartu Izin Tinggal Tetap. a . Fungsi pelayanan masyarakat.

27

(17)

Fungsi ini merupakan salah satu fungsi keimigrasian dalam mengurus fungsi penyelengaraan pemerintah atau administrasi negara yang mencerminkan aspek pelayanan.Dari aspek itu ,imigrasi dituntut untuk memberi pelayanan prima di bidang keimigrasian kepada warga negara asing.

Pelayanan bagi warga negara asing terdiri dari;

1) Pemberian Dokumen Keimigrasian (DOKIM) berupa: Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), Kemudahan Khusus Keimigrasian (DAHSUSKIM);

2) Perpanjangan izin tinggal meliputi: Visa Kunjungan Wisata (VKW), Visa Kunjungan Sosial Budaya (VKSB), Visa Kunjungan Usaha(VKU).

3) Perpanjangan DOKIM meliputi KITAS, KITAP, DAHSUSKIM

4) Pemberian Izin masuk kembali Izinbertolak 5) Pemberian Tanda Masuk dan Bertolak.

(18)

b. Fungsi penegakan hukum

Dalam pelaksanaan tugas keimigrasian setelah diterbitkannya kartu izin tinggal, keseluruhan aturan hukum keimigrasian itu ditegakan kepada setiap orang yang berada di dalam wilayah hukum Negara RI baik itu warga negara asing atau warga negara asing .

Penegakan hukum keimigrasian terhadap warga negara,Indonesia ditunjukkan pada permasalahan:

1) Pemalsuan Identitas

2) Pertanggung jawaban sponsor. 3) Kepemilikan paspor ganda, dan

4) Keterlibatan dalam pelanggaran aturan keimigrasian

Penegakan hukum terhadap warga negara asing di tunjukkan pada permasalahan:

1) Pemalsuan identitas warga negara asing

2) Pendaftaran orang asing dan Pemberian orang asing 3) Penyalahgunaan Izin Tinggal.

4) Masuk secara ilegal dan berda secara illegal 5) Pemantauan/razia, dan

6) Kerawanan keimigrasian secara geografis dalam perlintasan.

(19)

Semua itu bentuk penegakan hukum yang bersifat administratif.Setelah diterbitkannya Kartu izin tinggal baik izin terbatas maupun izin tinggal tetap, dalam hal penegakan hukum yang bersifat proyustisia,yaitu kewenangan penyidikan,tercakup tugas penyidikan (pemanggilan ,penangkapan penahanan, pemeriksaan, penggeledeahaan penyitaan), pemberkasaan perkara serta pengajuan berkas perkara ke penuntut umum.

Dengan demikian warga negara asing tidak memiliki perbedaan hukum dengan warga negara Indonesia itu sendiri apabila melakukan pelanggaran dan memiliki kekuatan hukum yang sama setelah diterbitkannya kartu izin tinggal tersebut.28

28

http// www. Google.com,fungsi imigrasi tentang izin tinggal. Diakses Tanggal 27 mei

c. Fungsi keamanan

Imigrasi berfungsi sebagai penjaga pintu gerbang Negara. Dikatakan demikian karena imigrasimerupakan istitusi pertama dan terakhir yang menyaring kedatangan dan keberangkatan orang asing ke dan dari wilayah RI.Pelaksanaan fungsi keamanan yang ditunjukan kepada WNA adalah: (1) Melakukan seleksi terhadap setiap maksud kedatangan orang asing melalui pemeriksaan permohonan visa.

(20)

(3) Melakukan operasi intelijen keimigrasian bagi kepentingan keamanan Negara ,dan

(4) Melaksanakan pencegahan dan penangkalan , yaitu larangan bagi seseorang untuk meninggalkan wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu dan/atau larangan untuk memasuki wilayah Indonesia dalam waktu tertentu.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut , harus di ingat bahwa di era globalisasi aspek hubungan kemanusian yang selama ini bersifat nasional berkembang menjadi bersifat internasional , terutama di bidang perekonomian,demi peningkatan kesejahteraan .Untuk mengantisipasinya, perlu menata atau nmengubah peraturan perundangan , secara sinergi baik di bidang ekonomi,industri, perdagangan,transportasi,ketenagakerjaan, maupun peraturan di bidang lalu-lintas orang dan barang yang dapat memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, Perubahan itu diperlukan guna meningkatkan intensitas hubungan Negara Republik Indonesia dengan dunia internasional yang mempunyai dampak sangat besar pada pelaksanaan tersebut, serta menghindari adanya tumpang-tindih peraturan. Setelah penerbitan kartu izin tinggal maka pihak keimigrasian berhak melindungi warga negara asing tersebut.29

29

(21)

d. Lembaga yang Berwenang Mengeluarkan Kartu Izin Tinggal Terbatas dan Kartu Izin Tinggal Tetap Kepada Warga Negara Asing

Direktorat Jenderal Imigrasi adalah sebuah struktur bagian dari kementerian Hukum dan HAM yang memiliki tugas pokok merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang imigrasi.

