• Tidak ada hasil yang ditemukan

Get Up Bagaimana Sebuah Pressure Group M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Get Up Bagaimana Sebuah Pressure Group M"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Get Up!: Bagaimana Sebuah Pressure Group Mampu

Mempengaruhi Pemerintahan Australia Secara Viral

Essay ini disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir Mata Kuliah

Politik Pemerintahan Australia

Oleh:

Aditya Agung Kurniawan 10/299032/SP/24039

JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

(2)

I. Pressure Group dan Pengaruhnya di Australia

Australia merupakan negara dengan bentuk pemerintahan federal yang berdiri pada 1 Januari 1901. Mempunyai 8 negara bagian dan pemerintahan territori, yaitu New South Wales, Queensland, Tasmania, Victoria, South Australia, Western Australia, Australian Capital Territory, dan Northern Territory, dengan jumlah penduduk mencapai 22.620.600 jiwa pada Juni 2011.1

Australia juga merupakan sebuah negara demokratis yang memberikan hak bagi warga negaranya untuk menyuarakan pendapat mengenai hal-hal yang berkaitan tentang negara terutama mengenai isu-isu kontemporer yang dihadapi pemerintah Australia. Salah satu cara untuk menyuarakan pendapat terhadap pemerintah adalah melalui pressure group. Pressure group merupakan salah satu bukti vital dalam demokrasi karena keberadaannya lahir dari kebebasan berkelompok. Secara singkat, pressure group adalah kumpulan dari individu-individu yang memiliki kesamaan tujuan serta tergabung dalam organisasi yang sama serta bergerak dalam memperjuangkan dan mempromosikan isu atau tujuan tertentu kepada pemerintah. Ketika promosi isu yang dilakukan pressure group berhasil, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tertentu yang sesuai dengan isu yang dipromosikan oleh pressure group. Selain melakukan promosi isu-isu tertentu, pressure group juga memonitor kebijakan dan implementasinya; mengajukan perubahan kebijakan; dan bertindak dengan berbagai strategi untuk mencapai tujuannya yang mungkin legal atau sebaliknya, untuk mencoba mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Pressure group mencoba untuk mempengaruhi opini publik melalui metode-metode seperti lobi, demonstrasi, petisi, pawai, dan sebagainya, dengan atau tanpa izin. Kelompok ini berusaha untuk mempersuasi pemerintah daripada melakukan kegiatan represif terhadap pemerintah. Ditinjau dari jangkauan kerjanya, pressure group ada yang bersifat internasional (Greenpeace, Amnesti Internasional) dan ada pula yang bersifat nasional (Get Up!, Woman Electoral Lobby) dan ada juga yang bersifat local (Blue Wedges dan Save Albert Park). Bila ditinjau dari umur organisasi, sebagian pressure group bertahan lama hingga saat ini, contoh: Greenpeace. Sementara sebgaian pressure group membubarkan diri setelah agenda yang diajukan tercapai, contoh: The Australian Breakfast Cereal Industry Association yang bubar setelah lobi untuk memasukkan vitamin dan mineral dalam sereal tercapai. Dalam sejarah, pressure group sudah dikenal sejak abad 19. Contohnya adalah National Woman’s Christian

(3)

Temperance Union yang menekan legislatur dari banyak negara mengenai kebijakan tentang hak pilih, pemantangan minuman keras, dan perlindungan terhadap wanita.2 Kebanyakan dari pressure group hanya berfokus dalam satu ruang lingkup isu atau kebijakan, meskipun terdapat pula pressure group yang memiliki beberapa fokus isu.

