• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PERIODE 1 JULI 2014 – 20 SEPTEMBER 2014 DI SMA NEGERI 1 DEPOK, SLEMAN YOGYAKARTA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PERIODE 1 JULI 2014 – 20 SEPTEMBER 2014 DI SMA NEGERI 1 DEPOK, SLEMAN YOGYAKARTA."

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

i

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

PERIODE 1 JULI 2014

20 SEPTEMBER 2014

DI SMA NEGERI 1 DEPOK, SLEMAN

YOGYAKARTA

Dosen Pengampu Lapangan: Yunike Juniarti Fitria,M.A

Disusun oleh:

AGUS FEBRIANTO

11208244023

PENDIDIKAN SENI MUSIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

(2)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, kami selaku pembimbing Praktek

Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Depok, Sleman menerangkan bahwa

mahasiswa:

Nama : AGUS FEBRIANTO

NIM : 11208244023

Fakultas/Prodi : FBS/Pendidikan Seni Musik

Telah melaksanakan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA

Negeri 1 Depok, Sleman, tercatat mulai tanggal 1 Juli 2014 sampai 20 September 2014.

Hasil kegiatan terlampir dalam naskah laporan ini.

Demikianlah pengesahan ini saya berikan semoga dapat dipertanggungjawabkan

sebagaimana mestinya.

Yogyakarta, 20 September 2014

Dosen Pembimbing,

Yunike Juniarti Fitria,M.A NIP. 19840621 200801 2 005

Guru Pembimbing,

Drs.Sumarno

NIP. 19660204 199403 1 008

Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Depok Koordinator KKN-PPL

SMA Negeri 1 Depok, Sleman

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas semua kemudahan

dan kenikmatan yang telah dianugerahkan sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan

PPL di SMA Negeri 1 Depok, Sleman.

Membutuhkan kerja keras dan kesabaran untuk menjalani masa PPL di SMA

Negeri 1 Depok, Sleman ini. Banyak pengalaman yang kami dapatkan dan pelajaran

yang bisa dipetik, sehingga kami berharap semua hal yang telah kami dapatkan pada

kegiatan PPL ini dapat digunakan kelak. Program-program yang telah kami laksanakan,

semoga memberikan manfaat dan dampak yang berkelanjutan bagi pihak sekolah baik

bagi guru maupun siswa-siswa SMA Negeri 1 Depok, Sleman. Terima kasih kami

ucapkan kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan mendukung kami dalam

pelasanaan kegiatan PPL ini. Oleh karena itu, penyusun ingin menyampaikan terima

kasih kepada :

1. Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd, M.A selaku Rektor Universitas Negeri

Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada kami untuk melaksanakan

PPL tahun 2014.

2. Pihak Universitas Negeri Yogyakarta dalam hal ini LPMP yang telah

memberikan kesempatan dan pengarahan mengenai hal-hal yang berkaitan

dengan PPL.

3. Yunike Juniarti Fitria,M.A , selaku Dosen Pembimbing PPL yang telah

memberikan arahan dan bimbingan selama pelaksanaan PPL di SMA Negeri 1

Depok, Sleman

4. Drs. Maskur selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok Sleman

5. Dra. Magdalena Indria Dewi, selaku Koordinator PPL di SMA Negeri 1

Depok Sleman yang telah banyak memberikan masukan, pelajaran dan

inspirasi selama pelaksanaan PPL di SMA Negeri Negeri 1 Depok Sleman.

6. Drs.Sumarno selaku Guru Pembimbing PPL SMA Negeri Negeri 1 Depok

Sleman yang telah banyak memberikan bimbingan, pengarahan, mencurahkan

tenaga dan pikirannya, serta semua saran dan kritiknya sehingga pelaksanaan

PPL di SMA Negeri Negeri 1 Depok Sleman bisa berjalan dengan lancar.

7. Segenap Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri Negeri 1 Depok

Sleman.

8. Rekan-rekan PPL UNY di SMA Negeri 1 Depok Sleman atas kerjasamanya.

9. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Depok Sleman yang telah berperan aktif dalam

kegiatan belajar mengajar dan kerjasamanya yang baik sehingga kami dapat

melaksanakan praktik mengajar di kelas dengan lancar.

10. Kedua Orangtua yang selalu memberikan motivasi serta dukungan baik moral

maupun material untuk melaksanakan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Depok,

(4)

iv

11. Semua pihak yang telah membantu selama kegiatan PPL di SMA Negeri 1

Depok Sleman dan memberikan dorongan moril sehingga dapat membantu

penulis dalam menyelesaikan laporan ini.

Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,

penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa

mendatang. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja

sama yang diberikan. Semoga laporan PPL ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Yogyakarta, 20 September 2014

Penyusun

Agus Febrianto

(5)

v DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... v

Abstrak ... vi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Analisis Situasi ... 1

B. Perumusan Program Kegiatan PPL ... 9

BAB II KEGIATAN PPL ...12

A. Persiapan ...12

B. Pelaksanaan ...13

C. Analisis Hasil Pelaksanaan dan Refleksi ...16

BAB III PENUTUP ... A. Kesimpulan ...19

B. Saran ...19

DAFTAR PUSTAKA ...21

(6)

vi ABSTRAK

PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) DI SMA NEGERI 1 DEPOK

DISUSUN OLEH:

AGUS FEBRIANTO

(11208244023)

PENDIDIKAN SENI MUSIK

Praktik Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa UNY yang mengambil jalur kependidikan. Tujuan dari PPL ini adalah untuk melatih mahasiswa dalam memperoleh pengalaman faktual tentang proses pembelajaran, mengembangkan kompetensi keguruan/ kependidikan dan mengetahui secara langsung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, mengenalkan mahasiswa kepada lembaga kependidikan yang sebenarnya sehingga dapat megetahui segenap permasalahan yang terkait dengan proses pembelajaran, selain itu diharapkan mahasiswa dapat memeperoleh bekal pengalaman dalam rangka meningkatkan profesionalitas kerja di dunia pendidikan.

Program PPL di SMA Negeri 1 Depok, dilaksanakan pada tanggal 1 Juli sampai 20 September 2014. Praktikan diterjunkan untuk mengajar di kelas XI MIA 1, XI MIA 2, XI IIS 1 dan XI IIS 2. Dalam pelaksanaan PPL ini praktikan melaksanakan berbagai program kegiatan baik yang bersifat kelompok maupun individu. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan untuk melatih praktikan dalam menerapkan kemampuannya dan pengetahuannya serta mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Dengan demikian, praktikan diharapkan mempunyai bekal dan pengalaman sebagai calon pendidik yang berkualitas. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Depok meliputi kegiatan mengajar di kelas dan praktik persekolahan.

Dalam kegiatan praktik mengajar di kelas, secara langsung praktikan dibimbing oleh guru pembimbing. Bimbingan juga dalam hal pembuatan perangkat pembelajaran RPP, silabus serta perangkat evaluasi. Praktikan juga berperan dalam kegiatan persekolahan lainnya seperti piket harian, membantu administrasi supervisi ,dan lain-lain.

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. ANALISIS SITUASI 1. Latar Belakang

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya tindak

lanjut dalam rangka pengembangan diri bagi mahasiswa yang berupa

pengalaman secara langsung di dalam lingkungan nyata yaitu lingkungan

masyarakat sebagai aplikasi dari pengetahuan yang telah di dapat oleh

mahasiswa di dalam proses perkuliahan.

PPL merupakan pembentukan dan peningkatan kemampuan profesional

mahasiswa sesuai dengan bidangnya. Dalam hal ini, PPL lebih mengarah pada

peningkatan SDM para mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik/guru. Kedua

kegiatan yang berbeda tersebut disandingkan untuk mencapai misi yang lebih

besar, yang antara lain adalah pemberdayaan pendidikan dan masyarakat dalam

membentuk jiwa dan keterampilan profesionalitas para mahasiswa.

PPL juga merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh

oleh seluruh mahasiswa UNY yang mengambil jurusan kependidikan. Mata

kuliah PPL dilaksanakan dengan tujuan untuk menyiapkan dan menghasilkan

guru atau tenaga pendidik yang memiliki nilai, sikap, pengetahuan, dan

keterampilan sesuai dengan bidangnya (profesional).