(22)

direncanakan Direktorat baru tersebut dengan nama Direktorat Intelijen Keimigrasian, dimana Direktorat ini dirasakan cukup penting dalam menunjang tugas-tugas keimigrasian dan sekaligus mengantisipasi segala bentuk kejahatan internasional tersebut, akan tetapi hal ini masih dalam proses perencanaan pada Direktorat Jenderal lmigrasi.Dengan pengembangan organisasi yang demikian itu, maka Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini secara jelas telah menentukan kerangka tugasnya yang tercermin dalan tri fungsi Imigrasi yaitu sebagai aparatur pelayanan masyarakat, pengamanan negara dan penegakan hukum keimi-grasian, serta sebagai fasilitator ekonomi nasional. Direktorat Jenderal Imigrasi menyadari sepenuhnya bahwa untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut sangat membutuhkan dukungan dari setiap personel yang ada didalamnya, oleh karena itu Direktorat Jenderal Imigrasi senantiasa berupaya untuk menjaga dan meningkatkan profesionalisme, kualitas dan kehandalan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Setiap personel Direktorat Jenderal Imigrasi harus tetap berpegang pada nilai-nilai yang terdapat dalam Panca Bhakti Insan Imigrasi yakni: Taqwa, Menjunjung Tinggi Kehormatan, Cendekia, Integritas Pribadi dan Inovatif. Hal ini berarti setiap insan Imigrasi menyadari bahwa kualitas pribadi akan mendukung secara langsung kualitas kerjanya. Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan Fungsi :

(23)

penyidikan dan penindakan, lintas batas dan kerjasama luar negeri serta sistem informasi keimigrasian.

b) Pelaksanaan kebijakan di bidang dokumen perjalanan, visa dan fasilitas, izin tinggal dan status, intelijen penyidikan dan penindakan, lintas batas dan kerjasama luar negeri serta sistem informasi keimigrasian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

c) Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang dokumen perjalanan, visa dan fasilitas, izin tinggal dan status, intelijen penyidikan dan penindakan, lintas batas dan kerjasama luar negeri serta sistem informasi keimigrasian.

d) Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi .

e) Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jenderal.

Direktorat jenderal mempunyai Struktur Organisasi sebagai berikut:

1) Direktur Jenderal Imigrasi.

2) Sekretaris Direktur Jenderal Imigrasi.

3) Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa & Fasilitas Keimigrasian. 4) Direktorat Pengawasan & Penindakan Keimigrasian.

5) Direktorat Lintas Batas & Kerja Sama Luar Negeri. 6) Direktorat Intelijen Keimigrasian.

(24)

8) Direktorat Sistem Informasi Keimigrasian.

Dalam struktur organisasi di atas yang mempunyai tugas yang berhubungan dengan izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap umtuk warga negara asing hanya dua struktur organisasi, yaitu:

1. Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian

2. Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian

Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan izin tinggal dan status keimigrasian sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang izin tinggal, alih status keimigrasian, dan penelaahan status keimigrasian dan kewarganegaraan;

(25)

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan criteria di bidang izin tinggal, alih status keimigrasian dan penelaahan status keimigrasian dan kewarganegaraan;

d. pelaksanaan kebijakan teknis di bidang izin tinggal, alih status keimigrasian dan penelaahan status keimigrasian dan kewarganegaraan; dan

e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga, serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian .

Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian

Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan dokumen perjalanan, visa dan fasilitas keimigrasian sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam kalimat di atas, Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan perumusan rancangan kebijakan di bidang dokumen perjalanan, visa dan fasilitas keimigrasian;

(26)

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur dan criteria di bidang dokumen perjalanan, visa dan fasilitas keimigrasian;

d. penyiapan perumusan dan pengkoordinasian kebijakan teknis di bidang surat perjalanan dan surat perjalanan khusus tenaga kerja Indonesia, visa, izin masuk, bertolak dan tempat pemeriksaan imigrasi serta fasilitas keimigrasian;

e. pelaksanaan pembinaan, pengendalian dan bimbingan teknis di bidang surat perjalanan dan surat perjalanan khusus tenaga kerja Indonesia, visa, izin masuk, bertolak, dan tempat pemeriksaan imigrasi serta fasilitas keimigrasian;

f. pelaksanaan kebijakan di bidang surat perjalanan dan surat perjalanan khusus tenaga kerja Indonesia, visa, izin masuk, bertolak, tempat pemeriksaan imigrasi serta fasilitas keimigrasian; dan

g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga, serta evaluasi dan penyusunan laporan Direktorat Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian.30

30

Referensi

Dokumen terkait

Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebelum diterapkan ke desa dapat dilakukan peningkatan kapasitas pemerintah desa terutama bendahara desa atau operator desa

Metode yang digunakan adalah Algoritma Genetika, yang bekerja menggunakan fungsi obyektif dan nilai fitness, serta mengombinasikan antara operator seleksi,

menuju ke output layer adalah sigmoid biner (sigmoid logistik) dan fungsi aktivasi yang digunakan untuk sinyal output adalah fungsi idensitas (purelin).Berdasarkan

Dalam lingkup pencarian rute terpendek ini tidak dapat dikatakan secara langsung algoritma mana yang paling optimum untuk keseluruhan kasus, karena belum tentu suatu

rancangan basis data inventaris barang yang akan digunakan untuk mengembakan aplikasi basis data terdistribusi. Rancangan basis data ini memiliki tabel-tabel yang

Solusi agar booth tersebut terlihat minimalis adalah dengan dibuatnya sebuah server untuk mengatur segala yang ditampilkan di Televisi yang mempunyai fitur Digital

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengembangan dan pengaruh modul fisika berbasis Problem Based Learning pada materi fluida dinamis dalam

mengutarakan hal tersebut kepada Aisyah. Ketika Nabi datang, Aisyah menyampaikan hal tersebut kepadanya. Kemudian Nabi mendatangi kami, dan kami telah masuk kamar untuk tidur.