i
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)
PERIODE 1 JULI 2014
–
20 SEPTEMBER 2014
DI SMA NEGERI 1 DEPOK, SLEMAN
YOGYAKARTA
Dosen Pengampu Lapangan: Yunike Juniarti Fitria,M.A
Disusun oleh:
AGUS FEBRIANTO
11208244023
PENDIDIKAN SENI MUSIK
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, kami selaku pembimbing Praktek
Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Depok, Sleman menerangkan bahwa
mahasiswa:
Nama : AGUS FEBRIANTO
NIM : 11208244023
Fakultas/Prodi : FBS/Pendidikan Seni Musik
Telah melaksanakan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA
Negeri 1 Depok, Sleman, tercatat mulai tanggal 1 Juli 2014 sampai 20 September 2014.
Hasil kegiatan terlampir dalam naskah laporan ini.
Demikianlah pengesahan ini saya berikan semoga dapat dipertanggungjawabkan
sebagaimana mestinya.
Yogyakarta, 20 September 2014
Dosen Pembimbing,
Yunike Juniarti Fitria,M.A NIP. 19840621 200801 2 005
Guru Pembimbing,
Drs.Sumarno
NIP. 19660204 199403 1 008
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Depok Koordinator KKN-PPL
SMA Negeri 1 Depok, Sleman
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas semua kemudahan
dan kenikmatan yang telah dianugerahkan sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan
PPL di SMA Negeri 1 Depok, Sleman.
Membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk menjalani masa PPL di SMA
Negeri 1 Depok, Sleman ini. Banyak pengalaman yang kami dapatkan dan pelajaran
yang bisa dipetik, sehingga kami berharap semua hal yang telah kami dapatkan pada
kegiatan PPL ini dapat digunakan kelak. Program-program yang telah kami laksanakan,
semoga memberikan manfaat dan dampak yang berkelanjutan bagi pihak sekolah baik
bagi guru maupun siswa-siswa SMA Negeri 1 Depok, Sleman. Terima kasih kami
ucapkan kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung kami dalam
pelasanaan kegiatan PPL ini. Oleh karena itu, penyusun ingin menyampaikan terima
kasih kepada :
1. Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd, M.A selaku Rektor Universitas Negeri
Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melaksanakan
PPL tahun 2014.
2. Pihak Universitas Negeri Yogyakarta dalam hal ini LPMP yang telah
memberikan kesempatan dan pengarahan mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan PPL.
3. Yunike Juniarti Fitria,M.A , selaku Dosen Pembimbing PPL yang telah
memberikan arahan dan bimbingan selama pelaksanaan PPL di SMA Negeri 1
Depok, Sleman
4. Drs. Maskur selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok Sleman
5. Dra. Magdalena Indria Dewi, selaku Koordinator PPL di SMA Negeri 1
Depok Sleman yang telah banyak memberikan masukan, pelajaran dan
inspirasi selama pelaksanaan PPL di SMA Negeri Negeri 1 Depok Sleman.
6. Drs.Sumarno selaku Guru Pembimbing PPL SMA Negeri Negeri 1 Depok
Sleman yang telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan, mencurahkan
tenaga dan pikirannya, serta semua saran dan kritiknya sehingga pelaksanaan
PPL di SMA Negeri Negeri 1 Depok Sleman bisa berjalan dengan lancar.
7. Segenap Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri Negeri 1 Depok
Sleman.
8. Rekan-rekan PPL UNY di SMA Negeri 1 Depok Sleman atas kerjasamanya.
9. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Depok Sleman yang telah berperan aktif dalam
kegiatan belajar mengajar dan kerjasamanya yang baik sehingga kami dapat
melaksanakan praktik mengajar di kelas dengan lancar.
10. Kedua Orangtua yang selalu memberikan motivasi serta dukungan baik moral
maupun material untuk melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Depok,
iv
11. Semua pihak yang telah membantu selama kegiatan PPL di SMA Negeri 1
Depok Sleman dan memberikan dorongan moril sehingga dapat membantu
penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa
mendatang. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja
sama yang diberikan. Semoga laporan PPL ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Yogyakarta, 20 September 2014
Penyusun
Agus Febrianto
v DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Halaman Pengesahan ... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... v
Abstrak ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Analisis Situasi ... 1
B. Perumusan Program Kegiatan PPL ... 9
BAB II KEGIATAN PPL ...12
A. Persiapan ...12
B. Pelaksanaan ...13
C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi ...16
BAB III PENUTUP ... A. Kesimpulan ...19
B. Saran ...19
DAFTAR PUSTAKA ...21
vi ABSTRAK
PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 DEPOK
DISUSUN OLEH:
AGUS FEBRIANTO
(11208244023)
PENDIDIKAN SENI MUSIK
Praktik Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa UNY yang mengambil jalur kependidikan. Tujuan dari PPL ini adalah untuk melatih mahasiswa dalam memperoleh pengalaman faktual tentang proses pembelajaran, mengembangkan kompetensi keguruan/ kependidikan dan mengetahui secara langsung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, mengenalkan mahasiswa kepada lembaga kependidikan yang sebenarnya sehingga dapat megetahui segenap permasalahan yang terkait dengan proses pembelajaran, selain itu diharapkan mahasiswa dapat memeperoleh bekal pengalaman dalam rangka meningkatkan profesionalitas kerja di dunia pendidikan.
Program PPL di SMA Negeri 1 Depok, dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai 20 September 2014. Praktikan diterjunkan untuk mengajar di kelas XI MIA 1, XI MIA 2, XI IIS 1 dan XI IIS 2. Dalam pelaksanaan PPL ini praktikan melaksanakan berbagai program kegiatan baik yang bersifat kelompok maupun individu. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk melatih praktikan dalam menerapkan kemampuannya dan pengetahuannya serta mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Dengan demikian, praktikan diharapkan mempunyai bekal dan pengalaman sebagai calon pendidik yang berkualitas. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Depok meliputi kegiatan mengajar di kelas dan praktik persekolahan.
Dalam kegiatan praktik mengajar di kelas, secara langsung praktikan dibimbing oleh guru pembimbing. Bimbingan juga dalam hal pembuatan perangkat pembelajaran RPP, silabus serta perangkat evaluasi. Praktikan juga berperan dalam kegiatan persekolahan lainnya seperti piket harian, membantu administrasi supervisi ,dan lain-lain.
1 BAB I PENDAHULUAN
A. ANALISIS SITUASI 1. Latar Belakang
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya tindak
lanjut dalam rangka pengembangan diri bagi mahasiswa yang berupa
pengalaman secara langsung di dalam lingkungan nyata yaitu lingkungan
masyarakat sebagai aplikasi dari pengetahuan yang telah di dapat oleh
mahasiswa di dalam proses perkuliahan.
PPL merupakan pembentukan dan peningkatan kemampuan profesional
mahasiswa sesuai dengan bidangnya. Dalam hal ini, PPL lebih mengarah pada
peningkatan SDM para mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik/guru. Kedua
kegiatan yang berbeda tersebut disandingkan untuk mencapai misi yang lebih
besar, yang antara lain adalah pemberdayaan pendidikan dan masyarakat dalam
membentuk jiwa dan keterampilan profesionalitas para mahasiswa.
PPL juga merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh
oleh seluruh mahasiswa UNY yang mengambil jurusan kependidikan. Mata
kuliah PPL dilaksanakan dengan tujuan untuk menyiapkan dan menghasilkan
guru atau tenaga pendidik yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan bidangnya (profesional).
