• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria Nomor 6 Tahun 1964

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria Nomor 6 Tahun 1964"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA

PERATURAN MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA NOMOR 6 TAHUN 1964

TENTANG

PENDAFTARAN HAK-HAK DI DAERAH-DAERAH DI MANA PENDAFTARAN TANAH BELUM DISELENGGARAKAN MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 10

TAHUN 1961

MENTERI PERTANIAN DAN AGRARIA,

Menimbang : a. bahwa di daerah-daerah di mana pendaftaran tanah belum

diselenggarakan menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961, masih berlaku peraturan-peraturan sebagai yang disebut di dalam pasal 1, 26 dan 27 Peraturan Menteri Agraria No. 2 tahun 1960;

b. bahwa mulai tanggal 1 Juni 1964 yang akan datang disebagian besar daerah Indonesia pendaftaran tanah akan diselenggarakan menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 tersebut di atas;

c. bahwa sebagian terbesar dari tanah-tanah bekas hak barat yang didaftar menurut Overschrijvingsordonnantie (S. 1834-27) dan tanah-tanah milik yang didaftar menurut Peraturan Menteri Agraria No. 9 tahun 1959 terletak di daerah-daerah yang dimaksudkan dalam huruf b;

d. bahwa berhubungan dengan itu pendaftaran daripada tanah-tanah tersebut di atas yang terletak di luar daerah-daerah yang dimaksudkan dalam huruf b sebaiknya diselenggarakan juga menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961, hingga terdapatlah kesatuan di dalam peraturan-peraturan yang bersangkutan;

e. bahwa sebagai akibat dari apa yang disebutkan di atas maka terhadap hak-hak itupun dapat pula sekaligus diperlakukan ketentuan-ketentuan yang diatur di dalam Peraturan Menteri Agraria No. 14 tahun 1961 tentang ”Permintaan dan pemberian izin pemindahan hak atas tanah” dan Peraturan Menteri Agraria No. 15 tahun 1961 tentang ”Pembebanan dan pendaftaran hypotheek serta credietverband”.

Mengingat : a. Ketentuan-ketentuan Undang-Undang Pokok Agraria (Undang-Undang

No. 5 tahun 1960; L.N. 1960 – 104);

b. Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 (L.N. 1961 – 28); c. Peraturan Menteri Agraria No. 14 tahun 1961 (T.L.N. No. 2346); d. Peraturan Menteri Agraria No. 15 tahun 1961 (T.L.N. No. 2347);

Mendengar : Kepala Jawatan Pendaftaran Tanah;

M E M U T U S K A N

Menetapkan : PERATURAN TENTANG PENDAFTARAN HAK-HAK DI DAERAH-DAERAH

DI MANA PENDAFTARAN TANAH BELUM DISELENGGARAKAN

(2)

- 2 -

Pasal 1

1. Hak-hak atas tanah bekas hak barat yang didaftar menurut Overschrijvingsordonnantie (S. 1834-27) dan hak-hak lainnya yang didaftar menurut Peraturan Menteri Agraria No. 9 tahun 1959 (T.L.N. No. 1884), yang terletak di daerah-daerah di mana pendaftaran tanah belum diselenggarakan menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 (L.N. 1961 – 28), mulai tanggal 1 Juni 1964 didaftar menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961. 2. Pendaftaran tanah sebagai yang dimaksudkan dalam ayat 1 pasal ini diselenggarakan

oleh Kantor Pendaftaran Tanah/Kantor Pendaftaran dan Pengawasan Pendaftaran Tanah yang hingga tanggal 1 Juni 1964 menyelenggarakan pendaftaran hak-hak yang bersangkutan menurut peraturan yang lama.

Pasal 2

Selain hak-hak yang dimaksudkan dalam pasal 1 maka didaftar juga menurut Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 hak-hak atas tanah yang menurut surat-keputusan pemberiannya harus didaftar menurut Peraturan Menteri Agraria No. 9 tahun 1959, tetapi pada tanggal 1 Juni 1964 Pendaftarannya belum dilaksanakan.

