• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intisari, Daf Isi dll

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Intisari, Daf Isi dll"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

INTISARI

Panas adalah salah satu bentuk energi yang dapat dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan sama sekali. Dalam suatu proses, panas dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu suatu zat dan atau perubahan tekanan, reaksi kimia dan kelistrikan.

Proses terjadinya perpindahan panas dapat dilakukan secara langsung, yaitu fluida yang panas akan bercampur secara langsung dengan fluida dingin tanpa adanya pemisah dan secara tidak langsung, yaitu bila diantara fluida panas dan fluida dingin tidak berhubungan langsung tetapi dipisahkan oleh sekat-sekat pemisah.

Perpindahan panas secara konduksimerupakan perpindahan panas antara molekul-molekul yang saling berdekatan antar yang satu dengan yang lainnya dan tidak diikuti oleh perpindahan molekul-molekul tersebut secara fisik. Molekul-molekul benda yang panas bergetar lebih cepat dibandingkan molekul-molekul benda yang berada dalam keadaan dingin. Getaran-getaran yang cepat ini, tenaganya dilimpahkan kepada molekul di sekelilingnya sehingga menyebabkan getaran yang lebih cepat maka akan memberikan panas. Dan perpindahan secara konveksi yaitu perpindahan panas dari suatu zat ke zat yang lain disertai dengan gerakan partikel atau zat tersebut secara fisik. Kemudian perpindahan panas secara radiasi merupakan perpindahan panas tanpa melalui media (tanpa melalui molekul). Suatu energi dapat dihantarkan dari suatu tempat ke tempat lainnya (dari benda panas ke benda yang dingin) dengan pancaran gelombang elektromagnetik dimana tenaga elektromagnetik ini akan berubah menjadi panas jika terserap oleh benda yang lain.

Pada jenis ini tiap pipa mempunyai shell sendiri. Untuk menhindari tempat yang terlalu panjang, Heat Exchanger ini dibentuk menjadi U. Pada beberapa keperluan khusus, bagian pipa luar diberi sirip. Dalam pipa jenis u-bend memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kekurangannya adalah pada bagian dalam dari U-tube tidak dapat dibersihkan secara efektif, memerlukan drill shaft yang fleksibel untuk membersihkannya. Dan sebaiknya pada alat jenis ini tidak digunakan untuk tube dengan fluida yang kotor. Lalu pada kelebihannya ialah bundle dapat meregang atau mengkerut jika ada perbedaan tegangan, bagian luar dari U-tube bisa dibersihkan, dan juga tube bundle bisa dilepas. Didalam optimasi panjang pipa pada jenis U-bend ini, akan dihitung seberapa besar panjang pipa dalam Alat Heat Exchanger jenis U-Bend.

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penyusun panjatkan kepada Allah

SWT atas segala rahmat dan karunia–Nya sehingga penyusun dapat

menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini, yang merupakan salah satu syarat untuk

menyelesaikan studi di Program Studi Diploma III Teknik Kimia Universitas

Diponegoro Semarang.

Pada kesempatan kali ini, perkenankanlah penyusun mengucapkan

terimaksih kepada :

1. Ir. H. Zainal Abidin, MS, selaku Ketua Program Diploma Fakultas Teknik

Universitas Diponegoro.

2. Ir. Hj. Wahyuningsih, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma III Teknik

Kimia Program Diploma Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

3. Ir. Isti Pudjihastuti, MT selaku Dosen Wali kelas A Angkatan 2011, yang

telah banyak memberikan dorongan semangat dan doa kepada kami.

4. Ir. Edy Supriyo, MT selaku dosen pembimbing, terimakasih atas segala

bimbingannya selama ini hingga terselesaikannya LaporanTugas Akhir

ini.

5. Seluruh Dosen Program Studi Diploma III Teknik Kimia Program Diploma

Penyusun menyadari adanya keterbatasan dalam penyusunan laporan

ini. Besar harapan penyusun akan adanya saran dan kritik yang sifatnya

membangun guna kesempurnaan laporan ini.

6. Ayah, Ibu dan kakakserta seluruh keluarga tercinta atas segala doa dan

dorongan motivasi selama ini agar tak kenal putus asa sehingga dapat

menyelesaikan laporan ini tepat waktu.