PPL dilakukan oleh mahasiswa kependidikan untuk memberikan
kesempatan agar dapat mempraktikan berbagai macam teori yang mereka terima
di bangku perkuliahan. Pada saat perkuliahan, mahasiswa menerima/ menyerap
ilmu yang bersifat teoritis. Maka dari itu, mahasiswa berkesempatan untuk
mempraktikan ilmunya melalui kegiatan PPL ini. Dalam PPL ini, mahasiswa
diberi tantangan dengan dihadapkan pada kondisi nyata di lapangan, yakni kelas
dengan beranekaragam karakter siswa. Dimana mahasiswa dengan pengalaman
ilmunya bisa mengolah kelas dan mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan, selain itu mahasiswa juga dapat mencari pengalaman untuk
memahami karakter belajar anak satu dengan yang lain yang pada dasarnya
mempunyai perbedaan.
Pengalaman-pengalaman yang diperolah selama PPL diharapkan dapat
dipakai sebagai bekal untuk membentuk calon guru/tenaga pendidik yang
profesional. Melihat latar belakang yang ada, praktikan melaksanakan KKN -
PPL di tempat yang dipilih sebelumnya dari beberapa tempat yang telah
ditentukan oleh pihak LPPMP. Praktikan melaksanakan kegiatan PPL di SMA
Negeri 1 Depok Sleman. SMA ini berlokasi Babarsari, Catur Tunggal, Depok,
Sleman, Yogyakarta, 55281 Sleman D.I Yogyakarta. Sebelum kegiatan PPL
dilaksanakan, dilakukan kegiatan observasi terlebih dahulu secara garis besar
yang berhubungan dengan permasalahan dan potensi pembelajaran yang ada di
2
a. Perangkat pembelajaran seperti Silabus dan RPP.
b. Proses pembelajaran, meliputi membuka pelajaran, penyampaian materi, metode
pembelajaran, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak, cara memotivasi
siswa, teknik bertanya, teknik penguasaan kelas, penggunaan media, bentuk dan
cara evaluasi, serta menutup pelajaran.
c. Perilaku siswa meliputi perilaku siswa di dalam kelas dan di luar kelas.
2. Permasalahan
Hasil observasi yang telah dilaksanakan secara garis besar dalam pembelajara
sosiologi di kelas yaitu para siswa mempunyai potensi yang baik dalam hal
berdiskusi, debat, akan tetapi permasalahannya yaitu metode yang digunakan
oleh guru belum optimal, sehingga lebih banyak siswa yang kurang
memperhatikan guru.
3. Potensi Pembelajaran
SMA Negeri 1 Depok Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman,
Yogyakarta, 55281 , Sleman Yogyakarta. Letak SMA Negeri 1 Depok Sleman
nyaman, asri, dan tenang, sangat kondusif bagi kegiatan belajar. Lingkungannya
kondusif untuk kelangsungan proses belajar mengajar, lingkungannya aman,
tenang, sejuk dengan banyaknya pohon perindang serta bebas dari daerah banjir
maupun limbah berbahaya.
4. Kondisi Fisik Sekolah
SMA N 1 Depok merupakan sekolah menengah pertama yang berada di
wilayah Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.SMA N 1 Depok
resmi di buat untuk tempat belajar mengajar sejak 17 Januari 1997.Surat
Keputusan Pendidirian Sekolah ini ditetapkan pada 25 Oktober 1997 pada
awalnya merupakan SMA N 2 Sleman, namun terhitung sejak 7 Maret 1997
berubah nama menjadi SMA N 1 Depok. SMA N 1 Depok merupakan salah satu
sekolah favorit yang telah banyak menorehkan perestasi baik dibidang akademik
maupun kepeserta didikan.
SMA N 1 Depok menempati tanah seluas 7939 m2.Terdiri dari 8 unit
bangunan.Kondisi fisik bangunan di SMA N 1 Depok cukup memadai untuk
kegiatan belajar mengajar dan memiliki tata letak gedung yang efisien.Terdapat
fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan lapangan voli.Adapun lapangan
upacara yang cukup luas menampung seluruh warga sekolah.Beberapa ruangan
masih baru dan terlihat rapi.Namun sebagian ruangan ada yang kurang
pencahayaan sehingga kelas kurang menunjang KBM.Terdapat ruang workshop
yang biasa digunakan untuk acara tertentu maupun kegiatan yang bersifat indoor.
SMA N 1 Depok memliliki wilayah yang cukup strategis, mudah di
jangkau peserta didik baik dari kabupaten Sleman wilayah timur maupuan dari
peserta didik yang tinggal di wilayah kota Yogyakarta karena SMA ini berada
tepat pada perbatasaan Sleman dengan Yogyakarta di sebelah timur. Lokasi SMA
N 1 Depok yang terjangkau dan strategis ini juga nampak dari akses Jalan Raya
3
Depok yang menunjung proses pembelajaran seperti dekat dengan SD N 1
Babarsari, SMP N 4 Depok, Kampus Atma Jaya, Kampus Sanata Dharma, Dinas
Perhubungan Kota Yogyakarta, Balai Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta
wilayah pemukinan padat penduduk.
Analisis situasi SMA N 1 Depok yang telah kami lakukan ini
mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek yang telah diamati di SMA
N 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil observasi dapat dikatakan bahwa baik
sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar dan mengajar tidak
ditemukan adanya permasalahan yang dapat mengganggu kegiatan belajar dan
mengajar.Permasalahan-permasalahan yang muncul adalah mengarah pada
belum teroptimalkannya penggunaan beberapa fasilitas fisik sekolah. Prioritas
program kerja yang kami rancang pada akirnya akan lebih banyak mengarah
pada upaya mengoptimalkan sarana fisik belajar dan meningkatkan kualitas dari
peserta didik baru dengan berbagai kegiatan yang mendorong solidaritas dan
pengetahuan para peserta didik SMA N 1 Depok Sleman.
SMA N 1 Depok unggul dalam beberapa hal termasuk prestasi peserta
didik dalam proses belajar mengajar maupun dalam berbagai perlombaan di
segala bidang kepeserta didikan. Banyaknya perstasi peserta didik yang diperoleh
tentunya berkat kerjasama dari berbagai pihak yang memberikan kesematan bagi
peserta didik-peserta didiknya untuk berkreasi dengan kegiatan- kegiatan yang
ada, selain itu adanya kepedulian dari para alumni sebagi pengajar untuk
memberikan pelatihan pada beberapa organisasi maupun ekstrakurikuler yang
ada di SMA N 1 Depok. Organisasi Kepeserta didikan dan Ekstrakurikuler yang
ada di SMA N 1 Depok, antara lain:Peleton Inti (Tonti), Pramuka, Karya Ilmiah
Remaja, Basket, Futsal, Cheerleader, BBHC/ Pencinta Alam, Amanogawa
(komunitas anime Jepang), Teater, Jurnalistik, Rohis dan Paduan Suara.