PPL dilakukan oleh mahasiswa kependidikan untuk memberikan

kesempatan agar dapat mempraktikan berbagai macam teori yang mereka terima

di bangku perkuliahan. Pada saat perkuliahan, mahasiswa menerima/ menyerap

ilmu yang bersifat teoritis. Maka dari itu, mahasiswa berkesempatan untuk

mempraktikan ilmunya melalui kegiatan PPL ini. Dalam PPL ini, mahasiswa

diberi tantangan dengan dihadapkan pada kondisi nyata di lapangan, yakni kelas

dengan beranekaragam karakter siswa. Dimana mahasiswa dengan pengalaman

ilmunya bisa mengolah kelas dan mencapai tujuan pembelajaran yang

diharapkan, selain itu mahasiswa juga dapat mencari pengalaman untuk

memahami karakter belajar anak satu dengan yang lain yang pada dasarnya

mempunyai perbedaan.

Pengalaman-pengalaman yang diperolah selama PPL diharapkan dapat

dipakai sebagai bekal untuk membentuk calon guru/tenaga pendidik yang

profesional. Melihat latar belakang yang ada, praktikan melaksanakan KKN -

PPL di tempat yang dipilih sebelumnya dari beberapa tempat yang telah

ditentukan oleh pihak LPPMP. Praktikan melaksanakan kegiatan PPL di SMA

Negeri 1 Depok Sleman. SMA ini berlokasi Babarsari, Catur Tunggal, Depok,

Sleman, Yogyakarta, 55281 Sleman D.I Yogyakarta. Sebelum kegiatan PPL

dilaksanakan, dilakukan kegiatan observasi terlebih dahulu secara garis besar

yang berhubungan dengan permasalahan dan potensi pembelajaran yang ada di

(8)

2

a. Perangkat pembelajaran seperti Silabus dan RPP.

b. Proses pembelajaran, meliputi membuka pelajaran, penyampaian materi, metode

pembelajaran, penggunaan bahasa, penggunaan waktu, gerak, cara memotivasi

siswa, teknik bertanya, teknik penguasaan kelas, penggunaan media, bentuk dan

cara evaluasi, serta menutup pelajaran.

c. Perilaku siswa meliputi perilaku siswa di dalam kelas dan di luar kelas.

2. Permasalahan

Hasil observasi yang telah dilaksanakan secara garis besar dalam pembelajara

sosiologi di kelas yaitu para siswa mempunyai potensi yang baik dalam hal

berdiskusi, debat, akan tetapi permasalahannya yaitu metode yang digunakan

oleh guru belum optimal, sehingga lebih banyak siswa yang kurang

memperhatikan guru.

3. Potensi Pembelajaran

SMA Negeri 1 Depok Babarsari, Catur Tunggal, Depok, Sleman,

Yogyakarta, 55281 , Sleman Yogyakarta. Letak SMA Negeri 1 Depok Sleman

nyaman, asri, dan tenang, sangat kondusif bagi kegiatan belajar. Lingkungannya

kondusif untuk kelangsungan proses belajar mengajar, lingkungannya aman,

tenang, sejuk dengan banyaknya pohon perindang serta bebas dari daerah banjir

maupun limbah berbahaya.

4. Kondisi Fisik Sekolah

SMA N 1 Depok merupakan sekolah menengah pertama yang berada di

wilayah Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.SMA N 1 Depok

resmi di buat untuk tempat belajar mengajar sejak 17 Januari 1997.Surat

Keputusan Pendidirian Sekolah ini ditetapkan pada 25 Oktober 1997 pada

awalnya merupakan SMA N 2 Sleman, namun terhitung sejak 7 Maret 1997

berubah nama menjadi SMA N 1 Depok. SMA N 1 Depok merupakan salah satu

sekolah favorit yang telah banyak menorehkan perestasi baik dibidang akademik

maupun kepeserta didikan.

SMA N 1 Depok menempati tanah seluas 7939 m2.Terdiri dari 8 unit

bangunan.Kondisi fisik bangunan di SMA N 1 Depok cukup memadai untuk

kegiatan belajar mengajar dan memiliki tata letak gedung yang efisien.Terdapat

fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan lapangan voli.Adapun lapangan

upacara yang cukup luas menampung seluruh warga sekolah.Beberapa ruangan

masih baru dan terlihat rapi.Namun sebagian ruangan ada yang kurang

pencahayaan sehingga kelas kurang menunjang KBM.Terdapat ruang workshop

yang biasa digunakan untuk acara tertentu maupun kegiatan yang bersifat indoor.

SMA N 1 Depok memliliki wilayah yang cukup strategis, mudah di

jangkau peserta didik baik dari kabupaten Sleman wilayah timur maupuan dari

peserta didik yang tinggal di wilayah kota Yogyakarta karena SMA ini berada

tepat pada perbatasaan Sleman dengan Yogyakarta di sebelah timur. Lokasi SMA

N 1 Depok yang terjangkau dan strategis ini juga nampak dari akses Jalan Raya

(9)

3

Depok yang menunjung proses pembelajaran seperti dekat dengan SD N 1

Babarsari, SMP N 4 Depok, Kampus Atma Jaya, Kampus Sanata Dharma, Dinas

Perhubungan Kota Yogyakarta, Balai Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), serta

wilayah pemukinan padat penduduk.

Analisis situasi SMA N 1 Depok yang telah kami lakukan ini

mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek yang telah diamati di SMA

N 1 Depok Sleman Yogyakarta. Hasil observasi dapat dikatakan bahwa baik

sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar dan mengajar tidak

ditemukan adanya permasalahan yang dapat mengganggu kegiatan belajar dan

mengajar.Permasalahan-permasalahan yang muncul adalah mengarah pada

belum teroptimalkannya penggunaan beberapa fasilitas fisik sekolah. Prioritas

program kerja yang kami rancang pada akirnya akan lebih banyak mengarah

pada upaya mengoptimalkan sarana fisik belajar dan meningkatkan kualitas dari

peserta didik baru dengan berbagai kegiatan yang mendorong solidaritas dan

pengetahuan para peserta didik SMA N 1 Depok Sleman.

SMA N 1 Depok unggul dalam beberapa hal termasuk prestasi peserta

didik dalam proses belajar mengajar maupun dalam berbagai perlombaan di

segala bidang kepeserta didikan. Banyaknya perstasi peserta didik yang diperoleh

tentunya berkat kerjasama dari berbagai pihak yang memberikan kesematan bagi

peserta didik-peserta didiknya untuk berkreasi dengan kegiatan- kegiatan yang

ada, selain itu adanya kepedulian dari para alumni sebagi pengajar untuk

memberikan pelatihan pada beberapa organisasi maupun ekstrakurikuler yang

ada di SMA N 1 Depok. Organisasi Kepeserta didikan dan Ekstrakurikuler yang

ada di SMA N 1 Depok, antara lain:Peleton Inti (Tonti), Pramuka, Karya Ilmiah

Remaja, Basket, Futsal, Cheerleader, BBHC/ Pencinta Alam, Amanogawa

(komunitas anime Jepang), Teater, Jurnalistik, Rohis dan Paduan Suara.

Analisis Kondisi Fisik 1. Ruang Administrasi

Ruang administrasi terdiri dari beberapa ruang. Adapun ruang-ruang

tersebut antara lain:

a. Ruang Kepala Sekolah

Ruang kepala sekolah berukuran sedang yang terletak didekat pintu

masuk, bersebelahan dengan ruang TU yang di dalamnya terdapat meja dan kursi

untuk menerima tamu yang dibatasi dengan almari sebagai pemisah antara ruang

tamu dan ruang kerja.

b. Ruang Guru

Ruang guru berada dilantai dua dan memiliki luas ruangan yang cukup

besar yang menampung semua guru mata pelajaran kelas X hingga XII dengan

pembagian tempat masing-masing satu meja dan kursi. Penataan ruangan ini

cukup rapi, ruang guru ini berada dekat dengan ruang kelas tentunya hal ini

sangat tepat mengingat memudahkan akses antar ruang kelas dengan ruang guru

(10)

4

berlangsung. Ruang guru terdapat kursi dan meja tamu, serta dilengkapi dengan

beberapa unit komputer sebagai penunjang kinerja guru.

c. Ruang Tata Usaha

Ruang tata usaha terletak bersebelahan dengan ruang Kepala Sekolah

yang berada di lantai 1. Ruang tata usaha ini dilengkapi dengan meja, kursi,

almari, TV, LCD, komputer, mesin fotokopi dan dispenser.

d. Ruang Bimbingan dan Konseling

SMA N 1 Depok sudah memiliki ruang khusus untuk bimbingan dan

konseling yang tentunya sangat mendukung keterlaksanaan proses bimbingan

konseling personal peserta didik maupun guru. Ruangan BK dilengkapi dengan

instrumen bimbingan seperti alat penyimpanan data mekanisme pelayanan

konseling, satu unit komputer, telefon,dan sebagainya. Ruang konseling

bersebelahan langsung dengan ruang guru BK. Hal tersebut akan mempermudah

kerja yang dilakukan oleh guru pembimbing.

