• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAMPAK LIMBAH DOMESTIK TERHADAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS DAMPAK LIMBAH DOMESTIK TERHADAP"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAMPAK LIMBAH DOMESTIK

TERHADAP PENCEMARAN TANAH

(STUDI KASUS : TPA BAKUNG, BANDARLAMPUNG)

Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah lingkungan dan sumberdaya alam

Oleh

Adam Irwansyah 23112002 Fahmi Adi Wicaksono 23112008 Rizky Ahmad Yudanegara 23112014

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOMATIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN

KEWILAYAHAN

(2)

PRAKATA

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan penelitian analisa dampak lingkungan. Analisa dampak lingkungan ini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh seluruh peserta mata kuliah Lingkungan dan Sumber Daya Alam.

Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan mata kuliah pilihan PL2101R Lingkungan dan Sumber Daya Alam. Makalah ini berisi uraian kegiatan yang telah dilakukan selama menjalani penelitian dan dikaitkan dengan pengetahuan yang telah diperoleh mahasiswa baik saat kuliah maupun melalui studi literatur.

Makalah ini diberi judul “Analisa Dampak Limbah Domestik Terhadap Pencemaran Tanah” Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis selama pelaksanaan penelitian maupun penyusunan makalah, Akhir kata penulis sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat, baik bagi penulis sendiri dan semua pihak yang membutuhkannya.

(3)

ABSTRAK

Penulisan makalah ini dilatar belakangin oleh tugas yang diberikan pada mata kuliah Rekayasa Lingkungan dan Sumber Daya Alam, serta kurangnya pengetahuan tentang dampak yang diakibatkan oleh tercemarnya tanah.

Pencemaraan tanah dapat mengakibatkan berkurangnya kesuburan tanah, hal tersebut akan berdampak pula kepada tumbuhan yang tumbuh pada tanah tersebut. Dengan tidak berkembangnya tumbuhan pada suatu daerah, maka hal tersebut juga akan mengganggu mahluk – mahluk hidup lain yang berada di sekitarnya.

Pencemaran tanah ini dapat ditanggulangi dengan membersihkan tanah yang tercemar, baik langsung di lokasi tercemarnya tanah secara langsung, secara tidak langsung, ataupun dengan menggunakan bantuan mikroorganisme.

(4)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Abstrak ... ii

Daftar Isi ... iii

Daftar Gambar ... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Ruang Lingkup Kajian ... 2

1.4 Tujuan Penulisan Makalah ... 2

1.5 Sistematika Penulisan ... 2

BAB II TEORI DASAR ... 3

2.1 Definisi Pencemaran Tanah ... 3

2.2 Sumber Pencemaran Tanah ... 4

BAB III ANALISIS ... 7

3.1 Dampak Pencemaran Tanah ... 7

3.2 Langkah Pencegahan dan Penanggulangan ... 8

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ... 11

4.1 Simpulan ... 11

4.2 Saran ... 11

(5)

DAFTAR GAMBAR

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Salah satu kekayaan tersebut ialah tanah yang sangat subur karena berada di kawasan yang umurnya banyak terdapat gunung-gunung berapi yang mampu mengembalikan unsur hara. Namun seiring berjalannya waktu, kesuburan yang dimiliki oleh tanah Indonesia banyak melanggar aturan yang berlaku tanpa memperhatikan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari pengolahan tanah tersebut.

Penyelenggaraan pembangunan di Tanah Air tidak bisa disangkal lagi telah menimbulkan berbagai dampak positif bagi masyarakat luas, seperti pembangunan industri dan pertambangan telah menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di sekitarnya. Namun keberhasilan itu seringkali diikuti oleh dampak negatif yang merugikan masyarakat dan lingkungan.

Pembangunan kawasan industri di daerah-daerah pertanian dan sekitarnya menyebabkan berkurangnya luas areal pertanian, pencemaran tanah dan badan air yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil/produk pertanian, terganggunya kenyamanan dan kesehatan manusia atau makhluk hidup lain. Sedangkan kegiatan pertambangan menyebabkan kerusakan tanah, erosi dan sedimentasi, serta kekeringan. Kerusakan akibat kegiatan pertambangan adalah berubah atau hilangnya bentuk permukaan bumi (landscape), terutama pertambangan yang dilakukan secara terbuka (opened mining) meninggalkan lubang-lubang besar di permukaan bumi. Dampak negatif yang menimpa lingkungan perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena dapat berakibat lebih jauh terhadap kelangsungan makhluk hidup.

(7)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, muncul beberapa persoalan yaitu: 1. Apa itu pencemaran tanah ?

2. Apa saja faktor yang dapat menyebabkan pencemaran tanah ? 3. Bagaimana proses pencemaran tanah ?

4. Apa saja dampak pencemaran tanah terhadap lingkungan bagi kelangsungan makhluk hidup ?

5. Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran tanah?