Analisis Kondisi Fisik 1. Ruang Administrasi
Ruang administrasi terdiri dari beberapa ruang. Adapun ruang-ruang
tersebut antara lain:
a. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah berukuran sedang yang terletak didekat pintu
masuk, bersebelahan dengan ruang TU yang di dalamnya terdapat meja dan kursi
untuk menerima tamu yang dibatasi dengan almari sebagai pemisah antara ruang
tamu dan ruang kerja.
b. Ruang Guru
Ruang guru berada dilantai dua dan memiliki luas ruangan yang cukup
besar yang menampung semua guru mata pelajaran kelas X hingga XII dengan
pembagian tempat masing-masing satu meja dan kursi. Penataan ruangan ini
cukup rapi, ruang guru ini berada dekat dengan ruang kelas tentunya hal ini
sangat tepat mengingat memudahkan akses antar ruang kelas dengan ruang guru
4
berlangsung. Ruang guru terdapat kursi dan meja tamu, serta dilengkapi dengan
beberapa unit komputer sebagai penunjang kinerja guru.
c. Ruang Tata Usaha
Ruang tata usaha terletak bersebelahan dengan ruang Kepala Sekolah
yang berada di lantai 1. Ruang tata usaha ini dilengkapi dengan meja, kursi,
almari, TV, LCD, komputer, mesin fotokopi dan dispenser.
d. Ruang Bimbingan dan Konseling
SMA N 1 Depok sudah memiliki ruang khusus untuk bimbingan dan
konseling yang tentunya sangat mendukung keterlaksanaan proses bimbingan
konseling personal peserta didik maupun guru. Ruangan BK dilengkapi dengan
instrumen bimbingan seperti alat penyimpanan data mekanisme pelayanan
konseling, satu unit komputer, telefon,dan sebagainya. Ruang konseling
bersebelahan langsung dengan ruang guru BK. Hal tersebut akan mempermudah
kerja yang dilakukan oleh guru pembimbing.
2. Ruang Pembelajaran
Ruang pengajaran terdiri dari 20 ruang kelas untuk proses belajar
mengajar dan 5 laboratorium yang terdiri dari laboratorium Fisika, Kimia,
Biologi, Komputer, Bahasa. Adapun pembagian ruang pengajaran yang berupa
ruang kelas tersebut adalah sebagai berikut :
a. Kelas X terdiri atas 6 kelas dari kelas IIS 1, IIS 2, IIS 3, dan MIA 1, MIA 2, MIA
3
b. Kelas XI terdiri atas 6 kelas dari kelas IIS 1, IIS 2, IIS 3, dan MIA 1, MIA 2,
MIA 3
c. Kelas XII terdiri atas 8 kelas dari kelas IPS 1, IPS 2, IPS 3,IPS 4 dan IPA 1, IPA
2, IPA 3, IPA 4
Sedangkan ruang laboratorium terdiri dari:
a. Laboratorium Fisika
Laboratorium Fisika berada di Lantai dua gedung sebelah timur lapangan
basket atau selatan ruang OSIS. Laboratorium ini dapat menampung ±34 peserta
didik. Ruang Laboratorium ini terbagi dalam dua bagian dimana satu bagian
merupakan ruang penyimpanan dan ruang yang lain merupakan ruang praktik.
b. Laboratorium Kimia
Laboratorium kimia ini terdiri dari tiga ruang.Lokasi laboratorium kimia
berada di sebelah barat lapangan basket.Tiga ruang yang ada terdiri dari ruang
praktikum, ruang penyimpanan alat dan ruang kepala laboratorium.Peralatan
laboratorim yang ada masih baik dan dapat digunakan.Bahan kimia yang ada
terdiri dari bahan padat yang berjumlah 180 botol dan yang cair terdapat 100
botol.
c. Laboratorium Biologi
Laboratorium Biologi terletak di barat lapangan basket atau sebelah
selatan laboratorium kimia. Ruang ini dapat menampung ±34 peserta didik.
5
digunakan untuk menyimpan alat praktikum sedang sisi yang lain digunakan
untuk praktikum.
d. Laboratorium Komputer
Laboratorium komputer ini terdapatdua ruang yang pertama ruang untuk
peserta didik dan yang satu untuk guru. Komputer yang ada di laboratorium ini
±50 unit.
e. Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa terletak di timur lapangan basket atau sebelah utara
studio musik. Ruang laboratorium bahasa ini terbagi dalam dua bagian dimana
bagian pertama diguanakan untuk penyimpanan dokumen dan alat- alat lain
sedangkan bagian yang lain digunakan untuk ruang praktek peserta didik yang di
dalamnya terdapat sekat-sekat pembatas antar satu peserta didik dengan peserta
didik yang lain dan dilengkapi dengan earphone.
2. Ruang Penunjang
Ruang penunjang terdiri dari ruang perpustakaan, ruang keterampilan,
ruang UKS, ruang OSIS, masjid, koperasi, ruang agama, gudang, kamar mandi,
ruang piket, tempat parkir guru dan peserta didik, kantin, dan pos satpam.
a. Ruang perpustakaan
Perpustakaan dilengkapi dengan koleksi buku seperti buku-buku
pelajaran, buku cerita fiksi dan non fiksi, buku paket, majalah, dan koran serta
dilengkapi dengan dua unit komputer sebagai tempat penyimpanan data maupun
mencari tugas. Sehingga, hal ini menumbuhkan minat peserta didik untuk selalu
berkunjung perpustakaan.
b. Ruang Seni Musik
Ruang seni musik terletak di timur lapangan basket atau selatan
laboratorium bahasa. Ruang musik terbagi menjadi dua ruang, dimana satu ruang
berisi alat-alat musik yang lengkap dan satu ruang studio yang kedap suara berisi
seperangkat alat band.
c. Ruang UKS
UKS di SMA N 1 Depok terbagi mejadi dua bagian yaitu ruang UKS
khusus putri dan ruang UKS khusus putra. Kelengkapan perabotan UKS dapat
dilihat dari adanyatempat tidur, meja, kursi, almari obat-obatan, kotak obat,
stetoskop dan tandu.
d. Ruang OSIS
Ruang OSIS merupakan kantor resmi untuk kegiatan-kegiatan yang
diselenggarakan oleh OSIS dan dilengkapi dengan meja, kursi, almari
penyimpanan seragam tonti, papan proker, dan papan struktur organisasi.
e. Masjid
Masjid berada di lantai dua tepatnya diatas ruang workshop yang letaknya
berada di sebelah utara lapangan basket. Masjid terdapat ruang penyimpanan
perlengkapan shalat. Ruang Masjid ini disediakan berbagai peralatan yang dapat
6 f. Ruang Agama
Ruang ini digunakan untuk mengajar agama non Islam. Terletak
disebelah barat kelas XD untuk agama kristen sedangkan ruang agama
katholikberada di depan kelas XI MIA 3.
g. Ruang Kantin
Kantin menyediakan berbagai jenis makanan dengan harga yang
terjangkau bagi peserta didik. Terdapat dua katin di unit I. Di kantin sekolah
sudah disediakan beberapa meja dan kursi makan. Selain itu di kantin unit I juga
turut mendukung kebersihan dan kehigienisan tempat makan dengan telah
tersedianya tempat sampah dan wastafel untuk cuci tangan.
h. Kamar Mandi dan WC
Terdapat beberapa kamar mandi dan WC, yang dibagi untuk para guru
dan peserta didik secara terpisah. Kamar mandi peserta didik sendiri dibagi
menjadi dua bagian yaitu di sisi barat dan sisi timur. Kamar mandi dan WC di
sekolah kebersihannya cukup bersih.
i. Tempat parkir
Terdapat tiga tempat parkir kendaraan yaitu tempat parkir kendaraan
untuk peserta didik serta tempat parkir untuk kendaraan guru, karyawan dan
tamu.
j. Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA N 1 Depok antara lain :
pramuka, tonti, basket, futsal, cherrs, teater, amanogawa (komunitas anime
jepang), BBHC, Paduan Suara, karya ilmiah, PMR dan lain - lain. Dengan
adanya kegiatan ekstrakurikuler memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan bakat dan minatnya, sehingga hobi dan potensi yang dimiliki
oleh para peserta didik dapat tersalurkan secara optimal. Meskipun fasilitas sudah
cukup lengkap, observer menjumpai beberapa hal yang perlu dibenahi serta
potensi-potensi yang perlu dioptimalkan.