2. Ruang Pembelajaran

Ruang pengajaran terdiri dari 20 ruang kelas untuk proses belajar

mengajar dan 5 laboratorium yang terdiri dari laboratorium Fisika, Kimia,

Biologi, Komputer, Bahasa. Adapun pembagian ruang pengajaran yang berupa

ruang kelas tersebut adalah sebagai berikut :

a. Kelas X terdiri atas 6 kelas dari kelas IIS 1, IIS 2, IIS 3, dan MIA 1, MIA 2, MIA

3

b. Kelas XI terdiri atas 6 kelas dari kelas IIS 1, IIS 2, IIS 3, dan MIA 1, MIA 2,

MIA 3

c. Kelas XII terdiri atas 8 kelas dari kelas IPS 1, IPS 2, IPS 3,IPS 4 dan IPA 1, IPA

2, IPA 3, IPA 4

Sedangkan ruang laboratorium terdiri dari:

a. Laboratorium Fisika

Laboratorium Fisika berada di Lantai dua gedung sebelah timur lapangan

basket atau selatan ruang OSIS. Laboratorium ini dapat menampung ±34 peserta

didik. Ruang Laboratorium ini terbagi dalam dua bagian dimana satu bagian

merupakan ruang penyimpanan dan ruang yang lain merupakan ruang praktik.

b. Laboratorium Kimia

Laboratorium kimia ini terdiri dari tiga ruang.Lokasi laboratorium kimia

berada di sebelah barat lapangan basket.Tiga ruang yang ada terdiri dari ruang

praktikum, ruang penyimpanan alat dan ruang kepala laboratorium.Peralatan

laboratorim yang ada masih baik dan dapat digunakan.Bahan kimia yang ada

terdiri dari bahan padat yang berjumlah 180 botol dan yang cair terdapat 100

botol.

c. Laboratorium Biologi

Laboratorium Biologi terletak di barat lapangan basket atau sebelah

selatan laboratorium kimia. Ruang ini dapat menampung ±34 peserta didik.

(11)

5

digunakan untuk menyimpan alat praktikum sedang sisi yang lain digunakan

untuk praktikum.

d. Laboratorium Komputer

Laboratorium komputer ini terdapatdua ruang yang pertama ruang untuk

peserta didik dan yang satu untuk guru. Komputer yang ada di laboratorium ini

±50 unit.

e. Laboratorium Bahasa

Laboratorium bahasa terletak di timur lapangan basket atau sebelah utara

studio musik. Ruang laboratorium bahasa ini terbagi dalam dua bagian dimana

bagian pertama diguanakan untuk penyimpanan dokumen dan alat- alat lain

sedangkan bagian yang lain digunakan untuk ruang praktek peserta didik yang di

dalamnya terdapat sekat-sekat pembatas antar satu peserta didik dengan peserta

didik yang lain dan dilengkapi dengan earphone.

2. Ruang Penunjang

Ruang penunjang terdiri dari ruang perpustakaan, ruang keterampilan,

ruang UKS, ruang OSIS, masjid, koperasi, ruang agama, gudang, kamar mandi,

ruang piket, tempat parkir guru dan peserta didik, kantin, dan pos satpam.

a. Ruang perpustakaan

Perpustakaan dilengkapi dengan koleksi buku seperti buku-buku

pelajaran, buku cerita fiksi dan non fiksi, buku paket, majalah, dan koran serta

dilengkapi dengan dua unit komputer sebagai tempat penyimpanan data maupun

mencari tugas. Sehingga, hal ini menumbuhkan minat peserta didik untuk selalu

berkunjung perpustakaan.

b. Ruang Seni Musik

Ruang seni musik terletak di timur lapangan basket atau selatan

laboratorium bahasa. Ruang musik terbagi menjadi dua ruang, dimana satu ruang

berisi alat-alat musik yang lengkap dan satu ruang studio yang kedap suara berisi

seperangkat alat band.

c. Ruang UKS

UKS di SMA N 1 Depok terbagi mejadi dua bagian yaitu ruang UKS

khusus putri dan ruang UKS khusus putra. Kelengkapan perabotan UKS dapat

dilihat dari adanyatempat tidur, meja, kursi, almari obat-obatan, kotak obat,

stetoskop dan tandu.

d. Ruang OSIS

Ruang OSIS merupakan kantor resmi untuk kegiatan-kegiatan yang

diselenggarakan oleh OSIS dan dilengkapi dengan meja, kursi, almari

penyimpanan seragam tonti, papan proker, dan papan struktur organisasi.

e. Masjid

Masjid berada di lantai dua tepatnya diatas ruang workshop yang letaknya

berada di sebelah utara lapangan basket. Masjid terdapat ruang penyimpanan

perlengkapan shalat. Ruang Masjid ini disediakan berbagai peralatan yang dapat

(12)

6 f. Ruang Agama

Ruang ini digunakan untuk mengajar agama non Islam. Terletak

disebelah barat kelas XD untuk agama kristen sedangkan ruang agama

katholikberada di depan kelas XI MIA 3.

g. Ruang Kantin

Kantin menyediakan berbagai jenis makanan dengan harga yang

terjangkau bagi peserta didik. Terdapat dua katin di unit I. Di kantin sekolah

sudah disediakan beberapa meja dan kursi makan. Selain itu di kantin unit I juga

turut mendukung kebersihan dan kehigienisan tempat makan dengan telah

tersedianya tempat sampah dan wastafel untuk cuci tangan.

h. Kamar Mandi dan WC

Terdapat beberapa kamar mandi dan WC, yang dibagi untuk para guru

dan peserta didik secara terpisah. Kamar mandi peserta didik sendiri dibagi

menjadi dua bagian yaitu di sisi barat dan sisi timur. Kamar mandi dan WC di

sekolah kebersihannya cukup bersih.

i. Tempat parkir

Terdapat tiga tempat parkir kendaraan yaitu tempat parkir kendaraan

untuk peserta didik serta tempat parkir untuk kendaraan guru, karyawan dan

tamu.

j. Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA N 1 Depok antara lain :

pramuka, tonti, basket, futsal, cherrs, teater, amanogawa (komunitas anime

jepang), BBHC, Paduan Suara, karya ilmiah, PMR dan lain - lain. Dengan

adanya kegiatan ekstrakurikuler memungkinkan peserta didik untuk

mengembangkan bakat dan minatnya, sehingga hobi dan potensi yang dimiliki

oleh para peserta didik dapat tersalurkan secara optimal. Meskipun fasilitas sudah

cukup lengkap, observer menjumpai beberapa hal yang perlu dibenahi serta

potensi-potensi yang perlu dioptimalkan.

3. Infrastruktur

Infrastruktur yang dimiliki terdiri dari pagar, taman sekolah dan listrik

serta lapangan basket dan lapangan upacara. Lapangan yang cukup luas ini

tentunya menjadi salah satu alasan sehingga kegiatan kepeserta didikan, olah

raga serta upacara bendera dapat terlaksana dengan lancar.

Analisis Kondisi Personalia 1. Potensi Peserta didik

Penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2014/2015, SMA N 1 Depok

menerima peserta didik SMP dengan jumlah nilai ujian terendah 34,50.

