• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 500-2204 Tanggal 19 Agustus 2004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Republik Indonesia Nomor 500-2204 Tanggal 19 Agustus 2004"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPALA

2. Sdr. Kepala Kantor

Pertanahan Kabupaten/Kota di -

Seluruh Indonesia

Sebagai tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara Kejaksaan Republik Indonesia dengan Badan Pertanahan Nasional, tanggal 20 Juli 2004, Nomor : KEP-427/A/J.A/07/2004, Tentang Penanganan Masalah Pertanahan, bersama

Nomor : 1/SKB/BPN/2004

ini disampaikan kepada Saudara hal-hal sebagai berikut :

1. Dalam rangka penanganan masalah pertanahan, agar Saudara meningkatkan kerja-sama dan koordinasi antara Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi dengan Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dengan Kejaksaan Negeri dalam menangani kasus-kasus pertanahan yang berindikasi tindak pidana dan

perdata ataupun tata usaha negara dengan tetap ber-pedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Selanjutnya dalam menangani masalah pertanahan agar mendahulukan tindakan preventif dan persuasif serta mengutamakan antisipasi pengamanan dalam rangka menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul dan menyamakan persepsi penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap setiap tindakan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas di bidang pertanahan.

3. Apabila ada hasil temuan atau informasi mengenai perbuatan atau rencana perbuatan dari pihak tertentu yang merugikan dan/atau menggangu pelaksanaan tugas pertanahan, agar Saudara meningkatkan koordinasi dan komunikasi dua arah dengan aparat kejaksaan setempat guna memper-lancar proses penyidikan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan secepatnya.

4. Dalam hal penanganan kasus pertanahan tersebut, aparat kejaksaan memerlukan alat-alat bukti dan kesaksian ataupun sebagai saksi ahli, agar Saudara segera mengkoordinasikannya dengan Kejaksaan Negeri atau Kejaksaan Tinggi setempat serta melaporkannya ke pimpinan Badan Pertanahan Nasional secara berjenjang.

(2)

Demikian untuk menjadi perhatian dan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

ttd

Prof. Ir. LUTFI I. NASOETION, MSc., Ph.D. NIP. 130367083

Tembusan : Disampaikan kepada Yth.

1. Bapak Jaksa Agung Republik Indonesia. 2. Sdr. Para Gubernur di seluruh Indonesia. 3. Sdr. Para Bupati/Walikota

4. Sdr. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional di Seluruh Indonesia.

5. Deputi Bidang Pengkajian dan Hukum Pertanahan. 6. Deputi Bidang Informasi.

7. Direktur Pendaftaran Tanah.

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan

a) Bentuk Buku tanah dan Sertipikat Hak Tang-gungan ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1996.. b)

Bersama ini disampaikan Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 2 Tahun 1998 tentang Surveyor Berlisensi5. Demikian untuk dapat

Sejalan dengan Surat Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 200-1291 tanggal 20 April 2000 dan Surat Deputi Bidang Umum Nomor 290-2750-DI.3 tanggal 8 September

Dalam rangka mencapai obyektifitas dalam penge- lolaan dan pengembangan Pola Karier Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional berdasarkan sistem

Lulus Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional, dengan syarat Tanda Tamat Belajar/Ijazah Strata 1, Strata 2 dan Strata

Fotocopy blanko akta dimaksud haruslah berdasarkan suatu blanko akta dengan nomor porporasi tertentu yang dimiliki oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan

Dalam rangka mewujudkan sapta tertib pertanahan dan meningkatkan pelayanan oleh Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia yang