3. Infrastruktur
Infrastruktur yang dimiliki terdiri dari pagar, taman sekolah dan listrik
serta lapangan basket dan lapangan upacara. Lapangan yang cukup luas ini
tentunya menjadi salah satu alasan sehingga kegiatan kepeserta didikan, olah
raga serta upacara bendera dapat terlaksana dengan lancar.
Analisis Kondisi Personalia 1. Potensi Peserta didik
Penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2014/2015, SMA N 1 Depok
menerima peserta didik SMP dengan jumlah nilai ujian terendah 34,50.
Prestasi-prestasi yang diperoleh peserta didik SMA N 1 Depok sangatlah banyak, pada
tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.Prestasi yang diperoleh pada tingkat
7
upacara 17 Agustus.Pada tingkat nasional yang kerap sekali memperoleh juara
adalah dalam bidang karate.
2. Potensi Guru dan Karyawan
Kepala sekolah bernama Drs. H. Maskur. Sekolah memiliki 54 tenaga
pengajar yang terdiri dari 44 guru tetap, 1 DPK, dan 9 guru tidak tetap. Hampir
seluruh tenaga pengajar adalah lulusan kependidikan dengan jenjang S1 serta
terdapat 2 tenaga kependidikan dengan pendidikan jenjang S2.Masing-masing
guru mengajar satu Mata Pelajaran. Guru pengajar disediakan oleh dinas
pendidikan kabupaten sesuai kebutuhan sekolah.
3. Fasilitas KBM dan Media Pembelajaran
Sekolah memiliki fasilitas dan media pembelajaran yang cukup memadai
untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut meliputi :
a. Ruang Kelas
Ruang kelas sebanyak 20 ruang dengan 35-40 kursi peserta didik dan
18-20 meja.Tersedia white-board, papan presensi, LCD, layar LCD, meja dan kursi
guru.
b. Laboratorium
Sekolah memiliki Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi,
Laboratorium Kimia, Laboratorium Bahasa, dan Laboratorium TI.
c. Lapangan olahraga
Sekolah memiliki lapangan basket dan lapagan voli.
d. Perpustakaan
Perpustakaan berukuran 6 x 5 m2 dengan 8 rak buku yaitu 5 rak besar dan
3 rak kecil.
e. Bimbingan Konseling
Ruang BK untuk konseling bagi peserta didik, ruangan cukup luas berada
di lantai 2, di atas hall SMA N 1 Depok.
f. Tempat Ibadah
g. Ruang Workshop atau aula
Ruang workshop atau aula yang ada di SMA N 1 Depok ini dapat
menampung±250 orang.
h. Media Pembelajaran
Memiliki media pembelajaran komputer dan beberapa media
pembelajaran lain yang menyesuaikan kebutuhan tiap mata pelajaran.
4. Bidang Akademik
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, SMA N 1 Depok mempunyai
visi dan misi sebagai berikut:
a. Visi Sekolah
Visi SMA N 1 Depok adalah berprestasi tinggi, berkeperibadian, kreatif, dan
8 b. Misi Sekolah
1) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga standar
kompetensi minimal terkuasai serta mengoptimalkan penerapan program sekolah
efektif yakni efektivitas yang berorientasi pada semangat keunggulan.
2) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut peserta didik
sehingga menjadi dasar terbentuknya kepribadian yang mantap serta arif dan
bijaksana dalam berperilaku.
3) Mendorong dan membantu peserta didik untuk mengenal potensi diri sehingga
dapat mengembangkannya secara optimal.
4) Mendorong dan membantu penguasaan Teknologi Informasi serta Bahasa Asing
untuk pengembangan diri peserta didik
Kegiatan belajar mengajar berlangsung di gedung SMA N 1 Depok,
Sleman, Yogyakarta. Proses belajar mengajar berlangsung dari pukul
07.00-13.30 baik pelajaran teori maupun praktek. Peserta didik Kelas X dibagi menjadi
2 bidang penjurusan yaitu MIA dan IIS dan terdiri dari 6 kelas.
Untuk Kelas XI dibagi menjadi 2 bidang penjurusan yaitu MIA dan IIS,
masing-masing jurusan terdiri dari 3 kelas. Kelas XII, hampir sama dengan Kelas
XI, terdiri dari 8 kelas yang dibagi menjadi 2 penjurusan yaitu IPA empat kelas
dan IPS empat kelas. Jumlah rata-rata peserta didik per kelas adalah 32 peserta
didik.
5. Kegiatan Peserta didik
Dalam pengembangan potensi peserta didik selain akademik
dikembangkan pula potensi peserta didik dari segi Non-akademik.Beberapa
kegiatan Ekstrakurikuler dibentuk untuk menampung berbagaimacam potensi
peserta didik SMA N 1 Depok, Sleman, Yogyakarta.Terdapat 2 jenis kegiatan
ekstrakurikuler yaitu ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.
Ekstrakurkuler wajib tersebut antara lain :
a. Pramuka
Ekstrakurkuler pilihan tersebut antara lain :
a. Basket
b. Peleton Inti
c. Futsal
d. Cheerleader
e. BBHC/ Pencinta Alam
f. Amanogawa (komunitas anime jepang)
g. Teater
h. Jurnalistik
i. Rohis
9
B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL 1. Perumusan Program PPL
Dalam merumuskan program PPL lokasi SMA Negeri 1 Depok, Sleman
mahasiswa telah melaksanakan:
a. Sosialisasi dan Koordinasi
b. Observasi KBM dan Manajerial
c. Observasi Potensi
d. Identifikasi Permasalahan
e. Diskusi Guru dan Kepala Sekolah
f. Rancangan Program
g. Meminta persetujuan koordinator PPL sekolah tentang rancangan program yang
akan dilaksanakan
2. Rancangan Program PPL
Penerjunan Tim PPL UNY 2014 disesuaikan dengan target pihak
universitas yakni Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan
(LPPMP) yang menghendaki sistem PPL tahun 2014 terdiri dari 2 bentuk, yakni
KKN dan PPL. KKN terdiri dari 2 kegiatan, yaitu KKN pada Masyarakat dan
KKN pada sekolah. Sedangkan PPL sendiri adalah praktik mengajar di sekolah
yang telah dipilih.
Dengan demikian, waktu penerjunan program PPL disekolah
dilaksanakan bersamaan dengan penerjunan KKN di sekolah yakni pada 1 Juli
2014. Proses penerjunan tersebut berupa acara ceremonial antara Tim, Dosen
Pembimbing, dan Guru-Guru Pembimbing SMA N 1 Depok Sleman.
Kegiatan pertama setelah adanya penerjunan yang perlu dipersiapkan
untuk kelancaran kegiatan PPL yaitu penyusunan rancangan kegiatan PPL
sehingga tujuan akhir kegiatan dapat dicapai dengan baik. Rancangan kegiatan
PPL yang disusun diharapkan membantu dalam pelaksanaan PPL dan dapat
dijadikan dasar acuan. Rancangan dasar kegiatan PPL sebelum melakukan
praktek mengajar di kelas adalah sebagai berikut :
1) Tahap Persiapan di kampus
Tahap persiapan di kampus diawali dengan kegiatan pengajaran mikro
selama satu semester. Pengajaran mikro adalah mata kuliah yang harus diambil
mahasiswa yang akan melaksanakan PPL. Pengajaran mikro juga sebagai
prasyarat mahasiswa apakah dapat melaksanakan PPL atau tidak. Ketentuan lulus
pada mata kuliah ini yang dijadikan syarat untuk mengikuti PPL adalah minimal
nilai akhir B. Pembelajaran mikro lebih mengarah pada pembekalan
keterampilan dalam mengelola kelas.
