• Tidak ada hasil yang ditemukan

S PSPI 1206544 Chapter3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S PSPI 1206544 Chapter3"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode dan Desain Penelitian

Metode penelitian merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh peneliti guna

memeroleh informasi yang berkaitan dengan penelitiannya. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 3),

metode penelitian didefinisikan sebagai “cara ilmiah untuk mendapatkan data yang sesuai

dengan tujuan penelitian”. Oleh karenanya, peneliti perlu memperhatikan pertanyaan penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian dan data yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan dalam

proses penetapan metode penelitian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengacu pada pandangan filsafat

postpositivisme, dimana realitas sosial dipandang sebagai sesuatu yang holistik kompleks,

dinamis, penuh makna dan bersifat interaktif (Sugiyono, 2013). Metode kualitatif dipilih karena

peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara

mendalam dan terinci. Menurut Bodgan dan Taylor, 1975 (dalam Moleong, 2014, hlm. 3),

pendekatan kualitatif merupakan “sebuah prosedur dasar penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati”.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada November 2015, diketahui fakta

bahwa terdapat keunggulan di Perpustakaan Sekolah Bina Persada (SBP) berupa implementasi

konsep alive library sebagai brand positioning. Fakta inilah yang kemudian akan dijabarkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif

dianggap sesuai, karena BP merupakan suatu upaya multidisipliner yang melibatkan banyak

aspek. Oleh sebab itu, untuk menggali nilai keunggulan alive library sebagai brand positioning, dibutuhkan metode yang mendalam sekaligus penyajian hasil penelitian berupa deskripsi

sehingga keunggulan yang diteliti dapat terpaparkan secara optimal untuk menghasilkan

pemahaman yang komperhensif.

Selain metode yang tepat, dibutuhkan pula desain penelitian sehingga arah penelitian

(2)

penelitian sehingga informasi yang diperlukan tentang masalah yang diteliti dapat dikumpulkan

secara faktual”.

Penelitian ini didesain dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Doodley (2002,

hlm. 337) menyatakan, “Cases (sometimes referred to as case writing) and case study are different in manyways and resemble each other in otherways. We will look at them both individually. The case itself is as account of an activity, event, or problem. The case usually describes a series of events that reflect the activity of problem as it happened”. Sementara, Yin

(2009, hlm. 29) menyatakan, “Of course, the ‘case’ also can be some event of entity other than a single individual. Case studies have been done about decisions, programs, the implementation process, and organizational process”. Sebagaimana yang dikatakan oleh Yin (2009), studi kasus tidak hanya digunakan untuk menguji suatu masalah, tetapi bisa juga digunakan untuk menggali

proses implementasi dari suatu program. Hal ini sesuai dengan fokus penelitian yang telah

dirumuskan, yaitu untuk menggali keunggulan yang dimiliki oleh Perpustakaan SBP berupa

implementasi brand positioning. Oleh karena itu, model studi kasus dianggap relevan untuk digunakan pada penelitian ini.

B. Partisipan dan Tempat Penelitian

1. Partisipan

Subjek penelitian ini berjumlah sebelas orang dengan kriteria tertentu. Menurut Meolong

(2014, hlm. 90), partisipan atau informan didefinisikan sebagai “orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian secara faktual". Peneliti

menentukan beberapa kriteria guna memudahkan dalam menentukan partisipan, sebagai berikut:

1) merupakan warga sekolah Perpustakaan SBP;

2) pernah mengunjungi Perpustakaan SBP;

3) bersedia berpartisipasi dalam penelitian sebagai informan.

Peneliti menetapkan kriteria-kriteria tersebut dengan pertimbangan bahwa penilaian

(3)

informan (1 orang guru senior yang mewakili unsur kepala sekolah, 7 orang perwakilan siswa,

dan 2 orang perwakilan guru), serta 1 orang ahli bidang brand positioning.

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Sekolah Bina Persada (SBP), yang berada di Jl.

Setra Duta Cemara, Blok K, Setra Duta Residence, Kota Bandung. Lokasi ini dipilih karena

Perpustakaan SBP memiliki keunggulan berupa penerapan konsep alive library sebagai brand positioning, yang merupakan bagian dari kegiatan promosi. Peneliti berharap penelitian ini dapat mengungkapkan pola penerapan brand positioning di Perpustakaan SBP, sehingga dapat menginspirasi lebih banyak perpustakaan sejenis untuk menerapkan brand positioning.