(3)

8. Teman-teman mahasiswa Program Studi Diploma III Teknik Kimia

Program Diploma Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, terutama

angkatan 2011 kelas A.

9. Semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya laporan ini.

Penyusun menyadari adanya keterbatasan dalam penyusunan laporan

ini. Besar harapan penyusun akan adanya saran dan kritik yang sifatnya

membangun guna kesempurnaan laporan ini.

Semarang, Agustus 2014

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

RINGKASAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Perumusan Masalah... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perpindahan Panas ... 4

2.2 Alat Penukar Panas(Heat Exchanger) ... 5

2.3 Jenis-jenis Heat Exchanger... 6

2.4 Tipe Heat Exchanger berdasarkan susunan aliran fluida ... 9

2.5 Shell and Tube Exchanger ... 12

2.6 Variabel yang mempengaruhi laju perpindahan panas………14

2.7 Sistem Komputer...15

2.7.1 Bahasa Pemrograman Delphi……….15

(5)

2.7.3 Sensor suhu LM 35………….……….……….16

2.8 Cara Kerja LM 35 ... 17

BAB III TUJUAN DAN MANFAAT 3.1 Tujuan ... 19

3.1.1 Tujuan Umum……… ... 19

3.1.2 Tujuan Khusus…...………19

3.2 Manfaat ... 20

BAB IV PERANCANGAN ALAT 4.1 Spesifikasi Alat Heat Exchanger ... 21

4.2Gambar Alat ... 22

4.2.1 Rangkaian Alat Penukar Panas……… . 22

4.3 Cara Kerja ... 23

BAB V METODOLOGI 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan ... 26

5.1.1 Alat yang digunakan……….26

5.1.2 Bahan yang digunakan………... …….26

5.1.3 Variabel Percobaan ……….26

BAB VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Hasil Pengamatan...27

6.1.1 Tabel Hasil Pengamatan……….27

6.2 Hasil pengujian alat dan perhitungan kinerja alat...28

(6)

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan ... 37

7.2 Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 38

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil pengamatan suhu fluida dan kecepatan percobaan 1 .... 27

Tabel 2. Hasil pengamatan suhu fluida dan kecepatan percobaan 2 .... 27

Tabel 3. Hasil pengamatan suhu fluida dan kecepatan percobaan 3…. 27

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Penukar kalor tabung dan pipa tipe u ... 8

Gambar 2. Penukar kalor tabung dan pipa dua ... 8

Gambar 3. Tipe aliran heat exchanger ... 11

Gambar 4. Bagian heat exchanger tipe U-Bend ... 12

Gambar 5. Jenis tube pitch ... 13

Gambar 6. Sensor LM 35 ... 18

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Tabel Hasil Pengamatan ... 33

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan meningkatnya debit aliran baik fluida panas maupun fluida dingin secara langsung akan meningkatkan laju aliran massa yang akan berpengaruh pada laju

Untuk temperatur fluida panas masuk dan laju aliran masuk fluida panas konstan serta laju aliran masuk fluida dingin bervariasi, maka nilai koefisien

Heat Exchanger (HE) merupakan suatu peralatan mekanik yang digunakan dalam proses perpindahan panas untuk mentransfer energi dari fluida panas ke fluida dingin,

Hasil pengujian heat exchanger didapatkan besar perbedaan laju perpindahan panas antara aliran fluida panas dan dingin tidak lebih dari 10%, nilai perpindahan panas

berhubungan langsung dengan fluida dingin. Jadi proses perpindahan panas itu mempunyai media perantara, seperti pipa, pelat atau peralatan jenis lainnnya. Untuk

Untuk temperatur fluida panas masuk dan laju aliran masuk fluida panas konstan serta laju aliran masuk fluida dingin bervariasi, maka nilai koefisien

- Suhu fluida panas meningkat pada saat laju alir fluida panas tetap dan laju alir fluida dingin berubah terjadi karena perpindahan panas pada saat laju alir lambat

Dengan meningkatnya debit aliran baik fluida panas maupun fluida dingin secara langsung akan meningkatkan laju aliran massa yang akan berpengaruh pada laju