Pasal 3

1. Terhadap hak-hak yang dimaksudkan dalam pasal 1 dan 2 mulai tanggal 1 Juni 1964 berlaku ketentuan-ketentuan dalam:

a. Peraturan Menteri Agraria No. 14 tahun 1961 tentang ”Permintaan dan pemberian izin pemindahan hak atas tanah” (T.L.N. No. 2346);

b. Peraturan Menteri Agraria No. 15 tahun 1961 tentang ”Pembebanan dan pendaftaran hypotheek dan credietverband’ (T.L.N No. 2347);

2. Permintaan izin pemindahan hak yang telah diajukan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan Undang-Undang No. 24 tahun 1954 (L.N. 1954 – 78) yang pada tanggal 1 Juni 1964 belum mendapat keputusan, diselenggarakan menurut surat edaran Menteri Agraria tanggal 14 Mei 1960 No. Peta 4/1/16/1 (T.L.N. No. 2001) jo Keputusan Menteri Agraria No. Sk. 3/Ka/1962 (T.L.N. No. 2457).

Pasal 4

1. Semua akta dan surat perjanjian yang bertujuan memindahkan hak, memberikan suatu hak baru, menggadaikan tanah atau mengikatkan tanah sebagai jaminan hutang, yang dibuat sebelum tanggal 1 Juni 1964, dapat diterima untuk pendaftaran setelah syarat-syarat yang berlaku menurut peraturan yang lama dipenuhi.

2. Sebagai pejabat pembuat akta tanah yang dimaksudkan dalam pasal 19 Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1961 bertindak karena jabatannya para Asisten Wedana/Kepala Kecamatan dari tempat letak tanah yang akan ditunjuk secara khusu menurut Peraturan Menteri Agraria No. 10 tahun 1961 (T.L.N No. 2344).

Pasal 5

Ketentuan lebih lanjut untuk menyelenggarakan peraturan ini ditetapkan oleh Kepala Jawatan Pendaftaran Tanah.

Pasal 6

Peraturan ini berlaku mulai tanggal ditetapkannya.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya maka Peraturan ini akan dimuat dalam Tambahan Lembaran-Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di : Jakarta

Pada tanggal : 7 Maret 1964

MENTERI AGRARIA, ttd

Referensi

Dokumen terkait

Atas permohonan yang berkepentingan, maka konversi hak-hak yang disebut dalam Pasal II dan VI Ketentuan-ketentuan Konversi Undang-undang Pokok Agraria menjadi hak milik, hak

7267 dan tanah Negara bekas hak Barat yang telah berakhir jangka waktu berlakunya yang terletak di Karet Kuningan Wilayah Jakarta Selatan di samping tidak dipenuhinya kewajiban

Penyerahan tanah atau tanaman yang digadaikan, oleh pemegang gadai kepada orang lain yang tidak memenuhi syarat seperti yang dimaksudkan dalam ayat 1 pasal ini,

2. Ganti kerugian dibebankan kepada mereka yang benar-benar mendapat pembagian tanah yang dikuasai oleh Negara. Mereka itu mempunyai kewajiban sebagai wajib bayar

(1) Setelah semua peta-pendaftaran dari sesuatu desa disahkan menurut pasal 5 ayat (3), pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah yang belum dipeta dalam

Mengenai tanah-tanah yang terletak di daerah persiapan yang telah ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri menurut ketentuan pasal 9, para Pejabat Pembuat Akta Tanah

Setelah menerima Permohonan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 3, Kepala Sub Direktorat Agraria Kabupaten/Kotamadya setempat mencatat perwakafan tanah hak milik

(1) Tanah-tanah bekas Hak Guna Usaha yang digarap/diduduki pihak lain sebagai yang dimaksud dalam Undang-undang Nomor 51/Prp/1960 dan yang menurut pertimbangan- pertimbangan teknis