C.Pengumpulan Data

1. Sumber Data Penelitian

Sumber data adalah segala subjek tempat informasi penelitian berasal. Menurut Siswoyo

(2013), sumber data adalah “semua sumber informasi baik yang merupakan benda nyata, sesuatu yang abstrak, peristiwa/gejala, dokumen, maupun informan”. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa sumber data, diantaranya:

a. Informan

Informan merupakan sumber data utama dalam penelitian ini. Informan dipilih sebagai

sumber data utama karena dianggap memiliki informasi yang lengkap untuk dapat

menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya.

b. Kegiatan

Kegiatan yang dijadikan sebagai sumber data adalah kegiatan-kegiatan yang berkaitan

dengan perpustakaan dan relevan dengan topik penelitian, serta dianggap mampu

menjawab rumusan masalah penelitian.

c. Dokumen

Dokumen dapat digunakan sebagai sumber data sekunder, untuk mendukung pernyataan

atau informasi yang diperoleh melalui wawancara dengan informan. Dokumen yang

digunakan sebagai sumber adalah dokumen yang mengandung informasi terkait

(4)

2. Jenis Data Penelitian

Selain data yang diperoleh melalui observasi, jenis data yang dikumpulkan melalui

penelitian ini adalah data yang berbentuk skema, narasi, uraian, atau penjelasan yang diberikan

oleh informan baik secara lisan maupun tulisan. Jenis data tersebut meliputi:

a. Rekaman

Merupakan data yang dihasilkan dari kegiatan wawancara antara peneliti dengan

informan. Data tersebut disimpan dalam bentuk rekaman baik berupa audio maupun

audio-visual.

b. Catatan lapangan

Merupakan data tertulis yang diperoleh melalui kegiatan wawancara, observasi, dan

penemuan atau data penting lainnya yang dianggap penting untuk dicatat selama

penelitian berlangsung. Catatan penelitian ini dibuat berdasarkan format yang telah

ditetapkan sebelumnya.

c. Berkas/Arsip/Dokumen

Merupakan bukti peristiwa di masa lalu yang memiliki nilai legalitas di mata hukum,

yang dianggap relevan dengan kebutuhan penelitian.

d. Foto

Merupakan bukti kegiatan penelitian yang direkam dalam bentuk gambar. Meliputi

gambar-gambar yang diambil selama kegiatan penelitian, atau gambar-gambar yang

relevan dengan tujuan penelitian.

3. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti dilibatkan sebagai instrumen. Zuriah (2006, hlm. 168)

mengemukakan, “instrumen penelitian merupakan alat bantu bagi peneliti untuk mengumpulkan data”. Data yang terkumpul kemudian diolah untuk menjawab rumusan penelitian. Karena penelitian kualitatif merupakan penelitian yang melibatkan peneliti sebagai bagian dari subjek

penelitian (Moleong, 2014, hlm. 9), maka instrumen penelitian dalam penelitian ini lebih tepat

diartikan sebagai alat penelitian, bukan hanya sekedar alat bantu penelitian. Nasution, 1988

(5)

lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama”. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi lapangan penelitian kualitatif yang bersifat dinamis dan dapat berubah

sewaktu-waktu. Sehingga, instrumen penelitian dapat dikembangkan selama penelitian itu berlangsung.

Dengan demikian, tidak ada pilihan lain bagi peneliti kecuali peneliti itu sendiri yang menjadi

instrumen penelitian yang utama.

Karena penelitian ini mengkaji implementasi brand positioning di perpustakaan sekolah, maka penyusunan instrumen penelitian dilakukan dengan mengacu kepada aspek-aspek uji

efektifitas brand positioning yang dikemukakan oleh Susanto & Himawan W (2004, hlm. 154).

4. Proses Pengembangan Instrumen

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pribadi peneliti, sehingga pengembangan instrumen dilakukan setiap saat. Untuk membantu memeroleh informasi,

digunakan alat bantu penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman

studi dokumentasi. Berikut adalah tahapan pengembangan instrumen penelitian tersebut:

A. Pedoman Wawancara

Pengembangan instrumen ini dimulai dengan menentukan fokus penelitian, kemudian

dilanjutkan dengan pencetakan instrumen sebelum penelitian dilakukan. Rincian pengembangan

instrumen ini antara lain sebagai berikut:

a. menentukan fokus penelitian

Instrumen ini digunakan untuk menggali data dengan fokus penelitian tentang bagaimana

brand positioning dibangun di Perpustakaan SBP; b. mengidentifikasi indikator dari subjek penelitian