Prestasi-prestasi yang diperoleh peserta didik SMA N 1 Depok sangatlah banyak, pada

tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.Prestasi yang diperoleh pada tingkat

(13)

7

upacara 17 Agustus.Pada tingkat nasional yang kerap sekali memperoleh juara

adalah dalam bidang karate.

2. Potensi Guru dan Karyawan

Kepala sekolah bernama Drs. H. Maskur. Sekolah memiliki 54 tenaga

pengajar yang terdiri dari 44 guru tetap, 1 DPK, dan 9 guru tidak tetap. Hampir

seluruh tenaga pengajar adalah lulusan kependidikan dengan jenjang S1 serta

terdapat 2 tenaga kependidikan dengan pendidikan jenjang S2.Masing-masing

guru mengajar satu Mata Pelajaran. Guru pengajar disediakan oleh dinas

pendidikan kabupaten sesuai kebutuhan sekolah.

3. Fasilitas KBM dan Media Pembelajaran

Sekolah memiliki fasilitas dan media pembelajaran yang cukup memadai

untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Fasilitas tersebut meliputi :

a. Ruang Kelas

Ruang kelas sebanyak 20 ruang dengan 35-40 kursi peserta didik dan

18-20 meja.Tersedia white-board, papan presensi, LCD, layar LCD, meja dan kursi

guru.

b. Laboratorium

Sekolah memiliki Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi,

Laboratorium Kimia, Laboratorium Bahasa, dan Laboratorium TI.

c. Lapangan olahraga

Sekolah memiliki lapangan basket dan lapagan voli.

d. Perpustakaan

Perpustakaan berukuran 6 x 5 m2 dengan 8 rak buku yaitu 5 rak besar dan

3 rak kecil.

e. Bimbingan Konseling

Ruang BK untuk konseling bagi peserta didik, ruangan cukup luas berada

di lantai 2, di atas hall SMA N 1 Depok.

f. Tempat Ibadah

g. Ruang Workshop atau aula

Ruang workshop atau aula yang ada di SMA N 1 Depok ini dapat

menampung±250 orang.

h. Media Pembelajaran

Memiliki media pembelajaran komputer dan beberapa media

pembelajaran lain yang menyesuaikan kebutuhan tiap mata pelajaran.

4. Bidang Akademik

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, SMA N 1 Depok mempunyai

visi dan misi sebagai berikut:

a. Visi Sekolah

Visi SMA N 1 Depok adalah berprestasi tinggi, berkeperibadian, kreatif, dan

(14)

8 b. Misi Sekolah

1) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga standar

kompetensi minimal terkuasai serta mengoptimalkan penerapan program sekolah

efektif yakni efektivitas yang berorientasi pada semangat keunggulan.

2) Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut peserta didik

sehingga menjadi dasar terbentuknya kepribadian yang mantap serta arif dan

bijaksana dalam berperilaku.

3) Mendorong dan membantu peserta didik untuk mengenal potensi diri sehingga

dapat mengembangkannya secara optimal.

4) Mendorong dan membantu penguasaan Teknologi Informasi serta Bahasa Asing

untuk pengembangan diri peserta didik

Kegiatan belajar mengajar berlangsung di gedung SMA N 1 Depok,

Sleman, Yogyakarta. Proses belajar mengajar berlangsung dari pukul

07.00-13.30 baik pelajaran teori maupun praktek. Peserta didik Kelas X dibagi menjadi

2 bidang penjurusan yaitu MIA dan IIS dan terdiri dari 6 kelas.

Untuk Kelas XI dibagi menjadi 2 bidang penjurusan yaitu MIA dan IIS,

masing-masing jurusan terdiri dari 3 kelas. Kelas XII, hampir sama dengan Kelas

XI, terdiri dari 8 kelas yang dibagi menjadi 2 penjurusan yaitu IPA empat kelas

dan IPS empat kelas. Jumlah rata-rata peserta didik per kelas adalah 32 peserta

didik.

5. Kegiatan Peserta didik

Dalam pengembangan potensi peserta didik selain akademik

dikembangkan pula potensi peserta didik dari segi Non-akademik.Beberapa

kegiatan Ekstrakurikuler dibentuk untuk menampung berbagaimacam potensi

peserta didik SMA N 1 Depok, Sleman, Yogyakarta.Terdapat 2 jenis kegiatan

ekstrakurikuler yaitu ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.

Ekstrakurkuler wajib tersebut antara lain :

a. Pramuka

Ekstrakurkuler pilihan tersebut antara lain :

a. Basket

b. Peleton Inti

c. Futsal

d. Cheerleader

e. BBHC/ Pencinta Alam

f. Amanogawa (komunitas anime jepang)

g. Teater

h. Jurnalistik

i. Rohis

(15)

9

B. Perumusan Program dan Rancangan Kegiatan PPL 1. Perumusan Program PPL

Dalam merumuskan program PPL lokasi SMA Negeri 1 Depok, Sleman

mahasiswa telah melaksanakan:

a. Sosialisasi dan Koordinasi

b. Observasi KBM dan Manajerial

c. Observasi Potensi

d. Identifikasi Permasalahan

e. Diskusi Guru dan Kepala Sekolah

f. Rancangan Program

g. Meminta persetujuan koordinator PPL sekolah tentang rancangan program yang

akan dilaksanakan

2. Rancangan Program PPL

Penerjunan Tim PPL UNY 2014 disesuaikan dengan target pihak

universitas yakni Lembaga Pengembangan dan Penjamin Mutu Pendidikan

(LPPMP) yang menghendaki sistem PPL tahun 2014 terdiri dari 2 bentuk, yakni

KKN dan PPL. KKN terdiri dari 2 kegiatan, yaitu KKN pada Masyarakat dan

KKN pada sekolah. Sedangkan PPL sendiri adalah praktik mengajar di sekolah

yang telah dipilih.

Dengan demikian, waktu penerjunan program PPL disekolah

dilaksanakan bersamaan dengan penerjunan KKN di sekolah yakni pada 1 Juli

2014. Proses penerjunan tersebut berupa acara ceremonial antara Tim, Dosen

Pembimbing, dan Guru-Guru Pembimbing SMA N 1 Depok Sleman.

Kegiatan pertama setelah adanya penerjunan yang perlu dipersiapkan

untuk kelancaran kegiatan PPL yaitu penyusunan rancangan kegiatan PPL

sehingga tujuan akhir kegiatan dapat dicapai dengan baik. Rancangan kegiatan

PPL yang disusun diharapkan membantu dalam pelaksanaan PPL dan dapat

dijadikan dasar acuan. Rancangan dasar kegiatan PPL sebelum melakukan

praktek mengajar di kelas adalah sebagai berikut :

1) Tahap Persiapan di kampus

Tahap persiapan di kampus diawali dengan kegiatan pengajaran mikro

selama satu semester. Pengajaran mikro adalah mata kuliah yang harus diambil

mahasiswa yang akan melaksanakan PPL. Pengajaran mikro juga sebagai

prasyarat mahasiswa apakah dapat melaksanakan PPL atau tidak. Ketentuan lulus

pada mata kuliah ini yang dijadikan syarat untuk mengikuti PPL adalah minimal

nilai akhir B. Pembelajaran mikro lebih mengarah pada pembekalan

keterampilan dalam mengelola kelas.

Untuk pembekalan pengetahuan PPL, pihak universitas melalui LPPMP

mengadakan pembekalan serta sosialisasi pelaksanaan PPL. Hal ini ditujukan

kepada seluruh mahasiswa yang akan melakukan PPL dan sebagai syarat untuk

(16)

10 2) Observasi Fisik Sekolah

Tahap ini dilaksanakan sekaligus dengan penyerahan dari pihak

universitas yang diwakili oleh DPL PPL. Tahap yang kedua ini bertujuan agar

mahasiswa memperoleh gambaran tentang sekolah terutama yang berkaitan

dengan situasi dan kondisi sekolah sebagai tempat mahasiswa melaksanakan

praktek, agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan sekolah serta

menyesuaikan program PPL.

a) Observasi Proses Belajar Mengajar Di dalam Kelas

Tahap ini dilaksanakan setelah melakukan observasi fisik sekolah. Tahap

ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman terlebih

dahulu mengenai tugas menjadi seorang guru, khususnya tugas dalam mengajar.