Untuk pembekalan pengetahuan PPL, pihak universitas melalui LPPMP
mengadakan pembekalan serta sosialisasi pelaksanaan PPL. Hal ini ditujukan
kepada seluruh mahasiswa yang akan melakukan PPL dan sebagai syarat untuk
10 2) Observasi Fisik Sekolah
Tahap ini dilaksanakan sekaligus dengan penyerahan dari pihak
universitas yang diwakili oleh DPL PPL. Tahap yang kedua ini bertujuan agar
mahasiswa memperoleh gambaran tentang sekolah terutama yang berkaitan
dengan situasi dan kondisi sekolah sebagai tempat mahasiswa melaksanakan
praktek, agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan sekolah serta
menyesuaikan program PPL.
a) Observasi Proses Belajar Mengajar Di dalam Kelas
Tahap ini dilaksanakan setelah melakukan observasi fisik sekolah. Tahap
ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman terlebih
dahulu mengenai tugas menjadi seorang guru, khususnya tugas dalam mengajar.
Obyek pengamatannya adalah kompetensi profesional guru pembimbing PPL.
Selain itu juga pengamatan terhadap keadaan kelas yang sebenarnya dan pada
proses belajar yang terjadi di kelas. Observasi kegiatan proses belajar mengajar
bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman pendahuluan
mengenai proses belajar mengajar yang berlangsung, proses pendidikan yang lain
dilembaga tersebut, tugas guru, dan kepala sekolah, tugas instruktur dan
lembaga, pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar, hambatan atau
kendala serta pemecahannya.
b) Persiapan Perangkat Pembelajaran
Menyusun persiapan untuk praktik terbimbing, artinya bahwa materi atau
tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa ditentukan oleh guru dan harus
dikonsultasikan kepada guru pembimbing mata pelajaran Seni Musik.
Pemilihan perangkat pembelajaran harus sesuai dengan kondisi hasil dari
observasi sebelumnya serta koordinasi dengan guru pembimbing mata pelajaran.
Perangkat tersebut diharapkan bisa diinovasi dan kreasikan oleh praktikan, agar
kelak pembelajaran akan menyenangkan, dan tujuan pembelajaran mudah
tercapai.
c) Praktek Mengajar
Praktik mengajar di kelas bertujuan untuk menerapkan, mempersiapkan
dan mengembangkan kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik, sebelum
mahasiswa terjun langsung ke dunia pendidikan seutuhnya. Praktik mengajar
minimal dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan. Tahap inti dari praktek
pengalaman lapangan adalah latihan mengajar di kelas. Pada tahap ini mahasiswa
praktikan diberi kesempatan untuk menggunakan seluruh kemampuan dan
keterampilan mengajar yang diperoleh dari pengajaran mikro.
d) Praktek Persekolahan
Kegiatan praktik persekolahan di SMA Negeri 1 Depok Sleman adalah:
1) Piket Guru
2) Piket Perpustakaan
11 e) Penyusunan dan pelaksanaan evaluasi
Evaluasi merupakan tolak ukur keberhasilan proses kegiatan belajar
mengajar di kelas. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
siswa dalam menangkap atau memahami materi yang telah disampaikan oleh
mahasiswa praktikan. Sebelum melaksanakan evaluasi, mahasiswa telah
melakukan review materi berupa latihan-latihan soal yang merupakan kisi-kisi
soal yang diujikan dalam evaluasi. Dalam setiap soal tersebut memiliki indikator
yang berbeda-beda sesuai dengan kurikulum yang sedang digunakan di sekolah.
Sehingga setiap soal mampu mewakili satu atau lebih indikator dalam satu
kompetensi dasar yang sama.
f) Mempelajari Administrasi Guru
Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa benar-benar mengetahui
tugas-tugas administrasi guru selama mengajar di kelas. Selama program PPL
berlangsung, pembuatan administrasi oleh guru otomatis harus dilakukan.
Administrasi tersebut meliputi silabus, analisis materi pembelajaran ( amp ),
buku agenda mengajar, daftar penilaian, dan alat kelengkapan administrasi harian
seperti rancangan pelaksanaan pembelajaran dan program pelaksanaan harian.
g) Penyusunan Laporan PPL
Kegiatan penyusunan laporan merupakan tugas akhir dari kegiatan PPL,
yang berfungsi sebagai laporan pertanggungjawaban mahasiswa atas pelaksanaan
PPL. Laporan ini bersifat individu. Laporan ini disusun secara tertulis yang
nantinya diketahui oleh guru pembimbing, dosen pembimbing PPL, koordinator
PPL SMA N 1 Depok Sleman dan Kepala SMA N 1 Depok Sleman.
h) Penarikan PPL
Kegiatan penarikan PPL dilakukan pada tanggal 20 September 2014 yang
sekaligus menandai berakhirnya kegiatan PPL di SMA N 1 Depok Sleman.
Demikian tahap-tahap dalam program dan rancangan praktik pengalaman
19 BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari serangkaian kegiatan PPL di SMA N 1 Depok pada bulan
Juli-September 2014 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah memberikan wawasan dan
rasa tanggung jawab sebagai pendidik pengelolaan proses belajar mengajar di
sekolah, memberikan pengalaman pendidikan maupun per sekolah yang dapat
meningkatkan kemampuan/personalisme calon pendidik di bidang
kependidikan.
2. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMA
Negeri 1 Depok secara umum berupa praktik dengan belajar mengajar yang
disesuaikan dengan guru pembimbing dan praktik persekolahan.
3. Selama praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berlangsung, mahasiswa dapat
mempraktikkan secara langsung ilmu yang diperoleh selama perkuliahan,
melatih dan mengembangkan profesi keguruan.
4. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menambah pengetahuan faktual
dan nyata tentang tugas-tugas guru, selain menstransfer ilmu juga harus
melakukan pendidikan sikap, nilai dan norma serta kedisiplinan pada peserta
didik dengan berusaha memahami karakteristik kepribadian peserta didik.
5. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mampu membekali mahasiswa
pengalaman nyata sebagai calon guru, baik dalam hal mengajar maupun seluk
beluknya.
6. Pelaksanaan program pengalaman lapangan dapat berjalan lancar dan baik
berkat kerja sama dari pihak yaitu mahasiswa, guru pembimbing dan peserta
didik.
B.SARAN
1. Untuk Mahasiswa
a. Dalam melaksanakan kegiatan PPL sebaiknya mahasiswa mencari informasi
secara akurat mengenai sekolah.
b. Praktikan sebaiknya menjalin hubungan baik dengan siapa saja, pandai
menempatkan diri dan berperan sebagaimana mestinya.
c. Mempersiapkan sebaik mungkin materi yang akan diberikan kepada perserta
didik agar dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan konsep.
d. Praktikan harus banyak membaca referensi tentang materi yang akan
diajarkan, dan sering berkonsultasi dengan guru pembimbing.
e. Rasa setia kawan, solidaritas serta kekompakan perlu dijaga dan diteruskan
20
memanfaatkan apa yang telah didapatkan dari PPL sebagai bekal di masa
mendatang.