Berikut adalah indikator-indikator dari subjek penelitian:

1) Kompetensi Pustakawan dan pemahaman mengenai brand positioning

2) Perencanaan brand positioning

3) Hubungan sosial Pustakawan

4) Proses penciptaan kesan

5) Penginformasian brand positioning

(6)

c. melakukan kajian pustaka

Setelah mengidentifikasi indikator dari subjek penelitian, peneliti melakukan kajian

pustaka. Berdasarkan kajian tersebut, peneliti memutuskan untuk mengkonfirmasi

keberhasilan implementasi brand positioning di Perpustakaan SBP berdasarkan 5 aspek penilaian yang dikemukakan oleh Susanto dan Himawan (2014);

d. membuat kisi-kisi pertanyaan;

Selanjutnya peneliti membuat kisi-kisi pertanyaan, dengan mengikuti format yang

dikemukakan oleh Zainal, 2011 (dalam Nurhayati, 2014, hlm. 53) seperti terlihat pada

Tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Kisi-kisi pertanyaan penelitian

Fokus Penelitian Indikator Sub-Indikator

Pola BP Nilai

e. Menyusun daftar pertanyaan;

Tabel 3.2 berikut menunjukkan daftar pertanyaan yang akan diajukan dalam penelitian

ini.

Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan

Indikator Sub-Indikator Pertanyaan

Indikator A Sub-Indikator A1 Penyusunan pertanyaan

menggunakan kata tanya 5W1H (journalist’s

questions) Sub-Indikator A2

Indikator B Sub-Indikator B1

Sub-Indikator B2

f. Menggabungkan daftar pertanyaan kedalam pedoman wawancara;

Tabel 3.3 berikut ini menunjukkan format pedoman wawancara yang digunakan peneliti

(7)

Tabel 3.3

Format Pedoman Wawancara

g. Melakukan pengecekan ulang terhadap instrumen penelitian;

Peneliti meminta pendapat seorang ahli branding untuk melakukan pengecekan ulang terhadap instrumen penelitian yang telah dibuat. Pengecekan dilakukan oleh ahli sesuai

rumusan masalah dan indikator yang dikembangkan oleh Susanto & Himawan (2004).

h. Melakukan revisi instrumen sesuai dengan masukan yang diberikan oleh ahli sebagai

hasil dari kegiatan pengecekan ulang.

i. Melakukan pencetakan instrumen sebelum dilakukan penelitian.

Setelah seluruh proses pengembangan dilakukan, peneliti kemudian mencetak instrumen

untuk dijadikan alat bantu dalam melakukan kegiatan penelitian di lapangan.

B. Pedoman Observasi

Secara umum, tahapan-tahapan pengembangan instrumen penelitian berupa pedoman

observasi tidak jauh berbeda dengan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam

pegembangan pedoman wawancara. Perbedaan utama dari keduanya terletak pada format

(8)

pedoman yang dihasilkan. Tabel 3.4 berikut ini menunjukkan format pedoman observasi

yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 3.4

Format Pedoman Observasi

Sumber : Nurhayati, E. S. (2014)

C. Pedoman Studi Dokumentasi

Pengembangan instrumen penelitian berupa studi dokumentasi dilakukan dengan

tahapan-tahapan yang menyerupai pengembangan instrumen penelitian yang lainnya. Pedoman

ini disusun untuk mempermudah peneliti dalam melakukan pendataan dokumen-dokumen,

terutama dokumen yang dibutuhkan untuk menunjuang penghimpunan data penelitian. Tabel 3.5

berikut ini menunjukkan format pedoman studi dokumentasi dalam penelitian ini.

Tabel 3.5

1. Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan

keadaan yang sebenarnya.

2. Tulislah keterangan yang diperlukan pada kolom yang telah disediakan.

(9)

Sumber : Nurhayati, E. S. (2014)

5. Teknik Pengumpulan Data

Tiga kegiatan dilakukan untuk mengumpulkan data: wawancara, observasi, dan studi

dokumentasi. Sugiyono (2013, hlm. 308) menyatakan, “teknik pengumpulan data merupakan kegiatan utama dalam suatu penelitian”. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memerhatikan rumusan masalah, tujuan penelitian, dan relevansi data dengan penelitian.

Pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji teori-teori yang berkaitan dengan implementasi

BP di perpustakaan, dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.

A. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara menggali informasi yang

diperoleh dari informan melalui komunikasi langsung. Dalam penelitian ini, wawancara menjadi

teknik pengumpulan data utama untuk memperoleh informasi yang terperinci dan mendalam.

Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi yang tidak mungkin diperoleh melalui

observasi (Alwasilah, 2009, hlm. 154). Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui

proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak

pewawancara dan jawaban diberikan oleh pihak yang diwawancarai (Fathoni, 2006, hlm.105).

Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dan

wawancara tak berstruktur. Wawancara terstruktur dilakukan dengan mengajukan pertanyaan

yang telah dirumuskan sebelumnya, berdasarkan pedoman atau daftar pertanyaan yang telah

PEDOMAN STUDI DOKUMENTASI

PETUNJUK PENGISIAN

1. Berilah tanda checklist (√) pada kolom ketersediaan yang telah disediakan!

2. Tulislah sumber, hari, tanggal, dan waktu saat mendapatkan dokumen serta hal-hal lain yang dianggap penting pada kolom keterangan!

No. Dokumen Ada Tidak Keterangan

(10)

dipersiapkan terlebih dahulu (Fathoni, 2006, hlm. 109). Wawancara terstruktur dilakukan untuk

mengetahui sejauh mana pemahaman informan mengenai konsep alive library. Sementara wawancara tak berstruktur (unstructured interview) adalah wawancara yang dilakukan secara spontan, untuk memeroleh informasi tambahan dengan tujuan memperkaya informasi yang

terhimpun.

B. Observasi

Observasi adalah kegiatan mencatat dan mengamati berbagai perilaku dan fenomena

untuk tujuan tertentu. Marshall, 1995, (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 310) menjelaskan, “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behaviour”.

Observasi dapat memerhatikan apa yang sesungguhnya terjadi melalui perilaku yang

ditampilkan, sekaligus menarik makna dibalik perilaku tersebut.

Secara spesifik, jenis observasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah moderate participation, dimana peneliti turut terlibat dalam beberapa kegiatan yang terjadi, tetapi tetap menjaga keseimbangan perannya sebagai peneliti, menurut Stainback, 1988

(dalam Sugiyono, 2013, hlm. 311).

Melalui observasi ini, peneliti dapat mengetahui bagaimana hasil dari BP yang telah

diterapkan, serta untuk memastikan keberhasilan BPberdasarkan tingkat kunjungan dan ekspresi

pemustaka selama berkunjung ke perpustakaan. Tentu saja perihal minat kunjung ini perlu

diamati, karena menurut Suwarno (2009, hlm.111), “pengunjung, anggota, dan pemakai

perpustakaan adalah sasaran utama penyeleggaraan perpustakaan”. Artinya, semakin tinggi frekuensi kunjungan dan interaksi pemustaka dengan perpustakaan, maka semakin tinggi pula

tingkat keberhasilan suatu perpustakaan dan mutu perpustakaan itu sendiri. Sementara, ekspresi

pemustaka secara signifikan dapat menggambarkan bagaimana perasaan mereka terhadap

Perpustakaan SBP.

C. Studi Dokumentasi

Dalam penelitian ini, studi dokumentasi dilakukan kepada berbagai dokumen yang

mencatat peristiwa di masa lalu. Dokumen ini dapat berupa tulisan, gambar, atau karya-karya

monumental lainnya (Sugiyono, 2013, hlm. 329). Teknik pengumpulan data melalui studi

(11)

dan wawancara. Studi dokumentasi dilakukan untuk memperkuat nilai informasi yang diperoleh

peneliti melalui bukti-bukti yang sah .

D.Analisis Data

Dalam penelitian ini, data yang terkumpul diolah untuk mendapatkan informasi sebagai

bahan deskripsi. Bogdan,1982 (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 334) menyatakan, “data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to prevent what you have discovered to others”. Analisis data dilakukan dengan

mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke

dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan

yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik

deskriptif. Sugiyono (2011, hlm. 199-337) menyatakan bahwa statistik digunakan untuk

menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terhimpun sebagaimana adanya,

tanpa bermaksud membuat simpulan yang digerenalisir. Analisis data kualitatif bersifat induktif,

dimana data yang diperoleh dikembangkan untuk menemukan pola-pola tertentu sehingga dapat

ditarik kesimpulan. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus, hingga datanya jenuh. Peneliti

akan mengadopsi model analisis data kualitatif yang dikembangkan Miles dan Huberman (1984)

yang ditunjukkan melalui alur kerja seperti pada Gambar 3.1 berikut ini.