Atribut kunci dari pressure group adalah propaganda dan edukasi. Atribut ini lahir dari kegiatan pressure group yang sering menggunakan lobi sebagai instrumen untuk mempengaruhi legislatur atau lembaga-lembaga pemerintah dan memberikan pengetahuan-pengetahuan mengenai isu-isu tertentu kepada masyarakat. Selain melakukan lobi dan persuasi terhadap pemerintah, pressure group juga melakukan propaganda terhadap masyarakat sebagai upaya mempengaruhi opini publik dan suara mayoritas. Professor Childs (1940) mendefinisikan propaganda sebagai proses perambatan ide, prinsip, doktrin, atau untuk mengajukan, mempromosikan lebih lanjut, atau menyebarkan gagasan, ide serta isu. Seiring berkembangnya teknologi, kelompok-kelompok ini juga menggunakan internet (petisi online, jejaring sosial, e-mail, website, serta kampanye melalui media massa nonkonvensional seperti Youtube) dalam menyebarkan gagasan-gagasannya. Karena propaganda bersifat terbatas alam menyebarkan gagasannya, pressure group juga memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai isu-isu tertentu yang akan dipropagandakan melalui presentasi, seminar, literature, dan sebaganya. Dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat, pressure group dapat memperdalam pengetahuan masyarakat mengenai isu yang diangkat. Perbedaan propaganda dengan edukasi adalah bahwa propaganda terbatas dalam mengabarkan dan menyebarkan gagasan, sementara edukasi merupakan pelatihan pikiran secara sistematis melalui studi dan instruksi.3

Di Australia, keberadaan pressure group memiliki peran signifikan dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan pemerintah karena kemampuannya untuk mempengaruhi pemerintah dan opini publik. Salah satu contoh kasus besarnya peran pressure group di Australia adalah pada pemilu tahun 2013. Dalam pemilu ini, pressure group berperan penting dalam kampanye pemilu. Seperti yang diberitakan The Australian dalam website-nya yang berjudul “Pressure groups to dominate election campaign early as big parties hold fire”,4pressure group

2 Dillon, Mary Earhart. The American Political Science Review, Vol. 36, No. 3 (Jun., 1942), pp. 471-481. American Political Science Association.

3 Dillon, Mary Earhart. Ibid.

(4)

seperti industri-industri pertambangan dan Get Up! diekspektasikan akan mendominasi kampanye dalam pemilu 2013. Contoh lain dari kuatnya pengaruh pressure group Australia dapat ditinjau dari dibekukannya perubahan pajak. Berita dari Sunday Morning Herald berjudul “Lobby groups pull strings in halls of power”5 menunjukkan bagaimana kuatnya pengaruh pressure group yang mampu membuat pemerintahan Kevin Rudd menunda kebijakan perubahan pajak super. Contoh lain dalam berita yang sama adalah, pada tahun 2006, sebuah kelompok bernama the Australian Industry Greenhouse Network, dibentuk untuk mewakili lobi negara, membanggakan diri kepada mantan penasihat Liberal Guy Pearse bahwa mereka memiliki pengaruh yang kuat hingga menuliskan kebijakan pemerintah federal. Berikut ini adalah kutipan dari salah satu pressure group yang akan dibahas lebih lanjut dalam esai ini:

On the 13th of August, 2010 the GetUp community took on the Commonwealth Electoral Act (1918) and won! The High Court has ruled that Howard-era laws that close the electoral rolls on the day that writs for an election are issued are invalid.

The premature closing of the rolls disenfranchised thousands of Australians, and especially young Australians, at the 2007 election and threatened to do so again. During the seven-day enrolment period last allowed at the 2004 federal election, 423,000 people either enrolled for the first time or changed their address or other details. In 2010, the landmark announcement allowed a potential 98 138 extra people to enroll for the 2010 Federal Election.

In the days that followed, the GetUp community had its second win in Australian courts, with the Federal Court ruling that the Australian Electoral Commission must grant the vote to a person who had enrolled using a digital pen via GetUp's OzEnrol website.”

II. Get Up!

“GetUp! is an independent movement to build a progressive Australia and bring participation back into our democracy.”

http://www.theaustralian.com.au/media/pressure-groups-to-dominate-election-campaign-early-as-big-parties-hold-fire/story-e6frg996-1226565431097# diakses pada 6 Januari 2014 pukul 20.00

(5)

Berdiri pada tahun 2005, Get Up adalah organisasi aktivis online yang berbasis pada komunitas dan menggunakan internet sebagai metode koordinasi utama. Organisasi ini didirikan oleh tiga orang Australia – Jeremy Heimans, David Madden, dan Amanda Tattersall. Dalam website-nya, Get Up merupakan sebuah organisasi yang menyediakan sarana bagi masyarakat Australia untuk menyuarakan pendapat, mengevaluasi politisi, dan melakukan tindakan inovatif serta efektif dalam menghadapi isu-isu penting dalam negara.6