1.3 Ruang Lingkup Kajian

Untuk menjawab rumusan masalah di atas perlu pengkajian beberapa pokok, yaitu: 1. Definisi pencemaran tanah

2. Sumber-sumber pencemaran tanah 3. Dampak pencemaran tanah

4. Upaya penanggulangan pencemaran tanah

1.4 Tujuan Penulisan Makalah

Tujuan umum yang hendak dicapai melalui penulisan makalah ini ialah untuk mengetahui bagaimana suatu aktifitas dapat mencemari tanah. Sedangkan tujuan khusus yang hendak dicapai ialah menganalisa dampak yang ditumbulkan akibat pencemaran tanah terhadap lingkungan.

1.5 Sistematika Penulisan

(8)

BAB II

TEORI DASAR

2.1 Definisi Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah, air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Gambar 2. 1 Pencemaran tanah di TPA Bakung

(9)

• Tanah tercemar

➢ Tanah tidak subur

➢ pH dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 8 (tanah basa)

➢ Berbau busuk

➢ Trayek pH minimal 6, maksimal 8

➢ Tidak berbau busuk

➢ Tidak kering, memiliki tingkat kegemburan yang normal

➢ Tidak Mengandung logam berat

➢ Tidak mengandung sampah anorganik

2.2 Sumber Pencemaran Tanah

Sumber pencemar tanah, karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah.. Berikut merupakan komponen-komponen pencemaran tanah :

2.2.1 Limbah domestik

Limbah domestik dapat berasal dari daerah pemukiman penduduk, perdagang an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain, kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta, dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.

2.2.2 Limbah industri

(10)

akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

2.2.3 Limbah pertanian

Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah

semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida

2.2.4 Limbah cair

Limbah cair dapat berupa tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah. tersebut.

2.2.5 Limbah padat

Berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.

2.3 Proses Pencemaran Tanah

(11)

kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yatu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

(12)

BAB III

ANALISIS

3.1 Dampak Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah di TPA Bakung mempunyai dampak yang cukup mengkhawatirkan dan dapat menyebabkan gangguan besar dalam keseimbangan ekologi dan kesehatan makhluk hidup. Berikut adalah beberapa dampak buruk pencemaran tanah :

Gambar 3. 1 Tanah tandus dan tanaman tidak tumbuh dengan baik sebagai dampak pencemaran di TPA Bakung

• Turunnya kesuburan tanah yang berakibat pada menurunnya produktifitas tanah. Tanah yang telah terkontaminasi susah bahkan tidak dapat menghasilkan tanaman yang sehat.

• Tanah akan kehilangan nutrisi alami yang terkandung di dalamnya. Tanaman juga tidak akan berkembang pada tanah tersebut, yang lebih lanjut akan mengakibatkan erosi tanah.

• Ganggua dalam keseimbangan flora dan fauna yang berada di dalam tanah.

• Peningkatan salinitas tanah yang akan menyebabkan tanah tandus.

(13)

beracun untuk menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi orang yang dekat atau mengkonsumsinya.

• Debu beracun adalah efek potensial lain dari pencemaran tanah.

• Polutan tanah akan membawa perubahan dalam struktur tanah, yang akan menyebabkan kematian berbagai organisme penting di dalamnya. Hal ini juga akan mempengaruhi predator yang lebih besar dan memaksa mereka untuk pindah ke tempat lain setelah mereka kehilangan pasokan makanannya.

3.2 Langkah Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Tanah

Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain :

• Penanganan khusus terhadap limbah domestik yang berjumlah sangat banyak diperlukan agar tidak mencemari tanah. Pertama sampah tersebut kita pisahkan ke dalam sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable) dan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Akan sangat baik jika setiap rumah tangga bisa memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian yakni organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda sebelum diangkut ketempat pembuangan akhir.

• Sampah organik yang terbiodegradasi bisa diolah, misalnya dijadikan bahan urukan, kemudian kita tutup dengan tanah sehingga terdapat permukaan tanah yang dapat kita pakai lagi; dibuat kompos; khusus kotoran hewan dapat dibuat biogas dll sehingga dalam hal ini bukan pencemaran tanah yang terjadi tetapi proses pembusukan organik yang alami.

• Sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang terbaik dengan daur ulang. Limbah industri harus diolah dalam pengolahan limbah, sebelum dibuang kesungai atau kelaut.

• Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak bisa diuraikan oleh mikroorganisme (nonbiodegradable). Salah satu contohnya adalah dengan mengganti plastik sebagai bahan kemasan/pembungkus dengan bahan yang ramah lingkungan seperti dengan daun pisang atau daun jati.

(14)

pencemar tanah atau mengolah bahan pencemar atau mendaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat. Tanah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tanah subur adalah tanah yang dapat ditanami dan terdapat mikroorganisme yang bermanfaat serta tidak punahnya hewan tanah. Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya adalah :

• Remidiasi

Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yangtercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.