(12)

Gambar 3.1

Komponen Analisis Data menurut Miles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2013, hlm. 337)

i. Reduksi data

Reduksi data adalah proses pemilihan, penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi

data kasar yang muncul di lapangan, yang berlangsung terus-menerus hingga menghasilkan

jawaban yang dibutuhkan sesuai dengan rumusan masalah (Miles dan Huberman, 1992, hlm. 16).

Reduksi data digunakan untuk menyeleksi informasi yang terhimpun, sehingga sesuai dengan

tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, reduksi data dilakukan dengan mengacu kepada pola

instrumen penelitian yang tercantum pada Lampiran 1.

ii. Display data

Setelah mereduksi data, disajikan data yang telah dipilih kedalam bentuk narasi atau

uraian singkat, bagan dan pola hubungan . Display data dilakukan dengan tujuan untuk menampilkan data yang terorganisir, sehingga hasil data yang terhimpun dapat lebih mudah

dipahami.

iii. Analisis dan sintesis data

Selanjutnya, peneliti melakukan analisis domain, dengan tujuan memeroleh gambaran

objek penelitian secara umum dan menyeluruh, berdasarkan data yang telah terhimpun.

Kemudian, dilakukan kegiatan sintesis data seperti yang dinyatakan Maelong (2014, hlm. 289)

yaitu “kegiatan mencari kaitan antara satu kategori dengan kategori lainnya”. Artinya, hasil akhir dari kegiatan sintesis data adalah terciptanya pola hubungan antar kategori.

iv. Interpretasi data

Interpretasi atau penafsiran data adalah upaya yang dilakukan untuk menjelaskan

bagaimana kondisi objek penelitian sesungguhnya, berdasarkan hasil analisis dan sintesis data,

(13)

dalam bentuk uraian, untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan

sebelumnya.

E.Isu Etik

Data dalam penelitian ini diperoleh melalui interaksi langsung antara peneliti, informan,

dan ahli, serta perpustakaan dan sekolah sebagai lembaga penaung. Dengan kesadaran penuh,

peneliti berkomitmen untuk tidak memberikan dampak negatif kepada seluruh pihak yang

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, C. (2009). Pokoknya kualitatif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya

Fathoni. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, B. B., dan Huberman, A.M. (1992). Analisis data kualitatif. Jakarta : UI Press

Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Monika, W. (2013). Hubungan kepemimpinan kepala Bapusipda dengan brand judgment pemustaka . (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Yin, K. R. (2009). Case study research : design and methods. Pennsylvania : SAGE Publication.

Yin, K. R. (1997). Studi Kasus : desain dan metode. Jakarta : Rajagrafindo Persada.

Zuriah, N. (2006). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

DAFTAR RUJUKAN

Dooley, L. M. (2002). Case Study Research and Theory. Advance in Developing Human Resources, 4 (3), hlm.335-354.

Nurhayati, E. S. (2014). Literasi informasi Pustakawan : studi deskriptif terhadap Pustakawan pada Perpustakaan UPI. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Siswoyo, Rudi. (2013). Makalah Sumber Data Penelitian Kualitatif. [Online]. Diakses dari

http://rudisiswoyo89.blogspot.co.id/2013/11/makalah-sumber-data-penelitian.html?m=1

Gambar

Tabel 3.3 Format Pedoman Wawancara
Tabel 3.4 Format Pedoman Observasi

Referensi

Dokumen terkait

Instrumen penelitian berarti alat yang digunakan oleh peneliti dalam kegiatan yang mengumpulkan data atau informasi agar kegiatan tersebut menjadi mudah dan

responden. Waancara dalam penelitian ini dilakukan secara terstruktur. 194) “wawancara terstr uktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti atau

Instrumen penelitian merupakan alat untuk memperoleh data dalam penelitian.. dihasilkan dari instrumen berupa angka-angka yang dapat dianalisis berdasarkan prosedur

“reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur.” Uji reliabilitas dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian

dengan penerapan model yang digunakan pada proses pembelajaran. Sehingga dengan instrumen yangdigunakan akan diperoleh informasi dari. kinerja guru dan aktivitas

Instrumen merupakan suatu alat yang digunakan untuk penelitian.. Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam. mengupulkan data agar

Instrumen penelitian yang digunakan peneliti untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan adalah.

Instrumen yang digunakan untuk mengukur perilaku asosiatif pada.. ialah instrumen yang akan peneliti modifikasi sendiri berdasarkan