Dalam perkembangannya, model strategi yang digunakan oleh organisasi Get Up dapat disebut Jeffrey Bradach (2010) sebagai model “bricks-to-clicks”. Dalam model ini, organisasi menyediakan perangkat dan platform yang mudah diadopsi oleh pengguna.7 Get Up menyediakan platform dan sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam demokrasi Australia. Penggunaan jejaring sosial dan website platform memungkinkan Get Up untuk membagi pengetahuan, membangun jaringan, kampanye, dan berkolaborasi. Penggunaan web-based strategy seperti ini memudahkan akses bagi masyarakat dan memudahkan Get Up untuk bergerak melakukan aksinya. Contohnya aplikasi dari model strategi ini adalah kampanye pemilu yang dilakukan Get Up pada tahun 2013 yang menghimbau masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dalam pemilu. Melalui data yang diperoleh dari akun masyarakat Australia; iklan online menjangkau 2.366.700; kira-kira 30% dari masyarakat Australia yang dijangkau oleh iklan-iklan Get Up meskipun terdapat usaha-usaha untuk melakukan sensor terhadap Get Up.8 Dari sumber yang sama, Get Up juga mampu menjangkau 3 juta pemilih melalui kartu pilih independen pada hari pemilihan. Relawan Get Up membagi-bagikan 2,4 juta kartu pilih secara langsung kepada pemilih pada jajak pendapat dan 540.000 melalui aplikasi pemilu online buatan Get Up, OzVotes.9

Dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah, Get Up melakukan kampanye dengan membuat video dalam jejaring sosial Youtube lalu menyebarkan gagasan-gagasan mengenai isu tertentu melalui jejaring sosial lain seperti Facebook, Twitter, serta Blog. Salah satu contoh pencapaian kampanye viral Get Up adalah dalam kebijakan reformasi pelayanan kesehatan

6 Anonim, FAQ, website resmi Get Up (online) https://www.getup.org.au/about/faq diakses pada 6 Januari 2014.

7 Bradach, Jeffrey. 2010. Nonprofit Management Scaling Impact How to Get 100x results with 2x The Organizatio,

Stanford Social Innovation Review. http://www.ssireview.org/articles/entry/scaling_impact diakses pada 6 Januari 2014.

8 getupaustralia, Election Report Back 2013 – Get Up, video dalam media berbagi video youtube.com (online).

http://www.youtube.com/watch?v=i-mQZzR-jtM diakses pada 6 Januari 2014.

(6)

mental.10 Melalui kampanye viral di Youtube,11 iklan televisi, Facebook serta media online lainnya, dilengkapi dengan aksi nyata, Get Up mampu membuat pemerintah Australia menganggarkan 2,2 milyar Dollar Australia dari 2011 hingga 5 tahun kedepan untuk reformasi pelayanan kesehatan mental.12 Salah satu pencapaian terbesar Get Up adalah dalam kampanye dan pengajuan perubahan undang-undang pemilihan umum di High Court. Alasan utama dibalik diangkatnya isu ini adalah karena Get Up memiliki keyakinan bahwa puluhan, hingga ratusan ribu pemilih tidak dapat mengikuti pemilihan umum karena mereka melewatkan tenggat waktu registrasi pemilih yang diperkenalkan pemerintahan Howard pada tahun 2006.13 Pada tahun 2006, pemerintahan Howard melakukan amandemen terhadap undang-undang pemilihan umum. Amandemen tersebut diimplementasikan Howard dengan cara menutup daftar pemilih pada pukul 8 malam pada hari penerbitan surat pemilihan umum. Sebelumnya, pemilih memiliki jeda waktu satu minggu untuk mendaftar atau mengubah rincian data diri mereka kepada Electoral Commission. Efeknya, kurang lebih 100.000 pemilih tidak dapat mengikuti pemilu. Anggota Get Up, Shannon Rowe adalah penentang kebijakan Howard ini. Dalam isu amandemen Electoral Act yang diperjuangkan oleh Get Up ini, High Court Australia secara mayoritas memutuskan bahwa amandemen yang dilakukan oleh Howard tidak sah.14 Atas keberhasilan Get Up yang menentang amandemen Electoral Act tahun 2006, kurang lebih 100.000 orang yang ditolak hak pilihnya dalam pemilu Federal tahun 2010 dapat menggunakan hak pilihnya kembali. Selain memberikan kesempatan menggunakan hak pilih bagi kurang lebih 100.000, kasus Electoral Act ini menunjukkan kemajuan besar dalam kemauan High Court dalam mengaplikasikan konstitusi dalam sistem pemilu.15 Dalam rentang waktu yang singkat pula, Get Up berhasil memenangkan kasus di Pengadilan Federal yang memutuskan bahwa Electoral Commission harus memberikan