Obyek pengamatannya adalah kompetensi profesional guru pembimbing PPL.

Selain itu juga pengamatan terhadap keadaan kelas yang sebenarnya dan pada

proses belajar yang terjadi di kelas. Observasi kegiatan proses belajar mengajar

bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman pendahuluan

mengenai proses belajar mengajar yang berlangsung, proses pendidikan yang lain

dilembaga tersebut, tugas guru, dan kepala sekolah, tugas instruktur dan

lembaga, pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar, hambatan atau

kendala serta pemecahannya.

b) Persiapan Perangkat Pembelajaran

Menyusun persiapan untuk praktik terbimbing, artinya bahwa materi atau

tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa ditentukan oleh guru dan harus

dikonsultasikan kepada guru pembimbing mata pelajaran Seni Musik.

Pemilihan perangkat pembelajaran harus sesuai dengan kondisi hasil dari

observasi sebelumnya serta koordinasi dengan guru pembimbing mata pelajaran.

Perangkat tersebut diharapkan bisa diinovasi dan kreasikan oleh praktikan, agar

kelak pembelajaran akan menyenangkan, dan tujuan pembelajaran mudah

tercapai.

c) Praktek Mengajar

Praktik mengajar di kelas bertujuan untuk menerapkan, mempersiapkan

dan mengembangkan kemampuan mahasiswa sebagai calon pendidik, sebelum

mahasiswa terjun langsung ke dunia pendidikan seutuhnya. Praktik mengajar

minimal dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan. Tahap inti dari praktek

pengalaman lapangan adalah latihan mengajar di kelas. Pada tahap ini mahasiswa

praktikan diberi kesempatan untuk menggunakan seluruh kemampuan dan

keterampilan mengajar yang diperoleh dari pengajaran mikro.

d) Praktek Persekolahan

Kegiatan praktik persekolahan di SMA Negeri 1 Depok Sleman adalah:

1) Piket Guru

2) Piket Perpustakaan

(17)

11 e) Penyusunan dan pelaksanaan evaluasi

Evaluasi merupakan tolak ukur keberhasilan proses kegiatan belajar

mengajar di kelas. Kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan

siswa dalam menangkap atau memahami materi yang telah disampaikan oleh

mahasiswa praktikan. Sebelum melaksanakan evaluasi, mahasiswa telah

melakukan review materi berupa latihan-latihan soal yang merupakan kisi-kisi

soal yang diujikan dalam evaluasi. Dalam setiap soal tersebut memiliki indikator

yang berbeda-beda sesuai dengan kurikulum yang sedang digunakan di sekolah.

Sehingga setiap soal mampu mewakili satu atau lebih indikator dalam satu

kompetensi dasar yang sama.

f) Mempelajari Administrasi Guru

Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa benar-benar mengetahui

tugas-tugas administrasi guru selama mengajar di kelas. Selama program PPL

berlangsung, pembuatan administrasi oleh guru otomatis harus dilakukan.

Administrasi tersebut meliputi silabus, analisis materi pembelajaran ( amp ),

buku agenda mengajar, daftar penilaian, dan alat kelengkapan administrasi harian

seperti rancangan pelaksanaan pembelajaran dan program pelaksanaan harian.

g) Penyusunan Laporan PPL

Kegiatan penyusunan laporan merupakan tugas akhir dari kegiatan PPL,

yang berfungsi sebagai laporan pertanggungjawaban mahasiswa atas pelaksanaan

PPL. Laporan ini bersifat individu. Laporan ini disusun secara tertulis yang

nantinya diketahui oleh guru pembimbing, dosen pembimbing PPL, koordinator

PPL SMA N 1 Depok Sleman dan Kepala SMA N 1 Depok Sleman.

h) Penarikan PPL

Kegiatan penarikan PPL dilakukan pada tanggal 20 September 2014 yang

sekaligus menandai berakhirnya kegiatan PPL di SMA N 1 Depok Sleman.

Demikian tahap-tahap dalam program dan rancangan praktik pengalaman

(18)

19 BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

Dari serangkaian kegiatan PPL di SMA N 1 Depok pada bulan

Juli-September 2014 dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah memberikan wawasan dan

rasa tanggung jawab sebagai pendidik pengelolaan proses belajar mengajar di

sekolah, memberikan pengalaman pendidikan maupun per sekolah yang dapat

meningkatkan kemampuan/personalisme calon pendidik di bidang

kependidikan.

2. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMA

Negeri 1 Depok secara umum berupa praktik dengan belajar mengajar yang

disesuaikan dengan guru pembimbing dan praktik persekolahan.

3. Selama praktik Pengalaman Lapangan (PPL) berlangsung, mahasiswa dapat

mempraktikkan secara langsung ilmu yang diperoleh selama perkuliahan,

melatih dan mengembangkan profesi keguruan.

4. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) menambah pengetahuan faktual

dan nyata tentang tugas-tugas guru, selain menstransfer ilmu juga harus

melakukan pendidikan sikap, nilai dan norma serta kedisiplinan pada peserta

didik dengan berusaha memahami karakteristik kepribadian peserta didik.

5. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mampu membekali mahasiswa

pengalaman nyata sebagai calon guru, baik dalam hal mengajar maupun seluk

beluknya.

6. Pelaksanaan program pengalaman lapangan dapat berjalan lancar dan baik

berkat kerja sama dari pihak yaitu mahasiswa, guru pembimbing dan peserta

didik.

B.SARAN

1. Untuk Mahasiswa

a. Dalam melaksanakan kegiatan PPL sebaiknya mahasiswa mencari informasi

secara akurat mengenai sekolah.

b. Praktikan sebaiknya menjalin hubungan baik dengan siapa saja, pandai

menempatkan diri dan berperan sebagaimana mestinya.

c. Mempersiapkan sebaik mungkin materi yang akan diberikan kepada perserta

didik agar dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan konsep.

d. Praktikan harus banyak membaca referensi tentang materi yang akan

diajarkan, dan sering berkonsultasi dengan guru pembimbing.

e. Rasa setia kawan, solidaritas serta kekompakan perlu dijaga dan diteruskan

(19)

20

memanfaatkan apa yang telah didapatkan dari PPL sebagai bekal di masa

mendatang.

2. Pihak Universitas Negeri Yogyakarta (LPPMP UNY)

a. Sosialisasi program PPL perlu lebih ditingkatkan secara jelas dan transparan

kepada phiak sekolah maupun kepada praktikan.

b. Memberikan pembekalan yang lebih representatif mengenai proses belajar

mengajar yang sekiranya nanti dihadapi mahasiswa di tempat praktik,

khusunya pembuatan laporan PPL.

c. LPPMP hendaknya mengadakan pembekalan yang lebih nyata tidak hanya

sebatas teori yang disampaikan secara klasikal yang kebermanfaatannya

kurang dirasakan.

d. Lebih teliti dalam menyeleksi sekolah tempat praktik PPL sehingga

kebermanfaatan program PPL lebih bisa dimaksimalkan, serta lebih

memperhatikan antara kebutuhan sekolah lokasi PPL dengan jumlah

mahasiswa praktikan bidang studi tersebut agar tidak terjadi kelebihan atau

kekurangan jam mengajar.

e. Kemitraan dan komunikasi antara UNY dan SMA Negeri 1 Depok lebih

ditingkatkan lagi demi kemajuan dan keberhasilan program PPL UNY serta

kemajuan dan keberhasilan SMA Negeri 1 Depok

3. Pihak SMA N 1 Depok

a. Kegiatan PPL ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan

kualitas pendidikan di sekolah.

b. Perlu adanya kontrol yang lebih cermat lagi terhadap mahasiswa dari pihak

sekolah demi keberhasilan PPL.

c. Menciptakan budaya dilalog yang partisipatif antar komponen sekolah, baik

(20)

21 DAFTAR PUSTAKA

Tim UPPL. 2013. Panduan KKN-PPL Unit Program Pengalaman Lpangan (UPPL)

Universitas Negeri Yogyakarta 2010. Yogyakarta: UPPL.

Tim UPPL. 2013. Materi Pembekalan KKN-PPL UNY 2010. Yogyakarta: UPPL.