• Bioremediasi

Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracunatau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Kita juga dapat melakukan penanganan-penanganan seperti:

➢ Sampah-sampah organik yang tidak dapat dimusnahkan (berada dalam jumlah cukup banyak) dan mengganggu kesejahteraan hidup serta mencemari tanah, agar diolah atau dilakukan daur ulang menjadi barang-barang lain yang bermanfaat, misal dijadikan mainan anak-anak, dijadikan bahan bangunan, plastik dan serat dijadikan kesed atau kertas karton didaur ulang menjadi tissu, kaca-kaca di daur ulang menjadi vas kembang, plastik di daur ulang menjadi ember dan masih banyak lagi cara-cara pendaur ulang sampah.

(15)

dikubur dalam sumur secara berlapis-lapis yang dapat berfungsi sebagai resapan dan penyaringan air, sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan tetap berada di tempat sekitar rumah dan tersaring. Resapan air tersebut bahkan bisa masuk ke dalam sumur dan dapat digunakan kembali sebagai air bersih.

(16)

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan

Ciri-ciri lingkungan di sekitar TPA secara teoritis mengindikasikan terjadi pencemaran tanah akibat limbah domestik. Beberapa parameter yang mengindikasikan tanah di TPA Bakung telah tercemar diantaranya ialah tanah tidak subur, Berbau busuk, Kering dan Mengandung sampah anorganik.

Gambar 5.1 kiri tanah yang mengandung limbah anorganik, kanan tumbuhan yang tidak tumbuh dengan subur

Dapat diamati dari kedua gambar diatas bahwa tanah di TPA Bakung telah tercemar oleh limbah yang berdampak pada hilangnya nutrisi alami yang terkandung di dalamnya sehingga tanaman tidak dapat berkembang pada tanah tersebut.

5.2 Saran

Setidaknya terdapat tiga hal yang dapat dilakukan dalam merespon pencemaran tanah di TPA Bakung, yaitu :

1. Melakukan upaya-upaya pencegahan seperti memisahkan sampah atau limbah atas dua bagian yakni organik dan anorganik dalam dua wadah berbeda sebelum diangkut ketempat pembuangan akhir untuk meminimalisir pencemaran tanah akibat limbah anorganik.

2. Melakukan upaya-upaya penanggulangan seperti dengan metode remediasi dan bioremediasi.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Darsono, A. (2013, 02). Las On Earth. Retrieved from

https://lasonearth.wordpress.com/makalah/makalah-pencemaran-tanah/

Fitriana, D. (2015, 05). Pencemaran Lingkungan Farmasi. Retrieved from http://pencemaran-lingkungan-farmasi.blogspot.co.id/2013/05/sumber-pencemaran-tanah.html

Habib, A. (2013, 11). adithabib.blogspot.co.id. Retrieved from

http://adithabib.blogspot.co.id/2013/11/pencemaran-tanah.html

Hardiyanti, T. (2012, 05). Tutut Hardiyanti. Retrieved from

http://tutut-hardiyanti.blogspot.co.id/2012/05/dampak-pencemaran-tanah-terhadap.html

Suryaningsih, L. (2011, 07). Lia Suryaningsih 714. Retrieved from

Gambar

Gambar 2. 1 Pencemaran tanah di TPA Bakung
Gambar 5.1 kiri tanah yang mengandung limbah anorganik, kanan tumbuhan yang tidak tumbuh dengan subur

Referensi

Dokumen terkait

Rapid writing is a simple, highly structured way to get students thinking and writing about a topic. This strategy helps students clarify their thoughts by alternating

- Peresmian Bank Sampah Pasar Baru Marabahan “Sama Arep” oleh Bupati Barito Kuala sekaligus penyerahan timbangan untuk kegiatan Bank Sampah yang baru terbentuk... -

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Dari beberapa definisi yang telah dijelaskan para ahli, maka dapat dikatakan positioning adalah suatu bentuk komunikasi dari seorang pemasar untuk memposisikan produknya melaui

Jika dalam proses mediasi para pihak diwakili oleh kuasa hukum, maka para pihak wajib menyatakan secara tertulis persetujuannya atau kesepakatan yang dicapai,

Pengamatan histopatologi pada jaringan organ menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sampai dengan 10 g/kg BB (K2) semua jaringan masih dalam keadaan normal, tetapi

Jika diamati, hasil akhir dari riset tersebut adalah mengubah teknologi yang ada sekarang yang umumnya berbasis pada material skala mikrometer menjadi teknologi

Metode-metode tersebut pada umumnya merupakan metode yang berisi kegiatan yang mengaktifkan siswa (seperti bekerja dan diskusi kelompok, presentasi, menanggapi, mengemukakan