BAB III
METODE PENELITIAN
A. Metode dan Desain Penelitian
Metode penelitian merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh peneliti guna
memeroleh informasi yang berkaitan dengan penelitiannya. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 3),
metode penelitian didefinisikan sebagai “cara ilmiah untuk mendapatkan data yang sesuai
dengan tujuan penelitian”. Oleh karenanya, peneliti perlu memperhatikan pertanyaan penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian dan data yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam
proses penetapan metode penelitian.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengacu pada pandangan filsafat
postpositivisme, dimana realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik kompleks,
dinamis, penuh makna dan bersifat interaktif (Sugiyono, 2013). Metode kualitatif dipilih karena
peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara
mendalam dan terinci. Menurut Bodgan dan Taylor, 1975 (dalam Moleong, 2014, hlm. 3),
pendekatan kualitatif merupakan “sebuah prosedur dasar penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada November 2015, diketahui fakta
bahwa terdapat keunggulan di Perpustakaan Sekolah Bina Persada (SBP) berupa implementasi
konsep alive library sebagai brand positioning. Fakta inilah yang kemudian akan dijabarkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif
dianggap sesuai, karena BP merupakan suatu upaya multidisipliner yang melibatkan banyak
aspek. Oleh sebab itu, untuk menggali nilai keunggulan alive library sebagai brand positioning, dibutuhkan metode yang mendalam sekaligus penyajian hasil penelitian berupa deskripsi
sehingga keunggulan yang diteliti dapat terpaparkan secara optimal untuk menghasilkan
pemahaman yang komperhensif.
Selain metode yang tepat, dibutuhkan pula desain penelitian sehingga arah penelitian
penelitian sehingga informasi yang diperlukan tentang masalah yang diteliti dapat dikumpulkan
secara faktual”.
Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Doodley (2002,
hlm. 337) menyatakan, “Cases (sometimes referred to as case writing) and case study are different in manyways and resemble each other in otherways. We will look at them both individually. The case itself is as account of an activity, event, or problem. The case usually describes a series of events that reflect the activity of problem as it happened”. Sementara, Yin
(2009, hlm. 29) menyatakan, “Of course, the ‘case’ also can be some event of entity other than a single individual. Case studies have been done about decisions, programs, the implementation process, and organizational process”. Sebagaimana yang dikatakan oleh Yin (2009), studi kasus tidak hanya digunakan untuk menguji suatu masalah, tetapi bisa juga digunakan untuk menggali
proses implementasi dari suatu program. Hal ini sesuai dengan fokus penelitian yang telah
dirumuskan, yaitu untuk menggali keunggulan yang dimiliki oleh Perpustakaan SBP berupa
implementasi brand positioning. Oleh karena itu, model studi kasus dianggap relevan untuk digunakan pada penelitian ini.
B. Partisipan dan Tempat Penelitian
1. Partisipan
Subjek penelitian ini berjumlah sebelas orang dengan kriteria tertentu. Menurut Meolong
(2014, hlm. 90), partisipan atau informan didefinisikan sebagai “orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian secara faktual". Peneliti
menentukan beberapa kriteria guna memudahkan dalam menentukan partisipan, sebagai berikut:
1) merupakan warga sekolah Perpustakaan SBP;
2) pernah mengunjungi Perpustakaan SBP;
3) bersedia berpartisipasi dalam penelitian sebagai informan.
Peneliti menetapkan kriteria-kriteria tersebut dengan pertimbangan bahwa penilaian
informan (1 orang guru senior yang mewakili unsur kepala sekolah, 7 orang perwakilan siswa,
dan 2 orang perwakilan guru), serta 1 orang ahli bidang brand positioning.
2. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Sekolah Bina Persada (SBP), yang berada di Jl.
Setra Duta Cemara, Blok K, Setra Duta Residence, Kota Bandung. Lokasi ini dipilih karena
Perpustakaan SBP memiliki keunggulan berupa penerapan konsep alive library sebagai brand positioning, yang merupakan bagian dari kegiatan promosi. Peneliti berharap penelitian ini dapat mengungkapkan pola penerapan brand positioning di Perpustakaan SBP, sehingga dapat menginspirasi lebih banyak perpustakaan sejenis untuk menerapkan brand positioning.