Tim Penyusun Pedoman Pengajaran Mikro 2012. Panduan Pengajaran Mikro.

(21)

SILABUS MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA (SENI MUSIK)

(WAJIB PILIHAN) SATUAN PELAJARAN : SMA

KELAS : XI

Kompetensi IntI :

Kompetensi Inti 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Inti 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Kompetensi Inti 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

(22)

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan

pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2.1,Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan

peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya 3.1. Menganalisis konsep, teknik dan

prosedur dalam proses berkarya musik

4.1 Mengubah musik secara sederhana dengan partiturnya

Penyajian karya musik Mengamati

 Membaca dan mendengarkan informasi dan data tentang , konsep, teknik menggubah lagu

Menanyakan

 Menanyakan tentang jenis, konsep, teknik menggubah karya musik

Mengeksplorasi

 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang tentang konsep, teknik memnggubah karya musik

 Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur menggubah lagu

Mengasosiasi

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur menggubah lagu kemiripan dengan gradasi warna

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam menggubah karya musik

Mengomunikasi

(23)

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan

pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

2..2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan

peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya 3.2 Mengevaluasi karya musik

berdasarkan bentuk, teknik, jenis karya, dan nilai estetisnya 4.2. Menulis karya musik sederhana

Penampilan karya buatan sendiri

Mengamati

 Membaca dan mendengarkan informasi tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam membuat karya musik dari penulis/ pencipta lagu

Menanyakan

 Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam penulisan karya musik

Mengeksplorasi

 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam menulis karya musik

 Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur penulisan karya musik Mengasosiasi

 Membandingkan konsep, teknik, dan

prosedur pada berkarya musik dengan produk seni lainnya

Mengkomunikasi  Menyanyikan lagu

(24)

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan

pengamalan serta bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian

2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya 2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan

peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya

3.3. Menganalisis hasil penampilan

pergelaran musik berdasarkan konsep, teknik dan prosedur yang digunakan 4.3. Menampilkan musik idividual.

Kelompok atau paduan suara

Pergelaran musik karya sendiri

Mengamati

 Membaca dan mendengarkan informasi tentang kepanitian , undangan, persiapan pergelaran musik

Menanyakan

 Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik

Mengeksplorasi

 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran karya musik

 Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur penyajian karya musik

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik

Mengasosiasi

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur pada penyajian musik dengan seni pertunjukan lainnya

Mengkomunikasi

 Menyanyikan lagu secara individual

 Menyanyikan lagu secara kelompok

Unjuk Kerja

(25)

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar** 1.1.Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta

bangga terhadap seni musik sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan

2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian 2.2.Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam

mengapresiai seni dan pembuatnya

2.3.Menunjukkan sikap responsif, pro-aktif, dan peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta menghargai karya seni dan pembuatnya

3.4. Menganalisis hasil pergelaran musik

berdasarkan konsep, teknik. prosedur, dan tokoh pada kritik musik sesuai konteks budaya

4.4 Membuat tulisan tentang karya-karya musik dan pencipta

Kritik Musik Mengamati

 Membaca dan mendengarkan informasi tentang kepanitian , undangan, persiapan pergelaran musik

Menanyakan

 Menanyakan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik

Mengeksplorasi

 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar tentang konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelarant karya musik

 Mengidentifikasi perbedaan konsep, teknik, dan prosedur karya musik yang ada

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur dalam pergelaran musik Mengasosiasi

 Membandingkan konsep, teknik, dan prosedur pada penyajian musik dengan seni pertunjukan lainnya Mengkomunikasi

 Membuat tulisan tentang kritik musik

Produk

Tulisan tentang kritik musik

(26)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 1 DEPOK

Kelas/Semester : XI/1

Mata Pelajaran : SENI BUDAYA (MUSIK)

Materi Pokok : Penyajian Karya Musik.

Waktu : 4 × 45 menit. (2 Tatap Muka)

A. Kompetensi Inti:

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah

lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan

menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam

berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan

diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural

berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan

humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban

terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang

kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait

dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu

menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar :

1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.

2.1 Menunjukkan sikap toleran, aktif dan percaya diri dalam pemecahan suatu masalah.

2.2 Menunjukkan sikap menghargai karya seni.

2.3 Menunjukkan sikap disiplin dalam berkesenian.

3.1 Memahami karya musik berdasarkan simbol,jenis dan nilai estetisnya.

3.2 Menyanyikan lagu berdasarkan jenis musiknya.

C. Indikator :

3.1.1 Megidentifikasi pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara.

3.1.2 Mengidentifikasi jenis-jenis musik Non-Tradisional Nusantara.

3.1.3 Mengidentifikasi pengertian tiap jenis Musik Non-Tradisional Nusantara.

(27)

D. Tujuan Pembelajaran :

Dari pembelajaran ini diharapkan siswa mampu :

1. Mengidentifikasi jenis musik non-tradisional melalui pengamatan.

2. Mengidentifikasi ciri-ciri musik non tradisional.

3. Mengidentifikasi teknik-teknik yang digunakan dalam menyanyikan lagu.

4. Menyanyikan lagu menggunakan teknik yang telah dipelajari.

E. Materi :

Pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara,macam-macam jenis musik non-Tradisional

Nusantara.

Materi Pokok :

1. Contoh lagu non-tradisional Nusantara

2. Syair/lirik lagu

Pendekatan :Scientific Learning

Model :Discovery Learning

Metode :Diskusi dan penugasan

MATERI

Pengertian Musik Non-Tradisional Nusantara

Musik Non-Tradisional Nusantara adalah musik yang tumbuh dan berkembang di Indonesia dan

sudah terpengaruh oleh musik luar negeri meliputi alat musik, bentuk musik, tangganada, dan

cara penyajiannya.

Dengan pengertian lain musik Non-Tradisional Nusantara adalah musik modern yang

berkembang di Indonesia dan menjadi hak milik bangsa Indonesia.

Jenis-jenis Musik Non-Tradisional Nusantara

a. Keroncong

b. Pop

c. Dangdut

d. Lagu wajib

e. Lagu Nasional

f. Lagu kebangsaan

-Lagu wajib adalah lagu yang wajib diketahui, dihayati,dan dipelajari bangsa Indonesia untuk

meningkatkan rasa nasionalisme bangsa.

 Bagimu Negeri

 Garuda Pancasila

 Satu Nusa Satu Bangsa

 Hari Merdeka

 Halo-Halo Bandung

(28)

 Maju Tak Gentar

 Syukur

Lagu wajib dominan dengan tempo mars/marcia, akan tetapi ada lagu yang dimainkan dengan

tempo lambat contohnya Syukur, Mengheningkan Cipta, Satu Nusa Satu Bangsa.

-Lagu Nasional

Lagu Nasional yaitu lagu yang dinyanyikan seluruh bangsa indonesia tapi belum dikategorikan

lagu wajib.

Contoh :

Tanah Airku

Api Kemerdekaan

Lagu Kebangsaan adalah lagu yang diakui menjadi lagu identitas suatu bangsa dan setiap negara

atau bangsa hanya memiliki satu lagu Kebangsaan, di Indonesia lagu kebangsaan tersebut adalah “Indonesia Raya”

UNSUR TEKNIK VOKAL

Pernafasan

Teknik pernafasan dalam olah vokal lazimnya menggunakan pernafasan rongga perut

(Diafragma).

Artikulasi

Sama halnya dalam berbicara,bahwa dalam bernyanyi pengucapan kata dalam merangkai kalimat

harus jelas agar tersampaikan maksudnya. Huruf vokal maupun konsonan harus diucapkan utuh

dan jelas.

Resonansi

Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan rongga-rongga mulai

dari dada,tenggorokan,mulut,dan kepala.

Frasering

Frasering disebut juga pemenggalan kata tiap kalimat lagu. Agar terbentuk kalimat yang baik

maka seorang penyanyi harus menguasai syair dan tata bahasa yang dinyanyikan.Diperlukan

pengaturan pernafasan agar kata yang diucapkan/kalimat yang dinyanyikan tidak terputus.