2. Pihak Universitas Negeri Yogyakarta (LPPMP UNY)
a. Sosialisasi program PPL perlu lebih ditingkatkan secara jelas dan transparan
kepada phiak sekolah maupun kepada praktikan.
b. Memberikan pembekalan yang lebih representatif mengenai proses belajar
mengajar yang sekiranya nanti dihadapi mahasiswa di tempat praktik,
khusunya pembuatan laporan PPL.
c. LPPMP hendaknya mengadakan pembekalan yang lebih nyata tidak hanya
sebatas teori yang disampaikan secara klasikal yang kebermanfaatannya
kurang dirasakan.
d. Lebih teliti dalam menyeleksi sekolah tempat praktik PPL sehingga
kebermanfaatan program PPL lebih bisa dimaksimalkan, serta lebih
memperhatikan antara kebutuhan sekolah lokasi PPL dengan jumlah
mahasiswa praktikan bidang studi tersebut agar tidak terjadi kelebihan atau
kekurangan jam mengajar.
e. Kemitraan dan komunikasi antara UNY dan SMA Negeri 1 Depok lebih
ditingkatkan lagi demi kemajuan dan keberhasilan program PPL UNY serta
kemajuan dan keberhasilan SMA Negeri 1 Depok
3. Pihak SMA N 1 Depok
a. Kegiatan PPL ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan
kualitas pendidikan di sekolah.
b. Perlu adanya kontrol yang lebih cermat lagi terhadap mahasiswa dari pihak
sekolah demi keberhasilan PPL.
c. Menciptakan budaya dilalog yang partisipatif antar komponen sekolah, baik
21 DAFTAR PUSTAKA
Tim UPPL. 2013. Panduan KKN-PPL Unit Program Pengalaman Lpangan (UPPL)
Universitas Negeri Yogyakarta 2010. Yogyakarta: UPPL.
Tim UPPL. 2013. Materi Pembekalan KKN-PPL UNY 2010. Yogyakarta: UPPL.
Tim Penyusun Pedoman Pengajaran Mikro 2012. Panduan Pengajaran Mikro.
SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI MUSIK)
(WAJIB PILIHAN) SATUAN PELAJARAN : SMA
KELAS : XI
Kompetensi IntI :
Kompetensi Inti 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Inti 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Kompetensi Inti 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan
pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1,Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan
peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya 3.1. Menganalisis konsep, teknik dan
prosedur dalam proses berkarya musik
4.1 Mengubah musik secara sederhana dengan partiturnya
Penyajian karya musik Mengamati
Membaca dan mendengarkan informasi dan data tentang , konsep, teknik menggubah lagu
Menanyakan
Menanyakan tentang jenis, konsep, teknik menggubah karya musik
Mengeksplorasi
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang tentang konsep, teknik memnggubah karya musik
Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur menggubah lagu
Mengasosiasi
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur menggubah lagu kemiripan dengan gradasi warna
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam menggubah karya musik
Mengomunikasi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan
pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2..2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan
peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya 3.2 Mengevaluasi karya musik
berdasarkan bentuk, teknik, jenis karya, dan nilai estetisnya 4.2. Menulis karya musik sederhana
Penampilan karya buatan sendiri
Mengamati
Membaca dan mendengarkan informasi tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam membuat karya musik dari penulis/ pencipta lagu
Menanyakan
Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam penulisan karya musik
Mengeksplorasi
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam menulis karya musik
Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur penulisan karya musik Mengasosiasi
Membandingkan konsep, teknik, dan
prosedur pada berkarya musik dengan produk seni lainnya
Mengkomunikasi Menyanyikan lagu
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan
pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan
peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya
3.3. Menganalisis hasil penampilan
pergelaran musik berdasarkan konsep, teknik dan prosedur yang digunakan 4.3. Menampilkan musik idividual.
Kelompok atau paduan suara
Pergelaran musik karya sendiri
Mengamati
Membaca dan mendengarkan informasi tentang kepanitian , undangan, persiapan pergelaran musik
Menanyakan
Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik
Mengeksplorasi
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran karya musik
Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur penyajian karya musik
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik
Mengasosiasi
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur pada penyajian musik dengan seni pertunjukan lainnya
Mengkomunikasi
Menyanyikan lagu secara individual
Menyanyikan lagu secara kelompok
Unjuk Kerja
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta
bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian 2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam
mengapresiai seni dan pembuatnya
2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya
3.4. Menganalisis hasil pergelaran musik
berdasarkan konsep, teknik. prosedur, dan tokoh pada kritik musik sesuai konteks budaya
4.4 Membuat tulisan tentang karya-karya musik dan pencipta
Kritik Musik Mengamati
Membaca dan mendengarkan informasi tentang kepanitian , undangan, persiapan pergelaran musik
Menanyakan
Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik
Mengeksplorasi
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelarant karya musik
Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur karya musik yang ada
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik Mengasosiasi
Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur pada penyajian musik dengan seni pertunjukan lainnya Mengkomunikasi
Membuat tulisan tentang kritik musik
Produk
Tulisan tentang kritik musik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA NEGERI 1 DEPOK
Kelas/Semester : XI/1
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA (MUSIK)
Materi Pokok : Penyajian Karya Musik.
Waktu : 4 × 45 menit. (2 Tatap Muka)
A. Kompetensi Inti:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar :
1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2.1 Menunjukkan sikap toleran, aktif dan percaya diri dalam pemecahan suatu masalah.
2.2 Menunjukkan sikap menghargai karya seni.
2.3 Menunjukkan sikap disiplin dalam berkesenian.
3.1 Memahami karya musik berdasarkan simbol,jenis dan nilai estetisnya.
3.2 Menyanyikan lagu berdasarkan jenis musiknya.
C. Indikator :
3.1.1 Megidentifikasi pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara.
3.1.2 Mengidentifikasi jenis-jenis musik Non-Tradisional Nusantara.
3.1.3 Mengidentifikasi pengertian tiap jenis Musik Non-Tradisional Nusantara.
D. Tujuan Pembelajaran :
Dari pembelajaran ini diharapkan siswa mampu :
1. Mengidentifikasi jenis musik non-tradisional melalui pengamatan.
2. Mengidentifikasi ciri-ciri musik non tradisional.
3. Mengidentifikasi teknik-teknik yang digunakan dalam menyanyikan lagu.
4. Menyanyikan lagu menggunakan teknik yang telah dipelajari.
E. Materi :
Pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara,macam-macam jenis musik non-Tradisional
Nusantara.
Materi Pokok :
1. Contoh lagu non-tradisional Nusantara
2. Syair/lirik lagu
Pendekatan :Scientific Learning
Model :Discovery Learning
Metode :Diskusi dan penugasan
MATERI
Pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara
Musik Non-Tradisional Nusantara adalah musik yang tumbuh dan berkembang di Indonesia dan
sudah terpengaruh oleh musik luar negeri meliputi alat musik, bentuk musik, tangganada, dan
cara penyajiannya.
Dengan pengertian lain musik Non-Tradisional Nusantara adalah musik modern yang
berkembang di Indonesia dan menjadi hak milik bangsa Indonesia.
Jenis-jenis Musik Non-Tradisional Nusantara
a. Keroncong
b. Pop
c. Dangdut
d. Lagu wajib
e. Lagu Nasional
f. Lagu kebangsaan
-Lagu wajib adalah lagu yang wajib diketahui, dihayati,dan dipelajari bangsa Indonesia untuk
meningkatkan rasa nasionalisme bangsa.
Bagimu Negeri
Garuda Pancasila
Satu Nusa Satu Bangsa
Hari Merdeka
Halo-Halo Bandung
Maju Tak Gentar
Syukur
Lagu wajib dominan dengan tempo mars/marcia, akan tetapi ada lagu yang dimainkan dengan
tempo lambat contohnya Syukur, Mengheningkan Cipta, Satu Nusa Satu Bangsa.
-Lagu Nasional
Lagu Nasional yaitu lagu yang dinyanyikan seluruh bangsa indonesia tapi belum dikategorikan
lagu wajib.
