• Tidak ada hasil yang ditemukan

11e44c4e71242c70a3c7313231343131

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "11e44c4e71242c70a3c7313231343131"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

No.46, 2014 PENGESAHAN. Perjanjian. Republik

Indonesia-Republik Korea. Bantuan Hukum. Timbal balik. Pidana. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5513)

UNDANG-U NDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHU N 2014

TENTANG

PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN REPUBLIK KOREA TENTANG BANTUAN HUKUM TIMBAL BALIK

DALAM MASALAH PIDANA

(TREATY BETWEEN THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE

REPUBLIC OF KOREA ON MUTUAL LEGAL ASSISTANCE

IN CRIM INAL MATTERS)

DENGAN RAHMAT TU HAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPU BLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mencapai tujuan Negara Republik Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk

memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan

kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, Pemerintah Republik

Indonesia sebagai bagian dari masyarakat

internasional melakukan hubungan dan kerja sama internasional yang diwujudkan dalam perjanjian internasional;

(2)

2014, No.46 2

b. bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

khususnya di bidang transportasi, komunikasi dan informasi, selain mempunyai dampak positif juga mempunyai dampak negatif yaitu timbulnya tindak pidana yang tidak lagi mengenal batas yurisdiksi suatu

Negara, sehingga penanggulangan dan

pemberantasannya memerlukan kerja sama

antarnegara yang efektif, baik bersifat bilateral maupun multilateral;

c. bahwa untuk meningkatkan kerja sama di bidang

hukum antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea, pada tanggal 30 Maret 2002 di Seoul telah ditandatangani Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu

membentuk Undang-Undang tentang Pengesahan

Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik Korea tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam

Masalah Pidana (Treaty between the Republic of

Indonesia and the Republic of Korea on Mutual Legal

Assistance in Criminal Matters);

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, dan Pasal 20 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-U ndang Nomor 37 Tahun 1999 tentang

Hubungan Luar Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3882);

3. Undang-U ndang Nomor 24 Tahun 2000 tentang

Perjanjian Internasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 185, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4012);

4. Undang-U ndang Nomor 1 Tahun 2006 tentang

Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 18, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4607);

(3)

2014, No.46 3

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

dan

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA REPU BLIK INDONESIA DAN REPUBLIK KOREA TENTANG BANTU AN HU KUM TIMBAL BALIK DALAM

MASALAH PIDANA (TREATY BETWEEN THE REPUBLIC OF

INDONESIA AND THE REPUBLIC OF KOREA ON MUTUAL

LEGAL ASSISTANCE IN CRIMINAL MATTERS).

Pasal 1

Mengesahkan Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik Korea

tentang Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana (Treaty

between the Republic of Indonesia and the Republic of Korea on Mutual

Legal Assistance in Criminal Matters) yang ditandatangani pada tanggal 30

Maret 2002 di Seoul yang salinan naskah aslinya dalam bahasa Indonesia, bahasa Korea, dan bahasa Inggris sebagaimana terlampir dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari U ndang-Undang ini.

Pasal 2

U ndang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan U ndang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 11 Maret 2014

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DR. H. SUSILO BAMBANG YU DHOYONO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2014

MENTERI HU KU M DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

AMIR SYAMSU DIN

Referensi

Dokumen terkait

mengadakan kerja sama bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana yang telah ditandatangani pada tanggal 25 Januari 2011 di New Delhi. Kesepakatan tersebut pada

ditandatangani Pemerintah Republik Indonesia di Jakarta, pada tanggal 16 Maret 1999 sebagai hasil perundingan antara Delegasi-delegasi Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah

3. Persetujuan ini hanya dimaksudkan untuk bantuan administratif timbal balik antara Para Pihak dan tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi Persetujuan bantuan

Mengesahkan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Republik Rakyat China tentang Bantuan Hukum Timbal

Bantuan timbal balik dalam masalah pidana dapat dilakukan berdasarkan suatu perjanjian dan jika belum ada perjanjian, maka bantuan dapat dilakukan atas dasar

bahwa di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok pada tanggal 26 Maret 2015, telah ditandatangani Protokol Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hukum pengangkutan adalah hukum yang mengatur perjanjian timbal balik antara pengangkut dan pengirim, dimana pengangkut

2.2 Tinjauan Umum Tentang Perjanjian Pengangkutan Laut dan Perjanjian Ekspedisi 2.2.1 Perjanjian Pengangkutan Hukum pengangkutan merupakan sebuah perjanjian timbal balik antara