Intonasi

Intonasi adalah ketepatan nada saat bernyanyi. Pembawaan nada yang tepat pada melodi lagu

yang dinyanyikan sangat diperlukan agar lagu terkesan indah baik pada melodi pokok maupun

saat penyanyi memperindah melodi dengan melakukan improvisasi.Untuk memperindah suara

sangat banyak teknik-teknik vokal yang digunakan, dalam materi kali ini salah satu teknik yang

banyak digunakan para penyanyi yaitu teknik Vibrato. Vibrato merupakan istilah musik yang

dalam bahasa Inggris disebut Vibration yaitu gelombang/getaran. Vibrato umumnya digunakan

(29)

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Waktu

Pertemuan Pertama

Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan salam,doa,dan memantau kondisi siswa untuk memastikan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran.

2. Guru memberikan pengarahan dan apresepsi guna mengarahkan siswa menuju materi jenis musik non-tradisional dan teknik menyanyikan lagu.

5 Menit

Inti 1. Mengamati:

 Peserta didik mengamati tayangan video/audio dan lirik lagu untuk

mengidentifikasi jenis dan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara yang terdapat di dalamnya.

Menanya:

 Peserta didik menjawab pertanyaan tentang jenis dan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara dan yang didapatkan dalam pengamatan yang dilakaukan

Mengeksplorasi:

 Peserta didik mengamati jenis musik yang ditayangkan.

 Peserta didik menyebutkan macam-macam musik Non-Tradisional Nusantara.

 Peserta didik menyebutkan ciri-ciri musik non-tradisional nusantara melalui

pengamatan. Mengasosiasi:

Peserta didik mendiskusikan hasil eksperimen dengan bimbingan guru.  Peserta didik menarik kesimpulan

berdasarkan hasil temuan dari kegiatan eksperimen.

Mengkomunikasikan:

 Peserta didik merepresentasikan hasil pengamatan mengenai jenis musik non-tradisional nusantara dan teknik dalam bernyanyi.

Penutup 1. Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dan guru memberi umpan balik atas hasil refleksi yang dilakukan.

5 Menit

Pertemuan Kedua

Pendahuluan 1. Guru membuka pelajaran dengan salam,doa,dan memantau kondisi siswa untuk memastikan kesiapan siswa dalam menerima pelajaran.

2. Guru memberikan pengarahan dan apresepsi guna mengarahkan siswa menuju materi teknik menyanyikan lagu.

5 Menit

Kegiatan Inti 2. Mengamati:

 Peserta didik mengamati tayangan video/audio dan lirik lagu untuk

(30)

mengidentifikasi macam-macam teknik vokal pada musik keroncong.

Menanya:

 Peserta didik menjawab pertanyaan tentang teknik vokal yang didapatkan dalam

pengamatan yang dilakaukan.

Mengeksplorasi:

 Peserta didik mengamati jenis musik keroncong.

 Peserta didik menyebutkan macam-macam teknik yang ada pada lagu keroncong. Mengasosiasi:

Peserta didik mendiskusikan hasil eksperimen dengan bimbingan guru.  Peserta didik menarik kesimpulan

berdasarkan hasil temuan dari kegiatan eksperimen.

Mengkomunikasikan:

 Peserta didik menyanyikan lagu dengan menerapkan teknik vokal yang baik dan benar.

10 Menit

25 Menit

35 Menit

Penutup 2. Peserta didik merefleksi penguasaan materi yang telah dipelajari dan guru memberi umpan balik atas hasil refleksi yang dilakukan.

3. Guru mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio.

4. Guru memberikan remidi untuk siswa yang belum mencapai kompetensi yang diharapkan, dan mengadakan pengayaan untuk siswa yang sudah mencapai kompetensi yang telah ditetapkan .

5 Menit

F. Alat/Media/Sumber Pembelajaran

1. Buku Seni Musik yang relevan.

2. Media Elektronik (Laptop/Proyektor)

3. Alat-alat musik yang menunjang.

G. Penilaian Hasil Belajar

1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes perbuatan.

(31)

No Aspek Yang Dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian Pertemuan Pertama

1. Sikap

a. Terlibat aktif dalam pembelajaran.

b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

c. Toleran terhadap proses penemuan konsep masalah yang berbeda dan kreatif.

Pengamatan Selama pembelajaran dan saat pembelajaran

2 Pengetahuan :

a. Menjelaskan jenis musik non-tradisional.

b. Menjelaskan ciri-ciri dari jenis musik non-trdisional nusantara.

a. Terampil membedakan cara pembawaan dari berbagai jenis musik non-tradisional

b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

c. Toleran terhadap proses penemuan konsep masalah yang berbeda dan kreatif.

Pengamatan Selama pembelajaran dan saat pembelajaran teknik yang baik dan benar.

Tes praktikum Akhir dari rangkaian materi pembelajaran.

Keterangan:

K: Kurang, C: Cukup, B: Baik, SB: Sangat baik

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran musik .

1. Kurang jika sama sekali tidak menunjukkan ambil bagian dalam pembelajaran

2. Cukup jika kadang-kadang menunjukkan ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran

tetapi belum konsisten

3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum

(32)

4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok

secara terus menerus dan konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

1. Kurang jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

2. Cukup jika kadang-kadang menunjukkan ada usaha bekerjasama dalam kegiatan

kelompok tetapi belum konsisten

3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok

tetapi masih belum ajeg/konsisten.

4. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok

secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

1. Kurang jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahanmasalah yang

berbeda dan kreatif.

2. Cukup jika kadang-kadang bersikap toleran terhadap proses pemecahanmasalah yang

berbeda dan kreatif.

3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses

pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum konsisten.

4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses

pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terusmenerus dan konsisten.

Indikator sikap kreatif terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

1. Kurang jika samasekali tidak memunculkan ide terhadap proses pemecahan masalah yang

berbeda dan kreatif.

2. Cukup jika kadang-kadang memunculkan ide terhadap proses pemecahan masalah yang

berbeda dan kreatif.

3. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memunculkan ide terhadap proses

pemecahan masalah yang berbeda dan kreati ftetapi masih belum konsisten.

4. Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memunculkan ide terhadap proses

pemecahan masalah yang berbeda.

Mengetahui Sleman, 20 Juli 2014

Guru Mata Pelajaran Praktikan

Drs. Sumarno Agus Febrianto

(33)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 1 DEPOK

Kelas/Semester : XI/1

Mata Pelajaran : SENI BUDAYA (MUSIK)

Materi Pokok : Penyajian Karya Musik.

Waktu : 4 × 45 menit. (2 Tatap Muka)

A. Kompetensi Inti:

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,

ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan

proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai

permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan

sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa

dalam pergaulan dunia

3. Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,

kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta

menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai

dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah

secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar :

1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut.

2.1 Menunjukkan sikap toleran, aktif dan percaya diri dalam pemecahan suatu

masalah.

2.2 Menunjukkan sikap menghargai karya seni.

2.3 Menunjukkan sikap disiplin dalam berkesenian.

(34)

3.2 Menyanyikan lagu berdasarkan jenis musiknya

C. Indikator :

3.1.1 Megidentifikasi sejarah musik Keroncong Asli.

3.1.2 Mengidentifikasi nilai estetis yang terkandung dalam musik keroncong asli.

3.1.3 Mengidentifikasi macam-macam teknik vokal dari objek pengamatan.

3.1.4 Menyanyikan lagu menggunakan teknik vokal yang sudah dipelajari.

D. Tujuan Pembelajaran

Dari pembelajaran ini diharapkan siswa mampu :

1. Mengidentifikasi jenis musik Keroncong Asli melalui pengamatan.

2. Mengidentifikasi ciri-ciri musik Keroncong Asli.

3. Mengidentifikasi teknik yang digunakan dalam menyanyikan lagu.

4. Menyanyikan lagu menggunakan teknik yang telah dipelajari.

E. Materi :

Pengertian musik,macam-macam jenis musik keroncong dan teknik vokal yang

digunakan dalam menyanyikan lagu.