Contoh :
Tanah Airku
Api Kemerdekaan
Lagu Kebangsaan adalah lagu yang diakui menjadi lagu identitas suatu bangsa dan setiap negara
atau bangsa hanya memiliki satu lagu Kebangsaan, di Indonesia lagu kebangsaan tersebut adalah “Indonesia Raya”
UNSUR TEKNIK VOKAL
Pernafasan
Teknik pernafasan dalam olah vokal lazimnya menggunakan pernafasan rongga perut
(Diafragma).
Artikulasi
Sama halnya dalam berbicara,bahwa dalam bernyanyi pengucapan kata dalam merangkai kalimat
harus jelas agar tersampaikan maksudnya. Huruf vokal maupun konsonan harus diucapkan utuh
dan jelas.
Resonansi
Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan rongga-rongga mulai
dari dada,tenggorokan,mulut,dan kepala.
Frasering
Frasering disebut juga pemenggalan kata tiap kalimat lagu. Agar terbentuk kalimat yang baik
maka seorang penyanyi harus menguasai syair dan tata bahasa yang dinyanyikan.Diperlukan
pengaturan pernafasan agar kata yang diucapkan/kalimat yang dinyanyikan tidak terputus.
Intonasi
Intonasi adalah ketepatan nada saat bernyanyi. Pembawaan nada yang tepat pada melodi lagu
yang dinyanyikan sangat diperlukan agar lagu terkesan indah baik pada melodi pokok maupun
saat penyanyi memperindah melodi dengan melakukan improvisasi.Untuk memperindah suara
sangat banyak teknik-teknik vokal yang digunakan, dalam materi kali ini salah satu teknik yang
banyak digunakan para penyanyi yaitu teknik Vibrato. Vibrato merupakan istilah musik yang
dalam bahasa Inggris disebut Vibration yaitu gelombang/getaran. Vibrato umumnya digunakan
Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu
Pertemuan Pertama
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan salam,doa,dan memantau kondisi siswa untuk memastikan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran.
2. Guru memberikan pengarahan dan apresepsi guna mengarahkan siswa menuju materi jenis musik non-tradisional dan teknik menyanyikan lagu.
5 Menit
Inti 1. Mengamati:
Peserta didik mengamati tayangan video/audio dan lirik lagu untuk
mengidentifikasi jenis dan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara yang terdapat di dalamnya.
Menanya:
Peserta didik menjawab pertanyaan tentang jenis dan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara dan yang didapatkan dalam pengamatan yang dilakaukan
Mengeksplorasi:
Peserta didik mengamati jenis musik yang ditayangkan.
Peserta didik menyebutkan macam-macam musik Non-Tradisional Nusantara.
Peserta didik menyebutkan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara melalui
pengamatan. Mengasosiasi:
Peserta didik mendiskusikan hasil eksperimen dengan bimbingan guru. Peserta didik menarik kesimpulan
berdasarkan hasil temuan dari kegiatan eksperimen.
Mengkomunikasikan:
Peserta didik merepresentasikan hasil pengamatan mengenai jenis musik non-tradisional nusantara dan teknik dalam bernyanyi.
Penutup 1. Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dan guru memberi umpan balik atas hasil refleksi yang dilakukan.
5 Menit
Pertemuan Kedua
Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan salam,doa,dan memantau kondisi siswa untuk memastikan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran.
2. Guru memberikan pengarahan dan apresepsi guna mengarahkan siswa menuju materi teknik menyanyikan lagu.
5 Menit
Kegiatan Inti 2. Mengamati:
Peserta didik mengamati tayangan video/audio dan lirik lagu untuk
mengidentifikasi macam-macam teknik vokal pada musik keroncong.
Menanya:
Peserta didik menjawab pertanyaan tentang teknik vokal yang didapatkan dalam
pengamatan yang dilakaukan.
Mengeksplorasi:
Peserta didik mengamati jenis musik keroncong.
Peserta didik menyebutkan macam-macam teknik yang ada pada lagu keroncong. Mengasosiasi:
Peserta didik mendiskusikan hasil eksperimen dengan bimbingan guru. Peserta didik menarik kesimpulan
berdasarkan hasil temuan dari kegiatan eksperimen.
Mengkomunikasikan:
Peserta didik menyanyikan lagu dengan menerapkan teknik vokal yang baik dan benar.
10 Menit
25 Menit
35 Menit
Penutup 2. Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dan guru memberi umpan balik atas hasil refleksi yang dilakukan.
3. Guru mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.
4. Guru memberikan remidi untuk siswa yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan, dan mengadakan pengayaan untuk siswa yang sudah mencapai kompetensi yang telah ditetapkan .
5 Menit
F. Alat/Media/Sumber Pembelajaran
1. Buku Seni Musik yang relevan.
2. Media Elektronik (Laptop/Proyektor)
3. Alat-alat musik yang menunjang.
G. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes perbuatan.
No Aspek Yang Dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian Pertemuan Pertama
1. Sikap
a. Terlibat aktif dalam pembelajaran.
b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses penemuan konsep masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan Selama pembelajaran dan saat pembelajaran
2 Pengetahuan :
a. Menjelaskan jenis musik non-tradisional.
b. Menjelaskan ciri-ciri dari jenis musik non-trdisional nusantara.
a. Terampil membedakan cara pembawaan dari berbagai jenis musik non-tradisional
b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
c. Toleran terhadap proses penemuan konsep masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan Selama pembelajaran dan saat pembelajaran teknik yang baik dan benar.
Tes praktikum Akhir dari rangkaian materi pembelajaran.
Keterangan:
K: Kurang, C: Cukup, B: Baik, SB: Sangat baik
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran musik .
1. Kurang jika sama sekali tidak menunjukkan ambil bagian dalam pembelajaran
2. Cukup jika kadang-kadang menunjukkan ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran
tetapi belum konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan konsisten
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Cukup jika kadang-kadang menunjukkan ada usaha bekerjasama dalam kegiatan
kelompok tetapi belum konsisten
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum ajeg/konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahanmasalah yang
berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika kadang-kadang bersikap toleran terhadap proses pemecahanmasalah yang
berbeda dan kreatif.
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terusmenerus dan konsisten.
Indikator sikap kreatif terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang jika samasekali tidak memunculkan ide terhadap proses pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
2. Cukup jika kadang-kadang memunculkan ide terhadap proses pemecahan masalah yang
berbeda dan kreatif.
3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memunculkan ide terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreati ftetapi masih belum konsisten.
4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memunculkan ide terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda.
Mengetahui Sleman, 20 Juli 2014
Guru Mata Pelajaran Praktikan
Drs. Sumarno Agus Febrianto
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMA NEGERI 1 DEPOK
Kelas/Semester : XI/1
Mata Pelajaran : SENI BUDAYA (MUSIK)
Materi Pokok : Penyajian Karya Musik.
Waktu : 4 × 45 menit. (2 Tatap Muka)
A. Kompetensi Inti:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan
proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia
3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar :
1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.
2.1 Menunjukkan sikap toleran, aktif dan percaya diri dalam pemecahan suatu
masalah.
2.2 Menunjukkan sikap menghargai karya seni.
2.3 Menunjukkan sikap disiplin dalam berkesenian.
3.2 Menyanyikan lagu berdasarkan jenis musiknya
C. Indikator :
3.1.1 Megidentifikasi sejarah musik Keroncong Asli.
3.1.2 Mengidentifikasi nilai estetis yang terkandung dalam musik keroncong asli.
3.1.3 Mengidentifikasi macam-macam teknik vokal dari objek pengamatan.
3.1.4 Menyanyikan lagu menggunakan teknik vokal yang sudah dipelajari.
D. Tujuan Pembelajaran
Dari pembelajaran ini diharapkan siswa mampu :
1. Mengidentifikasi jenis musik Keroncong Asli melalui pengamatan.
2. Mengidentifikasi ciri-ciri musik Keroncong Asli.
3. Mengidentifikasi teknik yang digunakan dalam menyanyikan lagu.
4. Menyanyikan lagu menggunakan teknik yang telah dipelajari.
E. Materi :
Pengertian musik,macam-macam jenis musik keroncong dan teknik vokal yang
digunakan dalam menyanyikan lagu.