C.Pengumpulan Data
1. Sumber Data Penelitian
Sumber data adalah segala subjek tempat informasi penelitian berasal. Menurut Siswoyo
(2013), sumber data adalah “semua sumber informasi baik yang merupakan benda nyata, sesuatu yang abstrak, peristiwa/gejala, dokumen, maupun informan”. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa sumber data, diantaranya:
a. Informan
Informan merupakan sumber data utama dalam penelitian ini. Informan dipilih sebagai
sumber data utama karena dianggap memiliki informasi yang lengkap untuk dapat
menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.
b. Kegiatan
Kegiatan yang dijadikan sebagai sumber data adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan perpustakaan dan relevan dengan topik penelitian, serta dianggap mampu
menjawab rumusan masalah penelitian.
c. Dokumen
Dokumen dapat digunakan sebagai sumber data sekunder, untuk mendukung pernyataan
atau informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan informan. Dokumen yang
digunakan sebagai sumber adalah dokumen yang mengandung informasi terkait
2. Jenis Data Penelitian
Selain data yang diperoleh melalui observasi, jenis data yang dikumpulkan melalui
penelitian ini adalah data yang berbentuk skema, narasi, uraian, atau penjelasan yang diberikan
oleh informan baik secara lisan maupun tulisan. Jenis data tersebut meliputi:
a. Rekaman
Merupakan data yang dihasilkan dari kegiatan wawancara antara peneliti dengan
informan. Data tersebut disimpan dalam bentuk rekaman baik berupa audio maupun
audio-visual.
b. Catatan lapangan
Merupakan data tertulis yang diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi, dan
penemuan atau data penting lainnya yang dianggap penting untuk dicatat selama
penelitian berlangsung. Catatan penelitian ini dibuat berdasarkan format yang telah
ditetapkan sebelumnya.
c. Berkas/Arsip/Dokumen
Merupakan bukti peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai legalitas di mata hukum,
yang dianggap relevan dengan kebutuhan penelitian.
d. Foto
Merupakan bukti kegiatan penelitian yang direkam dalam bentuk gambar. Meliputi
gambar-gambar yang diambil selama kegiatan penelitian, atau gambar-gambar yang
relevan dengan tujuan penelitian.
3. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti dilibatkan sebagai instrumen. Zuriah (2006, hlm. 168)
mengemukakan, “instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti untuk mengumpulkan data”. Data yang terkumpul kemudian diolah untuk menjawab rumusan penelitian. Karena penelitian kualitatif merupakan penelitian yang melibatkan peneliti sebagai bagian dari subjek
penelitian (Moleong, 2014, hlm. 9), maka instrumen penelitian dalam penelitian ini lebih tepat
diartikan sebagai alat penelitian, bukan hanya sekedar alat bantu penelitian. Nasution, 1988
lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama”. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi lapangan penelitian kualitatif yang bersifat dinamis dan dapat berubah
sewaktu-waktu. Sehingga, instrumen penelitian dapat dikembangkan selama penelitian itu berlangsung.
Dengan demikian, tidak ada pilihan lain bagi peneliti kecuali peneliti itu sendiri yang menjadi
instrumen penelitian yang utama.
Karena penelitian ini mengkaji implementasi brand positioning di perpustakaan sekolah, maka penyusunan instrumen penelitian dilakukan dengan mengacu kepada aspek-aspek uji
efektifitas brand positioning yang dikemukakan oleh Susanto & Himawan W (2004, hlm. 154).