10 Anonim. Get Up Achievements.https://www.getup.org.au/campaigns/getup-achievements diakses pada 6 Januari 2014.

11 Getupaustralia. 2010. Youtube.com (video online). Candles at Parliament – Fund Mental Health.

https://www.youtube.com/watch?v=ne19036MyKU diakses pada 6 Januari 2014

12 Getupaustralia. 2010. Youtube.com (video online). Mental Health Victory – Get Up.

https://www.youtube.com/watch?v=cEw2pTLBlPE diakses pada 6 Januari 2014.

13 Anonim. 2010. Abc.net (online). High Court upholds GetUp! case. http://www.abc.net.au/news/2010-08-06/high-court-upholds-getup-case/934934 diakses pada 6 Januari 2014.

14 Anonim. Lawyers Weekly (online). 2010. GetUp! wins High Court challenge.

http://www.lawyersweekly.com.au/news/getup-wins-high-court-challenge diakses pada 6 Januari 2014.

15 Williams, George. 2010. Sunday Morning Herald (online). Democracy set for a digital revolution.

(7)

hak suara kepada orang yang terdaftar menggunakan pena digital melalui situs Get Up bernama OzEnrol.16

III. Viral dan Berdampak

Melalui hasil-hasil yang dicapai perjuangan organisasi Get Up, pressure group mampu secara signifikan mempengaruhi kebijakan dan berkontribusi secara signifikan pula dalam proses pembuatan kebijakan pemerintah. Dengan metode propaganda dan edukasi masyarakat mengenai isu-isu tertentu dengan memaksimalkan kekuatan internet, Get Up mampu menghasilkan dua kebijakan yang efeknya dapat dirasakan masyarakat Australia. Propaganda yang dilakukan oleh Get Up dengan memaksimalkan internet sebagai platform mampu menjangkau sebagian besar masyarakat Australia. Iklan-iklan yang dibuat oleh Get Up juga berisi penjelasan serta instruksi nmemenuhi dua atribut utama pressure group, propaganda dan edukasi. Kesuksesan iklan Get Up juga disebabkan oleh sifat internet yang memudahkan gagasan bersifat viral. Get Up secara tepat memaksimalkan Facebook, Youtube, dan Twitter yang merupakan jejaring sosial dengan kemampuan sharing dan merupakan media promosi terbaik saat ini. Mengapa? Karena dalam satu akun Facebook, sebuah jejaring sosial pertemanan, seseorang dapat memiliki teman dengan jumlah yang mampu mencapai ratusan pengguna Facebook. Sementara Youtube adalah situs berbagi video gratis yang mampu diakses oleh seluruh masyarakat dunia selama mereka terkoneksi dengan internet. Twitter adalah jejaring sosial berbagi status di mana satu akun dapat memuat apa yang ada di pikirannya dan dapat dibaca oleh pengguna Twitter lain dengan sistem follow. Meskipun Twitter membatasi pengguna hanya 140 karakter huruf, dari 140 karakter ini pengguna dapat membagikan link-link iklan Get Up. Iklan yang kreatif, serta tidak membosankan, mampu menarik masyarakat luas untuk memberikan atensi mereka kepada Get Up. Jejaring sosial serta internet adalah media sosialisasi yang tidak melelahkan dan murah. Kelebihan inilah yang menjadikan isu-isu yang diangkat Get Up mampu diterima masyarakat.