Materi Pokok :
1. Contoh lagu Keroncong Asli
2. Syair/lirik lagu
Pendekatan :Scientific Learning
Model :Discovery Learning
Musik Keroncong
Di Indonesia musik keroncong sangat terkenal di kalangan masyarakat. Berbagai
inovasi baru diterapkan untuk menambah minat anak muda pada musik keroncong
dengan mengaransemen lagu pop baik manca dan nusantara dengan memberikan
irama kroncong.
beberapa sumber mengatakan bahwa musik keroncong berawal pada saat jaman
pendudukan Bangsa Portugis di Indonesia sejak abad XVI,mereka mengadakan
hubungan perdagangan di seluruh pelosok Indonesia yang dipimpin oleh Alfonso D’Albuquerque,sekaligus menyebarkan budaya dan agama yang mereka miliki. Salah satu hasil kebudayaan Orang Portugis dalam cabang seni adalah musik “Fado”,yaitu jenis musik yang dibawa oleh para budak kapal Portugis untuk hiburan selama berada pada pelayaran. Alat musik yang digunakan salah satunya adalah
Ukulele, Sejenis alat musik berdawai yang bentuknya menyerupai gitar akan tetapi
posturnya lebih kecil. Ketika orang pribumi (Indonesia) mendengar alunan musik
yang dibawakan oleh bangsa Portugis,mereka merasa asing dengan nada-nada yang
dibunyikan karena orang Indonesia terbiasa medengar musik yang bernada
Pentatonis tetapi yang orang-orang Portugis bawakan bernada Diatonis. Maka dari
itu orang pribumi berusaha menirukan suara gamelan untuk memainkan alat musik
keroncong tersebut. Banyak sekali kemiripan antara gaya permainan alat musik
keroncong dengan gamelan khususnya gamelan Jawa. Dan dari situlah disimpulkan
bahwa musik keroncong adalah musik asli Indonesia kategori Non-tradisional
Nusantara.
(dikutip dari : Serba Serbi Keroncong, Musika)
Alat Musik Keroncong
1. Ukulele (Chak)
2. Banjo (Chuk)
3.Gitar
4.Flute
5.Biola
6.Cello
7.Contrabass
1. Ukulele (Cak)
Alat musik berdawai nylon yang bentuknya menyerupai gitar akan tetapi
ukurannya lebih kecil ini dimainkan dengan teknik Dipetik/Arpeggio dan menimbulkan suara “Crung” karena bunyi tersebut banyak orang indonesia khususnya Jawa menyebut dengan istilah Kencrung. Instrumen ini pula yang
memberikan identitas musik keroncong.
2. Banjo (Chak)
Alat musik ini sama bentuknya seperti Ukulele akan tetapi memiliki lubang
resonansi yang lebih kecil kurang lebih berdiameter 5mm bahkan ada yang lebih
kecil lagi dan jumlahnya lebih banyak, dawai yang digunakan terbuat dari
baja/logam. Bentuk awal instrumen banjo bulat utuh pada body/ruang resonansinya,
tidak seperti sekarang yang telah diubah oleh masyarakat Indonesia yang cenderung
menyerupai bentuk gitar/ukulele. Teknik permainannya dengan cara Struming atau
digenjreng.
Ukulele dan Banjo dimainkan secara bersahutan dan saling mengisi seperti suara
gamelan kethuk dan kenong dan bisa pula diibaratkan suara saron yang dipukul
secara imbal.
3. Gitar
Sudah umum diketahui bentuk alat musik gitar yang digunakan pada musik
keroncong sama seperti gitar yang kita ketahui di sekitar kita, berdawai 6. Akan
tetapi gitar yang digunakan dalam orkes keroncong adalah jenis gitar klasik dan
dawainya terbuat dari nylon. Di jaman sekarang gitar pada musik keroncong juga
sudah menggunakan inovasi baru dengan memasukkan gitar akustik yang dawainya
menggunakan logam. Berfungsi sebagai melody yang bergerak selama lagu
dimainkan dan penuh improvisasi.Dalam musik tradisional, gitar menirukan suara
Gambang.
4. Flute
Flute adalah jenis alat musik tiup yang berfugsi sebagai pengisi melody
pokok yang terletak pada Introduction, Interlude, dan Coda juga mengisi filler
melody. Flute menggantikan suara seruling bambu.
5.Biola
Alat musik berdawai 4 ini digunakan sebagai pengisi melody pokok, filler
Orang-orang pribumi mengibaratkan biola seperti suara rebab yaitu alat musik tradisional
Jawa yang teknik permainannya dengan cara digesek pula.
6. Cello
Cello pada umumnya dimainkan dengan cara digesek, tapi dalam musik
keroncong alat musik cello berguna sebagai pengatur tempo layaknya sebuah
tabuhan kendhang. Pada jaman dahulu ketika diketemukannya Cello keroncong yang
teknik permainannya dengan cara pizzicato atau petik, senar yang digunakan
berbahan kulit binatang/usus ,tapi pada era modern ini senar cello berbahan nylon.
Selain pizzicato tidak jarang para pemain cello keroncong memberi variasi dengan memukul body cello untuk memberikan suara “tak...” yang identik dengan gaya permainan kendhang gamelan Jawa.
7.Contrabass
Contrabass, alat musik gesek yang bentuknya tetap menyerupai biola dan
cello tapi ukurannya yang lebih besar dan suara yang dihasilkannya pun lebih rendah
dari biola dan cello. Dalam musik keroncong ,contrabass keroncong dimainkan
dengan cara pizzicato atau petik. Contrabass menirukan suara Gong.
Ciri-ciri Keroncong Asli
Keroncong Asli II
a. Irama : Memiliki baku irama keroncong bersukat 4/4
b. Susunan Bar : Terdiri dari 28 Birama
c. Kata/Syair : Berupa syair
d. Contoh Lagu : Kr.Dewi Murni, Kr. Bandar Jakarta,Kr. Mawar Sekuntum
Pola Harmoni Keroncong Asli
I ... I ...V...V...
II ... II ...V...V...
V...V... IV... IV...
IV...V... I ... I ...
V...V... I ... I ...
IV.V. I ... IV.V. I ...
I ...V...V... I ...
Syair Lagu Keroncong asli II
Awan lembayung menghiasi bandar indah permai
Aman terlindung oleh pulau seribu melambai
Melambai rona merona mengembang layar laju perahu nelayan
Memecah buih menyusur pantai nuju teluk Jakarta
Indah lukisan alam kala senja menjelang pelukan malam
Burung putih menyampaikan salam kata selamat malam
Teknik Vokal dalam menyanyikan lagu keroncong :
Ada beberapa teknik vokal yang digunakan untuk memberikan ciri khas pembawaan
lagu keroncong,yaitu :
Nggandhul : Yaitu teknik dengan cara melambatkan melodi seolah-olah tidak sesuai dengan metrumnya.
Ngeluk : Yaitu memberikan liukan pada nada-nada panjang biasanya terdapat pada tengah kalimat.
Vibrato : Memberikan gelombang pada nada panjang,digunakan pada nada panjang di akhir kalimat.