4. Proses Pengembangan Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pribadi peneliti, sehingga pengembangan instrumen dilakukan setiap saat. Untuk membantu memeroleh informasi,
digunakan alat bantu penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman
studi dokumentasi. Berikut adalah tahapan pengembangan instrumen penelitian tersebut:
A. Pedoman Wawancara
Pengembangan instrumen ini dimulai dengan menentukan fokus penelitian, kemudian
dilanjutkan dengan pencetakan instrumen sebelum penelitian dilakukan. Rincian pengembangan
instrumen ini antara lain sebagai berikut:
a. menentukan fokus penelitian
Instrumen ini digunakan untuk menggali data dengan fokus penelitian tentang bagaimana
brand positioning dibangun di Perpustakaan SBP; b. mengidentifikasi indikator dari subjek penelitian
Berikut adalah indikator-indikator dari subjek penelitian:
1) Kompetensi Pustakawan dan pemahaman mengenai brand positioning
2) Perencanaan brand positioning
3) Hubungan sosial Pustakawan
4) Proses penciptaan kesan
5) Penginformasian brand positioning
c. melakukan kajian pustaka
Setelah mengidentifikasi indikator dari subjek penelitian, peneliti melakukan kajian
pustaka. Berdasarkan kajian tersebut, peneliti memutuskan untuk mengkonfirmasi
keberhasilan implementasi brand positioning di Perpustakaan SBP berdasarkan 5 aspek penilaian yang dikemukakan oleh Susanto dan Himawan (2014);
d. membuat kisi-kisi pertanyaan;
Selanjutnya peneliti membuat kisi-kisi pertanyaan, dengan mengikuti format yang
dikemukakan oleh Zainal, 2011 (dalam Nurhayati, 2014, hlm. 53) seperti terlihat pada
Tabel 3.1 berikut ini:
Tabel 3.1
Kisi-kisi pertanyaan penelitian
Fokus Penelitian Indikator Sub-Indikator
Pola BP Nilai
e. Menyusun daftar pertanyaan;
Tabel 3.2 berikut menunjukkan daftar pertanyaan yang akan diajukan dalam penelitian
ini.
Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan
Indikator Sub-Indikator Pertanyaan
Indikator A Sub-Indikator A1 Penyusunan pertanyaan
menggunakan kata tanya 5W1H (journalist’s
questions) Sub-Indikator A2
Indikator B Sub-Indikator B1
Sub-Indikator B2
f. Menggabungkan daftar pertanyaan kedalam pedoman wawancara;
Tabel 3.3 berikut ini menunjukkan format pedoman wawancara yang digunakan peneliti
Tabel 3.3
Format Pedoman Wawancara
g. Melakukan pengecekan ulang terhadap instrumen penelitian;
Peneliti meminta pendapat seorang ahli branding untuk melakukan pengecekan ulang terhadap instrumen penelitian yang telah dibuat. Pengecekan dilakukan oleh ahli sesuai
rumusan masalah dan indikator yang dikembangkan oleh Susanto & Himawan (2004).
h. Melakukan revisi instrumen sesuai dengan masukan yang diberikan oleh ahli sebagai
hasil dari kegiatan pengecekan ulang.
i. Melakukan pencetakan instrumen sebelum dilakukan penelitian.
Setelah seluruh proses pengembangan dilakukan, peneliti kemudian mencetak instrumen
untuk dijadikan alat bantu dalam melakukan kegiatan penelitian di lapangan.
B. Pedoman Observasi
Secara umum, tahapan-tahapan pengembangan instrumen penelitian berupa pedoman
observasi tidak jauh berbeda dengan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam
pegembangan pedoman wawancara. Perbedaan utama dari keduanya terletak pada format
pedoman yang dihasilkan. Tabel 3.4 berikut ini menunjukkan format pedoman observasi
yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 3.4
Format Pedoman Observasi
Sumber : Nurhayati, E. S. (2014)
C. Pedoman Studi Dokumentasi
Pengembangan instrumen penelitian berupa studi dokumentasi dilakukan dengan
tahapan-tahapan yang menyerupai pengembangan instrumen penelitian yang lainnya. Pedoman
ini disusun untuk mempermudah peneliti dalam melakukan pendataan dokumen-dokumen,
terutama dokumen yang dibutuhkan untuk menunjuang penghimpunan data penelitian. Tabel 3.5
berikut ini menunjukkan format pedoman studi dokumentasi dalam penelitian ini.
Tabel 3.5
1. Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya.