Kemajuan teknologi berbentuk internet juga memudahkan Get Up untuk melakukan ekspansi, koordinasi, dan mempromosikan sebuah isu. Dengan membuktikan model strategi “bricks-to-clicks”, Get Up melakukan terobosan dengan mengganti manajemen konvensional yang memerlukan propaganda konkrit seperti menggunakan baliho atau media konstruksi lain dengan website. Jika 15 tahun yang lalu organisasi seperti Get Up membutuhkan waktu bertahun-tahun agar pemerintah mau mendengar gagasan serta melakukan perubahan, terutama

(8)

jika beranggotakan masyarakat biasa bukan orang-orang super kaya atau orang-orang yang memiliki koneksi pemerintah, adanya internet mampu mendekatkan masyarakat dunia hingga melewati batas geografis. Untuk melakukan perubahan seperti reformasi pelayanan kesehatan, atau perubahan undang undang diperlukan kekuatan massa. Atau dalam bahasa latinnya vox populi yang berarti suara-suara masyarakat. Untuk mencapai kekuatan massa di masa lampau membutuhkan waktu lama karena individu terbatasi oleh jarak serta kontrol-kontrol kekangan pemerintah atau aktor pemegang power lainnya, di zaman modern ini kekuatan massa hanya berjarak satu “klik” saja. Terobosan inilah yang dimaksud oleh Bradach sebagai model strategi “bricks to clicks”. Dengan kemudahan akses informasi yang dimiliki oleh internet, seseorang dapat dengan mudah meng-“klik” informasi atau isu apa yang membuat orang tersebut menarik. Selain itu, promosi ide atau isu-isu yang jarang diperhatikan pemerintah juga lebih mudah. Seringkali isu-isu sensitif seperti Undang-Undang atau kebijakan ekonomi ditutup-tutupi oleh pemerintah sehingga informasi yang diterima masyarakat terbatas. Di sinilah adanya internet merupakan “jalan tol” bagi masyarakat umum yang memiliki perhatian lebih mengenai isu-isu tertentu mampu melakukan promosi dan melakukan perubahan di negaranya.

Get Up sebagai pressure group juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam demokrasi serta berkontribusi dalam menjadikan Australia yang progresif. Progresif disini maksudnya adalah progresif secara demokrasi. Terdapat dua parameter dari progresifnya Australia. Parameter tersebut adalah progresif secara prosedural, dan progresif secara substansial. Secara prosedural, Get Up mampu meningkatkan partisipasi politik masyarakat Australia yang dapat dilihat dari tingginya jumlah pemilih dalam pemilu 2010 dan 2013 melalui iklan yang dibuat oleh Get Up. Selain meningkatnya jumlah pemilih, keanggotaan Get Up yang secara progresif meningkat karena Get Up menyediakan platform bagi masyarakat Australia untuk memberikan kontribusi dalam pemerintahan Australia, baik dengan menggunakan jasa pemilu OzEnrol atau dengan mempromosikan isu-isu yang dapat dengan mudah dikirim via e-mail ke alamat [email protected]. 17 Selain itu, Get Up juga mampu memberikan perubahan pada Electoral Vote yang menjadi sistematika pemilu Australia. Kesuksesan Get Up dalam mempersuasi pemerintah Australia menganggarkan dana 2.2 milyar Dollar Australia juga merupakan kontrobusi prosedural menuju Australia progresif. Parameter prosedural dalam demokrasi adalah ketika masyarakat mampu menjalankan kewajiban politiknya (sebagai

(9)

pengawas pemerintah, media sosialisasi isu, dan berperan dalam upaya peningkatan kesejahteraan negara) tanpa rasa terancam dan rasa takut, serta adanya hubungan dua arah antara pemerintah dengan masyarakat, dengan pressure group sebagai jembatan penghubung.