Materi Pokok :

1. Contoh lagu Keroncong Asli

2. Syair/lirik lagu

Pendekatan :Scientific Learning

Model :Discovery Learning

(35)

Musik Keroncong

Di Indonesia musik keroncong sangat terkenal di kalangan masyarakat. Berbagai

inovasi baru diterapkan untuk menambah minat anak muda pada musik keroncong

dengan mengaransemen lagu pop baik manca dan nusantara dengan memberikan

irama kroncong.

beberapa sumber mengatakan bahwa musik keroncong berawal pada saat jaman

pendudukan Bangsa Portugis di Indonesia sejak abad XVI,mereka mengadakan

hubungan perdagangan di seluruh pelosok Indonesia yang dipimpin oleh Alfonso D’Albuquerque,sekaligus menyebarkan budaya dan agama yang mereka miliki. Salah satu hasil kebudayaan Orang Portugis dalam cabang seni adalah musik “Fado”,yaitu jenis musik yang dibawa oleh para budak kapal Portugis untuk hiburan selama berada pada pelayaran. Alat musik yang digunakan salah satunya adalah

Ukulele, Sejenis alat musik berdawai yang bentuknya menyerupai gitar akan tetapi

posturnya lebih kecil. Ketika orang pribumi (Indonesia) mendengar alunan musik

yang dibawakan oleh bangsa Portugis,mereka merasa asing dengan nada-nada yang

dibunyikan karena orang Indonesia terbiasa medengar musik yang bernada

Pentatonis tetapi yang orang-orang Portugis bawakan bernada Diatonis. Maka dari

itu orang pribumi berusaha menirukan suara gamelan untuk memainkan alat musik

keroncong tersebut. Banyak sekali kemiripan antara gaya permainan alat musik

keroncong dengan gamelan khususnya gamelan Jawa. Dan dari situlah disimpulkan

bahwa musik keroncong adalah musik asli Indonesia kategori Non-tradisional

Nusantara.

(dikutip dari : Serba Serbi Keroncong, Musika)

Alat Musik Keroncong

1. Ukulele (Chak)

2. Banjo (Chuk)

3.Gitar

4.Flute

5.Biola

6.Cello

7.Contrabass

(36)

1. Ukulele (Cak)

Alat musik berdawai nylon yang bentuknya menyerupai gitar akan tetapi

ukurannya lebih kecil ini dimainkan dengan teknik Dipetik/Arpeggio dan menimbulkan suara “Crung” karena bunyi tersebut banyak orang indonesia khususnya Jawa menyebut dengan istilah Kencrung. Instrumen ini pula yang

memberikan identitas musik keroncong.

2. Banjo (Chak)

Alat musik ini sama bentuknya seperti Ukulele akan tetapi memiliki lubang

resonansi yang lebih kecil kurang lebih berdiameter 5mm bahkan ada yang lebih

kecil lagi dan jumlahnya lebih banyak, dawai yang digunakan terbuat dari

baja/logam. Bentuk awal instrumen banjo bulat utuh pada body/ruang resonansinya,

tidak seperti sekarang yang telah diubah oleh masyarakat Indonesia yang cenderung

menyerupai bentuk gitar/ukulele. Teknik permainannya dengan cara Struming atau

digenjreng.

Ukulele dan Banjo dimainkan secara bersahutan dan saling mengisi seperti suara

gamelan kethuk dan kenong dan bisa pula diibaratkan suara saron yang dipukul

secara imbal.

3. Gitar

Sudah umum diketahui bentuk alat musik gitar yang digunakan pada musik

keroncong sama seperti gitar yang kita ketahui di sekitar kita, berdawai 6. Akan

tetapi gitar yang digunakan dalam orkes keroncong adalah jenis gitar klasik dan

dawainya terbuat dari nylon. Di jaman sekarang gitar pada musik keroncong juga

sudah menggunakan inovasi baru dengan memasukkan gitar akustik yang dawainya

menggunakan logam. Berfungsi sebagai melody yang bergerak selama lagu

dimainkan dan penuh improvisasi.Dalam musik tradisional, gitar menirukan suara

Gambang.

4. Flute

Flute adalah jenis alat musik tiup yang berfugsi sebagai pengisi melody

pokok yang terletak pada Introduction, Interlude, dan Coda juga mengisi filler

melody. Flute menggantikan suara seruling bambu.

5.Biola

Alat musik berdawai 4 ini digunakan sebagai pengisi melody pokok, filler

(37)

Orang-orang pribumi mengibaratkan biola seperti suara rebab yaitu alat musik tradisional

Jawa yang teknik permainannya dengan cara digesek pula.

6. Cello

Cello pada umumnya dimainkan dengan cara digesek, tapi dalam musik

keroncong alat musik cello berguna sebagai pengatur tempo layaknya sebuah

tabuhan kendhang. Pada jaman dahulu ketika diketemukannya Cello keroncong yang

teknik permainannya dengan cara pizzicato atau petik, senar yang digunakan

berbahan kulit binatang/usus ,tapi pada era modern ini senar cello berbahan nylon.

Selain pizzicato tidak jarang para pemain cello keroncong memberi variasi dengan memukul body cello untuk memberikan suara “tak...” yang identik dengan gaya permainan kendhang gamelan Jawa.

7.Contrabass

Contrabass, alat musik gesek yang bentuknya tetap menyerupai biola dan

cello tapi ukurannya yang lebih besar dan suara yang dihasilkannya pun lebih rendah

dari biola dan cello. Dalam musik keroncong ,contrabass keroncong dimainkan

dengan cara pizzicato atau petik. Contrabass menirukan suara Gong.

Ciri-ciri Keroncong Asli

Keroncong Asli II

a. Irama : Memiliki baku irama keroncong bersukat 4/4

b. Susunan Bar : Terdiri dari 28 Birama

c. Kata/Syair : Berupa syair

d. Contoh Lagu : Kr.Dewi Murni, Kr. Bandar Jakarta,Kr. Mawar Sekuntum

Pola Harmoni Keroncong Asli

I ... I ...V...V...

II ... II ...V...V...

V...V... IV... IV...

IV...V... I ... I ...

V...V... I ... I ...

IV.V. I ... IV.V. I ...

I ...V...V... I ...

Syair Lagu Keroncong asli II

(38)

Awan lembayung menghiasi bandar indah permai

Aman terlindung oleh pulau seribu melambai

Melambai rona merona mengembang layar laju perahu nelayan

Memecah buih menyusur pantai nuju teluk Jakarta

Indah lukisan alam kala senja menjelang pelukan malam

Burung putih menyampaikan salam kata selamat malam

Teknik Vokal dalam menyanyikan lagu keroncong :

Ada beberapa teknik vokal yang digunakan untuk memberikan ciri khas pembawaan

lagu keroncong,yaitu :

 Nggandhul : Yaitu teknik dengan cara melambatkan melodi seolah-olah tidak sesuai dengan metrumnya.

 Ngeluk : Yaitu memberikan liukan pada nada-nada panjang biasanya terdapat pada tengah kalimat.

 Vibrato : Memberikan gelombang pada nada panjang,digunakan pada nada panjang di akhir kalimat.

Referensi

Dokumen terkait

1) Membuka pelajaran. 2) Memberi apersepsi dalam mengajar. 5) Bahasa yang digunakan dalam KBM. 6) Memotivasi dan mengaktifkan peserta didik. 7) Memberikan umpan balik terhadap siswa.

Guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan teknis mengajar yang dilakukan praktikan di depan kelas sehingga apabila ada kekurangan dalam

Guru meminta siswa untuk mempelajari materi/ buku tentang penggunaan huruf, angka, dan etiket dalam gambar teknik yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.. Guru

Dalam kegiatan praktik pengalaman lapangan, guru pembimbing sangat berperan dalam kelancaran penyampaian materi. Hal ini dikarenakan guru pembimbing sudah

Praktik mengajar yang dilakukan mahasiswa praktikan adalah latihan mengajar terbimbing, yaitu latihan mengajar di bawah bimbingan guru pembimbing, sesuai dengan mata

cara membuka pelajaran, penyampaian materi, penggunaan bahasa, teknik bertanya, penguasaan kelas, hingga penutup. Ditampilkannya media seperti video dapat menjadi media

Setelah melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan kegiatan praktek mengajar yang dilakukan

Setelah dilaksanakan proses belajar mengajar di kelas, guru pembimbing akan memberikan umpan balik yang berkaitan dengan kegiatan teknis mengajar yang dilakukan