2. Tulislah keterangan yang diperlukan pada kolom yang telah disediakan.
Sumber : Nurhayati, E. S. (2014)
5. Teknik Pengumpulan Data
Tiga kegiatan dilakukan untuk mengumpulkan data: wawancara, observasi, dan studi
dokumentasi. Sugiyono (2013, hlm. 308) menyatakan, “teknik pengumpulan data merupakan kegiatan utama dalam suatu penelitian”. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memerhatikan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan relevansi data dengan penelitian.
Pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan implementasi
BP di perpustakaan, dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.
A. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara menggali informasi yang
diperoleh dari informan melalui komunikasi langsung. Dalam penelitian ini, wawancara menjadi
teknik pengumpulan data utama untuk memperoleh informasi yang terperinci dan mendalam.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang tidak mungkin diperoleh melalui
observasi (Alwasilah, 2009, hlm. 154). Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui
proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak
pewawancara dan jawaban diberikan oleh pihak yang diwawancarai (Fathoni, 2006, hlm.105).
Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan
wawancara tak berstruktur. Wawancara terstruktur dilakukan dengan mengajukan pertanyaan
yang telah dirumuskan sebelumnya, berdasarkan pedoman atau daftar pertanyaan yang telah
PEDOMAN STUDI DOKUMENTASI
PETUNJUK PENGISIAN
1. Berilah tanda checklist (√) pada kolom ketersediaan yang telah disediakan!
2. Tulislah sumber, hari, tanggal, dan waktu saat mendapatkan dokumen serta hal-hal lain yang dianggap penting pada kolom keterangan!
No. Dokumen Ada Tidak Keterangan
dipersiapkan terlebih dahulu (Fathoni, 2006, hlm. 109). Wawancara terstruktur dilakukan untuk
mengetahui sejauh mana pemahaman informan mengenai konsep alive library. Sementara wawancara tak berstruktur (unstructured interview) adalah wawancara yang dilakukan secara spontan, untuk memeroleh informasi tambahan dengan tujuan memperkaya informasi yang
terhimpun.
B. Observasi
Observasi adalah kegiatan mencatat dan mengamati berbagai perilaku dan fenomena
untuk tujuan tertentu. Marshall, 1995, (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 310) menjelaskan, “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behaviour”.
Observasi dapat memerhatikan apa yang sesungguhnya terjadi melalui perilaku yang
ditampilkan, sekaligus menarik makna dibalik perilaku tersebut.
Secara spesifik, jenis observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah moderate participation, dimana peneliti turut terlibat dalam beberapa kegiatan yang terjadi, tetapi tetap menjaga keseimbangan perannya sebagai peneliti, menurut Stainback, 1988
(dalam Sugiyono, 2013, hlm. 311).
Melalui observasi ini, peneliti dapat mengetahui bagaimana hasil dari BP yang telah
diterapkan, serta untuk memastikan keberhasilan BPberdasarkan tingkat kunjungan dan ekspresi
pemustaka selama berkunjung ke perpustakaan. Tentu saja perihal minat kunjung ini perlu
diamati, karena menurut Suwarno (2009, hlm.111), “pengunjung, anggota, dan pemakai
perpustakaan adalah sasaran utama penyeleggaraan perpustakaan”. Artinya, semakin tinggi frekuensi kunjungan dan interaksi pemustaka dengan perpustakaan, maka semakin tinggi pula
tingkat keberhasilan suatu perpustakaan dan mutu perpustakaan itu sendiri. Sementara, ekspresi
pemustaka secara signifikan dapat menggambarkan bagaimana perasaan mereka terhadap
Perpustakaan SBP.
C. Studi Dokumentasi
Dalam penelitian ini, studi dokumentasi dilakukan kepada berbagai dokumen yang
mencatat peristiwa di masa lalu. Dokumen ini dapat berupa tulisan, gambar, atau karya-karya
monumental lainnya (Sugiyono, 2013, hlm. 329). Teknik pengumpulan data melalui studi
dan wawancara. Studi dokumentasi dilakukan untuk memperkuat nilai informasi yang diperoleh
peneliti melalui bukti-bukti yang sah .