Parameter substansial dari kontribusi bagi Australia yang progresif adalah melalui kualitas isu dan dampak dari perubahan yang diperjuangkan oleh Get Up. Meningkatnya antusiasme masyarakat dalam politik, serta perubahan sikap lembaga pemerintah seperti yang ditunjukkan High Court, serta dampak kebijakan pemerintah Australia yang dipengaruhi oleh Get Up itu sendiri terhadap masyarakat Australia, adalah dampak substansial dari kontribusi Get Up kepada Australia. Peningkatan partisipasi politik adalah parameter peningkatan antusiasme politik masyarakat. Aplikasi konstitusi dalam pemilihan umum oleh High Court adalah perubahan sikap lembaga pemerintah menuju arah yang lebih baik. Sementara dampak kebijakan reformasi pelayanan kesehatan mental serta perubahan amandemen Howard juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

IV. Penutup

Pressure group seperti Get Up sangat dibutuhkan bagi kemajuan negara. Tingkat kontribusi pressure group di Australia dan bagaimana mereka mampu memberikan pengaruh dalam pemerintahan Australia, terutama dalam proses pembuatan kebijakan serta pengambilan keputusan, adalah bukti bahwa pressure group mampu memberikan kontribusi signifikan dalam kancah politik sebuah negara. Adanya pressure group juga mampu menghadirkan aktor ketiga yang menjadi jembatan dalam hubungan negara dengan masyarakat. Di zaman modern ini, untuk berkontribusi kepada negara menjadi lebih mudah karena “perubahan hanya berjarak satu “klik” saja”.

Things don’t just happen, they are made to happen"

V.

Referensi

Anonim, FAQ, website resmi Get Up (online) https://www.getup.org.au/about/faq diakses pada 6 Januari 2014.

Anonim. Lawyers Weekly (online). 2010. GetUp! wins High Court challenge.

(10)

Anonim. 2010. Abc.net (online). High Court upholds GetUp! case.

http://www.abc.net.au/news/2010-08-06/high-court-upholds-getup-case/934934 diakses pada 6 Januari 2014.

Bradach, Jeffrey. 2010. Nonprofit Management Scaling Impact How to Get 100x results with 2x The Organization, Stanford Social Innovation Review Organization.

http://www.ssireview.org/articles/entry/scaling_impact diakses pada 6 Januari 2014.

Dillon, Mary Earhart. The American Political Science Review, Vol. 36, No. 3 (Jun., 1942), pp. 471-481. American Political Science Association.

Getupaustralia. 2010. Youtube.com (video online). Candles at Parliament – Fund Mental Health. https://www.youtube.com/watch?v=ne19036MyKU diakses pada 6 Januari 2014.

Getupaustralia, Election Report Back 2013 – Get Up, video dalam media berbagi video youtube.com (online). http://www.youtube.com/watch?v=i-mQZzR-jtM diakses pada 6 Januari 2014.

Getupaustralia. 2010. Youtube.com (video online). Mental Health Victory – Get Up. https://www.youtube.com/watch?v=cEw2pTLBlPE diakses pada 6 Januari 2014.

Hutchens, Gareth. 2013. Lobby groups pull strings in halls of power, Sunday Morning Herald (online). http://www.smh.com.au/business/lobby-groups-pull-strings-in-halls-of-power-20130816-2s26d.html diakses pada 6 Januari 2013 pukul 20.13

Tabakoff, Nick dan Jackson, Sally, 2013. Pressure group to dominate election campaign early as big parties hold fire.Website The Australian (online). http://www.theaustralian.com.au/media/pressure-groups-to-dominate-election-campaign-early-as-big-parties-hold-fire/story-e6frg996-1226565431097# diakses pada 6 Januari 2014 pukul 20.00

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang Nomor: 15/PAN-PBJ/POLRES-RL/2012 tanggal 31 Juli 2012, dengan ini kami mengumumkan sebagai pemenang untuk Pekerjaan Pembangunan

menjelaskan bahwa sebuah komputer dapat menjalankan beberapa aktifitas (yang sama maupun yang berbeda)

Nilai suction ini akan cenderung menurun dan pada akhirnya menjadi sama dengan nol atau lebih besar dari 0 (tekanan air pori positif) apabila terjadi perubahan kadar air dalam

Bukti pelunasan pajak tahun terakhir (SPT/PPh) dan laporan bulanan PPh pasal 25 atau Pasal 21/Pasal 23 atau PPN bulan 3 (tiga) bulan terakhir sesuai yang dipersyaratkan, Asli;

[r]

Dihadiri Oleh Direktur Utama/pimpinan Perusahaan, atau penerima kuasa dari Direktur Utama /Pimpinan Perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte Pendirian

Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda

“Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Kualitas Hasil Kerja Audio tr pada Kantor Akuntan Publik”, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Bandung: Universitas Komputer