• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

No. 12/ 14 /DKBU Jakarta, 1 Juni 2010

S U R A T E D A R A N

Kepada

SEMUA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA

Perihal : Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Bank Perkreditan Rakyat

Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/20/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank Perkreditan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4646) dan Surat Edaran Bank Indonesia No.11/37/DKBU tanggal 31 Desember 2009 perihal Penetapan Penggunaan Standar Akuntansi Keuangan bagi Bank Perkreditan Rakyat, perlu diatur hal-hal sebagai berikut: 1. Dalam rangka peningkatan transparansi kondisi keuangan Bank Perkreditan Rakyat

(BPR) dan penyusunan laporan keuangan yang relevan, komprehensif, andal dan dapat diperbandingkan, BPR wajib menyusun dan menyajikan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi keuangan yang relevan bagi BPR, pedoman akuntansi bagi BPR dan ketentuan lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) merupakan Standar Akuntansi Keuangan yang relevan bagi BPR dan Pedoman Akuntansi BPR (PA-BPR) merupakan petunjuk pelaksanaan yang berisi penjabaran lebih lanjut dari SAK ETAP.

(2)

3. Penyusunan dan penyajian laporan keuangan BPR wajib berpedoman pada PA-BPR. 4. Perlakuan akuntansi keuangan BPR sejak 1 Januari 2010 yang masih mengacu pada

Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia 2001 (PAPI), dengan diberlakukannya Surat Edaran ini agar disesuaikan dengan berpedoman pada Bab II PA-BPR.

5. Penyesuaian sebagaimana dimaksud pada angka 4 hanya dilakukan dalam rangka penyajian laporan keuangan per 31 Desember 2010 untuk tujuan umum (general purposes).

Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2010.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

RATNA E. AMIATY

Referensi

Dokumen terkait

c. Fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.. Laporan

Perubahan Atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan

Q : Apabila kami sebagai Bank telah mampu menyusun dan mengirimkan Laporan per Kantor dari seluruh Kantor Cabang kami, apakah kami dapat dapat mengirimkan

Laporan Keuangan ini merupakan bagian dari Laporan Keuangan Bank Indonesia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 Laporan Keuangan ini merupakan bagian dari

(2) BPR wajib melakukan penyesuaian kualitas Aktiva Produktif sesuai dengan penilaian kualitas Aktiva Produktif yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat

Perubahan Atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/56/DPbS tanggal 9 Desember 2005 tentang Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan

kegiatan APMK kepada Bank Indonesia secara berkala dan atau insidentil. Laporan berkala merupakan laporan tertulis yang wajib disampaikan. secara benar, akurat dan tepat waktu

Bezaya Elzatta Hijab Bandung menyajikan atau menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas selama periode, laporan arus kas selama