D.Analisis Data
Dalam penelitian ini, data yang terkumpul diolah untuk mendapatkan informasi sebagai
bahan deskripsi. Bogdan,1982 (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 334) menyatakan, “data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to prevent what you have discovered to others”. Analisis data dilakukan dengan
mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke
dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan
yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik
deskriptif. Sugiyono (2011, hlm. 199-337) menyatakan bahwa statistik digunakan untuk
menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terhimpun sebagaimana adanya,
tanpa bermaksud membuat simpulan yang digerenalisir. Analisis data kualitatif bersifat induktif,
dimana data yang diperoleh dikembangkan untuk menemukan pola-pola tertentu sehingga dapat
ditarik kesimpulan. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus, hingga datanya jenuh. Peneliti
akan mengadopsi model analisis data kualitatif yang dikembangkan Miles dan Huberman (1984)
yang ditunjukkan melalui alur kerja seperti pada Gambar 3.1 berikut ini.
Gambar 3.1
Komponen Analisis Data menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 337)
i. Reduksi data
Reduksi data adalah proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi
data kasar yang muncul di lapangan, yang berlangsung terus-menerus hingga menghasilkan
jawaban yang dibutuhkan sesuai dengan rumusan masalah (Miles dan Huberman, 1992, hlm. 16).
Reduksi data digunakan untuk menyeleksi informasi yang terhimpun, sehingga sesuai dengan
tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, reduksi data dilakukan dengan mengacu kepada pola
instrumen penelitian yang tercantum pada Lampiran 1.
ii. Display data
Setelah mereduksi data, disajikan data yang telah dipilih kedalam bentuk narasi atau
uraian singkat, bagan dan pola hubungan . Display data dilakukan dengan tujuan untuk menampilkan data yang terorganisir, sehingga hasil data yang terhimpun dapat lebih mudah
dipahami.
iii. Analisis dan sintesis data
Selanjutnya, peneliti melakukan analisis domain, dengan tujuan memeroleh gambaran
objek penelitian secara umum dan menyeluruh, berdasarkan data yang telah terhimpun.
Kemudian, dilakukan kegiatan sintesis data seperti yang dinyatakan Maelong (2014, hlm. 289)
yaitu “kegiatan mencari kaitan antara satu kategori dengan kategori lainnya”. Artinya, hasil akhir dari kegiatan sintesis data adalah terciptanya pola hubungan antar kategori.
iv. Interpretasi data
Interpretasi atau penafsiran data adalah upaya yang dilakukan untuk menjelaskan
bagaimana kondisi objek penelitian sesungguhnya, berdasarkan hasil analisis dan sintesis data,
dalam bentuk uraian, untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan
sebelumnya.
E.Isu Etik
Data dalam penelitian ini diperoleh melalui interaksi langsung antara peneliti, informan,
dan ahli, serta perpustakaan dan sekolah sebagai lembaga penaung. Dengan kesadaran penuh,
peneliti berkomitmen untuk tidak memberikan dampak negatif kepada seluruh pihak yang
DAFTAR PUSTAKA
Alwasilah, C. (2009). Pokoknya kualitatif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya
Fathoni. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, B. B., dan Huberman, A.M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta : UI Press
Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Monika, W. (2013). Hubungan kepemimpinan kepala Bapusipda dengan brand judgment pemustaka . (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Yin, K. R. (2009). Case study research : design and methods. Pennsylvania : SAGE Publication.
Yin, K. R. (1997). Studi Kasus : desain dan metode. Jakarta : Rajagrafindo Persada.
Zuriah, N. (2006). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
DAFTAR RUJUKAN
Dooley, L. M. (2002). Case Study Research and Theory. Advance in Developing Human Resources, 4 (3), hlm.335-354.
Nurhayati, E. S. (2014). Literasi informasi Pustakawan : studi deskriptif terhadap Pustakawan pada Perpustakaan UPI. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Siswoyo, Rudi. (2013). Makalah Sumber Data Penelitian Kualitatif. [Online]. Diakses dari
http://rudisiswoyo89.blogspot.co.id/2013/11/makalah-sumber-data-penelitian.html?m=1